Honda Scoopy baru telah meluncur di Indonesia, Selasa (5/11). Skuter matik tersebut merupakan model generasi keenam dan menjadi pembaruan total pertama sejak empat tahun terakhir.
Dalam catatan kami, Honda Scoopy pertama kali dikenalkan di Indonesia pada 2010 atau 14 tahun silam. Ketika itu, motor tersebut diposisikan sebagai kendaraan entry level yang identik dengan kaum Hawa.
Sejak saat itu hingga hari ini, Honda Scoopy menjadi salah satu model terlaris pabrikan di Indonesia. Bahkan, penjualannya mulai membayangi dua jagoan lainnya, yakni Honda BeAT dan Vario.
Populasi Honda Scoopy. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi mengatakan, populasi Honda Scoopy selama 14 tahun di Indonesia sudah mencapai 8,5 juta unit lebih! Hal tersebut membuktikan betapa konsumen Tanah Air mencintai skutik retro tersebut.
"Sudah ada 8,5 juta unit Honda Scoopy yang setia menemani konsumen Indonesia. Mereka yakin memilih Honda Scoopy menjadi bagian dari gaya dan penampilan mereka setiap hari," ujar Octa saat peluncuran model baru di Cikarang, Jawa Barat.
Di tempat yang sama, Thomas Wijaya selaku VP Executive PT AHM mengatakan, Scoopy masuk tiga besar penjualan tertinggi Honda di Indonesia. Kuda besi tersebut menyumbang sekira 20-23 persen dari total penjualan mereka di Tanah Air.
"Sejak meluncur memang selalu di tiga besar. Jadi, ada BeAT, Vario, kemudian Scoopy," kata Thomas.
Honda Scoopy 2017 Foto: Khairul Imam Ghozali
Setelah sukses dengan lima generasi sebelumnya, PT AHM akhirnya meluncurkan Honda Scoopy generasi keenam. Motor tersebut banyak berubah dibandingkan model sebelumnya, terutama di bagian desain atau tampilan.
Honda Scoopy baru kini menggunakan headlamp atau lampu utama dengan desain crystal block. Selain itu, sepasang seinnya punya tampilan anyar dengan posisi yang agak ke bawah.
Bagian setang Honda Scoopy baru kini tak lagi telanjang, melainkan dipasangkan cover atau pelindung tambahan. Kemudian ada aksen lubang udara baru di bagian wajah kendaraan.
Bukan hanya depan, bagian belakangnya juga berubah. Pabrikan membekalinya dengan lampu ekor baru dengan aksen lengkungan yang membelah area sentral. Sementara sepasang seinnya dibuat lebih lebar dan dominan. Kemudian pelek rodanya kini menganut model palang lima.
Fiturnya juga berubah. Honda Scoopy baru sekarang menggunakan panel instrumen full digital yang memadukan kesan retro dan canggih. Kemudian soket charger ponselnya kini mengadopsi model tipe-C.
Perubahan lainnya terdapat di console box yang kini volume-nya 4 liter atau 1,3 liter lebih lega dibandingkan generasi kelima. Hal tersebut membuat pengendara bisa menaruh barang berdimensi panjang seperti botol minum.
Honda Scoopy baru tersedia dalam empat varian berbeda, yakni Fashion dan Energetic yang dijual seharga Rp 22,5 jutaan, serta Stylish dan Prestige yang dibanderol Rp 23,3 jutaan. Seluruhnya berstatus on the road Jakarta.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan rencana BUMN di era Prabowo, fokus pada swasembada pangan dan ekonomi hijau, serta kontribusi dividen terbesar. [209] url asal
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap hal yang harus dilakukan BUMN di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Erick Thohir menjelaskannya saat menghadiri town hall meeting Kementerian BUMN pekan lalu.
Melalui Instagramnya, Erick mengatakan, lima tahun lalu BUMN fokus pada transformasi. Transformasi itu memberikan hasil yakni setoran dividen terbesar dalam sejarah.
"BUMN lima tahun lalu berfokus kepada transformasi besar-besaran. Salah satu hasilnya adalah kontribusi dividen terbesar sepanjang sejarah," tulis Erick dikutip Rabu (30/10/2024).
Erick mengatakan, BUMN akan bekerja lebih keras lagi dalam 5 tahun ke depan. Hal itu untuk mewujudkan visi Prabowo, terutama untuk mengejar target swasembada pangan hingga mewujudkan ekonomi hijau.
"Namun kami tak berpuas diri. Lima tahun ke depan, BUMN akan bekerja lebih keras lagi demi mewujudkan visi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto terutama mencapai target swasembada pangan, mendorong ketahanan energi dan menciptakan ekonomi hijau," katanya.
Dalam potongan video yang diunggah, Erick meminta agar BUMN tidak kaget. Dia bilang, BUMN akan bekerja lebih keras sesuai arahan Prabowo dalam pidatonya.
"Jangan kaget kalau nanti di pemerintahan yang hari ini dipimpin oleh Pak Prabowo kita akan tentu diharapkan kerja lebih ekstra lagi, sesuai dengan pidato bicara swasembada pangan, belum lagi solusi kepada energi, yang kita dorong ke depan ESG, salah satunya ekonomi hijau," ungkap Erick.
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) mengaku kaget dengan langkah DPR. Lembaga legislatif pusat itu memutuskan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji.
“Waktu itu Kemenag tidak bisa merespons. Banyak pertanyaan kepada kami. Dari Kemenag, kami sempat kaget, ya, munculnya Pansus Haji ini. Apalagi sampai pada level pansus angket begitu ya," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief dalam diskusi publik ‘Haji: Antara Transformasi dan Politisasi’ di Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2024.
Dia mengaku heran dengan langkah tersebut. Padahal, Kemenag sudah mempersiapkan penyelenggaraan Haji 2024 dalam waktu lama. "Kita sudah berproses cukup lama untuk mempersiapkan berbagai hal terkait dengan penyelenggaraan haji kemarin,” ungkap dia.
Meskipun begitu, Kemenag siap mengikuti proses tersebut. Bahkan, Kemenag sudah menyiapkan data yang bakal dijelaskan di Pansus Angket Haji.
“Terkait Pansus, kami mencoba menyiapkan berbagai argumen dan data maupun dokumen untuk merespons apa yang nanti akan jadi pertanyaan fundamental dari pansus tersebut,” ujar dia.
Sementara itu, Direktur Center for Economic and Democracy (Cedes) Zaenul Ula menilai komunikasi antara legislatif dan eksekutif terkait persoalan haji cenderung tidak baik. Dia meminta agar wacana pembentukan pansus haji itu murni untuk mengevaluasi permasalahan haji, bukan dijadikan alat politik bagi kalangan tertentu.
“Politik itu sehat dan baik untuk perubahan. Tetapi, politisasi itu menurut saya buruk. Politisasi agama itu buruk, lalu apa bedanya dengan politisasi haji? Itu sama. Menurut saya, (permasalahan haji) ini kalau bisa diselesaikan tim pengawas, kenapa tidak diselesaikan oleh tim pengawas saja? Hemat saya, DPR ini belum berpikir strategis,” kata Zaenul.