#30 tag 24jam
Peluang Pendanaan hingga USD100 Ribu buat Startup yang Dipimpin Perempuan
Bitget, exchange mata uang kripto dan perusahaan Web3 menyediakan eksposur bagi para wirausahawan Perempuan di ruang blockchain. Bitget, exchange mata uang kripto... | Halaman Lengkap [451] url asal
#teknologi-blockchain #perempuan-pengusaha #pendanaan #perdagangan-aset-kripto #startup
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/11/24 15:55
v/17681869/
JAKARTA - Bitget, exchange mata uang kripto dan perusahaan Web3 meluncurkan "Pitch n Slay", sebuah inisiatif khusus di bawah program Blockchain4Her yang diselenggarakan untuk menyediakan eksposur bagi para wirausahawan perempuan di ruang blockchain .Dibangun di atas proyek besar Bitget melalui program Blockchain4Her senilai USD10 juta, program ini memperluas dukungan yang ditargetkan untuk startup yang dipimpin oleh Perempuan dengan menawarkan mereka kesempatan untuk mendapatkan pendanaan hingga USD100.000 dari Foresight Ventures. Pendanaan ini disertai dengan bimbingan yang berharga dari para profesional yang berpengalaman di industri blockchain.
Program "Pitch n Slay", yang dibuat dalam kemitraan dengan organisasi-organisasi seperti World of Women, Women in Web3, dan Bitget Wallet, disusun untuk menawarkan peluang bagi para wirausahawan perempuan untuk menerima modal, bimbingan, dan eksposur yang diperlukan untuk meningkatkan proyek mereka. Kemitraan tambahan dengan Foresight Ventures dan Morph menyoroti penekanan Bitget dalam menyatukan sumber daya dan bimbingan dari para pemimpin dalam ekosistem blockchain.
Selama program berlangsung, para peserta yang terpilih akan menjalani proses bimbingan dan pengembangan yang ketat. Setelah babak pitching awal, para finalis akan menerima dukungan dalam hal strategi pasar, penskalaan, dan teknologi, yang dipimpin oleh para pakar industri termasuk Gracy Chen, CEO Bitget, Taya A, CEO dari World of Women, Min Xu, Partner dari Foresight Ventures, Tess Hau, Pendiri dari Tess Ventures, dan para pemimpin Web3 lainnya.
Diselenggarakan pada tanggal 15 November di Bangkok, Thailand, para finalis program "Pitch n Slay" akan mempresentasikan proyek-proyek yang telah disempurnakan di hadapan panel investor dan juri. Dari tiga pemenang utama startup yang dijalankan oleh perempuan yang terpilih akan mendapatkan hibah untuk memajukan perjalanan startup mereka.
Pemenang pertama akan membawa pulang USD5.000, juara kedua akan mendapatkan USD3.000 dan juara ketiga akan mendapatkan USD2.000. Ketiganya akan memenuhi syarat untuk pitching lebih lanjut ke Foresight Ventures, jika kesepakatan disetujui, masing-masing dapat menerima pendanaan hingga USD100 ribu dalam bentuk pra-pendanaan.
Fokus konstan Bitget dalam mendukung perempuan di Web3 adalah bagian dari strateginya untuk menciptakan peluang pendanaan dan pertumbuhan yang dapat diakses oleh pengusaha perempuan yang dipimpin oleh CEO perusahaan, Gracy Chen
?Bitget adalah organisasi inklusif gender yang membanggakan, dengan lebih dari 45% peran manajemen kami dipegang oleh perempuan. Melalui Blockchain4Her, merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk mendukung para pendiri Perempuan dengan kesempatan untuk mendapatkan eksposur, bimbingan, dan pendanaan. Kami akan terus mengembangkan platform ini, menciptakan peluang pertumbuhan dan memperkuat startup yang dipimpin oleh perempuan di Web3," kata Chen.
Inisiatif Pitch n' Slay secara langsung membahas kurangnya representasi pengusaha Perempuan dalam blockchain, memberikan dukungan finansial dan profesional yang penting untuk sukses dalam lanskap yang kompetitif.
Pengajuan terbuka untuk startup yang dipimpin oleh perempuan yang memenuhi syarat. Untuk lebih jelasnya, kunjungi laman program ini dengan kata kunci ?Pitch n Slay Bitget? di mesin pencarian yang digunakan.
Harga Bitcoin Diprediksi Melonjak Usai Pemilu AS
Menjelang pemilu AS, pasar kripto bergerak kian volatile. Pasalnya, pemilu dianggap menjadi titik awal yang kuat bagi lonjakan harga Bitcoin. [302] url asal
#bitcoin #kripto #pemilu-as #teknologi-blockchain #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #aset-kripto
(Kontan-Investasi) 04/11/24 17:06
v/17464241/
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menjelang pemilu AS, pasar kripto bergerak kian volatile. Pasalnya, hari pemilu dianggap menjadi titik awal yang kuat bagi lonjakan harga Bitcoin.
Satu hari menjelang pemilu AS terpantau harga Bitcoin belum menunjukkan penguatn yang signifikan. Berdasarkan coinmarketcap, Selasa (4/10) pukul 16.00 WIB, Bitcoin diperdagangkan di harga US$ 68,670. Dalam sehari harga tersebut menguat 0,50%, dan dalam sepekan menguat 0,51%.
Andri FA, Crypto Analyst Reku menjelaskan, secara teknikal grafik mingguan Bitcoin menunjukkan pola gravestone Doji candle dengan bayangan panjang ke atas dan tubuh yang kecil di bagian bawah.
"Pola ini menunjukkan bahwa meskipun harga sempat naik, ada tekanan jual yang kuat, membuat harga akhirnya turun mendekati harga pembukaan. Pola ini menjadi tanda kehati-hatian bagi investor," jelas Andri dalam risetnya, Senin (4/11).
Kendati demikian, Andri menilai harga kripto akan rebound usai pemilu. Andri mencontohkan pada pemilu 2020, harga Bitcoin saat itu sekitar US$ 13,569 kemudian salam setahun melonjak ke rekor US$ 69,000. Bahkan di tahun-tahun setelahnya, harga tersebut tetap menjadi acuan kuat, dan bertahan sebagai batas bawah yang sulit ditembus di saat-saat turun.
Andri bilang bahwa pola tersebut seolah-olah mencerminkan rasa optimisme dari investor terhadap hasil pemilu dapat membuka peluang baru bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Begitupun pemilu kali ini, Andri memprediksi dampaknya akan besar ke pasar kripto. Mengingat tiap kandidat membawa kebijakan berbeda tentang teknologi blockchain dan aset kripto.
Kandidat yang berpihak pada regulasi lebih terbuka bisa menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi industri kripto. Sebaliknya, jika pemimpin yang terpilih tidak terlalu mendukung inovasi blockchain, regulasi yang lebih ketat bisa saja menghambat pertumbuhan.
"Jika semuanya berjalan sesuai harapan, lonjakan harga berikutnya mungkin akan dimulai dari hari pemilu. Memperkuat pola yang telah terlihat di pemilu-pemilu sebelumnya," tandasnya.
Intip Perubahan Roadmap Token Berdampak pada Fluktuasi Harga Koin atau Token
Dalam dunia kripto roadmap adalah sebuah bagan timeline yang menginformasikan investor tentang pengembangan dan pencapaian proyek berbasis blockchain seperti Ethereum... | Halaman Lengkap [947] url asal
#tokocrypto #bitcoin #teknologi-blockchain #ethereum #sindonews-stories
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 30/10/24 16:04
v/17213440/
JAKARTA - Dalam dunia kripto roadmap adalah sebuah bagan timeline yang menginformasikan investor tentang pengembangan dan pencapaian proyek berbasis blockchain seperti Ethereum dan Binance Coin (BNB). Roadmap ini memberikan arah dan ekspektasi bagi komunitas serta investor mengenai inovasi dan perkembangan di masa depan.Namun perubahan dalam roadmap seringkali memicu fluktuasi harga koin atau token secara signifikan termasuk harga Ethereum yang kerap kali dipengaruhi oleh pembaruan teknologi dan keputusan jaringan. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut apa itu roadmap dan bagaimana perubahan roadmap berdampak pada harga Ethereum serta aset kripto lainnya, simak artikel ini hingga usai!
