Pengguna mungkin mengalami berbagai masalah sehingga menghambat proses transaksi. Simak cara mengatasi DANA tidak bisa transaksi berikut. [708] url asal
Aplikasi DANA eror atau tidak bisa melakukan transaksi? Masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari koneksi internet hingga gangguan dalam aplikasi itu sendiri.
DANA sendiri adalah salah satu aplikasi dompet digital yang digunakan untuk berbagai transaksi, seperti transfer, pembayaran tagihan, hingga membeli produk secara online. Simak penyebab dan hal-hal yang harus dilakukan ketika DANA eror.
Cara Mengatasi DANA Tidak Bisa Transaksi
Penyebab transaksi gagal di DANA bisa disebabkan karena saldo yang tidak mencukupi atau kesalahan teknis.
Dilansir laman resmi DANA, cara mengatasi DANA yang tidak bisa transaksi yaitu dengan cek saldo. Pastikan saldo DANA mencukupi untuk melakukan transaksi.
Jika saldo cukup, namun transaksi tetap tidak bisa. coba lakukan transaksi beberapa saat kemudian. Bisanya, kendala ini disebabkan karena masalah teknis yang bersifat sementara. Hal ini bisa teratasi dengan sendirinya.
Cara Mengatasi DANA Tidak Bisa Dibuka
Penyebabnya bisa karena ada gangguan di aplikasi itu sendiri. Berikut adalah langkah yang perlu dilakukan jika aplikasi DANA eror:
1. Restart HP
Coba restart perangkat kamu. Lalu, coba buka kembali DANA.
2. Update Aplikasi
Biasanya, DANA yang tidak bisa dibuka karena belum update dalam versi terbaru. Caranya bisa buka DANA di App Store atau Google Play Store, klik tombol pembaruan.
3. Instal Ulang Aplikasi DANA
Jika masih gagal, cobalah untuk menghapus aplikasi DANA. Kemudian, download atau instal kembali DANA.
4. Hapus Data dan Cache HP
Aplikasi tidak bisa dibuka di beberapa kasus, karena cache HP yang penuh. Oleh sebab itu, cobalah untuk menghapus cache dan data aplikasi.
Buka pengaturan perangkat
Cari aplikasi DANA
Pilih "Hapus Cache"
Klik "Hapus Data".
Cara Mengatasi Top Up di DANA Gagal
Penyebab top up di DANA gagal bisa jadi karena salah memakai metode pembayaran yang digunakan atau masalah input angka. Berikut cara untuk mengatasi gagal top up di DANA:
1. Periksa Metode Pembayaran
Pilih dan pastikan metode pembayaran sesuai, seperti menggunakan kartu kredit atau transfer bank. Periksa juga batasan waktunya. Periksa adakah masalah dari bank penyedia pembayaran yang kamu digunakan.
2. Input Ulang Nomor
Pastikan nomor virtual account atau nomor rekening sesuai saat melakukan top up.
3. Coba Metode Pembayaran yang Lain
Jika metode sebelumnya tatap gagal, cobalah metode pembayaran yang tersedia di DANA yang lain.
Ciri-ciri Akun DANA Dibekukan
Bagi pengguna yang tidak bisa melakukan transaksi DANA, selain eror bisa jadi akun DANAnya dibekukan.
Berdasarkan informasi dari akun X resmi @danawallet (07/11/2024), ciri-ciri akun DANA yang dibekukan adalah akun tidak bisa login dan tidak bisa melakukan transaksi.
Sementara, penyebab akun DANA yang dibekukan dapat terjadi karena Kakak salah PIN akun DANA dan adanya pelaporan terkait indikasi penipuan.
Cara mengatasi masalah pada aplikasi DANA, bisa disesuaikan dengan jenis masalah dan penyebabnya. Pastikan juga koneksi internet stabil, data yang dimasukkan sesuai, dan mengikuti arahan sesuai dengan ketentuan yang ada di DANA. Semoga berhasil.
Paylater kini menjadi salah satu pilihan pendanaan masyarakat Indonesia. Dikutip dari laporan Otoritas Jasa Keuangan, pembiayaan Paylater oleh perusahaan multifinance mencapai Rp 8,24 triliun pada September 2024, naik 103,40% yoy.
Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Paylater sebagai metode pembayaran pilihan, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024, tercatat bahwa 42,1% pengguna memanfaatkan layanan ini untuk memudahkan pembelian kebutuhan bulanan dan tambahan lainnya.
Di tengah tantangan ekonomi saat ini, percepatan penyaluran kredit menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.. Dalam hal ini, Paylater sebagai layanan kredit digital yang memiliki berbagai kemudahan, dinilai dapat menstimulasi konsumsi masyarakat.
Menanggapi fenomena ini, Nailul Huda, Ekonom dan Direktur Ekonomi Digital CELIOS, mengatakan, "Ketika daya beli masyarakat menurun, namun kebutuhan yang cenderung tetap, masyarakat akan mencari pembiayaan untuk membantu pemenuhan kebutuhan tersebut. Bagi mereka yang kesulitan mendapatkan akses kredit konvensional, mereka akan mengandalkan pembiayaan alternatif. Salah satu yang banyak digunakan adalah Buy Now Pay Later (BNPL)." Huda pun menyoroti kemudahan yang ditawarkan oleh Paylater.
"Meningkatnya penggunaan Paylater dipengaruhi oleh kemudahan akses melalui smartphone dan penyaluran pembiayaan yang cepat dan fleksibel. Sistem penyaluran limit kredit yang cepat dan fleksibel serta diiringi dengan sistem credit scoring yang prudent, membuat Paylater jadi alat keuangan yang relevan serta menjadi bantalan pembiayaan bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi," ujar Huda.
Sejalan dengan pentingnya akses kredit di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, menyatakan bahwa Kredivo terus berkomitmen membuka akses kredit yang aman, fleksibel, dan terjangkau bagi lebih banyak masyarakat.
Meskipun demikian, Indina mengajak pengguna untuk bijak dalam menggunakannya, "Meski Paylater menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat terutama di kondisi ekonomi saat ini, kami terus memberikan edukasi kepada pengguna bahwa kebijaksanaan dalam penggunaannya sangat penting untuk menghindari dampak negatif dari Paylater," ujar dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nailul Huda. "Setiap instrumen keuangan, termasuk Paylater, memiliki risiko dan dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Namun, apabila digunakan secara bijak untuk pemenuhan kebutuhan, Paylater dapat membantu masyarakat untuk mengatur keuangan secara lebih baik hingga meningkatkan skor kredit pengguna supaya bisa mengakses produk keuangan lainnya, khususnya produk perbankan. Oleh karena itu, saya menggarisbawahi pentingnya pemahaman pengguna terkait manfaat dan risiko Paylater, yang tentunya juga didukung edukasi secara konsisten. Masyarakat perlu memahami mengenai batas kemampuan bayar mereka sehingga tidak menimbulkan dampak negatif dari pembiayaan dari manapun, termasuk dari Paylater," jelas Huda.
Dari uraian tersebut, Huda menuturkan bahwa terdapat tiga peran penting dari Paylater. Pertama, Paylater mengatasi keterbatasan dana, terutama untuk masyarakat underbanked. Kedua, membantu keuangan masyarakat, dengan sistem dan cicilan yang fleksibel. Ketiga, memperluas akses finansial masyarakat untuk bisa masuk ke ekosistem keuangan. Optimalkan dampak positif penggunaan, penyedia Paylater perlu prioritaskan manajemen risiko Dengan daya beli masyarakat yang masih lemah saat ini, penyedia layanan Paylater diharapkan dapat menyalurkan kredit secara selektif. Hal ini semakin penting mengingat laporan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa NPF (non-performing financing) gross Paylater mencapai 2,60% pada September 2024, naik dibandingkan angka Agustus 2024 yang sebesar 2,52%.
