JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2024 menjadi periode yang menantang bagi industri otomotif. Beberapa merek mengalami penurunan penjualan signifikan, yang berdampak pada stabilitas bisnis.
Beberapa pabrikan besar yang menghadapi tantangan penurunan penjualan dan krisis finansial antara lain Volkswagen (VW), Stellantis, dan Nissan.
Stellantis, perusahaan otomotif multinasional hasil penggabungan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dari Italia-Amerika dan Groupe PSA dari Prancis, di mana saat ini menaungi berbagai merek seperti Jeep, Chrysler, Dodge, Ram, Maserati, Peugeot, Citroën, DS Automobiles, Opel, dan Vauxhall.
KOMPAS.com/Ruly Volkswagen resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya, VW ID.3.
Volkswagen, merek mobil asal Jerman, mengumumkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran dan menutup setidaknya tiga pabrik di Jerman.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang disebabkan oleh tekanan biaya produksi dan tenaga kerja yang tinggi, serta persaingan yang semakin ketat di industri otomotif.
Dilansir dari Reuters, CFO VW Arno Antlitz menyebutkan bahwa restrukturisasi ini diperlukan seiring penurunan penjualan pasca-pandemi Covid-19.
Penjualan VW dilaporkan turun sebanyak 500.000 unit per tahun sejak saat itu, memberikan VW waktu hanya dua tahun untuk memangkas produksi yang berlebihan guna menstabilkan keuangan.
Automotive News Ilustrasi logo Stellantis
Tak hanya di Eropa, penurunan penjualan VW juga terjadi di China, yang selama bertahun-tahun menjadi pasar utama bagi perusahaan tersebut.
VW berjuang tetap kompetitif di segmen mobil listrik di China dan Asia, di mana produsen lokal menjual kendaraan dengan harga lebih terjangkau.
Pada sisi lain, Stellantis, belum lama ini, juga mengumumkan akan melakukan PHK terhadap 1.100 karyawan di pabrik Jeep Gladiator di Toledo, Ohio, Amerika Serikat.
Pemutusan karyawan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar di Amerika Utara.
Stellantis menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan kapasitas produksi dengan kondisi pasar yang terus berubah.
"Ini adalah langkah yang sulit, tetapi diperlukan agar perusahaan dapat kembali meraih keunggulan kompetitif dan mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya," kata Stellantis dikutip dari Reuters.
Jeep Gladiator, yang diproduksi di pabrik tersebut, merupakan salah satu model andalan Stellantis di jajaran truk ringan dan SUV, yang menjadi tulang punggung perusahaan di pasar Amerika Utara.
KOMPAS.com/Adityo Nissan Serena ePower
Menjelang akhir tahun 2024, Nissan turut mengumumkan sedang menghadapi kondisi darurat yang memaksa dilakukannya langkah-langkah perampingan, termasuk penjualan sebagian sahamnya.
CEO Nissan, Makoto Uchida, mengumumkan serangkaian perubahan besar yang bertujuan untuk membantu perusahaan melewati masa-masa sulit.
Produsen mobil asal Jepang ini berencana memangkas 9.000 pekerja, mengurangi produksi, dan menjual sebagian besar sahamnya di Mitsubishi.
PHK yang melibatkan 9.000 karyawan ini mencakup sekitar 6,7 persen dari total tenaga kerja global Nissan, yang akan memengaruhi berbagai posisi di sejumlah wilayah.
Nikkei Logo Nissan.
Pengurangan produksi juga dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi ini. Nissan berencana menurunkan kapasitas produksi globalnya sebesar 20 persen.
Pada kuartal ketiga tahun 2024, Nissan melaporkan kerugian bersih sebesar 9,3 miliar yen, berbanding terbalik dengan laba 191 miliar yen yang diperoleh pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami tidak punya pilihan selain merevisi sebagian dari rencana tersebut. Ini adalah penyesalan terdalam saya menghadapi situasi sulit di tahun pertama The Arc," kata Uchida.
