#30 tag 24jam
Muncul Tawaran Open Trip Berbayar ke IKN, Otorita Kasih Peringatan
Otorita IKN menegaskan kunjungan ke KIPP IKN gratis dan tidak ada paket wisata berbayar. [467] url asal
#open-trip-ikn #otorita-ikn #wisata-berbayar #kawasan-inti-pusat-pemerintahan #kunjungan-ikn #kipp-ikn #keamanan-ikn #pembangunan-ikn #taman-kusuma-bangsa-nusantara #troy-pantouw #tata #kipp #alimuddin #iknow #pihak
(detikFinance - Infrastruktur) 28/10/24 11:54
v/17100723/
Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) buka suara terkait munculnya tawaran open trip atau perjalanan wisata berbayar untuk masyarakat umum ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kalimantan Timur.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengimbau kepada para pihak terkait menghentikan aktivitas penawaran paket wisata berbayar tersebut. Ia menegaskan, kunjungan ke IKN tidak dipungut biaya apapun.
"Hentikan praktik-praktik pihak yang membuat paket wisata berbayar ke KIPP di IKN. Ibu Kota Nusantara adalah milik semua warga, milik bangsa Indonesia bahkan akan menjadi kota dunia untuk semua," kata Troy, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (28/10/2024).
Troy juga menegaskan, pihak Otorita IKN tidak mengadakan kerjasama dengan pihak manapun terkait paket kunjungan berbayar untuk datang ke KIPP IKN.
Hal tersebut dikarenakan saat ini IKN masih dalam proses konstruksi, di mana pembangunan fisik masih berjalan dengan banyak alat berat. Kunjungan dikhawatirkan akan mengganggu pembangunan.
"Mohon tidak mengambil keuntungan untuk hal-hal seperti ini. Perlu diingatkan pada saat ini, masih banyak pembangunan fisik dengan alat-alat berat, pekerja konstruksi yang sedang giat bekerja di banyak lokasi dan penyesuaian arah jalan yang dilakukan," ujarnya.
Selain itu, menurut Troy, kunjungan juga perlu memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Karena itulah, diperlukan tata tertib pengaturan kunjungan terutama di wilayah KIPP yang wajib diikuti untuk menjaga kenyamanan, keamanan dan ketertiban semua pihak.
"Otorita IKN menghimbau agar masyarakat yang berencana mengunjungi wilayah KIPP di IKN tetap mengikuti tata tertib alur kunjungan dengan mendaftarkan diri melalui aplikasi IKNOW. Hal ini bertujuan sama yaitu agar semua orang merasa nyaman, aman dan menikmati setiap kali hadir ke IKN," kata dia.
Di sisi lain, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, bercerita bahwa dirinya pernah ditawari pihak tertentu untuk paket wisata berbayar ke IKN yang jelas tidak berizin. Bahkan sudah ditemukan flyer yang beredar di publik tentang paket wisata berbayar tersebut.
"Hal ini sangat tidak dibenarkan. Kami minta agar para pihak yang mengedarkan publikasi paket berbayar wisata kunjungan ke lokasi Plaza Seremoni, Taman Kusuma Bangsa dan lain-lain agar segera menghentikan dan menyudahi praktik-praktik yang akan disalahartikan oleh publik dan mengambil keuntungan sepihak," tegas Alimuddin.
Untuk masyarakat yang berminat datang ke IKN untuk melihat progres pembangunan KIPP, Otorita IKN mengingatkan kembali agar mengikuti tata tertib alur kunjungan yang berlaku. Kunjungan bisa dilakukan setiap hari pada pukul 09:00-17:00 WITA dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui aplikasi IKNOW.
Selama kunjungan, pengunjung dapat memasuki area Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan Barat dan Taman Kusuma Bangsa Nusantara menggunakan Electric Vehicle (EV) Bus yang sudah disediakan di Rest Area IKN dengan didampingi Liason Officers (LO).
Otorita IKN juga meminta agar masyarakat tidak memasuki area KIPP menggunakan kendaraan pribadi, serta kendaraan umum tanpa izin tertulis maupun izin khusus dari pihak OIKN maupun Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR.
