Honda CB1000 Hornet yang diperkenalkan saat Eicma 2023 akhirnya resmi meluncur, tersedia dua varian dengan harga mulai Rp 130 jutaan Halaman all [372] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Honda akhirnya resmi meluncurkan CB1000 Hornet yang sudah dipamerkan sejak Eicma 2023. Motor tersebut dibanderol dengan harga yang kompetitif, 8.995 Dollar Amerika atau sekitar Rp 130 jutaan.
Dikutip dari Visordown, CB1000 Hornet tersedia dua pilihan, yang paling mahal yakni versi SP dibanderol 9.995 Dollar Amerika atau sekitar Rp 150 jutaan. Harga tersebut beda tipis dengan Yamaha MT-09, tapi sudah dapat mesin CBR1000RR Fireblade generasi sebelumnya.
Tenaga yang dihasilkan dari motor tersebut 150 TK di 11.000 RPM dan torsi 104 Nm di 9.000 RPM. Sedangkan yang SP, tenaganya lebih besar, 155 TK di 11.000 RPM dan torsi 107 Nm di 9.000 RPM.
Dok. Paultan Honda CB1000 Hornet
Tenaga tadi bisa dijinakkan dengan empat tingkatan traction control dan tiga mode berkendara. Cuma memang tidak ada sensor-sensor inersia karena harganya yang cukup ekonomis.
Pada bagian kaki-kaki, CB1000 Hornet dilengkapi suspensi depan dari Showa SFF-BP upside down dengan diameter 41mm yang bisa disetel. Pada sisi pengereman, cakram depan ukurannya 310mm dengan kaliper empat piston, di belakan cakram 240mm.
Sedangkan buat yang SP, segi suspensi dan pengereman pakai komponen yang lebih premium. Suspensi depan pakai Öhlins TTX36 dan kaliper rem depan menggunakan Brembo Stylema.
Beda dengan adiknya yakni CB500 Hornet yang cuma sedikit berbeda dari CB500F, CB1000 Hornet berubah total rangkanya. Pakai model twin-spar yang diklaim 70 persen lebih kaku dari CB1000R.
Selain itu digunakan juga dudukan mesin yang disesuaikan dengan tujuan mengurangi getaran. Jadi hal yang baik ketika dikawinkan dengan mesin 1.000cc empat silinder segaris.
Sejak beberapa tahun terakhir, motor-motor TVS menjadi buruan konsumen di Indonesia. Sebab, tunggangan asal India tersebut punya tampilan unik dengan harga terjangkau. Lantas, untuk pembelian unit baru, berapa lama STNK-nya turun?
Tak sedikit konsumen merasa ragu membeli motor-motor non-Jepang lantaran STNK-nya turun terlalu lama. Namun, hal tersebut agaknya tak berlaku untuk TVS. Sebab, konsumen akan menerima surat-surat dua pekan setelah motor dikirim ke rumah.
"Kalau STNK turunnya sekitar 2 minggu sampai 1 bulan lah, itu udah semua prosesnya selesai. Jadi nggak lama," ujar Ryan Rahadian selaku Head of Marketing TVS Indonesia saat ditemui di sela-sela preskon IMOS 2024 di Pasar Minggu.
TVS Ntorq 125 Race XP Play Smart Foto: TVS
Selain masa tunggu STNK yang sebentar, Ryan juga menjamin, pembelian motor-motor TVS tak ada masa inden. Karuan saja, pihaknya memproduksi sendiri kendaraannya di pabrik Karawang, Jawa Barat dengan kuota yang cukup besar.
"Kita ready stock terus, Callisto jarang inden, Ronin juga jarang. Jadi paling lama 2 minggu atau 1 bulan lah, kecuali produk yang benar-benar baru," ungkapnya.
Line up motor TVS di Indonesia terbilang lengkap. Selain skuter matik, mereka juga memasarkan motor bebek, motor naked, motor retro, motor hobi, hingga motor listrik. Seluruhnya dirakit secara completely knock down (CKD) di pabrik Karawang.
TVS Callisto Foto: dok. TVS
Kini, ada dua motor TVS yang paling banyak diminati konsumen Indonesia, yakni TVS Callisto dan Ronin. Meski permintaan tinggi, Ryan menjamin tak ada inden.
"Callisto sendiri di angka 100-120 unit sebulan, Ronin 80-100 unit (sebulan) average-nya. Konsentrasinya bukan di Jawa aja, tapi sudah tersebar ke Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera," kata dia.