Kumpulan artikel otomotif terpopuler pada Jumat (8/11/2024), mulai Tol Jogja-Solo resmi bertarif hingga Stellantis bakal PHK 1.100 karyawan Halaman all [629] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pembaca ingin tahu tentang jalan Tol Jogja-Solo yang mulai bertarif hari ini. Begitu pula dengan artikel mengenai diskon Pertamax setiap Jumat dan Senin dari Pertamina.
Artikel mengenai raksasa otomotif Stellantis yang akan memecat 1.100 karyawan juga membuat banyak pembaca penasaran. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kumpulan artikel otomotif terpopuler pada Jumat (8/11/2024):
1. Resmi, Jalan Tol Jogja-Solo Bertarif mulai Hari Ini
Jasa Marga Jalan Tol Jogja-Solo
Setelah sempat terjadi kekeliruan beberapa waktu lalu, akhirnya tarif Jalan Tol Jogja-Solo segmen Kartasura-Klaten yang dikelola PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) resmi diberlakukan mulai hari ini, Jumat (8/11/2024).
Penetapan tarif sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 2816/KPTS/2024 pada 18 Oktober 2024 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo segmen Kartasura-Klaten.
2. Update Harga SUV Bekas November 2024, CR-V mulai Rp 50 Jutaan
KRISTIANTO PURNOMO Sales promotion girl berpose di samping Honda CR-V generasi terbaru saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Mobil segmen Sport Utility Vehicle (SUV) umumnya dikenal dengan ketangguhan dan daya tahan yang baik, sehingga cocok untuk berbagai kondisi jalan dan cuaca.
Bahkan, tidak jarang oleh memilih mobil SUV untuk keperluan harian meski berada di perkotaan, karena memiliki tampilan yang gagah dan didukung dengan mesin gahar.
3. Ingat, Ada Diskon Pertamax Tiap Jumat dan Senin dari Pertamina
Kontan/Muradi Semakin banyak orang yang menggunakan bensin non subsidi.
Pertamina Patra Niaga memberikan penawaran menarik bagi setiap pengguna Pertamax. Pemilik kendaraan bisa membeli Pertamax dengan harga yang lebih murah khusus pada Senin dan Jumat.
Dikutip dari akun Instagram @mypertamina, Jumat (8/11/2024), calon pembeli berhak mendapatkan diskon Rp 300 per liter setiap hari Senin dan Jumat menggunakan aplikasi MyPertamina, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 akan segera digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 22 November mendatang. Ada sejumlah merek otomotif yang turut berpartisipasi dalam pameran tersebut, salah satunya adalah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Suzuki rencananya akan meluncurkan produk baru dalam GJAW 2024, hanya saja tidak disebutkan secara rinci terkait produk yang dimaksud. Lantas, apakah pabrikan Jepang tersebut bakal membawa Suzuki Fronx yang belum lama ini sudah tertangkap kamera sedang tes jalan di Indonesia?
5. Raksasa Otomotif Stellantis Bakal PHK 1.100 Karyawan, Ini Alasannya
Automotive News Ilustrasi logo Stellantis
Salah satu raksasa otomotif, Stellantis menyampaikan pihaknya akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan di pabrik Jeep Gladiator yang terletak di Toledo, Ohio, Amerika Serikat (AS).
Dikutip Reuters pada Kamis (7/11/2024), putusan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi serta menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar di Amerika Utara.
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu raksasa otomotif, Stellantis menyampaikan pihaknya akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan di pabrik Jeep Gladiator yang terletak di Toledo, Ohio, Amerika Serikat (AS).
Dikutip Reuters pada Kamis (7/11/2024), putusan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi serta menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar di Amerika Utara.