(shc/kil)
Dari Hutan Belantara ke Kota Cerdas IKN, dari Jokowi ke Prabowo
Opini ini mengulas perjalanan pembangunan IKN yang dimulai dari tantangan hingga menjadi megaproyek nyata, dengan fokus pada keberlanjutan & inovasi teknologi. [1,514] url asal
#ikn #ibu-kota-nusantara #jokowi #prabowo #infrastruktur #visi-pembangunan-ikn #prabowo-gibran #bssn #pangeran-diponegoro #mohammed-ali-berawi #roadmap-pembangunan-rendah-karbon #tiada #iknow #jenderal-soedirman
(detikFinance - Infrastruktur) 08/10/24 13:58
v/16154318/
Jakarta - Tiga tahun yang lalu, siapa yang menyangka hamparan hutan belantara dan lahan kosong di Kalimantan Timur akan menjadi cikal bakal ibu kota masa depan Indonesia? Kami, di Tim Transisi Ibu Kota Nusantara (IKN), tak pernah lupa bagaimana perjalanan ini dimulai dengan tantangan luar biasa.
Sumber daya manusia yang terbatas, fasilitas yang kurang memadai, kantor yang belum siap digunakan, hingga honorarium bulanan yang ditangguhkan hanyalah sebagian dari rintangan yang harus kami hadapi. Tak terhitung pula berapa banyak keraguan dan kritik yang menghujani kami-membangun sebuah kota dari nol bukanlah tugas yang mudah.
Namun, hari ini, dengan penuh kebanggaan, kita dapat melihat IKN tidak lagi hanya sebagai konsep, tetapi sebagai megaproyek nyata yang mulai diwujudkan.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), bersama dengan dukungan luar biasa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) yang saat ini keduanya dipimpin oleh Pak Basuki Hadimoeljono, telah menunjukkan bahwa visi besar ini bukanlah mimpi kosong, melainkan sebuah tujuan nyata yang bisa dicapai.
Slogan "Tiada Hari Tanpa Cor" yang kini viral di kalangan anak muda dan terpampang di salah satu bangunan di IKN mencerminkan semangat kerja keras yang terus kami junjung setiap hari.
Secara fundamental, lahirnya IKN didorong oleh kebutuhan mendesak untuk menciptakan pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa. Keraguan dan pertanyaan mengenai relevansi serta keberhasilan IKN kerap muncul. Walaupun begitu, Presiden Jokowi memilih untuk tetap mengambil risiko besar ini karena beliau yakin bahwa untuk mengejar kemajuan bangsa, sering kali kita harus berani mempertaruhkan banyak hal.
Kami sejalan dengan keyakinan tersebut. Sebagai akademisi, kami berusaha memanfaatkan pengetahuan kami untuk membangun bangsa Indonesia, salah satunya dengan mempertaruhkan kredensial dengan mengambil risiko untuk memimpin pembangunan IKN, khususnya di bidang transformasi hijau dan digital.
Kala itu, kami menerima tantangan besar ini untuk mendampingi Pak Bambang Susantono dalam mengawal pembangunan IKN. Visi besar Presiden Jokowi inilah yang terus kami pegang teguh dalam setiap langkah, fokus pada keberlanjutan dan penerapan teknologi hijau serta digital.
Visi ini lebih dari sekadar pembangunan fisik infrastruktur semata; ini adalah fondasi untuk menopang Indonesia Emas 2045-sebuah cita-cita besar yang kini mulai diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan strategis kami, seperti Cetak Biru Kota Cerdas, Pedoman Bangunan Gedung Cerdas, Roadmap Pembangunan Rendah Karbon, dan kebijakan-kebijakan lainnya.
Meski sempat mendapat cemoohan dari berbagai pihak, kami tetap teguh melangkah dan terus menyempurnakan yang sudah ada. Di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo, arah strategis ini akan terus kami lanjutkan, memastikan IKN berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru bermanfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia-bukan sekadar wacana kosong dan 'omon-omon' semata.
Membangun IKN bukan sekadar membangun infrastruktur fisik atau 'hardware' saja, tetapi juga menciptakan ekosistem teknologi atau 'software' dan, yang paling penting, mengembangkan sumber daya manusianya atau 'brainware'. Ketiga elemen ini menjadi pilar utama dalam visi pembangunan IKN, sejalan dengan komitmen Presiden Terpilih Prabowo yang menegaskan percepatan proyek IKN dalam Sidang Kabinet pada 12 Agustus 2024.
Kami telah mempelajari secara saksama visi dan misi Prabowo-Gibran, terutama dalam hal kesinambungan proyek-proyek yang sudah dibangun bersama Presiden Jokowi. Salah satu kunci utama yang menjadi landasan visi Presiden Terpilih Prabowo adalah keberlanjutan, dan ini menjadi fondasi yang akan terus kami pegang teguh dalam pembangunan IKN.
