#30 tag 24jam
PNM Kembali Buka Unit Mekaar di Wilayah 3T
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). PT Permodalan Nasional Madani... | Halaman Lengkap [249] url asal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 15:18
v/17781270/
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memperluas jangkauan layanan pembiayaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro di Merauke, Papua Selatan. Langkah ini merupakan komitmen dalam memberdayakan ibu-ibu prasejahtera di wilayah 3T di Indonesia.Melalui pembukaan unit Mekaar di Rimba Jaya, Merauke, PNM memberikan pembiayaan serta pemberdayaan pada kelompok ibu-ibu prasejahtera khususnya bagi mereka yang ingin membangu usaha, telah memiliki usaha, atau ingin kembali membuka usaha yang sempat terhenti.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi berharap kehadiran PNM Mekaar di Merauke dapat diterima dengan baik dan menjadi harapan bagi ibu-ibu prasejahtera meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
"Hadirnya PNM di wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera. Kami percaya dengan adanya akses pembiayaan yang lebih dekat, mereka akan lebih mudah mengembangkan usaha dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik," ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (8/11/2024).
Dia berharap kehadiran unit Mekaar di Merauke dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian keluarga dan komunitas lokal, sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Tanah Air.
Bagi ibu-ibu yang tergabung sebagai nasabah, PNM juga memberikan pendampingan usaha dan berbagai pelatihan agar usaha mereka naik kelas. Arief menjelaskan, PNM memahami pentingnya pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya memberikan modal finansial tetapi juga modal intelektual dan sosial.
"Sebelumnya PNM juga telah membuka unit Mekaar di Natuna. Dan masih akan ada titik 3T lainnya yang kami bukakan unit Mekaar," jelas Arief.
Dorong Aktivitas Ekonomi di Wilayah 3T, Bank Indonesia Kirim Uang Rp3,6 Miliar ke Karimunjawa
Kantor Perwakilan BI Jateng mengirim uang layak edar senilai Rp3,6 miliar ke Kepulauan Karimunjawa, Jepara. [239] url asal
#bank-indonesia #uang #daerah-3t #jateng #bi-jateng #karimunjawa
(IDX-Channel - Banking) 06/11/24 10:59
v/17565295/
IDXChannel – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) mengirim uang layak edar senilai Rp3,6 miliar ke Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (6/11/2024).
Uang itu dikirim menggunakan dua kapal TNI Angkatan Laut, yakni KAL Pulau Menjangan dan KRI Ajak – 563.
Prosesi pengiriman ini digelar di Dermaga Samudera 2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Uang itu akan dikirim ke empat pulau di Karimunjawa yakni Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk dan Pulau Genting.
“Kami ingin pastikan bahwa ketersediaan uang Rupiah layak edar tercukupi di Kepulauan Karimunjawa,” kata Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, Rabu (6/11/2024).
Kegiatan itu yang mengusung tema Ekspedisi Rupiah Karimunjawa 2024 ini berkayt kerjasama BI, TNI AL dan Pemprov Jateng.
“Kita ingin pastikan di pulau-pulau terluar, terdepan, terpencil atau 3 T, memang uang Rupiah yang beredar dan dijadikan alat pembayaran, juga dijaga tingkat kelusuhannya jangan sampai uang (yang beredar di sana) terlalu lusuh,” katanya.
Pada ekspedisi ini, kata Rahmat, memungkinkan BI untuk mendorong aktivitas ekonomi di wilayah 3T melalui penyediaan uang layak edar, memperluas jangkauan pemenuhan kebutuhan uang layak edar yang berada di dalam kategori daerah blank spot yang memang selama ini belum dapat dijangkau BI maupun perbankan dalam pengedaran uang Rupiah.
Sementara itu, Komandan Lanal Semarang Letkol Laut (P) Akbar Abdullah menyebut pihaknya berbangga hati karena diberi tugas Mabes AL mendukung tugas mensukseskan Ekspedisi Rupiah.
“Waktu tempuhnya ke Karimunjawa sekitar 3 sampai 4 jam,” kata Danlanal Semarang.
(Nur Ichsan Yuniarto)
PSSI Diminta Fokus Bina Atlet Dalam Negeri dan Sudahi Naturalisasi Pemain Timnas
Kemenpora dan PSSI diminta fokus melakukan pembinaan atlet dari dalam negeri dan menyudahi program naturalisasi atlet Timnas Indonesia - Halaman all [318] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #naturalisasi-atlet #dpr-komisi-x #kemenpora-dan-pssi #pembinaan-atlet #atlet-daerah-3t #kevin-diks #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/11/24 22:23
v/17475029/
JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat Anita Jacob Gah meminta Kemenpora dan PSSI fokus melakukan pembinaan atlet dari dalam negeri dan menyudahi naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Anita berharap naturalisasi Kevin Diks, Noa Leatomu, dan Estella Loupatty merupakan pemain naturalisasi terakhir mengingat Indonesia tidak kekurangan atlet.
"Untuk Kemenpora dan PSSI kami berharap, mungkin ini agak sedikit ekstrim yah, kami berharap sebagai rakyat Indonesia sebagai wakil dari seluruh rakyat Indonesia, saya berharap bahwa semoga ini yang terakhir karena kita tidak miskin atlet," ujar Anita dalam rapat kerja dengan Kemenpora dan PSSI soal pengajuan naturalisasi pemain Timnas di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2024).
Anita mempertanyakan Kemenpora dan PSSI yang sering mengambil pemain dari luar negeri melalui proses naturalisasi. Sementara di dalam negeri, kata dia, punya banyak atlet seperti NTT yang selama ini dianggap daerah tertinggal, memiliki segudang atlet khusus untuk sepak bola dan tinju.
"Pertanyaan kami dari Demokrat, bagaimana dengan upaya dari kemenpora untuk pelatih-pelatih kita di Indonesia. Kalau memang perlu jangan atletnya kita ambil, tetapi pelatihnya dong kita ambil dari luar negeri kalau misalnya pelatih kita dianggap belum mampu untuk mencetak atlet-atlet luar biasa," imbuh dia.
Menurut Anita, kehadiran pemain naturalisasi tidak sepenuhnya membawa keberhasilan. Dia menilai, hal tersebut harus menjadi pelajaran bagi Kemenpora dan PSSI agar tidak terus menerus melakukan naturalisasi.
Dia meminta Kemenpora dan PSSI fokus membina atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia khususnya dari daerah tertinggal, yang memiliki fisik dan mental yang kuat.
