#30 tag 24jam
Nabi SAW Nubuatkan 6 Hal, 5 Terjadi dan 1 Belum yaitu Perang dengan Eropa, Maksudnya?
Nubuat termasuk salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW [678] url asal
#nubuat #nubuat-nabi #kematian-rasulullah #tanda-akhir-zaman #umat-islam #umat-islam-indonesia #nabi-isa #imam-al-mahdi #umar-bin-khattab
(Republika - Iqra) 27/08/24 14:00
v/14782096/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, pernah menubuatkan enam tanda kiamat kecil. Lima di antaranya telah terjadi sedangkan satu darinya, belum terjadi.
عن عوف بن مالك قال: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَة. مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَة،ً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Dari Auf bin Malik RA, dia berkata, "Aku menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari kiamat (yaitu) kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dan bangsa Bani Al Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personel". (HR Bukhari 2940, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari lima perkara yang sudah terjadi tersebut ialah yang pertama, wafatnya Rasulullah SAW. Beliau wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi
Kedua, penaklukan Yerusalem. Peristiwa Ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA pada tahun keenam belas Hijrah Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama sirah . Umar turut serta dalam penaklukan ini dan membangun masjid dengan di kiblat Baitul Maqdis.
Diriwayatkan Imam Ahmad dan diamini Ahmad Syakir dari jalur Ubaid bin Adam, dia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab berkata kepada Ka'b al-Ahbar. “Menurutmu di mana aku harus sholat?” Ka’ab menjawab, “Jika engkau mengikutiku, aku memilih sholat di belakang Kubah Shakrakh (dome of the rock) agar Yerusalem kelihatan seluruhnya di depanmu.”
Umar berkata, “Tidak, aku akan menyerupai Yahudi (kalau seperti itu), tetapi aku akan shalat di tempat Rasulullah SAW.” Maka Umar maju ke arah kiblat dan sholat, kemudian ia datang dan membentangkan jubahnya, lalu menyapu dengan jubahnya, dan orang-orang pun menyapu.”
BACA JUGA:Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Ketiga, banyaknya kematian. Makna dari wa’aqashul ghnam adalah. Penyakit yang menyebabkan hewan mengeluarkan sesuatu dari hidungnya dan mati secara tiba-tiba. Abu Ubaydah berkata, "Dari sinilah kata iq’ash itu dimaksudkan, yaitu membunuh di tempatnya."
Ibnu Hajar berkata, “Ada yang mengatakan bahwa tanda ini turun ketika terjadi wabah penyakit di Emaus pada masa kekhalifahan Umar, yaitu setelah penaklukan Baitul Maqdis.”
Syekh Yusuf mengatakan...
Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Umat Islam akan dihadapkan dengan banyak perilaku penyimpangan [810] url asal
#akhir-zaman #umat-islam-akhir-zaman #umat-muslim-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #kiamat #nubuat-nabi #nabuat-rasulullah #rasulullah #muhammad #al-anam-ayat-6
(Republika - Khazanah) 24/08/24 19:35
v/14656785/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Berikut ini, tiga fenomena sosial akhir zaman yang dinubuatkan Rasulullah SAW dan terbukti terjadi.
Pertama, bermewah-mewahan dan melimpahnya harta
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim).
Mengakui bukti tentang nubuat kemakmuran yang luar biasa ini, gaya hidup kontemporer di “dunia pertama” saat ini menunjukkan kemakmuran yang dicapai jauh lebih besar 99 persen dibandingkan dengan torehan sejarah manusia.
Termasuk dalam persentase tersebut adalah mereka yang berjuang untuk mendapatkan uang, menikmati duduk di rumah mereka yang lebih nyaman daripada singgasana kerajaan kuno mana pun, dengan pendingin ruangan di seluruh rumah mereka, dan dilengkapi dengan layanan dan transportasi yang telah mengubah perjalanan berbulan-bulan menjadi beberapa jam saja.
Mungkin hal yang paling mencengangkan yang disebutkan Nabi dalam konteks yang sama tentang kekayaan yang melimpah adalah transformasi pertanian di Jazirah Arab. Empat belas abad yang lalu, metode irigasi yang luas yang ditemukan melalui teknologi modern tidak terbayangkan, dan kami adalah generasi pertama yang menyaksikan fenomena geologi ini.
Perang Dunia Pertama yang merenggut 65 juta nyawa, dan Perang Dunia Kedua yang merenggut 72 juta jiwa. Mengenai berlalunya waktu, seberapa sering orang saat ini mengeluh bahwa waktu “berlalu” dalam penggunaan perangkat dan teknologi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian mereka?
Ketiga, tenggelam dalam kefasikan
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda: "Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya; Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha'un dan kelaparan yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan beri hujan. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan rasa takut di antara mereka." (HR Ibnu Majah).
Hubungan antara kepuasan seksual danpenyakit menular seksual bukanlah sesuatu yang dapat disangkal oleh orang waras manapun di zaman ini.
