#30 tag 24jam
Buta dan Gemar Menghina Nabi, Pengemis Ini Akhirnya Bertobat
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, barulah pengemis ini menyadari kekhilafannya. [502] url asal
#kisah-hidayah #pengemis-yahudi-masuk-islam #penghina-nabi-bertobat #tobatnya-penghina-nabi
(Republika - Khazanah) 24/08/24 07:00
v/14613867/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu sudut dekat pintu Kota Madinah menjadi tempat mangkal seorang pengemis buta. Dia menganut kepercayaan Yahudi. Setiap kali ada orang yang mendekatinya, nenek tua ini selalu berpesan, "Jangan pernah engkau dekati Muhammad! Lelaki sialan itu adalah orang gila, pembohong, dan tukang sihir!"
Seandainya dia tidak buta, barangkali tabiat dan perangainya itu akan cepat berubah. Sebab, Rasulullah Muhammad SAW sendiri yang gemar mendatanginya.
Bukan untuk menghardiknya atau sekadar meminta klarifikasi atas hasutannya itu. Nabi SAW justru rajin datang kepadanya dengan menenteng makanan.
Tanpa bicara sepatah kata pun, beliau lantas duduk di sebelah pengemis Yahudi buta itu. Setelah meminta izin, Rasulullah SAW pun menyuapi orang tua tadi dengan penuh kasih sayang. Hal itu dilakukannya rutin, bahkan kemudian menjadi kebiasaan Nabi SAW setiap pagi.
Seiring waktu, Allah SWT memanggil beliau. Rasulullah SAW wafat. Tentu, peristiwa ini menyisakan duka yang teramat dalam di tengah para keluarga, sahabat, dan kaum Muslimin seluruhnya.
Sementara itu, kepemimpinan umat sudah berada di tangan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sang khalifah ini memang sudah bertekad untuk mengikuti tradisi dan kebijakan-kebijakan peninggalan Rasulullah SAW. Bahkan termasuk rutinitasnya sehari-hari.
Pada suatu hari, Abu Bakar berkunjung ke rumah putrinya, Aisyah. Abu Bakar bertanya kepada anaknya yang juga istri Nabi SAW itu.
"Wahai putriku, adakah satu sunnah kekasihku (Rasulullah SAW) yang belum aku tunaikan?" tanya Abu Bakar.
Aisyah pun menjawab, "Wahai ayahku, engkau adalah seorang ahli sunnah, dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum engkau lakukan kecuali satu saja".
"Apakah itu?"
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang sering duduk di sana," ungkap Aisyah.
Maka keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan. Dia pun bergegas menuju titik lokasi yang dimaksud, supaya berjumpa dengan si pengemis.
Betapa gembira Abu Bakar mendapati adanya seorang pengemis buta yang duduk di dekat sana. Setelah mengucapkan salam, Abu Bakar lalu duduk dan meminta izin kepadanya untuk menyuapinya.
Namun, di luar dugaan pengemis tadi malah murka dan membentak-bentak, "Siapakah kamu!?"
Abu Bakar menjawab, "Aku ini orang yang biasa menyuapimu."
"Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," teriak si pengemis lagi.
"Jikalau benar kamu adalah dia, maka tidak susah aku mengunyah makanan di mulutku. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu dengan mulutnya sendiri. Barulah kemudian dia menyuapiku dengan itu," terang nenek ini mengungkapkan kekesalannya.
Abu Bakar tidak kuasa menahan derai air matanya, "Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, Abu Bakar. Orang mulia itu telah tiada. Dia adalah Rasulullah Muhammad SAW."
Mendengar penjelasan Abu Bakar, pengemis tadi seketika terkejut. Dia lalu menangis keras. Setelah tenang, dia bertanya memastikan, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghina, memfitnah, dan menjelek-jelekan Muhammad. Padahal, belum pernah aku mendengar dia memarahiku sedikit pun. Dia yang selalu datang kepadaku setiap pagi dengan membawakan makanan. Dia begitu mulia."
Maka di hadapan Abu Bakar ash-Shiddiq, pengemis Yahudi buta itu mengucapkan dua kalimah syahadat. Demikianlah, dia masuk Islam karena menyadari betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW.
Kisah Addas, Budak Nasrani yang Mencium Kaki Rasulullah
Addas berikan buah kepada Nabi SAW yang sedang beristirahat usai diusir dari Thaif. [562] url asal
#addas #kisah-nabi-saw #kisah-rasulullah-saw #addas-masuk-islam #dakwah-rasulullah
(Republika - Khazanah) 24/07/24 18:41
v/11954553/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah ini terjadi pada masa ketika Nabi Muhammad SAW belum berhijrah. Kala itu, Rasulullah SAW menyebarkan risalah Islam kepada penduduk Makkah dan sekitar.