Filosofi keberlanjutan ini juga tercermin dalam salah satu pidato Presiden Terpilih Prabowo, di mana beliau menyampaikan bahwa, "Kalau pendekar terjatuh, dia tidak akan sedih, dia tidak akan kecewa, dia tidak akan menangis, (tetapi) dia akan berdiri lagi. Dijatuhkan lagi, berdiri lagi, dijatuhkan lagi, (tetap akan) berdiri lagi."
Filosofi ini sangat relevan dengan perjalanan kami di Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital OIKN dalam membangun IKN yang penuh dengan tantangan-jatuh bangun adalah bagian dari proses. Namun, semangat pantang menyerah seperti yang diungkapkan Presiden Terpilih Prabowo itulah yang mendorong kami terus maju.
Kami di Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital, yang mayoritas diisi oleh orang muda bangsa, bertekad memastikan bahwa visi besar IKN sebagai kota cerdas dan berkelanjutan akan tetap terwujud.
Berbagai teknologi canggih telah diterapkan untuk mendukung visi efisiensi dan keberlanjutan, mulai dari sensor perkotaan dan bangunan cerdas, hingga pengendalian pembangunan yang menggunakan drone dan kecerdasan buatan (AI).
Kami juga telah dengan tanggap mengantisipasi potensi risiko bencana dengan menerapkan sistem peringatan dini (early warning system) dan pengoperasian Nusantara Command Center di IKN sebagai forest city sesuai yang diarahkan oleh Presiden Terpilih Prabowo.
Nusantara Command Center tidak hanya akan berfungsi sebagai pengendali situasi darurat saja, melainkan juga meningkatkan efisiensi layanan publik serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh penghuni kota.
Tak hanya itu, kami tengah mempersiapkan trem otonom dan taksi terbang sebagai moda transportasi cerdas unggulan masa depan, sebagai langkah strategis untuk menciptakan sistem transportasi publik yang ramah lingkungan dan efisien.
Selain itu, Nusantara Knowledge and Technology Hub juga sedang dikembangkan sebagai jembatan emas penghubung antara dunia pendidikan, pemerintahan, dan industri, menciptakan ekosistem inovasi yang kolaboratif guna mendukung terciptanya kota cerdas yang terintegrasi.
Kolaborasi dengan universitas, perusahaan, dan lembaga internasional dari berbagai negara-negara maju terus dijajaki untuk mendukung IKN sebagai pusat inovasi dan kemajuan teknologi, menjadikannya sebagai urban living lab yang ideal untuk menyerap best practices dari seluruh dunia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui uji coba atau Proof of Concept (PoC) teknologi, yang tidak hanya bertujuan membuktikan bahwa visi besar IKN dapat diimplementasikan, tetapi juga untuk menguji keandalan konsep serta kualitas teknologi tersebut. Melalui PoC, kami yakin bahwa akan terjadi transfer of knowledge dari inovasi terbaik dunia, baik kepada pemerintah maupun pelaku industri dalam negeri.
Hal ini penting agar kedepannya Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi mandiri yang bersumber dari potensi sumber daya manusia terbaik bangsa. PoC juga sejatinya merupakan upaya preventif dan langkah strategis untuk menilai apakah suatu teknologi menawarkan harga terbaik-yakni harga termurah dengan kualitas tertinggi, untuk kemudian dapat dijadikan pertimbangan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang terpisah.
Semua pencapaian ini menunjukkan bahwa IKN bukan sekadar gagasan atau wacana, melainkan sebuah kenyataan yang akan terwujud melalui kerja keras, inovasi, dan dedikasi yang kuat untuk masa depan Indonesia yang lebih hijau dan cerdas.
Kami percaya IKN adalah lompatan besar yang membawa Indonesia semakin dekat dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ini bukan sekadar mimpi, melainkan bukti nyata dari tekad bangsa untuk menjadi lebih unggul, merangkul masa depan dengan keyakinan.
Di tengah laju globalisasi, IKN hadir sebagai simbol harapan, membawa Indonesia menuju era baru sebagai negara maju yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dan semua ini hanya bisa dicapai dengan kepemimpinan yang visioner dan berorientasi pada kemajuan.