Apa Itu Roadmap dalam Proyek Kripto?
Roadmap adalah rencana strategis yang disusun oleh tim pengembang untuk menguraikan tujuan jangka pendek dan panjang dari suatu proyek. Pada roadmap biasanya tertera jadwal rilis fitur, pembaruan teknologi, atau integrasi baru. Dengan adanya roadmap komunitas atau investor dapat melihat gambaran perkembangan proyek dan mengevaluasi seberapa serius tim di balik proyek tersebut dalam merealisasikan tujuan yang dijanjikan.
Efek Perubahan Roadmap terhadap Harga Token
Perubahan roadmap baik berupa percepatan maupun penundaan suatu fitur atau pembaruan memiliki pengaruh besar terhadap harga token. Hal ini terjadi karena investor dan pengguna memandang roadmap sebagai indikator keandalan dan potensi proyek di masa depan. Jika roadmap berubah ekspektasi pasar juga turut mengalami penyesuaian dimana sering kali tercermin dalam harga aset tersebut di pasar.
Perubahan Positif dan Pengaruhnya
Ketika perubahan roadmap menunjukkan percepatan pengembangan atau rilis fitur penting lebih awal dari yang dijadwalkan, respons pasar cenderung positif. Sentimen optimisme tersebut mendorong peningkatan permintaan sehingga harga koin atau token melonjak. Sebagai contoh, Ethereum mengalami lonjakan harga ketika mengumumkan percepatan transisi dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS).
Pembaharuan ini dikenal sebagai The Merge yang meningkatkan minat investor karena dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Akibatnya harga Ether (ETH) naik signifikan selama periode menjelang pembaruan tersebut.
Penundaan Fitur dan Dampaknya pada Pasar
Sebaliknya ketika roadmap mengumumkan penundaan rilis atau pembatalan fitur yang diharapkan pasar bisa saja merespons negatif. Penundaan seringkali dianggap sebagai tanda ketidakpastian atau masalah internal di dalam tim pengembang. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan investor yang mendorong aksi jual sehingga memicu penurunan harga.
Sebagai contoh proyek Ethereum beberapa kali mengalami penundaan dalam meluncurkan pembaruan skala besar seperti Ethereum 2.0. Penundaan ini sempat memicu volatilitas harga ETH terutama di kalangan investor yang menilai ketepatan jadwal sebagai aspek penting dari profesionalitas proyek. Dalam situasi seperti ini harga token cenderung turun karena spekulasi negatif dari pasar.
Kasus BNB dan Perubahan dalam Ekosistemnya
BNB token asli dari Binance Smart Chain (BSC) juga menunjukkan dampak signifikan dari perubahan roadmap pada fluktuasi harga. Binance kerap melakukan pembaruan dan pengembangan ekosistem BSC untuk menjaga relevansi dan daya saingnya.
Salah satu perubahan penting dalam roadmap BNB adalah pengumuman mengenai adopsi Proof of Staked Authority (PoSA) yang menggantikan mekanisme sebelumnya. Perubahan ini diterima baik oleh komunitas karena menawarkan transaksi lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah, sehingga memicu kenaikan harga BNB.
Namun di sisi lain perubahan yang mendadak dalam kebijakan pembakaran token (token burn) pernah menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor yang menyebabkan fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Sentimen Pasar dan Peran Komunikasi Tim Pengembang
Sentimen pasar memainkan peran penting dalam merespons perubahan roadmap. Proyek dengan komunikasi yang terbuka dan transparan cenderung mampu menjaga kepercayaan komunitas meskipun ada perubahan atau penundaan. Tim yang memberikan alasan jelas dan menawarkan solusi alternatif biasanya dapat memitigasi efek negatif pada harga token.
Sebagai contoh ketika tim Ethereum secara transparan mengumumkan tantangan teknis yang menyebabkan penundaan Ethereum 2.0 mereka juga memperkenalkan solusi sementara, seperti rilis pembaruan skala kecil. Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran pasar dan mencegah aksi jual yang masif.
Volatilitas dan Kesempatan bagi Investor
Fluktuasi harga yang disebabkan oleh perubahan roadmap sering kali dianggap sebagai peluang oleh investor berpengalaman. Investor yang paham dengan dinamika proyek blockchain dan memiliki akses informasi mendalam dapat memanfaatkan volatilitas ini untuk mendapatkan keuntungan melalui strategi buy the dip. Namun perlu diingat bahwa investasi dalam aset kripto mengandung risiko tinggi, terutama karena volatilitas yang tajam.
Perubahan roadmap memiliki dampak langsung pada harga koin atau token di pasar kripto. Roadmap yang mempercepat rilis fitur atau meningkatkan efisiensi sering kali mendorong sentimen positif, sehingga harga koin cenderung naik. Sebaliknya penundaan atau ketidakpastian dalam implementasi roadmap dapat memicu aksi jual, karena pasar kehilangan kepercayaan terhadap proyek tersebut.
Contoh nyata dapat dilihat pada kasus Ethereum dan BNB. Kedua aset ini mengalami fluktuasi harga yang signifikan berdasarkan perkembangan roadmap mereka. Respons pasar sangat dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan seberapa baik tim pengembang berkomunikasi mengenai perubahan dan pembaruan proyek. Oleh sebab itu transparansi dan komunikasi yang jelas dengan komunitas adalah kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.
Jika Anda tertarik untuk berinvestasi dalam aset kripto maka memahami roadmap proyek adalah langkah yang harus Anda lewati agar bisa menganalisa komitmen sebuah project. Fluktuasi harga di pasar kripto seringkali menghadirkan peluang dan tantangan bagi investor. Oleh karena itu keputusan investasi yang matang membutuhkan analisis yang mendalam mengenai ekosistem dan potensi jangka panjang koin atau token tersebut.
Misalnya, fitur baru seperti peningkatan skalabilitas atau penambahan fungsionalitas DeFi (Decentralized Finance) dapat mendorong permintaan pasar,sementara keterlambatan atau pembatalan rencana dapat menurunkan harga dengan cepat. Memahami dinamika seperti ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih strategis dalam mengelola portofolio aset kripto Anda.
Siap memanfaatkan peluang di pasar kripto? Miliki aset kripto melalui Tokocrypto, platform investasi aset kripto tepercaya di Indonesia. Tokocrypto menawarkan berbagai koin dan token populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan BNB dengan fitur trading yang mudah dan aman.
Dengan mengikuti roadmap proyek secara aktif dan memanfaatkan strategi investasi yang tepat, Anda bisa mendapatkan peluang keuntungan maksimal dari fluktuasi pasar. Segera daftar dan mulai investasi di Tokocrypto! Manfaatkan potensi pertumbuhan aset kripto dan pastikan Anda selalu mendapatkan informasi terbaru tentang proyek-proyek favorit Anda.
Platform Launchpad Ini Raih Penghargaan di Ajang Bergengsi India Blockchain Summit 2024
Platform launchpad terdesentralisasi, Kommunitas dapat pengakuan dalam upayanya mendukung proyek blockchain, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan tepercaya... | Halaman Lengkap [385] url asal
#platform-digital #teknologi-blockchain #keuangan-digital #berita-bisnis #desentralisasi
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 29/10/24 16:58
v/17164543/
JAKARTA - Kommunitas, sebuah platform launchpad terdesentralisasi yang dikenal luas sebagai tier-less launchpad dan launchpad yang berkomitmen pada transparansi dalam setiap aktivitasnya di dunia blockchain , baru saja meraih penghargaan Emerging Launchpad of the Year di India Blockchain Summit 2024.Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya inovatif Kommunitas dalam mendukung proyek blockchain tahap awal, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan tepercaya untuk perkembangan Decentralized Finance .
Sepanjang tahun 2024, Kommunitas terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai proyek blockchain yang berpotensi besar melalui platformnya yang terdesentralisasi. Dengan fokus pada inklusivitas, transparansi, dan kesempatan yang setara bagi semua investor, baik besar maupun kecil, Kommunitas telah berhasil membangun kepercayaan di industri ini.
