Subaru Indonesia meluncurkan BRZ model tahun 2025. Peluncuran 'drift machine' terbaru andalan Subaru ini dilakukan pada Kamis (24/10/24) di Jakarta. [697] url asal
Kian menunjukkan jati diri mereka di kancah motorsport, Subaru Indonesia meluncurkan BRZ model tahun 2025. Peluncuran 'drift machine' terbaru andalan Subaru ini dilakukan pada Kamis (24/10/24) di Jakarta.
Menariknya, peluncuran BRZ 2025 ini dilakukan oleh Subaru Indonesia dalam kurun tak sampai satu tahun dari peluncuran BRZ model 2024, notabene pada Februari 2024 silam.
"Subaru BRZ terbaru hadir dengan peningkatan yang signifikan, termasuk handling yang lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari namun semakin sporty untuk track-day. Perbaikan ini meliputi pengembangan teknis pada electronic power steering (EPS), suspensi baru, dan SPORT mode pada transmisi manual 6-percepatan," ujar Arie Christopher selaku CEO Subaru Indonesia.
Subaru memang fokus untuk menawarkan rasa berkendara kepada pelanggannya. Hal ini yang membuat mereka terus menghadirkan penyegaran kepada BRZ dan lini lainnya.
Tak tanggung-tanggung, Subaru Indonesia bahkan menjanjikan BRZ model 2025 ini untuk dikirim ke pembelinya per akhir Oktober 2024 ini.
"Peningkatan ini merupakan hasil riset dari kejuaraan Super Taikyu (Japanese Endurance Race), di mana Subaru BRZ no. 61 dikendarai oleh Takuto Iguchi dan Hideki Yamauchi. Subaru BRZ terbaru akan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada akhir Oktober 2024," lanjut Arie.
Subaru BRZ 2025 tak berubah dari segi tampilan. Perubahan atau penyegaran mobil ini terjadi pada sektor teknologi mesin, karakter setir, suspensi, tombol dan mode 'SPORT' untuk tipe Manual Transmission, hingga suara mesin.
Untuk urusan teknologi mesin, Subaru BRZ AT model tahun 2025 dinaikkan standar rentang kecepatan atau putaran mesinnya saat downshift manual. Hal ini yang membuat mobil menjadi lebih responsif dan akseleratif saat hendak keluar-masuk tikungan.
"Pada model sebelumnya, batas atas kecepatan mesin diatur untuk melindungi transmisi, namun beberapa pelanggan menginginkan kecepatan mesin yang lebih tinggi di gigi rendah. Pada new Subaru BRZ, sistem kontrol kini mempertimbangkan niat pengemudi berdasarkan kondisi kendaraan, seperti sudut pedal gas/rem dan perlambatan, untuk menentukan batas kecepatan mesin yang diizinkan," jelas Subaru Indonesia di keterangan resminya.
Tombol SPORT hadir di Subaru BRZ M/T Model Tahun 2025
Lalu, Subaru BRZ 2025 ini juga dilengkapi mode SPORT untuk tipe Manual-nya. Hal ini termasuk fitur baru dan menarik, sebab sebelumnya hanya ada pilihan Track. Kehadiran mode SPORT ini memungkinkan pengemudi untuk merasakan respon gas yang lebih cekatan serta torsi maksimal bisa diraih di putaran yang lebih rendah ketimbang model sebelumnya.
Subaru juga menyegarkan teknologi di power steering BRZ. Diklaim BRZ model baru ini bakal lebih nyaman dipakai di perkotaan, sebab karakter setirnya bisa adaptif. Ringan di kecepatan rendah dan menguat di tarikan tinggi.
Ubahan suspensi juga dilakukan oleh Subaru terhadap BRZ 2025 ini. Shock absorber yang mereka pasang di 'drift machine' kompak ini diklaim lebih responsif dan pas untuk dipakai di berbagai kondisi jalan.
Selain hal-hal tersebut, Subaru masih mengusung mesin yang sama untuk BRZ ini, yakni mesin Boxer berkode FA24. Mesin tersebut punya kapasitas 2.400 cc, 4 silinder boxer, dengan tenaga maksimal 237 PS dan torsi maksimal 250 Nm. BRZ juga jadi satu-satunya lini Subaru di Indonesia yang memakai sistem penggerak RWD.
Menariknya, meski Subaru memberikan update yang cukup terasa signifikan dan membuat rasa berkendara hingga performanya kian mantap, BRZ model tahun 2025 ini tak terevisi atau bahkan naik sepeserpun harganya dari model sebelumnya.
Subaru membanderol BRZ model tahun 2025 ini dengan harga Rp 885 juta OTR Jakarta untuk tipe M/T dan Rp 895 juta untuk tipe A/T.
JAKARTA, KOMPAS.com - Mendengar suara aneh dari setir saat berbelok tentu dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara. Suara seperti berdecit, berdetak, atau bergemuruh biasanya menjadi tanda bahwa ada masalah pada komponen mobil.
Sebelum masalah tersebut berkembang menjadi kerusakan serius, penting untuk mengetahui penyebab umum setir berbunyi saat berbelok, terutama kalau suara ini muncul secara berulang.
Beberapa komponen mobil, seperti sistem kemudi dan suspensi, sering kali menjadi penyebab masalah ini.
Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, suara pada setir saat berbelok sering kali disebabkan oleh kerusakan pada tie rod atau ball joint yang mulai aus.