Di balik berbagai capaian kami di IKN, terdapat tim teknokrat yang luar biasa dalam merumuskan program-program unggulan. Ibarat seorang pendekar yang mahir menggunakan kemampuan fisik dan senjatanya, kami yang berkiprah di ranah sipil berusaha mengabdikan diri kepada negara dengan mengoptimalkan kajian, inovasi, dan teknologi.
Terbukti, per Oktober 2024, puluhan ribu orang berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk berkunjung ke IKN melalui aplikasi IKNOW, layanan terpadu yang kami kelola dan awasi. Untuk memastikan keamanan data pengguna, kami telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui skema IT Security Assessment untuk meminimalisir risiko kebocoran data.
Dengan begitu, antusiasme yang luar biasa untuk menyaksikan langsung bagaimana kota masa depan Indonesia sedang dibangun, akan diiringi oleh teknologi tepat guna terbaik yang akan menjaga keamanan dan kenyamanan bagi semua penghuninya.
Menghadapi transisi pemerintahan, kami tetap berkomitmen mendukung penuh pembangunan IKN dan Indonesia, apa pun tantangan yang muncul di depan, dengan sumber daya yang tersedia - bahkan bila itu hanya sekedar "bambu runcing" saja. Karena kami yakin Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo memiliki tujuan mulia yang sama, yaitu untuk mencintai rakyat dan membangun Indonesia menjadi lebih adil dan makmur.
Kami percaya, perjuangan kami saat ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan kita terdahulu-Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman, Bung Tomo, dan lain-lain-yang rela bertaruh nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Semangat merekalah yang menjadi inspirasi kami dalam mewujudkan visi Indonesia maju dengan membangun Indonesia yang terhormat dan bermartabat.
Jika suatu saat nanti garis tangan pengabdian kami dicukupkan atau bahkan diberikan amanah dan penugasan di tempat lain oleh pimpinan, komitmen kami tidak akan berubah, karena visi kami sejalan dengan Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo: membangun Indonesia yang mandiri dan berdikari, di mana rakyatnya bangga menggunakan produk-produk buatan negeri sendiri.
Mohammed Ali Berawi
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara
Guru Besar Universitas Indonesia
(ang/ang)
Kunjungan ke IKN Tembus 11 Ribu Orang Lewat Aplikasi IKNOW
Masyarakat kini dapat mengunjungi IKN Kalimantan Timur melalui aplikasi IKNOW. Dalam seminggu, 11.000 orang mendaftar yang menunjukkan antusiasme tinggi. [426] url asal
#ikn #aplikasi-iknow #kunjungan-ikn #ibu-kota-nusantara
(detikFinance - Infrastruktur) 29/09/24 16:53
v/15727643/
Jakarta - Masyarakat umum kini bisa mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, salah satu caranya dengan mendaftar di aplikasi SuperApps IKN atau IKNOW. Tercatat sudah ada 11.000 orang yang mendaftar pada pekan pertama pendaftaran dibuka.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Mohammed Ali Berawi, mengungkapkan rasa bangganya atas respons positif masyarakat terhadap aplikasi ini. "Sejauh ini, total unduhan aplikasi IKNOW mencapai lebih dari 42 ribu pengguna, dengan rincian 33,8 ribu di Android dan 8,2 ribu di IoS. Angka ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengalaman langsung di Nusantara," ungkap Ali Berawi, Jakarta, Minggu (29/9/2024).
Dari jumlah tersebut, OIKN berhasil memantau sekitar 11 ribu orang pengunjung fisik selama seminggu terakhir. "Data spesifik masih terus kami konsolidasi dan perbarui secara lintas kedeputian terkait, karena pengunjung tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga kementerian, lembaga, serta instansi pemerintah lainnya maupun swasta," tambah Ali Berawi.
Selain pencapaian teknis dan antusiasme publik, Prof. Ali Berawi menekankan pentingnya perlindungan data pribadi pengguna IKNOW serta keamanan siber.