"Kita juga punya atlet kok, tapi mungkin bagaimana pembinaan atlet-atlet di dalam Indonesia. Ambil atlet-atlet dari daerah-daerah 3T. Memang mereka miskin, tapi Mereka punya fisik, mental yang kuat karena apa? sudah terlatih dengan hidup yang susah dan berat. Tapi bukan berarti mereka tidak punya mental yang kuat," pungkas Anita.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Uji Coba di 80 Titik, Acuan Badan Gizi Nasional Rumuskan Standar Makan Bergizi
Badan Gizi Nasional akan membentuk unit layanan di berbagai wilayah untuk memastikan distribusi makanan bergizi gratis tepat sasaran. - Halaman all [470] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #makan-bergizi-gratis-mbg #badan-gizi-nasional-bgn #uji-coba-makan-bergizi-gratis #distribusi-makanan #daerah-3t #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/11/24 20:07
v/17469331/
JAKARTA, investor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan uji coba makan bergizi gratis (MBG) di 80 titik seluruh Indonesia. Uji coba ini diharapkan menjadi acuan standar operasional di unit-unit layanan gizi sebelum dijalankan secara nasional pada 2 Januari 2025.
Staf Ahli Kepala BGN, Ikeu Tanziha, mengungkapkan, BGN telah melakukan uji coba di 80 titik dengan melibatkan berbagai unit pelayanan seperti dapur umum dan layanan gizi mobile yang diprioritaskan untuk sekolah dan komunitas.
“Alhamdulillah, program berjalan lancar dan menjadi modal bagi perluasan di tahun depan," ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Makan Bergizi Gratis: Dari Sini Kita Mulai!', Senin (4/11).
BGN merencanakan pendirian unit layanan di berbagai wilayah untuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran, mulai dari siswa sekolah hingga kelompok rentan lainnya.
Pada tahap awal, program ini akan menyasar sekitar 15 hingga 20 juta anak di seluruh Indonesia, sesuai dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun dari RAPBN 2025.
Ia pun memastikan bahwa BGN akan mengintegrasikan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UMKM dan sektor swasta, dalam penyediaan bahan makanan bergizi lokal.
"Keterlibatan UMKM lokal sangat penting agar dana yang dialokasikan juga berdampak positif bagi ekonomi daerah. Kami ingin memastikan bahan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, BGN menggandeng Kodim di berbagai wilayah. Kodim memiliki peran strategis dalam membantu penyaluran ke wilayah-wilayah sulit jangkauan, terutama di daerah-daerah terpencil dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Di samping anak sekolah, target penerima manfaat mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan pendekatan dapur umum yang mampu melayani 2.500 hingga 3.000 anak per unit layanan.
Keberhasilan program akan dievaluasi secara berkala, termasuk melalui indikator kesehatan seperti tinggi badan dan berat badan anak, yang diukur oleh tenaga gizi di setiap unit pelayanan. Evaluasi ini nantinya akan melibatkan beberapa instansi, termasuk Puskesmas dan sekolah, dengan dukungan pengawasan dari BPOM untuk memastikan standar keamanan pangan terjaga.
"Kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam evaluasi nutrisi anak dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Semua ini dilakukan agar program berjalan dengan kualitas yang terjaga dan manfaat yang optimal," tegas Ikeu.
Program ini tentu tidak luput dari tantangan, terutama dalam aspek keberlanjutan pasokan pangan dan pengawasan implementasi di lapangan. Selain itu, terdapat tantangan dalam menyesuaikan jenis makanan dengan preferensi budaya lokal.
“Kami memastikan bahwa standar gizinya tetap, namun jenis menunya disesuaikan dengan budaya setempat, seperti penggunaan bahan pokok lokal,” jelas dia.
Melalui program makan bergizi gratis ini, pemerintah berharap tidak hanya menciptakan generasi sehat dan cerdas, juga mengurangi ketergantungan pada impor pangan dengan memaksimalkan hasil dari petani lokal. Harapannya, keberlanjutan program ini bisa didukung oleh semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
PNM Gelar Madani Entrepreneur Academy 2024, Cetak Enterpreneur Muda dari Daerah 3T
PNM meluncurkan program Madani Entrepreneur Academy (MEA) 2024 pada Senin (21/10/2024) yang diikuti oleh 1.347 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. [475] url asal
#pnm #permodalan-nasional-madani #madani-entrepreneur-academy-2024 #enterpreneur-muda #daerah-3t #advertorial #adv
(IDX-Channel - Banking) 22/10/24 11:14
v/16842324/
IDXChannel– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan program Madani Entrepreneur Academy (MEA) 2024 pada Senin (21/10/2024) di Menara PNM. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal itu juga memberikan manfaat tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga sosial, lingkungan, serta dalam hal hukum dan tata kelola yang terintegrasi, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program MEA 2024 diikuti oleh 1.347 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan, terdiri dari siswa aktif SMK/A atau MA/MAK sederajat di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 60 kelompok dengan masing-masing tiga anggota akan diseleksi dari 449 tim yang mendaftar, mencakup 293 sekolah di 125 kota/kabupaten dari 22 provinsi.
Menariknya, sebanyak 435 kelompok berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), menunjukkan semangat kewirausahaan yang luar biasa dari generasi muda di wilayah tersebut.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Direktur Bisnis PNM, Prasetya Sayukti, yang menekankan pentingnya program MEA dalam mendukung kegiatan sosial dan lingkungan.
“Entrepreneurship adalah keterampilan yang perlu kita asah. Sayangnya, masih sedikit anak muda di Indonesia yang memiliki jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu, PT PNM bersama pemerintah berupaya menciptakan ruang bagi perkembangan jiwa entrepreneur,” ujar Prasetya.
Tema MEA 2024, “Muda yang Melanjutkan,” menggambarkan keyakinan bahwa generasi muda adalah kunci untuk melanjutkan semangat kewirausahaan di tengah tantangan zaman. Melalui program ini, PNM berkomitmen memberikan dukungan dan bimbingan agar para enterpreneur muda dapat berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan solusi yang berdampak, terutama bagi mereka dari daerah 3T yang berpotensi membangun masa depan lebih baik.
MEA menawarkan pelatihan komprehensif, mulai dari manajemen bisnis dan pemasaran digital hingga pengembangan produk. Peserta juga mendapatkan akses ke mentor berpengalaman dan jaringan bisnis yang luas, membantu mereka merealisasikan ide-ide bisnis yang mungkin sebelumnya terhambat.
Pemenang Juara 1 MEA 2024 diraih oleh Tim Rancak dari SMK Negeri 3 Payakumbuh, Sumatera Barat, dengan inovasi produk homedecore berbahan dasar limbah gambir. Risti Septia, salah satu perwakilan Tim Rancak, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan ide bisnis mereka. “Kami menemukan potensi limbah gambir, sisa dari pengolahan yang sering terabaikan, dan kami bertekad mengubahnya menjadi produk berguna. Setelah dua bulan riset, kami berhasil menciptakan lampu tidur, bantal, dan kerajinan lainnya,” ungkap Risti dengan semangat.
Tim Rancak merasa bersyukur dapat mengikuti MEA. “Pelatihan ini memberi kami wawasan baru dan strategi untuk mengembangkan usaha kami. Kami berharap program MEA terus ada untuk mencetak lebih banyak enterpreneur muda dari daerah,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pemenang menerima hadiah mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 10 juta sebagai modal untuk mengembangkan portofolio bisnis mereka. PNM berkomitmen untuk terus mendukung semangat generasi muda dalam mewujudkan keberlanjutan, mengurangi kesenjangan, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
PNM optimistis pembiayaan dan pendampingan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Melalui inisiatif MEA, PNM berharap dapat mencetak enterpreneur muda yang siap menghadapi tantangan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih baik.
