Bank Indonesia menawarkan insentif DP 0% untuk pembelian rumah hingga 2025. Pelajari perbedaan antara DP 0% dan DP Rp 0 serta ketentuan LTV. [618] url asal
Down payment atau uang muka merupakan salah satu biaya yang harus dibayar saat membeli rumah. Besaran DP yang harus dibayar cukup beragam, umumnya 30% dari harga properti.
Meski demikian, belakangan ini Bank Indonesia (BI) memberikan insentif DP 0% untuk pembelian rumah, baik rumah tapak, rumah susun, hingga rumah toko maupun rumah kantor. Kebijakan ini diperpanjang hingga akhir tahun 2025.
"Bank Indonesia melanjutkan ketentuan Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti paling tinggi 100% dan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank paling rendah 0% hingga Desember 2025," tulis pengumuman BI dalam Instagram resminya, seperti yang dikutip pada Kamis (24/10/2024).
Terkadang, masih banyak yang bingung apakah DP 0% sudah pasti tidak bayar uang muka atau kerap disamakan dengan DP Rp 0. Keduanya memang mirip, namun berbeda.
Apa bedanya DP 0% dengan DP Rp 0?
Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo, DP 0% berarti tetap diberlakukan DP sesuai syarat Loan to Value (LTV), namun pembayaran DP boleh diangsur tanpa dikenakan bunga. LTV merupakan jumlah pinjaman dengan nilai aset yang dibeli dengan pinjaman tersebut. Semakin tinggi LTV, maka jumlah pinjaman yang diberikan semakin besar.
Misalnya, kamu beli rumah Rp 500 juta. Jika LTV 80%, maka DP yang harus dibayar untuk beli rumah tersebut 20% atau sekitar Rp 100 juta dan pinjaman yang diberikan Rp 400 juta. Namun, jika LTV 100% maka pinjaman yang diberikan adalah 100% dari harga properti yang dibeli, alias tidak ada DP.
"Kalau LTV 100%, berarti tidak ada DP (yang dibayar)," tuturnya kepada detikcom, Jumat (25/10/2025).
Di sisi lain, DP Rp 0 berarti tidak ada pembayaran uang muka saat pembelian rumah. Dengan demikian, maka debitur bisa langsung membayar cicilan saja.
DP Rp 0 ini juga pernah diterapkan oleh Pemerintah Kota DKI Jakarta saat dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan. Di era pemerintahan Anies, ada beberapa rusun yang bisa dibeli melalui program DP Rp 0, contohnya seperti Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur dan yang ada di Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam catatan detikcom tahun 2022, rumah DP Rp 0 di Cilangkap dibanderol mulai dari Rp 200 jutaan untuk tipe hunian studio seluas 23,8 meter persegi. Sementara hunian tipe 2 kamar tidur seluas 34,3 meter persegi dijual sekitar Rp 400 jutaan. Adapun besaran bunganya 5% flat alias tidak akan berubah-ubah selama masa ciclan.
"Harga Rp 200 jutaan untuk yang tipe studio, kalau cash segitu," kata konsumen yang telah berbincang dengan tim marketing kepada detikcom, Jumat (9/9/2022).
Terkait skema DP Rp 0, konsumen tidak dipungut biaya apapun dari awal pendaftaran hingga serah terima kunci. Untuk transaksinya akan menggunakan bank DKI.
"DP Rp 0 rupiah emang nggak ada DP sama sekali, dari awal kita ikut pendaftaran, sampai nanti lolos seleksi sampai benar-benar serah terima kunci, sampai akad notaris kita nggak ngeluarin uang buat notaris," imbuhnya.
