JAKARTA, KOMPAS.com - Risky (34), salah satu orang tua murid di SDN Kebayoran Lama 12 mengaku, tidak mendapatan kesulitan yang berarti saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk putra pertamanya.
"Sehari jadi, semuanya (PPDB) online kemarin. Dokumen juga biasa sih, enggak ada yang ribet," sebut Risky kepada Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Risky menjelaskan, ia dan sang istri hanya menghabiskan waktu kurang dari sehari dalam melakukan pendaftaran PPDB 2024.
Risky dan keluarganya tinggal di Kelurahan Pondok Pinang. Berjarak setidaknya dua kilometer dengan sekolah anaknya.
Untuk hal itu, putra Risky masih bisa mendaftarkan diri lewat jalur zonasi, namun pemeringkatan akan berdasarkan umur.
"Prioritas satu itu yang satu RT, nanti setelah itu baru yang umur. Anak saya peringkat kira-kira 50 dari sekitar 70 murid yang diterima," ujar dia.
Pasalnya, sang anak baru berusia 6 tahun 11 bulan pada Juli 2024. Sementara beberapa murid lainnya telah berusia 7 tahun.
"Kalau di sini umurnya termasuk yang ga terlalu tua umurnya, 6 tahunan, 7 tahun kurang dikit itu masih bisa lah. Kalau yang deket rumah itu, udah pada tua-tua," tambah dia.
Kata Risky, sejauh ini, ia dan keluarganya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk anaknya bisa bersekolah, kecuali untuk seragam. Uang seragam yang harus mereka keluarkan kira-kira sebesar Rp 200.000.
Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengubah aturan mengenai syarat minimal usia untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).
Kini masuk SD terutama SD Negeri tidak harus menunggu sampai enam setengah tahun. Paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan nanti sudah bisa mendaftarkan diri masuk SD.
Aturan tersebut berlaku pada saat Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 yang segera dibuka pada bulan Mei sampai Juli 2024.
Batas usia masuk sekolah tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui bahwa target mengentaskan kemiskinan ekstrem pada 2024 sulit tercapai.
Namun, dia optimistis angka penurunan eksterem di Indonesia bisa terus ditekan hingga berada di bawah 0,5 persen sampai akhir 2024.
“Untuk kemiskinan ekstrem saya optimis akhir tahun 2024 walaupun tidak 0 bunder mestinya bisa di bawah 0,5 persen,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/7/2024).
Menurut Muhadjir, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga Maret 2024 berada di angka 0,83 persen. Hal ini berdasarkan data terbaru yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Tingkat kemiskinan ekstrem itu, kata Muhadjir, mengalami penurunan 0,29 persen dibandingkan 2023 yang berada di angka 1,12 persen.
“Capaian ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan kemiskinandan kemiskinan ekstrem,” kata Muhadjir.
Maksimalkan waktu
Saat ini, lanjut Muhadjir, Kemenko PMK akan memaksimalkan sisa waktu 5 bulan hingga akhir 2024 untuk terus menekan angka kemiskinan ekstrem.
Harapannya, penurunan kemiskinan ekstrem bisa semakin dekat dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni 0 pereen.
"Semua intervensi yang sudah ada, kami optimalkan. Intervensinya dari tiga strategi, yaitu menekan angka pengeluaran keluarga miskin, menaikkan pendapatan melalui program pemberdayaan, dan kami juga mengoptimalkan penanganan kantong kemiskinan," pungkas Muhadjir.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024. Namun, target tersebut dianggap sulit untuk dicapai.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bahkan mengakui bahwa target tersebut sangat lah mustahil.
Sekretaris Eksekutif TNP2K Suprayoga Hadi menyatakan, target yang masuk akal untuk dicapai pemerintah adalah 0,5 sampai 0,7 persen kemiskinan ekstrem pada 2024.
"Kalau nol koma nol (persen) jelas impossible, jadi memang kita antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen)," kata Suprayoga di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (14/12023).
Suprayoga beralasan, tren penurunan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun tidak terlalu besar. Ia mencontohkan, kemiskinan ekstrem turun tidak lebih dari 1 persen dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada 2023.
Sementara, pemerintah hanya punya waktu kurang dari satu tahun untuk kembali menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen.
“Target kita yang lebih optimis antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen) yang realistis, tapi kalau yang benar-benar optimis sekitar 0,3 (persen)," ujar Suprayoga.
Ia menambahkan, upaya mencapai target tersebut akan dilakukan pemerintah dengan melibatkan pelaku dan mitra non-pemerintah.
Suprayoga juga menegaskan bahwa isu ini tidak boleh dianggap biasa saja karena ada potensi kenaikan tingkat kemiskinan nasional akibat inflasi.
Berikut berita populer Money Kompas.com, mulai dari penyebab ada BUMN yang keuangannya bermasalah hingga penumpang Whoosh pecahkan rekor. Halaman all [639] url asal
1. Sri Mulyani Beberkan Penyebab BUMN yang Keuangannya Sekarat
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal penyebab beberapa perusahaan milik negara keuangannya terindikasi sekarat dan terus merugi sehingga disebut BUMN sakit.
