Keluarga Miliado di Australia akhirnya menjual tanah mereka setelah 30 tahun ditawar pengembang. Tanah itu laku terjual seharga Rp 56,7 miliar. [684] url asal
Keluarga Miliado dari Adelaide, Australia tak mau menjual tanah luas mereka meski sudah ditawar banyak pengembang selama hampir 30 tahun. Nggak tanggung-tanggung, tanah itu akhirnya terjual dengan harga yang fantastis.
Dilansir dari realestate.com.au, keluarga Miliado menjual tanah yang beralamat di di 95-101 Winzor St, Salisbury. Penjualan itu dilakukan secara dengan mempertemukan 20 pengembang.
Agen penjual dari Harris Real Estate, Tom Hector dan Clinton Nguyen, sampai menggambarkan penjualan itu elang yang cepat dan kompetitif. Pada akhirnya, rumah itu laku terjual seharga AU$ 5,5 juta atau sekitar Rp 56,7 miliar (kurs Rp 10.311).
Saking banyak pengembang yang mengincar tanah tersebut, pemilik tanah semakin untung tanah terjual AU$ 2,2 juta atau Rp 22,6 miliar di atas harga panduan.
"Awalnya kami tidak yakin berapa harga yang bisa kami tawarkan untuk lahan itu dan berapa harga yang akan disetujui dewan. Namun, setelah sebagian besar pengembang melakukan uji tuntas, kami merasa yakin bahwa properti ini akan laku dilelang," kata Nguyen dikutip dari realestate.com.au, Minggu (3/11/2024).
Nguyen mengatakan tanah berupa blok yang luas seperti ini justru banyak permintaannya, khususnya dari pengembang. Nggak heran, tanah milik Keluarga Miliado menarik banyak peminat.
Tanah dan Rumah Keluarga Miliado di Adelaide, Australia Foto: Google Maps
"Namun, ternyata kami mendapatkan lebih banyak (peminat) daripada yang kami perkirakan sebelumnya," ucapnya.
"Saat ini kami melihat banyak permintaan untuk jenis lahan seperti ini. Saat berbicara dengan para pengembang, ada juga beberapa transaksi di luar pasar," lanjut Nguyen.
Hector menilai tanah seluas 1,21 hektare itu dapat dibagi menjadi 15 hingga 30 bidang tanah, tergantung pada persetujuan dewan dan preferensi pengembang. Hal ini menjadikan tanah tersebut menjadi tawaran yang menarik bagi pengembang.
"Semua peminat merupakan pengembang karena tanahnya terlalu mahal untuk digunakan, kecuali untuk pengembangan," kata Hector.
Banyak orang menghadiri acara lelang tersebut. Mereka berebut untuk membeli tanah itu sampai-sampai harga jualnya menjadi sangat mahal.
"Mungkin ada 100 orang yang hadir (dalam lelang) karena itu adalah kesempatan yang sangat unik, itulah sebabnya harganya terjual sangat mahal," imbuhnya.
Hector menceritakan tanah yang sudah lama diincar pengemban itu milik mendiang Carmelina Miliado bersama sang suami selama hampir 60 tahun. Banyak pengembang telah mengetuk pintu untuk menawarkan membeli tanah tersebut selama 30 tahun terakhir.
Namun tersebut menolak menjual rumah mereka, meskipun harga tanah dan rumah semakin mahal. Properti itu pun tak kunjung dijual oleh anak keluarga Miliado lantaran orang tuanya masih hidup pada saat itu.
"Pemiliknya tinggal di rumah itu hingga akhir hayatnya, yakni belum lama ini," ungkapnya.
"Saya diberi tahu bahwa ada pengembang yang mengetuk pintu mereka selama 30 tahun terakhir ... tetapi keluarga itu tidak menjualnya (hingga sekarang) karena ibu dan ayah mereka masih hidup," imbuhnya.
Setelah pasangan tersebut telah meninggal dunia, keluarganya baru menjual tanahnya. Keluarga Miliado sebenarnya tak ingin menjual properti itu, tetapi biaya mengelola tanah sudah terlalu mahal bagi mereka.
"Mereka berharap untuk tidak menjual properti itu, tetapi biaya (untuk mempertahankannya) sekarang terlalu tinggi bagi keluarga (Miliado). Jadi, penjualan ini sangat menyedihkan," pungkas Hector.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
Toyota-Astra Motor (TAM) menanggapi rumor kehadiran mobil elektrifikasi Veloz Hybrid di Indonesia. Sebelumnya, sinyal kehadiran mobil hybrid Toyota dengan harga yang kompetitif itu menguat lantaran NJKB-nya sudah terdaftar di Permendagri.
"Kita lagi studi beberapa produk baru yang kita akan launching beberapa bulan ke depan. Masih ada kemungkinan (produk) yang hybrid juga. Kalau untuk Veloz Hybrid, itu belum lah," ungkap Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy kepada wartawan di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta (15/10/2024).
