Sejumlah bank menjadi penguasa hak penamaan eksklusif atau naming rights perhentian transportasi publik di Jakarta, mulai dari stasiun kereta hingga halte bus. [398] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank telah menjadi penguasa hak penamaan eksklusif ataunaming rightsatas perhentian transportasi publik di Jakarta, mulai dari stasiun kereta hingga halte bus.
Teranyar, Bank DKI bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan kemitraan strategis hak penamaan di Stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI. Kerja sama ini berlangsung selama 3 tahun alias hingga 2027 mendatang.
"Kemitraan ini tidak hanya sebatas hak penamaan, tetapi juga mendorong pengembangan sistem pembayaran modern melalui layanan seperti JakCard dan MartiPay untuk memudahkan aksesibilitas dan layanan perbankan bagi masyarakat," kata Direktur Utama PT Bank DKI Agus H. Widodo dalam konferensi pers, Selasa (8/10/2024).
Di sisi lain, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antarbadan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta. Selain itu, dari 13 stasiun yang ada dalam MRT Jakarta Fase 1, delapan di antaranya telah tercakup dalam skema kemitraan ini.
Perusahaan bank dan layanan perbankan mendominasinaming rightsstasiun MRT Jakarta saat ini. Di samping Bank DKI, terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menempati Stasiun Blok M BCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) di Stasiun Istora Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) di Stasiun Dukuh Atas BNI, hingga PT Mastercard Indonesia yang menempati Stasiun Senayan Mastercard.
Bergeser ke moda Lintas Raya Terpadu (LRT), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) alias Bank BJB turut turun ke gelanggangnaming rightsterhadap Stasiun LRT Jabodebek Pancoran pada Juli lalu, tepatnya Kamis (25/7/2024). Perhentian tersebut kini bernama Stasiun LRT Jabodebek Pancoran bank bjb.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tbk. alias KAI Didiek Hartantyo menuturkan bahwa programnaming rightsini menawarkan peluang kolaborasi yang substansial bagi perusahaan dalam meningkatkanbrand awarenessmereka.
"Sebagai penyedia layanan transportasi massal, KAI memiliki jangkauan luas serta melayani ratusan juta penumpang setiap tahunnya," ujar Didiek dalam keterangan resminya.
Selain LRT Jabodebek, program tersebut ditawarkan kepada moda perjalanan lain di bawah KAI, antara lain Kereta Api Jarak Jauh dan KRL Commuterline. Sebelumnya, KAI juga telah menjualnaming rightspada Stasiun KRL BNI City dan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
Sementara itu, pada bulan yang sama, halte bus Transjakarta juga mendapat kue kesepakatannaming rights. Industri perbankan kembali diwakili Bank DKI yang memiliki hak penamaan atas Halte Senayan Bank DKI yang sebelumnya bernama Halte Gelora Bung Karno (GBK).
Satu halte lainnya yang mendapatkan hak penamaan adalah Bundaran HI Astra. Pada saat bersamaan, Transjakarta juga mengubah nama sejumlah titik halte agar menjadi lebih netral.
Bisnis.com, JAKARTA - PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta akan menambah 300 bus yang akan beroperasi di sekitaran GBK dalam rangka misa akbar yang dipersembahkan Paus Fransiskus besok, Kamis (5/9/2024).
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan setelah pembahasan dari stakeholder terkait, Transjakarta akan memperkuat dengan menambah 300 bus tambahan yang akan dioperasikan di sekitar GBK.
“Untuk membantu proses mobilisasi. Baik itu menuju atau pada saat bubaran setelah acara di GBK. Masyarakat bisa dilayani dengan lebih baik,” kata Welfizon kepada wartawan, Rabu (4/9/2024).
Meski menambah jumlah armada, jumlah jam operasional tidak ditambah. Penambahan jam operasional bersifat situasional. Menurut Welfizon, biasanya Transjakata akan melakukan pengurangan bus di jam-jam tertentu. Namun pada saat misa akbar, seluruh bus akan dioperasikan.
Sebelumnya, Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta Daud Joseph mengatakan bahwa jumlah rute yang beroperasi akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Dia menyebutkan sekitar 80.000 orang yang akan mengikuti misa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Joseph mengasumsikan setengah dari jumlah jemaat yang hadir akan menggunakan angkutan umum.
“Yang jelas, Transjakarta diberi tugas khusus di tanggal itu untuk memastikan jalurnya lancar, jalur bus,” kata Joseph kepada wartawan, dikutip Minggu (1/9/2024).