"Ketika penyaluran pembiayaan meningkat, pasti terdapat potensi peningkatan NPF. Meskipun demikian, saya melihat bahwa kenaikan NPF Paylater saat ini masih berada dalam batas yang aman, masih di bawah 5%. Dalam hal ini, saya menekankan pentingnya penyedia Paylater untuk prioritaskan manajemen risiko dan konsisten melakukan credit scoring yang dapat menggambarkan kemampuan bayar seseorang secara lebih akurat, sehingga potensi peningkatan NPF bisa diminimalisir," tanggap Huda.
Sebagai salah satu pelaku industri, Kredivo pun memprioritaskan penerapan prinsip responsible lending untuk menjaga NPF Kredivo tetap sejalan dengan rata-rata industri. "Dengan bantuan sistem manajemen risiko berbasiskan Artificial Intelligence (AI), Kredivo hanya akan memberikan pembiayaan kepada pengguna yang benar-benar layak dan memiliki kemampuan bayar yang mumpuni. Selain itu, Kredivo juga secara konsisten mengevaluasi skor kredit pengguna (Kredivo Score) untuk memprediksi potensi gagal bayar oleh pengguna dengan lebih akurat dan cepat. Sistem ini diharapkan dapat membuat para pengguna Kredivo dapat memanfaatkan layanan Kredivo secara maksimal," jelas Indina.
Metode pembayaran QRIS semakin populer di Indonesia berkat kepraktisan dan promo menarik. Pelajari keuntungan dan cara penggunaannya di artikel ini! [962] url asal
Sejalan dengan perkembangan teknologi, metode pembayaran digital kini semakin praktis dan beragam. Mulai dari internet banking, mobile banking, virtual account, e-wallet, hingga QRIS, semuanya telah meningkatkan kenyamanan proses transaksi masyarakat di Indonesia.
Dihadapkan pada situasi yang kini serba cepat, masyarakat kini seolah tak terpisahkan dengan metode pembayaran QRIS yang memudahkan mereka bertransaksi hanya dengan cara scan atau memindai kode QR saja melalui smartphone, tanpa harus menyiapkan uang tunai alias cashless.
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi pun jauh lebih cepat, masyarakat Indonesia pengguna QRIS tak perlu lagi merogoh kantong, mengeluarkan dompet, menyiapkan uang tunai, atau bahkan memasukkan nomor rekening secara manual, karena semua itu bisa dilakukan secara praktis dan otomatis berkat QRIS.
Tren penggunaan QRIS di Indonesia tak hanya berkat kecepatan dan kepraktisan penggunaannya, namun juga berkat promo yang kerap ditawarkan berbagai platform keuangan digital. Promo seperti potongan harga, cashback, hingga bonus lainnya menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan kenyamanan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang kekinian.
Tapi sebelumnya, apa itu QRIS? Jadi, QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sejak 17 Agustus 2019.
Saat ini, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran dengan QRIS di seluruh aplikasi dari penyedia sistem pembayaran manapun. Kemudahan dalam melakukan transaksi ini lah yang menjadi faktor utama metode pembayaran QRIS semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Yuk, pelajari lebih dalam apa saja keuntungan menggunakan QRIS dalam metode pembayaran sehari-hari.
Keuntungan Pakai Metode Pembayaran QRIS
Dengan menggunakan metode pembayaran QRIS, kamu bisa menikmati banyak keuntungan fantastis yang membuat transaksi belanja semakin nyaman dan praktis. Berikut ini beberapa keunggulan dari penggunaan QRIS:
1. Proses Pembayaran Lebih Praktis
Metode QRIS menghadirkan kemudahan dalam proses pembayaran di berbagai toko dan restoran. Kamu tidak perlu lagi repot-repot membawa uang tunai, kartu debit, atau kredit ketika ingin berbelanja.
Cukup dengan mengandalkan aplikasi e-wallet atau mobile banking di smartphone milikmu, maka kamu bisa melakukan pembayaran cashless secara praktis dan mudah hanya dengan memindai barcode di toko atau restoran.
2. Mengetahui Riwayat Transaksi dengan Mudah
Adapun keuntungan lainnya yang bisa kamu nikmati dengan cara bayar pakai QRIS yaitu kemudahan dalam pengelolaan keuangan. Pasalnya, setiap transaksi yang dibayarkan dengan QRIS akan tercatat dalam aplikasi e-wallet atau mobile banking di smartphone milikmu, hal ini akan memudahkan kamu untuk memantau apa saja riwayat transaksi yang pernah dilakukan.