(ADV/Febrina Ratna)
Kemenkominfo Pacu Pemerataan Konektivitas di Wilayah 3T, Kaji Optimalisasi 5G
Kemenkominfo mengkaji potensi adopsi teknologi 5G guna menciptakan pemerataan konektivitas digital yang lebih optimal, terutama di wilayah 3T. [312] url asal
#kemenkominfo #teknologi-5g #konektivitas-digital #daerah-3t #wilayah-3t
(Bisnis.Com - Teknologi) 13/10/24 01:14
v/16377523/
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berupaya memaksimalkan penggunaan berbagai teknologi telekomunikasi, termasuk mengkaji potensi adopsi teknologi 5G guna menciptakan pemerataan konektivitas digital yang lebih optimal, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 yang juga didukung oleh program Asta Cita untuk pemerintahan berikutnya yang dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto pada periode 2024-2029.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi Mochamad Hadiyana mengatakan dalam Asta Cita, terdapat komitmen untuk membangun infrastruktur digital secara merata di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Terus komitment untuk memperkuat konektivitas digital dan memastikan penggunaan frekuensi publik sebagai sarana penyebaran informasi yang objektif dan kredibel," jelasnya, Sabtu (12/10/2024).
Kemenkominfo tengah melakukan kajian mendalam yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti akademisi, pelaku industri teknologi, operator seluler, perwakilan masyarakat, serta pemerintah guna menilai optimalisasi teknologi 5G yang dapat mempercepat pemerataan digitalisasi di masa depan.
Terbaru, dalam acara bertajuk Diskusi Kelompok Terpumpun Peningkatan Penggunaan Teknologi Broadband: Skema Pemanfaatan Teknologi 5G, dibahas beberapa teknologi 5G yang berpotensi besar di masa mendatang.
Teknologi seperti 5G Fixed Wireless Access dan 5G Private Network dinilai memiliki peluang signifikan untuk meningkatkan konektivitas bagi masyarakat. Kehadiran teknologi 5G ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah perdesaan, khususnya area 3T yang sering kali terpinggirkan.
Hadiyana menambahkan bahwa meski potensi ini ada, realisasinya sangat bergantung pada ketersediaan frekuensi khusus untuk 5G.
“Syarat utamanya adalah ketersediaan frekuensi. Untuk itu, Kementerian Kominfo diharapkan untuk dapat segera menetapkan pita-pita frekuensi untuk 5G,” katanya.
Dengan optimalisasi infrastruktur digital, diharapkan teknologi baru yang muncul dari proses digitalisasi dapat lebih mudah diadopsi. Beberapa di antaranya adalah Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data Analytics, Blockchain, Virtual Reality, serta Augmented Reality.
Dengan memaksimalkan konektivitas digital melalui teknologi-teknologi tersebut, diharapkan tercipta dampak ekonomi digital yang positif, mendukung Indonesia untuk mencapai Visi Indonesia Digital 2045.
Program Magang Pertamina Patra Niaga Inspirasi Putera Daerah
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) membuka program magang bagi para pelajar di lingkungan sekitar fuel terminal Pertamina di daerah tertinggal, terdepan dan terluar... | Halaman Lengkap [303] url asal
#magang #putra-daerah #pertamina-patra-niaga #daerah-3t
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/10/24 14:51
v/16308254/
JAKARTA - Program Magang PT Pertamina Patra Niaga (PPN) bagi para pelajar di lingkungan sekitar fuel terminal Pertamina di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) resmi ditutup pada Rabu (9/10) lalu. Melalui program ini, PPN memberikan kesempatan bagai para pelajar praktik langsung di 5 fuel terminal Pertamina Patra Niaga yaitu Fuel Terminal Sorong, Manokwari, Nabire, Namlea, dan Sanana.Sebanyak 27 pelajar mengikuti program ini selama 3 bulan dan dilibatkan dalam berbagai aktifitas yang ada di fuel terminal BBM, mulai dari penerimaan, penimbunan dan distribusi BBM; maintenance, planning & service; health safety security & environment; serta aktifitas lainnya.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PPN Mia Krishna mengatakan, program magang ini bertujuan membuka wawasan generasi muda di daerah 3T. Program ini, kata dia, juga menunjukkan bagi para putera daerah bahwa banyak peluang terbuka dengan meningkatkan disiplin dan kemampuan.
Mia mengatakan, untuk kelanjutan program magang ini, Pertamina Patra Niaga mengajak BUMN lainnya di Regional Papua-Maluku untuk berkolaborasi. Ajakan tersebut memperoleh sambutan positif ditandai dengan banyaknya BUMN yang hadir dalam penutupan program ini.
"Dengan kolaborasi, program ini akan semakin besar dan makin berdampak. Kita tidak bisa hanya berbisnis, namun BUMN juga harus hadir untuk mendorong para putra daerah untuk mampu melanjutkan pengembangan di wilayah Timur Indonesia. Dengan demikian, apa yang kita cita-citakan dalam visi Indonesia Emas 2045 dapat semakin cepat terwujud," ujar Mia dalam keterangannya, Jumat (11/10/2024).
Dari program ini terpilih 11 peserta terbaik yang didominasi pelajar perempuan. Mereka mengaku semakin tertarik dan bercita-cita menekuni dunia perminyakan ke depan. Mia menegaskan, hal itu menjadi bukti bahwa program sukses menginsiprasi para perempuan dan putera daerah.
Pada penutupan program tersebut, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Sunardi juga memberikan perhargaan kepada para guru dari sekolah asal para peserta magang dan juga para Perwira Pertamina Regional Papua Maluku yang telah membimbing seluruh peserta.
Warisan Digital Kemenkominfo Era Jokowi Mendigitalisasi Indonesia
Satu dekade digitalisasi Indonesia, dari peningkatan akses internet hingga transformasi layanan publik. Capaian dan tantangan Kemenkominfo era Jokowi. Halaman all [2,725] url asal
#internet #menkominfo #kemenkominfo #palapa-ring #keamanan-siber #jokowi #daerah-3t #budi-arie-setiadi #ibu-kota-nusantara #digitalisasi-indonesia #pusat-data-nasional #pemberantasan-judi-online
(Kompas.com) 09/10/24 22:00
v/16222646/
SELAMA satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimulai pada periode pertama 2014-2019 hingga periode kedua 2019-2024, Indonesia telah mengalami transformasi digital yang tidak hanya menyentuh sektor-sektor strategis, tetapi juga mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat dari desa hingga kota.
Di pelosok pedesaan, internet kini tak lagi menjadi barang langka. Akses yang lebih merata telah memungkinkan petani untuk menjual hasil bumi mereka secara daring, sementara di kota-kota besar, transformasi digital telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.