Mungkin pengejaran kepuasan seksual yang serampangan adalah alasan di balik nubuat berikut ini:
لتأخذن المرأة فليبقرن بطنها ثم ليأخذن ما في الرحم لينبذن مخافة الولد
“Akan datang kaum wanita wanita, biarkan perutnya ditusuk, lalu biarkan mereka mengambil apa yang ada di dalam rahimnya dan membuangnya karena takut akan anaknya.”
Menurut sebuah survei besar yang diterbitkan dalam Journal of the Guttmacher Institute, “takut akan perubahan hidup yang tragis” sejauh ini merupakan alasan paling umum untuk melakukan aborsi saat ini, dengan lebih dari separuh yang disurvei menyebutkan bahwa ibu tunggal dan rasa kesepiannya adalah penyebab dari rasa takut tersebut.
3 Fenomena Agama Ini Isyaratkan Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia
Ruwaibidhah adalah fenomena yang disebutkan Rasulullah dalam haditsnya [505] url asal
#ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #orang-orang-ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #hadits-akhir-zaman #rasulullah #muhammad #mama-ghufron
(Republika - Khazanah) 11/07/24 05:35
v/10387359/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak orang yang tampil di saluran publik seperti di media sosial berbicara tentang apapun termasuk agama.
Namun, menurut para ulama yang ahli di bidangnya, orang-orang tersebut tidak bisa dijadikan rujukan umat karena memang apa yang dibicarakan keliru dan tak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sudah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara."
Lalu Nabi Muhammad SAW ditanya, "Apakah Ruwaibidhah itu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." (HR Imam Ibnu Majah)
Berikut ini sejumlah fenomena di Indonesia yang muncul dan mempunyai indikasi kuat sesuai dengan apa yang dimaksud Rasulullah dalam hadits di atas.
Pertama, Samsudin
Sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan sosok yang menamai dirinya sendiri dengan Gus Samsudin di media sosial.
Dia membuat konten yang mencampur adukan narasi agama dengan praktik perdukunan. Seperti menarik benda pusaka, melawan sihir atau guna-guna, ilmu kebal dan semacamnya.
Kontroversial Gus Samsudin yang paling mengguncang jagat maya adalah konten tukar istri, hingga membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan.
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya menanggapi Samsuddin alias Gus Samsudin yang membuat konten dan diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).
Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.
Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.
"Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada," kata seorang yang memerankan kiai dalam konten buatan Gus Samsudin.
Menanggapi konten itu...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
3 Fenomena Ini Isyaratkan Kuat Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia
Ruwaibidhah adalah fenomena yang disebutkan Rasulullah dalam haditsnya [505] url asal
#ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #orang-orang-ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #hadits-akhir-zaman #rasulullah #muhammad #mama-ghufron
(Republika - Khazanah) 11/07/24 05:35
v/10382948/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak orang yang tampil di saluran publik seperti di media sosial berbicara tentang apapun termasuk agama.
Namun, menurut para ulama yang ahli di bidangnya, orang-orang tersebut tidak bisa dijadikan rujukan umat karena memang apa yang dibicarakan keliru dan tak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sudah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara."
Lalu Nabi Muhammad SAW ditanya, "Apakah Ruwaibidhah itu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." (HR Imam Ibnu Majah)
Berikut ini sejumlah fenomena di Indonesia yang muncul dan mempunyai indikasi kuat sesuai dengan apa yang dimaksud Rasulullah dalam hadits di atas.
Pertama, Samsudin
Sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan sosok yang menamai dirinya sendiri dengan Gus Samsudin di media sosial.
Dia membuat konten yang mencampur adukan narasi agama dengan praktik perdukunan. Seperti menarik benda pusaka, melawan sihir atau guna-guna, ilmu kebal dan semacamnya.
Kontroversial Gus Samsudin yang paling mengguncang jagat maya adalah konten tukar istri, hingga membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan.
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya menanggapi Samsuddin alias Gus Samsudin yang membuat konten dan diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).
Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.
Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.
"Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada," kata seorang yang memerankan kiai dalam konten buatan Gus Samsudin.
Menanggapi konten itu...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
Apakah Kita Benar-Benar Ada di Masa Ruwaibidhah Akhir Zaman? Ini Kata 3 Ulama Timur Tengah
Ruwaibidhah banyak muncul bermunculan tanda kiamat [449] url asal
#ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #ramalan-hari-kiamat #kapan-kiamat-datang #rasulul
(Republika - Khazanah) 10/07/24 18:53
v/10330838/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Apakah kita sekarang benar- benar berada di masa ketika Ruwaibidhah yang disebut Rasulullah SAW marak muncul pertanda kiamat?
Jawaban atas pertanyaan ini sudah pernah dikupas ulama dari Timur Tengah. Cendekiawan asal Aden Yaman, Dr ‘Iwad Ahmad al-Ilqamani, mengatakan pertanyaan ini memang kerap menganggu pikirannya dan membuat berpikir keras dan merenung mendalam. Dalam kesimpulannya, bahwa kita sekarang di zaman dimana para Ruwaibidhah bertebaran di banyak tempat dengan beragam levelnya.
