#30 tag 24jam
Aplikasi wondr Tingkatkan Kualitas Aset BNI
Aplikasi wondr by BNI bisa meningkatkan kualitas aset BNI. - Halaman all [551] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #wondr-by-bni #aplikasi #tingkatkan-kualitas-aset #kredit-konsumer #analis #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 21/10/24 20:18
v/16797434/
JAKARTA, Investor.id - Aplikasi wondr by BNI yang telah tiga bulan lebih diluncurkan dan memiliki berbagai fitur dapat memberi nilai tambah, tidak hanya kepada nasabah, tetapi juga meningkatkan bisnis PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) ke depan, terutama dari kualitas aset.
Analis Trimegah Sekuritas mengatakan, wondr by BNI bisa menjadi alat untuk melakukan evaluasi atas potensi kredit, terutama segmen consumer ke depannya. Platform ini bisa digunakan untuk KYC dan bisa lebih akurat dalam pemetaan nasabah mana yang bisa di-cross sell lebih banyak.
“Dampaknya bisa membuat kualitas aset lebih baik dan fungsi cross sell yang lebih optimal. Catatannya adalah, BNI harus bisa memperbanyak user dan bersaing dengan mobile banking apps lain dari kompetitor,” kata Jonathan, dikutip Senin (21/10/2024).
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan, wondr by BNI memili potensi menjadi alat evaluasi atas potensi kredit, terutama di segmen consumer loan. Contohnya, melalui transaksi harian, sehingga bisa memantau pola pinjaman nasabah, pengeluaran, saving dan transaksi lain.
BNI pun bisa memantau profil risiko dari cara nasabah tersebut mengelola loan dan konsistensi dalam pembayaran. Selain itu, BNI secara internal perusahaan pun dapat membuat credit scoring atas nasabah tersebut berdasarkan database.
“Sistem ini juga diharapkan mampu menjadi tools manajemen dalam membuat personalisasi penawaran loan sesuai kebutuhan financial nasabah. Tentu ini akan berjalan dengan baik jika Perusahaan mampu mengintegrasilan AI dan machine learning dalam aplikasi wondr by BNI,” ujar Victoria.
Dia menilai jika platform ini berhasil dioptimalkan untuk integrasi antara funding dan lending, dampaknya bisa signifikan terhadap pertumbuhan serta kualitas kredit yang tersalur ke depan. Beberapa di antaranya seperti peningkatan pertumbuhan kredit yang didorong oleh kemudahan akses, penawaran kredit yang tepat sasaran serta bisa ekspansi ke segmen yang lebih luas seperti unbanked/underbanked. Kemudian, operasional lebih efisien karena lending dan funding lebih terintegrasi.
“Selanjutnya kualitas kredit bisa semakin terkontrol dan pengelolaan resiko lebih efektif, di mana hal ini didukung oleh data analisis yang lebih komprehensif. Terakhir, aplikasi perbankan yang menawarkan kelengkapan produk membuat nasabah menjadi lebih sticky (loyal) sehingga menghindari churn rate (perpindahan antarbank satu ke yang lain),” ujar dia.
Diketahui, wondr by BNI tepat diluncurkan pada 5 Juli 2024 sebagai bagian dari transformasi bisnis bank pelat merah tersebut. Adapun wondr by BNI akan menggantikan mobile banking BNI yang lama, yaitu BNI mobile banking.
Ada tiga fitur utama yang ditawarkan dalam platform aplikasi perbankan ini, yakni Insights untuk memonitor pemasukan dan pengeluaran nasabah, lalu Transaksi untuk kemudahan melakukan berbagai pembayaran, serta Growth untuk perencanaan keuangan dan investasi.
Platform baru ini menyasar empat segmen utama, yaitu working professional atau karyawan baik swasta maupun negeri, emerging wealth yang merupakan lapisan masyarakat yang memiliki bisnis sendiri, wealthy achievers yang merupakan influencer maupun content creator, hingga young gen & early jobber yang melingkupi mahasiswa dan karyawan baru.