"Kita sudah melaksanakan IT Security Assessment (ITSA) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terhadap aset digital OIKN, salah satunya adalah IKNOW. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui seberapa kuat pengamanan siber pada setiap aset digital sekaligus untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu ditingkatkan dan disempurnakan, termasuk mengenai data pribadi masyarakat yang mendaftar di aplikasi IKNOW," ujar Ali Berawi.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan OIKN juga telah mengimplementasikan pengamanan biometrik pada setiap akses identitas pengguna aplikasi IKNOW. "Kami sangat peduli terhadap keamanan data pribadi pengguna. Selain itu, pembackupan data dilakukan setiap hari untuk meminimalisir dampak buruk apabila terjadi insiden yang tidak diinginkan," tegasnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa evaluasi mengenai adanya kemungkinan penambahan kuota pengunjung masih berlangsung. "Kami masih melakukan evaluasi lebih lanjut. Hal ini penting agar pengalaman yang dirasakan pengunjung tetap optimal dan proses pembangunan proyek-proyek di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tetap berjalan dengan lancar dan sesuai target," ujarnya.
Ali Berawi juga menekankan bahwa meski ini baru langkah awal, semangat untuk terus memperbaiki dan mengembangkan aplikasi serta sistem kunjungan di IKN tetap menyala.
"Kami ingin memastikan bahwa Nusantara bukan hanya sekadar ibu kota fisik, tetapi juga menjadi ibu kota yang cerdas, hijau, digital, dan ramah digital di masa depan."
Evaluasi yang dilakukan OIKN akan menjadi dasar dalam memperkuat infrastruktur dan layanan yang ada. "Kami akan terus mengevaluasi dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi semua pengunjung. Nusantara adalah milik semua, dan kami ingin setiap orang merasakan kebanggaan itu," tutup Ali Berawi.
(rrd/rir)
IKN Dibuka untuk Umum: Ini Cara Daftarnya
Cara masyarakat umum bisa masuk IKN. [348] url asal
#ikn-dibuka-untuk-umum #cara-daftar-pengunjung-ikn #cara-pesan-tiket-iknow #ikn-nusantara #ikn
(MedCom - Ekonomi) 19/09/24 14:16
v/15232136/
Jakarta: Ibu Kota Nusantara (IKN) kini resmi dibuka untuk kunjungan masyarakat umum. Otorita Ibu Kota Nusantara telah merilis pedoman resmi bagi masyarakat yang ingin mengunjungi wilayah ini.Setiap pengunjung wajib mengikuti prosedur pendaftaran yang telah ditentukan. Berikut panduan lengkap cara mendaftar dan tata tertib yang harus dipatuhi selama kunjungan.
Cara Daftar Kunjungan ke IKN
Masyarakat yang ingin berkunjung ke IKN perlu mendaftarkan diri melalui aplikasi IKNOW. Aplikasi ini tersedia di Google Play dan App Store.Setelah mengunduh aplikasi, pengunjung dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Login ke aplikasi IKNOW.
- Pilih menu “Visit Nusantara”.
- Klik “Pesan Tiket” dan isi formulir pendaftaran yang tersedia.
- Setelah pendaftaran selesai, e-tiket akan tersedia di aplikasi.
- Saat tiba di lokasi, pengunjung hanya perlu menunjukkan barcode tiket kepada petugas untuk mendapatkan akses masuk.
| Baca juga: IKN Resmi Dibuka untuk Publik! Kuota Kunjungan Harian Terbatas |
Alur Kunjungan dan Jadwal
Kunjungan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, dengan kuota pengunjung dibatasi hingga 300 orang per hari.Para pengunjung harus berkumpul di titik Rest Area atau tempat parkir yang sudah disediakan di Simpang Trunen. Dari sana, pengunjung akan diantar menggunakan bus listrik (EV bus) menuju Plaza Seremoni sebagai titik awal eksplorasi.
Lokasi yang bisa dikunjungi di IKN antara lain:
- Plaza Seremoni
- Rumah Teknologi Nusantara (Techno House)
- Taman Kusuma Bangsa
Tata Tertib Kunjungan
Agar kunjungan berjalan lancar dan nyaman, pengunjung diharuskan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Otorita IKN. Berikut beberapa tata tertib penting:- Pengunjung wajib mendaftar melalui aplikasi IKNOW untuk mendapatkan izin masuk.
- Kendaraan pribadi tidak diperbolehkan digunakan selama di IKN. Pengunjung dapat memarkir kendaraan di Rest Area atau Simpang Trunen.
- Berpakaian rapi dan sopan adalah keharusan. Sandal tidak diperkenankan demi aspek keselamatan.
- Merokok dilarang di area seperti Plaza Seremoni, Taman Kusuma Bangsa, dan Rumah Techno.
- Pengunjung diimbau menjaga kebersihan dan dilarang menginjak rumput, mencorat-coret fasilitas, atau memberi makan satwa.