Lebih lanjut, Joseph menyebut Masyarakat tidak perlu khawatir karena Transjakarta akan tetap melayani dan memastikan rute-rute itu ditambah jumlahnya. Baik untuk jemaat yang akan menghadiri misa, bisa naik Transjakarta dari titik mana saja ujungnya akan sampai di GBK, juga melalui transit tidak langsung.
Selain itu, Transjakarta akan menyiagakan seluruh petugas dan memastikan pelayanan tersedia sampai malam hari sehingga kebutuhan mobilitas pelanggan terpenuhi.
Joseph juga mengatakan jam layanan akan ditambah jika masih terdapat penumpukan pelanggan. Kalau memang ada kebutuhan dan pelanggan masih menumpuk hingga pukul 22.00 WIB, maka Transjakarta bisa tambah jam layanan hingga pukul 00.00 WIB sesuai kebutuhan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum Pilkada Jakarta yang sudah di depan mata memunculkan harapan bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Syarif (39), warga Palmerah, Jakarta Barat, mengatakan, transportasi adalah salah satu sektor yang mesti mendapatkan perhatian lebih oleh pemimpin Jakarta yang akan datang.
"Transportasinya harus diperbaiki. Karena macetnya parah banget sih," ujar Syarif saat dijumpai di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024).
Menurut dia, sebenarnya ragam transportasi umum di Jakarta sudah sangat bervariasi. Tetapi, jumlah armada masing-masing mode transportasi masih kurang memadai.
Syarif mencontohkan sang istri yang setiap hari mesti berdesak-desakkan di kereta Commuter Line (KRL), tepatnya di Stasiun Manggarai. Kepadatan yang tidak keruan ini disebut terjadi saat berangkat dan pulang bekerja.
"Fasilitas umum perlu digalakkan lagi. Sudah bagus tapi perlu dibanyakin lagi armadanya," lanjut dia.
Selain itu, Syarif juga berharap pemimpin Jakarta ke depan dapat menindak tegas para pengguna jalan yang tidak taat aturan.
Sebab, salah satu alasan Jakarta macet adalah karena orang-orang tidak mau mengikuti rambu-rambu yang ada.
"Yang bikin macet itu karena orang yang lawan peraturan. Kadang lampu (lalu lintas) merah, dia tetap jalan. Jadi, yang sebelah sini ketahan. (Ada juga) yang lawan arah. Itu sih bikin macet. Masuk jalur busway (Transjakarta) juga,” lanjut Syarif.
Lain halnya dengan Silvi (54), warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia berharap gubernur terpilih Jakarta nanti bisa menghapus praktik pungutan liar (pungli) yang menjamur dari RT hingga ke tingkat di atasnya.
"Sekarang kan masih banyak pungli, dari masalah RT/RW semuanya. Dari bawah sampai ke atas. Kalau atas tegas, bawah kan takut," ujar Silvi saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Silvi mengatakan, praktik pungli bisa dihapuskan selama pemimpin tertinggi memiliki keinginan kuat. Ia menilai, hal ini sudah dibuktikan pada masa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menduduki kursi DKI 1.
"Zaman dia (Ahok) sebentar. Itu kan enggak sampai lima tahun, tapi lancar jaya administrasi. Kayak, kita enggak ada yang dipersulit. Kan kalau sekarang kayaknya sudah balik tuh kayak dulu," kata Silvi lagi.
Pada saat Ahok memimpin Jakarta, Silvi mengaku tak pernah dipersulit saat harus mengurus surat-surat di kelurahan.
Tidak berbicara soal infrastruktur maupun fasilitas, Fajar (51), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan hanya berharap pemimpin Jakarta yang selanjutnya bisa memberikan perhatian ke seluruh wilayah, tanpa terkecuali.
Ia mengaku wilayah tempat tinggalnya menjadi salah satu tempat yang sudah diperhatikan oleh gubernur-gubernur terdahulu. Tapi, daerah permukiman lain justru terabaikan.
"Timur sama Utara itu seperti enggak kepegang. Sekarang sudah ada PIK baru mulai bagus namanya (Jakarta Utara). Kalau untuk Tanjung Priok, itu masih kayak dulu-dulu," ujar Fajar saat ditemui di Jalan MH Thamrin.