Dari peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan berbasis digital hingga berkembangnya ekonomi kreatif yang dipicu oleh e-commerce, transformasi ini telah membawa Indonesia ke era baru yang lebih terkoneksi dan inklusif. Digitalisasi tidak lagi sekadar mimpi, tetapi realitas yang kini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, dari Sabang hingga Merauke.
Di jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kami telah menyaksikan dan bersyukur menjadi bagian dari perjalanan menakjubkan ini. Fondasi yang kuat untuk transformasi digitalisasi di Indonesia telah dibangun. Ini merupakan prestasi yang tidak hanya membanggakan, tapi juga membuka peluang besar bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Salah satu pencapaian paling signifikan sepanjang satu dekade ini adalah peningkatan kecepatan internet. Dari kecepatan rata-rata 2,5 Mbps pada 2014, kita telah berhasil meningkatkannya hingga 25 Mbps saat ini. Lebih dari sekadar angka, ini adalah peningkatan 10 kali lipat yang telah mengubah cara masyarakat kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.
Peningkatan kecepatan internet ini sejalan dengan pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasi Kemenkominfo bersama Katadata pada September 2024, penetrasi internet di Indonesia meningkat signifikan dari 34,9 persen pada 2024 menjadi 77,02 persen pada 2022. Ini berarti lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia kini memiliki akses internet.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan alokasi spektrum frekuensi radio. Pada 2014, total spektrum yang dialokasikan hanya sebesar 294 MHz. Namun, pada 2024, alokasi ini telah meningkat hampir lima kali lipat menjadi 1.372 MHz. Peningkatan ini mencakup berbagai rentang frekuensi, termasuk band 2.300 MHz yang mengalami kenaikan dari 30 MHz menjadi 190 MHz.
Melihat ke depan, Kemenkominfo terus berupaya memenuhi kebutuhan industri telekomunikasi. Hingga 2026, industri membutuhkan tambahan spektrum frekuensi selebar 1.310 megahertz. Penambahan ini diperlukan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan seluler, termasuk untuk teknologi 5G, serta memenuhi permintaan layanan internet yang terus meningkat di masyarakat.
Namun, kami tidak ingin berhenti di sini. Kami memiliki target ambisius untuk mencapai kecepatan 100 Mbps dalam lima tahun ke depan. Ini bukan sekadar mimpi, melainkan juga komitmen kami untuk terus mendorong Indonesia ke garis depan revolusi digital global.
Pemerataan akses internet ke setiap sudut Nusantara
Transformasi digital tidak hanya soal kecepatan internet. Di bawah arahan Presiden Jokowi, Kemenkominfo juga fokus pada pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring yang telah kami selesaikan adalah bukti nyata komitmen ini.
Jaringan serat optik sepanjang 12.229 kilometer itu telah menghubungkan 57 kabupaten/kota, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selain itu, kami juga telah mengimplementasikan jaringan 5G di 56 kota dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan koneksi internet, membuka peluang baru bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital.
Meski demikian, pemerataan akses internet di seluruh Indonesia bukanlah tugas yang mudah. Setiap wilayah memiliki tantangan uniknya masing-masing, terutama di daerah, seperti Papua, yang menjadi fokus perhatian kami dalam upaya digitalisasi nasional.
Kami menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Kondisi geografis Papua yang terdiri dari pegunungan, hutan lebat, dan wilayah terpencil membuat pembangunan infrastruktur menjadi begitu menantang. Luasnya wilayah Papua, yang hampir tiga kali lipat Pulau Jawa, dengan penduduk yang tersebar, menambah kompleksitas pekerjaan kami.
Kami juga menghadapi tantangan keamanan yang serius. Pada 2022, misalnya, terjadi penembakan terhadap delapan pahlawan telekomunikasi di Kabupaten Puncak saat mereka sedang melakukan pembangunan proyek menara Palapa Ring. Tantangan serupa terus kami hadapi bahkan pada tahun berikutnya.
Meski demikian, komitmen kami untuk menyediakan konektivitas di seluruh pelosok negeri tidak pernah surut. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kemenkominfo telah bekerja keras membangun infrastruktur BTS 4G di wilayah desa/kelurahan 3T. Upaya ini telah membuahkan hasil yang signifikan.
Data menunjukkan peningkatan yang luar biasa dalam penyediaan BTS 4G oleh Bakti Kemenkominfo. Dari hanya 5 BTS pada 2015, jumlahnya meningkat secara eksponensial mencapai 6.672 BTS pada 2023. Pencapaian ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjembatani kesenjangan digital di seluruh Indonesia.
Yang menarik, pada Juni 2024, tercatat sedikit penurunan jumlah BTS menjadi 6.663 unit. Namun, ini justru menunjukkan keberhasilan program kami. Penurunan ini terjadi karena beberapa desa/kelurahan sasaran telah berhasil menarik minat operator seluler komersial untuk menyediakan layanan di wilayah mereka sehingga mengurangi kebutuhan akan BTS Bakti.
Hal itu adalah indikator positif bahwa upaya pemerataan akses telekomunikasi kami telah membuka peluang bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani.
Selain tantangan geografis dan keamanan, kami masih harus menghadapi tindakan vandalisme terhadap infrastruktur yang telah ada. Ini menjadi tantangan berkelanjutan dalam menjaga keberlangsungan layanan.
Namun, melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, kami terus berupaya memastikan bahwa tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam revolusi digital ini. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga dan memanfaatkan infrastruktur digital sebagai fasilitas bersama yang akan membawa manfaat bagi seluruh warga.
Transformasi digital layanan publik
Selain pembangunan infrastruktur digital, Kemenkominfo juga berkomitmen untuk mentransformasi cara pemerintah berinteraksi dengan masyarakat melalui digitalisasi layanan publik.
Implementasi e-government, seperti pengadopsian cloud computing, big data analytics, artificial intelligence, dan internet of things, serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah mengubah wajah birokrasi Indonesia, membawa kita satu langkah lebih dekat pada pemerintahan yang efisien dan transparan.
Implementasi itu tidak hanya mengubah cara kerja birokrasi, tetapi juga mempercepat transformasi digital di pemerintahan, serta membuat pengambilan keputusan dapat lebih cepat dan tepat sasaran. Kita juga dapat mengatasi masalah perbedaan data antar-instansi dan mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif dan efisien.
Perjalanan transformasi digital pemerintah Indonesia dimulai sejak 2003 dengan konseptualisasi e-government. Namun, langkah besar diambil pada 2018 ketika pemerintah mewajibkan seluruh instansi untuk menerapkan SPBE. Pandemi pada 2022 semakin mempercepat proses ini, mendorong pemerintah untuk menciptakan keterpaduan sektor digital.
Kini, kami tengah mengembangkan INA Digital, sebuah sistem yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada Mei 2024.
INA Digital merupakan evolusi dari SPBE yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik digital. Sistem ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu Layanan Publik Terintegrasi, Infrastruktur Publik Digital, Portal Layanan Publik, dan Portal Administrasi Pemerintah Daerah.
