Ini dia data rerata gaji buruh di Indonesia berdasarkan jenjang pendidikan. Gaji laki-laki dan perempuan jenjang D4-S3 juga ada kesenjangan.) [569] url asal
Badan Pusat Statistik (SPB) merilis laporan Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2024, pada Selasa 5 November 2024 kemarin.
Berdasarkan laporan tersebut, komposisi angkatan kerja pada Agustus 2024 di Indonesia terdiri dari 144,64 juta orang penduduk bekerja dan 7,47 juta orang pengangguran.
Pada Agustus 2024, sebagian besar penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD). Persentasenya sebesar 35,80%.
Sementara, persentase penduduk bekerja tamatan diploma I/II/III dan diploma IV, S1, S2, S3 adalah 12,82%.
Jika dibandingkan Agustus 2023, penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah, SMP, dan diploma I/II/III mengalami penurunan 1,02%; 0,12%; dan 0,12%. Sementara, peningkatan penduduk bekerja justru ditemui pada tingkat pendidikan SMA, SMK, Diploma 4, S1, S2, dan S3.
Rata-rata Gaji di Indonesia
Berdasarkan laporan ini, rata-rata upah buruh di Indonesia pada Agustus 2024 adalah Rp 3,27 juta. Semula pada Agustus 2023 rerata gaji buruh Rp 3,18 juta.
Disebutkan rata-rata upah buruh tertinggi ada pada bidang pertambangan dan penggalian, yakni Rp 5,33 juta. Sedangkan terendah pada kategori aktivitas jasa lainnya, yaitu sebesar Rp 1,99 juta.
Di samping itu, berikut ini rata-rata gaji buruh berdasarkan pendidikan pada Agustus 2024:
D4/S1/S2/S3: Rp 4,96 juta
D1/D2/D3: Rp 4,25 juta
SMK: Rp 3,091 juta
SMA: Rp 3,092 juta
SMP: Rp 2,38 juta
SD ke bawah: Rp 2,08 juta
Kesenjangan Gaji Laki-laki dan Perempuan
Hasil Sakernas Agustus 2024 memperlihatkan upah buruh berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan. Sehingga, semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, gaji yang diterima akan meningkat.
Apabila dilihat dari data di atas, gaji buruh tamatan D4/S1/S2/S3 dua kali besaran buruh tamatan SD ke bawah.
Namun, upah buruh laki-laki dan perempuan terdapat kesenjangan. Gaji buruh laki-laki selalu lebih tinggi daripada perempuan, pada setiap jenjang tamatan pendidikan.
Selisih gaji terbesar antara buruh laki-laki dan perempuan berdasarkan jenjang pendidikan, terdapat pada buruh tamatan D4/S1/S2/S3, yakni sebesar Rp 1,88 juta.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus lalu merilis data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia tahun 2024. Data menunjukkan, ada penurunan jumlah pengangguran dari tahun 2023-2024.
Per Agustus 2024, tercatat ada 7,47 juta orang menganggur. Penurunan angka menganggur dari tahun 2023 ke 2024 sebanyak 390 ribu orang.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, lulusan D4, S1, S2 dan S3 mengalami peningkatan kebekerjaan. Begitu juga pada lulusan SD hingga SMP, terjadi penurunan tingkat pengangguran.
"Dibandingkan dengan Agustus 2023, penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah, Sekolah Menengah Pertama mengalami penurunan, masing-masing sebesar 1,02 persen poin, 0,15 persen poin," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS, Amalia A. Widyasanti dikutip dari laman Vokasi Kemdikbud, Rabu (6/11/2024).
Lantas, siapa golongan yang paling tinggi menyumbangkan angka pengangguran di RI tahun ini?
Lulusan SMK Penyumbang Pengangguran Terbesar RI
Berdasarkan tingkat pendidikan, penyumbang pengangguran terbesar di RI adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun jumlahnya menurun dari tahun ke tahun, tetapi jumlahnya tetap mendominasi dibandingkan lulusan jenjang lain.
Untuk lebih jelasnya, berikut data pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan dari tahun 2019 hingga 2024:
1. SD ke Bawah
Tahun 2019: 2,39 persen Tahun 2020: 3,61 persen Tahun 2021: 3,61 persen Tahun 2022: 3,59 persen Tahun 2023: 2,56 persen Tahun 2024: 2,32 persen Perubahan tahun 2023-2024: -0,24 persen
2. SMP
Tahun 2019: 4,72 persen Tahun 2020: 6,46 persen Tahun 2021: 6,45 persen Tahun 2022: 5,95 persen Tahun 2023: 4,78 persen Tahun 2024: 4,11 persen Perubahan tahun 2023-2024: -0,67 persen
3. SMA
Tahun 2019: 7,87 persen Tahun 2020: 9,86 persen Tahun 2021: 9,09 persen Tahun 2022: 8,57 persen Tahun 2023: 8,15 persen Tahun 2024: 7,05 persen Perubahan tahun 2023-2024: -1,10 persen
4. SMK
Tahun 2019: 10,36 persen Tahun 2020: 13,55 persen Tahun 2021: 11,13 persen Tahun 2022: 9,42 persen Tahun 2023: 9,31 persen Tahun 2024: 9,01 persen Perubahan tahun 2023-2024: -0,30 persen
5. D1/D2/D3
Tahun 2019: 5,95 persen Tahun 2020: 8,08 persen Tahun 2021: 5,87 persen Tahun 2022: 4,59 persen Tahun 2023: 4,79 persen Tahun 2024: 4,83 persen Perubahan tahun 2023-2024: 0,04 persen
6. D4/S1/S2/S3
Tahun 2019: 5,64 persen Tahun 2020: 7,35 persen Tahun 2021: 5,98 persen Tahun 2022: 4,80 persen Tahun 2023: 5,18 persen Tahun 2024: 5,25 persen Perubahan tahun 2023-2024: 0,07 persen
Data Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
Adapun data terkait jumlah penduduk bekerja berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja adalah lulusan SD ke bawah. Angkanya sebesar 35,80 persen.
Sedangkan pekerja dari kalangan tamatan D1 ke atas sebesar 12,82 persen. Pola tahun ini menunjukkan pola yang sama dengan tahun 2023. Untuk lebih jelasnya, berikut data-datanya: