Jakarta: Kerak yang menumpuk di dalam mesin mobil dapat mengganggu kinerja dan memperpendek umur kendaraan. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya performa mobil yang menurun, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan serius.
Oleh karena itu, penting untuk segera membersihkan lumpur oli yang sudah terbentuk menjadi kerak. Suzuki kemudian memberikan langkah-langkah membersihkan kerak oli yang efektif.
1. Siapkan Mobil dan Peralatan
Langkah pertama adalah menyiapkan mobil Anda. Pastikan kendaraan diparkir di area yang datar, dan mesin dalam kondisi dingin. Untuk keamanan, lepas aki mobil agar tidak ada kemungkinan mesin menyala secara tidak sengaja. Tutupi roda belakang untuk mencegah mobil bergerak saat Anda membersihkan di bawahnya.
2. Dongkrak Mobil
Gunakan dongkrak hidrolik atau dongkrak lantai untuk mengangkat mobil. Ini akan memudahkan Anda mengakses bagian bawah kendaraan, terutama untuk menguras oli lama.
Carilah tutup pembuangan oli yang terletak di bagian bawah mesin. Siapkan wadah untuk menampung oli bekas, buka tutupnya, dan biarkan oli lama keluar hingga habis. Anda bisa menggunakan pompa oli untuk memastikan semua sisa oli terkuras bersih.
4. Bersihkan Kerak Oli
Gunakan spons atau sikat lembut untuk membersihkan bagian bawah mesin dari kerak oli. Anda juga dapat menggunakan semprotan air untuk membantu membersihkan lebih efektif. Pastikan alat yang digunakan tidak merusak permukaan mesin.
5. Tambahkan Cairan Pembersih
Untuk membersihkan mesin secara menyeluruh, tambahkan cairan pembersih khusus. Berikut beberapa pilihan cairan pembersih yang bisa digunakan:
Engine Conditioner: Cairan berbusa ini membersihkan oil sludge yang menumpuk di ruang bakar.
Engine Flush: Digunakan untuk merontokkan kerak oli pada kalter dan saluran oli.
Engine Degreaser: Semprotan untuk menghilangkan lumpur oli di bagian luar mesin, yang kemudian dibersihkan menggunakan spons atau lap microfiber.
Sabun Pencuci Piring: Sabun cair berbahan lembut juga dapat digunakan untuk membersihkan bagian luar mesin.
Setelah menambahkan cairan pembersih, nyalakan mesin selama beberapa menit sesuai petunjuk penggunaan cairan tersebut. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan cairan pembersih ke seluruh bagian dalam mesin dan membantu melarutkan endapan lumpur.
7. Kuras Cairan Pembersih
Matikan mesin dan tunggu hingga dingin sebelum menguras cairan pembersih. Siapkan wadah untuk menampung larutan pembersih dan sisa kotoran yang dikeluarkan dari mesin.
8. Ganti Oli dan Filter Oli
Setelah semua cairan pembersih dikuras, masukkan oli baru ke dalam mesin. Jika perlu, ganti juga filter oli untuk memastikan kotoran tidak kembali menumpuk.
9. Nyalakan Mesin Kembali
Langkah terakhir, nyalakan mesin kembali dan biarkan beberapa menit untuk memastikan sirkulasi oli berjalan dengan baik. Dengan demikian, mesin mobil akan kembali bersih dan siap digunakan.
SOLO, KOMPAS.com - Oli mesinmobil berubah menjadi sludge merupakan masalah yang menunjukkan adanya penumpukan kotoran di dinding mesin, hal ini tentu dapat mempengaruhi kinerja kendaraan.
Maka dari itu, penting untuk mengidentifikasi tanda awal perubahan oli menjadi sludge supaya bisa ditangani lebih dini dan terhindar dari kerusakan yang lebih parah.
Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor mengatakan, oli yang berubah menjadi sludge bisa diidentifikasi dari munculnya lumpur oli di beberapa titik mesin.
“Untuk memastikan telah terjadi oil sludge atau tidak, bisa diperiksa di beberapa titik yang mudah dilakukan pemeriksaan, seperti pada dipstick, tutup oli, atau sensor camshaft,” ucap Hardi kepada Kompas.com, belum lama ini.
ADM Pengecekan oli mesin mobil
Jika di tutup oli terdapat gumpalan lumpur, maka kemungkinan di dalam mesin sudah terjadi oil sludge yang parah.
“Kalau sampai di tutup oli terdapat gumpalan oli semacam lumpur, maka dapat dipastikan telah terjadi oil sludge lebih parah di dalam mesin,” ucap Hardi.
Hadi juga menjelaskan, kondisi ini juga berlaku saat melakukan pengecekan di dipstik. Jika dipstick tidak bersih atau berselimut lumpur oli, maka juga kemungkinan besar ada sludge.
“Dari dipstik bisa diperiksa, bila terdapat gumpalan oli yang menempel maka kemungkinan telah terjadi oil sludge, pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan melepas sensor camshaft,” ucap Hardi.
Apabila, dilihat dari performa mesin, oil sludge yang sudah patah bisa membuat indikator oli menyala saat mesin dihidupkan.
“Bila oil sludge sudah parah, sudah membuat saluran oli tersumbat maka bisa saja lampu indikator oli menyala, itu menandakan tidak ada oli terbaca, atau aliran oli tidak lancar,” ucap Hardi.
Bahkan, Hardi juga mengatakan, jika oil sludge sudah lebih parah maka bisa menimbulkan suara kasar pada mesin mobil, hal ini bisa terjadi karena komponen mesin tidak terlumasi dengan baik.