NUSA DUA, investor.id – Sebagai bentuk kesadaran untuk menghadirkan isu ketahanan pangan dari produk beras di tengah banyaknya tantangan global yang melanda di dunia, Perum Bulog menggelar Indonesia International Rice Conference (IIRC) di Nusa Dua, Bali pada 19-21 September 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan pelaku industri beras dari 17 negara di belahan dunia, di antaranya Inggris, Pakistan, Filipina, Singapura, Jepang, Vietnam, India, Thailand, Kamboja, United Arab Emirates, Laos, Myanmar, Afrika Selatan, Republic of Korea, Malaysia, China dan Timor Leste.
Mengangkat tema “Rice Resilience: Adapting to Global Challenging”, IIRC 2024 membahas isu-isu penting, seperti perubahan iklim, gangguan ekonomi dan ketegangan geopolitik yang memperumit lanskap produksi dan distribusi beras.
“Ketahanan dalam konteks ini berarti lebih dari sekedar kelangsungan hidup. Hal ini berarti mampu bertahan di tengah kesulitan dengan mengembangkan dan menerapkan solusi inovatif yang dapat mempertahankan produksi beras dalam menghadapi tantangan global ini, ” ujar Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Bulog Sonya Mamoriska pada welcoming speech IIRC 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Sonya juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pendekatan produksi beras yang berketahanan dan adaptif.
“Kita harus menyadari bahwa metode pertanian dan distribusi tradisional mungkin tidak lagi memadai dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang ini. Jelas bahwa untuk menjamin masa depan beras, kita memerlukan solusi inovatif, berkelanjutan, dan kolaboratif yang dapat membantu kita mengatasi tantangan global,” lanjut Sonya.
Sementara itu, Country Director Untuk Indonesia and Timor-Leste, East Asia and Pacific, World Bank
Carolyn Turk dalam keynote speech menyampaikan bahwa komoditi beras merupakan komoditi yang memenuhi kebutuhan pangan dunia khususnya Indonesia.
“Harapannya, melalui konferensi ini kita bisa mendapatkan solusi untuk membuat keberlanjutan pangan dan kehidupan,” ujarnya.
Badan Pangan Nasional Indonesia yang diwakili oleh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Rachmi Widiarini juga berharap dapat berkolaborasi satu sama lain antara semua pelaku di industri pangan, khususnya beras dan memperkuat hubungan tiap stakeholders.
“Kami berharap, kolaborasi dari Bulog dengan segala stakeholders dapat diperkuat, serta melalui konferensi ini bisa bekerja sama dan merumuskan ide gagasan untuk dapat menghadapi tantangan global,” tutup Rachmi.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News