“Bagaimana bisa mereka mengatur urusan orang banyak? Bagaimana mereka becus mengurus rakyat? Dan musibah besar, mereka berada di iklim penuh dengan kebodohan yang merajalela, dan orang bodoh biasanya melihat dirinya paling hebat, dengan pemikiran semacam ini dia mengurus masyarakat, rakyat. Ini yang paling bahaya bagi lingkungannya. Anti kritik, tidak percaya moralitas, dan enggan bercermin,” kata dia.
Hal yang sama juga diungkapkan Abdullah bin Sa’ad Al Mayuf, cendekiawan asal Arab Saudi. Dalam konteks politik, dia menafsirkan Ruwaibidhah adalah shahawiyyin (pengusung pemikiran politik Islam era awal) dan rajiyyin (pengusung pemikiran politik Islam puritan).
Di mata Abdullah, mereka adalah orang-orang yang tak mempunyai latar belakang ilmu logika dan kemanusian, dan tidak paham pembaruan atau maslahat. Mereka hanya berdalih melestarikan mazhab lama, lalu mengajak publik tanpa pemahaman dan ilmu. “Tahukah kalian mereka orang yang bodoh berbicara di perkara umum.”
Sementara itu, kondisi munculnya Ruwaibidhah ini juga diamini ulama Al-Azhar Mesir Dr Ramadhan Abdurrazaq. “Mereka yang tak memiliki kompetensi berbicara di banyak perkara yang mereka sendiri tak paham, sampai berada lah kita sekarang di masa Ruwaibidhah banyak cakap,” kata dia sembari mengutip hadits Abu Hurairah RA dari Ibnu Majah tentang tanda akhir zaman tentang munculnya fenomena Ruwaibidhah.
Ruwaibidhah adalah...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
Siapa Ruwaibidhah yang Disebut Banyak Bermunculan Kini Sebagai Pertanda Kiamat? | Republika Online
Fenomena Ruwaibidhah dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW [619] url asal
#kiamat #tanda-akhir-zaman #tanda-kiamat #ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #akhir-zaman #jujur #dustra #kejujuran
(Republika - Iqra) 09/07/24 17:22
v/10207685/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ruwaibidhah adalah salah satu istilah yang muncul dalam hadis tentang tanda-tanda akhir zaman.
Menurut hadits tersebut, Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh namun berbicara tentang urusan perkara umum. Hadis tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR Ibnu Majah).
Hadis ini menggambarkan keadaan di mana nilai-nilai kebenaran dan kejujuran terbalik, serta orang-orang yang tidak layak malah memegang kendali dan berbicara tentang urusan yang penting.
Kata Ruwaibidhah sendiri berasal dari akar kata rabadha dengan banyak makna dalam bahasa Arab, di antaranya bermakna berlutut dan bersandar. Kata rabadha sebagai kata kerja menjadi rabidha atau rabidha sebagai subyek, lalu menjadi kata ruwaibidhah.
Imam Al-Suyuthi menjelaskan, kata al-ruwaibidhah di dalam hadits tersebut merupakan bentuk tashghir (pengecilan) dari al-rabidh yang berarti berlutut. Lalu kata al-rabidh yang makna aslinya berlutut, dipinjam penggunaannya (isti’arah) menjadi makna yang lain, yaitu posisi rendah (inferior).
Seolah-olah hal itu menggambarkan bahwa orang yang berlutut itu sebagai orang yang rendah kemampuan dan keilmuannya, namun banyak berbicara dan mengeluarkan statement tanpa didasari oleh ilmu yang memadai dan dipandang baik oleh para pengagumnya, sehingga memiliki pengaruh dan dampak yang luas.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abdul Muiz Ali mengatakan, makna al-Ruwaibidhah dalam hadis di atas menjelaskan tentang peringatan kepada umat Islam agar tidak mudah berbicara atas suatu masalah/mengomentari masalah, padahal ia tidak mempunyai ilmu tentang hal tersebut.
"Contoh (Ruwaibidhah) sekarang, banyak para netizen yang mudah membicarakan soal agama, padahal ia tidak tidak kompeten soal agama," ujar Kiai Muiz saat dihubungi Republika.co.id, Senin (8/7/2024).
Padahal, menurut dia, dalam Alquran Allah SWT juga telah menegaskan:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua akan dimintai pertanggung-jawabannya.” (QS Al-Isra' [17]:36)
Allah SWT juga berfirman dalam Alquran, yang artinya: “Hai umat manusia, makanlah sebagian yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Sesungguhnya dia hanya akan menyuuh kalian kepada perbuatan dosa dan kekejian, dan agar kalian berkata-kata atas nama Allah dalam sesuatu yang tidak kalian ketahui ilmunya.” (QS al-Baqarah : 168-169).
