#30 tag 24jam
Gandeng Perusahaan Afiliasi KBFG di Indonesia, KB Bank Tingkatkan Gizi Anak Kurang Mampu
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berupaya meningkatkan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi. Halaman all [762] url asal
#csr #gizi-buruk #stunting #prevalensi-stunting #sdg02-tanpa-kelaparan #sdg03-kehidupan-sehat-dan-sejahtera #kb-bank #program-sosial
(Kompas.com - Money) 14/10/24 11:36
v/16454830/
KOMPAS.com – KB Bank bersama perusahaan afiliasi KB Financial Group (KBFG) di Indonesia, yakni Sunindo Kookmin Best Finance, KB Data Systems Indonesia, KB Insurance Indonesia, KB Valbury Sekuritas, KB Valbury Asset Management, dan KB Finansia Multi Finance, meluncurkan program aksi sosial bertajuk “Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan”.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan serta komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan kali ini difokuskan pada peningkatan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi.
Kegiatan corporate social responsibility (CSR) itu pun mencerminkan komitmen KBFG terhadap pemenuhan gizi seimbang anak-anak serta upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut melibatkan karyawan asal Korea Selatan sebagai sukarelawan untuk membantu masyarakat Indonesia.
Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berkolaborasi dengan Hungry Happy Center.
Hungry Happy Center adalah organisasi non-pemerintah (NGO) asal Korea Selatan yang memiliki misi serupa dengan KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia.
Adapun kerja sama lintas negara itu bertujuan untuk mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 24,4 persen pada 2023.
Oleh karena itu, program CSR tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024.
Aksi itu pun diharapkan menjadi langkah awal bagi KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menanggulangi isu kesehatan terkait gizi di berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan CSR yang membangun kesadaran gizi
Acara Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama yang melibatkan manajemen KB Bank, perwakilan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia, serta tim Hungry Happy Center.
Menu yang dipilih adalah makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menu ini disiapkan dengan teliti untuk memastikan keseimbangan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh sehat dan kuat.
dok. KB Bank Kegiatan Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.Direktur Utama KB Bank Tom Lee atau Lee Woo-yeul menekankan pentingnya kesehatan anak-anak dalam proses pembangunan bangsa.
Pihaknya meyakini bahwa anak-anak yang sehat adalah salah satu kunci pertumbuhan bangsa. Oleh karena itu, melalui kegiatan CSR yang diinisiasi bersama afiliasi KBFG, KB Bank berharap dapat membantu menurunkan prevalensi gizi buruk dan stunting di Indonesia.
“Kami ingin program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung berupa makanan bergizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang untuk perkembangan anak-anak,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/10/2024).
Dengan begitu, program tersebut diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam kebiasaan makan sehat dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.
Tom Lee menambahkan, visi KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia tidak berhenti pada satu program saja. KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berencana untuk mengembangkan lebih banyak program yang dapat menciptakan dampak sosial positif dan berkelanjutan.
“Kami ingin program-program CSR ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya asupan gizi yang tepat. Bukan hanya soal memberikan makan siang hari ini, melainkan juga bisa bersama-sama membangun masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Membangun budaya ESG di afiliasi KB
Tak hanya membantu pemerintah menurunkan angka stunting, program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan juga menjadi cerminan komitmen KB Bank dalam mendukung pencapaian target-target Sustainable Development Goals (SDG). Utamanya, pada bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan environmental, social, and governance (ESG).
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berharap, seluruh karyawan dan afiliasinya dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak luas pada masyarakat.
Ke depan, KB Bank berencana untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG ke dalam operasional perusahaan sekaligus mengajak afiliasi lain untuk turut serta dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.
Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif, KB Bank optimistis aksi-aksi seperti itu akan menciptakan budaya yang lebih inklusif dan peduli di lingkungan kerja.
Berbagai program CSR yang dijalankan pun diharapkan dapat menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial serta penciptaan dampak positif yang berkelanjutan.
Dengan adanya program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia bertekad untuk terus memperkuat komitmen mereka dalam membantu anak-anak Indonesia. Utamanya, bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses yang lebih baik terhadap makanan bergizi dan kehidupan yang lebih sehat.
Gandeng Perusahaan Afiliasi KBFG di Indonesia, KB Bank Tingkatkan Gizi Anak Kurang Mampu Halaman all
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berupaya meningkatkan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi. Halaman all [762] url asal
#csr #gizi-buruk #stunting #prevalensi-stunting #sdg02-tanpa-kelaparan #sdg03-kehidupan-sehat-dan-sejahtera #kb-bank #program-sosial
(Kompas.com) 14/10/24 11:36
v/16454824/
KOMPAS.com – KB Bank bersama perusahaan afiliasi KB Financial Group (KBFG) di Indonesia, yakni Sunindo Kookmin Best Finance, KB Data Systems Indonesia, KB Insurance Indonesia, KB Valbury Sekuritas, KB Valbury Asset Management, dan KB Finansia Multi Finance, meluncurkan program aksi sosial bertajuk “Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan”.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan serta komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan kali ini difokuskan pada peningkatan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi.
Kegiatan corporate social responsibility (CSR) itu pun mencerminkan komitmen KBFG terhadap pemenuhan gizi seimbang anak-anak serta upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut melibatkan karyawan asal Korea Selatan sebagai sukarelawan untuk membantu masyarakat Indonesia.
Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berkolaborasi dengan Hungry Happy Center.
Hungry Happy Center adalah organisasi non-pemerintah (NGO) asal Korea Selatan yang memiliki misi serupa dengan KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia.