Kata Sri Mulyani, ada dua penyebab utama kenapa beberapa BUMN kinerja keuangannya terus merugi. Faktor pertama adalah karena tata kelola manajemennya yang kurang baik.
Faktor kedua yakni karena beberapa bisnis yang dijalankan sebagian perusahaan BUMN sudah tidak strategis. Di sisi lain, manajemen malah terlambat melakukan transformasi bisnisnya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut jumlah penumpang Whoosh per hari telah pecah rekor. Dari 23.847 penumpang per hari pada 4 Juli 2024, jadi 24.135 penumpang pada 5 Juli 2024.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengklaim data penumpang itu sebagai cermin dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh.
"Dan cerminan kepuasan masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh yang nyaman, cepat, dan efisien," ujar Eva dalam keterangannya, Minggu (7/7/2024).
3. Penyebab Harga Obat RI 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan soal penyebab mahalnya harga obat-obatan di Indonesia. Sebab musababnya yakni banyaknya inefisiensi distribusi.
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersiap menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2024). Rapat tersebut membicarakan tingkat pembahasan RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Bahkan menurut Budi, bila dibandingkan dengan Malaysia, harga obat di Indonesia terutama non-generik lebih mahal tiga hingga lima kali lipat. Kondisi ini yang menyebabkan biaya pengobatan untuk sejumlah penanganan penyakit di Negeri Jiran tersebut cukup terjangkau.
"Bahwa perbedaan harga obat itu 3 kali, 5 kali dibandingkan dengan di Malaysia misalnya. 300 persen kan, 500 persen," kata Budi di Jakarta dikutip dari Antara, Minggu (7/7/2024).
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk bergerak menguat sepanjang sepekan terakhir.
Pada awal pekan harga emas Antam sebesar Rp 1.363.000 per gram dan di akhir pekan menjadi Rp 1.395.000 per gram, atau naik Rp 32.000 selama sepekan.
Begitu pula pada harga buyback terjadi kenaikan Rp 29.000, yang di awal pekan dibanderol Rp 1.233.000 per gram menjadi Rp 1.262.000 per gram di akhir pekan.
Rincian harga emas Antam selengkapnya dapat disimak di sini.
5. Daftar 6 Dana Pensiun yang Dibubarkan OJK Sepanjang Semester I-2024
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membubarkan 6 dana pensiun (dapen) sepanjang semester I 2024. Hal ini dilakukan karena keenam dana pensiun tersebut tidak bisa memenuhi kewajibannya.
Adapun 6 dapen yang telah dibubarkan yaitu Dana Pensiun LEN Industri, Dana Pensiun Jasa Tirta II, Dana Pensiun Natour, Dana Pensiun Hotel Indonesia Internasional, Dana Pensiun LKBN Antara, dan Dana Pensiun Rajawali Nusantara Indonesia.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila menerangkan secara umum dana pensiun tersebut tidak dapat memenuhi ketentuan tingkat kesehatan keuangan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi 1982 menyebut lima nama yang dinilai cocok menjadi calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024.
"Nama-nama yang diusulkan di antaranya Marullah Matali, Lutfi Hakim, Zainuddin, Dailami Firdaus dan Moh. Ihsan," ungkap Ketua Umum Bamus Betawi 1982 Zainuddin dikutip dari Antara, Senin (8/7/2024).
Marullah Matali diketahui tengah menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata.
Sementara itu, Lutfi Hakim dan Moch Ihsan kini masing-masing menjabat sebagai Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) dan Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).
Adapun Dailami Firdaus merupakan Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta. Terakhir, Zainuddin adalah dirinya sendiri.
"Nama-nama tersebut akan diusulkan kepada para pimpinan partai politik," kata Zainuddin.
Usulan nama-nama ini lahir dari hasil konsolidasi Bamus Betawi 1982 dengan para sesepuh dan tokoh adat, dalam rangka menyongsong Pilkada 2024.
Mereka menekankan bahwa usulan tersebut semestinya dipandang demi keberlanjutan peradaban Betawi yang telah turun-temurun sejak 3.000 tahun lalu.
Zainuddin menuturkan, suku Betawi yang merupakan salah satu suku asli Nusantara dengan jumlah sekitar 7 juta jiwa, kini berada pada urutan keenam dari 1.340 suku di Indonesia.
"Di Jakarta sendiri, suku Betawi menempati urutan kedua, dengan jumlah sekitar 3 juta jiwa atau 27 persen dari total populasi ibu kota," kata dia.
Di dalam sistem demokrasi Indonesia, suara suku Betawi memiliki peran yang sangat menentukan, dalam pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Hal ini menjadi semakin relevan, setelah disahkannya UU Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), yang menegaskan kedudukan suku Betawi sebagai Putra Asli Daerah, dan menempatkan budaya Betawi sebagai prioritas, bersama suku-suku lain yang tinggal di Jakarta," paparnya.