Melalui acara besar seperti India Blockchain Summit yang dihadiri lebih dari 5.000 orang, kontribusi ini diakui dan mengukuhkan posisi Kommunitas sebagai pemimpin dalam pergerakan Decentralized Finance.
Walaupun CEO Kommunitas, Robby Jeo tidak dapat hadir di acara tersebut, Ashish Kumar Jain, Chief Information Officer (CIO) Kommunitas, menerima penghargaan atas nama perusahaan. Dalam sambutannya, Jain mengungkapkan rasa terima kasihnya, seraya menyampaikan dedikasi luar biasa dari seluruh tim yang berusaha mendorong inovasi blockchain dan menciptakan ekosistem yang berpusat pada komunitas dan transparansi.

Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, Robby Jeo, CEO dari Kommunitas memberikan pandangannya terkait penghargaan ini.
"Kami merasa sangat terhormat untuk menerima penghargaan Emerging Launchpad of the Year. Pencapaian ini mencerminkan dedikasi dan kerja keras seluruh tim kami, serta dukungan tak tergoyahkan dari komunitas. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada penyelenggara India Blockchain Summit dan semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Kami sangat bersemangat untuk terus membentuk masa depan keuangan terdesentralisasi, memberdayakan baik proyek maupun investor ke depannya," ungkap Robby dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Penghargaan Emerging Launchpad of the Year ini mengukuhkan Kommunitas sebagai salah satu pemain utama dalam ranah blockchain dan Decentralized Finance, di mana inovasi-inovasi besar telah direncanakan dan diharapkan dapat mengubah cara proyek-proyek terdesentralisasi diluncurkan.
Seiring dengan perkembangan platform ini, fokus utama tetap pada inklusi, transparansi, serta menyediakan peluang dan dukungan berkelanjutan bagi proyek blockchain dan investor di seluruh dunia.
Kommunitas adalah platform launchpad blockchain terdesentralisasi yang menghubungkan proyek-proyek blockchain dengan investor global melalui platform yang adil, transparan, dan inklusif. Sebagai pemimpin dalam keuangan terdesentralisasi, Kommunitas menyediakan solusi yang dapat diakses yang memberdayakan baik startup maupun investor dalam ekosistem blockchain yang terus berkembang.
Teknologi Blockchain: Kunci Keamanan Data Kesehatan di Era Digital
Kombinasi teknologi Blockchain, Cloud Computing dan Soulbound Token tingkatkan keamanan serta transparansi data kesehatan di era digital. [511] url asal
#blockchain #cloud-computing #industri-kesehatan #soulbound-token #teknologi-blockchain
(BlockChain-Media) 25/10/24 11:30
v/16967934/
Seiring dengan kemajuan teknologi digital, industri kesehatan terus berupaya menemukan cara inovatif untuk melindungi data pasien dan mempercepat layanan. Dalam konteks ini, manfaat teknologi blockchain untuk perlindungan data semakin penting, khususnya dalam meningkatkan keamanan dan transparansi informasi medis.
Blockchain untuk sektor kesehatan juga menawarkan solusi yang efisien dalam pengelolaan dan verifikasi dokumen medis. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teknologi blockchain, cloud computing, dan Soulbound Token (SBT) dapat menjadi solusi revolusioner yang tidak hanya meningkatkan perlindungan data tetapi juga efisiensi dalam sistem kesehatan.
Blockchain Jadi Pondasi Penting untuk Sistem yang AmanDalam era digital saat ini, penggunaan blockchain untuk sektor kesehatan sangatlah diperlukan untuk meningkatkan keamanan data, terutama melalui Rekam Kesehatan Elektronik (EHR).
“Diperlukan strategi berlapis yang memanfaatkan keunggulan kedua teknologi untuk mengintegrasikan algoritma pembelajaran mendalam ke dalam Electronic Health Records (EHR) berbasis blockchain yang aman dan meningkatkan keamanan, integritas, dan kegunaan data dalam sistem kesehatan,” ungkap riset tersebut.

Pentingnya keamanan pada sistem kesehatan juga semakin terasa di tengah meningkatnya insiden data breach. Berdasarkan laporan terbaru oleh HIPAA Journal, dari tahun 2009 hingga 2024, tercatat 5.887 pelanggaran data kesehatan di Amerika Serikat yang melibatkan 500 atau lebih catatan, dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya.
“Jumlah ini setara dengan lebih dari 1,5 kali populasi Amerika Serikat,” ungkap laporan tersebut.
Ukuran Pasar Cloud Computing Pada Sektor Kesehatan Hal ini memperlihatkan bahwa cloud computing menjadi salah satu solusi yang sangat dibutuhkan pada industri ini.
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, sistem data kesehatan dapat ditingkatkan dan memungkinkan ekosistem yang lebih efisien.
“Sistem yang diusulkan menawarkan akses cepat ke database terdesentralisasi dan secara drastis mengurangi waktu verifikasi dengan mengintegrasikan cloud computing,” jelas para peneliti pada riset tersebut.
Hal ini sangat penting, mengingat penyimpanan dan penggunaan data pada perangkat pribadi dapat memperlambat sistem, yang merupakan isu besar dalam memberikan perawatan kesehatan yang efektif.
Selain itu, data pasien dapat disinkronkan langsung dengan berbagai perangkat medis dan aplikasi, sehingga dokter dapat memantau kondisi pasien dari jarak jauh. Kombinasi blockchain dan cloud computing tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan kesehatan.
Menuju Masa Depan Industri Kesehatan yang Lebih BaikBlockchain dan Soulbound Token (SBT) menghadirkan sistem yang lebih efisien, aman, dan transparan dalam verifikasi dokumen medis.
Manfaat teknologi blockchain untuk perlindungan data sangat jelas terlihat, selain membuatnya lebih aman, pasien juga tidak lagi perlu membawa banyak dokumen fisik atau menunggu lama untuk proses administrasi.
Verifikasi otomatis melalui SBT mempercepat akses ke layanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat. Lebih dari itu, teknologi ini membantu industri kesehatan mematuhi regulasi privasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) di Eropa dan Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA) di Amerika Serikat.
Dengan blockchain untuk sektor kesehatan, pasien memiliki kontrol penuh atas data mereka, termasuk siapa yang dapat melihat dan menggunakan informasi tersebut. Ini menciptakan lingkungan yang lebih aman dan meningkatkan rasa percaya antara pasien dan penyedia layanan kesehatan.
Dalam jangka panjang, penerapan blockchain, cloud computing, dan SBT akan menjadi standar baru di industri kesehatan. Teknologi ini tidak hanya mengurangi beban administratif tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi semua pihak, memperkuat manfaat teknologi blockchain untuk perlindungan data dalam semua aspek. [dp]
BRICS Menjajaki Penciptaan Mata Uang Baru dengan Memanfaatkan Teknologi Blockchain
BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, menjajaki opsi untuk membentuk mata uang cadangan baru [449] url asal
#vladimir-putin #teknologi-blockchain #brics #mata-uang-cadangan #alternatif-pembayaran-internasional #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #makroekonomi
(Kontan - Terbaru) 23/10/24 11:02
v/16875573/
Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, kini tengah menjajaki opsi untuk membentuk mata uang cadangan baru.
Mengutip geo.tv, inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk menyimpan dan mentransfer token digital, yang akan didukung oleh sekumpulan mata uang dari masing-masing negara anggota.
Dengan langkah ini, BRICS bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional.
Motif Rusia dan Alternatif Pembayaran Internasional
Rusia, sebagai salah satu anggota BRICS, berupaya meyakinkan negara-negara anggota lainnya untuk membangun platform alternatif untuk pembayaran internasional. Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan sistem yang tahan terhadap sanksi Barat.
Menurut laporan dari Reuters, Rusia akan mengangkat isu ini dalam pertemuan puncak yang akan datang, yang diharapkan dapat menjadi titik awal bagi perumusan strategi baru.
Mempercepat Pertukaran Mata Uang
Dengan membangun sistem pembayaran alternatif, negara-negara BRICS dapat dengan mudah dan aman menukarkan mata uang mereka tanpa harus melalui transaksi dolar.