Adapun kerja sama lintas negara itu bertujuan untuk mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 24,4 persen pada 2023.
Oleh karena itu, program CSR tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024.
Aksi itu pun diharapkan menjadi langkah awal bagi KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menanggulangi isu kesehatan terkait gizi di berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan CSR yang membangun kesadaran gizi
Acara Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama yang melibatkan manajemen KB Bank, perwakilan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia, serta tim Hungry Happy Center.
Menu yang dipilih adalah makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menu ini disiapkan dengan teliti untuk memastikan keseimbangan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh sehat dan kuat.
dok. KB Bank Kegiatan Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.Direktur Utama KB Bank Tom Lee atau Lee Woo-yeul menekankan pentingnya kesehatan anak-anak dalam proses pembangunan bangsa.
Pihaknya meyakini bahwa anak-anak yang sehat adalah salah satu kunci pertumbuhan bangsa. Oleh karena itu, melalui kegiatan CSR yang diinisiasi bersama afiliasi KBFG, KB Bank berharap dapat membantu menurunkan prevalensi gizi buruk dan stunting di Indonesia.
“Kami ingin program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung berupa makanan bergizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang untuk perkembangan anak-anak,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/10/2024).
Dengan begitu, program tersebut diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam kebiasaan makan sehat dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.
Tom Lee menambahkan, visi KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia tidak berhenti pada satu program saja. KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berencana untuk mengembangkan lebih banyak program yang dapat menciptakan dampak sosial positif dan berkelanjutan.
“Kami ingin program-program CSR ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya asupan gizi yang tepat. Bukan hanya soal memberikan makan siang hari ini, melainkan juga bisa bersama-sama membangun masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Membangun budaya ESG di afiliasi KB
Tak hanya membantu pemerintah menurunkan angka stunting, program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan juga menjadi cerminan komitmen KB Bank dalam mendukung pencapaian target-target Sustainable Development Goals (SDG). Utamanya, pada bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan environmental, social, and governance (ESG).
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berharap, seluruh karyawan dan afiliasinya dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak luas pada masyarakat.
Ke depan, KB Bank berencana untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG ke dalam operasional perusahaan sekaligus mengajak afiliasi lain untuk turut serta dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.
Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif, KB Bank optimistis aksi-aksi seperti itu akan menciptakan budaya yang lebih inklusif dan peduli di lingkungan kerja.
Berbagai program CSR yang dijalankan pun diharapkan dapat menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial serta penciptaan dampak positif yang berkelanjutan.
Dengan adanya program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia bertekad untuk terus memperkuat komitmen mereka dalam membantu anak-anak Indonesia. Utamanya, bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses yang lebih baik terhadap makanan bergizi dan kehidupan yang lebih sehat.
Gandeng Perusahaan Afiliasi KBFG di Indonesia, KB Bank Tingkatkan Gizi Anak Kurang Mampu
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berupaya meningkatkan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi. Halaman all [762] url asal
#csr #gizi-buruk #stunting #prevalensi-stunting #sdg02-tanpa-kelaparan #sdg03-kehidupan-sehat-dan-sejahtera #kb-bank #program-sosial
(Kompas.com) 14/10/24 11:36
v/16447344/
KOMPAS.com – KB Bank bersama perusahaan afiliasi KB Financial Group (KBFG) di Indonesia, yakni Sunindo Kookmin Best Finance, KB Data Systems Indonesia, KB Insurance Indonesia, KB Valbury Sekuritas, KB Valbury Asset Management, dan KB Finansia Multi Finance, meluncurkan program aksi sosial bertajuk “Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan”.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan serta komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan kali ini difokuskan pada peningkatan gizi anak-anak kurang mampu melalui penyediaan makan siang sehat dan bergizi.
Kegiatan corporate social responsibility (CSR) itu pun mencerminkan komitmen KBFG terhadap pemenuhan gizi seimbang anak-anak serta upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut melibatkan karyawan asal Korea Selatan sebagai sukarelawan untuk membantu masyarakat Indonesia.
Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berkolaborasi dengan Hungry Happy Center.
Hungry Happy Center adalah organisasi non-pemerintah (NGO) asal Korea Selatan yang memiliki misi serupa dengan KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia.
Adapun kerja sama lintas negara itu bertujuan untuk mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 24,4 persen pada 2023.
Oleh karena itu, program CSR tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024.
Aksi itu pun diharapkan menjadi langkah awal bagi KB Bank dan afiliasi KBFG di Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menanggulangi isu kesehatan terkait gizi di berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan CSR yang membangun kesadaran gizi
Acara Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama yang melibatkan manajemen KB Bank, perwakilan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia, serta tim Hungry Happy Center.
Menu yang dipilih adalah makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menu ini disiapkan dengan teliti untuk memastikan keseimbangan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh sehat dan kuat.
dok. KB Bank Kegiatan Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan diawali dengan sesi masak bersama makanan 4 sehat 5 sempurna untuk dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.Direktur Utama KB Bank Tom Lee atau Lee Woo-yeul menekankan pentingnya kesehatan anak-anak dalam proses pembangunan bangsa.
Pihaknya meyakini bahwa anak-anak yang sehat adalah salah satu kunci pertumbuhan bangsa. Oleh karena itu, melalui kegiatan CSR yang diinisiasi bersama afiliasi KBFG, KB Bank berharap dapat membantu menurunkan prevalensi gizi buruk dan stunting di Indonesia.
“Kami ingin program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung berupa makanan bergizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang untuk perkembangan anak-anak,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/10/2024).