Dengan kedudukan tersebut, tambah Zainuddin, suku Betawi kini memiliki hak untuk mendapat ruang, dan pelibatan langsung dalam spektrum politik dan pemerintahan.
"Semangat Vox Betawi Vox Dei, No Betawi No Party (Betawi Adalah Suara Tuhan, Tanpa Betawi Tidak Ada Pesta 'Demokrasi') menjadi seruan utama," katanya.
Melalui usulan ini, suku Betawi berharap dapat berperan lebih, dalam menentukan arah masa depan Jakarta, serta memastikan budaya dan nilai-nilai Betawi tetap terjaga, dan dihormati dalam setiap aspek kehidupan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi 1982 menyebut lima nama yang dinilai cocok menjadi calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024.
"Nama-nama yang diusulkan di antaranya Marullah Matali, Lutfi Hakim, Zainuddin, Dailami Firdaus dan Moh. Ihsan," ungkap Ketua Umum Bamus Betawi 1982 Zainuddin dikutip dari Antara, Senin (8/7/2024).
Marullah Matali diketahui tengah menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata.
Sementara itu, Lutfi Hakim dan Moch Ihsan kini masing-masing menjabat sebagai Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) dan Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).
Adapun Dailami Firdaus merupakan Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta. Terakhir, Zainuddin adalah dirinya sendiri.
"Nama-nama tersebut akan diusulkan kepada para pimpinan partai politik," kata Zainuddin.
Usulan nama-nama ini lahir dari hasil konsolidasi Bamus Betawi 1982 dengan para sesepuh dan tokoh adat, dalam rangka menyongsong Pilkada 2024.
Mereka menekankan bahwa usulan tersebut semestinya dipandang demi keberlanjutan peradaban Betawi yang telah turun-temurun sejak 3.000 tahun lalu.
Zainuddin menuturkan, suku Betawi yang merupakan salah satu suku asli Nusantara dengan jumlah sekitar 7 juta jiwa, kini berada pada urutan keenam dari 1.340 suku di Indonesia.
"Di Jakarta sendiri, suku Betawi menempati urutan kedua, dengan jumlah sekitar 3 juta jiwa atau 27 persen dari total populasi ibu kota," kata dia.
Di dalam sistem demokrasi Indonesia, suara suku Betawi memiliki peran yang sangat menentukan, dalam pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Hal ini menjadi semakin relevan, setelah disahkannya UU Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), yang menegaskan kedudukan suku Betawi sebagai Putra Asli Daerah, dan menempatkan budaya Betawi sebagai prioritas, bersama suku-suku lain yang tinggal di Jakarta," paparnya.
Dengan kedudukan tersebut, tambah Zainuddin, suku Betawi kini memiliki hak untuk mendapat ruang, dan pelibatan langsung dalam spektrum politik dan pemerintahan.
"Semangat Vox Betawi Vox Dei, No Betawi No Party (Betawi Adalah Suara Tuhan, Tanpa Betawi Tidak Ada Pesta 'Demokrasi') menjadi seruan utama," katanya.
Melalui usulan ini, suku Betawi berharap dapat berperan lebih, dalam menentukan arah masa depan Jakarta, serta memastikan budaya dan nilai-nilai Betawi tetap terjaga, dan dihormati dalam setiap aspek kehidupan.
KOMPAS.com - Dua wakil Indonesia di turnamen e-sportsMobile Legends Mid Season Cup 2024 (MSC 2024) yakni Fnatic Onic dan Evos Glory, gagal melaju ke babak playoff. Onic dan Evos gugur di fase grup.
Onic yang berada di grup B menempati posisi ketiga klasemen akhir dengan catatan satu kali menang, satu kali seri, dan satu kali kalah.
Evos Glory yang berada di grup A juga menempati posisi ketiga klasemen akhir babak grup. Evos harus menelan dua kekalahan dan satu kali seri.
Sebagai informasi, ada 16 tim e-sports yang ikut serta di MSC 2024 ini. Jumlah tim tersebut dibagi menjadi empat grup, dengan masing-masing grup berisi empat tim.
Hanya dua tim teratas yang lolos ke babak Playoff MSC 2024.
Fnatic Onic sebenarnya punya peluang besar lolos ke babak Playoff MSC 2024. Namun, tim wakil Kamboja See You Soon secara mengejutkan mengalahkan Fnatic Onic.
Berikut ini daftar lengkap tim e-sports Mobile Legends yang lolos babak playoff MSC 2024:
Grup A:
NIP Flash
Fire Flux Esports
Grup B:
Selangor Red Giants
See You Soon
Grup C:
Liquid Echo
HomeBois
Grup D:
Falcons AP.Bren
Falcon Esports
Jadwal Playoff MSC 2024
Berbeda dengan turnamen Mobile Legends yang biasanya menggunakan format upperbracket dan lowerbracket, pada babak playoff MSC 2024 ini menggunakan format single elimination bracket.
Artinya, tim e-sports yang masuk babak ini hanya punya satu kesempatan bertanding. Jika kalah, tim tersebut akan langsung tereliminasi.