Salah satu daerah yang beliau hampiri adalah Thaif. Nabi SAW berdakwah di sana dengan penuh kesabaran dan santun.
Namun, penduduk lokal justru bersikap sangat kasar kepada beliau. Bahkan, Rasul SAW dilempari batu dan dicaci-maki. Sang Khatam al-anbiya pun pergi keluar dari Thaif dengan keadaan kaki dan tubuh penuh luka.
Pada saat itulah, datang malaikat penjaga gunung sekitar Thaif. Kepada Nabi SAW, makhluk itu berkata, "Wahai Muhammad! Angkatlah tanganmu ke langit, dan mintalah kepada Allah agar penduduk Thaif ditimpa azab. Demi Allah, aku ingin sekali melempar gunung ini kepada mereka karena tidak tega melihat engkau diperlakukan sedemikian buruk!"
Alih-alih begitu, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar kiranya hidayah Illahi melunakkan hati mereka. "Walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap padakehendak Allah. Semoga kelak keturunan mereka akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya,” kata beliau kepada pendampingnya, Zaid. Kalimat ini tentunya juga didengar si malaikat penjaga gunung.
Nabi SAW dan Zaid merasa lelah sesudah berjalan menjauh dari perbatasan Thaif. Tampaklah oleh mereka sebuah lahan perkebunan di depan. Keduanya lalu mendekati kebun anggur itu, yang belakangan diketahui adalah milik Utbah dan Syaibah, yakni anak-anak Rabi'ah.
Utbah dan Syaibah melihat kedatangan Muhammad SAW dan Zaid. Timbul rasa iba mereka kepada tamu di kebunnya itu. Para putra Rabi'ah ini lantas mengirimkan budaknya yang bernama Abbas kepada Rasul SAW dan Zaid, yang sedang berteduh di bawah pohon.
"Bawalah sekantong anggur ini, dan berikan kepada mereka," kata Utbah kepada si budak.
Sesampainya di tempat Nabi SAW dan Zaid berteduh, Addas pun memberikan amanat tuannya itu. Setelah mengucapkan terima kasih, Rasulullah SAW bersiap memakan buah anggur itu. Terlebih dahulu, beliau mengucapkan “Bismillah.”
Terkejutlah Addas mendengar kata-kata itu. "Belum pernah ada penduduk sini yang mengucapkan kalimat demikian," gumam budak ini.
“Siapa namamu?” tanya Nabi SAW.
“Addas.”
“Di mana negeri asalmu?”
“Saya dari Niniveh,” jawab Addas.
“Kota nabi yang saleh, Yunus bin Matta,” ujar Rasul SAW.
Mendengar perkataan itu, jantung Addas seperti akan copot. Bagaimana mungkin tamu nan misterius ini mengetahui soal Nabi Yunus?
“Dia itu saudaraku. Dia adalah seorang nabi yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada kaum di sana. Aku pun seorang nabi,” kata Rasulullah SAW.
Setelah itu, beliau menjelaskan tentang kisah Nabi Yunus secara lengkap. Addas mendengarnya dengan mata penuh haru.
Sesudah itu, budak tersebut seketika menundukkan badannya. Ia pun mencium tangan dan kedua kaki Rasul SAW.
Dari kejauhan, Utbah dan Syaibah menyaksikan perilaku budak mereka itu. Mereka lantas berteriak, memanggil Addas pulang.
“Mengapa kamu mencium kaki orang itu!?” tanya Utbah kepada Addas setengah membentak.
“Lelaki itu sungguh adalah manusia terbaik di muka bumi ini. Dia mengisahkan kepadaku tentang seorang nabi yang diutus kepada kaum kami. Dia menceritakan kisah yang hanya diketahui oleh seorang utusan Allah,” jawab Addas.
“Siapa yang kau maksud?”
“Yunus bin Matta,” kata dia.
“Lantas?”
“Lelaki itu juga mengatakan, dia pun adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah,” jelas budak tersebut, berterus-terang.
“Bukankah kamu seorang Nasrani?” tanya Utbah lagi.
“Ya benar.”
“Tetaplah kamu dalam agamamu! Jangan mau tertipu perkataan lelaki tadi,” ketus Utbah.
Menyadari Addas tak kembali, Rasul SAW dan pendampingnya lalu melanjutkan perjalanan kembali.
Berbagai riwayat menyebut, Addas sesudah perjumpaannya dengan Nabi SAW itu langsung menyatakan diri berislam. Kelak, sebuah masjid didirikan di dekat Thaif dan mengadopsi namanya: Masjid Addas.