Untuk mendukung transformasi ini, Kemenkominfo telah menghadirkan interoperabilitas bagi 2.700 ruang server dan 24.000 aplikasi yang dikelola oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih terpadu dan efisien.
Salah satu contoh nyata transformasi ini adalah digitalisasi pembuatan e-KTP. Dulu, proses ini memakan waktu berhari-hari. Kini, berkat digitalisasi, proses yang sama bisa selesai dalam hitungan menit. Ini tidak hanya tentang kecepatan, tapi juga tentang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Lebih jauh lagi, SPBE juga menjadi fondasi dalam mewujudkan konsep smart city. Kemenkominfo telah melakukan pendampingan smart city kepada 251 kabupaten/kota sejak 2017 hingga 2024. Ini merupakan bagian dari Gerakan Menuju 100 Smart City, yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan kota.
Pusat Data Nasional (PDN) juga menjadi tulang punggung dari transformasi digital pemerintahan ini. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengolahan, dan pemulihan data terintegrasi, menjamin keamanan data, mencegah duplikasi, serta memberikan dukungan teknis kepada instansi pemerintah dalam penggunaan data.
Sesuai mandat yang diterima, Kemenkominfo sedang dalam proses membangun tiga PDN di lokasi strategis. PDN pertama berlokasi di Cikarang, yang saat ini telah mencapai progres pembangunan 85 persen dan ditargetkan beroperasi pada awal 2025. Selain itu, kami juga sedang membangun PDN kedua di Batam dengan target penyelesaian pada 2028.
PDN ketiga direncanakan akan dibangun di IKN. Saat ini, proyek ini masih dalam tahap kajian studi kelayakan (feasibility studies) dan ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir 2029.
Sambil menunggu pembangunan PDN selesai, sejak 2020 Kemenkominfo telah menginisiasi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). PDNS ini dioperasikan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dari sektor swasta, berdasarkan skema pengadaan lelang. Beberapa PDNS telah beroperasi, salah satunya berlokasi di Surabaya dan Serpong.
Perlu dicatat bahwa keamanan dan kerahasiaan lokasi pusat data menjadi prioritas utama kami. Berdasarkan studi dari berbagai negara, kami menyadari bahwa lokasi spesifik PDN sebaiknya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk melindungi aset digital nasional yang kritis.
PDN, implementasi SPBE, dan inisiatif smart city adalah ekosistem digital pemerintahan komprehensif yang sedang dibangun. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Digitalisasi juga telah membuka peluang besar terhadap perekonomian, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan akses internet yang lebih baik, mereka kini dapat dengan mudah menjangkau pasar lebih luas, mengakses informasi penting, dan melakukan transaksi lebih efisien. Ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan di Indonesia. Begitu juga di bidang pendidikan dan kesehatan.
Perlindungan data dan keamanan siber
Seiring dengan kemajuan digital, kami juga memberikan perhatian besar pada aspek keamanan. Skor Indeks Keamanan Data Indonesia telah meningkat signifikan dari 19 pada 2018 menjadi 64 pada 2023.
Dengan raihan tersebut, Indonesia berada di peringkat 49 dari 176 negara terkait Indeks Keamanan Data. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi data dan privasi warga negara.
Langkah-langkah yang kami ambil untuk meningkatkan indeks skor keamanan data ini meliputi beberapa aspek penting. Pertama, kami telah memperkuat regulasi terkait peningkatan perlindungan data pribadi, yang ditandai dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi pada 20 September 2022
Kedua, kami terus meningkatkan kapasitas infrastruktur keamanan, khususnya melalui optimalisasi PDN sesuai dengan standar keamanan internasional. Ini menjadi krusial mengingat serangan siber bisa mencapai puluhan ribu, bahkan jutaan per hari. Bahkan, di Kemenkominfo saja, kami menghadapi sekitar 10.000 serangan siber setiap harinya.
Ketiga, kami telah mengembangkan Computer Emergency Response Team (CERT) di sektor publik dan privat. Ini penting karena pengelola data pribadi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan data, tidak hanya mengandalkan Kemenkominfo.
Keempat, kami meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keamanan siber. Ini termasuk menangani insiden-insiden seperti serangan terhadap situs berita setelah mereka memberitakan tentang isu-isu sensitif, seperti judi online (judol).
Dalam rangka implementasi Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi, kami sedang mempersiapkan dua rancangan peraturan pelaksana. Yang pertama adalah Peraturan Presiden tentang Lembaga Pengawas Data Pribadi (LPDP). LPDP memiliki fungsi perumusan kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum administratif terkait perlindungan data pribadi.
Yang kedua adalah Peraturan Pemerintah tentang ketentuan pelaksanaan UU Perlindungan Data Pribadi. Saat ini, kedua rancangan ini sedang dalam pembahasan di internal pemerintah, melibatkan berbagai instansi seperti Bappenas dan Sekretariat Negara.
Kami menyadari bahwa keamanan siber dan perlindungan data pribadi adalah isu yang terus berkembang. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengoptimalkan upaya termasuk melalui peningkatan kapasitas SDM dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari sektor publik maupun swasta.
Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat membangun ekosistem digital yang aman dan tepercaya, sehingga masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital dengan nyaman dan percaya diri.
Selain itu, kami juga telah menginisiasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) untuk meningkatkan kesadaran dan kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab. Ini merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Berbicara tentang ekosistem digital, kami juga telah menyelesaikan regulasi Publisher Right. Ini merupakan tonggak penting bagi jurnalisme di era digital. Melalui Perpres Publisher Rights, kami berupaya memastikan bahwa para penerbit dan jurnalis mendapatkan perlindungan dan keadilan dalam ekosistem media yang semakin dikuasai oleh platform-platform digital.
Dalam menyusun kebijakan tersebut , kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pendekatan yang inklusif dan komprehensif. Penting untuk dicatat bahwa regulasi ini tidak berlaku bagi content creator individu, melainkan berfokus pada perlindungan media konvensional yang sering kali menghadapi tantangan berat di era digital.
Kami sangat berhati-hati untuk tidak mengintervensi kebebasan pers dalam implementasi kebijakan ini. Tujuan utamanya adalah mendukung keberlangsungan media konvensional tanpa mengorbankan independensi mereka yang sangat krusial bagi demokrasi kita.
Dengan kebijakan Publisher Rights ini, kami berharap dapat mendukung jurnalisme berkualitas dan berkelanjutan di era digital. Kemenkominfo berkomitmen untuk terus memperhatikan perlindungan hak-hak digital, termasuk hak penerbit dalam ekosistem media online yang terus berkembang
Lindungi masyarakat dengan berantas judol
Dalam upaya menciptakan ruang digital yang sehat, Kemenkominfo juga terus berusaha melakukan moderasi konten, terutama konten-konten negatif, termasuk situs dan platform yang terkait judol. Tujuannya untuk menurunkan akses masyarakat terhadap judol yang sangat merusak.
