#30 tag 24jam
Luhut Makan Malam Bareng 2 Keluarga Kaya Dunia, Bahas Family Office
Menko Marves Luhut bertemu keluarga kaya dunia, termasuk Ray Dalio dan Porsche Family, untuk membahas rencana Family Office Indonesia. [322] url asal
#luhut-binsar-pandjaitan #family-office #investasi #ray-dalio #porsche-family #ekonomi-indonesia
(detikFinance - Sosok) 17/09/24 13:23
v/15131452/
Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memamerkan pertemuannya dengan dua keluarga kaya raya dunia beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas soal rencana Indonesia mendirikan Family Office.
Luhut mengatakan, salah satu keluarga kaya yang ditemuinya adalah Ray Dalio, founder dari Hedge Fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates yang mengelola dana sebesar US$ 124 miliar. Selain itu ia juga menemui keluarga pemilik perusahaan mobil mewah, Porsche.
"Jadi negara ini harus bersiap kompetitif. Kalau kita kompetitif (soal Family Office) dengan Singapura, dengan Hong Kong, Abu Dhabi, dengan Dubai, orang datang kemari," katanya dalam Temu Bisnis P3DN VIII di Tangerang, Selasa (17/9/2024).
"Saya ketemu dua keluarga kaya, saya makan malam dengan mereka, Porsche Family dan Ray Dalio. Saya makan sama Ray Dalio, saya spent 3 hari di Bali," sambung Luhut.
Menurut Luhut, keduanya cukup tertarik menyimpan uangnya di Family Office Indonesia, terutama di Bali. Luhut mengingatkan bahwa selain menghitung apa yang perlu diterima Indonesia, pemerintah juga harus mempertimbangkan apa yang akan diberikan kepada investor.
Purnawirawan TNI itu menyebut yang terpenting, orang-orang kaya itu dapat menyimpan uangnya di Family Office lalu melakukan investasi. Dari situlah pemerintah akan memperoleh pendapatan dari pajak.
"Jadi kita jangan terus ngitung apa yang pemerintah dapat. Tanya juga dia dapat apa. Jadi kita gift and take. Kalau dia sudah taruh duitnya, dia harus investasi. Waktu investasi kita pajakin. Nah duitnya yang dalam billion dollar itu memperkuat rupiah, memperkuat cadangan devisa kita," bebernya.
Luhut juga meminta semua pihak untuk berpikir secara holistik dalam menyelesaikan masalah. Ia meminta Indonesia mencontoh Singapura yang mampu mendapatkan US$ 1,6 triliun atau lebih besar dari GDP Indonesia.
"Jadi kita harus berpikir holistik untuk menyelesaikan banyak masalah. Jangan untung seketika, yang banyak kadang-kadang kita lakukan. Kalau kita lihat Singapura itu negara sekecil itu dia punya dari Family Office ada 1.600 orang kaya masuk sana, itu dia dapat US$ 1,6 trilium, lebih besar dari GDP kita," tutup Luhut.
(ily/rrd)
Ray Dalio, Caddy Golf yang Menjelma Jadi Orang Kaya Berharta Rp215 T
Ray Dalio yang pada saat berusia 12 tahun pernah menjadi caddy golf, kini menjadi orang kaya dunia berharta Rp215 triliun. [783] url asal
#taipan #ray-dalio #hedge-fund #saham #wall-street #taipan-cnn-indonesia
(CNN Indonesia - Ekonomi) 15/09/24 08:14
v/15047656/
Sukses dan bisnis bisa dimulai dari mana saja. Termasuk dari kamar tidur.
Seperti itu juga yang dilakukan oleh Ray Dalio pada 1975 lalu. Memulai bisnis dari dua kamar apartemennya, kini ia berhasil menjadi orang kaya.
Forbes mencatat kekayaan Ray Dalio tembus US$14 miliar per September ini.
Bila dirupiahkan dengan kurs Rp15.411 per dolar AS, kekayaan itu tembus Rp215,76 triliun.
Lalu siapa sebenarnya Ray Dalio dan bagaimana dia bisa menjadi super kaya raya seperti itu?
Mengutip berbagai sumber, Ray Dalio lahir pada 8 Agustus 1949 di New York. Ayahnya seorang musisi jaz bernama Marino Dallolio. Sementara mamanya adalah ibu rumah tangga biasa.
Karena latar belakang keluarga yang biasa saja itu, Ray Dalio pernah bekerja serabutan di masa kecilnya. Ia pernah memotong rumput, menyekop salju.
Pada usia 12 tahun, dia menjadi caddy, pramugolf yang membawakan tas peralatan permain golf di The Links Golf Club. Pekerjaan inilah yang kemudian menuntunnya ke kesuksesan.
Maklum, ia menjadi caddy bagi George Leib dan Donald Stott, dua pria yang memiliki koneksi dengan Wall Street. Dari mereka lah, Dalio kecil belajar soal investasi dan bagaimana cara membangun koneksi.
Ia selalu mendengarkan topik pembicaraan dan selalu mempelajari apa yang dibahas oleh George Leib dan Donald Stott, termasuk soal strategi dalam berinvestasi. Yakin sudah memiliki ilmu berinvestasi, ia kemudian menyisihkan penghasilannya selama menjadi caddy US$300 untuk membeli saham Northeast Airlines.
Itu merupakan harga saham termurah yang ia temukan saat itu. Pasalnya, harganya kurang dari US$5 per saham. Dalio mengakui pertimbangan yang dipakainya saat berinvestasi untuk pertama kalinya itu bodoh.
Pasalnya, saham itu ia beli dari perusahaan yang hampir bangkrut.
"Benar-benar sangat bodoh dan beruntung. [Northeast Airlines] adalah satu-satunya perusahaan yang pernah saya dengar yang menjualnya dengan harga kurang dari $5 per saham," katanya seperti dikutip dari CNBC.com.
Tapi ternyata nasib berkata lain. Dalio justru untung besar karena saham yang ia beli, harganya naik tiga kali lipat.
Kesuksesan itu merupakan pencapaian luar biasa Dalio. Di saat remaja seusianya masih asyik minta uang jajan ke orang tua, ia justru sudah berhasil membangun portfolio investasi saham dengan nilai ribuan dolar AS.
Kesuksesan berinvestasi di usia muda itulah yang kemudian sedikit mengubah pandangannya untuk sekolah. Ia tidak lagi tertarik untuk belajar.
Yang ada di benaknya saat itu hanyalah hasrat untuk bermain di pasar modal. Karena perubahan pandangan itu; ia nyaris tak diterima di perguruan tinggi.
Namun, ia tetap melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan keuangan dan lulus pada 1971. Ia kemudian melanjutkan studinya ke Harvard Business Schold dan meraih jelar MBA pada 1973.
Ia sebenarnya sempat bekerja di perusahaan usai kuliah. Namun, itu ia tak lakoni lama. Ia memilih untuk mendirikan Bridgewater Associates di dua kamar tidur apartemennya di New York.
Perusahaan ia mulai dengan sebuah entitas kecil dengan tujuan memperdagangkan komoditas. Namun, minimnya pengalaman membuat bisnis tersebut tak sesuai harapan
Meskipun gagal, Dalio tak menyerah. Dalio kemudian menggunakan nama Bridgewater untuk memulai usaha baru di bidang hedge fund.
Melalui perusahaan ini, pada awal Bridgewater, Dalio membantu investor dengan memberikan mereka cara mengelola investasi mereka secara aktif di pasar komoditas dan berjangka.
Ia juga membagikan pemikirannya soal investasi ke dalam riset harian bernama Bridgewater Daily Observations. Riset berisi analisis soal tren pasar global ia kirim ke klien.
Kualitas riset yang bagus dan mendalam menarik sejumlah investor. Berkat upaya dan kepiawaiannya inilah kemudian Bridgewater mendapatkan sejumlah klien besar.