Hadits di atas, menurut Kiai Muiz, juga menunjukkan tentang pentingnya kejujuran dan mengandung peringatan dari bahaya kedustaan. Rasulullah SAW bersabda:
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
Marak Tipu-tipu Akhir Zaman, Tanda Kiamat Kecil, dan Peringatan Rasulullah SAW
Aksi tipu muslihat marak sebagai pertanda akhir zaman [470] url asal
#kiamat #tanda-akhir-zaman #kengerian-pada-hari-kiamat #hadits-akhir-zaman #hadits-kiamat #aksi-tipu-tipu-kiamat
(Republika - Khazanah) 08/07/24 16:10
v/10088260/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di akhir zaman semakin banyak modus-modus penipuan dan tipu muslihat yang menimpa umat manusia. Hal ini sudah diperingatkan Rasulullah SAW sejak berabad-abad lalu agar umatnya berhati-hati terhadap dunia yang penuh dengan kedustaan ini.
Dalam Islam, akhir zaman merujuk pada periode menjelang terjadinya hari kiamat, yang ditandai dengan berbagai peristiwa besar dan tanda-tanda tertentu. Beberapa tanda dan kejadian yang sering disebutkan dalam literatur Islam terkait akhir zaman antara lain, munculnya Imam Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi Isa, dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj.
Di samping itu, Rasulullah SAW juga telah memberi peringatan kepada umatnya tentang banyaknya penipuan di akhir zaman. Peringatan tentang tipu daya pada akhir zaman sering disebut dalam hadits-hadits Nabi.
Rasulullah SAW memperingatkan bahwa pada akhir zaman, akan muncul banyak kedustaan yang menimpa manusia. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dijelaskan,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR Ibnu Majah).
Imam Al-Suyuthi menjelaskan, maksud dari kata al-khada’ dalam Hadits di atas adalah “Al-Khadda’ al-makru wa al-hilatu, wa idhafatu al-khadda’ ila as-sanawat majaziyah wal–muradu ahlu as-sanawati” (Al Khadda’ artinya makar dan muslihat.
Dikaitkannya Al Khadda’ kepada al-sanawat (tahun-tahun) merupakan bentuk kiasan/majaz, maksudnya adalah orang yang hidup di tahun-tahun tersebut) (Syarh Sunan Ibni Majah, 1/292).
Dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dan mengajar di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Ruslan Fariadi dalam artikelnya menjelaskan, hadits di atas memberi suatu peringatan akan datangnya suatu masa, di mana manusia dipenuhi berbagai intrik dan tipu-muslihat, serta kebohongan.
Gambaran ini...
Gambaran ini dijadikan Rasulullah sebagai tanda-tanda dekatnya hari kiamat, di mana banyak pembohong dicitrakan sebagai orang jujur. Sebaliknya, orang jujur dikriminalisasi sebagai pembohong, para pengkhianat dipandang amanah, disambut bak pahlawan.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga memperingatkan tentang munculnya banyak dajjal kecil (pendusta) sebelum datangnya Dajjal yang terbesar. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda,
"Demi Allah, sesungguhya Hari Kiamat belum akan terjadi sampai tiga puluh orang pendusta muncul, dan yang terakhir muncul di antara mereka adalah pendusta terbesar yang bermata satu" (HR Ahmad).
Peringatan-peringatan ini menekankan pentingnya berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar, memperdalam pengetahuan agama, dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk tipu daya yang mungkin muncul. Hadits di atas menjadi peringatan keras bahaya dusta, yang mana hal ini jiga selaras dengan sabda Rasulullah saw dari Abdullah bin Mas’ud ra berikut ini:
“....Jauhilah kedustaan, karena ia menyeret kepada keburukan, dan keburukan menjerumuskan ke neraka. Bila seseorang terus berdusta dan mempertahankannya, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Muslim).
Gambaran Tanda Akhir Zaman Dekatnya Kiamat Terangkum Jelas dalam 5 Hadits Nabi SAW Ini | Republika Online
Rasulullah SAW mengungkapkan tanda-tanda akhir zaman [355] url asal
#akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #zaman-akhir #tanda-kiamat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #kapan-kiamat #waktu-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kiamat-sudah-dekat
(Republika - Iqra) 07/07/24 19:38
v/10045936/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW menubuatkan tentang tanda-tanda akhir zaman dan pada saat itu, dekatnya kiamat, melalui sejumlah sabdanya.
