#30 tag 24jam
Berapa Kekayaan Pemilik Sritex? Pernah Masuk 50 Besar Forbes
Berapa kekayaan pemilik Sritex yang pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes? [635] url asal
#teo-khek-thuan #sril #supartodi #jawa #nama-nama #tbk #mira-christina #megawati #kekayaan-pemilik-sritex-sritex #kekayaan-pemilik-sritex #karunakaran-rama-moorthy #wawan #saja-pemilik-saham-sritex #megawati-komisa
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 29/10/24 20:18
v/17166900/
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang. Hal ini cukup mengejutkan karena Sritex selama ini dikenal sebagai perusahaan raksasa tekstil Indonesia.
Bahkan salah satu pemilik Sritex, Iwan Setiawan Lukminto pernah masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes. Salah satu yang membuat publik penasaran adalah berapa kekayaan pemilik Sritex.
Dalam artikel ini akan kita ulas beberapa informasi mengenai perusahaan berkode saham SRIL ini, mulai dari kekayaan pemilik Sritex, kepemilikan saham, hingga struktur manajemennya.
Kekayaan Pemilik Sritex
Sritex didirikan oleh HM Lukminto pada 1966. Setelah Lukminto wafat pada 2014, perusahaan yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah ini dikelola oleh anak-anaknya.
Iwan Setiawan Lukminto (Iwan) sempat menjabat sebagai Direktur Utama Sritex, namun kini dia menjabat sebagai Komisaris Utama. Sementara jabatan yang dia lepas diisi oleh adiknya, Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan).
Iwan sempat masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2020. Berdasarkan data terakhir pada September 2020, kekayaan Iwan mencapai USD 515 juta atau sekitar Rp 8,1 triliun jika dihitung dengan kurs sekarang, yaitu USD 1 = Rp 15.700.
Jumlah harta tersebut membuatnya berada pada urutan ke-49 pada daftar orang terkaya di Indonesia. Pada tahun sebelumnya, kekayaan Iwan tercatat mencapai USD 585 juta atau sekitar Rp 9,2 triliun.
Namun sejak itu, namanya tak lagi masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Jumlah hartanya yang terbaru pun tidak lagi tercatat.
Siapa Saja Pemilik Saham Sritex?
Dikutip dari situs Bursa Efek Indonesia, saham pengendali Sritex atau SRIL dimiliki oleh PT Huddleston Indonesia yang jumlahnya mencapai 12.072.841.076 lembar saham atau setara 59,03%. PT Huddleston Indonesia merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga Lukminto.
Kemudian dari saham publik sebesar 39,89%. Nama-nama lainnya adalah kelima anak HM Lukminto, termasuk Iwan dan Wawan. Berikut ini daftar pemegang saham Sritex:
- PT Huddleston Indonesia: 59,03%
- Saham publik: 39,89%
- Iwan Setiawan Lukminto (Komisaris): 0,53%
- Iwan Kurniawan Lukminto (Direksi): 0,52%
- Vonny Imelda Lukminto: 0,01%
- Margaret Imelda Lukminto: 0,01%
- Lenny Imelda Lukminto: 0,01%
Jajaran Manajemen Sritex
Adapun jajaran manajemen PT Sri Rejeki Isman adalah sebagai berikut:
Direksi
- Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto
- Direktur Operasional: Mira Christina Setiady
- Direktur Keuangan: Welly Salam
- Direktur Independen: Regina Lestari Busono
- Direktur Umum: Supartodi
- Direktur Bisnis Benang: Karunakaran Rama Moorthy
- Direktur Bisnis Kain: Gautam Sandeep Kumar
- Direktur Bisnis Garmen: Teo Khek Thuan
Komisioner
- Komisaris Utama: Iwan Setiawan Lukminto
- Komisaris: Megawati
- Komisaris: Liem Konstantinus
Demikian tadi informasi mengenai kekayaan pemilik Sritex, Iwan Setiawan Lukminto yang pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes.
(bai/row)
Pejabat IMF sebut Asia pusat kekuatan ekonomi global
Asia, yang memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap pertumbuhan global, jelas merupakan pusat kekuatan ekonomi global, kata Krishna Srinivasan, ... [555] url asal
(Antara) 25/10/24 16:05
v/17417524/
Washington (ANTARA) - Asia, yang memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap pertumbuhan global, jelas merupakan pusat kekuatan ekonomi global, kata Krishna Srinivasan, Direktur Departemen Asia dan Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF).
"Ini adalah kawasan paling dinamis di dunia. Asia memiliki jumlah tenaga kerja yang sangat besar. Banyak di antaranya juga merupakan tenaga kerja terampil. Ini adalah kawasan yang sangat terintegrasi dalam rantai pasokan global, dan terakhir, Asia adalah kawasan yang telah mengalami peningkatan besar dalam pertumbuhan produktivitas," ujar Srinivasan kepada Xinhua dalam sesi wawancara pekan ini.