Islam di Yaman, Berawal dari Nubuat Rasulullah
Rasulullah SAW sampaikan nubuat tentang tewasnya Kisra, raja Persia penguasa Yaman. [531] url asal
#islam-di-yaman #masuknya-islam-di-yaman #yaman-masuk-islam #surat-nabi-saw #nubuat-nabi-saw #nubuat-rasulullah-saw
(Republika - Khazanah) 16/07/24 19:43
v/10983695/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sesudah menyepakati Perjanjian Hudaibiyah dengan kubu Quraisy, Rasulullah SAW mulai mengirimkan surat kepada raja-raja non-Arab, termasuk kaisar Byzantium dan Persia. KH Moenawar dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW (jilid IV) tujuannya untuk mengajak mereka masuk Islam.
Surat Nabi SAW kepada Heraklius dibawa Dihyah al-Kalbi. Raja Byzantium itu menerimanya dengan penuh penghormatan, tetapi enggan menjadi Muslim.
Raja Kisra Abrawiz juga menolak masuk Islam, tetapi dengan cara yang angkuh. Pemimpin Persia itu merobek surat Rasulullah SAW.
Sahabat Nabi yang mengantarkan surat itu kepadanya, yakni Abdullah bin Huzafah, juga diperlakukan dengan hina. Begitu mengetahui kabar ini, Nabi SAW berdoa, “Kisra telah mengoyak-oyak kerajaannya. Ya Allah, kumohon, pecah-belahlah oleh Engkau kerajaannya.”
Sementara itu, Kisra dalam keadaan murka menyuruh menterinya untuk menulis surat kepada gubernur Yaman saat itu, Badzan bin Sasan. Isinya menginstruksikan agar dia menangkap dan membawa Nabi Muhammad SAW kepadanya.
Sebab, Kisra ingin menghukum orang yang dinilainya sungguh keterlaluan itu. Bagaimana mungkin raja kafir ini mengikuti ajaran pihak lain, sementara dirinya mengaku-aku tuhan di hadapan rakyatnya sendiri persis Firaun pada zaman Nabi Musa AS.
Selang beberapa waktu kemudian, Badzan menerima surat yang dimaksud. Perintah yang ada siap dilaksanakan.
Diutuslah beberapa orang ke Madinah. Perjalanan yang cukup panjang ditempuh. Setelah bertanya-tanya kepada penduduk setempat, sampailah mereka ke hadapan Nabi SAW.
Alih-alih bersikap konfrontatif, Rasulullah SAW menawarkan kepadanya, “Maukah kalian mengenal apa itu Islam?” Mereka bersedia menyimak penjelasan yang ada, tetapi masih bersikeras bahwa Kisra adalah tuhan semesta alam.
Nabi SAW kemudian bersabda, “Bagaimana pendapatmu bila ternyata Tuhanku telah membunuh Tuhanmu tadi malam? Mereka tentu saja heran. Dari mana Anda tahu?”
“Tuhanku yang mewahyukannya kepadaku,” jawab Rasulullah SAW dengan tenang. Nabi SAW lalu menyuruh para utusan itu agar kembali ke Yaman untuk mengabarkan wahyu tersebut.
Beliau SAW lalu mengatakan, bila informasi kematian Kisra salah, mereka dapat datang lagi ke Madinah untuk menangkapnya.
Dan kalau benar Kisra tewas malam itu, sebaiknya mereka dan seluruh pemuka Yaman memikirkan ulang, betapa meruginya menyembah pada zat selain Allah. Begitu tiba di Yaman, mereka menceritakan pertemuannya dengan Rasulullah SAW, termasuk apa itu Islam dan wahyu mengenai kematian Kisra.
Badzan sedikit tertarik pada ajaran tauhid, tetapi masih ragu-ragu meninggalkan agama Majusi. Karena itu, dia berpesan kepada mereka, bila betul wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, dia akan memeluk Islam.
Untuk diketahui, waktu tempuh antara Sana'a, ibu kota Yaman, dan Madinah pada zaman itu sekitar dua pekan. Adapun perjalanan normal antara Sana'a dan ibu kota Persia ditempuh rata-rata satu bulan.
Satu setengah bulan kemudian, datanglah utusan dari istana Persia ke Sana'a yang mengabarkan kematian Kisra tepat pada waktu yang telah diramalkan sebelumnya oleh Rasulullah SAW.
Penguasa kafir itu beserta saudara-saudaranya tewas ditikam anaknya sendiri yang bernama Syiraweh.
Setelah menerima kabar tersebut, Badzan bin Sasan mengumumkan beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Seluruh rakyatnya kemudian mengikutinya, mengucapkan dua kalimat syahadat. Sejak saat itu, Yaman berada dalam naungan kedaulatan Islam.
Adapun Kerajaan Sassania terus-menerus dilanda pergolakan politik yang dahsyat, diperparah pula dengan ketidakpuasan penduduk setempat yang memang telah mengendap begitu lama.
Akhirnya, pada 651 pasukan yang dikirim Amirul Mu`minin Umar bin Khattab dapat menaklukkan Sassania. Tamatlah riwayat kerajaan yang pernah menjadi adidaya dunia itu.