Rusia menganggap hal ini sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang semakin meningkat dalam penyelesaian pembayaran perdagangan, bahkan dengan negara-negara yang bersahabat seperti Tiongkok. Banyak bank lokal yang khawatir akan terkena sanksi sekunder dari Amerika Serikat, yang membuat mereka enggan melakukan transaksi.
Tantangan dan Feasibilitas Mata Uang BRICS
Namun, terdapat pendapat yang skeptis mengenai kelayakan mata uang BRICS. Menurut Nasdaq.com, beberapa ahli percaya bahwa unifikasi negara-negara dengan ekonomi yang sangat berbeda akan sulit diwujudkan.
Ada pula kekhawatiran bahwa anggota non-Tiongkok mungkin akan semakin bergantung pada yuan Tiongkok, yang dapat mengurangi efektivitas mata uang cadangan yang baru.
Selain pembahasan tentang mata uang cadangan, BRICS juga telah mendiskusikan potensi peluncuran stablecoin yang didukung oleh yuan. Langkah ini akan semakin menyederhanakan transaksi lintas batas, sekaligus memberikan stabilitas yang diharapkan dari penggunaan stablecoin.
Strategi Mengurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Inisiatif ini adalah bagian dari strategi BRICS yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional. Dengan memperkuat kerjasama ekonomi di antara pasar-pasar berkembang, BRICS berupaya menciptakan alternatif yang dapat memperkuat posisi mereka di panggung global.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyoroti bahwa integrasi mata uang digital akan menciptakan peluang ekonomi baru, tidak hanya untuk negara-negara BRICS, tetapi juga untuk negara-negara berkembang lainnya.
Menurut Putin, inisiatif ini akan berfungsi sebagai katalis untuk pertumbuhan global, menawarkan jalan baru bagi negara-negara yang ingin bertransaksi di luar pengaruh dolar.
Perkembangan dan Ekspansi BRICS
Pengaruh BRICS terus tumbuh, dengan ekspansi terbaru yang melibatkan negara-negara seperti Mesir, Iran, dan Uni Emirat Arab (UAE).
Selain itu, lebih dari 30 negara lainnya menunjukkan minat untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan blok ini, yang semakin menegaskan posisi BRICS sebagai pemain kunci dalam membentuk masa depan keuangan global.
Pemerintah Buenos Aires Meluncurkan ID Berbasis Blockchain untuk 3,6 Juta Penduduk
Pemerintah kota Buenos Aires, ibu kota Argentina, telah mengumumkan penerapan teknologi blockchain [434] url asal
#buenos-aires #teknologi-blockchain #kriptografi-zero-knowledge #identitas-digital #quarkid #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 23/10/24 10:17
v/16872994/
Sumber: Cointelegraph | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kota Buenos Aires, ibu kota Argentina, telah mengumumkan penerapan teknologi blockchain dan kriptografi zero-knowledge untuk penerbitan identitas digital.
Pada 21 Oktober, menurut laporan media lokal, pemerintah mengungkapkan bahwa mereka telah mengintegrasikan solusi identitas terdesentralisasi QuarkID ke dalam platform digital kota, miBA—platform resmi yang digunakan untuk mengakses layanan pemerintah dan dokumen penting.
Integrasi Identitas Digital Terdesentralisasi di Buenos Aires
Sejak 1 Oktober 2024, lebih dari 3,6 juta pengguna aktif miBA telah menerima identitas digital terdesentralisasi (DID) yang diamankan oleh QuarkID.
QuarkID sendiri merupakan protokol identitas digital yang dibangun oleh perusahaan Web3 Extrimian, menggunakan teknologi canggih dari protokol ZKsync Era, sebuah protokol penskalaan Ethereum yang memanfaatkan zero-knowledge rollups.
Dengan adanya identitas digital terdesentralisasi ini, warga Buenos Aires diberikan kendali penuh atas data pribadi mereka, sekaligus meningkatkan privasi dan keamanan dalam manajemen identitas digital. Menurut pernyataan dari pemerintah kota, langkah ini menandai tonggak baru dalam hal privasi dan pengelolaan identitas di dunia digital.
Inisiatif Blockchain Berbasis Layanan Pemerintah
Inisiatif blockchain ini bukanlah yang pertama kali diterapkan oleh Buenos Aires. Pada September 2023, kota ini mengumumkan bahwa sertifikat kelahiran dan pernikahan akan menjadi dokumen pertama yang tersedia on-chain, disusul oleh dokumen penting lainnya seperti bukti penghasilan dan catatan akademik.
Diego Fernández, sekretaris inovasi dan transformasi digital Buenos Aires, menjelaskan bahwa implementasi ini menunjukkan bagaimana blockchain dapat mengubah penggunaan layanan pemerintah dengan memberikan hak kendali data kepada warga.
Ini merupakan salah satu langkah penting yang menunjukkan bahwa teknologi blockchain memiliki potensi lebih luas daripada sekadar inovasi dalam layanan keuangan.
Manfaat Kriptografi Zero-Knowledge
Teknologi yang diterapkan oleh Buenos Aires memanfaatkan kriptografi zero-knowledge, yang memungkinkan data pribadi warga untuk tetap terlindungi tanpa harus memaparkan informasi sensitif.
Dengan fitur self-sovereign, data yang disimpan dalam dompet QuarkID dapat dikelola secara mandiri oleh pengguna, memungkinkan mereka untuk mengatur kredensial ketika berinteraksi dengan pemerintah, bisnis, dan individu lain.
Fernández menambahkan, "Dengan memberikan kendali identitas kepada warga, kami tidak hanya meningkatkan privasi dan keamanan, tetapi juga meletakkan dasar untuk masa depan di mana kepemilikan data pribadi menjadi hak dasar yang dilindungi oleh bukti kriptografi canggih, seperti zero-knowledge proofs."
Revolusi Pendidikan Berbasis Blockchain di Buenos Aires
Selain pengembangan di sektor pemerintahan, Buenos Aires juga berinovasi di bidang pendidikan.
Pada Agustus 2024, kota ini mengintegrasikan pelatihan Ethereum ke dalam kurikulum sekolah menengah, memberikan kesempatan kepada sebagian siswa untuk belajar Solidity, bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (DApps) di atas jaringan Ethereum.
Inisiatif ini memperlihatkan komitmen Buenos Aires untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dalam dunia Web3 dan blockchain.
Menghadapi Ancaman Penyakit Jantung: Blockchain Beri Harapan Baru!
Teknologi blockchain memberikan harapan baru dalam deteksi dini penyakit jantung, meningkatkan keamanan dan pengelolaan data medis. [334] url asal
#blockchain #industri-kesehatan #masa-depan-teknologi-blockchain #penyakit-jantung #teknologi-blockchain
(BlockChain-Media) 17/10/24 19:58
v/16614935/
Selain artificial intelligence (AI), kini teknologi blockchain juga semakin mendapatkan perhatian dalam upaya mengatasi masalah kesehatan global, termasuk deteksi penyakit jantung.
Sampai saat ini penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia, sehingga dibutuhkan solusi inovatif untuk meningkatkan deteksi dini dan pengelolaannya.
Salah satu riset yang diungkapkan oleh para peneliti mengungkapkan bahwa pendekatan yang menggabungkan teknologi blockchain dan deep learning telah menunjukkan potensi besar untuk menjawab masalah tersebut.
Blockchain menawarkan keamanan dan transparansi dalam penyimpanan data medis, sementara model deep learning seperti CNN-BiLSTM dapat memberikan hasil deteksi yang lebih akurat.
Penyakit Jantung, Pembunuh Nomor Satu di DuniaPenyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Data yang diungkapkan oleh laporan Our World in Data dari tahun 2019 menunjukkan bahwa penyakit jantung (kardiovaskular) sangatlah berbahaya dan menjadi penyebab utama kematian diseluruh dunia.
“Penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya merupakan penyebab kematian paling umum, yang bertanggung jawab atas sepertiga dari seluruh kematian global, dengan total sekitar 18 juta jiwa,” ungkap laporan tersebut.
Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi deteksi, tetapi juga mempercepat waktu respon yang diperlukan untuk memberikan perawatan kepada pasien, mengingat data pasien dapat diakses secara cepat melalui jaringan blockchain.
