Harga kakao melonjak dua kali lipat, memicu krisis bahan baku bagi produsen cokelat menjelang Halloween. Produsen mencari solusi untuk kelangkaan ini. [336] url asal
Peningkatan harga kakao melonjak dua kali lipat sejak awal tahun ini, dan masih berada pada puncak harga tertingginya. Kenaikan harga kakao menyebabkan krisis bahan baku bagi para produsen permen dan cokelat yang tengah dikejar momen Halloween, waktu produksi cokelat terbesar dalam setahun. Bukan tidak mungkin, konsumen akan cenderung kesulitan menemukan permen dan cokelat pada momen Halloween tahun ini.
Sector Manger Well's Fargo Fargo's Agri-Food Institute David Branch menyatakan bahwa kakao tidak seperti komoditas lain. Tumbuhan ini memerlukan spesifikasi khusus untuk bisa tumbuh. Di tiga tahun terakhir, serangkaian cuaca buruk melanda Afrika Barat yang merupakan salah satu area dengan produksi 70% suplai kokoa secara global.
Peningkatan temperatur yang disebabkan badai El Nino menyebabkan stres pada tanaman kakao. Tidak cuma itu, tanaman kakao juga terinfeksi jamur yang juga mengurangi hasil panen International Cocoa Organization per Agustus 2024 sebesar 14,2%.
Salah satu produsen cokelat terbesar, Hersheys menyatakan, keuntungan yang didapat sebesar US$ 287,8 miliar terkontraksi sebesar 48,7% dibandingkan tahun lalu. Presiden Perusahaan Hersheys Michele Buck bilang bahwa harga kakao diprediksi masih akan mengarah ke harga yang lebih tinggi.
"Sejauh ini cuaca mulai membaik untuk produksi kakao tahun ini, dan akan membantu menambah suplai. Kami berharap harga kakao akan turun seiring dengan hal ini," ujar Branch, dikutip dari CNN, Minggu (21/10).
Seiring dengan sekelumit permasalahan produksi kakao yang diperkirakan terjadi hingga September 2025, produsen permen dan coklat berupaya mencari solusi dengan mengurangi gramasi produk namun dengan harga yang sama. Cara lainnya adalah dengan mengurangi penggunaan cokelat pada makanan seperti wafer atau kacang.
Produsen permen Mars menyatakan bahwa cokelat masih mendominasi preferensi konsumen. Maka, Mars memperluas produksinya dengan permen buah atau permen lunak edisi khusus Halloween untuk menyiasati kelangkaan kakao.
Dengan hal ini, National Confectioner's Association (NCA) 2024 State of Treating Report menyatakan adanya peningkatan penjualan dan produksi permen non-kakao sebesar 12,1%, sedangkan pertumbuhan penjualan coklat hanya 5,8% per 2023. Namun, penjualan cokelat masih menyokong lebih dari setengah penjualan, dengan nominal sebesar 25,9 triliun per 2023.
Bisnis.com, JAKARTA -Perusahaan pangan AS Cargill meresmikan lini produksi kakao terbaru di pabrik pengolahan Gresik, guna merespons meningkatnya permintaan pasar Asia untuk produk makanan dan minuman yang kaya rasa, serta memenuhi kebutuhan konsumen akan pengalaman multisensori.
Managing Director Cargill Food Solutions Asia Tenggara Francesca Kleemans menjelaskan bahwa produk berbasis kakao seperti coklat, roti, es krim, dan minuman ala kafe terus menjadi favorit di Asia.
Menurut studi Cargill dalam TrendTracker® 2024,, konsumen di kawasan Asia Pasifik semakin tertarik mencoba produk dengan cita rasa, aroma, dan tekstur unik, sekaligus lebih sadar akan kesehatan dan keberlanjutan.
"Kami melihat lonjakan permintaan di tahun-tahun mendatang, didorong oleh tren konsumsi yang mementingkan kualitas, kesehatan, dan tanggung jawab sosial," ujar Kleemans dalam keterangan resmi, Rabu (2/10/2024).
Bersamaan dengan peresmian lini baru ini, Cargill memperkenalkan beberapa varian produk kakao yang disesuaikan dengan selera pasar Asia.
Lini ini mampu menghasilkan produk kakao bubuk dan kakao massa dengan profil rasa unik yang mencakup berbagai preferensi konsumen.
Produk baru yang diluncurkan meliputi dua varian kakao bubuk Gerkens® dan beberapa varian kakao massa Cargill® Craft.
Pabrik pengolahan kakao Cargill di Gresik kini menjadi pusat inovasi untuk pasar Asia, memperkuat kemampuan perusahaan dalam memberikan solusi kakao yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi manufaktur terbaru, lini produksi ini memungkinkan Cargill untuk terus berinovasi dan mempercepat ekspansi di pasar Asia.
Lini baru ini, bersama dengan Cargill Cocoa Development Centre yang telah beroperasi sejak November lalu, memperkokoh posisi Gresik sebagai pusat penting dalam rantai pasokan kakao di Asia.
Francesca menambahkan, Strategi near-shoring di Asia ini sangat penting untuk mempertahankan ketersediaan pasokan dan daya saing.
“Investasi terbaru kami di Gresik diharapkan dapat mendorong kolaborasi dengan pelanggan di seluruh Asia, menjawab tantangan rantai pasokan global, serta meningkatkan daya saing produk kakao dan cokelat kami,” kata dia.