- Aktivitas seperti piknik, membawa senjata tajam, minuman beralkohol, serta kampanye politik atau SARA dilarang.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)
Mengenal IKNOW, Aplikasi Daftar Diri Jika Ingin Banget Berkunjung ke IKN
Otorita IKN telah membuka IKN bagi masyarakat, tetapi harus daftarkan diri lewat aplikasi IKNOW. Apakah IKNOW itu? [445] url asal
#ikn #iknow #otorita-ikn #aplikasi #e-ticketing #nusantara #kalimantan-timur
(Bisnis Tempo) 16/09/24 17:14
v/15099979/
TEMPO.CO, Jakarta - Otorita IKN membuka Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa Nusantara untuk umum yang bisa dikunjungi setiap hari pada pukul 09.00-17.00 WITA.
Kunjungan IKN ini dibuka untuk umum mulai Senin, 16 September 2024. Menurut Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, pembukaan kunjungan IKN dilakukan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin melihat langsung pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Meskipun semua dapat berkunjung ke IKN, tetapi terdapat batas maksimal, yaitu 300 orang per hari. Sebab, proses pembangunan IKN sampai sekarang masih berlangsung.
“Kami mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan,” ujar roy, pada Ahad, 15 September 2024.
Selama kunjungan, Troy mengatakan, pengunjung wajib menggunakan transportasi umum yang disediakan di titik kumpul, menjaga kebersihan, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengunjung juga dilarang merokok dan memasuki area yang bukan termasuk area kunjungan.
Namun, untuk bisa masuk, masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui aplikasi IKNOW yang dapat diunduh melalui Play Store atau App Store. Dikutipikn.go.id, berikut adalah cara mendaftarkan diri agar dapat berkeliling ke IKN, yaitu:
- Loginaplikasi IKNOW;
- Setelah itu, pilih menu “Visit Nusantara”, lalu klik “Kunjungi Nusantara”;
- Kemudian, pilih “Pesan Tiket”;
- Selanjutnya, mengisiformtiket;
- Kemudian, pilih “Lihat E-Ticket”; dan
- Saat sudah tiba di IKN pada hari yang terdaftar, pengunjung memberikanbarcodetiket dari aplikasi IKNOW ke petugas.
Aplikasi IKNOW
Aplikasi IKNOW adalah aplikasi pelayanan gratis yang dikelola oleh Otorita IKN untuk menginformasikan pengunjung mengenai kebijakan terkait pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan informasi pribadi berhubungan dengan IKN.
Saat mendaftarkan diri dalam aplikasi ini, masyarakat akan diminta untuk memasukkan data pribadi. Adapun, data yang akan dimasukkan dalam aplikasi ini berupa nama lengkap, NIK, swafoto pengguna, nomor telepon, alamat email, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, lokasi, serta informasi lain relevan. Informasi ini dikumpulkan secara otomatis dan dicadangkan setiap bulan dan disimpan selama 1 tahun untuk pengendalian yang sah.
Informasi dalam aplikasi IKNOW digunakan utama untuk memfasilitasi pengguna dalam menggunakan berbagai layanan, seperti registrasi, memberikan pemberitahuan, dan menawarkan pembaruan terkait layanan serta promosi relevan. Aplikasi ini digunakan untuk tujuan sah terkait layanan IKN. Saat ini, IKNOW dimanfaatkan untuk berkunjung ke IKN sehingga hindari pemanfaatan tidak benar, yaitu:
- Melanggar perundang-undangan yang berlaku di Indonesia;
- Melanggar hukum, menipu, atau memiliki tujuan yang melanggar hukum atau menipu;
- Merugikan atau berupaya menyakiti individu lain;
- Menggandakan, menyalin, menjual, menjual kembali, atau mengeksploitasi layanan tanpa izin tertulis dari IKNOW;
- Menyalahgunakan verbal, fisik, tertulis, atau lainnya terhadap pengguna, karyawan, anggota, atau petugas IKNOW.
BerdasarkanAntara, aplikasi IKNOW juga memberikan informasi tentang panduan kunjungan ke IKN secara lebih lengkap bagi masyarakat.
“Apabila ada kendala dalam aplikasi dapat hubungi kontak IKNOW 0821-4437-6300, untuk panduan kunjungan juga bisa diakses masyarakat di https://ikn.go.id/PedomanKunjunganNusantara,” kata Troy.
RACHEL FARAHDIBA R | RIRI RAHAYU