Dalam konteks klinis, hal ini sangat membantu mendukung keputusan dokter dalam menangani pasien secara lebih tepat dan meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi.
Teknologi Blockchain: Kunci Menuju Sistem Kesehatan yang Lebih BaikTeknologi blockchain memberikan solusi baru dalam penyimpanan data medis yang aman, transparan, dan terdesentralisasi. Dalam deteksi penyakit jantung, integrasi dengan model CNN-BiLSTM yang dioptimalkan memberikan hasil yang lebih akurat dan andal.
Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah keamanan data yang terjamin dan peningkatan kinerja model dalam mengolah data sekuensial seperti sinyal ECG.
Implementasi ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas dalam sistem kesehatan termasuk yang berhubungan dengan penyakit jantung di masa depan, memberikan efisiensi, kepercayaan dan keamanan yang lebih tinggi dalam pengelolaan data medis.
Penelitian tersebut menunjukkan potensi besar dari perpaduan teknologi blockchain dan deep learning untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini penyakit jantung. [dp]
Indonesia Blockchain Conference, Bahas Inovasi dan Tantangan Industri Aset Digital
Konferensi blockchain berskala internasional telah digelar di Bali pada 22 Agustus lalu. [722] url asal
#asosiasi-blockchain-indonesia #blockchain #kripto #teknologi-blockchain #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 27/09/24 13:34
v/15624491/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia Blockchain Conference (IBC), konferensi blockchain berskala internasional telah digelar di Bali pada 22 Agustus lalu. IBC menjadi momen penting untuk memperluas jaringan internasional dan memperkuat kemitraan lintas negara dalam mengatasi tantangan di ekosistem blockchain dan aset kripto.
Konferensi IBC juga menjadi platform bagi para pelaku industri untuk berbagi ide dan mendiskusikan tren terbaru guna mengembangkan solusi berbasis blockchain yang dapat diimplementasikan di Indonesia maupun secara global, serta mempercepat adopsinya di berbagai sektor industri.
IBC didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Pluang, serta dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelaku industri, investor, akademisi, dan pemerintah dari berbagai negara diantaranya Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat.
Ketua Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia, Robby mengapresiasi suksesnya IBC 2024 dan menegaskan komitmen untuk melanjutkan acara ini secara berkelanjutan.
"IBC diharapkan menjadi platform bagi pegiat blockchain untuk berbagi wawasan dan berkolaborasi, sekaligus dapat memfasilitasi dialog antara pemerintah dan industri, baik lokal maupun internasional, guna menciptakan regulasi yang adaptif dan mengakselerasi inovasi pada ekosistem blockchain dan aset kripto," ungkap Roby dalam siaran pers, Kamis (26/9).
Selain itu, dia menambahkan, hasil diskusi di acara IBC ini diharapkan dapat menarik minat investor untuk mendukung pertumbuhan startup dan proyek berbasis blockchain, sehingga dapat mempercepat kemajuan serta memperkuat pengembangan ekosistem digital.
Adapun IBC membahas berbagai topik relevan terkait teknologi blockchain dan aset kripto, salah satunya diskusi terkait implementasi blockchain di sektor keuangan, yang melibatkan partisipasi dari sejumlah lembaga terkemuka diantaranya Bank Indonesia (BI), McKinsey & Company, serta Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Implementasi blockchain di sektor keuangan tersebut membahas peluang dan tantangan Central Bank Digital Currency (CBDC) pada lanskap keuangan digital saat ini, tokenisasi aset, perkembangan Web3, Decentralized Finance (DeFi), dan inovasi sistem pembayaran.
“Kami sedang menjajaki kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan dalam transaksi digital," ujar Akhmad Ginulur dari Bank Indonesia (BI).
Selain Bank Sentral, Bank BRI juga tengah mengembangkan proyek percontohan berbasis teknologi blockchain untuk memastikan transparansi dan keamanan dalam transaksi bisnis serta rantai pasokan. BRI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total nasabah 82,2 juta nasabah per Maret 2024 atau setara 29,10% dari total populasi Indonesia saat ini.
"Kami berkomitmen untuk mengeksplorasi Web3 dan mengembangkan solusi berbasis blockchain dengan membentuk tim sertifikasi khusus. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital dan kemampuan inovasi kami, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan teknologi,” ujar Nitia Rahmi, Head of Digital Banking Development Department BRI.
Aset kripto turut menjadi salah satu topik yang dibahas di IBC, mengingat popularitasnya yang terus meningkat dengan total pengguna mencapai 20,24 juta pada Juni 2024. Hal ini menegaskan bahwa semakin mendesaknya kebutuhan akan regulasi yang dapat menjamin keamanan dan kepercayaan konsumen.
Pluang, salah satu platform perdagangan aset kripto pertama yang telah mendapatkan lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), melihat pentingnya kebakan yang selalu mendukung perkembangan industri dan memberikan perlindungan ke konsumen di Indonesia.
Dalam konferensi IBC tersebut, Stella Lukman selaku Chief Operating Officer (COO) Pluang, menekankan bahwa kerangka regulasi yang dinamis dan adaptif dibutuhkan agar industri tetap relevan dalam menghadapi perubahan cepat di dunia digital.
"Pendekatan yang berpandangan jauh ke depan akan memperkuat daya saing sektor kripto di pasar global, sekaligus menjaga perlindungan bagi konsumen," kata Stella Lukman.
Senior Policy Advisor dari The Commonwealth, Loretta Joseph, juga menekankan bahwa kebijakan progresif sangat diperlukan untuk memacu tren seperti tokenisasi aset nyata (Real World Asset/RWA) dan penggunaan stablecoin. Perkembangan ini menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Diskusi menarik lainnya membahas bagaimana setiap negara mengembangkan dan menyesuaikan regulasi blockchain tanpa menghambat inovasi. Panel ini menghadirkan perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Malaysia, diwakili Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia dan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC).
Kementerian Ekonomi Digital Malaysia menyampaikan bahwa kini Malaysia tengah mengembangkan pedoman untuk menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen dalam ekosistem Web3.
Pemerintah AS juga menunjukkan dukungannya dengan menginisiasi investasi dalam riset, kemitraan publik-swasta, dan peluncuran proyek percontohan (pilot project) seperti di sektor pembayaran lintas batas dan kesehatan, secara aktif mengeksplorasi manfaat dari teknologi blockchain untuk memperlancar kegiatan operasional, memastikan integritas data, dan meningkatkan efisiensi.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Direktur Pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Satrio Nugroho menuturkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang merancang regulasi untuk mendukung pengembangan teknologi blockchain sekaligus menjaga tata kelola yang baik.
Mengeksplorasi Tren Blockchain di Ajang TOKEN2049 dan DeGen Summit
Adopsi AI dan tokenisasi RWA diyakini tidak hanya akan merevolusi sektor blockchain tetapi juga menjadi pendorong utama dalam siklus pasar bullish berikutnya, Kommunitas,... | Halaman Lengkap [558] url asal
#platform #teknologi-blockchain #artificial-intelligence-ai #berita-ekonomi
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 24/09/24 10:11
v/15503132/
SINGAPURA - Kommunitas, sebagai salah satu launchpad terdesentralisasi dengan reputasinya di dunia blockchain , berpartisipasi dalam TOKEN2049 serta peran pentingnya sebagai sponsor di DeGen Summit 2024. Dua acara besar yang berlangsung selama TOKEN2049 Week di Singapura, menjadi momen penting bagi Kommunitas dalam upayanya mendorong batasan dalam teknologi blockchain.Sebagai konferensi blockchain terbesar di dunia, TOKEN2049 mempertemukan pemain-pemain paling berpengaruh dalam ekosistem blockchain. Acara ini memberikan Kommunitas kesempatan sempurna untuk memamerkan inovasi terbarunya. Dengan ribuan peserta, konferensi ini merupakan kesempatan yang tepat bagi Kommunitas untuk menjalin hubungan dengan pemangku kepentingan, inovator, dan investor.