Salah satunya, McDonald's. Mereka menandatangani kontrak menjadi klien perusahaannya. Tak hanya dengan McDonald's, kerja sama juga ia berhasil lakukan dalam pengelolaan dana pensiun untuk Bank Dunia dan Eastman Kodal.
Nama Dalio makin terkenal di luar Wall Street setelah mendapat untung dari gejolak pasar saham yang terjadi pada 1987. Gejolak pasar saham yang juga dikenal sebagai "Black Monday," itu menjadi momen penting bagi Dalio dan Bridgewater untuk menunjukkan kepada para investor soal strategi jitu dalam berinvestasi.
Strateginya; fokus pada diversifikasi dan manajemen risiko. Strategi inilah yang membuat perusahaannya sukses mengatasi badai itu dengan lebih baik dibandingkan perusahaan lain. Peristiwa ini memperkuat kepercayaan klien kepada Dalio.
Sejak keberhasilan inilah, Bridgewater berkembang pesat. Sejumlah klien besar berhasil mereka genggam. Perusahaannya berhasil mengelola keuangan perusahaan besar, antara lain California Public Employees' Retirement System (CalPERS) senilai US$196 miliar, Pennsylvania State Employees' Retirement System (Penn SERS atau SERS) senilai US$27 miliar, National Australia Bank Ltd yang berbasis di Melbourne dan dana pensiun United Technologies Corp yang berbasis di Hartford, Connecticut.
Perkembangan itulah yang membuat bisnisnya membesar hingga menjadi hedge fund terbesar di dunia yang bisa mendatangkan banyak uang bagi kliennya. Tercatat, pada 2007 lalu, perusahaannya berhasil mengelola aset sebesar US$50 miliar, naik dari US$33 miliar dibanding tujuh tahun sebelumnya.
Pada 2021, pengelolaan aset Bridgewater melesat 3 kali lipat dibanding 2007 menjadi US$150 miliar sehingga Dalio menjadi orang tajir seperti sekarang ini.
Ray Dalio: Kualitas Kepemimpinan dan Uang yang Membuat Negara Maju
Pilihan Ray Dalio mendirikan OceanX terkait pengalaman masa kecilnya yang menonton Jacques Cousteau, penjelajah samudera asal Perancis. [2,653] url asal
#ray-dalio #indonesia-africa-forum-2024 #give-me-perspective
(Katadata - IN-DEPTH & OPINI) 10/09/24 14:00
v/14965682/
Salah satu orang terkaya di dunia, Ray Dalio, mengirim kapal eksplorasi dan penelitian ilmiah OceanX miliknya ke Indonesia. Kapal tersebut menjalankan misi eksplorasi dalam rangka pengumpulan data biodiversitas laut Indonesia untuk keperluan mitigasi bencana alam di masa depan.
Berbeda dengan orang kaya dunia lainnya seperti Elon Musk dan Jeff Bezos yang mengeksplorasi luar angkasa, Ray punya alasan khusus memilih laut. Pilihan Ray ini terkait pengalaman masa kecilnya yang menonton Jacques Cousteau, penjelajah samudera asal Perancis.
Ray yang sejak usia belasan tahun berinvestasi saham, memiliki perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) Bridgewater Associates. Lembaga ini mengelola dana sebesar US$ 124 miliar. Majalah Fortune menyebut Bridgewater sebagai perusahaan swasta terpenting kelima di Amerika Serikat.
Direktur Katadata Insight Centre Gundy Cahyadi mendapat kesempatan mewawancarai Ray Dalio di sela-sela Indonesia Africa Forum di Nusa Dua, Bali pada Senin (2/9). Gundy melemparkan pertanyaan terkait ekonomi di Amerika dan Cina, kemajuan teknologi di India, potensi Indonesia hingga mata uang kripto. Berikut wawancara lengkapnya:
Saya ingin memulai diskusi kita tentang ekonomi Amerika Serikat. Pada awal Agustus lalu, terjadi Black Friday di tengah kekhawatiran resesi yang membayangi AS. Bagaimana pendapat Anda tentang seberapa buruk penurunan ekonomi AS berikutnya?
Menurut saya, selalu ada perubahan dan pergerakan. Saya pikir kita terlalu memperhatikan hal itu. Dan saya ingin memulai dengan memaparkan lima kekuatan besar yang sedang bekerja dan telah ada sepanjang sejarah.
Saya meneliti sejarah dalam 500 tahun terakhir dan lima kekuatan ini terjadi berulang kali dan menggerakkan segalanya, hingga sekarang.
Apa saja lima kekuatan itu?
Pertama, kekuatan yang berkaitan dengan uang, yaitu utang, dan aktivitas ekonomi. Bila Anda menyediakan banyak uang dengan mencetak lebih banyak, akan membuat harga-harga naik, dan kemudian membuat utang terlalu banyak, sehingga Anda memiliki masalah.
Kedua, siklus keteraturan dan kekacauan internal. Perbedaan itu baik antara kaya dan miskin, kelompok kiri dan kanan, ini menyebabkan konflik internal yang besar. Sekarang sedang terwujud dalam politik, pemilihan umum, dan sebagainya. Kondisi ini akan berdampak besar pada pasar dan ekonomi karena kebijakan-kebijakan yang sangat berbeda yang akan mereka terapkan akan berdampak pada perpajakan, kapitalisme versus sosialisme.
Ketiga, geopolitik yang besar, kebangkitan dan kemunduran kekuatan-kekuatan besar dan persaingan, yang tentu saja kita lihat. Amerika, Cina, perubahan tatanan dunia, di mana Indonesia berada di tengah-tengahnya.
Selanjutnya?
Nomor empat, sejarah selalu terhubung dengan alam. Kekeringan, banjir, dan pandemi telah menewaskan lebih banyak orang daripada perang. Dan memiliki dampak yang lebih besar terhadap segalanya.
Kelima, perubahan iklim, merupakan faktor yang sangat besar, bukan hanya karena perubahan iklim secara langsung, tetapi karena uang yang dibutuhkan. Kira-kira menghabiskan US$ 8 triliun per tahun dalam ekonomi dunia yang bernilai US$ 100 triliun.
Kelima kekuatan ini saling mempengaruhi satu sama lain. Sepanjang sejarah, selalu ada kemajuan dalam pengetahuan dan teknologi. Saat ini kita sedang mengalami perubahan teknologi terbesar yang pernah ada, karena perubahan ini terjadi pada cara kita berpikir atau dengan kecerdasan buatan, dan hal ini berlaku pada semua hal. Berpengaruh pada semuanya. Bukan hanya perubahan yang sempit.
Jadi kelima kekuatan tersebut dan interaksinya sangat penting. Jadi, ketika Anda mengajukan pertanyaan tentang, katakanlah, gejolak di pasar dan seterusnya, saya pikir kita harus mundur dan melihat konteksnya. Jika Anda mau, saya akan menjelaskan bagaimana urutannya menurut saya.
Bagaimana urutannya itu terjadi?
Jadi, hal yang paling penting bagi Amerika dan dunia dalam jangka pendek ini, adalah pemilu dan setelah pemilu. Ada konflik ekstrem kanan versus agak ekstrem kiri.
Orang-orang melihat kandidat-kandidat secara individual, tetapi Anda harus melihat partai-partai dan ideologi yang mereka wakili. Ada dua pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah, apakah transisi akan berlangsung dengan cara yang tertib? Ada kemungkinan bahwa jika ada yang kalah, salah satu pihak tidak akan menerima kekalahan tersebut.
Anda juga harus memahami bahwa di Amerika Serikat, yang tertuang dalam konstitusi adalah kebebasan untuk membawa senjata. Ide di balik kebebasan ini, setiap orang selalu bisa memberontak. Dan, jumlah senjata di Amerika Serikat lebih banyak daripada jumlah orangnya.