Mualaf Tammy Menangis Mendengar Adzan dan Lihat Sholat Jamaah, Ini yang Dia Rasakan
Mualaf Tammy terkagum dengan aturan yang ada dalam Islam [656] url asal
#mualaf #kisah-mualaf #mualaf-masuk-islam #tammy-perkins #mualaf-amerika-serikat #muslim #islam-di-mesir
(Republika - Khazanah) 14/07/24 06:35
v/10715781/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Tammy Perkins, mualaf kelahiran New Hampshire tumbuh dan besar di lingkungan yang tak beragam. Kota yang terletak di timur laut Amerika Serikat itu adalah kota Kristen kulit putih yang sangat kecil.
“Saya ingat sejak usia yang sangat muda, 5 atau 6 tahun, saya mulai berjalan kaki ke gereja lokal sendirian. Orang-orang di gereja itu benar-benar mengayomi saya dan mengajari saya tentang Tuhan,” kata dia, dikutip dari About Islam, Ahad (14/7/2024).
Dia terlahir dari keluarga miskin. Ibunya mengirim Tammy dan saudara-saudaranya ke gereja untuk makan, karena gereja akan memasak makanan untuk orang miskin. “Gereja selalu menjadi bagian dari hidup saya,” kata dia.
Tinggal di sebuah kota kecil dengan pengawasan orang tua yang minim, masa puber adalah masa yang sulit baginya. Hidup terasa membosankan sebagai seorang remaja dan saya membuat pilihan yang buruk. Pada usia 15 tahun Tammy hamil. Belum menikah dan hamil. “Pada saat saya berusia 19 tahun, saya memiliki dua anak perempuan,” kata dia.
Dia merasa terberkati dengan kehadiran anak-anak perempuan yang cantik. Dia telah menempuh jalan yang buruk dan putri-putrinya membutuhkannya. “Jadi saya melangkah maju dan saya mencoba yang terbaik untuk melakukan yang terbaik bagi mereka,” kata dia.
Setelah peristiwa 9/11, Tammy mengaku menjadi sangat konservatif secara politik. Dia menghabiskan banyak waktu menonton berita FOX dan mendengarkan radio. “Saya pikir saya tahu segalanya tentang Islam!,” ujar dia.
Kenyataannya, dia belum pernah bertemu dengan seorang Muslim dalam hidupnya, tetapi entah bagaimana dengan mendengarkan berita, dia pikir tahu segalanya.
“Siapapun yang ingin membela Islam kepada saya, saya akan segera meninggikan suara saya. Saya bertindak seolah-olah saya tahu segalanya, dan saya sangat yakin dengan diri saya sendiri, saya benar-benar berpikir bahwa saya lebih tahu dari mereka,” kata dia.
Namun sekarang, bertahun-tahun kemudian, dia menyadari bahwa dirinya tidak tahu apa-apa.
"Saya tidak terlalu baik. Saya tidak tahu apa-apa. Apa yang saya asumsikan sebagai seorang Muslim adalah orang Arab. Satu-satunya gambaran dan opini yang saya miliki adalah apa yang dikatakan dan ditunjukkan Fox News kepada saya,” kata dia mengisahkan.
Setelah beberapa puluh tahun, kedua putrinya baru saja lulus dari sekolah menengah atas, dan tidak seperti negara-negara Muslim di mana anak perempuan tinggal bersama sampai mereka menikah, putri-putrinya pindah segera setelah mereka lulus.
Seperti kebanyakan...
Tammy menginginkan kehidupannya lebih teratur. Dia merasa merasa ingin memiliki struktur dalam hidup. Sholat lima waktu dalam pandangannya, memberikan semua itu.
"Saya membutuhkan aturan. Aturan seperti tidak boleh minum alkohol dan tidak boleh berhubungan dengan laki-laki sebelum menikah," kata dia.
Dia menyadari, alkohol selalu ada dalam hidupnya dan tidak pernah memberikan sesuatu yang baik bagi dia. Dan berhubungan dengan laki-laki sebelum menikah tidak pernah membawa kebahagiaan baginya, justru membuat dirinya kesepian dan merasa tidak cukup baik.
Setelah satu pekan berada di Mesir, Tammy akhirnya memutuskan Bersyahadat. Saya harus menjadi seorang Muslim," ujar dia.
Setelah memeluk risalah Allah SWT ini, Tammy mengaku ada dua pelajaran yang paling berharga menuju Islam adalah bahwa bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun, saat-saat paling kelam yang dia pikir tidak akan bisa keluar darinya, Allah tidak pernah meninggalkannya
"Saya yang sekarang, saya tidak akan pernah menduga lima tahun yang lalu bahwa saya akan berada di sini. Lima tahun yang lalu, saya pikir saya tahu segalanya. Aku sangat salah," kata dia.