Sebagai bagian dari keterlibatannya di TOKEN2049 Week, Kommunitas menjadi sponsor DeGen Summit 2024. Acara bergengsi ini berfokus pada inovasi, kolaborasi, dan jaringan di komunitas Web3 dan blockchain. Di sini, para startup, venture capitalist (VC), dan key opinion leaders (KOL) berkumpul untuk membahas peluang investasi dan masa depan Web3.
Sponsorship ini membuka peluang networking dengan para pemangku kepentingan utama di industri, memungkinkan Kommunitas untuk membangun kemitraan strategis dan menarik investor potensial. Dengan mensponsori acara ini, Kommunitas juga memperkuat kredibilitasnya sebagai pemimpin pemikiran dalam inovasi blockchain.
TOKEN2049 mempertemukan papan figur terbaik di dunia Web3, menawarkan wawasan mendalam tentang tren dan teknologi yang akan mendorong siklus pasar berikutnya. Salah satu topik utama di acara ini adalah tokenisasi Aset Dunia Nyata (Real World Assets - RWA), yang sejalan dengan visi Kommunitas.
Tokenisasi RWA memungkinkan aset-aset konvensional seperti properti dan komoditas yang sebelumnya tidak likuid menjadi likuid, sehingga membuka peluang investasi baru dan mempermudah akses ke pasar keuangan global.
Selain itu, integrasi AI ke dalam sistem terdesentralisasi, yang juga menjadi topik hangat di TOKEN2049, memiliki potensi untuk merevolusi cara kerja aplikasi blockchain. AI dapat mengotomatisasi smart contract, meningkatkan prediksi analitik, dan memperbaiki pengalaman pengguna.
Hal ini sangat sesuai dengan rencana Kommunitas untuk mengintegrasikan solusi berbasis AI ke platform mereka. Inovasi canggih ini diharapkan dapat membentuk pasar bullish berikutnya, dan Kommunitas telah menempatkan dirinya untuk memanfaatkan tren ini.
CEO Kommunitas, Robby Jeo menyatakan, TOKEN2049 di tahun 2024 menampilkan kemajuan signifikan dalam bagaimana AI akan terintegrasi dengan teknologi blockchain, menawarkan peluang luar biasa untuk otomatisasi, efisiensi, dan analitik prediktif di seluruh ekosistem terdesentralisasi.
Selain itu, semakin jelas pentingnya membawa Aset Dunia Nyata (RWA) ke dalam blockchain untuk mendemokratisasi akses terhadap pasar keuangan konvensional.
"Dengan menggabungkan dua tren besar ini, AI dan RWA, kami memposisikan diri di titik temu inovasi ini untuk memimpin gelombang perubahan berikutnya di blockchain. Kami yakin adopsi AI dan tokenisasi RWA tidak hanya akan merevolusi sektor blockchain tetapi juga menjadi pendorong utama dalam siklus pasar bullish berikutnya," ungkap CEO Kommunitas, Robby Jeo.
Setelah acara besar ini, Kommunitas akan fokus pada beberapa pengembangan inovatif yang akan menempatkannya sebagai pemimpin dalam siklus pasar blockchain berikutnya, dipimpin oleh tokenisasi RWA dan integrasi AI.
Saat ini, Kommunitas tengah bersiap untuk meluncurkan launchpad khusus Real World Assets (RWA), yang memungkinkan tokenisasi aset fisik seperti properti, menjembatani keuangan konvensional dengan solusi terdesentralisasi, serta membuka likuiditas baru bagi para investor.
Selain itu, Kommunitas juga sedang mengembangkan Smart Chatbot AI untuk membantu pengguna dalam navigasi platform, memberikan dukungan secara real-time, dan memperlancar interaksi. Lebih dari sekadar chatbot, Kommunitas melihat potensi besar Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah keuangan terdesentralisasi.
Inilah sebabnya mereka tengah mengeksplorasi integrasi AI yang lebih mendalam sebagai tren utama di ekosistem blockchain. Dengan TOKEN2049 dan DeGen Summit sebagai platform yang sempurna untuk eksposur, Kommunitas siap menjalin kemitraan strategis dan mengeksplorasi tren blockchain di masa depan.
Kupas Tuntas Chang Hard Fork, Mimpi Blockchain Cardano Jadi Fully Decentralized
Chang hard fork menjadikan blockchain Cardano menjadi fully decentralized semakin dekat. DReps diharapkan membatasi konsentrasi kekuasaan. [2,153] url asal
#ada #aset-digital #aset-kripto #blockchain #cardano #hard-fork #kripto #pembaruan #teknologi-blockchain
(BlockChain-Media) 02/09/24 20:06
v/14867988/
Chang hard fork Cardano yang telah dimulai pada Minggu, 1 September 2024 menandai mimpi blockchain yang didirikan oleh Charles Hoskinson ini menjadi fully decentralized. Yang terakhir itu menjadi istilah menarik yang ditulis Giorgio Zinetti Chief Technology Officer (CTO) Cardano Foundation, namun penerapannya mungkin jauh lebih sulit daripada yang diharapkan, kendati akan ada entitas yang disebut dengan delegated representatives (DReps).
Dalam pernyataan resmi Cardano Foundation di X, Chang hard fork Cardano menapaki perjalanan besar blockchain Cardano, termasuk ekosistem dan komunitasnya. Ini diharapkan menjadikan Cardano sebagai jaringan terdesentralisasi dan self-governing (“mengatur diri sendiri” atau “swakelola) yang sebenarnya.
“Chang hard fork hari ini menandai perjalanan panjang bagi blockchain Cardano, ekosistem dan komunitas, memenuhi janji akan hadirnya jaringan terdesentralisasi yang benar-benar mengatur diri sendiri (self-governing). Selamat datang dari era baru tata kelola terdesentralisasi: Voltaire,” sebut mereka.
Di hari yang sama, Charles Hoskinson, pun mencuit di X. Selain memuji perkembangan Cardano ini, dia justru mengerdilkan keunggulan Bitcoin.
“Apa yang dilakukan Cardano adalah salah satu pencapaian teknis terbesar dalam sejarah manusia: Sistem terdistribusi yang berjalan di lebih dari 100 negara, yang tidak pernah berhenti beroperasi, tanpa koordinasi pusat, hanya ditingkatkan secara mulus bagi jutaan orang yang tidak pernah bertemu satu sama lain untuk berevolusi menjadi negara terdesentralisasi lengkap dengan konstitusinya sendiri. Keberanian itu tidak masuk akal. Ini mengerdilkan Bitcoin. Ini unik, dan buku-buku akan ditulis tentang apa yang telah terjadi,” tulisnya.
Di saat yang sama, Charles menemukan harga ADA terus melorot, sedangkan BTC berhasil mencetak rekor tertinggi baru di tahun 2024 sebelum Halving. Selama setahun terakhir saja harga ADA hanya sanggup tumbuh 28,63 persen, sedangkan BTC mencapai 125 persen. Nisbahnya sangat jauh. Rekor tertinggi ADA terjadi pada 2 September 2021 lalu di kisaran US$3,10, berjarak -89,35 persen.
One of the deepest lessons I've taken to heart over the past decade is that becoming a public figure means you turn into a human rorschach test where those who don't like you will take any post or comment and assume the worst possible interpretation.
Working on Cardano this…
— Charles Hoskinson (@IOHK_Charles) September 2, 2024
Memahami Konsep Fully DecentralizedPaparan cukup luas disampaikan oleh Giorgio Zinetti CTO Cardano Foundation dalam artikelnya pada 29 Agustus 2024 lalu, khususnya perihal harapan blockchain Cardano menjadi “fully decentralized network“, di mana tata kelola diserahkan kepada komunitas dan ekosistem Cardano. Ini menyimpan satu idealisme tersendiri di khasanah teknologi blockchain.
“Jika infrastruktur Shelley telah meletakkan dasar untuk desentralisasi, Voltaire kini berniat membangun di atas fondasi ini untuk menciptakan jaringan yang sepenuhnya terdesentralisasi (fully decentralized) dan mandiri. Voltaire mewakili fase penutup dalam evolusi Cardano, memperkenalkan mekanisme tata kelola (governance) yang digerakkan oleh komunitas dan terdesentralisasi yang akan memungkinkan pemegang ADA untuk memberikan suara pada proposal jaringan dan pendanaan,” tulis Zinetti.