Tentunya, ini akan membantu kamu dalam mengontrol dan mengelola perencanaan budget dengan lebih baik. Tak heran jika metode ini begitu digandrungi oleh masyarakat, selain praktis digunakan, metode pembayaran cashless yang satu ini bisa membantu mereka untuk tidak mudah boros.
3. Banyak Promo Spektakuler
Menariknya lagi, metode pembayaran ini kerap menawarkan berbagai promo spektakuler yang tak boleh dilewatkan. Salah satunya yaitu promo spesial untuk pembayaran QRIS pakai SPayLater.
Ya, kini SPayLater tak hanya bisa digunakan untuk transaksi online, tapi juga bisa digunakan untuk berbagai transaksi offline seperti di toko maupun restoran dengan menggunakan metode pembayaran QRIS.
Mulai tanggal 17 September hingga 17 November 2024, dengan melakukan pembayaran QRIS SPayLater melalui aplikasi Shopee atau ShopeePay pada merchant yang berpartisipasi dalam promo SPayLater Bayar QRIS, kamu bisa memanfaatkan banyak penawaran menggiurkan seperti Cicilan 0% sampai 6 bulan dan Bebas Biaya Penanganan sehingga kamu bisa belanja dengan lebih praktis dan tetap hemat.
Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik, mulai dari hadiah mingguan total 25 gram emas hingga Grand Prize Mobil Toyota Avanza.
Setiap kamu bayar QRIS pakai SPayLater di aplikasi Shopee atau ShopeePay dengan minimum transaksi Rp 10.000 pada merchant yang berpartisipasi, maka kamu akan mendapatkan Golden Ticket untuk setiap transaksi.
Semua Golden Ticket yang terkumpul tersebut akan diundi. Setiap minggunya dalam periode promo 17 September hingga 17 November 2024 akan diadakan pengundian berhadiah total 25 gram emas.
Pengguna yang memiliki 25 Golden Ticket atau lebih dari akumulasi transaksi mingguan hingga paling lambat hari Rabu pukul 23:59 WIB pada setiap minggunya, akan berkesempatan untuk mengklaim Kotak Hadiah mingguan pada setiap hari Jumat.
Hebohnya lagi, dari semua Golden Ticket yang terkumpul pada akhir periode program akan diundi untuk menentukan satu pemenang yang berhak membawa pulang Grand Prize mobil Toyota Avanza, wow! Nama pemenang tersebut akan diumumkan di aplikasi ShopeePay dan akun Instagram resmi @shopeepay_id.
Wah, asyik banget ya! Selain menghadirkan banyak penawaran menarik, metode pembayaranQRIS SPayLaterini juga sudah terjamin keamanannya.
Diketahui, SPayLater merupakan produk layanan pinjaman yang disediakan oleh PT Commerce Finance yang telah berizin dan sepenuhnya diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Begitu juga dengan ShopeePay yang telah mendapatkan izin atau lisensi resmi dan diawasi oleh Bank Indonesia. Jadi, kamu bisa bertransaksi secara aman dan nyaman!
Nah, itu dia informasi mengenai berbagai keuntungan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran bagi masyarakat Indonesia. Populer berkat kemudahan dan kepraktisannya saat digunakan untuk bertransaksi, QRIS juga digandrungi berkat banyaknya promo yang tersedia dari platform keuangan yang membuat pengalaman berbelanja semakin menyenangkan. Manfaatkan semua keuntungannya, ya!
Bank Indonesia (BI) telah mendorong PJP untuk meningkatkan percepatan pencairan dana kepada pedagang hingga mencapai target H+0 atau tanpa harus menunggu berhari-hari.... | Halaman Lengkap [316] url asal
JAKARTA - Berapa lama uang dari QRIS masuk ke rekening? Pertanyaan ini kerap mengemuka di antara para pelaku usaha yang menggunakannya. Menjawab pertanyaan ini, Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalumenyatakan bahwa intinya lama waktu uang dari QRIS masuk ke rekening bergantung pada kecepatan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).