"Berpeganglah pada harapan, berpeganglah pada Allah, karena sungguh Dia luar biasa, dan Dia akan menarik Anda keluar dari sana," ujar dia menambahkan.
Pelajaran lain yang dia petik adalah memberikan kebaikan, bahkan kepada orang yang jahat kepada Anda. Berbuat baiklah karena hal itu akan mengubah hati.
"Jika seseorang tidak mengulurkan tangan kepada saya di saat-saat tergelap, entah di mana saya berada. Tapi seseorang melakukan sesuatu yang baik untuk saya dan itu mengubah seluruh cara pandang saya," tutur dia.
"Berbuat baiklah di mana pun Anda bisa. Ketika Anda melihat seseorang mengalami hari yang berat, berikanlah kebaikan. Kebaikan yang Anda berikan dapat mengubah hidup seseorang," kata dia menambahkan.
Sumber: aboutislam
Sejumlah Alasan Seseorang Memilih Mualaf, Salah Satunya Keajaiban Ayat Alquran | Republika Online
Alquran dalam berbagai kesempatan menantang umat manusia secara luas untuk berpikir. [296] url asal
#manusia-yang-berpikir #ayat-alquran #berpikir-kritis #bukti-ilmiah #muslaf #kisah-mualaf #masuk-islam #refleksi #pemikir-kritis #alquran-mengajak-berpikir #islam-agama-logis #alasan-menjadi-mualaf #ba
(Republika - Iqra) 09/07/24 10:44
v/10178106/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meskipun tidak ada keyakinan agama yang sepenuhnya didasarkan pada logika dan penalaran, Islam dan Alquran memberi lebih dari cukup contoh dan kesempatan untuk menguji kebenaran dan keabsahan pesan-pesannya melalui kacamata bukti empiris dan pengetahuan.
Tidak ada seorang pun (Muslim atau lainnya) yang berpendapat pemikiran kritis dan refleksi dapat menjadi katalisator utama untuk mengubah kehidupan seseorang. Berpikir kritis telah digunakan oleh banyak orang untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Dilansir di About Islam, seorang pemikir kritis mengajukan pertanyaan-pertanyaan menyelidik tentang suatu situasi, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, merefleksikan ide-ide yang dikumpulkan dan dihasilkan dalam konteks informasi yang tersedia, menjaga pikiran tetap terbuka dan tidak memihak. dan dengan hati-hati meneliti asumsi dan mencari alternatif.
Oleh karena itu, inilah alasan mengapa para mualaf akan mengaitkan penggunaan penalaran cerdas, refleksi dan pemikiran kritis ketika menjelaskan perjalanan mereka menuju Islam. Orang-orang seperti ini mampu menghilangkan histeria yang diciptakan oleh beberapa media untuk memandang Islam dari sudut pandang kritis dan mengikuti kebenaran menjadi hal yang wajar bagi mereka sebagai bagian dari proses ini.
Bagaimana lagi kita bisa menjelaskan peningkatan perpindahan agama seiring dengan meningkatnya retorika anti-Islam? Bagaimana lagi kita bisa menjelaskan bahwa lebih banyak pengkhotbah non-Muslim yang masuk Islam dibandingkan sebelumnya?
Meskipun umat Islam percaya hidayah hanya datang dari Allah, penggunaan penalaran intelektual yang dianugerahkan Tuhan kepada seseorang memiliki peran sangat kuat dalam membuat keputusan yang mengubah takdir tersebut bagi seorang mualaf.
Dan begitu mereka menjadi mualaf, mereka jarang kembali ke keyakinan lama karena keyakinan yang fondasinya dibangun di atas logika dan nalar lebih kecil kemungkinannya untuk tergoyahkan.
Beberapa alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang masuk Islam tercantum di bawah ini. Kita dapat melihat sebagian besar alasan ini hanya dapat dikaitkan dengan proses berpikir kritis dan refleksi intelektual.
Alasan seseorang memilih menjadi mualaf...
Membayangkan Bagaimana Teman Dekat Rasulullah SAW Sejak Kecil Itu Masuk Islam Pertama | Republika Online
Abu Bakar adalah sahabat dekat Rasulullah SAW yang masuk Islam [873] url asal
#abu-bakar #abu-bakar-masuk-islam #kisah-abu-bakar #sejarah-abu-bakar #kedudukan-abu-bakar #keistimewaan-abu-bakar #rasulullah #muhammad
(Republika - Khazanah) 08/07/24 18:06
v/10097647/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Abu Bakar adalah sahabat sekaligus mertua Rasulullah SAW. Tidak hanya dikenal dekat, Abu Bakar adalah orang yang pertama kali membenarkan dakwah Rasulullah SAW.