Pertanyaannya, apakah akan ada transisi kekuasaan yang teratur karena kedua belah pihak memiliki perbedaan yang tidak dapat didamaikan.
Jadi ini adalah periode yang sangat dramatis di mana kita akan belajar banyak selama setahun ke depan.Bagaimana pengaruhnya?
Kondisi ini akan mempengaruhi pajak. Hal ini akan mempengaruhi kapitalisme karena pada dasarnya ada pendekatan kapitalis ekstrem versus kapitalis keras, sehingga mempengaruhi pasar dan ekonomi. Tentu saja, hal ini memiliki implikasi geopolitik yang besar dan untuk seluruh dunia.
Kemudian, Amerika memiliki masalah utang. Bagaimana cara mengatasinya tidak akan mudah. Karena di mana pun di dunia ini, tidak ada cukup uang ketika Anda mempertimbangkan siapa yang memiliki cukup uang untuk kebutuhan mereka.
Jadi ada pertanyaan tentang monetisasi utang, tetapi saya membahasnya terlalu panjang, jadi saya akan berhenti di situ.
Dalam hal utang, bagaimana AS akan menangani hal itu, deleveraging utang, dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi ekonomi?
Selama tahun depan Anda akan melihat ini, dan Anda juga akan melihat kelompok kanan geopolitik. Tatanan dunia. Kita memiliki dua perang.
Selama tahun depan, kita akan belajar banyak hal. Dan, tentu saja, teknologi akan berubah. Akan berdampak pada tahun depan, seperti halnya perubahan iklim.
Jadi, jika Anda membayangkan tahun depan, kita akan mengalami tahun yang penuh gejolak, menurut saya. Dan saya rasa ini akan menjadi tahun di mana kita akan belajar banyak.
Anda berbicara tentang pilar ketiga tentang kebangkitan dan kejatuhan kekuatan besar di dunia. Awal tahun ini, saya membaca tentang pendapat Anda yang menyatakan Cina akan menghadapi satu dekade yang hilang seperti yang dialami Jepang sebelumnya. Bagaimana keadaan telah berubah selama enam bulan terakhir? Apakah keadaan menjadi lebih baik, atau malah memburuk di Cina?
Ada beberapa masalah, tetapi masalahnya soal utang. Sekitar 70 persen dari tabungan orang Cina dalam bentuk real estate. Sebanyak 20 persen dari kegiatan ekonomi digunakan untuk menciptakan real estat. Jadi telah terjadi kerugian dalam real estate.
Hal itu berdampak pada perekonomian dan berdampak pada kekayaan banyak orang. Selain itu, di pemerintah daerah yang merupakan 83 persen dari seluruh pengeluaran di Tiongkok, mendapatkan uangnya dengan menjual tanah. Jadi penjualan tanah telah berhenti, dan itu juga dengan meminjam uang. Kondisi ini, bersama dengan jatuhnya pasar saham dan ketidakpastian pekerjaan, telah menciptakan serangkaian keadaan yang perlu ditangani.
Sebagai investor global, di banyak negara, saya telah melihat proses ini terjadi berkali-kali. Empat kasus di Amerika Serikat sebanding atau lebih parah, dan perlu ada restrukturisasi utang dan kebijakan moneter yang tepat untuk menanganinya dengan baik. Jadi ini adalah sesuatu yang dapat ditangani dengan baik, dan ada sesuatu yang, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berlangsung lama, seperti situasi Jepang.
Apakah ini juga yang harus kita anggap sebagai sebuah blip dalam hal kenaikan siklus besar Cina? Apakah Cina masih akan menjadi kekuatan dominan seperti yang Anda tulis dalam buku Anda?
Sepanjang sejarah, Cina selalu menjadi negara yang paling kuat, paling sukses dengan siklus yang besar. Dan, ada beberapa elemen pendekatan.
Ada kebijaksanaan yang datang dari pemahaman sejarah dan bagaimana segala sesuatunya berjalan. Namun, seperti yang dikatakan oleh Presiden Xi, ada badai seratus tahun di depan mata.
Itu perspektifnya. Saya pikir dia benar. Jadi bagaimana Anda melewati badai itu sangat, sangat penting. Bagaimana Anda menjaga ketertiban, bagaimana Anda membuat perubahan struktural untuk menghadapinya sangatlah penting.
Jadi elemen-elemennya sudah ada, dan kemudian ada tantangan besar di depan, dan itu akan tergantung pada bagaimana hal itu ditangani.
Namun, dalam jangka panjang, apakah kita masih harus bersikap positif terhadap kebangkitan Cina?
Anda tahu, periode waktu yang sulit ini bisa berlangsung selama sepuluh atau lima belas tahun. Elemen-elemen fundamental di Cina sangat-sangat kuat, dan kita akan sampai di sana.
Anda harus memahami budayanya. Anda harus memahami secara internasional konsep sistem upeti, konsep bagaimana Cina berhubungan dengan seluruh dunia. Anda harus memahami seni perang dan juga mengerti Konfusianisme.
Jika Anda memahaminya, Anda akan melihat bahwa pendekatannya sangat bijaksana. Ini seperti materialisme dialektika. Dialektika adalah ketika dua hal berselisih, dan kemudian bagaimana ketika mereka berselisih, hal itu diselesaikan untuk bergerak maju.
Pemahaman tentang sejarah dan pelajaran dari sejarah lebih baik di Cina daripada di tempat lain. Jadi itu akan menjadi kekuatan yang besar.
Saya adalah penggemar berat buku Anda, The Changing World Order. Dan, Anda tahu, dalam hal siklus tentang negara adidaya global yang besar ini, akankah ada suatu masa di mana kita akan memiliki tidak hanya satu tapi dua kekuatan dunia? Misalnya, risiko geopolitik saat ini antara AS dan Cina.
Selama ada persaingan di antara keduanya dan kita tidak memiliki pemerintahan dunia atau sistem hukum dunia di mana Anda mengajukan kasus Anda ke hakim dan hakim membuat keputusan tentang bagaimana menyelesaikannya, Anda akan memiliki konflik kekuasaan. Sekarang tergantung bagaimana mereka mendekati konflik kekuasaan tersebut. Oke?
Saya pikir dalam waktu dekat, kita akan mengalami perdamaian yang relatif, stabilitas yang relatif. Akan ada pengujian kekuatan dan sebagainya. Tapi Anda memiliki dinamika itu melalui sejarah. Cara yang sering kali digunakan untuk menyelesaikannya adalah dengan adanya perang, dan kemudian ada kekuatan yang dominan, dan kemudian menciptakan tatanan dunia yang baru. Jadi, pada tahun empat puluhan, kita mengalami perang. Tahun 1944, kita memulai tatanan dunia baru.
Dan ketika ada kekuatan dominan, maka Anda memiliki tatanan dunia yang diatur oleh kekuatan dominan, lewat aturan. Tak seorang pun ingin melawan kekuatan tersebut.
Salah satu hal menarik lainnya yang saya baca dari buku Anda, yang saya ambil dari buku tersebut adalah, ketika kita melihat tentang inovasi teknologi. Saat ini, hanya ada dua negara yang saya tangkap mengalami inovasi teknologi yang sedang meningkat, yaitu Cina dan India. Benarkah?
Kekuatan utama dari perkembangan teknologi, kita berbicara tentang Amerika terlebih dulu, kemudian Cina. Mereka adalah dua negara yang benar-benar memiliki perkembangan teknologi yang paling maju. Namun, India sedang melakukan transformasi yang luar biasa dalam banyak hal untuk menciptakan transformasi teknologi yang luar biasa.
Apa saja hal yang telah dilakukan India yang juga bisa dipelajari Indonesia?
Indonesia dan India berada di posisi yang sama dalam siklus ini. Jadi beberapa hal yang akan saya katakan tentang India juga berlaku untuk Indonesia.
