KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tesla China kembali memperpanjang program pembiayaan nol persen selama lima tahun untuk konsumen yang tertarik membeli kendaraan listrik unggulan, Model 3 dan Model Y.
Mengutip teslarati.com, program ini hadir sebagai bagian dari upaya Tesla untuk meningkatkan penjualan dan memberikan opsi pembiayaan yang menguntungkan bagi pasar kendaraan listrik di Tiongkok.
Detail Penawaran Pembiayaan Tanpa Bunga 5 Tahun Tesla China
Program pembiayaan lima tahun tanpa bunga ini berlaku untuk varian Rear Wheel Drive (RWD) dan Long Range Dual Motor All Wheel Drive (AWD) dari Model 3 dan Model Y.
Dengan diperpanjangnya program ini, pelanggan di Tiongkok yang membeli varian tertentu dari Model 3 atau Model Y sebelum 30 November 2024 dapat memanfaatkan opsi pembiayaan ini tanpa bunga, suatu penawaran yang cukup langka di pasar kendaraan listrik premium.
Model
Varian
Harga di Tiongkok (RMB)
Estimasi Pengiriman
Model 3
RWD
231,900
4-6 minggu
AWD Long Range
271,900
4-6 minggu
Performance
335,900
Tidak termasuk dalam program
Model Y
RWD
249,900
1-3 minggu
AWD Long Range
290,900
1-3 minggu
Performance
354,900
Tidak termasuk dalam program
Keuntungan Bagi Konsumen dan Pilihan Varian Model
Gigafactory Shanghai memproduksi Model 3 dan Model Y yang dipasarkan Tesla di Tiongkok, dengan tiga pilihan varian untuk setiap model. Namun, program pembiayaan ini secara khusus hanya mencakup varian RWD dan AWD, sementara varian Performance tidak termasuk dalam skema ini.
Pelanggan yang memilih varian Model 3 RWD dapat memperoleh kendaraan ini dengan harga mulai dari RMB 231,900 (sekitar US$32,550), sementara varian AWD Long Range memiliki harga mulai dari RMB 271,900 (sekitar US$38,160).
Di sisi lain, Model Y RWD dibanderol dengan harga RMB 249,900 (sekitar US$35,000), dan versi AWD Long Range dijual dengan harga RMB 290,900 (sekitar US$40,830). Opsi Performance untuk kedua model tetap dijual dengan harga lebih tinggi namun tanpa penawaran nol persen ini.
Estimasi Pengiriman Cepat
Tesla China juga memberikan estimasi pengiriman yang relatif cepat untuk kedua model. Untuk Model 3, perkiraan pengiriman saat ini adalah 4 hingga 6 minggu. Sementara itu, seluruh varian Model Y memiliki estimasi pengiriman lebih cepat, yaitu 1 hingga 3 minggu.
Kecepatan pengiriman ini menjadikan program pembiayaan tanpa bunga semakin menarik, terutama bagi pelanggan yang ingin segera memiliki kendaraan listrik dengan teknologi mutakhir.
Upaya Tesla Memperluas Pasar Kendaraan Listrik Premium di Tiongkok
Program pembiayaan nol persen lima tahun ini diluncurkan pertama kali pada bulan April oleh Tesla China dan awalnya direncanakan sebagai penawaran terbatas. Namun, melihat tingginya minat konsumen, Tesla telah memperpanjang program ini setiap akhir bulan.
Langkah ini sejalan dengan strategi Tesla untuk menarik lebih banyak pembeli di pasar kendaraan listrik terbesar dunia.
Dengan memberikan opsi pembiayaan tanpa bunga, Tesla berharap dapat membuat kendaraan listrik mereka lebih mudah diakses oleh konsumen yang sebelumnya ragu untuk beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Tesla China diperkirakan akan terus menyesuaikan strategi pembiayaannya, terutama di tengah persaingan ketat dari berbagai produsen kendaraan listrik lokal.
Penawaran pembiayaan jangka panjang tanpa bunga ini diyakini mampu memberikan insentif bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, mengingat program ini masih mungkin diperpanjang hingga akhir tahun jika respon pasar tetap positif.
Mengapa Program Pembiayaan Ini Menguntungkan bagi Konsumen
Program pembiayaan nol persen lima tahun dari Tesla bukan hanya sekadar promosi, tetapi juga sebuah solusi keuangan yang membuat kepemilikan kendaraan listrik premium menjadi lebih terjangkau bagi konsumen di Tiongkok.
Dengan tidak dikenakan bunga dalam jangka waktu panjang, pelanggan dapat mengalokasikan anggaran mereka dengan lebih fleksibel tanpa beban bunga, yang biasanya menjadi faktor pembengkakan biaya pada pembiayaan kendaraan.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tesla Model Y berhasil menjadi mobil terlaris di Eropa pada bulan September 2024, mengalahkan pesaing-pesaing terdekatnya dengan selisih hampir 8.000 unit.
Hal ini menandai kedua kalinya pada tahun ini SUV listrik dari Tesla ini menduduki peringkat pertama dalam penjualan bulanan, sekaligus mengakhiri dominasi tiga bulan berturut-turut dari Dacia Sandero.