Bank Indonesia perpanjang insentif DP 0% untuk kredit rumah dan kendaraan hingga Desember 2025, dorong pertumbuhan ekonomi dan kredit yang berkelanjutan. [409] url asal
Bank Indonesia (BI) melanjutkan insentif DP 0% untuk kredit atau pembiayaan rumah hingga kendaraan bermotor. Semula insentif ini akan berakhir pada akhir tahun 2024, tetapi diperpanjang hingga 31 Desember 2025.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tujuan dari pelonggaran kebijakan makroprudensial ini untuk mendorong pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Bank Indonesia melanjutkan ketentuan Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti paling tinggi 100% dan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank paling rendah 0% hingga Desember 2025," tulis pengumuman BI dalam Instagram resminya, seperti yang dikutip pada Kamis (24/10/2024).
Mengutip dari detikFinance, LTV adalah rasio jumlah pinjaman dengan nilai aset yang dibeli dengan pinjaman tersebut. Dengan LTV 100%, artinya nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) bisa mendapatkan pinjaman senilai 100% harga rumah yang akan dibeli alias tanpa uang muka.
Lebih lanjut, pertumbuhan kredit per September 2024 lalu, tercatat sebesar 10,85% secara tahunan (yoy). Dari sisi penawaran, BI mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit didukung oleh minat penyaluran yang terjaga seiring dengan berlanjutnya realokasi alat likuid dan dukungan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI.
Di samping pertumbuhan kredit tersebut, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross mencapai 2,26% dan NPL net 0,78%.
Untuk pembiayaan syariah sendiri tumbuh 11,37% yoy per September 2024. Di segmen kredit UMKM tumbuh 5,04% yoy, lebih baik daripada capaian bulan sebelumnya.
Ketahanan sistem keuangan diklaim terjaga seiring dengan likuiditas yang memadai, terlihat dari alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) pada September 2024 sebesar 25,22%. Lalu rasio kecukupan modal (CAR) per Agustus 2024 sebesar 26,69%.
Bank Indonesia (BI) melanjutkan kebijakan insentif DP 0% untuk kredit dan pembiayaan properti berlaku sampai 31 Desember 2025. - Halaman all [304] url asal
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mengumumkan memperpanjang insentif kebijakan uang muka (down payment/DP) kredit atau pembiayaan properti hingga 0%. Kebijakan ini jadi upaya bank sentral untuk mendorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan tahun depan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan, belum lama ini.
Kebijakan DP 0% itu dituangkan BI dengan mempertahankan rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) kredit properti paling tinggi sebesar 100%. Ini memungkinkan nasabah untuk mendapatkan fasilitas kredit atau pembiayaan properti dengan DP 0%.
“Berlaku efektif 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2025,” ungkap Perry.
Untuk diketahui, kebijakan DP 0% kredit dan pembiayaan properti sejatinya telah berlaku mulai 1 Maret 2021 lalu, sebagai respons BI memacu penyaluran kredit di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan ini kemudian dievaluasi setiap tahun.
Sejak saat itu, Bank Indonesia terus melanjutkan insentif kebijakan DP 0% kredit atau pembiayaan properti sampai dengan tahun 2024 dan memutuskan untuk kembali menggelontorkan insentif tersebut pada tahun 2025 mendatang.
Berdasarkan data sementara Uang Beredar (M2), realisasi kredit properti sampai dengan kuartal III-2024 mencapai Rp 1.403,6 triliun atau meningkat 7,6% year on year (yoy). Pertumbuhan dicatatkan baik dari segmen KPR dan KPA, kredit konstruksi, maupun kredit real estate.
Secara rinci, KPR dan KPA tumbuh 10,9% (yoy) menjadi Rp 771,2 triliun. Kemudian kredit konstruksi tumbuh tipis 1,2% (yoy) menjadi Rp 1,2 triliun. Serta kredit real estate naik 9,1% (yoy) menjadi Rp 230,1 triliun hingga kuartal III-2024.
Melalui serangkaian kebijakan, Bank Indonesia yakin total kredit perbankan dapat tumbuh di batas atas 10-12% pada tahun 2024. Selanjutnya, kredit diproyeksi dapat tumbuh 11-13% pada tahun 2025.