Secara demografi, ketiga fitur yang ditawarkan tersebut cocok dengan target market yang disasar yang cenderung digital savvy. Dengan demikian, wondr by BNI menjadi wajah baru transaksional dan digital banking BNI yang lebih mengikuti perkembangan zaman saat ini.
Nantinya proses migrasi nasabah dari platform mobile banking yang lama ke wondr by BNI dapat berjalan. Dengan update fitur yang lebih relevan, wondr by BNI pun dapat menggaet pertumbuhan jumlah nasabah dan menjadi platform untuk menggalang dana dari masyarakat.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Perbankan Optimistis Turunnya Bunga Acuan akan Dongkrak Pertumbuhan Kredit Konsumer
Penurunan BI-Rate diperkirakan akan mendongkrak kinerja kredit konsumer dari pembelian properti dan kredit kendaraan bermotor. [1,126] url asal
#bank-indonesia #kredit-konsumer #kredit-properti #bi-rate #kredit-pemilikan-rumah #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Uang) 26/09/24 19:13
v/15593373/
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan alias BI-Rate sebesar 25 basis poin ke level 6% diperkirakan akan mendongkrak kinerja kredit konsumer di sejumlah perbankan dari pembelian properti dan kredit kendaraan bermotor.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) perolehan kredit konsumsi per Juli 2024 capai Rp 2.108,1 triliun, meningkat 10,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian ini meningkat dari bulan Juni 2024 yang tumbuh 10,2% mencapai Rp 2.088,7 triliun.
Dengan penopang terbesar dari kredit pemilikan rumah yang tumbuh 14,2% per Juli 2024, di susul kredit kendaraan bermotor tumbuh 7,9%, dan kredit multiguna tumbuh 8,7%.
PT Bank Central Asia (BCA) juga mengakui dengan turunnya bunga kredit dapat mendongkrak kinerja kredit konsumer salah satunya properti. BCA pun berkomitmen menumbuhkan sektor properti melalui peningkatan penyaluran KPR.
"Dengan melihat membaiknya suku bunga dan kebijakan pemerintah, KPR BCA masih optimis sampai dengan akhir tahun tren permintaan KPR akan semakin meningkat dibandingkan paruh pertama tahun 2024 ini," ungkap Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA, Welly Yandoko kepada kontan.co.id, beberapa waktu lalu.
Adapun realisasi penyaluran kredit konsumer BCA berhasil menembus Rp210,2 triliun sampai akhir semester I/2024. Realisasi kredit konsumer tersebut tumbuh 13,6% secara yoy.
Peningkatan ini didorong oleh penyaluran KPR yang tumbuh 10,8% yoy mencapai Rp126,9 triliun serta pertumbuhan KKB sebesar 18,4% yoy menjadi Rp62,1 triliun.
Seiring dengan terus membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan didukung dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan bisnis properti sampai dengan akhir tahun ini, BCA masih optimis untuk melepas kredit KPR lebih besar dari paruh pertama tahun 2024 sehingga dapat mendukung pencapaian target kredit BCA secara korporasi yaitu sebesar 8%-10%.
Di sisi lain, Welly menjelaskan, bunga KPR BCA relatif tidak mengalami perubahan yang berarti sejak kenaikan BI rate dari 3,5% ke 6,25%. Sehingga kata Welly penurunan suku bunga acuan BI saat ini tentunya tidak serta merta akan langsung mendorong penurunan suku bunga pinjaman di KPR BCA.
"Kami tetap harus memperhitungkan besaran suku bunga tersebut dengan kondisi internal maupun eksternal, seperti kondisi suku bunga di industry KPR serta mempertimbangkan kondisi internal Bank seperti tingkat likuiditas, rasio CASA serta tingkat NPL, dengan demikian kami dapat tetap memberikan suku bunga terbaik bagi Masyarakat," ungkapnya.
Adapun dalam menggenjot tren permintaan KPR, pihaknya menerapkan strategi dengan terus meningkatkan kerja sama dengan rekanan Developer dan Broker yang terpercaya dan mengoptimalkan jaringan Cabang BCA yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, BCA juga mengembangkan digitalisasi secara end to end, sehingga berkembang menjadi channel penjualan digital melalui website rumahsaya.bca.co.id maupun digitalisasi untuk mendukung proses kredit, sehingga dapat memberikan layanan yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
PT Bank Mandiri Tbk juga masih melihat potensi pada pertumbuhan kredit konsumsi hingga akhir tahun seiring dengan bunga acuan turun.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman mengatakan, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit di kisaran 16%-18% yoy hingga akhir tahun 2024.