Stellantis menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk mengurangi tingkat persediaan dan memastikan produksi sejalan dengan permintaan yang ada, terutama mengingat fluktuasi penjualan dan perubahan tren konsumen yang memengaruhi industri otomotif.
PT DAS Jeep Gladiator di Pondok Indah
PHK di pabrik Toledo mencerminkan upaya perusahaan dalam menyelaraskan kapasitas produksi dengan kondisi pasar yang terus berubah.
"Ini adalah tindakan yang sulit untuk diambil, tetapi diperlukan untuk memungkinkan perusahaan mendapatkan kembali keunggulan kompetitifnya dan akhirnya mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya," kata Stellantis dalam sebuah pernyataan.
Meskipun langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, Stellantis belum mengungkapkan rincian terkait jadwal pasti PHK atau paket pesangon yang akan diberikan kepada para pekerja yang terdampak.
Jeep Gladiator, yang diproduksi di pabrik ini, adalah salah satu model utama Stellantis dalam jajaran truk ringan dan SUV, yang menjadi andalan perusahaan di pasar Amerika Utara.
Industri otomotif sendiri tengah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari gangguan rantai pasokan hingga pergeseran permintaan konsumen. Dalam menghadapi situasi ini, Stellantis terus berusaha menyesuaikan operasionalnya untuk mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.
Dok. DAS Indonesia Camp Jeep Media 2021, ajang test drive dari peluncuran Jeep Gladiator
Pemangkasan tenaga kerja terkait mengikuti langkah-langkah efisiensi yang sudah diterapkan sebelumnya, termasuk pemangkasan jumlah pekerja dan perombakan manajemen senior untuk memperbaiki penjualan yang menurun.
Pada tahun ini, saham Stellantis tercatat turun sekitar 39 persen, yang menunjukkan tekanan besar yang dihadapi perusahaan.
Keputusan ini tidak hanya memicu reaksi dari pekerja, tetapi juga mengundang respons keras dari serikat pekerja United Auto Workers (UAW) yang mewakili karyawan di Toledo.
Presiden UAW, Shawn Fain, mengancam akan menggelar mogok nasional jika perusahaan terus melanjutkan kebijakan pemutusan hubungan kerja ini.
Selain itu, ia juga mengkritik penundaan investasi Stellantis untuk pabrik baterai di Belvidere, Illinois, yang ia anggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan ketenagakerjaan yang telah disepakati sebelumnya.
Pernyataan mengenai PHK ini juga menarik perhatian sejumlah politisi, termasuk Wakil Presiden Kamala Harris dan Presiden terpilih Donald Trump, yang bahkan mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada Stellantis jika perusahaan memindahkan pekerjaan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Siapa yang sangka ajang Paris Motor Show 2024, juga menjadi wadah bagi para produsen China untuk unjung gigi. Sebut saja BYD dan GAC, yang telah memperlihatkan keperkasaan mereka.
Tidak mau kalah untuk pertama kalinya di Eropa, produsen mobil asal China, Leapmotor pastikan akan ikut bersaing dalam persaingan mobil listrik di Eropa di bawah bendera Stellantis. Namun siapa yang sangka, brand asal China Leapmotor pun dibocorkan akan segera masuk pasar mobil di Indonesia, di bawah payung besar Indomobil Group.
"Leap Motor ini baru diperkenalkan pertama kali di Eropa. Dan dalam waktu dekat akan ikut diperkenalkan di Indonesia. Tunggu saja," ucap President Director PT Nasional Distributor - Citroen Indonesia.
Sebagai catatan pada Paris Motor Show 2024, Leapmotor menampilkan rangkaian kendaraan listrik inovatif dan terjangkau, sekaligus memperkenalkan model terbarunya yaitu Leapmotor B10.
Dijelaskan partisipasi Leapmotor sebagai merk mobil asal Tiongkok di Paris Motor Show ini dilakukan hanya beberapa Minggu menyusul debutnya di Eropa, melalui kemitraan Leapmotor International di Milan. Pada saat itu, Leapmotor sekaligus membuka pemesanan untuk model pertamanya yang tersedia di Eropa: Leapmotor T03 dan C10.