Sejak 17 Juli 2023 hingga 6 Oktober 2024, kami telah melakukan pemutusan akses terhadap 3,7 juta konten judol. Upaya ini terus berlanjut, dengan penambahan sekitar 400.000 konten yang diblokir setiap bulannya.
Selain itu, kami juga telah menangani 31.812 sisipan halaman judol pada situs lembaga pemerintah dan 31.751 sisipan halaman judi pada lembaga pendidikan, sekolah, dan kampus.
Kami ingin menekankan bahwa judol adalah penipuan terbesar bagi masyarakat. Ini bukan hanya masalah hukum, melainkan juga masalah sosial dan ekonomi yang serius. Judol meremukkan daya beli masyarakat, merusak ekonomi keluarga, dan pada akhirnya, berdampak negatif pada ekonomi negara.
Dalam upaya pemberantasan ini, kami berkolaborasi dengan berbagai lembaga. Kami bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam melakukan pemblokiran rekening dan akun e-wallet yang terkait dengan transaksi judol.
Kami juga telah membentuk satuan tugas bersama dengan 11 asosiasi dan perhimpunan sistem pembayaran nasional untuk mengorkestrasi upaya-upaya pembatasan judol secara lebih masif.
Upaya-upaya ini telah membuahkan hasil. Menurut data PPATK, akses masyarakat terhadap judol menurun hingga 50 persen pada Juli 2024. Jumlah deposit masyarakat pada situs terlarang ini turun 34,49 persen dan perputaran uang judol berkurang dari Rp 400 triliun menjadi Rp 297 triliun.
Kami memiliki strategi jangka panjang yang terbagi dalam tiga tingkat, yaitu hulu, tengah, dan hilir.
Di tingkat hulu, kami fokus pada pencegahan masif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Di tingkat menengah, kami mengoptimalkan moderasi konten dengan berbagai terobosan. Dan di tingkat hilir, kami melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Kami juga terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa judol adalah penipuan dan tidak akan membawa keuntungan. Melalui upaya-upaya ini, kami berharap dapat melindungi masyarakat dari dampak negatif judol dan menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menatap Indonesia Digital 2045
Pencapaian selama satu dekade ini hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju Indonesia Digital. Inilah rancangan teknokratis mengenai visi Indonesia Digital untuk 2045. Visi ini menjadi enabler untuk Indonesia Maju melalui digitalisasi.
Bukan sekadar mimpi, Visi Indonesia Digital 2045 adalah rencana ambisius tapi realistis untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital terdepan di Asia. Kami melihat digitalisasi tidak hanya sebagai tujuan, tetapi sebagai alat untuk mencapai kemajuan di berbagai sektor.
Tiap langkah yang kami upayakan dalam satu dekade dan target-target lainnya adalah usaha mewujudkan visi ini.
Saat ini dan ke depan, kami akan fokus pada adopsi teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, cloud computing, dan data analitik. Teknologi-teknologi ini akan menjadi penggerak utama dalam mentransformasi layanan publik, meningkatkan efisiensi pemerintahan, dan mendorong inovasi di sektor swasta.
Ingat, digitalisasi ini ada enabler-nya. Jadi Kemenkominfo terus berupaya menunjukkan akselerasi penguatan.
Transformasi digital ini krusial untuk meningkatkan daya saing nasional, membantu Indonesia keluar dari middle income trap, dan menjadikan negara kita pemain global dalam ekonomi digital.
Visi Indonesia Digital 2045 menjadi panduan kami dalam setiap kebijakan dan program. Kami berkomitmen mengakselerasi agenda digitalisasi nasional, memastikan setiap langkah membawa kita lebih dekat pada tujuan Indonesia Maju.
Dengan fondasi yang kuat ini, kita tidak hanya sekadar mengejar, tetapi juga memimpin dalam perlombaan digital global. Visi Indonesia Digital 2045 bukanlah mimpi yang jauh, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama untuk masa depan yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.
BAKTI Kominfo: 82 Persen Warga di Daerah 3 T Terkoneksi Internet
BAKTI Kominfo mengungkapkan sekitar 82,6 persen masyarakat di wilayah tertinggal telah terhubung dengan internet. [464] url asal
#bakti-kominfo #daerah-3t #internet
(CNN Indonesia) 02/10/24 19:29
v/15925323/
BAKTI Kominfo mengungkapkan sekitar 82,6 persen masyarakat di wilayah tertinggal telah terhubung dengan internet.
Data tersebut diungkap dalam Survei Penetrasi Pengguna Internet di Daerah Tertinggal Tahun 2024 yang dilakukan BAKTI Kominfo bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Data itu menyebutkan 82,6 persen penduduk atau sekitar 8.114.273 pengguna dari total 9.823.575 jiwa, telah memiliki akses internet. Angka tersebut mencakup Kabupaten Nunukan dan Kepulauan Talaud.
"Survei ini bukan hanya tentang angka, tapi cerminan dan realitas tantangan pemerataan internet seluruh Indonesia terutama di daerah 3T," kata Sekretaris APJII Pusat Zulfadly Syam pada Selasa (17/9).
Survei tersebut dilakukan pada 1.950 sampel yang diambil dari 17 provinsi dan 64 kabupaten selama Juli-September 2024.
Data itu juga membuka bahwa masyarakat di daerah tertinggal mayoritas pertama kali menggunakan internet pada usia 13-34 tahun. Penggunaan pertama mereka sebagian besar di aplikasi media sosial dan pesan instan.
Dalam survei ini disebut bahwa 99,2 persen masyarakat daerah tertinggal menggunakan internet untuk komunikasi.
Sebanyak 74,8 persen lebih sering berkomunikasi dengan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, dan Line. Sementara 25,2 persen lainnya lebih sering berkomunikasi dengan aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok.
Selain untuk berkomunikasi, masyarakat di daerah tertinggal juga menggunakan internet untuk beberapa hal, seperti mengakses layanan publik, melakukan transaksi online, bekerja atau bersekolah online, mengakses informasi atau berita, hingga mengakses konten hiburan.
Kemudian, ada juga masyarakat yang memanfaatkan internet untuk mengakses layanan keuangan, mengakses transportasi online, dan menggunakan surat elektronik.
Khusus di sektor pendidikan, ada beberapa hal yang dilakukan untuk memanfaatkan internet baik oleh siswa maupun guru.
Di sektor ini, siswa menggunakan internet untuk mengakses sumber belajar tambahan seperti video dan e-book dari internet. Kemudian, para siswa juga menggunakan internet untuk mencari informasi dan melakukan riset terkait tugas dan proyek mereka.
Sementara itu, para guru memanfaatkan internet untuk mengadakan kelas virtual melalui aplikasi video conference, mengakses dan menggunakan materi digital, hingga menggunakan pembelajaran online.
Di sektor kesehatan, sebanyak 70,8 persen wilayah telah memanfaatkan akses internet.