Dikutip dari About Islam, Aisha Steacy dalam artikel This is How the Prophet’s Best Friend Converted to Islam, menjelaskan menurut sumber-sumber yang dapat dipercaya, ketika Abu Bakar kembali dari apa yang sekarang kita sebut sebagai perjalanan bisnis, dia ditarik ke samping oleh beberapa orang dalam lingkaran teman-temannya yang berbisik, mungkin karena cemas, bahwa Muhammad telah menyatakan dirinya sebagai utusan Allah SWT.
Dengan bijaksana, dan kebijaksanaan adalah sifat yang telah kita kaitkan dengan Abu Bakar, ia menahan diri untuk tidak bergosip dan langsung menuju ke teman dekatnya untuk memverifikasi apa yang telah ia dengar.
Sekarang setelah Anda memiliki gambaran tersebut dalam pikiran Anda, coba bayangkan bagaimana Anda akan bertindak dalam situasi yang sama, dapatkah Anda merasakan gelombang kejut yang pasti melanda Abu Bakar? Apa sebenarnya yang kita ketahui tentang peristiwa penting ini?
Abu Bakar mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu orang pertama yang memeluk Islam.Bisa dikatakan, dia ada di sana saat kelahiran Islam.
Teman Dekat
Dia dan Nabi Muhammad SAW adalah kerabat jauh; keduanya berasal dari suku yang sama, suku Quraisy. Dipercaya oleh beberapa ahli bahwa mereka berdua melakukan perjalanan dengan kafilah yang sama ke Suriah ketika Nabi Muhammad berusia 12 tahun dan Abu Bakar sekitar 2 tahun lebih muda.
Mereka adalah teman masa kecil yang tumbuh menjadi pedagang dan pebisnis yang handal dan jujur.
Ketika Nabi Muhammad SAW SAW menikahi istri pertamanya, Khadijah, mereka tinggal bersebelahan dan menjadi teman dekat. Mereka juga mengakui satu sama lain sebagai saudara seperjuangan; tidak ada seorang pun dari mereka yang pernah bersujud kepa=
Dengan mengetahui apa yang kita ketahui tentang karakter kedua orang tersebut, mudah untuk membayangkan bahwa alih-alih membuang-buang waktu untuk bergosip tentang sahabatnya, Abu Bakar langsung menemui Muhammad SAW untuk mendengar apa yang harus dikatakannya tentang peristiwa penting yang terjadi saat dia tidak ada.
Mungkin orang-orang yang mengelilingi Abu Bakar pada saat kepulangannya, mereka berperilaku sedikit mirip dengan orang-orang di abad ke-21, saling melempar pandang satu sama lain atau mencibir di balik tangan mereka.
Sulit bagi kita untuk mengetahui apa yang harus kita katakan ketika orang-orang mulai menggosipkan teman-teman Anda. Apakah Anda akan menjauh, ikut-ikutan, atau membela teman Anda. Rupanya tidak sulit bagi Abu Bakar, ia tidak melakukan satu pun dari hal-hal tersebut. Dia kemudian langsung menemui temannya untuk mencari tahu kebenaran dari masalah tersebut.
Ketika dia tiba di rumah Muhammad SAW, dia mendengar semua rincian tentang pengalaman di gua dengan malaikat Jibril. Dia tidak langsung mencoba mencari penjelasan yang lebih rasional atas pengalaman temannya, melainkan dia hanya merasakan kegembiraan untuk sahabatnya.
Dikatakan bahwa dia mengulurkan tangannya dan meminta Muhammad SAW untuk mengajaknya masuk ke dalam agamamu dengan menyatakan bahwa dia benar-benar seorang nabi Allah SWT.
Ketika Abu Bakar mendengar kata-kata tidak ada yang layak disembah selain Allah dan bahwa dia (Muhammad) adalah utusan Allah,d ia menerima Islam tanpa ragu-ragu.
Bertahun-tahun kemudian, Nabi Muhammad akan berkata bahwa ketika ia mengajak orang untuk masuk Islam, semua orang memikirkannya, setidaknya untuk beberapa saat, tetapi tidak demikian halnya dengan Abu Bakar, dia menerimanya tanpa ragu-ragu. Dan ini menurut standar siapa pun adalah hal yang besar.
Menyebarkan Islam
Abu Bakar mengakui kebenaran dan menerimanya dengan tenang dan tanpa keributan. Pertobatannya membawa banyak orang masuk Islam karena ia tidak merahasiakan penerimaannya terhadap pesan temannya.
Abu Bakar merasa...
Abu Bakar merasa bangga dan terhormat karena telah dipilih, dia juga bangga dan sangat gembira karena temannya telah dimuliakan oleh Allah SW. Saat ini banyak orang yang tidak menyadari betapa menakjubkannya dipilih oleh Allah. Ya, dipilih!