Setelah mendirikan kemitraan, Leapmotor berpartisipasi di Paris Motor Show untuk memperkenalkan model terbarunya secara global, yakni Leapmotor B10 yang dipasarkan di segmen C-SUV dan Leapmotor C16 yang ditujukan untuk segmen D-SUV. Selain itu, model Leapmotor T03 juga akan hadir sebagai mobil listrik compact dengan kabin lega, cocok untuk mobilitas di perkotaan. Seluruh line-up kendaraan listrik Leapmotor yang ditampilkan menawarkan performa tinggi, efisiensi daya, tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi, serta jarak tempuh yang jauh dengan harga terjangkau.
Leapmotor Hadir di Paris Motor Show 2024. Mobil asal China ini dipastikan akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat. Foto: M Luthfi Andika/detik.com
Strategi ekspansi Leapmotor International melalui kemitraan joint venture 51:49 antara Stellantis dan Leapmotor terus diperkuat untuk meningkatkan penjualan mobil berteknologi tinggi dan hemat biaya di luar wilayah Tiongkok. Seluruh langkah ini telah dicapai selama kurang dari satu tahun sejak didirikannya kemitraan, dengan Stellantis berinvestasi sebesar 1,5 miliar Euro untuk mengakusisi kepemilikan saham Leapmotor sebanyak 21%.
Kemitraan ini memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen di Eropa terhadap BEV (Battery Electric Vehicle) yang berteknologi tinggi, didukung oleh jaringan dealer Stellantis yang luas untuk menciptakan customer experience terbaik yang membedakan Leapmotor International dari pesaing Tiongkok lainnya. Pada akhir tahun 2024, Leapmotor International akan memperluas jaringan dealer hingga 350 buah dan meluncurkan minimal 1 model baru setiap tahunnya, hingga 3 tahun ke depan.
Pasar pertama untuk kendaraan Leapmotor di Eropa akan mencakup Belgia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, Portugal, Rumania, Spanyol, Swiss, dan Inggris. Leapmotor International selanjutnya akan memperluas distribusinya ke Timur Tengah & Afrika (Turki), Asia Pasifik (Australia, Selandia Baru, Thailand, Malaysia, dan Nepal), serta Amerika Selatan (Brasil dan Chili) mulai kuartal keempat tahun ini.
Peluncuran kendaraan Leapmotor di Eropa semakin memperluas portofolio merek Stellantis untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda-beda. Seiring dengan langkah strategis ini, Stellantis tetap berkomitmen pada model bisnis "asset-light" untuk merek asingnya di Tiongkok.
Seiring kemajuan teknologi, kini semakin banyak merek mobil yang berseliweran di jalanan. Jika dahulu didominasi merek asal Jepang, tapi kini mulai muncul berbagai merek yang berasal dari China, Korea, hingga Eropa.
Dari sekian banyak pabrikan mobil, beberapa di antaranya berhasil meraih kesuksesan. Bahkan, sejumlah merek berhasil masuk ke dalam daftar perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024.
Merek ternama seperti Toyota, Honda, atau Mercedes-Benz sudah dipastikan masuk ke dalam daftar ini. Selain itu, beberapa pabrikan mobil seperti Tesla, Ford, hingga BYD berhasil meraih predikat tersebut.
Penasaran, apa saja perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Perusahaan Mobil Terbesar di Dunia per 2024
Mengutip laman Investopedia, tercatat ada 10 perusahaan mobil terbesar di dunia per 2024. Hal itu berdasarkan pendapatan (revenue) perusahaan selama 12 bulan yang dihitung sejak 21 Desember 2022.
