Jakarta: Sering dialami para pengendara ojek online (ojol) yang ditolak penumpang karena mengendarai motor listrik. Smoot melihat kondisi itu karena penumpang memiliki pengalaman menaiki motor listrik yang kurang canggih.
Chief Executive Office Smoot, Irwan Tjahaja, menilai perkembangan motor listrik sekarang semakin canggih. Sehingga berbeda dengan motor listrik dulu yang memiliki performa kurang mumpuni."Kalau bicara 3 tahun atau 2 tahun lalu. Memang motornya banyak yang speknya kurang tinggi. jadi speed-nya kurang kencang," ujar Irwan pada Sabtu (9/11/2024) di Bekasi.
Meski demikian, Irwan menjelaskan, spesifikasi motor listrik sekarang sudah semakin canggih. Bahkan performa yang ditawarkan layaknya motor konvensional."Motor kita itu (Smoot) kalau dipakai sudah sangat mirip dengan motor ICE (internal combustion engine). Untuk nanjak juga sekarang aman-aman saja," lanjut Irwan. Saat ini Smoot Motor Listrik hadir dengan model Zuzu dan De Sultan. Kedua model ini telah dilengkapi dengan teknologi baterai terbaru 72 volt, Di mana Zuzu mampu mencapai kecepatan maksimal 70 km/jam dan menempuh jarak hingga 80 km dan De Sultan menawarkan performa lebih bertenaga dengan kecepatan maksimal 75 km/jam dan jarak tempuh 70 km.
Untuk wilayah JADETABEK, Zuzu dibanderol dengan harga Rp19.900.000 sedangkan De Sultan tersedia dengan harga Rp24.900.000.
Selain itu, produsen motor listrik ini memiliki program khusus untuk para Ojol yang ingin memiliki motor listrik. Mereka memiliki skema pembelian motor listrik yang bisa dicicil per hari, selama 400 hari, dengan nominal mulai dari Rp50 ribuan."Selain itu, kita juga punya layanan purna jual seperti ganti ban dan kampas rem. Ada juga asurans dan gratis pengecekan sistem kelistrikan," beber Irwan.
Terkait baterai sendiri, ojol bisa melakukan pertukaran baterai di titik-titik yang sudah ditentukan gratis. Namun dengan syarat, pengemudi ojol memiliki kuota kilometer untuk motor listrik Smoot mereka."Misalkan rata-rata menempuh jarak 100 KM, kalau motor bensin bisa habis Rp50 ribu, sedangkan kita memiliki kuota KM harian unlimited hanya Rp25 ribu," cerita Irwan.
Di Singapura, Honda Step WGN banyak digunakan sebagai armada taksi online. Padahal, kendaraan tersebut masuk kategori menengah dengan harga yang cukup tinggi!
Pekan lalu, redaksi detikOto berkunjung ke Singapura untuk memenuhi undangan media trip selama tiga hari. Ketika berada di sana, kami lebih sering bepergian ke luar menggunakan taksi online.
Menariknya, ada satu kendaraan yang paling sering digunakan pengemudi taksi online setempat, yakni Honda Step WGN. Bahkan, kami kebagian 'jatah' dua kali naik mobil tersebut saat melakukan pemesanan di area Pulau Sentosa.
Di Singapura, taksi online memang lebih sering menggunakan armada-armada mobil boksi seperti Step WGN. Sebab, kendaraan tersebut dirasa nyaman untuk mengangkut banyak penumpang dan muatan barang.
Menurut salah satu sopir taksi yang menggunakan Honda Step WGN di Singapura, kendaraan tersebut sudah dipakainya selama beberapa bulan terakhir. Dia mengklaim, mobilnya itu lebih nyaman dibandingkan mobil listrik.
"Saya sebelumnya sempat pakai mobil listrik. Tapi tiga bulan pemakaian, saya jual karena ribet mengecasnya. Saya kemudian beli mobil ini," ujar pengemudi berkacamata tersebut menggunakan bahasa Inggris-Singapura yang khas.
Sebagai penumpang, kami juga merasa cukup nyaman. Ruangannya lega dan kedap suara. Tarikannya juga terasa sangat smooth, baik di kecepatan rendah maupun tinggi.
Honda Step WGN dipasarkan di Singapura bukan melalui Honda Kah Motor sebagai agen pemegang merek, melainkan lewat importir umum seperti Vincar dan SG Carmart. Mobil hibrida tersebut dibanderol mulai 209.200 SGP atau sekira Rp 2,4 miliar!
Di Indonesia, Honda Step WGN sudah dikenalkan di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024. Kendaraan tersebut kemungkinan akan dipasarkan di dalam negeri mulai tahun depan. Sementara harganya, menurut keinginan konsumen, berada di kisaran Rp 650-699 juta.