Penggunaan akses internet di sektor kesehatan daerah tertinggal mencakup komunikasi antar petugas kesehatan serta dengan rumah sakit rujukan melalui email atau aplikasi pesan instan; penyebaran informasi kesehatan melalui media sosial, website desa, atau aplikasi pesan singkat; dan mengakses informasi medis baru untuk pembaruan pengetahuan.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan koneksi internet di area daerah 3T memang harus diselesaikan karena selama ini terkendala sejumlah masalah, di antaranya keamanan.
"Ini kan kalau kita lihat, BAKTI memiliki proyek yang BTS 4G. Nah BTS 4G itu yang belum selesai itu adalah di wilayah-wilayah yang kahar gitu ya, di wilayah-wilayah yang secara keamanannya memang masih terkendala," ujarnya.
Oleh karena itu, sambungnya, penetrasi internet di daerah-daerah tersebut dapat menjadi prioritas setelah pelbagai daerah lainnya sudah mendapatkan koneksi teknologi tersebut.
Desa Tertinggal Butuh Lebih Banyak Literasi Digital
Desa tertinggal di daerah 3T membutuhkan lebih banyak literasi digital. Masyarakat di desa belum sepenuhnya tahu mengoptimalkan internet dengan baik. [552] url asal
#desa-tertinggal #3t #tertinggal #terdepan #terluar #daerah-3t #teknologi #literasi-digital-di-wilayah-rural #telekomunikasi #desa-tertinggal-butuh-lebih-banyak-literasi-digital
(Bisnis.Com - Teknologi) 19/09/24 14:30
v/15232465/
Bisnis.com, JAKARTA - Infrastruktur internet yang telah dibangun perusahaan swasta dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) di daerah tertinggal perlu dibarengi dengan pergelaran literasi digital, yang saat ini belum dirasakan secara maksimal oleh warga.
Masyarakat di daerah tertinggal tertarik untuk mengikuti pelatihan, sayangnya belum banyak instansi yang bersedia menggelar literasi digital di pedalaman.
Dalam Survei Penetrasi Internet di Daerah Tertinggal Tahun 2024, disebutkan bahwa dari 8,1 juta jiwa pengguna internet di wilayah tertinggal, hanya 18,3% yang pernah merasakan pelatihan digital. Sisanya sebanyak 81,7% belum pernah merasakan pelatihan.
Warga di desa mengaku pelatihan digital pernah diikuti di antaranya seputar pelatihan dasar penggunaan komputer (32,5%), pelatihan keterampilan digital untuk UMKM (20%) pelatihan dasar penggunaan internet (17,5%) pelatihan e-commerce (12,5%) dan program literasi digital untuk pelajar dan guru 7,5%.
Mengenai efektivitas program literasi digital, mayoritas responden (63,6%) mengaku bahwa hadirnya program-program tersebut cukup berdampak pada peningkatan keterampilan digital masyarakat di desa.
Kemudian, 45,5% cukup sering mengikuti pelatihan digelar oleh pemerintah dan pihak swasta.
Riset APJII juga mengungkapkan meski masyarakat desa tertinggal antusias untuk ikut pelatihan, mereka memiliki sejumlah kendala seperti sinyal internet yang tidak stabil (33,2%), biaya internet tinggi (14,4%), kurangnya perangkat memadai (18,8%), hingga kurangnya pengetahuan tentang penggunaan internet (11,2%).
Dalam Survei Penetrasi Internet di Daerah Tertinggal Tahun 2024, APJII melibatkan 1.950 responden yang tersebar di 64 kabupaten di 17 provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 899 responden (46%) berada di wilayah Papua, kemudian 414 responden (21%) berada di Nusa Tenggara Timur, dan 181 responden (9%) berada di Maluku.
Lebih lanjut mayoritas sampel responden (60%) berusia 12-43 tahun, dengan tiga pekerjaan teratas adalah Petani (18,8%), Ibu Rumah Tangga (19,5%) Pelajar/Mahasiswa (15%), Wiraswasta (8,3%) dan lain sebagainya.
Riset dilaksanakan selama periode Juli hingga September 2024, dengan menggunakan metode probability sampling.
Bakti
Dalam perkembangannya, Bakti Kemenkominfo tidak hanya membangun infrastruktur, juga mengadakan pelatihan digital hingga ke desa tertinggal.
Kepala Divisi Perencanaan dan Strategis Bakti Kemenkominfo Gumala Warman mengatakan Bakti memiliki tujuan untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat agar melek digital.
Melalui program literasi digital Empowern3T, Embrace the Digital age Lead the Change, Bakti berupaya untuk turut terlibat dalam memberdayakan masyarakat, tidak hanya membangun infrastruktur telekomunikasi.
“Maka kami menyambut baik kegiatan ini dan yakin bahwa akan banyak manfaat yang bisa dipetik untuk bekal mendapat manfaat dari ruang digital,” tutup Gumala.
Literasi Digital Empowernet, Embrace the Digital age Lead the Change digelar di Auditorium Universitas Pattimura pada Selasa, 17 September 2024 dan di Universitas Lambung Mangkurat pada 28 Agustus 2024.
EmpowerN3T merupakan sebuah program yang berfokus pada pemberdayaan, inovasi, dan konektivitas khususnya pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
EmpowerN3T menawarkan pengalaman baru bagi generasi muda untuk dapat merasakan dan menikmati kemudahan akses inovasi teknologi, melalui berbagai rangkaian kegiatan mulai dari Digitalk, Digiclass, Experience Booth, dan Entertainment.
Bakti juga membangun kapabilitas pelajar dan guru bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Ruangguru.
Dilansir dari laman Ruangguru, keduanya mengembangkan program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, Yayasan Ruangguru bersama Bakti Kemenkominfo memberdayakan para alumni-alumni dari program ITF BAKTI Kominfo periode 2019 – 2022 dalam program terbaru yaitu Program Pemberdayaan Guru Berdampak (PPGB).
PPGB berfokus pada pengembangan kompetensi guru dan menjadi agen perpanjangan dampak program melalui rancangan program pengembangan guru dan proses pembelajaran siswa.
Bumdes: Konsumsi Internet di Desa Naik, untuk Pendidikan hingga E-Commerce
Masyarakat di daerah rural makin boros dalam mengakses internet seiring dengan tingginya pemanfaatan dalam mengakses pendidikand dan berjualan online. [530] url asal
#bumdes #internet-desa #internet-bumdes #bakti #internet #3t #daerah-3t #internet-bakti #internet-di-daerah-3t #internet-bakti-di-daerah-tertinggal #konsumsi-internet-3t
(Bisnis.Com - Teknologi) 31/08/24 20:53
v/14846196/
Bisnis.com, JAKARTA - Konsumsi internet di daerah rural dan pedalaman disebut terus mengalami peningkatan seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam mengakses pendidikan hingga berjualan daring di e-commerce.
Sekretaris dan Pengelola Layanan Akses Internet Bumdes Bedono Sejahtera Rendi Setiawan mengatakan bahwa dampak kehadiran internet sangat bagus bagi desa-desa di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran infrastruktur digital membuat masyarakat memiliki pengalaman yang makin baik dalam mengakses internet.