Dengan begitu, program tersebut diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam kebiasaan makan sehat dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.
Tom Lee menambahkan, visi KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia tidak berhenti pada satu program saja. KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berencana untuk mengembangkan lebih banyak program yang dapat menciptakan dampak sosial positif dan berkelanjutan.
“Kami ingin program-program CSR ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya asupan gizi yang tepat. Bukan hanya soal memberikan makan siang hari ini, melainkan juga bisa bersama-sama membangun masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Membangun budaya ESG di afiliasi KB
Tak hanya membantu pemerintah menurunkan angka stunting, program Bersama KB Indonesia, Berbagi Kebaikan juga menjadi cerminan komitmen KB Bank dalam mendukung pencapaian target-target Sustainable Development Goals (SDG). Utamanya, pada bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan environmental, social, and governance (ESG).
KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia berharap, seluruh karyawan dan afiliasinya dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak luas pada masyarakat.
Ke depan, KB Bank berencana untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG ke dalam operasional perusahaan sekaligus mengajak afiliasi lain untuk turut serta dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.
Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif, KB Bank optimistis aksi-aksi seperti itu akan menciptakan budaya yang lebih inklusif dan peduli di lingkungan kerja.
Berbagai program CSR yang dijalankan pun diharapkan dapat menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial serta penciptaan dampak positif yang berkelanjutan.
Dengan adanya program tersebut, KB Bank dan perusahaan afiliasi KBFG di Indonesia bertekad untuk terus memperkuat komitmen mereka dalam membantu anak-anak Indonesia. Utamanya, bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses yang lebih baik terhadap makanan bergizi dan kehidupan yang lebih sehat.
Satu Telur Sehari, Inisiatif Alfamart Sahabat Posyandu Turunkan Angka Stunting di 12 Kota
Alfamart berupaya untuk memberikan kontribusi dalam penurunan prevalensi angka stunting di Indonesia melalui program Satu Telur Sehari. Alfamart berupaya untuk... | Halaman Lengkap [434] url asal
#alfamart #prevalensi-stunting #sindonews-stories #program-satu-telur-sehari
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/09/24 12:48
v/14981245/
GORONTALO - Alfamart berupaya untuk memberikan kontribusi dalam penurunan prevalensi angka stunting di Indonesia melalui program Satu Telur Sehari. Program berkelanjutan Alfamart Sahabat Posyandu ini dijalankan dengan menyasar kepada 650 anak yang terindikasi stunting di 12 kota/kabupaten dengan jumlah lebih dari 100.000 butir telur dibagikan. Pemberian Satu Telur Sehari kepada 650 anak ini dilakukan selama 3-6 bulan penuh di Agustus 2024 hingga Januari 2025.Pada peluncuran program ?Satu Telur Sehari? Alfamart Sahabat Posyandu di Kota Gorontalo, Kamis (12/9/2024), Corporate Affair Director Alfamart, Solihin mengaku pihaknya berkontribusi pada upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting.
"Alfamart turut berkontribusi pada upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting anak di Indonesia. Dengan 'Satu Telur Sehari' dari program Alfamart Sahabat Posyandu, kita akan mendistribusikan langsung telur tersebut kepada masing-masing penerima manfaat," ujarnya.
Selain memberikan nutrisi berupa protein telur kepada anak-anak tersebut, di 12 wilayah kabupaten/kota juga akan dijalankan program edukasi dan sosialisasi serta pendampingan kepada orang tua dan anak. Sehingga, selain intervensi protein berupa telur, para orang tua juga akan memahami cara mencegah dan menangani anak yang terindikasi stunting.
Solihin menambahkan, program Alfamart Sahabat Posyandu hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi ibu dan anak untuk tumbuh kembangnya. Program posyandu berkelanjutan ini tidak hanya memberikan pelayanan reguler kepada para ibu untuk dapat mengecek tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), namun para juga memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil serta kegiatan positif lainnya.
"Kami bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat seperti Puskesmas dan kader posyandu di masing-masing tempat pelaksanaan, sehingga kegiatan dan pemberian telur ini akan termonitoring setiap periode. Dengan begitu, kita akan bisa memonitor dan mengevaluasi penurunan angka stunting di setiap daerah tersebut," tutur Solihin.
Sementara itu, PJ Gubernur Gorontalo Mohammad Rudy Salahuddin yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiharto menyampaikan apresiasinya, serta mendukung penuh pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.
"Kami tentu menyambut positif kerja sama yang baik dengan Alfamart untuk membantu menurunkan angka prevalensi stunting anak di Provinsi Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo. Kami berharap akan semakin banyak pelaku usaha yang ada di Gorontalo mengikuti jejak Alfamart yang berkontribusi positif diberbagai sektor, salah satunya di bidang kesehatan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir juga PJ Walikota Gorontalo Ismail Madjid, Kadis PPPA Provinsi Gorontalo dan Kadis Kesehatan Kota Gorontalo pada peluncuran program ?Satu Telur Sehari? Alfamart Sahabat Posyandu.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan penyerahan telur secara simbolis kepada para penerima manfaat. Untuk diketahui, program ini akan fokus menyasar anak-anak terindikasi stunting di 12 kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Kotawaringin Timur, Lampung Utara, Gowa, Cirebon, Lebak, Kota Palembang, Magelang, Rembang, Semarang, Gorontalo, dan Tegal.