"Berkaca pada kuartal II-2024, Pertumbuhan ini akan didorong oleh peningkatan kredit di berbagai segmen, terutama pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kartu Kredit, dan Kredit berbasis Payroll," ungkap Ali.
Adapun kuartal II 2024 portofolio kredit konsumer Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang positif dengan realisasi mencapai Rp 115,89 triliun meningkat sebesar 9,02% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih lanjut Ali mengatakan, dalam menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan, Bank Mandiri tetap fokus pada strategi pendekatan ekosistem dan pemanfaatan sektor-sektor unggulan di masing-masing wilayah operasional.
"Di samping itu, Bank Mandiri terus berinovasi dan mengoptimalkan ekosistem Bank Mandiri untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh sesuai dengan kebutuhan nasabah dan masyarakat," ungkapnya.
Sementara Ramon Armando, Corporate Secretary BTN menyampaikan, pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi awal yang positif untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan, termasuk BTN yang kreditnya didominasi oleh kredit dan pembiayaan perumahan.
Namun, dampak penurunan suku bunga acuan disebut Ramon membutuhkan waktu untuk bisa diteruskan ke market sesuai kondisi likuiditas masing-masing bank.
Lebih lanjut Ramon menjelaskan, perbankan umumnya baru akan menyesuaikan suku bunga kredit ketika bunga simpanan secara industri menunjukkan penurunan. Dengan adanya penurunan bunga acuan oleh bank sentral, tentunya memberikan nafas bagi perbankan untuk bisa menurunkan bunga simpanannya.
"Selain BI yang telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, bank sentral Amerika Serikat yakni The Fed juga telah memangkas bunga acuannya sebesar 50 basis poin. Dengan begitu, BTN berharap era suku bunga rendah sudah dimulai, dan tentu BTN akan mempertimbangkan penurunan suku bunga jika memang waktunya sudah tepat," ungkap Ramon.
Adapun Penyaluran KPR BTN hingga semester I-2024 mencapai Rp272,7 triliun atau bertumbuh 12,3% year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan KPR BTN diperkirakan akan berada di kisaran yang tidak jauh berbeda dengan pencapaian tersebut.
Di sisi lain, Ramon menyebut, target pertumbuhan kredit BTN tetap dijaga di angka 10%-11% hingga akhir tahun, karena dampak penurunan suku bunga acuan di bank sentral membutuhkan waktu untuk bisa diteruskan ke market.
Senada, PT Bank Danamon menyampaikan, turunnya suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 6% pada umumnya akan mendorong peningkatan permintaan kredit konsumsi, termasuk KPR.
"Masyarakat yang sebelumnya ragu mengajukan KPR karena biaya bunga yang tinggi, kini lebih mungkin untuk melakukannya, terutama di kalangan kelas menengah yang menjadi segmen utama pembeli rumah," kata Enriko Sutarto, Consumer Lending Business Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Namun, Enriko bilang, tentunya kebijakan perbankan, tingkat suku bunga, dan faktor ekonomi lainnya juga tetap akan memainkan peran penting dalam menentukan harga properti.
Hingga Semester I-2024, Danamon membukukan kenaikan jumlah pinjaman KPR sebesar lebih dari 33% YoY. Pertumbuhan bisnis KPR tahun ini diperkirakan akan meningkat pada kisaran 7%-10% hingga akhir tahun.
"Danamon optimistis target ini dapat dapat kami pertahankan dengan stabil sepanjang tahun ini," ucapnya.
Di sisi lain, Enriko menjelaskan, meskipun BI telah menurunkan suku bunga acuannya, penurunan tersebut tidak langsung berdampak pada penurunan suku bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat.