India adalah tempat di mana Cina berada kira-kira ketika Deng Xiaoping mengambil alih. Dengan kata lain, sebagian besar belum berkembang. Ada dua kebijakan yang saling terkait. Yaitu kebijakan pintu terbuka, yang berarti membawa orang asing yang juga tahu bagaimana melakukan sesuatu. Jadi hal ini berhubungan dengan reformasi.
Pintu terbuka dan reformasi menciptakan modal, ide-ide baru, dan sebagainya. Modi adalah Deng Xiaoping-nya India. Jadi kombinasi antara berada dalam kurva pertumbuhan ketika Anda memiliki modal internal yang cukup sehingga dapat berinvestasi dengan baik dan mendapatkan dorongan produktivitas. Ketika Anda tidak memiliki cukup uang dan tidak memiliki kepemimpinan yang berkualitas, Anda berada di posisi yang tidak akan berhasil.
Namun ketika Anda memiliki kepemimpinan yang berkualitas untuk melakukan reformasi, dan memiliki uang, itulah yang terjadi di India.
Mereka tidak memiliki masalah utang. Mereka memiliki banyak penduduk yang berpendidikan tinggi, banyak orang India yang mampu melakukan hal-hal ini, dan mereka membuat perubahan yang luar biasa.
Indonesia juga berada di posisi yang sama. Presiden yang akan segera menjabat, berada di posisi yang sangat mirip, karena memimpin negara yang memiliki potensi besar. Indonesia memiliki uang dan kemauan untuk berinvestasi dengan baik, untuk meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara, dan harus mengikuti jalan yang sama.
Saya ingin mengetahui pendapat Anda tentang AI dan apa artinya bagi dunia. Apakah ini akan memiliki dampak yang signifikan seperti, misalnya, revolusi industri?
Ini akan menjadi lebih signifikan daripada revolusi industri karena ini berlaku untuk semua pemikiran. Dan pemikiran adalah hal yang menciptakan kemajuan dan dampak. Pada revolusi industri, pekerjaan manusia digantikan oleh mesin, dan mereka menggunakan mesin uap.
Sekarang ini adalah sebuah tantangan juga. Hal ini dapat memberikan dampak yang sangat bermanfaat bagi produktivitas. Tetapi hal ini juga akan menggantikan banyak orang,
AI merupakan alat yang dapat digunakan untuk kebaikan atau perang. Jadi kita harus berurusan dengan bagaimana hal itu akan digunakan.
Bagaimana pendapat Anda mengenai cryptocurrency, apakah cryptocurrency akan menjadi alat penyimpan nilai yang dapat diandalkan? Bisakah ia menjadi mata uang cadangan?
Saya pikir mata uang, semua mata uang, akan memiliki masalah. Dan itu karena utang adalah mata uang. Ini adalah janji untuk memberikan mata uang.
Ada terlalu banyak utang, dan utang tumbuh dengan cepat. Daripada terjadi gagal bayar utang yang besar, bank sentral akan selalu mencetak uang untuk mengatasinya.
Jadi uang yang kita kenal, uang tradisional itu, dipertanyakan. Oke? Lalu pertanyaannya adalah, apa uang alternatifnya? Uang harus menjadi alat tukar dan penyimpan kekayaan. Sebagai alat tukar, Anda selalu bisa berurusan dengan uang meskipun itu didevaluasi, apa pun itu.
Ada beberapa masalah kripto. Pertama, ia tidak bergerak secara andal dalam kaitannya dengan nilai uang. Jadi jika Anda melihat pergerakannya, hampir tidak mungkin untuk mengetahuinya. Jadi ini bukan penyimpanan kekayaan standar klasik. Jika Anda memiliki tempat penyimpanan kekayaan yang ideal, Anda akan berkata, oke.
Apakah akan konsisten dengan apa yang saya belanjakan? Apakah akan sesuai dengan tingkat inflasi saya? Apakah akan konsisten dengan itu? Jadi ini sangat tidak dapat diandalkan. Ini adalah hal yang sangat spekulatif.
Saya pikir emas masih lebih baik dari alternatif-alternatif tersebut. Namun, saya pikir, beberapa mata uang kripto, dan, mungkin Bitcoin, masih tetap menjadi, sesuatu yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai elemen diversifikasi.
Saya ingin beralih ke pertanyaan yang sedikit lebih personal, terkait pengalaman Anda membangun Bridgewater Associates. Saya ingin tahu, apa saja tujuan yang ada di benak Anda saat memulai inisiatif OceanX?
Ketika saya masih kecil, saya menonton Jacques Cousteau di televisi. Dia adalah seorang penjelajah, dan, dia melakukan pekerjaan yang luar biasa, menunjukkan ke media dan dia menginspirasi banyak orang.
Ketika saya punya cukup uang, saya bisa mendukung penjelajahan samudra. Saya memiliki kapal penelitian oseanografi, dan saya menyuruh para peneliti untuk pergi ke sana. Ketika saya tumbuh dewasa, ketika saya menjadi seorang ayah, saya mengajak anak saya menyelam. Anak saya, Mark, jatuh cinta pada scuba diving, sampai-sampai dia bekerja di National Geographic yang berhubungan dengan alam.
Kemudian dia dan James Cameron (sutradara) datang kepada saya. Mereka mendatangi saya dan berkata, Anda harus menunjukkan apa yang dilakukan para ilmuwan ini di sana. Maka kami menciptakan OceanX, yang memiliki platform oseanografi terbaik, laboratorium, ilmu pengetahuan yang hebat, kendaraan yang bisa turun ke kedalaman enam ribu meter, dan segala macam hal, serta kemampuan media terbaik untuk menangkapnya, semuanya dirancang oleh Jim Cameron.
Jadi itu membawa kami ke Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati bawah laut terbesar di dunia, dan masih belum dieksplorasi. Berkat kepemimpinan di sini, kami telah menjelajahinya bersama-sama. Saya ingin memastikan bahwa kami menunjukkannya, sehingga semua orang di Indonesia atau di seluruh dunia dapat melihat apa yang Anda miliki.
Saya baru saja diberitahu oleh menteri Luhut kemarin bahwa mereka baru saja menemukan ini, spesies ikan yang sudah ada sejak empat ratus juta tahun yang lalu.
Empat ratus juta tahun, dan mereka menemukan ini dalam misi kami. Mereka menemukan di mana mereka berada dan mereka bertelur, tumbuh, bertahan. Dan masih banyak lagi. Ini perlu ditunjukkan. Ini sangat menarik.
Jika Anda memulai sebuah perusahaan dana investasi sekarang dan membandingkannya dengan pengalaman Anda lima puluh tahun yang lalu, apakah itu akan menjadi tantangan yang lebih besar sekarang, atau akan lebih mudah karena kemajuan teknologi dan AI dan yang lainnya?
Ini adalah elemen dasar yang sama. ini seperti video game dalam perjalanan hidup. Kau tahu? Yang terjadi adalah Anda harus masuk ke dalamnya, dan Anda harus memainkan permainan dan mengalaminya, dan pengalaman tersebut mengajarkan Anda banyak hal. Sekarang faktanya adalah siapa pun bisa melakukan ini.
Saya memulai investasi saat berusia 12 tahun. Saat itu saya tidak memiliki sumber daya apapun. Dan saat ini, dengan teknologi dan apa yang tersedia, siapa pun bisa masuk ke dalamnya dan memainkan permainan ini.
Anda akan menemukan rintangan, belajar, dan kemudian melakukan sesuatu dengan lebih baik. Ketika melakukan dengan lebih baik, Anda dapat menghasilkan uang dalam permainan. Jadi itu adalah perjalanan yang sama.
Belajarlah dari pengalaman Anda, yang paling penting dari kegagalan, pengalaman sulit Anda. Jika Anda dapat memahami bagaimana realitas bekerja, hal ini berlaku untuk semua kehidupan, bukan hanya pasar. Jika Anda harus memahami cara kerja realitas, terimalah bahwa realitas memang seperti itu dan ketahui cara menghadapinya dengan baik.