Mengadang Stunting di Hulu
Upaya memberantas stunting dilakukan sejak hulunya atau sebelum bayi dilahirkan. [1,641] url asal
#prevalensi-stunting #penurunan-prevalensi-stunting #angka-stunting #bahaya-stunting #pencegahan-stunting #desa-zero-stunting #penanganan-stunting #nikmat-merdeka #lipsus-17-agustus
(Republika - News) 16/08/24 07:00
v/14475501/
REPUBLIKA.CO.ID, Stunting merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian khusus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Percepatan penurunan stunting pada balita termasuk program prioritas pemerintah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pemerintah RI berupaya memberantas stunting sejak hulunya atau sebelum bayi dilahirkan.
Berdasarkan target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun dari 24 persen hingga 14 persen. Guna mencapai target itu dinilai perlu penanganan khusus mulai dari pemerintah hingga tingkat keluarga. Setidaknya terdapat tiga upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, dimulai pada periode prakehamilan wanita.
Upaya tersebut adalah pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) bagi remaja putri, pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, serta pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui keutuhan suatu bangsa negara sangat ditentukan oleh dua pihak, yaitu ibu dan anak. Muhadjir mengibaratkan bila perempuan di suatu negara baik dan kuat, maka kokohlah negara itu. Dan apabila perempuan itu ringkih dan lemah, maka akan roboh suatu negara itu.
"Marilah kita betul-betul berupaya menjaga, menghormati, dan melindungi ibu-ibu kita di dunia ini. Kemudian juga harus menjaga, merawat, dan melindungi anak-anak kita. Anak-anak kita yang akan menentukan kelangsungan bangsa Indonesia ke depan," kata Muhadjir belum lama ini.
Muhadjir menjelaskan, dalam upaya melindungi ibu dan anak, pemerintah telah melakukan berbagai macam intervensi sejak dini. Perempuan sejak remaja telah dipantau dan diberikan intervensi tablet tambah darah supaya tidak mengalami anemia kronis. Dia menyampaikan, apabila sampai mengalami anemia, maka saat menjadi ibu akan mengancam kondisi calon janin.
"Kalau sampai mengalami anemia maka bisa mengancam kondisi janin. Kalau janin tidak bagus maka taruhannya adalah masa depan Bangsa Indonesia. Melahirkan generasi yang tidak kuat, tidak cerdas, karena janin yang tidak sehat," ujar Muhadjir.
Kemudian, ketika ibu hamil sudah disiapkan program makanan tambahan dari Dana Desa dan Kemensos, serta diperiksa kesehatan janin di puskesmas menggunakan USG. Setelah melahirkan, anak balita dipantau dan dicek kesehatan secara menyeluruh untuk mendapatkan intervensi apabila mengalami stunting dan kurang gizi.
Muhadjir menyampaikan upaya pemerintah dalam mencegah stunting pada anak-anak dilakukan dengan gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di seluruh Indonesia sepanjang Juni 2024 dengan alat pengukuran antropometri terstandar dan tenaga kesehatan yang terlatih. "Berdasarkan data, pengukuran yang dilakukan secara serempak sudah mencapai 96 persen balita di Indonesia atau sekitar 16 juta balita," ujar Muhadjir.
Muhadjir menjamin Pemerintahan Presiden Joko Widodo serius dalam memenuhi kesehatan gizi ibu dan anak. Pemerintah sudah memiliki program makanan tambahan untuk ibu dan balita. Kemudian, untuk periode pemerintahan selanjutnya akan dilakukan program pemberian makanan bergizi untuk anak-anak sekolah.
"Masa depan bangsa Indonesia akan sangat ditentukan oleh anak-anak. Karena itu marilah kita bersama-sama untuk terus mendorong pemerintah, masyarakat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak kita dan ibu-ibu kita," ucap Muhadjir.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto Wardoyo menyebut, Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi percontohan untuk tidak melahirkan stunting baru. Untuk itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) wajib menjadi perhatian utama pemerintah.
"Saya sudah sampaikan kepada pemerintah daerah setempat, bahwa caranya tidak sulit. Ketika penduduk jumlahnya 200 ribu, itu setiap 1.000 penduduk yang ada di sekitar IKN hanya akan melahirkan sekitar 16 orang setiap tahunnya. Maka, kalau 200 ribu ya tugasnya mencegah kelahiran stunting pada 3.200 orang, sehingga zero stunting," ujar dokter Hasto.
Mengutip arahan Presiden mengenai data sasaran intervensi yang harus benar-benar detail, dokter Hasto mengatakan, BKKBN siap mendukung IKN dengan data keluarga by name by address yang ada di kawasan IKN. Data tersebut terdiri secara rinci, termasuk status risiko stuntingnya.
"Kami punya Tim Pendamping Keluarga di sekitar IKN. Merekalah yang setiap hari mencatat siapa yang menikah, hamil, dan melahirkan. Kalau per tahun ada 3.200 ibu hamil, maka bisa dikira-kira sebulan ada 250 ibu hamil, per harinya tidak sampai 10 yang melahirkan di IKN," ucap dokter Hasto.
Lebih lanjut, dokter Hasto menyebut risiko keluarga berisiko stunting berikutnya adalah calon pengantin. Sekitar 80 persen yang menikah hamil di tahun pertama. "Sebagian besar orang Indonesia menikah tujuannya prokreasi, semua ingin punya anak. Berbeda dengan negara maju, ada yang untuk rekreasi, ada juga yang menikah tujuannya security, hanya untuk mendapatkan perlindungan karena ada suami," ucap dokter Hasto.