"Dengan menurunnya biaya SRBI, bank memiliki lebih banyak fleksibilitas dan kesempatan untuk menurunkan suku bunga pinjaman. Akan tetapi dengan mempertimbangkan kondisi tingkat suku bunga KPR di pasar yang saat ini sudah dirasakan cukup kompetitif, maka penurunan suku bunga diproyeksikan tidak dapat terjadi dalam waktu yang singkat," tuturnya.
Dalam menggenjot permintaan KPR di tahun ini, bank Danamon juga akan terus menggarap pasar potensial, baik untuk pangsa pasar utama di kota-kota besar maupun pasar potensial kedua di kota-kota yang sedang bertumbuh.
Apalagi, Danamon bersama grup perusahaan serta mitra strategisnya sebagai One Financial Group, memiliki akses terhadap keahlian dan jaringan global MUFG untuk menyediakan solusi keuangan terbaik di bidang real estate, antara lain melalui kemitraan spesial dengan developer properti Jepang.
"Hal ini tentunya akan terus kami komunikasikan sebagai salah satu keunggulan kompetitif agar Danamon menjadi penyedia solusi KPR pilihan nasabah," tandasnya.
Semester I 2024, Kredit Segmen Korporasi BNI Tumbuh 18,7 Persen
Kredit konsumer BNI tumbuh 15,1 persen yoy menjadi Rp 132,7 triliun. [664] url asal
#bni #kinerja-bni #kredit-konsumer #casa #dpk #dana-pihak-ketiga
(Republika - Ekonomi) 22/08/24 19:25
v/14523410/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Finance Novita Widya Anggraini mengatakan, BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit per Juni 2024 sebesar 11,7 persen yoy menjadi Rp 727 triliun, membaik dibandingkan pertumbuhan kredit di kuartal pertama yang sebesar 9,6 persen yoy.
Akselerasi kredit ini dilakukan dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian di mana sumber pertumbuhan kredit datang dari segmen berisiko rendah yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, dan kredit konsumer, serta Perusahaan Anak.
Kredit segmen korporasi tumbuh 18,7 persen yoy menjadi Rp 403,1 triliun yang berasal dari korporasi blue chip baik swasta maupun BUMN. Segmen konsumer tumbuh 15,1 persen yoy menjadi Rp 132,7 triliun, yang dikontribusikan terutama dari pertumbuhan personal loan dan kredit pemilikan rumah (mortgage).
Peran dari anak usaha juga semakin kuat. Sinergi antar BNI Grup merupakan salah satu strategi utama untuk mendukung kinerja yang sustain.
Beberapa sinergi yang telah dilakukan adalah kerja sama joint financing antara BNI dan BNI Finance melalui produk kredit kendaraan bermotor (KKB), serta hibank sebagai future growth engine BNI pada segmen UKM dengan memanfaatkan ekosistem BNI Group.
Pertumbuhan kredit yang tinggi dilakukan di tengah relaksasi GWM yang diberikan oleh BI melalui insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Relaksasi GWM ini memberikan tambahan likuiditas yang dioptimalkan untuk mendukung penyaluran kredit sekaligus dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur DPK BNI, dengan cara mengurangi porsi dana institusi pada giro dan deposito, lalu menggantikannya dengan deposito retail atau perorangan yang lebih efisien dari sisi bunga.
“Hasilnya terlihat dari total DPK pada semester I 2024 yang tercatat tumbuh 1 persen yoy, didukung oleh pertumbuhan tabungan sebesar 4,3 persen yoy dan giro 1,1 persen yoy. Sementara deposito terkoreksi 2,6 persen yoy. Hal ini mendorong rasio CASA terhadap DPK naik menjadi 70,7 persen yoy dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 69,6 persen yoy.
"Upaya tersebut menghasilkan efisiensi CoF, sehingga CoF di kuartal II 2024 menjadi 2,72 persen membaik 7 bps dibandingkan kuartal sebelumnya," jelas Novita dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BNI di Semester I 2024 yang diikuti secara daring, Kamis (22/8/2024).
Ekspansi bisnis yang....
Ekspansi bisnis yang terakselerasi dan efisiensi dari sisi CoF yang terjadi di kuartal II 2024 menghasilkan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang meningkat 3,1 persen dari kuartal sebelumnya. Kinerja top line juga didukung oleh pertumbuhan Fee Based Income (FBI) yang baik mencapai 11,9 persen yoy, didorong oleh pertumbuhan fee dari banking activities dan transaksi digital.
Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR). Rasio NPL per Juni 2024 tercatat berada di level 2 persen, membaik jika dibandingkan Juni tahun lalu yang sebesar 2,5 persen.
Sementara itu, LaR yang mencakup NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi tercatat sebesar 12,3 persen, membaik dibandingkan Juni tahun lalu sebesar 16,1 persen.
“Meskipun indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan yang kuat, kami terus mengimbanginya dengan penyediaan pencadangan pada level yang cukup untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian di masa mendatang. Rasio pembentukan beban CKPN terhadap total kredit atau credit cost hingga semester I 2024 sebesar 1 persen, menurun 40 bps dibandingkan credit cost yang dibentuk pada semester I tahun lalu sebesar 1,4 persen,” jelas Novita.
CKPN yang dibentuk sangat memadai untuk mengcover kebutuhan penambahan pencadangan bagi debitur–debitur yang masih dalam perhatian khusus. Kecukupan pencadangan ini tergambar dari rasio pencadangan untuk NPL dan LaR pada posisi Juni 2024, yang berada di level memadai masing–masing sebesar 298 persen dan 48 persen.
“Secara konsolidasi, BNI mampu membukukan perolehan laba bersih semester I 2024 sebesar Rp10,7 triliun, tumbuh 3,8 persen yoy. Pencapaian ini relatif inline dengan ekspektasi market. Kami berkomitmen untuk menjaga momentum positif kinerja dan mencapai target bisnis tahun ini, antara lain dengan melihat masih baiknya loan demand, terutama di segmen korporasi, serta potensi membaiknya kondisi likuiditas di semester II 2024 dari kebijakan moneter dan fiskal, baik global maupun domestik yang lebih ekspansif,” kata Novita.
Menilik Kondisi Penyaluran Kredit Konsumer saat Daya Beli Masyarakat Melemah
Simak kondisi penyaluran kredit konsumer perbankan saat daya beli masyarakat melemah. [643] url asal
#kredit #kredit-konsumer-bank #kredit-bank #penyaluran-kredit-konsumer #pertumbuhan-kredit-konsumer #daya-beli-masyarakat
(Bisnis.Com - Finansial) 13/08/24 02:20
v/14331592/
Bisnis.com, JAKARTA - Tren penyaluran pinjaman perorangan, termasuk kredit konsumer, terus melemah sejak awal 2024 seiring dengan ketidakpastian kondisi global hingga pelemahan daya beli masyarakat.
Menurut Analisis Uang Beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Juni 2024, kredit perorangan tercatat tumbuh sebesar 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp3.386,9 triliun. Angka ini mengalami penurunan tipis dari pertumbuhan 6,5% yang tercatat pada Mei 2024.
Perlambatan pertumbuhan kredit ini telah terlihat sejak awal tahun 2024. Pada Januari 2024, pertumbuhan kredit sempat mencapai 9,8%, tetapi mengalami penurunan pada bulan-bulan berikutnya dengan pertumbuhan sebesar 8,6% pada Februari, 7,6% pada Maret, dan 7,2% pada April 2024.
Senior Economist UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan penurunan ini terjadi di dua sisi. Pertama, dari sisi permintaan yang memang menurun lantaran ketidakpastian baik global, regional hingga domestik. Di mana, orang cenderung memoderasi dari sisi konsumsi. Kedua, dari sisi perbankan juga cenderung berhati-hati dalam hal pemberian kredit tanpa agunan
“Dia [perbankan] akan lebih memilih secara historis dan lain sebagainya jadi dua sisi yang kena. Secara keseluruhan turun dari supply dan demand,” ujarnya usai agenda UOB Media Editors Circle, Senin (12/8/2024)
Menurutnya, kredit konsumer masih akan diperkirakan melambat, lantaran ada faktor wait and see. Dia pun menilai laju kredit konsumer bakal makin positif pada kuartal I/2025, terdorong penurunan suku bunga acuan, kestabilan, dan apresiasi rupiah hingga optimisme pemerintahan baru.