Ray Dalio: Pemilu AS akan Pengaruhi Kebijakan Pajak hingga Geopolitik Global
Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, memaparkan pentingnya Pemilu AS 2024, memprediksi ada perubahan besar dalam kebijakan pajak dan kemungkinan transisi kekuasaan yang tidak tertata. [285] url asal
#pemilu #pajak #geopolitik #amerika-serikat #utang #give-me-perspective #ray-dalio #indonesia-africa-forum-2024
(Katadata - FINANSIAL) 10/09/24 13:08
v/14952317/
Pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio menyoroti Pemilu Amerika Serikat (AS) yang akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global untuk ke depan. Pemilu tersebut akan berlangsung pada 5 November 2024.
“Dampak pemilu dan setelah pemilu. Ini adalah hak kelompok kanan yang keras versus kiri yang keras. Konflik ekstrem kanan versus agak ekstrem kiri,” kata Ray dalam wawancara ekslusif dengan Katadata.co.id, di sela-sela perhelatan Indonesia Africa Forum 2024 di Nusa Dua, Bali pada Senin (2/9).
Jika melihat lebih jauh, Pemilu AS akan memengaruhi banyak kebijakan. Salah satunya berkaitan dengan kebijakan pajak yang akan memengaruhi pasar dan ekonomi.
“Dan tentu saja, hal ini memiliki implikasi geopolitik yang besar dan untuk seluruh dunia,” ujar Ray.
Sementara pascapemilu AS, pemerintahan baru bakal kesulitan mengatasi utang. “Cara mengatasinya tidak akan mudah karena di mana pun di dunia ini, tidak ada cukup uang ketika mempertimbangkan siapa yang memiliki cukup uang untuk kebutuhan mereka,” kata Ray.
Transisi Pemerintahan AS
Di sisi lain, Ray mengungkapkan akan terjadi proses transisi pemerintah pascapemilu. Namun belum bisa dipastikan apakah masa transisi akan berlangsung dengan cara yang teratur.
Dia memperkirakan, pihak yang kalah tidak akan menerima kekalahan tersebut. “Jadi kita akan melihat, apakah kita bisa memiliki transisi kekuasaan yang tertib. Itu belum pasti,” ujar Ray.
Terlebih, AS memiliki kebebasan untuk memiliki senjata, hingga berpeluang adanya pemberontakan. Apalagi, ada lebih banyak senjata dibandingkan jumlah pemiliknya di AS.
“Saya tidak mengatakan hal ini akan terjadi, tapi saya mengatakan bahwa ada pertanyaan apakah akan ada transisi kekuasaan yang teratur karena kedua belah pihak memiliki perbedaan yang tidak dapat didamaikan,” kata Ray.
Untuk itu, Ray menilai kondisi Pemilu AS merupakan periode yang sangat dramatis. Maka setelah masa Pemilu AS, akan ada banyak pelajaran selama satu tahun ke depan.
Ray Dalio Ungkap Faktor Kesuksesan Negara: Punya Uang dan Pemimpin Berkualitas
Ray Dalio dari Bridgewater Associates membahas kesamaan potensi ekonomi dan strategi investasi antara India dan Indonesia, serta pengaruh pendidikan dalam membentuk masa depan kedua negara. [363] url asal
#ray-dalio #investor #investasi #uang #utang #update-me #pendidikan #india #indonesia #korupsi #indonesia-africa-forum-2024
(Katadata - FINANSIAL) 10/09/24 12:03
v/14952321/
Pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio menilai, setiap negara yang memiliki cukup uang dan pemimpin yang berkualitas, maka negara tersebut dalam posisi yang aman.
"Anda dapat menginvestasikannya pada hal-hal tersebut. Dan itulah yang terjadi di India. Dan mereka tidak memiliki masalah utang," kata Ray dalam wawancara khusus dengan Katadata sebelum berlangsungnya Indonesia Africa Forum 2024 di Nusa Dua, Bali pada Senin (2/9).
Menurut Ray, India memiliki banyak penduduk yang berpendidikan tinggi, dan bisa melakukan banyak hal lain. Sehingga, tak mengherankan India bisa berkembang secara luar biasa.
Dengan perkembangan itu, investor kelas kakap ini melihat siklus dan posisi India dengan Indonesia mirip. Salah satunya karena kedua negara bakal mempunyai presiden baru.
"Indonesia dan India berada di posisi yang sangat mirip, karena keduanya memiliki potensi yang besar. Dalam hal pembentukan modal dan pendidikan," ujarnya.
Selain itu, kata dia, India dan Indonesia juga memiliki uang serta kemauan untuk berinvestasi secara baik demi meningkatkan produktivitas negaranya.
"Indonesia membawa pengetahuan dan talenta asing serta modal asing, dan berinvestasi untuk melakukan reformasi tersebut. Jadi posisinya sangat, sangat, sangat mirip," ujarnya.
Dia juga menyoroti faktor pendidikan dan sistem kerja yang baik, yang bisa memberikan kesempatan yang sama, aturan hukum yang adil serta pasar modal yang kondusif.
"Ketika Anda berpikir tentang reformasi, akan ada ukuran-ukuran seperti Bank Dunia dan yang lainnya yang mengukur kemudahan berbisnis dan tingkat korupsi," katanya.
Dengan begitu, negara bisa menciptakan lingkungan sosial dan bisnis yang kondusif untuk menyokong produktivitas. Menurut Ray, reformasi tersebut akan sangat berkaitan dengan pendidikan.
Tantangan dari AS dan Cina
Dia masih melihat prospek cerah dari kedua negara untuk ke depan. Namun berbagai negara di dunia masih menghadapi tantangan dari Amerika Serikat (AS) dan Cina. "Cina memiliki tantangan yang nyata, kemudian konflik di antara mereka jelas merupakan tantangan," kata dia.
Jika melihat sejarah, memang ada konflik antara keduanya bisa berupa perang dan ketika terjadi perang. Sehingga ada pihak yang menang, pihak yang kalah, dan negara yang netral.
"Pihak yang menang kalah karena biaya, kerugian finansial, dan kerusakan yang diakibatkan oleh perang sangatlah besar," ujarnya.
Selain itu, yang kalah juga akan hancur. Sementara negara-negara yang bersikap netral bisa menjadi lebih makmur karena menarik banyak ornag, banyak modal dan mereka berhasil untuk terus maju.
Ray Dalio: Indonesia Perlu Investasi di Pendidikan untuk Menjadi Negara Besar
Pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio bisa belajar dari Indonesia bisa belajar dari apa yang dilakukan mantan pemimpin Cina, Deng Xiaoping. [324] url asal
(Katadata) 05/09/24 11:47
v/14896079/
Indonesia mempunyai potensi besar untuk bisa bisa terus berkembang sebagai kekuatan baru di dunia. Untuk mencapai itu pemerintah perlu mengejar investasi di pendidikan sebagai cara meningkatkan produktivitas bangsa.
Hal itu diungkapkan investor kawakan yang juga pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio dalam wawancara khusus dengan Katadata sebelum berlangsungnya Forum Indonesia Afrika Kedua di Nusa Dua, Bali pada Senin (2/9).
“Presiden Indonesia terpilih berada di negara yang memiliki potensi besar. Dalam hal pembentukan modal dan pendidikan dan sebagainya. Ia memiliki uang dan kemauan untuk berinvestasi dengan baik, untuk meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara,” kata Ray dalam wawancara dengan Direktur Riset Katadata Insight Centre (KIC) Gundy Cahyadi, beberapa Waktu lalu.
Ray menambahkan, Indonesia bisa belajar dari apa yang dilakukan mantan pemimpin Cina, Deng Xiaoping, pada tahun 1980an. Ketika itu, Deng melakukan kebijakan pintu terbuka dan reformasi. Dua hal itu bisa menciptakan modal dan juga ide-ide baru dan modal tersebut bisa digunakan untuk investasi di pendidikan.