Dokter Hasto mengatakan, penting untuk setiap calon pengantin agar diskrining sebelum menikah, wajib diperiksa status kesehatannya. Sehingga profil kesehatan di wilayah IKN bisa direkayasa. "Dalam arti rekayasa positif, by design, bisa kita siapkan. Dengan catatan ada aturan yang ketat, mau nikah harus periksa dan menunjukkan sertifikat kalau sudah diperiksa," ucap Hasto.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang melalui intervensi pencegahan stunting. Sebab stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Angka stunting di Indonesia masih jauh dari target penurunan sebesar 14 persen pada 2024. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional sebesar 21,5 persen, turun sekitar 0,8 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Juru Bicara Kemenkes M Syahrir mengatakan, untuk mencapai target itu, pemerintah telah melakukan dua intervensi, yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi sensitif. Syahrir menjelaskan, intervensi gizi spesifik berfokus pada penanganan penyebab langsung stunting, seperti kekurangan asupan makanan dan gizi dan penyakit infeksi. Sedangkan intervensi gizi sensitif menyasar keluarga dan masyarakat karena berkaitan dengan penyediaan air bersih dan peningkatan akses pangan.
"Pada umumnya, intervensi gizi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan, dalam hal ini Kemenkes. Intervensi spesifik dilakukan dengan menyasar remaja putri, ibu hamil, bayi, dan balita," ujar Syahrir.
Program intervensinya yakni mencegah remaja putri anemia melalui pemberian tablet tambah darah sepekan sekali, melakukan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil minimal enam kali, dan memberikan tablet tambah darah pada ibu hamil.
Selain itu, Kemenkes mendorong pemberian ASI eksklusif enam bulan, memantau pertumbuhan balita setiap bulan di posyandu, melakukan pemberian makanan pendamping ASI kaya protein hewani pada balita 6-23 bulan, serta menerapkan tata laksana balita bermasalah gizi dan imunisasi dasar lengkap. "Ini untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," ucap Syahrir.
Ragam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting
Prevalensi stunting di Kota Yogyakarta turun di 2024 ini di angka 10,07 persen berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta. Angka ini sudah di bawah target nasional yakni 14 persen. Bahkan, angka ini juga sudah di bawah target Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang menetapkan sebesar 12 persen. Dinkes Kota Yogyakarta pun menuturkan penurunan stunting ini dikarenakan adanya intervensi serentak pencegahan stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti mengatakan, intervensi yang dilakukan yakni dengan mendorong ibu yang memiliki balita untuk datang ke posyandu. Bahkan, pada Juni 2024, tingkat kehadiran balita di posyandu mencapai 100 persen dari intervensi yang dilakukan.
“Alhamdulillah kemarin itu ada intervensi serentak pencegahan stunting. Mudah-mudahan Juli ini orang tua balita itu semangatnya pas intervensi serentak di Juni diteruskan di Juli. Karena selama ini tingkat kehadiran (di posyandu) masih di angka 80-90 persen,” kata Aan kepada Republika belum lama ini.
Intervensi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dari tingkat Kota Yogyakarta, kemantren, hingga kelurahan. Seluruh kader kesehatan, termasuk tim percepatan penurunan stunting (TPPS) yang ada di tiap wilayah dilibatkan untuk melakukan intervensi ini.
“Sehingga yang belum datang pun kita jemput bola, kita sweeping. Kalau kita bicara stunting, ini kerja sama dan memerlukan peran lintas sektoral. Apalagi di wilayah itu mulai dari puskesmas, kader kesehatan, pendamping keluarga yang ada di wilayah, TP PKK, kelurahan, kemantren semuanya terlibat,” ucapnya.
Aan menuturkan, intervensi ini akan terus dilakukan ke depannya. Hal ini mengingat angka stunting yang meski sudah di bawah target, dapat meningkat jika upaya yang dilakukan tidak diteruskan. “Kalau kita lengah, yang belum stunting bisa jadi bergeser jadi stunting, ini upaya kita terus-menerus,” jelas Aan.
Pihaknya juga baru saja meluncurkan aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB). Melalui aplikasi ini, dapat diakses sejauh mana persoalan gizi balita di suatu wilayah, sehingga bisa menjadi dasar untuk membuat kebijakan maupun solusi dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah.
Sebab, PPGB ini menampilkan data anak usia di bawah dua tahun (baduta) dan balita yang bermasalah gizi. PPGB ini juga dapat digunakan untuk melihat masalah gizi per tahunnya dengan statistik masalah gizi per kemantren dan kelurahan.
Selain itu, aplikasi PPGB juga dapat melihat statistik sasaran yang diukur, ditimbang dan diukur, serta ditimbang. Tidak hanya TPPS, namun masyarakat juga bisa melihat data-data yang disajikan di aplikasi tersebut. “Harapannya, dengan tahu hasilnya bisa membuat kebijakan dan solusi di wilayah masing-masing. Kalau misalnya capaian stunting (di aplikasi itu) masih tinggi, pasti akan berupaya untuk menurunkannya,” kata Aan.
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, dengan adanya pemantauan terpadu melalui aplikasi PPGB ini, diharapkan permasalahan gizi pada balita dapat diidentifikasi secara dini dan ditangani dengan cepat dan tepat. “Diharapkan aplikasi PPGB ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam upaya pemantauan dan penanganan masalah gizi balita khususnya di Kota Yogyakarta,” kata Emma.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto mendukung aplikasi PPGB yang merupakan bagian dari program Pemantauan Terpadu Permasalahan Gizi Balita (PANDU SAGITA), khususnya sebagai upaya penurunan stunting di Kota Yogyakarta. Sugeng juga berharap pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah kaitannya dengan penurunan stunting dapat mengondisikan kesehatan, mulai dari ibu mengandung hingga umur balita lima tahun.
