Kementerian PUPR menyiapkan pembangunan 2.300 km jalan tol baru untuk era Prabowo, termasuk proyek JTTS dan Tol Getaci terpanjang di Indonesia. [449] url asal
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan pembangunan 2.300 km jalan tol baru untuk dibangun pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan, di antara ruas-ruas tol itu salah satu yang menjadi prioritas ialah penuntasan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Secara keseluruhan, proyek JTTS yang digarap PT Hutama Karya (Persero) punya panjang sekitar 2.845 km. Dari jumlah tersebut, yang telah masuk tahap penyelesaian hingga beroperasi hingga saat ini ialah sekitar 1.235 km. Dengan demikian, masih ada sekitar 1.600 km jalan lagi yang belum rampung.
"Dari situ saja masih ada 1.600-an km lagi. Nah sisanya ada di IKN, sisanya ada di Jawa, terutama yang menghubungkan misalkan dari Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis-Cilapap (Getaci)," kata Endra, ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2024).
Adapun Tol Getaci sendiri digadang-gadang akan menjadi tol terpanjang di Indonesia. Secara keseluruhan, panjang tol ini mencapai 206,65 kilometer (km), menghubungkan dua provinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tol ini telah beberapa kali mengalami gagal lelang sehingga rencananya baru akan dilelang kembali di era Prabowo.
Selain itu, lanjut Endra, juga diusulkan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo. Lalu berikutnya pembangunan jalan tol dari Yogyakarta-Bawean.
"Kemudian yang di utaranya melengkapi dari Demak kemudian ke Pati, ke Gresik, nah nyambung di sana. Jadi tapi yang porsi paling besar di Trans Sumatera itu hampir 1.700 km," ujarnya.
Di samping itu, Endra juga memastikan kelanjutan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi yang merupakan sisa ruas untuk melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ). Saat ini pembangunan baru sampai Besuki sehingga masih ada sekitar 170 km lagi yang perlu dituntaskan.
Namun demikian, Endra belum dapat memastikan mana proyek yang akan masuk ke dalam prioritas. Hal ini mengingat pemerintahan baru belum membentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Meski begitu, Kementerian PU sudah menyiapkan untuk kelanjutannya.
"Sudah masuk ke dalam pipeline semua. Ya artinya itu program yang sekarang kan mau ditetapkan nanti jadi RPJm kan. Kan belom RPJM-nya, tapi itu dari PU sendiri sudah menyiapkan itu sebagai kelanjutan program pembangunan jalan tol," kata dia.
Sebagai tambahan informasi, Kementerian PUPR telah membuat masterplan alias rencana induk pembangunan jalan tol baru untuk periode pemerintahan berikutnya. Panjang jalan tersebut mencapai 2.300 km dalam lima tahun mendatang. Jumlah itu mendekati total panjang 2.700 km jalan tol yang dibangun dalam 10 tahun era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Sekarang belum ada di list (daftar jalan tol) PSN yang 2.300 belum. Itu betul-betul proyek tol baru," kata Endra, ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Kementerian PUPR menyiapkan pembangunan 2.300 km jalan tol baru untuk era Prabowo, termasuk proyek JTTS dan Tol Getaci terpanjang di Indonesia. [449] url asal
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan pembangunan 2.300 km jalan tol baru untuk dibangun pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan, di antara ruas-ruas tol itu salah satu yang menjadi prioritas ialah penuntasan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Secara keseluruhan, proyek JTTS yang digarap PT Hutama Karya (Persero) punya panjang sekitar 2.845 km. Dari jumlah tersebut, yang telah masuk tahap penyelesaian hingga beroperasi hingga saat ini ialah sekitar 1.235 km. Dengan demikian, masih ada sekitar 1.600 km jalan lagi yang belum rampung.
"Dari situ saja masih ada 1.600-an km lagi. Nah sisanya ada di IKN, sisanya ada di Jawa, terutama yang menghubungkan misalkan dari Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis-Cilapap (Getaci)," kata Endra, ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2024).
Adapun Tol Getaci sendiri digadang-gadang akan menjadi tol terpanjang di Indonesia. Secara keseluruhan, panjang tol ini mencapai 206,65 kilometer (km), menghubungkan dua provinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tol ini telah beberapa kali mengalami gagal lelang sehingga rencananya baru akan dilelang kembali di era Prabowo.
Selain itu, lanjut Endra, juga diusulkan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo. Lalu berikutnya pembangunan jalan tol dari Yogyakarta-Bawean.
"Kemudian yang di utaranya melengkapi dari Demak kemudian ke Pati, ke Gresik, nah nyambung di sana. Jadi tapi yang porsi paling besar di Trans Sumatera itu hampir 1.700 km," ujarnya.