Simak daftar lengkap perusahaan mobil terbesar di dunia berikut ini:
1. Volkswagen
Volkswagen menempati urutan pertama sebagai perusahaan mobil terbesar di dunia. Merek asal Jerman itu berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 284,34 miliar.
Volkswagen memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil, bus, hingga truk. Di Indonesia, mobil Volkswagen yang cukup terkenal ada Tiguan, Golf, hingga Beetle.
Volkswagen sendiri memiliki anak perusahaan, yakni Audi dan Porsche. Kedua merek tersebut fokus dalam mengembangkan dan memproduksi mobil kelas mewah dan mesin bertenaga kencang.
2. Toyota
Toyota berhasil meraih pendapatan senilai US$ 270,58 miliar, sehingga menjadikannya salah satu pabrikan mobil terbesar di dunia. Tak heran jika Toyota masuk ke daftar ini karena penjualannya begitu laris manis di banyak negara.
Toyota juga memiliki anak perusahaan, yakni Daihatsu dan Lexus. Khusus Lexus, mereka memproduksi kendaraan mewah dari berbagai tipe, mulai dari sedan, MPV, SUV, hingga kendaraan listrik.
3. Stellantis
Perusahaan yang satu ini mungkin jarang didengar oleh masyarakat Indonesia. Namun jika menyebut merek seperti Peugeot, Citroen, Opel, hingga Jeep, sebagian detikers mungkin sudah tahu.
Yap, keempat merek di atas merupakan anak perusahaan dari Stellantis. Selain itu, perusahaan itu juga memiliki anak perusahaan lainnya, mulai dari Dodge, Vauxhall, RAM, FIAT, Alfa Romeo, Lancia, Maserati, dan Chrysler.
Banyaknya anak perusahaan yang dimiliki Stellantis membuat revenue yang didapat sangatlah besar, yakni mencapai US$ 181,58 miliar. Sedikit informasi, Stellantis adalah perusahaan otomotif multinasional yang berdiri pada 2021 lewat kerja sama Groupe PSA (Prancis) dan Fiat Chrysler Automobiles (Italia-AS).
4. Mercedes-Benz
Di posisi keempat ada Mercedes-Benz. Pabrikan asal Jerman itu berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 156,23 miliar.
Mercedes-Benz dikenal sebagai produsen mobil mewah yang hadir untuk berbagai tipe, mulai dari sedan, SUV, hingga kendaraan listrik. Tak hanya itu, perusahaan ini juga memiliki divisi yang fokus di ajang balap mobil, yaitu AMG.
5. Ford Motor
Ford menempati urutan kelima sebagai pabrikan mobil terbesar di dunia. Total revenue yang didapat mencapai US$ 151,74 miliar.
Pabrikan asal Amerika Serikat ini memproduksi berbagai tipe kendaraan, mulai dari SUV, van, hingga truk. Beberapa mobil Ford yang populer ada Mustang dan F-150.
6. General Motors (GM)
General Motors merupakan produsen mobil multinasional yang berbasis di Detroit, Amerika Serikat. GM memiliki sejumlah anak perusahaan mulai dari Chevrolet, Cadillac, BUICK, dan GMC.
GM berhasil meraih pendapatan hingga mencapai US$ 147,21 miliar, sehingga menjadikannya salah satu pabrikan mobil asal AS yang sukses di dunia.
7. Honda
Di daftar selanjutnya ada Honda. Pabrikan asal Jepang ini berhasil meraih revenue sebesar US$ 126,17 miliar.
Honda fokus dalam menghadirkan berbagai tipe mobil, mulai dari sedan, SUV, hatchback, hingga MPV. Di Tanah Air, beberapa mobil Honda yang banyak berseliweran di jalanan di antaranya Honda Brio, CR-V, BR-V, HR-V, hingga Mobilio.
8. Tesla
Selain Ford dan GM, ada satu lagi pabrikan mobil asal AS yang masuk ke dalam daftar ini, yaitu Tesla. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini meraih pendapatan sebesar US$ 74,86 miliar.