Babak playoff MSC 2024 akan dilaksanakan pada 10 Juli hingga 14 Juli 2024.
Dirangkum KompasTekno dari Liquipedia, Senin (8/7/2024), pertandingan di babak playoff ini akan dilakukan dengan format Best of 5 (Bo5). Artinya, tim yang mendapat tiga kemenangan (3-0, 3-1, atau 3-2), akan lolos ke babak selanjutnya.
Berikut ini jadwal lengkap babak playoff MSC 2024:
Saat ini, pendaftaran untuk seleksi capim dan dewas KPK telah memasuki pekan ketiga atau pekan terakhir. Baru 84 orang yang telah resmi mendaftar. Halaman all [320] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas (Capim dan Dewas) Komisi Pemberian Korupsi (KPK), Arief Satria mengajak masyarakat segera mendaftarkan diri dalam seleksi Capim dan Calon Dewas KPK Periode 2024-2029.
Saat ini pendaftaran untuk seleksi tersebut telah memasuki pekan ketiga atau pekan terakhir.
"Kami mengajak putra putri terbaik bangsa untuk berpartisipasi dalam seleksi ini dengan melakukan pendaftaran. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan," ujar Arief dalam keterangan video resmi yang dilansir Kompas.com, Senin (8/7/2024).
"Sebagaimana sudah diumumkan sebelumnya bahwa batas akhir jadwal pendaftaran untuk Calon Pimpinan dan Dewas KPK adalah 15 juli 2024," ungkapnya.
Diketahui, pendaftaran seleksi Capim dan Dewas KPK dibuka selama 20 hari. Yakni sejak 26 Juni 2024 hingga 15 Juli 2024 atau awal pekan depan.
Berdasarkan data yang dihimpun pansel hingga 6 Juni 2024 pukul 11.00 WIB, tercatat ada 486 aktivitas registrasi akun untuk mendaftar sebagai Capim dan Dewas KPK.
Namun, yang telah resmi mendaftar baru 84 orang. Yakni terdiri dari 42 orang mendaftar sebagai Capim KPK dan 42 orang mendaftar sebagai Calon Dewas KPK.
Arief melanjutkan, setelah masa pendaftaran Capim dan Dewas ditutup pada 15 Juli mendatang, pansel akan melalukan seleksi administrasi pada 16-22 Juli 2024.
"Dan hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 24 Juli 2024," tambah Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Saat pendaftaran PPDB kemarin, Sukma baru berumur 6 tahun 11 bulan. Sementara, pendaftar lainnya kebanyakan sudah berusia 7 tahun. Halaman all [431] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Suhaya (36), terlihat lega melihat anaknya Sukma (6) mengikuti upacara pagi di hari pertama masuk sekolah di SDN 07 Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Pasalnya, sebelum masuk di SDN 07, Sukma telah ditolak oleh satu SD lainnya karena terhalang persyaratan usia.
“Kalau di sana (SD pilihan pertama) enggak masuk karena kalah di umur,” ujar Suhaya saat ditemui di SDN 07 Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).
Saat pendaftaran PPDB kemarin, Sukma baru berumur 6 tahun 11 bulan. Sementara, pendaftar lainnya kebanyakan sudah berusia 7 tahun.
“Bulan ini, (Sukma) baru genap 7 tahun,” imbuh Suhaya.
Meski demikian, Suhaya mengaku tidak kecewa, meski Sukma tidak masuk pada sekolah pilihan pertamanya. SDN 07 masih masuk dalam pertimbangan keluarga ketika mencari sekolah terbaik untuk Sukma.
“PPDB pilihannya tiga sekolah. Ya sudah pas di sana (sekolah pertama) enggak keterima, pas online lagi di tahap kedua, langsung ke sini,” lanjut Suhaya.
Bukan hanya Sukma, Ronaldo (6) pun sempat ditolak masuk di SDN 07 Pasar Baru. Pada tahap pertama PPDB, Ronaldo terlalu muda dan kalah saing dengan murid-murid lain.
Saat pendaftaran, Ronaldo baru berumur 6 tahun 10 bulan.
“Pas tahap ke-satu kelempar. Kan pakai sistem zonasi, tapi tetap umur yang diiniin (diprioritaskan). Umur anak saya kan belum 7 tahun. Jadi kelempar,” ujar Ibu Ronaldo, Tari (36) saat ditemui di lapangan sekolah.
Tari mengatakan, dirinya hanya memasukkan satu pilihan sekolah di sistem. Alhasil, meski Ronaldo ditolak di tahap pertama, dia berhasil masuk ke SDN 07 Pasar Baru karena saingan di tahap dua tidak banyak yang berusia 7 tahun.
“Yang penting saingannya pas daftar saja. Kalau yang daftar lebih tua-tua, kayak tahap pertama, anak saya kan muda, dia kelempar,” lanjut dia.
Mengacu pada pasal 23 ayat (1) Pergub Nomor 15 Tahun 2024 tentang penerimaan peserta didik baru, dijelaskan, usia calon peserta didik baru berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
Sementara, PPDB tahap pertama berlangsung pada 3-15 Juni 2024. Lalu, tahap kedua pada 19-22 Juni 2024.
JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana hari pertama tahun ajaran 2024/2025, di SDN Palmerah 15 Pagi, Jakarta Barat, tidak hanya ramai oleh anak-anak, tetapi juga para orangtua yang mengantar.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, Senin (8/7/2024), banyak orangtua siswa yang mengantar dan bahkan menunggui anaknya hingga ke depan kelas pada pukul 06.00 WIB.
Salah satu orangtua siswa bernama Putri (29) mengatakan, ini momen pertama kalinya ia mengantar anaknya yang baru duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD).
Putri sempat masuk mengantar anaknya hingga ke dalam kelas. Namun, tepat pukul 06.30 WIB, semua orangtua dipersilakan pihak sekolah untuk menunggu di depan pintu gerbang.
"Iya, masuknya lebih pagi jam setengah 7. Tadi sempat antar sampai masuk ke kelas, terus ini menunggu di gerbang sampai pulang," kata Putri saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (8/7/2024).
"Selama tiga hari ini pulangnya masih cepet sih jam 08.15, jadi sekalian ditunggu aja," sambung dia.
Senada dengan Putri, orangtua siswa lainnya, Lina (35), juga turut mengantar sang anak yang baru masuk SD hingga ke dalam kelas.
Tetapi, ia tidak lama menunggui anaknya tersebut lantaran ia harus mengantarkan anaknya yang lain ke sekolah.
"Untung yang kakaknya ini masuk SD swasta, jadi agak lebih siang masuknya jam 06.45," ujar Lina.
"Jadi ini langsung antar kakaknya ke sekolah, nanti balik lagi untuk jemput," ucapnya.
Adapun hari pertama masuk tahun ajaran 2024/2025 umumnya dimulai pada awal bulan Juli, meskipun setiap provinsi atau daerah bisa berbeda-beda tanggalnya.
Ujung Kasus kematian Afif Maulana masih belum tampak. Publik diminta mengawal kasus ini karena keluarga dan pengacara menilai banyak kejanggalan. Halaman all [1,685] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus kematian remaja SMP Afif Maulana di Padang, Sumatera Barat, masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan. Ujungnya belum tampak.
Di satu sisi, pihak keluarga Afif meyakini anak berusia 13 tahun itu dianiaya oleh oknum polisi. Sebab, ada sejumlah kejanggalan dan banyak lebam di tubuh Afif.
Sementara di sisi lain, pihak Polda Sumbar membantah dugaan keluarga itu. Menurut Polda Sumbar, Afif tewas akibat melompat dari jembatan ke Sungai Kuranji karena berupaya menghindari polisi.
Kasus yang berlarut-larut ini lantas mendapat sorotan dari sejumlah pihak termasuk dari DPR RI hingga ahli forensik.
"Kasusnya itu berlarut-larut ya tentu saja harus ditindaklanjuti," kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Polisi pun diminta harus segera bertindak jika ada dugaan Afif tewas karena dianiaya oknum. Apalagi kasus ini sudah menjadi atensi publik.
Sebagaimana diketahui, jenazah jenazah Afif ditemukan di Sungai Kuranji pada 9 Juni 2024.
Sebelum tewas, AM berada di jembatan Kuranji yang saat itu diduga akan terjadi aksi tawuran.
Keluarga dan pengacara keluarga pun mengungkap adanya kejanggalan dalam kematian Afif.
Banyak lebam di jenazah
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Konferensi pers ayah dan ibu Afif Maulana, Afrinaldi dan Anggun Andriani (kiri dan tengah) di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2024).
Ibunda Afif, Anggun Anggraini (32) sempat menunjukkan foto jenazah dalam konferensi pers yang diselenggarakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Senin (24/6/2024) lalu.
Dari foto yang ditampilkan, tampak ada luka lebam di hampir sekujur tubuh Afif.
Luka yang merah dan membiru itu terdapat di bagian punggung dan rusuk kiri bagian belakang. Bagian depan jenazah juga terdapat lebam yang sama pada perut bagian kiri dan tulang rusuk.
Sementara, berdasarkan investigasi dari LBH Padang sekaligus kuasa hukum keluarga Afif, didapati fakta bahwa polisi menyiksa Afif dan beberapa rekannya yang dituduh akan melakukan tawuran.
Direktur LBH Padang Indira Suryani menyebut para remaja itu diduga disiksa oleh anggota Sabhara Polda Sumbar yang tengah berpatroli pada Sabtu (8/6/2024) malam hingga Minggu dini hari.
Dari investigasi itu diketahui ada anak yang mendapat pukulan rotan, tendangan, setruman, dan sundutan rokok.
Salah satu rekan Afif, inisial A juga menjadi korban dugaan penyiksaan oleh polisi. Saat A dan Afif sedang berboncengan, mereka dihampiri beberapa orang yang diduga merupakan anggota Sabhara Polda Sumbar.
Anggota polisi itu lalu menendang sepeda motor yang dikendarai A dan Afif. Korban A kemudian ditangkap dan dibawa ke Polsek Kuranji.