"Komponen ini berfungsi untuk menyeimbangkan gerakan roda saat mobil belok. Ketika mereka aus, gesekan yang timbul dapat menyebabkan bunyi yang mengganggu," jelas Lung Lung kepada Kompas.com, Rabu (25/9/2024).
KOMPAS.com/Gilang Contoh power steering hidrolik
Selain itu, masalah pada power steering juga bisa menjadi penyebab bunyi saat setir diputar.
"Kerusakan pada pompa atau kebocoran fluida power steering sering memicu suara, terutama ketika kendaraan berbelok perlahan," jelasnya.
Lung Lung menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan berkala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Untuk menghindari masalah yang lebih serius, sebaiknya pemilik kendaraan segera membawa mobil ke bengkel jika mendengar bunyi pada setir saat berbelok.
Pemeriksaan rutin dan perawatan komponen secara berkala dapat membantu menjaga kinerja kendaraan tetap optimal.
Cairan power steering rendah mengakibatkan kemudi berat, suara berdecit, dan potensi kerusakan pompa, sehingga perawatan rutin sangat penting. Halaman all [351] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Cairan power steering adalah komponen vital dalam sistem kemudi mobil yang memastikan kemudi tetap ringan dan responsif. Ketika level cairan ini rendah, pengemudi dapat merasakan dampak signifikan pada kinerja mobil mereka.
Gejala umum termasuk kemudi yang berat dan tidak responsif, serta suara berdecit yang muncul saat memutar setir. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan di jalan.
Selain itu, sikap abai terhadap tanda-tanda cairan power steering yang rendah dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sistem kemudi, yang memerlukan perbaikan mahal.
Sodikin, pemilik bengkel Sejahtera di Palmerah, Jakarta Barat, mengatakan salah satu kerusakan itu misalanya pada pompa power steering. Komponen ini bisa rusak jika terus beroperasi dengan level cairan yang tidak mencukupi.
Setiap pemilik mobil perlu secara rutin memeriksa dan menjaga level cairan power steering dalam batas yang dianjurkan.
"Kadang pemilik mobil enggak sadar kalau cairan power steering mereka mulai habis. Padahal, kalau dibiarkan bisa bikin kemudi berat dan berisiko merusak pompa," kata Sodikin kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2024).
KOMPAS.com/Adityo Wisnu Setir Kemudi Wuling New Almaz RS
"Sebenarnya, mengecek cairan ini gampang, tinggal lihat di tangki reservoir dan pastikan levelnya sesuai dengan yang direkomendasikan pabrikan," katanya.
Sodikin juga menekankan pentingnya melakukan perawatan rutin untuk mencegah masalah ini.
"Lebih baik rutin dicek dan ditambah kalau perlu, daripada nanti keluar biaya besar buat ganti pompa atau komponen lain yang rusak," tambahnya.
Dengan perawatan yang tepat, pemilik mobil bisa memastikan sistem kemudi mereka tetap berfungsi dengan baik dan aman.
SOLO, KOMPAS.com - Rack steer pada mobil memiliki peran penting sebagai penghubung antara kaki-kaki dan stir termasuk roda, sehingga saat berkendara lebih nyaman dan aman.
Kinerja optimal dari rack steer sangat berpengaruh pada handling kendaraan, terutama dalam situasi-situasi yang memerlukan manuver cepat atau saat melintasi kondisi jalan tidak rata.
Maka dari itu, pemiliknya kendaraan perlu mengetahui masa pakai idealnya sehingga bisa melakukan perawatan dengan baik.
Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic mengatakan, mobil yang sudah di atas 40.0000 kilometer perlu ganti bushing rack steer.
Kompas.com/Erwin Setiawan Perbaikan rack steer
“Semua mobil electronic power steering (EPS) kalau sudah km diatas 40rb rata-rata rack sudah oblak. Pada umumnya yang masuk bengkel begitu, untuk mobil Honda bisa hanya dengan mengganti bushingnya saja sudah beres. Tapi ada beberapa mobil yang harus ganti assy steering rack karena tidak bisa diperbaiki,” kata Iwan kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2024).
Iwan mengatakan, di bengkelnya masalah ada mobil terutama pada EPS yang oblak cukup banyak setiap bulannya.
“Jumlah mobil EPS yang oblak cukup banyak, bengkel kita bisa 60 unit lebih setiap bula memperbaiki EPS,” katanya.
Dia juga menyarankan, jika ingin membeli mobil bekas dan ditemukan jika EPS-nya tidak bisa diperbaiki sebaiknya dipertimbangkan lagi.
Namun, mobil mudah dan kilometer masih rendah juga tidak menjadi jika rack steernya tidak mengalami kerusakan.
“Tergantung pemakaian juga, umur tidak jamin, yang dua tahun rusak banyak, yang 10 tahun masih bagus banyak juga,” kata Iwan.
Sementara, Elin Estanto, Pemilik GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan masa pakai rack steer biasanya lama, tergantung cara mengoperasikannya juga.
Kerusakan rack steer ada dua bagian secara umum yakni area rack dan pinion, serta bushing atau pengikatnya.
“Untuk bushing biasanya masa pakai sekitar 3 tahunan, ada beberapa merek mobil juga lebih rawan rusak karena kualitas bushingnya lebih empuk, jadi mudah aus,” ucap Elin.
Sedangkan, Elin mengatakan, pada area rack dan pinion bisa sampai di atas 5 tahunan. Sehingga kerusakannya cenderung terjadi setelah masa warranty mobil berakhir untuk beberapa mobil tertentu.