JAKARTA, investor.id – Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten yang menelan anggaran Rp 2,2 triliun akan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede. Bendungan dengan luas genangan 1.773 hektare itu akan menopang suplai air bersih untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya di masa depan.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR l, Endra S Atmawidjaja menyampaikan, Bendungan Karian memegang peran yang sangat strategis. Tak cuma peran menjaga ketahanan pangan, tetapi juga bakal akan mampu mengalirkan air bersih ke Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tangerang, Merak, termasuk wilayah Pantura.
Sistem pipa dengan pemompaan besar bakal digunakan untuk memastikan air mengalir ke sejumlah kawasan tersebut. Sebagaimana diketahui, kualitas air tanah di wilayah-wilayah itu telah menurun dan akan semakin memburuk.
“Dengan keberadaan Bendungan Tarian ini, mudah-mudahan, insyaallah, tahun 2030 kita bisa sediakan air yang lebih baik untuk masyarakat Jakarta Barat dan Jakarta Utara, yang sekarang mayoritas sudah tercemar air laut, kemudian juga sudah sulit (air) di situ,” kata Endra saat dihubungi, pada Jumat (20/9/2024).
Endra mengakui bahwa proses pembangunan Bendungan Tarian yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Januari 2024 lalu itu tidaklah mudah. Pemerintah harus membebaskan lahan dan memindahkan masyarakat di 12 desa ke tempat lain.
“Jadi, kita menghitung, kenapa dipilih di situ? Ya, tentunya karena berbagai pertimbangan. Setiap kita melakukan kajian yang komprehensif: kajian teknis, kajian ekonomi, kajian sosial, dan lingkungan. Titik yang dipilih tentunya berdasarkan pertimbangan itu,” ungkap Endra.
Sebagai pertimbangan teknis, lokasi bendungan di Kabupaten Lebak dipilih karena punya kerentanan geologi yang rendah. Berdasarkan studi, wilayah Bendungan Karian dinilai rendah gempa dan minim patahan.
Sedangkan secara ekonomi, Bendungan Karian punya potensi besar karena mampu menyuplai air bersih dan bisa menjadi pembangkit listrik dengan kapasitas 2 megawatt. Tak luput sebagai pertimbangan, bendungan tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai destinasi pariwisata.
Aspek Sosial dan Lingkungan
Dari kacamata lingkungan, Endra menyebut tentu tak ingin bendungan yang dibangun malah merusak lingkungan. Desain proyek telah disesuaikan agar bendungan tidak merusak iklim mikro, kendati ada aspirasi supaya air tanah masyarakat disekitar akan secara alami naik sehingga tak perlu menyedot air dari jauh.
Di sisi sosial, dia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan pemaksaan saat melakukan pembebasan lahan. Artinya, masyarakat punya hak untuk menyampaikan keberatannya atau ketidaksetujuannya terhadap tanah melalui mekanisme pengadilan.
“Itu sudah diatur secara baik oleh undang-undang kita, sehingga masyarakat yang menerima penggantian tanah itu biasanya lebih sejahtera, karena mendapatkan jumlah penggantian uang dari bangunan dan tanahnya yang lebih baik,” urai Endra.
Dia bilang, pemerintah mengikuti ketentuan yang berlaku dan prosedur yang telah itata dengan baik. Termasuk melakukan kajian menyangkut harga tanah hingga memastikan terjadi proses negosiasi yang adil. Sekalipun pengadilan memutuskan harga tanah dipatok lebih tinggi dibandingkan hasil studi, pemerintah tak keberatan untuk membayar sesuai putusan pengadilan yang dimaksud.
Endra menyampaikan, Bendungan Karian adalah satu dari 61 bendungan baru yang ditargetkan dapat berdiri di Tanah Air. Bendungan ini masuk program Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, yang kemudian dilanjutkan masa Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.
“Saya kira ini bendungan yang sangat besar, ketiga terbesar di Indonesia setelah Jatiluhur dan Jatigede. Kenapa? Karena tampungannya besar sekali, yaitu 314 juta meter kubik. Kalau dibandingkan dengan yang lain, kan hanya 80 juta, 30 juta, 40 juta, 50 juta,” kata Endra.
Dia menuturkan, 314 juta meter kubik tampungan air itu akan mengaliri sawah-sawah produktif, terutama di daerah irigasi di di Pandeglang, Lebak, hingga Serang. Sawah-sawah produktif ini akan jadi tumpuan ke depan untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia.
Presiden Jokowi menyebut bendungan yang memiliki daya tampung sebesar 315 juta meter kubik dengan luas genangan 1.773 hektare tersebut mampu memberikan sejumlah manfaat kepada masyarakat di wilayah Banten dan sekitarnya.
“Ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat di Provinsi Banten serta di DKI Jakarta dan sebagian kecil di Provinsi Jawa Barat. Yang pertama, bendungan ini akan memberikan manfaat irigasi bagi 22 ribu hektare sawah,” ucap Presiden.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News