Republika.co.id, mengumpulkan lima hadits Nabi Muhammad SAW yang mengungkap kondisi akhir zaman pertanda dekatnya kiamat yaitu sebagai berikut:
Pertama
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah)
Kedua
عن سَهْل بْن سَعْدٍ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “
Dari Sahal bin Sa’ad RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal.” (HR at-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir dan ar-Ruyani dalam Musnadnya)
Ketiga
وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ليأتين على الناس زمان قلوبهم قلوب الأعاجم. قيل: وما قلوب الأعاجم؟ قال: "حب الدنيا. سنتهم سنة العرب، ما آتاهم الله من رزق جعلوه في الحيوان، يرون الجهاد ضرارًا، والصدقة مغرمًا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh akan datang atas manusia masa ketika hati mereka adalah hati Ajam (orang awam).” Lalu ditannyakan, apa yang dimaksud dengan hati ajam? Rasulullah menjawab, “Cinta dunia, tradisi mereka tradisi Arab, apa yang Allah SWT berikan kepada mereka dari rezeki, mereka jadikan untuk hewan, mereka melihat jihad sebagai petaka, dan sedekah sebagai utang.”(HR at-Thabrani)
Keempat
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
أنَّ بينَ يدِيِ الساعَةِ تسليمُ الخاصَّةِ، وفَشْوُ التجارَةِ، حينَ تُعِينُ المرأةُ، زوجَها على التجارةِ، وقطعُ الأرحامِ، وشهادةُ الزورِ، وكتمانُ شهادةِ الحقِّ، وظهورُ العلْمِ، وفي روايَةٍ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إِنَّ مِنْ أشراطِ الساعَةِ أنْ يُسَلِّمَ الرجُلُ لَا يُسَلِّمُ إلَّا للمعرفَةِ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak akan datang hari kiamat kecuali pemberian salam kepada hanya untuk orang yang dikenal, merebaknya perdagangan sampai-sampai istri membantu perniagaan suaminya, terputusnya tali silaturahim, persaksian palsu, menyembunyikan saksi kebeneran, munculnya ilmu. Dalam riwayat lain, dengan redaksi: “Sesungguhnya tanda kiamat adalah seorang pria yang tidak salam hanya kepada orang yang dikenal.” (HR Ahmad, at-Thabrani)
Kelima,
وعن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
يَكونُ في هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ رِجالٌ -أو قال: يَخرُجُ رِجالٌ مِن هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ- معهم أسْياطٌ كأنَّها أذنابُ البَقرِ، يَغدونَ في سَخَطِ اللهِ، ويَروحونَ في غَضَبِه
Dari Abu Mamah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Akan ada di umat ini akhir zaman, para pria, atau (redaksi lain) keluar para pria dari umat ini akhir zaman, bersama mereka cambuk seperti ekor sapi, mereka berangkat karena kebencian Allah dan pulang karena dengan murka-Nya.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim)
Renungkan 5 Hadits Nabi SAW Ini, Gambaran-Gambaran Akhir Zaman Satu per Satu Terbukti | Republika Online
Rasulullah SAW mengungkapkan tanda-tanda akhir zaman [355] url asal
#akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #zaman-akhir #tanda-kiamat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #kapan-kiamat #waktu-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kiamat-sudah-dekat
(Republika - Iqra) 07/07/24 19:38
v/9995503/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW menubuatkan tentang tanda-tanda akhir zaman dan pada saat itu, dekatnya kiamat, melalui sejumlah sabdanya.
Republika.co.id, mengumpulkan lima hadits Nabi Muhammad SAW yang mengungkap kondisi akhir zaman pertanda dekatnya kiamat yaitu sebagai berikut:
Pertama
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah)
Kedua
عن سَهْل بْن سَعْدٍ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “
Dari Sahal bin Sa’ad RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal.” (HR at-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir dan ar-Ruyani dalam Musnadnya)
Ketiga
وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ليأتين على الناس زمان قلوبهم قلوب الأعاجم. قيل: وما قلوب الأعاجم؟ قال: "حب الدنيا. سنتهم سنة العرب، ما آتاهم الله من رزق جعلوه في الحيوان، يرون الجهاد ضرارًا، والصدقة مغرمًا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh akan datang atas manusia masa ketika hati mereka adalah hati Ajam (orang awam).” Lalu ditannyakan, apa yang dimaksud dengan hati ajam? Rasulullah menjawab, “Cinta dunia, tradisi mereka tradisi Arab, apa yang Allah SWT berikan kepada mereka dari rezeki, mereka jadikan untuk hewan, mereka melihat jihad sebagai petaka, dan sedekah sebagai utang.”(HR at-Thabrani)
Keempat
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
أنَّ بينَ يدِيِ الساعَةِ تسليمُ الخاصَّةِ، وفَشْوُ التجارَةِ، حينَ تُعِينُ المرأةُ، زوجَها على التجارةِ، وقطعُ الأرحامِ، وشهادةُ الزورِ، وكتمانُ شهادةِ الحقِّ، وظهورُ العلْمِ، وفي روايَةٍ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: إِنَّ مِنْ أشراطِ الساعَةِ أنْ يُسَلِّمَ الرجُلُ لَا يُسَلِّمُ إلَّا للمعرفَةِ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak akan datang hari kiamat kecuali pemberian salam kepada hanya untuk orang yang dikenal, merebaknya perdagangan sampai-sampai istri membantu perniagaan suaminya, terputusnya tali silaturahim, persaksian palsu, menyembunyikan saksi kebeneran, munculnya ilmu. Dalam riwayat lain, dengan redaksi: “Sesungguhnya tanda kiamat adalah seorang pria yang tidak salam hanya kepada orang yang dikenal.” (HR Ahmad, at-Thabrani)
Kelima,
وعن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
يَكونُ في هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ رِجالٌ -أو قال: يَخرُجُ رِجالٌ مِن هذه الأُمَّةِ في آخِرِ الزَّمانِ- معهم أسْياطٌ كأنَّها أذنابُ البَقرِ، يَغدونَ في سَخَطِ اللهِ، ويَروحونَ في غَضَبِه
Dari Abu Mamah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Akan ada di umat ini akhir zaman, para pria, atau (redaksi lain) keluar para pria dari umat ini akhir zaman, bersama mereka cambuk seperti ekor sapi, mereka berangkat karena kebencian Allah dan pulang karena dengan murka-Nya.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim)
Seperti Apa Sangkakala Malaikat Israfil yang Ditiup saat Kiamat?