“Pelayanan kesehatan balita baik dari kandungan hingga lahir harus dilakukan secara masif. Pemerintah bersama masyarakat bisa memaksimalkan aplikasi PPGB ini,” kata Sugeng.
Dengan aplikasi PPGB, dapat memberikan pelayanan di masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat. Pasalnya, penyuluhan dan sosialisasi yang dilakukan sebelumnya memakan waktu dan tenaga, serta ketepatan dan akurasinya juga dipertanyakan.
Dengan upaya-upaya yang dilakukan, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Sarmin optimis Kota Yogyakarta bisa mencapai target prevalensi stunting di angka kurang dari 10 persen di tahun 2024-2025.
Untuk itu, Sarmin berharap dari 73 indikator yang menjadi evaluasi bersama TPPS Kota Yogyakarta, dapat menjadi upaya dalam penurunan stunting di Kota Yogyakarta. “Kita berharap, nantinya capaian intervensi di akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025 mencapai prevalensi bisa di bawah 10 persen,” kata Sarmin.
Program Makan Bergizi Gratis Bisa Turunkan Angka Prevalensi Stunting?
Dibutuhkan langkah insentif dan masif dalam menurunkan angka prevalensi stunting. [446] url asal
#prevalensi-stunting #penurunan-stunting #makan-gratis #makan-bergizi-gratis #program-makan-bergizi-gratis
(Republika - Ekonomi) 29/07/24 11:46
v/12515302/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini menyoroti program Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai makan bergizi gratis, kaitannya dengan dampak bagi anak-anak sebagai generasi emas 2045 mendatang. Menurutnya, program tersebut mestinya bisa menekan angka prevalensi stunting secara lebih agresif.
Hal itu disampaikan Didik dalam agenda agenda Economic Gathering 'The Urgency of Investing in Children during Prabowo Presidency' yang digelar INDEF di kawasan Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
Didik menerangkan ada sebanyak 80 juta penduduk anak-anak di Indonesia, kesemuanya menjadi bagian dari angkatan kerja pada 2045 mendatang. Sehingga menurutnya, perhatian pada kalangan tersebut merupakan investasi SDM bagi Indonesia yang jauh lebih penting dibandingkan investasi-investasi jenis lain.
Kemudian, dia merelasikan hal itu dengan update data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menunjukkan angka stunting di Indonesia. Data menunjukkan memang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir angka prevalensi stunting menurun signifikan, yakni pada 2019 sebesar 27,6 persen sedangkan pada 2023 menjadi 21,5 persen.
Kendati secara kasat mata menurun, sebenarnya penurunan pada 2023 hanya 0,1 persen. Sehingga dibutuhkan langkah insentif dan masif dalam menurunkan angka prevalensi stunting.
"Ini senada dengan kebijakan Prabowo yaitu pemberian berbagai asupan bergizi bagi ibu hamil dan balita serta makan bergizi gratis. Dengan adanya program-program tersebut ada optimisme penurunan angka prevalensi stunting yang lebih cepat dan mencetak generasi emas yang lebih baik di masa yang akan datang," kata Didik dalam agenda diskusi INDEF.
Lebih lanjut, Didik mengatakan, apalagi isu terbaru adanya lonjakan kasus gagal ginjak pada anak yang bersumber dari asupan makanan tidak sehat dan rendah gizi. "Ini jadi perhatian utama Presiden terpilih untuk memastikan anak tumbuh lebih baik," ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk bisa mencapai Indonesia Emas 2045 yang inklusif, maka semestinya tidak ada anak tertinggal. "Sinergi pemerintah dengan berbagai pihak dibutuhkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Dengan investasi melalui bauran kebijakan dan kolaborasi visi Indonesia Emas 2045 dapat dicapai melalui presiden yang baru," tutupnya.
Hasan menyebut kegiatan riset yang saat ini tengah dilakukan untuk program makan bergizi gratis tidak melibatkan instrumen pemerintah. Hal itu dikarenakan pada tahun ini belum ada mata anggaran yang tersedia untuk program tersebut.
Kata Hasanm anggaran untuk program tersebut baru masuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) untuk tahun 2025. "Pak Prabowo belum dilantik jadi ketika melaksanakan riset juga tentu tidak bisa menggunakan instrumen-instrumen pemerintah," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa Tim Sinkronisasi pun bekerja untuk menyelaraskan rancangan anggaran untuk pemerintahan mendatang. Sehingga riset dan uji coba dalam program tersebut pun dilakukan secara mandiri.
Dia menyebut bahwa saat uji coba program itu sudah dilakukan terhadap siswa SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil. Nantinya, kata dia, riset tersebut akan direplikasi untuk seluruh wilayah di Indonesia.
Delegasi World Bank Bertemu Jokowi, Bahas Kemiskinan hingga IKN
Pertemuan delegasi World Bank dan Presiden Jokowi membahas isu kemiskinan, sunting, energi, hingga infrastruktur seperti di IKN. - Halaman all [563] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #world-bank #presiden-jokowi #world-bank-bertemu-jokowi #ikn #nusantara #tingkat-kemiskinan #prevalensi-stunting #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 25/07/24 20:45
v/12092496/
JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi World Bank di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (25/7/2024). Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai isu terkait perekonomian Indonesia dan berbagai program yang telah dijalankan oleh pemerintah.
Isi pembahasan antara Jokowi dan delegasi World Bank diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia bilang, World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5% dengan tingkat inflasi sebesar 2,58%. Selain itu, World Bank juga mengapresiasi sejumlah program yang telah dilakukan pemerintah Indonesia.