Hanya Allah SWT sendiri yang menuntun seseorang kepada Islam. Terkadang Allah SWT dengan lembut mendorong kita ke arah yang benar untuk waktu yang sangat lama dan bagi orang lain hal itu terjadi sekaligus. Kadang-kadang itu hanya sebuah kata, atau suara, atau kalimat tertulis yang dikirim oleh Allah untuk satu orang yang istimewa dan terpilih.
Kelahiran Islam berarti berkumpulnya banyak orang yang berbeda. Pada tahap ini tidak ada anak yang lahir dalam Islam, semua orang adalah mualaf. Semua orang mengalami kegembiraan yang sama seperti yang kita rasakan saat ini ketika menerima Islam.
Dikatakan bahwa pada saat itu hanya ada kurang dari 50 orang Muslim. Saat itu memang sebuah negara yang masih muda dan belum siap untuk melebarkan sayapnya, namun Abu Bakar memiliki ide lain. Dia ingin meneriakkannya dari atap-atap rumah.
Cobalah untuk masuk kembali ke dalam imajinasi Anda dan rasakan apa yang Abu Bakar rasakan. Kita yang telah memilih Islam pasti pernah mengalami perasaan ingin menghentikan orang-orang dan berkata, "Hei, saya tahu hal yang luar biasa ini dan saya ingin menceritakannya kepada Anda semua".
Abu Bakar ingin memberitahu semua orang tentang Islam, namun Nabi Muhammad SAW menganggap jumlah Muslim terlalu sedikit untuk mengambil risiko.
Namun Abu Bakar tetap bersikeras dan ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mempublikasikan pesannya, mereka pergi ke Ka'bah, rumah Allah SWT, bersama-sama.
Di sana Abu Bakar memproklamirkan dengan suara lantang bahwa tidak ada yang layak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Itu adalah semacam pengumuman kelahiran, Abu Bakar berkata, inilah Islam, jadi bergabunglah dengan kami dalam perayaan ini.
7 Sosok Terkenal Dunia yang Jadi Mualaf, Ada Musisi Hingga Profesor Matematika | Republika Online
Musisi Cat Stevens mengadopsi nama Yusuf Islam setelah memutuskan menjadi mualaf. [880] url asal
#artis-mualaf #sosok-dunia-mualaf #orang-terkenal-masuk-islam #artis-masuk-islam #yusuf-islam #jermaine-jackson #muhammad-ali #dave-chappelle #malcolm-x #jeffrey-lang #cat-stevens
(Republika - Khazanah) 08/07/24 10:52
v/10065403/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah popularitas dan gemerlapnya dunia hiburan, beberapa selebritas ternama menemukan ketenangan dan kedamaian dalam Islam. Kisah inspiratif mereka menjadi bukti bahwa hidayah dapat menjangkau siapa saja, tak terkecuali mereka yang berada di puncak popularitas.
Berikut ini kisah tujuh orang terkenal dunia yang memeluk Islam:
1. Cat Stevens
Cat Stevens lahir dengan nama Steven Demetre Georgiou pada21 Juli 1948, di London, Inggris, meraih pengakuan internasional sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu pada 1960-an dan 1970-an. Suaranya yang penuh perasaan dan liriknya yang introspektif membuatnya menjadi tokoh penting dalam kancah musik folk dan rock. Pada akhir 1970-an, Stevens mengalami transformasi besar yang tidak hanya mengubah arah karier musiknya, tetapi juga mengarahkan kembali lintasan hidupnya.
Dilansir laman Pantheos, pada akhir tahun 1970-an, Cat Stevens mengalami kebangkitan spiritual yang menuntunnya untuk mendalami dan akhirnya memeluk ajaran Islam. Periode penting ini menandai titik balik dalam hidup dan kariernya. Ia masuk Islam, mengadopsi nama Yusuf Islam sebagai simbol dari keyakinannya yang baru.
2. Jermaine Jackson
Jermaine Jackson, lahir pada 11 Desember 1954, di Gary, Indiana, adalah seorang musisi Amerika dan anggota keluarga Jackson yang ikonik. Dia menjadi terkenal sebagai anggota Jackson 5, grup Motown yang dibentuk bersama saudara-saudaranya, termasuk Michael Jackson yang legendaris. Jermaine memainkan peran penting dalam grup ini, berkontribusi sebagai vokalis dan gitaris bass selama kebangkitan mereka menuju ketenaran internasional pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Pada 1989, Jermaine Jackson mengalami transformasi yang signifikan dan sangat pribadi dengan memeluk agama Islam. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam pandangan spiritualnya dan menjadi aspek sentral dari identitasnya. Jermaine memeluk Islam dan perjalanannya menuju konversi ini berakar pada pencariannya akan pemenuhan spiritual dan hubungan yang lebih dekat dengan keyakinannya.