”Korban A melihat korban (Afif) sempat berdiri dan dikelilingi oleh anggota Polda Sumbar yang memegang rotan. Setelah itu, korban A tidak pernah lagi melihat korban,” kata Indira seperti dikutip dari Kompas Id, 25 Juni 2024.
Menurut Indira, pihaknya mendapatkan keterangan dari tujuh saksi yang juga disiksa oleh aparat. Mereka adalah lima anak seusia Afif, termasuk A, serta dua pemuda berusia 18 tahun.
”Keterangan saksi, Afif sempat dikerumuni polisi, sempat melihat juga pemukulan terhadap Afif. Setelah itu, saksi tidak tahu lagi karena mereka juga dipukuli dan diangkut ke polsek setempat dan mendapat penyiksaan,” ujar Indira.
Keluarga diminta tanda tangan
Selain itu, keluarga Afif sempat diminta oleh polisi menandatangani surat yang berisi perjanjian agar kasus kematian Afif tidak dilanjutkan.
Hal ini diungkap oleh ayah Afif, Afrinaldi dalam konferensi pers di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, 3 Juli 2024, Ia menyebut kakek dari Afif yang diminta menandatangani surat itu.
"Iya, waktu itu kakek (diminta tanda tangan), jatuhnya itu suami Tante, Itu dia yang duluan ke Polsek. Jadi dia komunikasi sama petugas Polsek itu. Katanya disuruh menandatangani surat biar enggak menuntut," kata Afrinaldi.
Namun, pihak keluarga menolak menandatagani surat tersebut karena sudah mencium kecurigaan akan tidak wajarnya kematian Afif.
Keluarga curiga karena polisi menyebut Afif meninggal akibat akibat tawuran lalu melompat ke sungai.
Jenazah Afif tak boleh difoto
LBH Padang juga mengungkap Polsek Kuranji meminta agar keluarga tidak membesar-besarkan kematian Afif.
Polisi juga dinilai sangat kekeh menyebut Afif tewas sebagai pelaku tawuran sehingga meminta keluarganya tidak lagi menyoalkan hal tersebut.
"Lalu dibilang, keluarga diminta (diinformasikan) anaknya ini pelaku tawuran, ini meninggal karena tawuran, langsung di-framing. (keluarga diminta) jangan diangkat ini karena ini aib, pembicaraan itu berulang-ulang sejak di Polsek Kuranji," imbuh Indira.
Indira juga menyebut polisi awalnya tidak menginginkan jasad Afif diotopsi. Namun keluarga Afif bersikukuh agar jasad anaknya diotopsi untuk mencari titik terang penyebab kematiannya.
"Berikutnya ketika sepakat otopsi, dikatakan ke keluarga bahwa otopsinya di (RS) Bhayangkara saja, RS polisi ya, jangan di (RS) M Jamil karena berbayar, kalau di Bhayangkara gratis," ujar Indira.
Proses otopsi pun terasa janggal, karena tidak ada keluarga Afif yang diperkenankan menyaksikan proses itu secara transparan.
Bahkan keluarga dilarang untuk memandikan jenazah Afif. Polisi meminta agar petugas di RS Bhayangkara Kota Padang yang mengambil alih tugas keluarga itu.
"Jadi diminta pihak RS yang harus memandikan dan harus mengafani. Jadi ditinggalkan wajahnya, silakan lihat wajahnya saja gitu," kata Indira.
"Keluarga juga diwanti-wanti untuk tidak memfoto kondisi tubuh korban tadi. Serangkaian kejanggalan ini lah yang membuat kami sangat yakin dan percaya afif maulana tidak melompat, tidak terpeleset dari jembatan, dia disiksa dan mayatnya diturunkan di bawah jembatan," tandas Indira.
Duga ada "obstruction of justice"
Atas hal itu, LBH Padang pun menduga ada obstruction of justice atau perintangan penyidikan dalam proses hukum kematian Afif Maulana yang diduga disiksa oleh anggota kepolisian.
Indira mengatakan, upaya perintangan ini terlihat dari berbagai cara, salah satunya melemahkan pembuktian suatu kasus agar tidak terbukti terjadi tindak pidana.
Misalnya, polisi tidak memasang garis polisi atau police line di tempat kejadian perkara. Peristiwa yang terjadi pada 9 Juni 2024, namun garis polisi baru dipasang pada 28 Juni 2024.
Indira juga menyebut, ditemukan perubahan lingkungan tempat kejadian perkara dengan dugaan mengeruk dasar sungai sehingga ketinggian air di lokasi temuan jenazah AM berubah, dari semula 30 sentimeter menjadi 1,07 meter.
"Memberikan pernyataan lisan kepada pers akan menutup kasus, padahal semua saksi yang mengetahui dan mengalami kejadian belum diperiksa semua," ucap Indira.
Upaya lain seperti mengubah pernyataan dengan mengatakan bekas luka di tubuh Afif adalah lebam mayat dan kemungkinan trauma karena jatuh dari motor.