Performa Kuat di Tengah Penurunan Volume
Mengutip autonews.com, meskipun mengalami penurunan volume sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Tesla Model Y tetap memimpin dengan total 28.680 unit terjual, menurut data awal dari lembaga riset pasar Dataforce.
Prestasi ini sangat signifikan mengingat Tesla biasanya menunjukkan penjualan yang lemah pada bulan pertama setiap kuartal. Namun, dengan momentum kuat di September, Model Y mampu mempertahankan posisinya di puncak.
Pertarungan Ketat di Peringkat Kedua
Persaingan untuk posisi kedua bulan ini sangat ketat. Volkswagen Tiguan memimpin tipis atas Renault Clio dengan 20.763 unit terjual, dibandingkan dengan 20.306 unit untuk Clio. Hasil akhirnya masih mungkin berubah karena data dari Hongaria dan Slovakia belum masuk.
Jika Tiguan berhasil mempertahankan keunggulannya, ini akan menjadi kemenangan besar bagi VW yang mengalami peningkatan penjualan sebesar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Dacia Sandero harus puas di posisi keempat dengan penurunan penjualan 0,5 persen menjadi 19.346 unit. Meskipun turun dari peringkat teratas, Sandero tetap menjadi pemain kuat setelah enam kali menjadi mobil terlaris di Eropa dalam sembilan bulan terakhir.
Persaingan di Posisi Lima Besar
Kia Sportage dan Peugeot 208 juga bersaing ketat untuk posisi kelima. Data awal menunjukkan bahwa Kia Sportage unggul dengan 16.284 unit terjual, sedikit di depan Peugeot 208 yang mencatatkan 16.103 unit.
Di posisi ketujuh, VW Golf bersaing ketat dengan Toyota Yaris Cross, dengan masing-masing mencatatkan penjualan 15.722 unit dan 15.498 unit. Selain itu, Toyota Yaris dan Opel/Vauxhall Corsa juga berlomba untuk posisi ke-12, dengan Yaris unggul hanya 67 unit dari pesaing segmen kecilnya.
Dalam periode sembilan bulan pertama tahun ini, Dacia Sandero memimpin dengan total 203.474 unit terjual. VW Golf berada di posisi kedua dengan 165.370 unit, diikuti oleh Renault Clio dengan 162.021 unit. Clio berhasil melampaui VW T-Roc, yang kini berada di posisi keempat dengan 156.803 unit.
Sementara itu, Tesla Model Y terus naik peringkat, menduduki posisi kelima dengan 155.428 unit terjual selama sembilan bulan. Model Y berhasil menggeser Toyota Yaris Cross dan Peugeot 208 ke posisi keenam dan ketujuh, dengan masing-masing mencatatkan 146.511 unit dan 146.448 unit.
Potensi Tesla Model Y untuk Tahun Ini
Dengan lonjakan penjualan di September, Model Y menunjukkan potensi besar untuk mempertahankan gelarnya sebagai mobil terlaris di Eropa untuk tahun 2024, setelah sukses memenangkan gelar tersebut pada tahun 2023. Jika tren ini berlanjut, Model Y bisa menjadi simbol dominasi kendaraan listrik di pasar otomotif Eropa.
Merek Volkswagen memiliki enam model dalam daftar 50 besar penjualan di bulan September, meskipun turun dari tujuh model pada bulan Agustus. Selain itu, Skoda juga menempatkan enam model di daftar yang sama, dengan Skoda Octavia memimpin di posisi ke-16.
Dengan perkembangan ini, pasar otomotif Eropa menunjukkan semakin besarnya minat terhadap kendaraan listrik dan mobil kompak, seiring dengan konsistensi pabrikan besar seperti VW dan Renault dalam mempertahankan pangsa pasar mereka.
Seiring kemajuan teknologi, kini semakin banyak merek mobil yang berseliweran di jalanan. Jika dahulu didominasi merek asal Jepang, tapi kini mulai muncul berbagai merek yang berasal dari China, Korea, hingga Eropa.
Dari sekian banyak pabrikan mobil, beberapa di antaranya berhasil meraih kesuksesan. Bahkan, sejumlah merek berhasil masuk ke dalam daftar perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024.
Merek ternama seperti Toyota, Honda, atau Mercedes-Benz sudah dipastikan masuk ke dalam daftar ini. Selain itu, beberapa pabrikan mobil seperti Tesla, Ford, hingga BYD berhasil meraih predikat tersebut.
Penasaran, apa saja perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Perusahaan Mobil Terbesar di Dunia per 2024
Mengutip laman Investopedia, tercatat ada 10 perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024. Hal itu berdasarkan pendapatan (revenue) perusahaan selama 12 bulan yang dihitung sejak 21 Desember 2022.
Simak daftar lengkap perusahaan mobil terbesar di dunia berikut ini:
1. Volkswagen
Volkswagen menempati urutan pertama sebagai perusahaan mobil terbesar di dunia. Merek asal Jerman itu berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 284,34 miliar.
Volkswagen memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil, bus, hingga truk. Di Indonesia, mobil Volkswagen yang cukup terkenal ada Tiguan, Golf, hingga Beetle.