3.Dave Chappelle
Dave Chappelle, lahir pada 24 Agustus 1973 di Washington DC, dikenal sebagai salah satu komedian paling berpengaruh dan menggugah pemikiran di generasinya. Kariernya melejit pada 1990-an, ditandai dengan gayanya yang unik, kecerdasannya yang tajam, dan komentar sosialnya yang berwawasan luas.
Pada awal 1990-an, Dave Chappelle mengalami transformasi pribadi yang signifikan dengan memeluk agama Islam. Meskipun ia tidak terlalu terbuka mengenai detail perpindahan agamanya, diketahui bahwa pemelukannya terhadap Islam memiliki dampak yang besar pada perspektif dan pandangan hidupnya. Islam menjadi kekuatan penuntun bagi Chappelle, yang tidak hanya memengaruhi keyakinan spiritualnya, tetapi juga membentuk pandangannya tentang keadilan sosial, empati, dan pengalaman manusia.
4.Kristiane Backer
Kristiane Backer yang lahir pada 13 Desember 1965 di Hamburg, Jerman, adalah seorang presenter televisi dan jurnalis terkemuka. Dia mendapatkan pengakuan pada 1990-an untuk karyanya sebagai presenter di MTV Eropa, di mana dia membawakan program musik populer. Kariernya sebagai tokoh televisi membuatnya menjadi wajah yang tidak asing lagi di industri hiburan dan menjadikannya tokoh yang dihormati di media.
Kehidupan Kristiane Backer berubah drastis ketika ia bertemu dengan Imran Khan, pemain kriket legendaris asal Pakistan, pada awal 1990-an. Pertemuan mereka menandai awal dari perjalanan transformatif bagi Backer, yang menuntunnya untuk mendalami dan akhirnya memeluk Islam.
Pengaruh Imran Khan memainkan peran penting dalam membentuk kebangkitan spiritualnya. Perpindahannya ke Islam menunjukkan komitmen pribadi dan spiritual yang mendalam. Transisi dari kehidupannya di industri hiburan ke jalan yang dipandu oleh prinsip-prinsip Islam menunjukkan kedalaman keyakinannya.
Nomor 5...lanjutkan membaca>>
5. Muhammad Ali
Muhammad Ali, yang lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, secara luas dianggap sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Di luar kehebatannya di atas ring tinju, kehidupan Ali ditandai dengan serangkaian transformasi pribadi dan ideologi yang signifikan. Salah satu momen paling penting dalam hidupnya terjadi pada tahun 1975 ketika ia memutuskan untuk masuk Islam.
Awalnya dikenal sebagai Cassius Clay, perpindahan agama Ali merupakan refleksi mendalam dari perjalanan spiritualnya. Pada tahun 1975, ia memeluk ajaran Islam dan secara resmi bergabung dengan Nation of Islam, sebuah gerakan agama dan politik yang didirikan di Amerika Serikat pada awal abad ke-20.
6. Malcolm X
Malcolm X, lahir dengan nama Malcolm Little pada 19 Mei 1925, di Omaha, Nebraska, adalah seorang tokoh penting dalam gerakan hak-hak sipil Amerika pada pertengahan abad ke-20. Kehidupan dan aktivismenya ditandai dengan perjalanan transformasi yang sangat memengaruhi perjuangan untuk kesetaraan ras dan hak asasi manusia.
Dibesarkan di panti asuhan, ia mengalami rasisme dan diskriminasi sistemik, yang memicu kebencian dan kemarahannya terhadap masyarakat yang memarjinalkan orang Afrika-Amerika. Malcolm X menemukan inspirasi dalam ajaran Islam yang menekankan persatuan dan persaudaraan tanpa memandang warna kulit. Dia mengalami transformasi selama ziarahnya ke Mekah, di mana dia mengalami pemahaman Islam yang lebih inklusif dan universal. Ziarah ini, yang dikenal sebagai Haji, sangat mengubah pandangannya tentang hubungan ras.
7. Dr Jeffrey Lang
Jeffrey Lang adalah seorang tokoh penting yang memulai perjalanan spiritual yang luar biasa. Lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik di Bridgeport, Connecticut, Lang awalnya menganut ateisme selama masa mudanya. Pengejaran akademisnya membawanya pada karier yang cemerlang sebagai profesor matematika, dengan spesialisasi pendidikan matematika. Pola pikir Lang yang rasional dan analitis, yang diasah melalui upaya akademisnya, memainkan peran penting dalam membentuk pandangan dunianya.
Pada awal 1980-an, Dr Lang mengalami transformasi yang mendalam dan tak terduga ketika ia memeluk Islam. Perjalanannya dari ateisme ke Islam dicatat dalam karya autobiografinya, Struggling to Surrender: Some Impressions of an American Convert to Islam. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai narasi pribadi tetapi juga memberikan wawasan tentang tantangan intelektual dan emosional yang dihadapi oleh seseorang yang menavigasi pergeseran agama dan filosofis yang signifikan.