Pernyataan yang berubah-ubah ini, menurutnya, sengaja dilakukan. Hal lain yang menjadi sorotannya adalah soal dokter forensik RS Bhayangkara Sumbar yang tidak memberikan berita acara otopsi kepada pihak keluarga.
"Penyidik perkara tidak membuka laporan dan pemberian salinan otopsi kepada pihak keluarga," imbuh Indira.
Tak ada data CCTV Polsek Kuranji
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono juga mengatakan, kamera CCTV di Mapolsek Kuranji, Padang, tidak merekam peristiwa yang terjadi pada 9 Juni lalu.
Sebab, ada dugaan Afif sempat dibawa ke Mapolsek Kuranji dan dianiaya. Belakangan, Kapolda juga membantah Afif sempat dibawa ke Mapolsek Kuranji.
"Hal itu dikarenakan batas maksimal penyimpanan hanya 11 hari. Ini berdasarkan keterangan ahli CCTV yang memeriksanya," kata Suharyono saat jumpa pers, Minggu (30/6/2024) di Mapolda Sumbar.
Suharyono mengatakan, berdasarkan keterangan ahli, CCTV Polsek Kuranji memiliki kapasitas penyimpanan 1 terabyte dengan batas maksimal penyimpanan 11 hari.
Sementara, rekaman CCTV di Mapolsek Kuranji diserahkan untuk pemeriksaan ke Propam Polda Sumbar pada 23 Juni 2024.
"Jadi hasilnya pemeriksaan CCTV itu tidak bisa memperlihatkan kejadian pada Minggu. Namun, demikian hasil dari pemeriksaan Propam ditemukan adanya pelanggaran disiplin personel," kata Suharyono.
Pelanggaran disiplin yang dimaksud adalah dalam menangani 18 terduga pelaku tawuran, berupa pemukulan, menyulut api rokok, dan penggunaan senjata kejut listrik.
Sebanyak 18 pelaku tawuran itu diamankan dari kawasan Jembatan Kuranji lalu dibawa ke Mapolsek Kuranji sebelum ke Mapolda Sumbar.
Ahli forensik sebut Afif tak mungkin melompat
Kasus ini turut mendapat perhatian dari pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel. Ia meragukan dalil yang menyebut bahwa Afif memutuskan untuk melompat dari jembatan untuk menyelematkan diri.
Dalam analisisnya, Reza berpandangan bahwa teman sepermainan biasanya memiliki pengaruh yang sangat besar pada seorang remaja berusia 13 tahun. Pengaruh itu dalam cara berpikir dan beraktivitas.
Oleh karena itu, dia mempertanyakan jika Afif disebut melompat dari jembatan dan jatuh ke sungai.
Padahal, teman-teman lainnya yang berusia lebih tua tidak melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan diri.
"Posisi Afif dalam kegiatan pada malam tersebut sebagai pihak yang diajak. Dia diajak mengikuti kegiatan oleh teman yang beberapa tahun lebih tua daripada dirinya. Afif berumur puber, sementara temannya berusia pascapuber. Afif bukan pengendali, apalagi penginisiasi,” ujar Reza kepada Kompas.com, Minggu (7/7/2024) kemarin.
Ditambah lagi, lanjut dia, Afif termasuk dalam kondisi yang kritis dan menakutkan yakni dikejar oleh Polisi.
Oleh karenanya, Afif pasti bergantung pada mereka yang mengajaknya atau teman yang lebih tua.
Menurut Reza, faktor usia, pihak yang diajak, dan situasi kritis tersebut biasanya cenderung mendorong seseorang berpikir sangat cepat sehingga proses berpikir laksana garis lurus tanpa percabangan.
Dengan kata lain, tidak ada opsi keputusan yang bersifat majemuk.
"Opsi tunggal, yakni menyamakan diri dengan keputusan atau perilaku orang-orang lain. Sehingga, hitung-hitungan di atas kertas, kalau teman-temannya lari, maka Afif juga akan lari. Kalau teman-temannya melawan, Afif juga akan melawan dan sejenisnya,” ujarnya.
Dibantah polisi
Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono Arif meninggal karena terjun ke sungai, bukan dianiaya polisi.
Suharyono menilai Afif melompat ke sungai demi mengamankan diri dari polisi.
"Kami yakini, berdasarkan kesaksian dan barang bukti yang kuat, Afif Maulana melompat ke sungai untuk mengamankan diri, sebagaimana ajakannya ke A. Bukan dianiaya polisi. Itu keyakinan kami," ujar Suharyono kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2024).
Suharyono lantas membeberkan polisi punya bukti bahwa Afif Maulana menjadi orang yang mengajak tawuran, dengan memegang pedang panjang pada 8 Juni 2024. Sementara itu, Suharyono menyebut Afif Maulana tidak pernah ditangkap dan dibawa ke Polsek Kuranji.
"Otopsi sesuai prosedur. Dilakukan oleh ahli forensik dari RS Bukit Tinggi. Percakapan AM dengan saksi kunci jelas, bahwa AM mengajak meloncat untuk melarikan diri," imbuhnya.