Produsen cokelat lokal asal Yogyakarta, Cokelat nDalem, menjadi salah satu UMKM yang mendapatkan pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Sejak 2012 lalu, UMKM ini telah tergabung dengan program BRILIANPRENEUR, program yang fokus pada peningkatan akses penjualan UMKM.
Cokelat nDalem didirikan pada tahun 2013 oleh pasangan muda asal Yogyakarta, Meika Hazim dan Wednes Aria Yuda. Keduanya menggabungkan ilmu di bidang Teknologi Pertanian dan Manajemen untuk membangun usaha cokelat dengan cita rasa khas Nusantara.
"Salah satu varian favorit adalah di varian rasa segernya Indonesia dan kopi Indonesia. Kalau di varian segernya Indonesia kita punya rasa rujak, es cincau jeruk nipis, dan es kelapa muda cocopandan," tutur Meika dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).
Meika berharap BRI dapat terus menjadi mitra yang terus mendukung pertumbuhan dan kemajuan sektor UMKM di Indonesia. Salah satunya melalui BRILIANPRENEUR yang bertujuan membantu UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan omset mereka.
"BRI sebagai bank besar, punya ekosistem bisnis serta telah memfasilitasi banyak UMKM, semoga BRI dapat menjadi bank mitra dari sisi UMKM yang bisa menghubungkan UMKM ke akses penjualan yang lebih besar lagi, sehingga usahanya dapat bertumbuh," ungkapnya.
Kegigihan Meika dan Yuda dalam membangun usaha serta dukungan dari BRI membawa Cokelat nDalem menjadi salah satu produsen cokelat lokal ternama di Yogyakarta. Para pencinta kuliner dapat merasakan sensasi rasa baru dan membawa pulang kenangan indah dari Yogyakarta dengan membeli oleh-oleh Cokelat nDalem yang tak hanya punya perpaduan cita rasa khas Nusantara dan kemasannya unik, tetapi juga pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Sebagaimana diketahui, BRI terus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. UMKM berperan vital dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% dan penyerapan tenaga kerja sebesar 97%. Melihat potensi tersebut, BRI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada para pelaku UMKM.
Director of Small and Medium Business BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan pihaknya memiliki program BRILIANPRENEUR, inisiatif BRI dalam memperkenalkan keunikan UMKM dan produk nasabah binaannya yang memiliki daya saing tinggi.
BRILIANPRENEUR menjadi salah satu langkah konkret BRI sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia. Menurut Amam, hasil karya anak bangsa dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain.
"Kami berharap kisah Cokelat nDalem dan UMKM lain yang berhasil go global dapat menjadi cerita inspiratif dan diikuti oleh pelaku UMKM lainnya di Indonesia," ujar Amam.
Amam mengatakan harapan tersebut selaras dengan komitmen BRI untuk mendukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui berbagai program, seperti penyaluran kredit, pembinaan, dan pemberdayaan.
Ia berharap dukungan BRI dapat membantu UMKM terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional, seperti Cokelat nDalem yang berhasil dibina oleh BRI.
Pemerintah memastikan akan mendongkrak produksi kakao lokal dengan mengembangkan industri yang melibatkan kebun rakyat untuk memenuhi kebutuhan kakao nasional.
Hal ini diperlukan untuk menekan impor bahan baku coklat tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 55% kakao yang diolah di Indonesia merupakan impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi kakao di Indonesia mencapai 641,7 ribu ton sepanjang 2023.
“Oleh karena itu, penting untuk replanting daripada kakao agar luasan kakao meningkat dan produksinya bisa dikembalikan, mungkin double,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (11/7).
Airlangga mengatakan Presiden Joko Widodo memberi arahan terkait tugas tambahan yang diberikan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Badan tersebut bertanggung jawab untuk melakukan replanting dan mengembangkan industri berbasis kakao dan kelapa.
“Yang penting dua-duanya itu adalah karena ini adalah kebun rakyat, disediakan benihnya oleh perguruan tinggi atau balai penelitian yang dibiayai oleh BPDPKS,” ujar Airlangga.
Untuk mendukung replanting tersebut akan ada fasilitas penambahan perluasan ataupun membantu kakao kebun rakyat yang direvitalisasi. Airlangga memastikan pemerintah akan mendorong riset untuk pengembangan kakao.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan , sumber dana tambahan BPDPKS dari sektor kakao akan ditarik dari tarif bea keluar maksimal 15%. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar mengatur empat kategori tarif bea keluar atas barang ekspor biji kakao.
Kategori pertama mengatur harga rata-rata internasional biji kakao di level US$ 2.000 per ton dikenakan bebas bea keluar. Sementara kakao yang memiliki harga di rentang lebih dari US$ 2.000 - US$ 2.750 per ton dikenakan tarif pungutan 5%.
Adapun biji kakao dengan harga US$ lebih dari US$ 2.750 - US$ 3.500 per ton dikenakan bea ekspor 10% dan biji kakao harga tertinggi lebih dari US$ 3.500 per ton dibebankan bea keluar 15%.
Airlangga mengatakan, besaran pungutan bea keluar untuk kakao saat ini akan dikonversikan menjadi pajak ekspor yang dikelola oleh BPDPKS. Di sisi lain, pemerintah masih belum akan menarik bea keluar komoditas kelapa karena belum ada instrumen hukum yang mengatur.