Volkswagen sendiri memiliki anak perusahaan, yakni Audi dan Porsche. Kedua merek tersebut fokus dalam mengembangkan dan memproduksi mobil kelas mewah dan mesin bertenaga kencang.
2. Toyota
Toyota berhasil meraih pendapatan senilai US$ 270,58 miliar, sehingga menjadikannya salah satu pabrikan mobil terbesar di dunia. Tak heran jika Toyota masuk ke daftar ini karena penjualannya begitu laris manis di banyak negara.
Toyota juga memiliki anak perusahaan, yakni Daihatsu dan Lexus. Khusus Lexus, mereka memproduksi kendaraan mewah dari berbagai tipe, mulai dari sedan, MPV, SUV, hingga kendaraan listrik.
3. Stellantis
Perusahaan yang satu ini mungkin jarang didengar oleh masyarakat Indonesia. Namun jika menyebut merek seperti Peugeot, Citroen, Opel, hingga Jeep, sebagian detikers mungkin sudah tahu.
Yap, keempat merek di atas merupakan anak perusahaan dari Stellantis. Selain itu, perusahaan itu juga memiliki anak perusahaan lainnya, mulai dari Dodge, Vauxhall, RAM, FIAT, Alfa Romeo, Lancia, Maserati, dan Chrysler.
Banyaknya anak perusahaan yang dimiliki Stellantis membuat revenue yang didapat sangatlah besar, yakni mencapai US$ 181,58 miliar. Sedikit informasi, Stellantis adalah perusahaan otomotif multinasional yang berdiri pada 2021 lewat kerja sama Groupe PSA (Prancis) dan Fiat Chrysler Automobiles (Italia-AS).
4. Mercedes-Benz
Di posisi keempat ada Mercedes-Benz. Pabrikan asal Jerman itu berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 156,23 miliar.
Mercedes-Benz dikenal sebagai produsen mobil mewah yang hadir untuk berbagai tipe, mulai dari sedan, SUV, hingga kendaraan listrik. Tak hanya itu, perusahaan ini juga memiliki divisi yang fokus di ajang balap mobil, yaitu AMG.
5. Ford Motor
Ford menempati urutan kelima sebagai pabrikan mobil terbesar di dunia. Total revenue yang didapat mencapai US$ 151,74 miliar.
Pabrikan asal Amerika Serikat ini memproduksi berbagai tipe kendaraan, mulai dari SUV, van, hingga truk. Beberapa mobil Ford yang populer ada Mustang dan F-150.
6. General Motors (GM)
General Motors merupakan produsen mobil multinasional yang berbasis di Detroit, Amerika Serikat. GM memiliki sejumlah anak perusahaan mulai dari Chevrolet, Cadillac, BUICK, dan GMC.
GM berhasil meraih pendapatan hingga mencapai US$ 147,21 miliar, sehingga menjadikannya salah satu pabrikan mobil asal AS yang sukses di dunia.
7. Honda
Di daftar selanjutnya ada Honda. Pabrikan asal Jepang ini berhasil meraih revenue sebesar US$ 126,17 miliar.
Honda fokus dalam menghadirkan berbagai tipe mobil, mulai dari sedan, SUV, hatchback, hingga MPV. Di Tanah Air, beberapa mobil Honda yang banyak berseliweran di jalanan di antaranya Honda Brio, CR-V, BR-V, HR-V, hingga Mobilio.
8. Tesla
Selain Ford dan GM, ada satu lagi pabrikan mobil asal AS yang masuk ke dalam daftar ini, yaitu Tesla. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini meraih pendapatan sebesar US$ 74,86 miliar.
Berbeda dengan pabrikan lainnya, Tesla fokus dalam mengembangkan kendaraan listrik. Beberapa model Tesla yang terkenal di antaranya ada Model Y, Model 3, dan Model S.
9. Nissan
Di tempat kesembilan ada Nissan yang berhasil meraih pendapatan senilai US$ 73,73 miliar. Nissan menjadi salah satu dari tiga pabrikan mobil asal Jepang yang masuk ke daftar ini, selain Toyota dan Honda.
Di Indonesia, beberapa mobil Nissan yang cukup populer ada Nissan Serena dan Nissan Livina. Lalu, Nissan juga memiliki divisi yang fokus dalam memproduksi mobil mewah, yakni Infiniti.
10. BYD
Di urutan terakhir ada BYD, menjadikannya salah satu merek otomotif asal China yang berhasil masuk ke dalam daftar ini. BYD berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 51,37 miliar, padahal pabrikan ini baru dibentuk pada 2003 silam.
Saat ini, BYD tengah fokus dalam mengembangkan kendaraan listrik yang mumpuni dengan harga terjangkau. Beberapa tipe BYD yang populer di Indonesia yakni ada BYD Atto 3 dan BYD Seal.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen, China, itu juga memproduksi kendaraan listrik komersial seperti bus. Bahkan, bus listrik BYD telah digunakan oleh TransJakarta untuk mengangkut penumpang.
Itu dia 10 daftar perusahaan terbesar di dunia per 2024. Punya salah satu merek mobil di atas?