“Jadi kombinasi antara berada dalam kurva pertumbuhan ketika Anda memiliki modal internal yang cukup sehingga Anda dapat berinvestasi dengan baik dan mendapatkan dorongan produktivitas,” ujar Ray.
Menurut Ray yang merupakan orang terkaya ke-124 di dunia itu, Indonesia bisa menciptakan zona ekonomi khusus yang dapat menjadi laboratorium untuk eksperimen reformasi dan pengembangan ekonomi. Reformasi ini termasuk perubahan dalam sistem hukum dan kebijakan ekonomi untuk menarik investasi dan meningkatkan produktivitas.
“Tentu saja, untuk mereformasi sebuah negara secara keseluruhan, seperti yang dilakukan oleh Deng Xiaoping di Cina dan Nahrendra Modi di India, lebih menantang. Dan, tentu saja, setiap negara yang sukses bermuara pada dua hal itu yaitu reformasi dan meritokrasi. Anda membawa pengetahuan dan talenta asing serta modal asing, dan Anda berinvestasi untuk melakukan reformasi tersebut,” kata Ray.
Menurut Ray, presiden yang baru juga harus bisa menciptakan lingkungan yang memungkinkan adanya produktivitas. “Jadi, Anda harus memiliki produktivitas berbasis luas. Jika Anda tidak memiliki produktivitas berbasis luas, Anda memiliki terlalu banyak kesenjangan kekayaan dan kesenjangan kesempatan, dan itu menyebabkan masalah tersendiri,” ujar Ray.
Orang Kaya Dunia Ray Delio akan Bertemu Jokowi dan Prabowo, Bahas Family Office?
Pertemuan antara Ray Dalio dengan Jokowi dan Prabowo, antara lain akan membahas rencana pembentukan firma penasihat pengelola keuangan atau family office. [593] url asal
#family-office #ray-dalio #prabowo #jokowi #update-me
(Katadata) 04/09/24 12:35
v/14896115/
Investor kawakan yang masuk dalam jajaran orang terkaya dunia Ray Dalio dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Pertemuan antara Dalio dengan Jokowi dan Prabowo, antara lain akan membahas rencana pembentukan firma penasihat pengelola keuangan atau family office.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pertemuan Dalio dengan Jokowi dan Prabowo akan membahas banyak hal. "Saya juga usul, dia membahas terkait family office," ujar Luhut saat berbincang dengan Research Director Kata Data Insight Center Gundi Cahyadi di sela-sela Indonesia Africa Forum Bali, Minggu (1/9).
Ia membuka kemungkinan Dalio dapat menjadi penasihat informasl pembentukan family office di Indonesia. Dalio diharapkan dapat ikut membantu meyakinkan investor-investor potensial agar menempatkan dananya di Indonesia. "Tentu dengan pengalamannya di capital market, sebagai the biggest hedge fund," ujar Luhut.
Luhut mengaku berteman baik dengan Dalio. Perkenalannya dengan pendiri OceanX ini dimulai di Abu Dhabi pada 2021 melalui Presiden Uni Emirat Arab Muhamamad Bin Zayed. Dari pertemuan tersebut, tercetuslah rencana kerja sama OceanX dengan untuk mengeksplorasi pedalaman laut Indonesia.
"Saya bilang silahkan kerja sama, tapi setiap kegiatanmu harus ada Indonesia," katanya. Tim OceanX melakukan eksplorasi laut dalam dengan menggunakan dua kapal selam berawak yang bisa menyelam hingga kedalaman 1.000 meter. Mereka juga akan menggunakan remote operated vehicle alias kapal selam robot yang bisa menyelam hingga kedalaman 6.000 meter.
Kapal OceanXplorer dilengkapi dengan laboratorium untuk menganalisis DNA dari spesimen yang dikumpulkan oleh para peneliti. Datanya akan dioleh secara real time. Selain itu, kapal memiliki kemampuan full acoustic mapping untuk menganalisis kondisi dasar laut serta CTD profilling system untuk menganalisis nutrisi, plankto
Luhut sebelumnya telah membentuk task force atau satuan tugas guna menyiapkan pengelolaan dana berbasis keluarga atau family office di Indonesia. Ia memastikan Indonesia memiliki keunggulan daya saing dengan negara/wilayah lain seperti Singapura dan Hog Kong yang sudah memililiki ribuan family office.
“Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta tadi untuk menyiapkan task force (satuan tugas) ini dalam satu bulan ke depan,” ujar Luhut.
Ia menjelaskan, butuh persiapan untuk membentuk Wealth Management Consulting (WMC). Beberapa hal perlu dirumuskan di lintas Kementerian/Lembaga, seperti perancangan sistem perpajakan dan regulasi yang mendukung aset asing, stabilitas dan kondusifitas politik dan pemerintahan, penyedia jasa manajemen aset, serta lingkungan bisnis yang mendukung. Luhut kembali menekankan peluang besar untuk membangun Family Office di Indonesia.
Ia mengutip data dari The Wealth Report yang menyebutkan bahwa populasi individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus meningkat.
"Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global," kata dia.
Dari perhitungan terkini, menurut dia, ada sekitar US$11,7 triliun dana kelolaan family office di dunia. Family Office sendiri merupakan salah satu upaya untuk menarik kekayaan dari negara lain untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan memiliki family office, menurut dia, bukan hanya meningkatkan peredaran modal di dalam negeri nantinya, tetapi juga menghadirkan potensi peningkatan PDB dan lapangan kerja dari investasi dan konsumsi lokal.
Luhut menyebut, ada beberapa negara di dunia yang menjadi tuan rumah dari aset tersebut. Dua diantaranya dari Asia yakni Singapura dengan 1500 family office, dan Hongkong yang memiliki 1400 family office. Namun, menurut dia, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor.
"Inilah yang membuat Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk menjadi alternatif dengan membentuk Wealth Management Centre, karena kondisi pertumbuhan ekonomi kita cukup kuat, kondisi politik pun juga stabil, serta orientasi geopolitik kita yang netral," ujar Luhut.
Cerita Luhut Berteman dengan Orang Kaya Dunia Ray Dalio hingga Manfaatkan OceanX
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pengalamannya berkenalan dengan salah satu orang terkaya dunia Ray Dalio yang merupakan pendiri OceanX. [304] url asal
#ray-dalio #luhut #oceanx #update-me
(Katadata) 03/09/24 09:12
v/14875390/
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pengalamannya berkenalan dengan salah satu orang terkaya dunia Ray Dalio yang merupakan pendiri OceanX. Kapal eksplorasi milik OceanX menjalankan misi eksplorasi di laut Indonesia pada Mei hingga Agustus 2024.
Luhut mengatakan, perkenalannya dengan Dalio dimulai di Abu Dhabi pada 2021 melalui Presiden Uni Emirat Arab Muhamamad Bin Zayed. "Dari situ kami mulai berbincang, kita negara kepulauan terbesar dunia tapi tidak pernah ekslorasi apa sih isi di dalamnya. Nah, Ray Dalio ini menawarkan kerja sama dengan OceanX," ujar Luhut saat berbincang dengan Research Director Kata Data Insight Center Gundi Cahyadi di sela-sela Indonesia-Africa Forum, akhir pekan lalu.
Luhut mengaku langsung menangkap peluang kerja sama yang ditawarkan Dalio. Namun, ia memberikan syarat penelitian yang dilakukan OceanX harus bersama Indonesia. "Saya bilang silahkan kerja sama, tapi setiap kegiatanmu harus ada Indonesia," katanya.
Tim OceanX melakukan eksplorasi laut dalam dengan menggunakan dua kapal selam berawak yang bisa menyelam hingga kedalaman 1.000 meter. Mereka juga akan menggunakan remote operated vehicle alias kapal selam robot yang bisa menyelam hingga kedalaman 6.000 meter.
Kapal OceanXplorer dilengkapi dengan laboratorium untuk menganalisis DNA dari spesimen yang dikumpulkan oleh para peneliti. Datanya akan dioleh secara real time. Selain itu, kapal memiliki kemampuan full acoustic mapping untuk menganalisis kondisi dasar laut serta CTD profilling system untuk menganalisis nutrisi, plankton, dan semua komponen yang krusial untuk lautan.
Adapun eksplorasi dilakukan bersama para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). OceanX juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan peneliti lokal dan melakukan banyak cross training seperti saat melakukan eksplorasi di Uni Emirat Arab.
"Hasilnya OceanX ini, mereka di utaranya Bitung, baru menemukan habitat ikan zaman purba yag sudah 400 juta tahun, itu sekarang kita preserve habitatnya. Itu kan bia diteliti, mungkin bisa jadi obat atau gennya bisa jadi apa, kita belum tahu," ujarnya
Berita Populer: Motor Kustom Bobber Matik; Hyundai N Vision 74 Meluncur 2030 - kumparan.com
Berita populer kumparanOTO, Senin (2/9) pakai mesin NMax, motor kustom bergaya bobber ini gak perlu oper gigi, hingga versi produksi massal Hyundai N Vision 74 bakal meluncur 2030. #kumparanOTO [213] url asal
(Kumparan.com - Otomotif) 03/09/24 08:00
v/14880934/
Galeri foto pakai mesin NMax, motor kustom bergaya bobber ini gak perlu oper gigi menjadi berita populer kumparanOTO, Senin (2/9).
Pakai pelat nomor buatan pinggir jalan bisa didenda Rp 500 Ribu, serta versi produksi massal Hyundai N Vision 74 bakal meluncur 2030 juga menarik perhatian banyak pembaca.
Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.
Modifikasi motor dengan konsep Bobber umumnya pakai bahan motor sports bahkan moge. Namun builder yang satu ini punya konsep yang berbeda dengan menggunakan mesin Yamaha NMax lansiran tahun 2016 sebagai basisnya.
Adalah Founder Rainbow Moto Builder Adega Anggayasta yang punya konsep bikin motor Kustom dari bahan motor matik bongsor.
Banyak cara yang dilakukan pelanggar lalu lintas untuk menghindari aturan membayar pajak tahunan atau menghindari daerah ganjil genap.
Salah satu caranya adalah membuat pelat nomor palsu seperti yang dijual di pinggir jalan atau di marketplace. Tak tanggung-tanggung, pembuat pelat palsu tersebut kadang ada yang bisa membuat persis dengan logo Korlantas Polri.
Versi produksi massal mobil konsep Hyundai N Vision 74 yang sempat mejeng di GIIAS 2024 dikabarkan akan diluncurkan pada tahun 2030. Saat dipamerkan, mobil ini jadi magnet bagi para pengunjung hajatan otomotif tahunan tersebut.
Berdasarkan situs resmi Hyundai Motor Group, Hyundai akan membangun jajaran lengkap kendaraan listrik. Mulai dari kendaraan listrik yang terjangkau, hingga model mewah dengan performa tinggi.
Profil Ray Dalio, Konglomerat Pemilik Harta Rp 217 T
Profil Ray Dalio, konglomerat pemilik harta Rp 217 Triliun yang diajak berdiskusi oleh Luhut tentang family office [574] url asal
#ray-dalio #luhut #family-office #konglomerat #daftar-orang-terkaya-forbes
(Bisnis Tempo) 03/09/24 06:11
v/14875294/
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berkonsultasi dengan Ray Dalio untuk merencanakan pembentukan family office di Indonesia. Dia bertemu Ray Dalio di sela acara Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali, Minggu, 1 September 2024.
Ray diundang sebagai pembicara untuk membagikan pandangannya tentang perubahan ekonomi global. Momen pertemuan Luhut dengan orang terkaya ke-124 di dunia berdasarkan Forbes 2024 -dengan nilai kekayaan US$ 14 miliar (Rp 217,45 triliun, kurs Rp 15.552)- itu ia bagikan melalui media sosial.
“Pengalaman Ray yang pernah disebut sebagai 100 orang berpengaruh di dunia versi Majalah Times, akhirnya membuat kami mengundang dirinya untuk belajar dan mendengar pandangannya mengenai kebijakan family office,” ujar Luhut, dikutip dari unggahannya di Instagram resmi @luhut.pandjaitan pada Senin, 2 September 2024.
Lantas, siapa sebenarnya Ray Dalio, konglomerat pemilik harta Rp 271 Triliun yang diajak berdiskusi oleh Luhut tentang family office? Berikut rangkuman informasi selengkapnya.
Profil Ray Dalio
Ray Dalio adalah pendiri dana lindung nilai atau hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates. Lembaga ini mengelola dana sebesar US$ 124 miliar. Saat ini, Ray juga memiliki family office di Abu Dhabi dan Singapura. Hal ini lah yang membuat Luhut memintanya untuk menjadi pembicara dan berdiskusi mengenai pembentukan family office di Indonesia.
Melansir dari profil Forbes, Ray Dalio adalah Sarjana Seni/Sains dari Long Island University. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dan berhasil meraih gelar Magister Administrasi Bisnis dari Harvard Business School.
Dalio tumbuh di lingkungan kelas menengah di Long Island dan mulai bermain pasar pada usia 12 tahun. Saat itu, ia memperoleh berbagai tips bisnis dari para pegolf yang menjadi caddy-nya. Lalu pada 1975, setelah memperoleh gelar MBA dari Harvard Business School, ia meluncurkan Bridgewater dari apartemen dua kamar tidurnya di New York City.
Melansir dari laman Bridgewater, Dalio telah menjalankan bisnisnya lebih dari 47 tahun. Dia pun berhasil membangun Bridgewater Associate sebagai perusahaan dana lindung nilai terbesar di dunia dan perusahaan swasta terpenting kelima di Amerika Serikat menurut Majalah Fortune.
Dalio mengundurkan diri sebagai CEO Bridgewater pada 2017. Pada tahun itu, dia juga menerbitkan buku berjudul Principles: Life & Work, yang menjadi buku terlaris New York Times yang mengkodifikasi prinsip-prinsipnya. Selain itu, dia juga menerbitkan dua buku lain yang berjudul Principles for Dealing with the Changing World Order, dan Principles for Navigating Big Debt Crises.
Dalio kemudian memutuskan untuk pensiun sebagai co-CIO pada tahun 2022, menyelesaikan transisi yang mentransfer kendali mayoritas ke dewan direksi dana lindung nilai. Bridgewater sendiri dikenal dengan budaya “transparansi radikal”, termasuk mendorong perbedaan pendapat, mengungkapkan ketidaksetujuan secara terbuka, dan merekam semua rapat.
Inovasi investasi Dalio, seperti paritas risiko, alpha overlay, dan All Weather, mengubah cara lembaga global mendekati investasi. Hal ini membuat Dalio telah menerima beberapa penghargaan pencapaian selama hidupnya.
Selama beberapa dekade, ia juga telah menjadi penasihat ekonomi makro yang berharga bagi banyak pembuat kebijakan di seluruh dunia. Karena dampak pemikirannya terhadap kebijakan ekonomi makro global, ia pun dinobatkan oleh majalah TIME sebagai salah satu dari “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia.”
Meski telah pensiun, saat ini Dalio tetap menjadi investor dan mentor di Bridgewater. Dia juga menjabat sebagai salah satu dewan direksinya. Di sisi lain, dia adalah seorang filantropis aktif dengan minat khusus dalam eksplorasi laut dan membantu memperbaiki tidak adanya kesempatan yang sama dalam pendidikan, perawatan kesehatan, dan keuangan.