Terkait dengan itu, pada awal tahun 2024, Bank Indonesia (BI) telah mendorong PJP untuk meningkatkan percepatan pencairan dana kepada pedagang hingga mencapai target H+0 atau tanpa harus menunggu berhari-hari supaya dana bisa masuk ke rekening.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa jika saat ini sudah hampir 55% PJP bisa menyelesaikan pencairan dana QRIS pada hari yang sama. Artinya, hingga saat ini masih belum semua PJP mampu untuk menerapkan layanan tersebut. Sehingga, lama uang QRIS masuk ke rekening ini terkadang memerlukan waktu yang cukup lama, tergantung pada PJP.
Lama Uang dari QRIS Masuk ke Rekening
Menurut informasi yang didapat dari Interactive QRIS, lama uang dari QRIS masuk ke rekening saat ini paling cepat adalah2 hari kerja dan paling lama 5 hari kerja setelah settlement dilakukan.
Namun ketika settlement dilakukan pada hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional, maka pengguna harus menunggu lebih lama karena proses settlement akan mulai diproses hari berikutnya setelah libur.
Selain waktu settlement, waktu transfer antar-bank juga dapat memengaruhi lamanya uang dari QRIS masuk ke rekening. Sebab, jika bank penerima berbeda dengan bank pengirim, maka dana settlement QRIS akan memakan waktu lebih lama.
Adapun masalah keterlambatan verifikasi yang dapat membuat dana settlement QRIS akan memakan waktu lebih lama untuk masuk ke rekening penerima.
Dalam hal ini, penerima harus bersabar menunggu beberapa hari kerja setelah proses settlement dilakukan. Penerima juga dapat memantau proses settlement ke nomor rekening yang telah didaftarkan saat registrasi QRIS.
Itulah penjelasan untuk pertanyaan berapa lama uang dari QRIS masuk ke rekening? Semoga informasi ini dapat membantu para pelaku usaha yang menggunakan metode pembayaran QRIS.
Platform BRICS Bridge memungkinkan negara-negara anggota aliansi tersebut, juga negara lainnya untuk menavigasi sistem SWIFT yang bergantung pada Barat. Aliansi... | Halaman Lengkap [333] url asal
JAKARTA - Aliansi BRICS tengah mengembangkan platform pembayaran asli mereka sendiri untuk penyelesaian transaksi lintas batas tanpa menggunakan sistem SWIFT yang bergantung pada Barat. Berjalan dengan lancar, proyek ini kemungkinan akan diluncurkan pada pertemuan puncak blok tersebut di Kazan, Rusia, Oktober mendatang.
Kendati belum ada pengumuman resmi, BRICS diketahui kerap menggunakan pertemuan puncaknya sebagai landasan peluncuran pengumuman-pengumuman besar di masa lalu. Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko baru-baru ini mengatakan, pengembangan BRICS Bridge - istilah yang disematkan untuk platform itu - berjalan dengan baik.
"Saya telah berbicara dengan bank sentral dan kementerian keuangan. Segalanya berjalan dengan baik," katanya seperti dilansir WatcherGuru, Sabtu (10/8/2024).
BRICS Bridge memungkinkan negara-negara anggota aliansi tersebut, juga negara lainnya untuk menavigasi sistem SWIFT yang bergantung pada Barat. Hal itu searah dengan inisiatif de-dolarisasi yang dijalankan blok tersebut. "Jika hal ini berhasil, maka hal ini akan menjadi sebuah kejutan global, dalam arti yang terbaik," tegas Matviyenko.
Awal tahun ini, blok BRICS mengumumkan platform pembayarannya sendiri. Secara khusus, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov secara resmi mengumumkan proyek tersebut. Pembentukannya akan memungkinkan negara-negara selatan untuk tidak lagi bergantung pada dolar AS. Sebaliknya, hal ini akan mendorong penggunaan mata uang asli untuk penyelesaian perdagangan.