"Karena ketiga alasan itu, kawasan ini memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan kawasan lain," katanya.
Dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) IMF yang dirilis pada Selasa (22/10), IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan global untuk 2024 di angka 3,2 persen, konsisten dengan proyeksinya pada Juli. Sementara itu, perekonomian-perekonomian emerging dan berkembang Asia diperkirakan akan mencatat pertumbuhan 5,3 persen.
"Emerging market di Asia memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan perekonomian-perekonomian maju," seiring perekonomian negara maju masih mengalami pengetatan suku bunga dan pelemahan permintaan domestik, kata Srinivasan.
Pejabat IMF tersebut menuturkan bahwa ke depannya, kawasan itu juga harus menghadapi risiko fragmentasi geoekonomi, dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dampak perubahan iklim, dan sebagainya. Secara khusus, dampak fragmentasi geoekonomi di Asia sangat mengkhawatirkan, ujarnya.
Menurut perkiraan IMF, terdapat sekitar 1.000 langkah pembatasan perdagangan pada 2019, tetapi pada 2023, jumlahnya melonjak menjadi 3.000.
"Ada banyak sekali langkah-langkah distorsi perdagangan yang terjadi, sehingga menyebabkan fragmentasi yang lebih besar," ujar Srinivasan.
"Di kawasan seperti Asia, yang paling diuntungkan dari integrasi regional dan integrasi rantai pasokan, segala bentuk fragmentasi berarti Asia berisiko mengalami kerugian paling besar," lanjutnya.
Pejabat IMF itu menyatakan bahwa terdapat redistribusi perdagangan. Sebagai contoh, perekonomian Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah diuntungkan di beberapa sektor tertarget lantaran perang dagang AS-China
Namun, "dalam jangka panjang, semua pihak akan merugi, karena dinamika ekonomi global menurun, output global menurun," ujarnya.
Seraya mengatakan penelitian IMF menunjukkan bahwa untuk setiap pembatasan perdagangan, baik itu hambatan tarif maupun nontarif, terdapat 74 persen kemungkinan negara-negara akan melakukan tindakan balasan, Srinivasan mendesak para pembuat kebijakan untuk berfokus pada cara-cara mengurangi pembatasan perdagangan ini.
Pejabat IMF tersebut mengatakan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) membentuk sebuah forum yang sangat baik untuk dialog semacam ini, mengingat APEC merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari 21 perekonomian yang memiliki proporsi besar dalam perdagangan global.
"Jadi, mereka mengadakan forum ekonomi, sebuah forum dialog antarnegara tentang cara-cara untuk mengurangi gesekan perdagangan ini dan bagaimana untuk merangkul, atau untuk melanjutkan multilateralisme," katanya.
Laporan terbaru WEO itu menunjukkan bahwa ekonomi China diperkirakan akan tumbuh 4,8 persen tahun ini, atau turun 0,2 poin persentase dari perkiraan sebelumnya.
Ke depannya, data produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga yang lebih buruk dari perkiraan, ditambah dengan dukungan kebijakan yang diumumkan baru-baru ini, menunjukkan bahwa "risiko-risiko secara umum seimbang," ujarnya.
Menyebut bahwa banyak langkah yang baru-baru ini diumumkan oleh otoritas China konsisten dengan saran IMF dalam laporan Pasal IV (Article IV), Srinivasan mengatakan dukungan fiskal yang lebih besar dari pemerintah pusat masih dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor properti.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2024
Hal yang Perlu Ditulis di Awal Teks Deskripsi Berdasarkan Hasil Wawancara - kumparan.com
Hal yang perlu ditulis di awal teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara adalah latar belakang, tujuan, data narasumber, dan lain sebagainya. Berikut ini pembahasan lengkapnya. [318] url asal
(Kumparan.com) 23/10/24 19:32
v/16893360/
Hal yang perlu ditulis di awal teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara adalah latar belakang, tujuan, data narasumber. Selain itu, masih ada beberapa data yang perlu dicantumkan dalam teks deskripsi tersebut.
Sebelum mengetahui data yang perlu dicantumkan dalam suatu teks deskripsi yang diperoleh dari wawancara, penting untuk mengetahui terlebih dahulu definisi dari teks deskripsi terlebih dahulu.
Dikutip dari buku BIPA Tingkat 3 Berbasis Budaya Lokal Malang: Buku Ajar, Helmi Muzaki, S.Pd., M.Pd. (2021: 2), teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu peristiwa atau objek tentang pengalaman penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasaan.