Pengalaman tersebut kemudian membuat masyarakat pada akhirnya makin ‘haus’ terhadap data dan mulai memanfaatkan layanan data yang dihadirkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk akses pendidikan dan berjualan di e-commerce.
“Peningkatan kebutuhan internet lumayan cepat dikarenakan semua aktifitas hampir membutuhkan internet seperti pendidikan dan pekerjaan. Layanan internet paling banyak digunakan untuk pendidikan, dan pekerjaan,” kata Rendy kepada Bisnis, Sabtu (31/8/2024).
Bumdes Bedono Sejahtera berada di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Semarang, Jawa Tengah. Bumdes Bedono merupakan satu dari puluhan Bumdes yang terlibat dalam program maturasi desa melalui digitalisasi yang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).
Dalam program tersebut, Bakti bekerja sama dengan penyedia jasa internet (ISP) dan badan usaha bekerja sama dalam menyebarkan internet ke daerah rural.
Internet yang dihadirkan tersebut digunakan untuk berbagai hal seperti menjalankan tata kelola pemerintahan berbasis digital, edukasi, hingga berjualan secara daring.
Khusus untuk Bumdes Bedono, total kapasitas bandwidth yang digunakan sebesar 1 Gbps, yang telah melayani 412 pelanggan rumah, 4 pelanggan sekolah, hingga 2 instansi pemerintahan.
Rendy berharap kerja sama dengan Bakti dapat terus ditingkatkan mengingat kebutuhan terhadap layanan data terus meningkat.
“Harapan Bumdes dengan bakti adalah selalu melayani masyarakat dalam kebutuhan akses internet dan perkembangan desa mandiri serta desa digital,” kata Rendy.
Bakti telah menyalurkan internet ke 326 desa pada Mei 2024, dengan total kapasitas bandwidth mencapai 12,76 Gbps. Jumlah bandwidth yang disalurkan tersebut naik hingga 53% secara tahunan.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dari total 12,76 Gbps bandwidth yang disalurkan ke desa-desa, mayoritas (60%) berasal dari infrastruktur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring, sementara itu sisanya berasal dari jaringan tulang punggung non-Palapa Ring.
Sekadar informasi, bandwidth adalah jumlah tingkat maksimum transfer data yang melintas di atas jalur jaringan tulang punggung, seperti Palapa Ring, yang telah dibangun.
Makin banyak masyarakat di suatu wilayah mengkonsumsi internet, maka jumlah data bandwidth yang melintasi SKKL makin besar.
Peningkatan bandwidth di suatu wilayah juga bisa menjadi indikator keberhasilan bahwa infrastruktur yang dibangun memberikan dampak bagi suatu wilayah.
Dalam menyalurkan internet ke desa-desa, Bakti melibatkan puluhan Badan Usaha dan perusahaan penyedia jasa internet (ISP) sebagai rantai pasok melalui Program Kemitraan Badan Usaha.
Program Kemitraan Badan Usaha ini membuat internet yang dihadirkan Bakti tidak hanya memberdayakan masyarakat juga menggerakan perekonomian di daerah terpencil dengan keterlibatan ISP dan Badan Usaha.
Tercatat Bakti sebanyak terdapat 96 perjanjian kerja sama (PKS) Tripartit Kemitraan Badan Usaha dengan ISP yang masih berlaku pada Mei 2024. Kemudian sebanyak 65 Badan Usaha telah terkoneksi, 31 Badan Usaha dalam tahap perencanaan dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan 5 badan usaha dalam tahap perencanaan penandatangan Tripartit.
Melalui Program Kemitraan Badan Usaha, Badan Usaha dan ISP telah melayani 157 instansi pemerintah dan swasta, serta 117 sekolah dengan jaringan internet.
Bakti juga memiliki program Akses Internet, yang menghadirkan jaringan internet ke satu titik dengan menggunakan satelit.
Perkuat Dakwah Komunitas, LDK Muhammadiyah Gelar Bimtek di Kaltim
Bimtek ini bertujuan tingkatkan keterampilan para dai yang akan terjun ke daerah. [344] url asal
#ldk-muhammadiyah #dai-komunitas #dakwah-komunitas #daerah-3t #kalimantan-timur
(Republika - Khazanah) 25/08/24 11:44
v/14699283/
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) untuk puluhan mubaligh di Kalimantan Timur (Kaltim). Acara yang digelar selama tiga hari, 23-25 Agustus 2024, ini bekerja sama dengan LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim. Para pesertanya mewakili masing-masing pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) dari provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr KH Saad Ibrahim menyampaikan, bimtek ini bertujuan memperkuat ideologi dan meningkatkan keterampilan para dai komunitas. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan sistem pelaporan (reportase) dakwah secara nasional sehingga menghasilkan keseragaman dokumentasi dakwah.
"Penting untuk mewujudkan dai yang tangguh dalam menghadapi setiap tantangan dakwah. Ini dengan meneladani Rasulullah SAW dan para sahabat," kata Kiai Saad Ibrahim kepada hadirin di aula kompleks PWM Kaltim, Samarinda, Jumat (23/8/2024) malam.
"Dakwah di Muhammadiyah adalah gerakan yang harus berlanjut dengan aksi nyata. Para dai komunitas juga diharap memaksimalkan dakwah, terutama di daerah-daerah yang minoritas Muslim," sambung dia.
Di bawah arahan Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, tim pusat merumuskan materi dan mengerahkan fasilitator. Bertindak selaku master of training (MoT), Dr Tohirin disertai dengan Tommy Hidayat sebagai instruktur pendamping.
Seperti pada bimtek sebelumnya, seluruh peserta dituntut aktif mendalami materi. Mereka juga difasilitasi dengan praktik kunjungan lapangan untuk simulasi pelaksanaan dakwah komunitas. LDK PWM Kaltim dengan baik menyiapkan itu semua.
Ketua LDK PP Muhammadiyah menyatakan, pihaknya menegaskan komitmen untuk mengirim 300 dai ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) Indonesia pada tahun ini. Karena itu, seluruh mubaligh LDK Muhammadiyah perlu terus menyapa berbagai komuntas yang kerap menghadapi masalah sosial.
"Kehadiran LDK diharapkan mampu memberikan pencerahan dan kontribusi dalam menyelesaikan masalah masyarakat tempatnya berdakwah," ujar Muchamad Arifin.
Ketua PWM Kaltim KH Siswanto mengatakan, LDK Muhammadiyah berperan penting dalam melakukan penetrasi dakwah di berbagai komunitas, terutama yang sulit dijangkau oleh dai-dai umumnya. Ia pun menekankan, bimtek kini menjadi momen untuk membekali para mubaligh sebelum terjun ke lapangan.
"Acara bimtek ini diharapkan dapat menghasilkan dai-dai yang lebih siap dan tangguh dalam menjalankan misi dakwah, terutama di komunitas-komunitas yang memerlukan perhatian khusus di Kaltim," ucap Kiai Siswanto.