Senada dengan Fajar, Kevin (42), warga Cengkareng, Jakarta Barat juga berharap agar gubernur DKI Jakarta rajin blusukan ke kampung-kampung. Dia berharap, wilayah yang dibangun bukan hanya pusat kota saja. Tapi, sampai ke daerah pinggiran.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024, dalam sidang paripurna yang digelar, Rabu (7/8/2024).
Dalam sidang itu, APBD DKI Jakarta tahun 2024 disepakati naik sebesar 4,6 persen, dari Rp 81,71 triliun menjadi Rp 85,47 triliun.
Kenaikan itu didasarkan pada peningkatan pendapatan daerah, mulai dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta PAD lain yang sah.
Dikutip dari Kompas.id, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, kenaikan anggaran akan digunakan untuk mendorong implementasi strategi dan arah kebijakan pembangunan.
Beberapa sektor yang akan diguyur anggaran, yakni pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, layanan dasar perkotaan seperti penanggulangan banjir, penanganan kemacetan, dan penanganan sampah.
Anggaran juga digunakan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan adaptasi tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha berbasis pengalaman, serta mendorong nilai tambah dalam pengendalian dampak resesi ekonomi ke depan.
Selain itu, anggaran akan dimanfaatkan untuk pemulihan ekosistem kota dan implementasi pembangunan rendah karbon, serta pengurangan ketimpangan melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan jaminan perlindungan sosial.
Anggaran juga dipakai untuk meningkatkan kualitas aksesibilitas dan kemudahan layanan masyarakat serta pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan kualitas dan harapan hidup melalui perbaikan kesehatan perkotaan.
Jakarta sendiri akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada November 2024 mendatang.
Per hari ini, sejumlah nama digadang-gadang maju sebagai sosok yang akan menjadi tumpuan harapan warga Jakarta. Antara lain, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Basuki Tjahaja Purnama.
Pendaftaran peserta pilkada akan dibuka selama tiga hari, yakni 27 hingga 29 Agustus 2024.
Besar harapan pemimpin Jakarta ke depan mampu mengelola kota dengan baik demi kenyamanan sekaligus kemakmuran warganya.
Jumlah penumpang moda Light Rail Transit (LRT) Jakarta pada Juni 2024 meningkat 6,38 persen dibanding bulan sebelumnya, Mei. Namun, kata Kepala Badan ... [317] url asal
Jakarta (ANTARA) - Jumlah penumpang moda Light Rail Transit (LRT) Jakarta pada Juni 2024 meningkat 6,38 persen dibanding bulan sebelumnya, Mei.
Namun, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta Nurul Hasanudin dalam siaran langsung di laman YouTube BPS DKI Jakarta, Kamis, jika dibandingkan Juni 2023, maka kenaikannya mencapai 22,26 persen.
Ia menjelaskan, jumlah penumpang LRT Jakarta sepanjang Juni 2024 tercatat sebanyak 102.707 orang.
"Ini tentunya patut kita syukuri ada peningkatan jumlah penumpang yang memanfaatkan moda LRT ini. Ini juga menjadi harapan agar moda transportasi massal itu bisa menjawab bagaimana strategi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta," kata dia.
Nurul melanjutkan, total perjalanan LRT Jakarta pada Juni 2024 yakni sebanyak 6.117 perjalanan, turun 3,27 persen dibandingkan Mei 2024. Namun, total perjalanan tersebut meningkat 0,31 persen dibandingkan Juni 2023.
Sementara itu, jumlah penumpang MRT Jakarta pada Juni 2024 sebanyak 3.474.541 orang atau naik 9,41 persen dibandingkan Mei 2024.
"Dan jumlah penumpang mengalami peningkatan 28,22 persen dibandingkan Juni 2023 (year on year)," kata dia.
Sementara untuk total perjalanan, tercatat mencapai 7.764 perjalanan atau turun 1,50 persen dibandingkan Mei 2024. Namun total perjalanan ini naik 0,99 persen dibandingkan Juni 2023.
Lalu, terkait perkembangan indikator moda TransJakarta, BPS DKI mencatat jumlah penumpang turun sebanyak 1,26 persen pada Juni 2024 dibandingkan Mei 2024.
Namun, bila dibandingkan dengan kondisi yang sama untuk 2023, ada kenaikan jumlah penumpang sebanyak 42,01 persen.
BPS DKI menemukan bahwa sepanjang Juni, jumlah penumpang TransJakarta mencapai 31.617.767 orang.