Kapolda pun menyilakan pihak keluarga untuk mengeotopsi ulang jenazah Afif.
TANGERANG, KOMPAS.com - Faldo Maldini mengaku sudah mengantongi dukungan dari lima partai politik untuk mengikuti kontestasi Pilkada Tangerang 2024 sebagai bakal calon wali kota.
"Saat deklarasi dukungan oleh partai Gerindra hari minggu lalu, sejumlah partai pendukung antara lain, NasDem, PKS, dan PAN juga hadir," kata Faldo Maldini saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2024).
"Kehadiran partai-partai tersebut untuk deklarasi pencalonan saya," sambungnya.
Selain dari parpol-parpol tersebut, dia juga mengaku sudah mengantongi restu dari partainya, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Sebagai kader PSI, tentu saja telah melalui proses di internal partai dan juga komunikasi dengan partai-partai lain," ujar Faldo Maldini.
Sebelumnya, Faldo merupakan politikus PSI yang didukung Gerindra untuk maju dalam Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Tangerang 2024.
Bahkan, dia sudah mendapatkan SK bersama dengan calon kepala daerah lainnya, seperti politikus NasDem Muhammad Fadlin Akbar.
Keduanya, digadang-gadang akan menjadi pasangan pada Pilkada 2024 sebagai bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota Tangerang.
Selain Faldo dan Fadlin, ada sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju dalam bursa pencalonan wali kota dan wakil wali kota Tangerang pada Pilkada 2024.
Beberapa nama itu antara lain anak Benyamin Davnie, Erlangga Yudha Nugraha, eks Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kadisdik Tangerang Jamaluddin, Kepala BPBD Tangerang Kota Maryono Hasan, serta Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun.
Sebagai informasi, berdasarkan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, setiap partai politik atau gabungan harus memperoleh 20 persen kursi di DPRD untuk bisa mengusung kandidat.
Selain jumlah kursi, setiap partai ataupun gabungan partai bisa mencalonkan kandidatnya, jika memperoleh 25 persen suara sah pada pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat daerah.
Pada Pileg Tangerang 2024 sendiri, Partai Gerindra meraih 6 kursi, PKS 6 kursi, Nasdem 5 kursi, PAN 4 kursi dan PKS 4 kursi DPRD Kota Tangerang.
Mengetahui tipe kulit anak yang sensitif bisa diketahui setelah kontak langsung dengan produk skincare maupun tanpa kontak langsung dari produk. [431] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Kulit bayi memang cenderung lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Meski begitu, terdapat bayi yang sejak lahir sudah memiliki tipe kulit yang sensitif.
Hal ini perlu diketahui oleh kedua orangtua sejak awal kelahiran sang buah hati. Sebab, dengan mengetahuinya, orangtua bisa lebih memahami cara perawatan untuk tipe kulit sensitif.
Lantas, bagaimana caranya mengetahui apabila tipe kulit sang buah hati sensitif atau tidak?
Menanggapi hal tersebut, dokter sekaligus Product Development Pielmoist, dr. Yulia Lestari mengungkap bahwa orangtua perlu mengetahui ciri-ciri kulit sensitif yang kerap muncul.
Jika kulit si kecil terlihat kering, mudah kemerahan, dan kerap kali mengalami gangguan kulit, itu bisa jadi pertanda awal bahwa mereka memiliki tipe kulit sensitif.
“Ciri-ciri dari kulit sensitif biasanya itu terlihat kulitnya kering, kemerahan, ataupun mudah merah. Terus juga ada ruam dan gampang mengalami masalah kulit lainnya,” kata dr. Yulia kepada Kompas.com saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Meskipun kondisi tersebut umum terjadi di kulit bayi yang sensitif, tapi akan lebih mudah terlihat apabila si kecil berkontak langsung dengan produk yang tidak cocok untuk kulitnya.
“Hal itu sih sebenarnya umum terjadi pada bayi, tetapi makin gampang terlihatnya kalau misalkan ada penggunaan produk skincare ataupun kandungan skincare yang enggak cocok,” ujarnya.
Maka, ketika kamu memakaikan produk skincare dan si kecil langsung menunjukkan adanya reaksi kulit tertentu, berarti kamu harus stop pemakaian skincare tersebut.
“Reaksi iritasinya bisa cepat terlihat kalau kulitnya sensitif dengan tanda-tanda ruam, kering, dan enggak nyaman buat bayinya,” jelas dr. Yulia.
Sementara itu, dr. Yulia juga menyatakan bahwa anak dengan tipe kulit sensitif juga bisa diketahui dengan mata telanjang. Biasanya ditandai dengan kulit yang kering.
Bahkan jika keringnya sudah parah, kulit si kecil bisa mengalami pengelupasan. Oleh karenanya, kondisi ini harus segera diatasi agar kondisinya tidak semakin parah.
“Dua-duanya bisa, tanpa menggunakan kontak skincare bisa ketahuan yaitu kalau kita lihat kulitnya kering ya itu pasti ketahuan,” tandasnya.