Diketahui sinyal kehadiran mobil hybrid dengan harga kompetitif Toyota menguat dengan munculnya kode mesin W102RE-LBVFJ di Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 8 tahun 2024 Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2024.
Mobil itu diduga kuat Veloz hybrid. Dalam Permendagri itu, tercatat ada dua model yang diduga Veloz hybrid, W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS. W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT tercatat memiliki nilai jual Rp 264 juta sedangkan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS nilai jualnya Rp 284 juta.
Menurut Anton, kendati sudah terdaftar di Permendagri, bukan menjadi jaminan Veloz Hybrid akan diluncurkan di Indonesia. Bisa untuk dijual, bisa juga hanya buat kebutuhan studi.
"Itu bukan menjamin bahwa itu akan di-launching. Banyak faktor unit untuk didaftarkan. Apakah unit itu digunakan untuk studi? Apakah untuk dijual? Jadi, banyak possibility ya," sambung Anton.
Sebelumnya Anton pernah mengungkap harga mobil hybrid makin ke sini terlihat lebih terjangkau. Tapi untuk meluncurkan mobil hybrid segmen gemuk di bawah Rp 400 juta perlu kehati-hatian.
"Kan dulu hybrid harganya di atas Rp 500 juta, Zenix keluar di sekitar Rp 500 (juta), kemudian Yaris Cross sekitar Rp 400 (juta). Kita ingin ke depannya kalau bisa ada yang kompetitif lagi. Cuma kan ini butuh banyak persiapan, komunikasi, diskusi dengan prinsipal, karena ini segmen yang sangat besar di Indonesia. Jadi kita harus berhati-hati untuk memilih produk yang mana, timing yang tepat, dan lain sebagainya," ujar Anton.
Mangga Miyazaki, buah termahal di dunia, bisa mencapai Rp 51,4 juta per kg. Dikenal dengan rasa lezat dan kualitas tinggi, mangga ini berasal dari Jepang. [347] url asal
Mangga sebagai salah satu buah dari kawasan beriklim tropis yang mudah temui di Indonesia. Di Indonesia harga mangga biasanya dijual di kisaran puluhan ribu per kilogram (kg). Namun, terdapat mangga yang harga jualnya mencapai puluhan juta per kg, mangga apa itu?
Mangga Miyazaki atau 'sun eggs', mangga yang berasal dari kota Miyazaki, Jepang, menjadi mangga termahal sedunia. Harganya bahkan bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah.
Melansir The Indian Express Selasa (8/10/2024), dalam sebuah festival mangga internasional di India, mangga Miyazaki dijual dengan harga paling tinggi seharga Rs 2,75 lakh per kg atau setara Rp 51,4 juta.
Mangga Miyazaki dalam sejarahnya dimulai pada tahun 1980-an. Awalnya mangga ini ditanam oleh sekelompok peneliti dari Universirtas Miyazaki dan para petani lokal yang bekerja sama.
Saat proses tanam, para peneliti menggunakan teknik pemuliaan tradisional dan teknologi baru untuk menghasilkan mangga yang dapat tumbuh di iklim dan tanah kota Miyazaki. Eksperimen itu menghasilkan Mangga Miyazaki yang memiliki rasa sangat lezat. Mangga itu juga tahan lebih lama jika dibandingkan mangga jenis lain.
Kalau biasanya mangga berkulit hijau, namun mangga Miyazaki kulitnya berwarna kuning kemerahan cerah dan daging buah yang kuning-oranye. Mangga ini kali pertama diperkenalkan di Jepang pada Periode Meiji (1868-1912).
Miyazaki menjadi salah satu produsen buah paling banyak di Jepang yang mana salah satunya adalah mangga. Hal tersebut dipengaruhi oleh cuaca hangat, paparan sinar Matahari yang waktunya panjang, dikombinasikan dengan jumlah curah hujan yang pas.
Mengutip Tokyo Weekender, mangga Miyazaki tak langsung ditempatkan di bawah sinar matahari. Mangga jenis ini ditanam di rumah kaca dengan kontrol yang ketat dan hanya mangga tertentu yang bisa bertahan dari proses kontrol tersebut.
Adapun sekitar 80% buah yang tengah bertunas itu dipangkas dari batangnya supaya buah yang tersisa itu bisa tumbuh lebih besar dengan memakan sinar matahari dan nutrisi. Regulasi produksi buah di Jepang diatur dengan ketat untuk memastikan buah tersebut memenuhi standar kualitas sebelum dijual ke pasaran.
Standar kualitas yang dikategorikan seperti berat, ukuran, kadar gula, dan tampilan karena dipercaya untuk meningkatkan harga jualnya. Mangga Miyazaki biasanya memiliki berat lebih dari 350 gram(g).