Lebih lanjut, soal potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh BI, dia melihat tak ada peluang penurunan suku bunga acuan tahun ini. Justru, berdasarkan prediksinya, BI rate bakal turun pada kuartal I/2025 sebesar 50 basis. “Dari titik sekarang 125 basis poin secara total,” ujarnya.
Dari pemain bank jumbo swasta, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) optimistis mencapai target pertumbuhan total kredit pada 2024 yakni 9%-10%.
Portofolio kredit konsumer BCA meningkat 13,6% YoY menjadi Rp210,2 triliun per Juni 2024, didorong penyaluran KPR yang tumbuh 10,8% YoY mencapai Rp126,9 triliun serta pertumbuhan KKB sebesar 18,4% YoY menjadi Rp62,1 triliun.
“Outstanding pinjaman konsumer lainnya tumbuh 20,2% YoY mencapai Rp17,8 triliun. Segmen pinjaman konsumer lainnya ini mencakup pinjaman perorangan [personal loan] yang sebagian besar merupakan kartu kredit. Selain itu, terdapat pula Paylater BCA hingga payroll,” ungkap EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn kepada Bisnis.
Ke depan, BCA berkomitmen senantiasa menyalurkan kredit ke sektor-sektor potensial dengan tetap memperhatikan berbagai pertimbangan seperti kondisi perkonomian domestik maupun global, termasuk menyalurkan kredit secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin.
“Kami optimistis penyaluran kredit konsumer akan terus tumbuh ke depannya. BCA secara konsisten memberikan nilai tambah kepada nasabah dengan menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen,” ujar Hera.
Di sisi lain, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) juga melaporkan bahwa kredit pada segmen individu alias personal loan bertumbuh positif, bahkan tingkat pertumbuhannya mengalami tren yang meningkat jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan sejak awal tahun.
Untuk diketahui, segmen personal loan yang ada pada Bank BJB adalah pembiayaan konsumer yang berbasis payroll.
“Saat ini pertumbuhannya berada pada level 6,9% yoy,” ujar Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi kepada Bisnis, Jumat (9/8/2024).
Menurutnya, meskipun tantangan pada segmen ini adalah daya beli yang tertekan inflasi, tetapi keyakinan masyarakat terhadap ekonomi yang membaik terpantau masih tinggi, sehingga tidak ragu dalam melakukan konsumsi maupun ber investasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Yuddy pun memproyeksikan pertumbuhan personal loan BJBR berada pada kisaran 6%-8% hingga akhir 2024.
Dia mengatakan ke depan, personal loan berbasis payroll akan terus didorong untuk bisa bertumbuh, karena, kata Yuddy, tahun ini menjadi tahun peningkatan personal loan pasca-Pilpres, di mana potensi-potensi baru calon nasabah atau debitur kian meningkat terutama dari anggota-anggota legislatif baru yang utamanya di wilayah Jawa Barat dan Banten.
“Yang pasti akan meningkatan nominal akuisisi dan pendapatan bagi Bank BJB,” ujarnya.
Kredit Multiguna dan KPR Karyawan Transjakarta Dorong Kredit Konsumer Bank DKI | Republika Online
Kolaborasi antar-BUMD ini merupakan sinergi yang baik dorong kredit konsumer. [237] url asal
#kredit-konsumer #kopkartrans #kredit-multiguna #kpr
(Republika - Ekonomi) 09/07/24 02:39
v/10174632/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank DKI menjalin kerja sama penyaluran kredit atau pemibiayaan sektor konsumer bagi anggota Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (Kopkartrans). Bank milik Pemprov DKI Jakarta ini menyediakan fasilitas kredit atau pembiayaan multiguna (KMG/KMG iB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Sinergi ini menjadi upaya Bank DKI meningkatkan kinerja kredit dan pembiayaan khususnya bagi segmen konsumer. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono, dalam keterangan tertulis di Jakarta (2/7) mengatakan sinergi ini diharapkan mempermudah akses kredit bagi karyawan Transjakarta.
