Sejak beberapa tahun terakhir, motor-motor TVS menjadi buruan konsumen di Indonesia. Sebab, tunggangan asal India tersebut punya tampilan unik dengan harga terjangkau. Lantas, untuk pembelian unit baru, berapa lama STNK-nya turun?
Tak sedikit konsumen merasa ragu membeli motor-motor non-Jepang lantaran STNK-nya turun terlalu lama. Namun, hal tersebut agaknya tak berlaku untuk TVS. Sebab, konsumen akan menerima surat-surat dua pekan setelah motor dikirim ke rumah.
"Kalau STNK turunnya sekitar 2 minggu sampai 1 bulan lah, itu udah semua prosesnya selesai. Jadi nggak lama," ujar Ryan Rahadian selaku Head of Marketing TVS Indonesia saat ditemui di sela-sela preskon IMOS 2024 di Pasar Minggu.
TVS Ntorq 125 Race XP Play Smart Foto: TVS
Selain masa tunggu STNK yang sebentar, Ryan juga menjamin, pembelian motor-motor TVS tak ada masa inden. Karuan saja, pihaknya memproduksi sendiri kendaraannya di pabrik Karawang, Jawa Barat dengan kuota yang cukup besar.
"Kita ready stock terus, Callisto jarang inden, Ronin juga jarang. Jadi paling lama 2 minggu atau 1 bulan lah, kecuali produk yang benar-benar baru," ungkapnya.
Line up motor TVS di Indonesia terbilang lengkap. Selain skuter matik, mereka juga memasarkan motor bebek, motor naked, motor retro, motor hobi, hingga motor listrik. Seluruhnya dirakit secara completely knock down (CKD) di pabrik Karawang.
TVS Callisto Foto: dok. TVS
Kini, ada dua motor TVS yang paling banyak diminati konsumen Indonesia, yakni TVS Callisto dan Ronin. Meski permintaan tinggi, Ryan menjamin tak ada inden.
"Callisto sendiri di angka 100-120 unit sebulan, Ronin 80-100 unit (sebulan) average-nya. Konsentrasinya bukan di Jawa aja, tapi sudah tersebar ke Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera," kata dia.
Penjualan motor asal India, TVS di Indonesia memang tak sebesar merek-merek asal Jepang. Namun, kendaraan mereka tetap menawarkan keunggulan yang patut dipertimbangkan, mulai dari harganya yang murah hingga bodinya yang 'badak'.
Line up motor TVS di Indonesia terbilang lengkap. Selain skuter matik, mereka juga memasarkan motor bebek, motor naked, motor retro, motor hobi, hingga motor listrik. Hampir seluruhnya dirakit secara completely knock down (CKD) di pabrik Karawang, Jawa Barat.
Ryan Rahadian selaku Head of Marketing TVS Indonesia mengatakan, ada dua model motor TVS yang sangat digandrungi konsumen Indonesia. Bahkan, keduanya menyumbang lebih dari separuh total penjualan TVS di Tanah Air.
"Kalau jagoannya ada dua, matiknya Callisto yang 110 dan 125 masih menjadi andalan. Kemudian yang kedua ada TVS Ronin. Dua backbone itu jadi yang sekarang jadi kesukaan konsumen domestik," ujar Ryan saat ditemui di sela-sela preskon IMOS 2024 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Motor TVS di Indonesia. Foto: TVS Motor Company Indonesia (TMCI)
Ryan juga mengurai total penjualan kedua motor tersebut di Indonesia. Menurutnya, kontribusi Callisto dan Ronin bisa menyumbang ratusan penjualan setiap bulan.
"Callisto sendiri di angka 100-120 unit sebulan, Ronin 80-100 unit (sebulan) average-nya. Konsentrasinya bukan di Jawa aja, tapi sudah tersebar ke Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. Jadi sudah merata," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ryan menjelaskan, pabrik TVS di Karawang tak hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga ekspor. Bahkan, pengiriman ke luar negeri lebih diprioritaskan dengan perbandingan 60:40.
"Kita kirim motor kita ke Afrika, Amerika Latin dan ASEAN kayak Filipina, Vietnam dan Laos. Afrikanya kayak Burkina Faso, Azerbaijan dan lain-lain. Kalau Amerika Latin ada Kolombia dan Argentina," kata dia.