“Antara lain pengurangan kemiskinan dan juga program-program yang terkait dengan infrastruktur untuk pertanian termasuk dengan irigasi yang tadi delegasi World Bank dari Lombok dan melihat bagaimana pendapatan petani meningkat dan juga irigasi berjalan dengan baik kemudian juga hasil daripada pertanian mendongkrak nilai tukar petani,” ujar Airlangga dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.
Selain itu, kata dia, World Bank juga mengapresiasi program penurunan stunting yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui program early childhood. Dalam hal ini, Presiden Jokowi menyebut bahwa terjadi penurunan angka stunting di Indonesia dari 37% menjadi 21%, penurunan tingkat kemiskinan ekstrem dari 6,2% menjadi 0,8%.
“Nah, terkait dengan program tersebut, Bapak Presiden juga bercerita mengenai program dana desa di mana dana desa sebesar Rp 71 triliun dipergunakan untuk berbagai kegiatan di pedesaan termasuk untuk mengurangi dari pada stunting,” ungkap Airlangga.
Di samping itu, Presiden Jokowi ikut menekankan pentingnya resiliensi pangan dan energi hijau untuk masa depan Indonesia. Menurut Presiden, Indonesia memiliki program terkait dengan energi bersih antara lain hydro solar geothermal.
“Dan juga dari World Bank mengatakan pentingnya untuk pengembangan transmisi infrastruktur, transmisi listrik. Dan tentu ini menjadi prioritas prioritas yang perlu dilakukan oleh pemerintah,” ucap Airlangga.
Transisi Energi hingga IKN
Presiden mengingatkan bahwa transisi energi perlu mempertimbangkan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Oleh karena itu, multiple source of energy dengan transmisi yang terkoneksi antar pulau diharapkan dapat membuat harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Tentunya berbagai subsidi yang dilakukan oleh pemerintah juga tentunya ke depan subsidi ini akan ditujukan kepada mereka yang berhak,” tutur Airlangga.
Tak sampai disana saja, Presiden Jokowi menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan untuk usaha kecil dan menengah. Delegasi World Bank juga mencatat berbagai program untuk mendukung infrastruktur listrik dan praktik terbaik yang telah dilakukan di negara lain seperti India.
“Ada beberapa best practice yang dilakukan di India, di mana India juga bisa mencari fund sejenis PLN namun fund tersebut di back-up atau didukung oleh World Bank,” ungkap Airlangga.
Terakhir, Airlangga mengatakan bahwa Presiden Jokowi mendorong kebijakan penanganan keberlanjutan, termasuk pengembangan nursery untuk tanaman dalam skala besar di Tanah Air. Diantaranya adalah di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bali.
“Oleh karena itu, dari World Bank merasa bahwa program yang dilakukan oleh Indonesia adalah program yang sifatnya masif, skala besar, dan juga dengan masif dan skala besar itu diharapkan bisa menjadi percontohan untuk negara-negara lain di luar Indonesia,” pungkas Airlangga.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sementara itu, delegasi World Bank yang hadir adalah Anna Bjerde selaku Managing Director of Operations World Bank, Manuela V. Ferro selaku Regional Vice President, Carolyn Turk selaku Country Director Indonesia & Timor-Leste, serta Seynabou Sakho selaku Director of Operations.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Prevalensi Stunting di Kota Bontang Paling Tinggi se-Kaltim, Naik 6,4%
Kota Bontang mengalami peningkatan angka prevalensi stunting sebesar 6,4%, diikuti oleh Kabupaten Kutai Timur dengan 4,3%, dan Kabupaten PPU dengan 2,8%. [269] url asal
#bontang #stunting #prevalensi-stunting #gizi-buruk
(Bisnis.Com - Terbaru) 25/07/24 17:37
v/12075561/
Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Kota Bontang dinilai sebagai daerah dengan penurunan stunting paling lambat di Kalimantan Timur.
Kota Bontang, yang sekaligus menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kaltim tahun ini, bahkan mengalami peningkatan angka prevalensi stunting sebesar 6,4%, diikuti oleh Kabupaten Kutai Timur dengan 4,3%, dan Kabupaten PPU dengan 2,8%.
Sedangkan, untuk penurunan stunting paling baik dicatatkan oleh Pemkab Kutai Kartanegara meraih angka penurunan 9,5%, diikuti oleh Kabupaten Paser dengan 2,5%, dan Kabupaten Kutai Barat dengan 1,1%.
"Selamat kepada daerah yang telah menerima penghargaan hari ini. Ini adalah apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan," ujar Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik di Bontang, Kamis (25/7/2024).
Kendati demikian, Akmal mengimbau kepada kepala daerah dengan penurunan stunting yang masih rendah untuk tidak merasa malu. “Tugas kita adalah segera melakukan perbaikan," tegasnya.
Menurut Akmal, rendahnya penurunan angka stunting dan meningkatnya prevalensi stunting bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kesalahan survei dan kurangnya sinergi dalam pembangunan daerah.
Sebagaimana diketahui, prevalensi stunting adalah jumlah keseluruhan permasalahan stunting yang terjadi pada waktu tertentu di sebuah daerah.
Akmal turut menekankan pentingnya meritokrasi yang mencakup penghargaan (reward) dan sanksi (punishment).