“Dalam peranannya, Bank DKI mendukung penyediaan produk-produk kredit atau pembiayaan yang kompetitif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif karyawan Transjakarta,” ujar Amirul.
Kolaborasi bisnis ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani Pemimpin Grup Kredit Konsumer Bank DKI, Zulfikryshah, dan Ketua Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (Kopkartrans), Arkadeus Hamudin. "Kami berharap sinergi ini semakin meningkatkan peran Kopkartrans di antaranya dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan Transjakarta,” kata Arkadeus.
Direktur Keuangan, SDM dan Dukungan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan kolaborasi antar-BUMD ini merupakan peluang dan sinergi yang baik ke depan. Dengan kolaborasi ini, karyawan Transjakarta dapat mengakses kredit atau pembiayaan multiguna dan KPR Bank DKI.
Kredit Multi Guna (KMG) dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti pembelian kendaraan (termasuk pembelian kendaraan listrik), biaya pendidikan, wisata religi, hingga liburan. Selain itu, dalam penyediaan produk KPR, Bank DKI bekerja sama dengan berbagai developer yang menyediakan rumah tipe subsidi dan komersil yang dapat dimiliki oleh karyawan Transjakarta.
Genjot Kredit Konsumer, Bank DKI Gandeng Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta
Sinergi ini diharapkan mempermudah akses kredit bagi Karyawan Transjakarta melalui produk kredit/pembiayaan [482] url asal
#bank-dki #kredit-konsumer #bank-dki-jakarta #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Uang) 05/07/24 16:56
v/9761854/
Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bank DKI membangun sinergi bersama Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (KOPKARTRANS) dalam hal pemanfaatan produk dan layanan Bank DKI diantaranya pada segmen konsumer yakni produk Kredit/Pembiayaan Multi Guna (KMG/KMG iB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Sinergi ini menjadi upaya Bank DKI dalam meningkatkan kinerja kredit dan pembiayaan Bank DKI khususnya bagi segmen konsumer.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono mengatakan, sinergi ini diharapkan mempermudah akses kredit bagi Karyawan Transjakarta melalui produk kredit/pembiayaan yang kompetitif dan inovatif.
“Dalam peranannya, Bank DKI mendukung penyediaan produk-produk kredit/pembiayaan yang kompetitif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif karyawan Transjakarta” ujar Amirul dalam siaran persnya, Jumat (5/7).
Kolaborasi bisnis antara Bank DKI dengan KOPKARTRANS tersebut turut dituangkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Pemimpin Grup Kredit Konsumer Bank DKI, Zulfikryshah, dan Ketua Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (KOPKARTRANS), Arkadeus Hamudin yang turut disaksikan oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza dan Direktur Keuangan, SDM dan Dukungan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Mayangsari Dian Irwantari.
Ketua KOPKARTRANS Arkadeus Hamudin dalam keterangannya mengatakan, KOPKARTRANS menyambut baik sinergi yang terjalin bersama Bank DKI dalam hal pemanfaatan produk dan layanan kredit seiring dengan peranan KOPKARTRANS dalam peningkatan kesejahteraan karyawan Transjakarta.
"Kami berharap, sinergi ini semakin meningkatkan peran KOPKARTRANS diantaranya dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan Transjakarta,” ujar Arkadeus.
Selaras dengan hal tersebut, Direktur Keuangan, SDM dan Dukungan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Mayangsari Dian Irwantari menyampaikan bahwa kolaborasi antar BUMD ini merupakan sebuah peluang dan sinergi yang baik kedepan.
“Dengan adanya kolaborasi ini, Karyawan Transjakarta dapat memiliki peluang dengan mudah untuk mengakses produk dan layanan perbankan seperti kredit/Pembiayaan Multi Guna dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank DKI,” ujar Mayangsari.
Hal senada juga disampaikan oleh Pemimpin Grup Kredit Konsumer Bank DKI, Zulfikryshah yang mengatakan bahwa Bank DKI terus berupaya memperluas jangkauan produk dan layanan kredit segmen konsumer melalui berbagai kolaborasi dengan pihak ketiga.