Mengenai jadwal peluncurannya, Matviyenko mengatakan hal itu sedang dibahas bersama para perwakilan bank sentral dan kementerian keuangan seluruh negara BRICS, termasuk anggota baru. Dilaitkan dengan pelaksanaan KTT BRICS tahun ini, Matviyenko mengatakan bahwa mungkin saja platform itu akan disetujui pada saat itu. "Atau setidaknya diskusi akan menghasilkan keputusan tentang kapan dan dalam format apa hal itu harus diselesaikan," tuturnya.
KTT BRICS sejauh ini memang tidak asing dengan pengumuman besar. Pada KTT sebelumnya, aliansi tersebut mengumumkan upaya ekspansi pertamanya dalam lebih dari dua dekade. Hal ini menyebabkan Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA) resmi bergabung dengan kelompok tersebut.
BRICS Bridge dinilai dapat memberikan dampak serupa pada tahun ini. Hal ini mewakili pendekatan dedolarisasi yang jelas terhadap perdagangan unilateral. Selain itu, platform ini dapat meningkatkan hubungan perdagangan secara keseluruhan antara negara-negara aliansi.
Saat membeli rumah, kamu bisa memilih metode pembayaran dengan skema cash bertahap. Simak pengertian, kelebihan, dan kekurangannya di sini. [598] url asal
Membeli rumah bisa dengan berbagai metode pembayaran, mulai dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR), cash keras, hingga cash bertahap. Pembeli dapat memilih metode pembayaran yang paling cocok sesuai preferensi dan kemampuan finansial.
Bagi kamu yang belum bisa membayar penuh dengan cash atau tidak mau bayar bunga, mungkin bisa mempertimbangkan metode pembayaran dengan cash bertahap. Skema pembayaran ini juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan 'in house'.
Lantas, apa itu cash bertahap? Simak penjelasan menurut ahli berikut ini.
Pengertian Cash Bertahap
Konsultan Properti Anton Sitorus menjelaskan cash bertahap merupakan metode pembayaran langsung kepada developer tanpa bunga. Pembeli dapat mencicil rumah selama periode waktu tertentu sembari proses pembangunan berlangsung.
"Pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode, jadi yang dibayarkan sesuai dengan harga rumah saja, tapi agak lebih ringan karena bayarnya bisa sampai 2 atau 3 tahun dibanding kalau bayar cash langsung," ujar Anton kepada detikProperti beberapa waktu lalu.
Keuntungan
1. Keringanan Waktu Pembayaran
Menurut Anton, metode pembelian ini paling bagus kalau mempunyai dana yang cukup karena ada keringan dari jangka waktu pembayaran.
"Kalau misalnya punya duit banyak dan mampu untuk membayar dengan cicilan bertahap, menurut saya itu mungkin paling bagus karena cicilan bertahap itu biasanya pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode tertentu," ucapnya.
2. Bisa Dapat Diskon
Lalu, developer juga bisa memberi diskon kalau membayar secara cash. Namun, diskonnya tentu tidak sebesar bila membayar full atau cash keras.
3. Tidak Perlu Penuhi Syarat Bank yang Ketat
Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyebut skema cash bertahap cukup menarik. Sebab, skema tersebut tidak mengharuskan pembeli memenuhi peraturan bank yang ketat.
Metode membeli rumah secara cash bertahap tidak melibatkan bank, sehingga nominal maupun jangka cicilan tergantung kesepakatan.
Kekurangan
1. Tidak Langsung Mendapat Hak Milik
Steve menjelaskan ketika cicilan berlangsung, pihak pembeli hanya memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang berarti secara hukum properti belum beralih hak milik. Berbeda halnya dengan metode cash yang mendapatkan Akta Jual Beli (AJB).
"Pembeli hanya mendapatkan surat atau perjanjian namanya PPJB, belum ada sertifikat yang diterbitkan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ini yang perlu diwaspadai karena di pasar kalau kita dengar berita-berita developer yang terlambat membangun," katanya.
2. Ada Potensi Keterlambatan Bangun Rumah
Selain itu, ada potensi pengembang terlambat menyerahkan properti dan sertifikat. Kemudian, ada potensi developer belum mempunyai izin jelas hingga tidak memenuhi janji sesuai kesepakatan.