Berbeda dengan pabrikan lainnya, Tesla fokus dalam mengembangkan kendaraan listrik. Beberapa model Tesla yang terkenal di antaranya ada Model Y, Model 3, dan Model S.
9. Nissan
Di tempat kesembilan ada Nissan yang berhasil meraih pendapatan senilai US$ 73,73 miliar. Nissan menjadi salah satu dari tiga pabrikan mobil asal Jepang yang masuk ke daftar ini, selain Toyota dan Honda.
Di Indonesia, beberapa mobil Nissan yang cukup populer ada Nissan Serena dan Nissan Livina. Lalu, Nissan juga memiliki divisi yang fokus dalam memproduksi mobil mewah, yakni Infiniti.
10. BYD
Di urutan terakhir ada BYD, menjadikannya salah satu merek otomotif asal China yang berhasil masuk ke dalam daftar ini. BYD berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 51,37 miliar, padahal pabrikan ini baru dibentuk pada 2003 silam.
Saat ini, BYD tengah fokus dalam mengembangkan kendaraan listrik yang mumpuni dengan harga terjangkau. Beberapa tipe BYD yang populer di Indonesia yakni ada BYD Atto 3 dan BYD Seal.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen, China, itu juga memproduksi kendaraan listrik komersial seperti bus. Bahkan, bus listrik BYD telah digunakan oleh TransJakarta untuk mengangkut penumpang.
Itu dia 10 daftar perusahaan terbesar di dunia per 2024. Punya salah satu merek mobil di atas?
REPUBLIKA.CO.ID,MILAN- CEO Stellantis Carlos Tavares akan berpidato di hadapan parlemen Italia komite parlemen pekan depan mengenai prospek produksi mobil di Italia, kata perusahaan itu pada Selasa (1/10), setelah memperingatkan tentang permintaan yang buruk untuk kendaraan listrik (EV).
Sidang dengar pendapat akan berlangsung pada 11 Oktober, kata Stellantis dalam sebuah pernyataan, setelah mengumumkan telah memperpanjang penangguhan produksi mobil kota listrik Fiat 500 hingga 1 November karena pesanan yang lemah.
Mobil itu dibuat di pabrik bersejarah Stellantis Mirafiori di Turin, Italia utara. Perusahaan itu sebelumnya mengatakan produksi model itu telah dihentikan hingga 11 Oktober.
Tavares akan dapat "memberikan gambaran paling lengkap tentang produksi otomotif grup di Italia," kata pernyataan itu. "Situasi internasional dan Eropa yang kompleks dari sektor otomotif membutuhkan respons yang cepat," tambahnya.
Perlambatan global dalam penjualan kendaraan listrik (EV), sebagian karena kebijakan yang berbeda tentang insentif hijau, telah memaksa para produsen mobil di seluruh dunia untuk menyesuaikan rencana EV mereka.
Dalam pernyataan sebelumnya pada hari Selasa, Stellantis mengatakan telah memberi tahu serikat pekerja bahwa pasar mobil listrik di Eropa "dalam masalah besar." Meskipun produksi dihentikan sementara, Stellantis menegaskan kembali rencananya untuk menginvestasikan 100 juta euro (110,93 juta dolar AS) pada Fiat 500e dengan baterai berkinerja tinggi, sementara mulai awal 2026 akan mulai memproduksi 500 Hybrid baru.
Tesla diperkirakan akan melaporkan lonjakan 8 persen dalam pengiriman kendaraan listriknya pada kuartal ketiga pada hari Rabu. Itu menurut perkiraan Wall Street. 00:08 01:26 Awal tahun ini Italia meluncurkan rencana senilai 1 miliar dolar AS untuk membantu pengemudi beralih ke kendaraan yang lebih bersih, dengan subsidi untuk pembelian mobil listrik sepenuhnya.