Akmal menjelaskan, data akurat tentang kondisi stunting di daerah akan mendukung program yang tepat sasaran. "Sangat penting bagi daerah memiliki data yang akurat, lengkap, dan mudah diakses untuk memudahkan distribusi anggaran dan sumber daya manusia," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase, mengaku bangga daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah Harganas Tingkat Provinsi Kaltim tahun ini dan sependapat dengan Pj Gubernur untuk mengumumkan tiga peringkat terendah.
"Saya tidak tersinggung. Justru ini menjadi pemicu agar kami bisa lebih baik," pungkasnya.
Jokowi Masih Berambisi Tekan Prevalensi Stunting 14% di Akhir Periode
Jokowi masih berambisi untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai 14% pada akhir 2024 mendatang. [297] url asal
#jokowi #jokowi-stunting #angka-stunting #prevalensi-stunting #stunting #kurang-gizi
(Bisnis.Com) 23/07/24 11:30
v/11780933/
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berambisi untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai 14% pada akhir 2024 mendatang.
Orang nomor satu di Indonesia itu pun mengamini bahwa angka nasional prevalensi stunting tahun 2023 memang belum mencapai target. Adapun berdasarkan angka stunting 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sebesar 21,5 persen.
Angka tersebut turun 0,1 persen jika dibandingkan oada 2022 sebesar 21,6 persen. Alhasil, penurunan stunting pada 2023 memang belum cukup menggembirakan, mengingat pemerintah menargetkan pencapaian di angka 18 persen.
“Ya ya kami tau, kami tau angka penurunannya tau. Memang sebelumnya agak tebel sekarang mulai tipis tetapi kami tetap berusaha agar ditekan menuju ke bawah 14 persen,” ujarnya usai meninjau Pekan Imunisasi Nasional di Jayapura, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/7/2024).
Lebih lanjut, Presiden Ke-7 RI itu menghargai kerja keras seluruh pihak dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di Tanah Air.
Kepala Negara pun menyampaikan bahwa proses penurunan prevalensi stunting telah dimulai sejak awal dirinya menjabat pada 2014 dengan angka gangguan tumbuh kembang anak di 37 persen.
Selama 10 tahun, kata Jokowi, pemerintah berhasil mencapai penurunan hingga menjadi 21 persen. Menurutnya, meskipun memang pada 2023 hanya mengalami turun sebesar 0,1 persen, tetapi baginya kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu harus dihargai.
“Stunting itu kami mulai daru 37 persen lho dulu, 10 tahun yang lalu. Kemudian sekarang sudah 21 [persen], turunnya juga drastis banget,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Kepala Negara menekankan pentingnya konsolidasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting.
“Tapi, 21% menuju ke 14% ini memang tidak secepat yang sebelumnya, karena memang stunting itu bukan hanya menyangkut makanan tambahan makan bergizi, tetapi sanitasi, lingkungan tempat tinggal, rumah, air bersih, semuanya harus terkonsolidasi dengan baik. Itu yang terus kami lakukan,” pungkas Jokowi.
BKKBN Jabar Salurkan 2,5 Ton Daging Sapi untuk Tangani Stunting di Kabupaten Cirebon
Berdasarkan catatan BKKBN, angka stunting di Jawa Barat masih tinggi. Hingga Kamis (18/7/2024), jumlah anak stunting mencapai 189.989 orang. [316] url asal
#bkkbn #stunting #cirebon #prevalensi-stunting #penanganan-stunting #gizi-buruk #tengkes
(Bisnis.Com) 18/07/24 18:25
v/11208251/
Bisnis.com, CIREBON - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menyalurkan 2,5 ton daging sapi untuk keluarga risiko stunting di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kepala BKKBN Jawa Barat Fazar Supriadi Sentosa mengatakan daging tersebut sengaja dialokasikan untuk Kabupaten Cirebon karena kasus di daerah perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah ini masih tinggi.
"Ini salah satu aspek daging sapi itu dibagikan untuk Kabupaten Cirebon. Hari ini di Desa Sampiran dibagikan 500 paket untuk penanganan stunting," kata Fazar di Kabupaten Cirebon, Kamis (18/7/2024).
Berdasarkan catatan BKKBN, angka stunting di Jawa Barat masih tinggi. Hingga Kamis (18/7/2024), jumlah anak stunting mencapai 189.989 orang.
Fazar mengatakan, dalam upaya penanganan stunting pihaknya tidak membagikan bantuan makanan untuk keluarga berisiko. Melainkan, gencar mengkampanyekan minum tablet tambah darah pada anak usia sekolah.
Kemudian, BKKBN Jawa Barat pun sudah mengajak sejumlah perusahaan menggelar corporate social responbility (CSR) untuk penanganan stunting. "Kami mengharapkan perusahaan memberikan bantuan CSR untuk menangani permasalahn stunting," katanya.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 22,9% balita di daerah tersebut masih mengalami stunting. Tahun lalu angka persentase stunting hanya 18,6% dari total keseluruhan jumlah balita yang ada.
Balita stunting itu menyebar sebagian besar kecamatan di Kabupaten Cirebon. Penurunan angka tersebut harus dilakukan karena merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo.
Hal itu berdasarkan instruksi presiden saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 pada Rabu (25/1/2023).
Dalam instruksinya Presiden menekankan pada tahun 2024 angka gagal tumbuh atau stunting harus berada pada angka 14%. Kabupaten Cirebon merupakan salah satu bagian yang turut andil dalam penurunan angka tersebut.
Pemerintah yang bertugas mempercepat penurunan angka tersebut tidak hanya sekadar melakukan seremoni saja, melainkan paham akan langkah kerja yang harus digulirkan.
Strategi nasional percepatan penurunan stunting bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, hingga menjamin pemenuhan asupan gizi.