Hadis-hadis Nabi SAW menjelaskan tentang bentuk sangkakala. [405] url asal
#hari-kiamat #tanda-tanda-kiamat #tanda-akhir-zaman #terompet-sangkakala #malaikat-israfil
(Republika - Khazanah) 06/07/24 19:31
v/9880181/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiupan sangkakala malaikat Israfil pada hari kiamat akan membuat seluruh makhluk di jagat raya terkejut. Para jumhur ulama berpendapat tiupan sangkakala terjadi dua kali. Ada juga yang berpendapat tiga kali tiupan.
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَكُلٌّ اَتَوْهُ دٰخِرِيْنَ
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri" (QS an-Naml: 87).
Para ulama berpendapat, tiupan pertama disebut sebagai nafkhahassa'q. Ini akan menyebabkan semua makhluk mati, kecuali yang dikehendaki Allah SWT.
Adapun tiupan sangkakala yang kedua disebut nafkhah al-ab's atau tiupan kebangkitan. Setelah itu dibunyikan, semua manusia akan dibangkitkan dari alam kubur.
وَنُفِخَ فِى الصُّوۡرِ فَصَعِقَ مَنۡ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنۡ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا مَنۡ شَآءَ اللّٰهُ ؕ ثُمَّ نُفِخَ فِيۡهِ اُخۡرٰى فَاِذَا هُمۡ قِيَامٌ يَّنۡظُرُوۡنَ
"Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah)" (QS az-Zumar: 68).
Bentuk Sangkakala
Seperti apa bentuk Sangkakala yang ditiup malaikat Israfil saat kiamat? Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa bentuk as-shur atau sangkakala itu adalah tanduk yang ditiup. Berikut hadis yang diriwayatkan melalui jalur Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash:
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَسْلَمَ الْعِجْلِيِّ عَنْ بِشْرِ بْنِ شَغَافٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا الصُّورُ قَالَ قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِهِ
"Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Nashr, telah mengabarkan kepada kami 'Abdulah bin Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Sulaiman at-Taimi, dari Aslam al-'Ijli dari Bisyr bin Syaghaf dari Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash, ia berkata, 'Seorang Badui mendatangi Nabi SAW dan berkata, 'Apa itu sangkakala?'
Beliau menjawab, 'Tanduk yang ditiup.'"
Dalam kitab Tanbihul Ghofilin, ada sebuah hadis panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat. Bagian awalnya menarik untuk dicermati.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala dan diserahkan-Nya itu kepada malaikat Israfil. Kemudian, ia letakkan (sangkakala) di mulutnya sambil melihat ke Arsy, menantikan bilakah ia diperintah."
Abu Hurairah bertanya, “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Beliau menjawab, “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
“Bagaimana besarnya?”
Rasulullah menjawab, “Sangat besar bulatannya. Demi Allah, Yang mengutusku sebagai nabi, besar bulatannya (sangkakala) itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.
Pertama, nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua, nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga, nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Ungkapan "seluas langit dan bumi" dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam gaib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata). Dengan perkataan lain, bulatan terompet malaikat Israfil itu melingkar dan membentang dari alam nyata hingga alam gaib.
Apa Makna Kabut, Tanda Kiamat Besar? | Republika Online
Ada yang mengaitkan kabut atau ad-dukhan dengan perang nuklir jelang Hari Kiamat. [680] url asal
#tanda-tanda-kiamat #tanda-akhir-zaman #tanda-kiamat #kabut-tanda-kiamat #makna-ad-dukhan #surah-ad-dukhan
(Republika - Khazanah) 06/07/24 16:05
v/9866469/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu tanda-tanda besar Hari Kiamat adalah munculnya asap (ad-dukhan). Pencantuman ad-Dukhan sebagai nama surah ke-44 dalam Alquran mengindikasikan seriusnya pertanda tersebut. Allah SWT berfirman, artinya, "Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih" (QS ad-Dukhan: 10-11).