Blockchain Cardano yang memulai debutnya pada tahun 2017 silam, memang dibangun secara bertahap melalui metode akademik, mengusung riset mendalam dan diamati secara peer-to-peer oleh sejumlah ilmuwan di perguruan tinggi dan pengembang lainnya. Cardano membagi pertumbuhan itu menjadi 5 era, yang dimulai dari era Byron (29 September 2017), Shelley, Goguen, Basho, lalu yang terakhir adalah Voltaire yang dibuka oleh Chang hard fork. Peningkatan dan pembaruan dinamai dari Phil Inje Chang, Manajer Produk di Input Output Hong Kong (IOHK) yang bertanggung jawab dalam perkembangan Voltaire.
Dalam catatan Cardano, pengembangan di era Voltaire memungkinkan blockchain Cardano akan menjadi sistem yang self-sustaining alias berkelanjutan secara mandiri tanpa entitas sentral. Di Voltaire diperkenalkan sistem voting dan treasury yang mengizinkan setiap pemegang kripto ADA berperan serta dalam perkembangan Cardano di masa depan.
Salah satu makalah yang menjadi dasarnya adalah A Treasury System for Cryptocurrencies: Enabling Better Collaborative Intelligence, yang ditulis oleh Bingsheng Zhang (Universitas Lancaster), Roman Oliynykov (IOHK), dan Hamed Balogun (Universitas Lancaster).
Disebutkan di makalah itu, sistem treasury adalah mekanisme pengambilan keputusan kolaboratif yang terdesentralisasi dan dikendalikan oleh komunitas untuk pendanaan berkelanjutan pengembangan dan pemeliharaan blockchain.
“Selama setiap periode treasury, proposal proyek diajukan, didiskusikan, dan dipilih, di mana proyek-proyek dengan peringkat tertinggi didanai dari treasury… Lebih spesifiknya, sistem ini mendukung demokrasi, adanya pemungutan suara delegatif untuk meningkatkan mutu sistem kolaboratif. Artinya, stakeholder dapat memilih langsung pada proyek-proyek yang diusulkan atau mendelegasikan suara mereka kepada para ahli,” tulis mereka.
Secara spesifik lagi, tahapan Voltaire, termasuk prosesi Chang hard fork secara gamblang tertera di Cardano Improvement Proposal (CIP) 1694 pada Juli 2024. Chang hard fork pun diterapkan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pada 1 September 2024 kemarin dan tahap kedua dijadwalkan dimulai dalam beberapa masa mendatang.

Chang hard fork di era Voltaire memiliki imbas tersendiri, di mana para pemegang kripto ADA akan “mengambil alih kendali jaringan”. Ini berarti bahwa setelah tahap ini, pengambilan keputusan dan pengelolaan jaringan Cardano tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh tim inti, pengembang inti atau entitas terpusat yang terkait Cardano. Sebaliknya, kendali dan keputusan akan berada di tangan komunitas, khususnya para pemegang ADA.
Ini mencerminkan pergeseran dari sistem yang sebelumnya terpusat ke sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi, di mana para pemegang ADA dapat berpartisipasi dalam proses tata kelola (governance) melalui voting dan mekanisme lain. Dengan demikian, komunitas memiliki suara yang lebih besar dalam menentukan arah perkembangan dan kebijakan jaringan Cardano di masa depan.
Sosok di Balik ADA, Charles Hoskinson
Dalam bahasa yang lebih sederhana, Chang hard fork ibarat sebuah perubahan besar dalam sistem atau organisasi yang memengaruhi bagaimana keputusan diambil dan bagaimana sistem dikelola. Bayangkan sebuah negara yang memutuskan untuk beralih dari sistem pemerintahan terpusat menjadi sistem demokrasi langsung. Sebelumnya, keputusan diambil oleh beberapa pemimpin terpusat, tetapi setelah reformasi, setiap warga negara memiliki suara dalam pengambilan keputusan. Chang hard fork mirip dengan ini, karena ia beralih dari model tata kelola yang lebih terpusat ke model yang lebih terdesentralisasi di mana pemegang ADA memiliki lebih banyak kekuasaan.
Atau dalam perumpamaan lain, anggaplah sebuah negara mengamandemen (merevisi) konstitusinya untuk memperkenalkan hak-hak baru atau mengubah struktur pemerintahan. Amandemen ini memerlukan proses formal dan pemahaman baru tentang bagaimana hukum diterapkan. Nah, Chang hard fork pun begitu, karena melibatkan perubahan mendasar dalam protokol dan aturan yang memengaruhi bagaimana Cardano berjalan dan diatur.
Dalam perubahan besar itu semua pihak yang terlibat harus menyesuaikan diri untuk memastikan kelancaran operasional dan keterlibatan dalam proses yang baru.
Skenario BerikutnyaHasil Chang hard fork Cardano memunculkan sejumlah skenario, sekaligus menyimpan tantangan tersendiri. Pertama, dengan pengenalan sistem tata kelola desentralisasi baru, dan lebih banyak pemegang ADA mungkin terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan jaringan, ini dapat meningkatkan keterlibatan komunitas dan mendorong inovasi dalam proyek dan aplikasi yang dibangun di atas Cardano. Misalnya, lebih banyak proposal untuk pembaruan jaringan atau proyek baru mungkin diajukan dan dipilih oleh pemegang ADA.
Kedua, dengan fitur-fitur baru seperti perwakilan terdesentralisasi (DReps), Cardano mungkin menarik lebih banyak pengembang dan pengguna. Jika sistem tata kelola baru berjalan dengan baik, Cardano dapat menjadi platform yang lebih menarik bagi dApps dan proyek blockchain lainnya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan jumlah transaksi dan aktivitas di jaringan.
Ketiga, setelah hard fork, mungkin ada periode penyesuaian di mana beberapa peserta jaringan perlu menyesuaikan diri dengan aturan baru dan pembaruan perangkat lunak. Ini dapat mencakup masalah teknis, pembaruan perangkat lunak, atau adaptasi terhadap tata kelola baru. Selain itu, ada kemungkinan tantangan terkait dengan koordinasi dan penerapan perubahan, seperti masalah kompatibilitas atau kebingungan di kalangan pengguna.
Keempat, karena hard fork sering kali menarik perhatian investor dan dapat mempengaruhi sentimen pasar, harga ADA mungkin mengalami fluktuasi setelah pembaruan. Jika pembaruan dianggap berhasil dan meningkatkan prospek jaringan, harga ADA mungkin mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika ada masalah atau ketidakpastian, harga bisa turun.
Pasar Berdarah, Analis Prediksi Ada Kenaikan Besar untuk Cardano
Kelima, Chang hard fork Cardano dapat membuka jalan bagi pengembangan fitur dan inovasi baru di ekosistem Cardano. Misalnya, dengan peningkatan kemampuan tata kelola, lebih banyak fitur atau peningkatan mungkin diperkenalkan dalam proyek dan aplikasi yang berjalan di Cardano.
Setiap skenario ini bergantung pada keberhasilan implementasi dan penerimaan dari pembaruan yang diperkenalkan oleh Chang hard fork itu sendiri.
Mengenal Delegated Representatives (DReps)Konsep fully decentralized mengandung nada serupa dengan konsep DAO (Decentralized Autonomous Organization), di mana sebuah organisasi yang diatur oleh aturan dan kode yang diterapkan pada sebuah blockchain, tanpa otoritas terpusat. DAO beroperasi secara otomatis dan transparan, di mana keputusan penting diambil melalui mekanisme pemungutan suara oleh para anggotanya, yang biasanya adalah pemegang token kripto DAO tersebut. DAO ini sendiri pun belum terbukti manjur, karena memungkinkan adanya konsentrasi kekuasaan oleh para pemegang kripto terbesar.
Dalam pandangan Cardano, DReps adalah sebuah mekanisme dalam sistem tata kelola blockchain Cardano yang bertujuan untuk memperluas partisipasi dan memastikan pengambilan keputusan yang lebih adil, sekaligus memperkecil peluang timbulnya konsentrasi kekuasaan oleh para pemegang ADA terbesar. Zinetti mengatakan, bahwa DReps ini adalah tahapan paling akhir di Voltaire, selain akan hadirnya Constitutional Committee (CC).