“Melalui kolaborasi yang dibangun, Bank DKI mendorong terciptanya inklusivitas dan kemudahan akses produk dan layanan perbankan khususnya produk kredit dan pembiayaan bagi seluruh masyarakat di Jakarta,” kata Zulfikryshah.
Sebagai informasi, Bank DKI memiliki sejumlah produk kredit dan pembiayaan yang turut ditawarkan kepada Karyawan Transjakarta, diantaranya Kredit Multi Guna (KMG) yang dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti pembelian kendaraan (termasuk pembelian kendaraan listrik), biaya pendidikan, wisata religi, hingga liburan.
Selain itu, dalam hal penyediaan produk KPR, Bank DKI turut bekerja sama dengan berbagai developer yang menyediakan rumah tipe subsidi dan komersil yang dapat dimiliki oleh karyawan Transjakarta dengan skema angsuran yang terjangkau.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi mengatakan, dalam mempermudah pengajuan produk kredit dan pembiayaan bagi nasabah, Bank DKI juga menyediakan layanan berbasis digital.
“Semakin mempermudah, Bank DKI juga saat ini mengembangkan aplikasi KMG online yang tersemat pada aplikasi JakOne Mobile yang dapat mengakomodir pengajuan kredit konsumer dimana saja kapan saja,” tutup Arie.
Bank DKI Genjot Peningkatan Kredit Konsumer
Bank DKI bekerja sama dengan Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (Kopkartrans) dalam hal pemanfaatan produk dan layanan pada segmen konsumer. [307] url asal
#bank-dki #kredit #kredit-konsumer #kredit-multi-guna #kpr #transjakarta
(MedCom - Ekonomi) 05/07/24 09:55
v/9730032/
Jakarta: Bank DKI meningkatkan kinerja kredit dan pembiayaan khususnya bagi segmen konsumer. Bank DKI bekerja sama dengan Koperasi Konsumen Karyawan Transjakarta (Kopkartrans) dalam hal pemanfaatan produk dan layanan pada segmen konsumer.Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh Pemimpin Grup Kredit Konsumer Bank DKI Zulfikryshah dan Ketua Kopkartrans Arkadeus Hamudin dengan disaksikan oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza dan Direktur Keuangan, SDM dan Dukungan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Mayangsari Dian Irwantari.
Plt Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono mengatakan sinergi ini diharapkan mempermudah akses kredit bagi karyawan Transjakarta melalui produk kredit/pembiayaan yang kompetitif dan inovatif, yakni produk Kredit/Pembiayaan Multiguna (KMG/KMG iB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Dalam peranannya, Bank DKI mendukung penyediaan produk-produk kredit/pembiayaan yang kompetitif dan pemenuhan kebutuhan konsumtif karyawan Transjakarta,” ujar Amirul dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juli 2024.
| Baca juga: Bank DKI Sabet Penghargaan di Ajang Indonesia Banking Service Excellence 2024 |
Arkadeus Hamudin mengungkapkan, Kopkartrans menyambut baik sinergi yang terjalin bersama Bank DKI dalam hal pemanfaatan produk dan layanan kredit. Kolaborasi ini juga dilakukan seiring dengan peranan Kopkartrans dalam peningkatan kesejahteraan karyawan Transjakarta.
“Kami berharap, sinergi ini semakin meningkatkan peran Kopkartrans diantaranya dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan Transjakarta,” ujar Arkadeus.
Sebagai informasi, Bank DKI memiliki sejumlah produk kredit dan pembiayaan yang turut ditawarkan kepada Karyawan Transjakarta, diantaranya Kredit Multiguna (KMG) yang dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti pembelian kendaraan (termasuk pembelian kendaraan listrik), biaya pendidikan, wisata religi, hingga liburan.
Selain itu, dalam hal penyediaan produk KPR, Bank DKI turut bekerja sama dengan berbagai developer yang menyediakan rumah tipe subsidi dan komersil yang dapat dimiliki oleh karyawan Transjakarta dengan skema angsuran yang terjangkau.
“Semakin mempermudah, Bank DKI juga saat ini mengembangkan aplikasi KMG online yang tersemat pada aplikasi JakOne Mobile yang dapat mengakomodir pengajuan kredit konsumer dimana saja kapan saja,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi.
(END)