Imam Thabrani menyebutkan, peringatan Nabi Muhammad SAW tentang ad-dukhan tersebut bersanding dengan bahaya Dabbah (binatang melata yang keluar dari perut bumi dan memangsa manusia) dan Dajjal. Tanda-tanda ini merupakan tanda besar Hari Kiamat.
Hal ini termaktub dalam sabda Rasulullah SAW, "Sungguh Rabb-mu telah memperingatkanmu akan tiga hal, ad-dukhan (asap) yang akan mengakibatkan orang Mukmin demam dan orang kafir melepuh sehingga keluar asap dari telinganya. Kedua adalah Dabbah, dan ketiga adalah Dajjal" (HR Thabrani).
Penyebutan hadis secara urut ini mengindikasikan tahapan-tahapan dari tiga tanda-tanda kiamat kubra (besar) tersebut. Diawali dengan ad-dukhan, kemudian Dabbah, selanjutnya Dajjal.
Ada beberapa penafsiran ulama tentang makna dari ad-dukhan. Ibnu Mas'ud RA menafsirkan, ad-dukhan bisa dimaknai dengan kesempitan hidup yang melanda kaum Quraisy pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Saat itu, Rasul SAW mendoakan kaum kafir Quraisy yang menolak dakwah Islam agar mendapat kesempitan hidup. Semenjak itu, sengsaralah kehidupan orang-orang musyrikin itu. Banyak di antara mereka yang sampai memakan bangkai dan tulang-belulang.
Ibnu Jarir ath-Thabari yang juga sepaham dengan pendapat Ibnu Mas'ud mengatakan, kesengsaraan yang dialami kafir Quraisy tersebut diibaratkan seperti asap yang menyelimuti bumi. Firman Allah SWT, artinya, "Tetapi, mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka, tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata" (QS ad-Dukhan: 9-10). Menurut Ibnu Jarir, ayat ini tertuju kepada kaum kafir Quraisy pada zaman Rasulullah SAW.
Pendapat lainnya mengatakan, ad-dukhan adalah tanda besar Kiamat yang akan datang pada akhir zaman nanti. Ibnu Abbas yang meyakini pendapat ini menyebutkan, ad-dukhan berasal dari sebuah meteor dari bintang "Dzu Dzanbin" yang jatuh ke bumi. Akibat dari meteor ini menimbulkan asap yang menyebabkan demam bagi orang beriman dan melepuhkan kulit orang-orang kafir.
Melihat kepada lafaz ayat, fartaqib (maka tunggulah) menunjukkan sesuatu yang belum terjadi, tapi mengindikasikan sangat dekat kedatangannya karena ada kata perintah untuk menunggu. Pendapat ini banyak dipakai sejarawan Islam yang meneliti tanda-tanda Hari Kiamat.
Ada pula yang mengaitkan ad-dukhan dengan perang nuklir yang meracuni udara dengan gas kimia berbahaya. Hal ini diprediksikan bisa terjadi dalam Perang Armagedon (perang besar di akhir zaman) dan menjadi tanda besar Hari Kiamat.
Al-Qurthubi dalam tafsirnya (16/130) menggabungkan dua pendapat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas ini. Menurut al-Qurtubi, bisa jadi asap yang dimaksudkan ada dua sesi. Sesi pertama telah turun pada zaman Nabi SAW untuk mengazab orang kafir Quraisy. Sedangkan, sesi kedua menjadi tanda besar akan datangnya Hari Kiamat, yakni hantaman meteor ke muka bumi yang menyebabkan asap. Demikian seperti dipaparkan dalam 'Asyarathus Saa'ah (10 tanda besar Hari Kiamat, hal 383-388).
Ibnu Katsir ketika menafsirkan surah ad-Dukhan mengutip perkataan Ibnu Abi Hatim yang ia terima dari Ali bin Abu Thalib. Menurutnya, hantaman meteor mengakibatkan kabut asap dan peningkatan suhu bumi. Orang beriman dilindungi dari mara bahaya tersebut. Kalaupun mereka terkena dampaknya, hanya berupa flu dan demam saja. Adapun dampak bagi orang kafir akan melepuhkan kulitnya sehingga dari telinganya pun mengeluarkan asap.
Beberapa kalangan mendeskripsikan ad-dukhan menyelimuti bumi selama 40 hari. Manusia yang merasakan ad-dukhan tersebut seperti digambarkan dalam istilah nuclear winter. Makhluk hidup, tidak hanya manusia, akan merasakan kesengsaraan. Tak terkecuali orang beriman pun akan merasakan dampaknya walau hanya sebatas demam dan flu biasa.
Segala musibah yang diturunkan Allah kepada manusia ditujukan sebagai peringatan agar mereka kembali kepada Allah. Sabda Nabi SAW, "Jika timbul maksiat pada umatku maka Allah SWT akan menyebarkan azab dan siksa kepada mereka."
Ummu Salamah RA (istri Nabi SAW) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah waktu itu tidak ada orang saleh?"
Beliau menjawab, "Ada."
Ummu Salamah bertanya, "Apakah yang akan Allah perbuat kepada mereka?"