“DReps akan bertindak sebagai perwakilan bagi pemegang ADA dalam hal-hal tata kelola, sementara komite akan menjaga konstitusi Cardano. Era ini menghadirkan mekanisme manajemen baru, memperbarui proses tata kelola, dan memperluas skrip Plutus untuk mendukung tindakan tata kelola yang dapat diprogram,” tulisnya.
Plutus V3 Segera Hadir: Pembaruan Cardano di Rare Evo 2024
Secara terperinci, DReps dalam dijabarkan sebagai berikut. Pertama, perihal perwakilan komunitas di DReps. Ini adalah entitas yang dipilih oleh pemegang ADA untuk mewakili suara mereka dalam proses tata kelola jaringan. Alih-alih setiap pemegang ADA terlibat langsung dalam semua keputusan, mereka dapat memilih DReps yang akan membuat keputusan atas nama mereka.
Kedua, pengurangan beban. Dengan adanya DReps, beban keputusan dan partisipasi langsung tidak lagi berada di tangan setiap pemegang ADA secara individual. Ini mempermudah proses tata kelola dan memungkinkan lebih banyak orang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan tanpa harus terlibat langsung dalam semua rincian.
Ketiga, pengelolaan mutu. Karena DReps bertanggung jawab untuk memahami dan menganalisis proposal-proposal penting, serta memberikan suara pada keputusan yang mempengaruhi jaringan, mereka diharapkan memiliki pengetahuan dan komitmen untuk membuat keputusan yang bijaksana.
Singkatnya, DReps dapat membantu mengurangi dominasi dari pemegang ADA yang besar dengan menyebarkan pengaruh dan keputusan melalui perwakilan yang terpilih dan DReps dapat membantu mengurangi dominasi dari pemegang ADA yang besar dengan menyebarkan pengaruh dan keputusan melalui perwakilan yang terpilih.
Dengan menerapkan mekanisme DReps, Cardano bertujuan untuk menciptakan sistem tata kelola yang lebih terdesentralisasi dan inklusif, mengatasi potensi masalah terkait dengan konsentrasi kekuasaan dan meningkatkan partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan.
Konsep DReps mirip dengan sistem pemerintahan lokal, di mana warga memilih anggota dewan kota untuk mewakili kepentingan mereka dalam pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah kota. Anggota dewan kota bertanggung jawab untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga serta membuat keputusan yang terbaik untuk komunitasnya. DReps di Cardano berfungsi dengan cara yang mirip, di mana mereka mewakili pemegang ADA dalam pengambilan keputusan mengenai tata kelola jaringan.
Prinsip utamanya adalah bahwa perwakilan terpilih mewakili kepentingan kelompok yang lebih besar, memungkinkan partisipasi yang lebih efisien dan terstruktur dalam pengambilan keputusan tanpa melibatkan setiap individu secara langsung dalam semua aspek.
Tantangan Sistem DReps di Blockchain CardanoKendati sistem Dreps menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya adalah Pertama, kemungkinan munculnya konsentrasi konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir perwakilan DReps itu sendiri atau pemegang ADA besar.
Jika DReps memiliki pengaruh yang terlalu besar, ini dapat mengarah pada keputusan yang tidak mencerminkan kepentingan komunitas secara keseluruhan. Di sini, sistem khusus tambahan perlu dirancang untuk mencegah dominasi oleh segelintir entitas atau individu dalam perannya sebagai DReps. Ini bisa saja diatasi dengan menerapkan aturan yang membatasi jumlah suara yang bisa diterima oleh satu DReps untuk menghindari dominasi oleh segelintir DReps.
Kedua, masalah akuntabilitas dan transparansi. DReps harus dapat mempertanggungjawabkan keputusan mereka kepada pemegang ADA dan memberikan laporan yang jelas tentang bagaimana mereka telah mewakili kepentingan pemilih mereka. Jika tidak, bisa timbul ketidakpercayaan dan ketidakpuasan di kalangan komunitas.
Ketiga, DReps harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membuat keputusan yang informatif dan adil. Ada risiko bahwa DReps mungkin tidak selalu memenuhi harapan atau mungkin dipilih berdasarkan popularitas alih-alih kompetensi.
Keempat, kendati DReps mengurangi beban partisipasi langsung, ada risiko bahwa komunitas yang lebih luas mungkin merasa kurang terlibat atau kurang memiliki suara dalam keputusan.
Kelima, proses pemilihan dan rotasi DReps harus dikelola dengan baik untuk memastikan representasi yang adil dan mencegah masalah seperti pengaruh yang tidak proporsional atau konflik kepentingan.
Era Voltaire yang dimulai dengan Chang hard fork pada 1 September 2024 ini mencerminkan hasil kerja keras dan panjang para ahli dan pakar teknologi komputer dan blockchain sejak 2017. Mimpi menjadikan blockchain Cardano menjadi fully decentralized taklah keliru, namun memindahkan kendali kepada pemegang ADA dengan sistem khusus seperti DReps, sejatinya memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri, karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Jangan sampai perubahan ini hanya sekadar memindahkan konsentrasi entitas saja. Pasalnya, tantangan khusus lain digambarkan oleh Michele Ciampi, Nikos Karayannidis, Aggelos Kiayias, dan Dionysis Zindros di satu makalah yang menarik. Mereka menyoroti ada beberapa hambatan pada blockchain, terlebih ketika pengembangannya diserahkan kepada komunitas.
“Pembaruan perangkat lunak untuk sistem blockchain menjadi tantangan nyata ketika memengaruhi mekanisme konsensus yang mendasarinya. Ini dapat membahayakan blockchain itu sendiri yang bisa berujung pada terjadinya chain split. Selain itu, karena proses pembaruan perangkat lunak diserahkan kepada komunitas, yang berarti bahwa blockchain harus mendukung pembaruan tanpa bergantung pada trusted party,” tulis mereka dalam makalah yang memperkenalkan updatable blockchain itu. [ps]
Indonesia Dianggap Pemain Kunci Industri Kripto di Asia Tenggara Halaman all
Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat penting bagi industri kripto secara global, khususnya Indonesia. Halaman all?page=all [369] url asal
#aset-kripto #teknologi-blockchain #investasi-aset-kripto #kripto #investor-kripto
(Kompas.com) 31/08/24 17:21
v/14862460/
JAKARTA, KOMPAS.com - Platform jual beli dan investasi aset kriptografi PT Pintu Kemana Saja (Pintu)
meyakini Indonesia bisa jadi pemain kunci pasar kripto global.
CMO Pintu Timothius Martin menyatakan, dirinya meyakini Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat penting bagi industri kripto secara global, khususnya Indonesia yang bisa menjadi pemain kunci yang menonjol di Asia Tenggara.
Ini karena didukung dengan banyak faktor positif di antaranya jumlah investor kripto yang mencapai 20 juta orang hingga nilai transaksi dalam enam bulan terakhir mencapai 20 juta dollar AS.
PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto."Angka tersebut sangat besar yang disumbang dari satu negara saja. Jadi pasar kripto di Asia Tenggara punya potensi yang besar karena didukung oleh regulasi yang ramah sehingga membuat penggunanya bisa berinvestasi dengan aman,” kata Timothius dalam siaran pers, Sabtu (31/8/2024).
Indonesia menjadi negara yang tanggap dalam mengatur perdagangan aset kripto dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti), di antaranya aturan yang mengkategorikan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
Kemudian, aturan tentang deretan aset crypto yang diizinkan untuk diperdagangkan, hingga peluncuran lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang diresmikan oleh Bappebti untuk mengawasi perdagangan para pelaku usaha kripto agar dapat berlangsung dengan aman dan transparan.
“Kerangka regulasi yang jelas dari Bappebti, hingga dukungan infrastruktur berbagai mitra dari bank-bank besar menjadikan industri kripto dalam negeri dapat tumbuh dengan baik," ujar Timothius.
Dia pun meyakini, adopsi kripto yang sekarang baru mencapai 7 persen dari total jumlah populasi Indonesia akan terus tumbuh karena potensinya masih sangat besar.