Dalio telah menyumbangkan lebih dari US$1 miliar untuk kegiatan filantropi. Dalio Philanthropies, lembaga filantropi miliknya, bahkan turut mendukung keuangan mikro dan pendidikan publik.
Riri Rahayu berkontribusi dalam artikel ini.
Sosok Ray Dalio, Konglomerat Rp 217 Triliun yang Dekat dengan Luhut
Ray Dalio, konglomerat dengan kekayaan Rp 217 triliun, menjalin kedekatan dengan Luhut. Ia mengirim kapal OceanX untuk mitigasi bencana di Indonesia. [515] url asal
#ray-dalio #luhut-binsar-pandjaitan #bridgewater-associates #investasi #orang-terkaya
(detikFinance - Finansial) 02/09/24 14:00
v/14863885/
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kedekatannya dengan salah satu orang terkaya di dunia, Ray Dalio. Bahkan berkat hubungan baiknya itu, Luhut mengaku Ray dengan sukarela mengirimkan kapal eksplorasi OceanX miliknya ke Indonesia.
Luhut bercerita, dirinya berkenalan dengan Ray pada 2021 lalu saat berkunjung ke Abu Dhabi. Perkenalan itu kemudian ia rawat dengan baik hingga pada Mei sampai Agustus 2024 lalu, Ray mengirimkan kapal miliknya ke Indonesia. Kapal itu untuk keperluan mitigasi bencana di masa depan.
"Perkenalan tersebut saya rawat dengan baik sehingga pada Mei sampai Agustus 2024 yang lalu, Ray mengirim kapal eksplorasi dan penelitian ilmiah OceanX miliknya ke Indonesia. Kapal tersebut menjalankan misi eksplorasi dalam rangka pengumpulan data biodiversitas laut Indonesia untuk keperluan mitigasi bencana alam di masa depan," tulis Luhut di salah satu unggahan Instagram, dikutip Minggu (1/9).
Terlepas dari itu, dalam laporan Forbes, disampaikan Ray Dalio adalah pendiri perusahaan pengelola dana investasi terbesar di dunia, Bridgewater Associates. Perusahaan investasi miliknya ini diperkirakan mengelola dana investasi sebesar US$ 124 miliar atau setara Rp 1.926,09 triliun (Rp 15.533/dolar AS).
Berkat usahanya itu Ray tercatat memiliki harta kekayaan sebesar US$ 14 miliar atau Rp 217,46 triliun. Dengan harta sebanyak itu, per 1 September 2024 ini dirinya berada di urutan ke-141 orang paling tajir di bumi versi Real Time Forbes.
Sementara itu menurut situs resmi Bridgewater Associates, Ray merupakan lulusan Sarjana bidang Keuangan dari C.W. Post College pada 1971 lalu. Kemudian ia memperoleh gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard Business School pada 1973.
Dua tahun kemudian (1975) barulah Ray Dalio mendirikan Bridgewater Associates di sebuah apartemen dua kamar miliknya di New York City (NYC). Pada awalnya, Ray hanya membantu para investor institusional melalui konsultasi dan pengelolaan aset mereka secara aktif, terutama di pasar komoditas dan berjangka.
Ia juga membagikan pemikiran investasinya dalam laporan riset harian 'Bridgewater Daily Observations' yang dikirim kepada klien perusahaan melalui Telex. Seiring berjalannya waktu, kualitas laporan yang ditulis Ray ini menarik minat para investor hingga Bridgewater berhasil mendapatkan kucuran dana institusional pertama untuk dikelola secara langsung pada 1985 lalu.
Tidak tanggung-tanggung, dana investasi pertama yang dipercaya kepada Ray senilai US$ 5 juta dari Bank Dunia. Sejak saat itu banyak investor institusional lainnya yang kemudian ikut menitipkan dana investasi untuk dikelola secara langsung oleh Bridgewater.
Di bawah kepemimpinan Ray, Bridgewater akhirnya menjadi perusahaan pengelola dana investasi terbesar di dunia versi majalah Fortune. Selain itu hingga saat ini Bridgewater Daily Observations masih menjadi salah satu laporan pasar paling dicari investor dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.
Namun pada 2017 lalu Ray secara resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO, yang kemudian beralih menjadi CIO. Hanya berselang 3 tahun, pada 2020 ia kemudian mengalihkan jabatannya sebagai CIO untuk fokus pada posisinya sebagai pendamping Komite Investasi yang bertanggung jawab atas pengawasan dan evolusi strategi investasi Bridgewater.
Proses peralihan jabatan CIO ini rampung pada September 2022 lalu, dan sejak itu Ray Dalio hanya bekerja sebagai mentor bagi para CIO dan Komite Investasi perusahaan. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Operasional, dan sebagai investor senior Bridgewater Associates.
(fdl/fdl)
Luhut Bertemu Investor Kawakan Ray Dalio di IAF 2024, Belajar Soal Family Office
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan pendiri lembaga dana lindung nilai Bridgewater Associates, Ray Dalio, di sela-sela IAF Ke-2 di Bali. [337] url asal
#luhut #menko-luhut #luhut-binsar-pandjaitan #iaf #indonesia-africa-forum-iaf #iaf-2024 #ray-dalio #bridgewater-associates
(Bisnis.Com) 02/09/24 11:06
v/14863827/
Bisnis.com, BADUNG - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan pendiri lembaga dana lindung nilai (hedge fund) Bridgewater Associates, Ray Dalio, di sela-sela gelaran Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Dalam unggahan di akun Instagramnya , @luhut.pandjaitan, yang dikutip Senin (2/9/2024), dia menuturkan kedatangan Dalio itu untuk memenuhi undangan pemerintah Indonesia sebagai pembicara di Indonesia Africa Forum. Dia mengatakan, Dalio terutama akan membagikan pandangan tentang perubahan ekonomi global di masa depan.
Luhut juga mengatakan, pemerintah juga mengundang Dalio untuk mempelajari hal-hal terkait pembentukan family office yang tengah digodok di Indonesia
"Pengalaman Ray yang pernah disebut sebagai 100 orang berpengaruh di dunia versi Majalah Times, akhirnya membuat kami mengundang dirinya untuk belajar dan mendengar pandangannya mengenai kebijakan family office, mengingat Ray telah memilikinya di Abu Dhabi dan Singapura," kata Luhut dalam unggahan tersebut.
Mengutip Forbes, Ray merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$14 miliar atau sekitar Rp217 triliun dengan asumsi kurs US$1= Rp 15.500. Dengan kekayaan tersebut, Dalio merupakan orang terkaya ke-141 di dunia menurut pemeringkat Forbes.
Dia menambahkan, sejak pensiun pada 2022 lalu, Dalio aktif memberikan pandangannya tentang perkembangan ekonomi global di berbagai forum. Dalio bahkan menjadi penasihat bagi para pembuat kebijakan di berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Luhut melanjutkan, dalam pertemuan tersebut dia mengatakan adanya sebuah diskusi yang penuh wawasan dengan Dalio. Menurutnya, kolaborasi global dan dedikasi terhadap pengetahuan dapat membuka peluang baru dan memajukan keberlanjutan.
Dia berharap diskusi dengan Dalio kali ini mampu memotivasi Indonesia untuk mengedepankan inovasi demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Luhut menambahkan, ini bukanlah pertama kali dirinya bertemu dengan Dalio. Dia menceritakan pertama kali bertemu dengan Dalio pada 2021 lalu.
"Perkenalan tersebut saya rawat dengan baik sehingga pada Mei sampai Agustus 2024 yang lalu, Ray mengirim kapal eksplorasi dan penelitian ilmiah OceanX miliknya ke Indonesia. Kapal tersebut menjalankan misi eksplorasi dalam rangka pengumpulan data biodiversitas laut Indonesia untuk keperluan mitigasi bencana alam di masa depan," ujarnya.