Rasulullah SAW bersabda, "Allah akan menimpakan kepada mereka azab sebagaimana ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat maksiat. Kemudian mereka akan mendapatkan keampunan dan keridhaan dari Rabbnya" (HR Ahmad).
5 Kondisi Umat Akhir Zaman yang Dinubuatkan Nabi SAW dan Tangisan: 'Umatku-Umatku' | Republika Online
Rasulullah SAW menangisi kondisi umatnya akhir zaman [434] url asal
#ummati-ummati #umatku-umatku #hadits-ummati-ummati #hadits-umatku-umatku #akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #tanda-akhir-zaman #kondisi-umat-islam #hadits-nabi #hadits-r
(Republika - Iqra) 06/07/24 06:21
v/9865280/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW ketika masih hidup pernah menangis dan memanggil umatnya “ummati, ummati/ umatku, umatku.” Panggilan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abdullah bin Amar bin al-Ash RA yang diriwayatkan Imam Muslim.
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَلاَ قَوْلَ الله عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ: ﴿ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيراً مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ﴾ [إبراهيم: 36] وَقَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ: ﴿ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴾ [المائدة: 118] فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ: "اللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي" وَبَكَى. فَقَالَ الله عَزَّ وَجَلَّ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ؟ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَسَأَلَهُ. فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللّهِ بِمَا قَالَ. وَهُوَ أَعْلَمُ. فَقَالَ الله: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوءُكَ"
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca firman Allah di dalam surah Ibrahim:
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS Ibrahim: 36). Beliau juga membaca ucapan Isa alaihishalatu wassalam:
إِن تُعَذِّبۡهُمۡ فَإِنَّهُمۡ عِبَادُكَۖ وَإِن تَغۡفِرۡ لَهُمۡ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS al-Maidah: 118)
Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya (berdoa): “Umatku, umatku, umat ya Allah!” Beliau menangis. Maka Allah Subhanahu wa Taala berfirman, ‘Wahai Jibril, temui Muhammad,” dan Tuhanmu lebih mengetahui, ‘Tanyakan kepadanya, apa yang membuatnya menangis?’
Maka Jibril mendatanginya dan menanyakannya. Rasulullah SAW memberitahukan apa yang dia ucapkan. Maka Allah berfirman, ‘Wahai Jibril, temuilah Muhamad dan katakan, ‘Kami akan membuatmu ridha dalam masalah umatmu dan kami tidak akan menyakitimu.’’ (HR Muslim)
Merenungkan hadits ini mengingatkan kita terhadap realita umat terkini yang Rasulullah SAW nubuatkan, dalam lima hadits berikut ini:
Pertama, tak peduli halal haram...
Ketiga, banyak orang yang berperilaku seperti keledai
Hadits selanjutnya mengenai apa yang terjadi di akhir zaman diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam'an. Dikatakan dalam hadits panjang ini, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"ويبقى شرار الناس يتهارجون فيها تهارُج الحُمر، فعليهم تقوم الساعة"؛ [رواه مسلم]
"Yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat yang membuat huru hara di bumi seperti perilaku keledai. Pada merekalah hari kiamat terjadi." (HR Muslim)
Keempat, menghalalkan empat hal ini
Diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi SAW bersabda:
(ليكوننَّ من أمتي قومٌ يَستحلُّون الحر والحرير والخمر والمعازف)؛ أخرجه البخاري
"Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar dan alat musik." (HR. Bukhari)
Adapun dalam riwayat lain, Abu Malik Al-Asy'ari memberitahukan bahwa dia mendengar Nabi SAW bersabda:
(ليشرَبنَّ ناسٌ من أمتي الخمر يسمونها بغير اسمها، يُعزف على رؤوسهم بالمعازف والمغنيات، يخسِف الله بهم الأرض، ويجعل منهم القردة والخنازير)؛ رواه ابن ماجه
"Sungguh kelak akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr dan mereka menamai khamr tersebut selain namanya. Mereka diiringi alat musik dan penyanyi. Dan mereka akan ditenggelamkan Allah ke dalam bumi, dan dijadikan kera dan babi-babi." (HR Ibnu Majah)
Kelima, dengki dan mewah-mewahan
Dalam sebuah hadits, juga disampaikan mengenai penyakit yang akan menimpa umat Nabi Muhammad SAW. Berikut haditsnya:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: سيُصيب أمتي داء الأمم، فقالوا: يا رسول الله، وما داء الأمم؟ قال: (الأشر والبطر، والتكاثر والتناجش في الدنيا، والتباغض والتحاسد حتى يكون البغي)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Umatku akan ditimpa penyakit yang juga menimpa umat-umat sebelumnya." Lalu mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, penyakit apa itu?" Kemudian beliau SAW bersabda, "Sombong, angkuh, bermewah-mewahan, bermusuh-musuhan dalam urusan dunia, saling membenci dan saling dengki hingga kelewat batas." (HR Al-Hakim)
Sumber: alukah