Adapun total bus TransJakarta yang beroperasi sepanjang Juni 2024 mencapai 4.487 unit, atau naik 1,77 persen dibandingkan Mei 2024 (month to month) dan meningkat 12,74 persen dibandingkan Juni 2023 (year on year).
"Artinya ada satu semangat agar moda TransJakarta bisa menjawab kebutuhan transportasi, akses publik untuk masyarakat di Jakarta," demikian kata Nurul.
Jumlah penumpang moda Light Rail Transit (LRT) Jakarta pada Juni 2024 meningkat 6,38 persen dibanding bulan sebelumnya, Mei. Namun, kata Kepala Badan ... [317] url asal
Jakarta (ANTARA) - Jumlah penumpang moda Light Rail Transit (LRT) Jakarta pada Juni 2024 meningkat 6,38 persen dibanding bulan sebelumnya, Mei.
Namun, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta Nurul Hasanudin dalam siaran langsung di laman YouTube BPS DKI Jakarta, Kamis, jika dibandingkan Juni 2023, maka kenaikannya mencapai 22,26 persen.
Ia menjelaskan, jumlah penumpang LRT Jakarta sepanjang Juni 2024 tercatat sebanyak 102.707 orang.
"Ini tentunya patut kita syukuri ada peningkatan jumlah penumpang yang memanfaatkan moda LRT ini. Ini juga menjadi harapan agar moda transportasi massal itu bisa menjawab bagaimana strategi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta," kata dia.
Nurul melanjutkan, total perjalanan LRT Jakarta pada Juni 2024 yakni sebanyak 6.117 perjalanan, turun 3,27 persen dibandingkan Mei 2024. Namun, total perjalanan tersebut meningkat 0,31 persen dibandingkan Juni 2023.
Sementara itu, jumlah penumpang MRT Jakarta pada Juni 2024 sebanyak 3.474.541 orang atau naik 9,41 persen dibandingkan Mei 2024.
"Dan jumlah penumpang mengalami peningkatan 28,22 persen dibandingkan Juni 2023 (year on year)," kata dia.
Sementara untuk total perjalanan, tercatat mencapai 7.764 perjalanan atau turun 1,50 persen dibandingkan Mei 2024. Namun total perjalanan ini naik 0,99 persen dibandingkan Juni 2023.
Lalu, terkait perkembangan indikator moda TransJakarta, BPS DKI mencatat jumlah penumpang turun sebanyak 1,26 persen pada Juni 2024 dibandingkan Mei 2024.
Namun, bila dibandingkan dengan kondisi yang sama untuk 2023, ada kenaikan jumlah penumpang sebanyak 42,01 persen.
BPS DKI menemukan bahwa sepanjang Juni, jumlah penumpang TransJakarta mencapai 31.617.767 orang.
Adapun total bus TransJakarta yang beroperasi sepanjang Juni 2024 mencapai 4.487 unit, atau naik 1,77 persen dibandingkan Mei 2024 (month to month) dan meningkat 12,74 persen dibandingkan Juni 2023 (year on year).
"Artinya ada satu semangat agar moda TransJakarta bisa menjawab kebutuhan transportasi, akses publik untuk masyarakat di Jakarta," demikian kata Nurul.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan 300 bus listrik dapat beroperasi pada akhir 2024.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan elektrifikasi armada sepanjang 2023, dengan 100 unit bus telah beroperasi saat ini.
“Secara bertahap terus kita tambah, tahun ini kita akan menambah 200 unit. Sehingga di akhir tahun 2024 akan ada 300 unit bus listrik yang akan beroperasi,” katanya kepada Bisnis.com, dikutip Kamis (1/8/2024).
Menurutnya, elektrifikasi armada Transjakarta akan terus berlangsung demi memenuhi target dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yakni pengoperasian 100% bus listrik pada 2030.
Hal ini juga akan berdampak terhadap peremajaan armada bus pada tahun-tahun mendatang. Pihaknya bakal melakukan peremajaan dengan langsung menggunakan bus listrik.
Welfizon menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan konsep keberlanjutan Transjakarta dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.
“Program utamanya kita melakukan elektrifikasi armada, terus kemudian juga mendorong semakin banyak orang yang shifting ke angkutan publik, termasuk Transjakarta,” sambungnya.
Selain itu, dirinya mengeklaim bahwa elektrifikasi armada bus tersebut berhasil menurunkan angka emisi dari penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan.
“Jadi ini merupakan salah satu solusi agar kita bisa mengurai kemacetan dan juga meningkatkan kualitas udara di Jakarta,” tukas Welfizon.