Di samping itu, Endra juga memastikan kelanjutan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi yang merupakan sisa ruas untuk melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ). Saat ini pembangunan baru sampai Besuki sehingga masih ada sekitar 170 km lagi yang perlu dituntaskan.
Namun demikian, Endra belum dapat memastikan mana proyek yang akan masuk ke dalam prioritas. Hal ini mengingat pemerintahan baru belum membentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Meski begitu, Kementerian PU sudah menyiapkan untuk kelanjutannya.
"Sudah masuk ke dalam pipeline semua. Ya artinya itu program yang sekarang kan mau ditetapkan nanti jadi RPJm kan. Kan belom RPJM-nya, tapi itu dari PU sendiri sudah menyiapkan itu sebagai kelanjutan program pembangunan jalan tol," kata dia.
Sebagai tambahan informasi, Kementerian PUPR telah membuat masterplan alias rencana induk pembangunan jalan tol baru untuk periode pemerintahan berikutnya. Panjang jalan tersebut mencapai 2.300 km dalam lima tahun mendatang. Jumlah itu mendekati total panjang 2.700 km jalan tol yang dibangun dalam 10 tahun era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Sekarang belum ada di list (daftar jalan tol) PSN yang 2.300 belum. Itu betul-betul proyek tol baru," kata Endra, ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
PT PP (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN Konstruksi dan Investasi di Indonesia melakukan peresmian pada Proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran Seksi 2 dan Proyek Bayung Lencir-Tempino.
Adapun proyek ini berlokasi di Gerbang Tol Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Presiden RI 2019-2024 Joko Widodo meresmikan secara langsung dengan penandatanganan prasasti sebagai bentuk simbolis.
Turut hadir dalam acara peresmian tersebut yaitu Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Anggota Komisi V DPR RI Bakri, Pj Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni, Pjs Bupati Asahan Basarin Yunus Tanjung, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI Rachman Arief Dienaputra, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto, dan Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto.
Dalam peresmian ini, Jokowi meresmikan 2 Proyek Tol Trans Sumatera yang digarap oleh PTPP yaitu Proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran Seksi II ruas Limapuluh-Kisaran. Kedua, Proyek
Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino yang di dalamnya terdapat Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 2, paket yang dikerjakan oleh PTPP.
Proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki nilai kontrak Rp 4,5 triliun, memiliki panjang ruas 47,75 km, dengan masa pelaksanaan dari Desember 2018-Januari 2024.
Selanjutnya, Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 2 yang termasuk dalam paket pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1,18 triliun, dengan panjang ruas 11,004 km, dan memiliki masa pelaksanaan selama 415 hari dari Juni 2023-Agustus 2024.
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan jalan tol tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur Trans Sumatera.
"Dengan adanya jalan tol, utamanya Trans Sumatera ini kita harapkan ada kecepatan dalam mobilitas orang, kecepatan dalam mobilitas barang, kecepatan dalam pengiriman distribusi logistik sehingga setiap daerah akan bisa bersaing dengan daerah di negara-negara lain karena persaingannya sekarang antar negara itu sangat ketat sekali," ungkap Jokowi, dalam keterangan tertulis, Minggu (20/10/2024).
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan dengan peresmian Proyek Jalan Tol Ruas Indrapura-Kisaran seksi 2 dan Proyek Bayung Lencir-Tempino maka secara resmi PTPP telah menyelesaikan PSN pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
"Peresmian proyek Jalan Tol Ruas Indrapura-Kisaran Seksi 2 merupakan lanjutan dari Proyek Jalan Tol ruas Indrapura-Limapuluh yang sebelumnya telah diresmikan oleh Jokowi di awal tahun 2024. Dengan adanya peresmian pada hari ini, maka PTPP telah menyelesaikan amanahnya dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam pembangunan infrastruktur Trans Sumatera yaitu pada Proyek Indrapura-Kisaran dan Proyek Bayung Lencir Tempino dengan kualitas baik, sesuai target, dan mengutamakan aspek keselamatan," tegas Novel.
Saat ini, PTPP terus berkomitmen dalam menyelesaikan PSN yang masih ongoing sesuai dengan target pelaksanaan.
"Untuk proyek infrastruktur PSN lainnya yang masih dikerjakan oleh PTPP yaitu seperti Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3, Jalan Tol Japek Selatan Paket 2 Seksi 2A, Jalan Tol Semarang Demak Seksi 1B, dan Proyek Serang-Panimbang Seksi 3, pastinya akan terus dimonitor untuk dapat selesai dengan kualitas terbaik dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dan meningkatkan daya saing nasional," pungkasnya.