Penulis menggambarkan dengan detail apa yang sedang dideskripsikan sehingga pembaca dapat merasakan langsung apa yang dijelaskan dalam teks. Teks deskripsi terbagi menjadi beberapa jenis.
Mengutip dari dalam buku berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, Taufiq Rahman (2017: 64), jenis-jenis teks deskriptif tersebut adalah teks deskriptif spasial, teks deskriptif objektif dan juga teks deskriptif subjektif. Masing-masing dari jenis teks deskriptif ini memiliki definisi dan juga ciri masing-masing.
Dalam menulis teks deskriptif, penulis harus berhati-hati dalam menjelaskan objek atau peristiwa yang dipaparkan. Untuk itu penulis perlu menentukan pemilihan kata yang baik dan juga kaidah bahasa yang benar.
Dengan begitu pembaca dapat mencerna isi tulisan dan juga mendapat bayangan atas objek atau peristiwa yang dijelaskan di dalam teks.
Selain kaidah dan juga diksi yang tepat, detail mengenai objek atau situasi yang dijelaskan dalam teks perlu dijelaskan secara detail. Hal ini dapat membantu pembaca membayangkan bagaimana objek atau kejadian yang kita tuliskan.
Teks deskripsi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah melalui hasil wawancara. Hal yang perlu ditulis di awal teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara adalah latar belakang, tujuan, dan masih banyak lagi lainnya. Lebih lengkap berikut ini adalah hal-hal yang perlu ditulis dalam teks deskripsi melalui hasil wawancara:
Itu dia beberapa hal yang perlu ditulis di awal teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara adalah latar belakang, tujuan, dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat. (DAP)
Dasar Pembuatan Laporan Hasil Pengamatan yang Benar - kumparan.com
Laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta dan data. Inilah penjelasan mengenai dua hal tersebut. [304] url asal
(Kumparan.com - News) 29/09/24 19:09
v/15731040/
Pengamatan merupakan kegiatan yang sering dilakukan untuk memecahkan suatu masalah. Setelah melakukannya, laporan hasil pengamatan pun dibuat. Laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta dan data.
Kedua istilah tersebut memang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, terkadang orang masih bingung terkait mana saja yang termasuk fakta dan data. Oleh sebab itu, pembahasan singkat namun mudah dimengerti mengenai keduanya diperlukan.
Menurut buku Kumpulan Soal Get Smart Bahasa Indonesia, Nani Darmayanti dan Silvie Mariana (2007: 52), laporan hasil pengamatan merupakan catatan dari hasil pengamatan dan kunjungan ke suatu tempat.
Laporan ini bersifat non-fiksi. Oleh sebab itu, laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta dan data. Lantas, apa itu fakta dan data? Ini penjelasannya.
Menurut kbbi.kemdikbud.go.id, fakta merupakan kata benda dengan makna hal, seperti keadaan atau peristiwa, yang merupakan kenyataan. Fakta juga dapat diartikan sesuatu yang benar-benar terjadi atau data.
Jika dibuat berdasarkan fakta, maka laporan hasil pengamatan harus dibuat sesuai keadaan sebenarnya tanpa perlu ada yang ditambah atau dikurangi apalagi hanya untuk kepentingan pribadi.
Misalnya jika saat melakukan pengamatan ditemukan suatu hal yang kurang menyenangkan, maka tetap perlu ditulis apa adanya. Bagaimanapun juga, penulisannya tetap harus sopan tanpa berniat menjatuhkan pihak tertentu.
Kbbi.kemdikbud.go.id menjelaskan bahwa data merupakan keterangan yang benar dan nyata. Selain itu, data juga dapat diartikan sebagai keterangan atau bahan nyata yang bisa dijasikan dasar kajian seperti analisis atau kesimpulan.
Data bisa berupa angka, wawancara, dan lain sebagainya. Data ini digunakan untuk mendukung isi dari laporan hasil pengamatan. Serupa dengan fakta, data juga harus disajikan apa adanya agar valid meskipun tak sesuai dengan harapan atau keinginan pribadi.
Jadi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta dan data karena sifatnya yang non-fiksi. Dengan kata lain, fakta dan data adalah dua unsur penting dalam laporan tersebut dan tak boleh diabaikan. (LOV)
10 Calon Dewas KPK Jalani Tes Wawancara Hari Terakhir - kumparan.com
10 Calon Dewas KPK Jalani Tes Wawancara Hari Terakhir [169] url asal
(Kumparan.com) 20/09/24 08:56
v/15278056/
Panitia seleksi (Pansel) KPK kembali menggelar tes wawancara sesi kedua bagi 10 calon Dewas KPK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (20/9). Sesi kali ini merupakan hari terakhir seleksi wawancara bagi calon Dewas KPK.
Sebanyak 10 calon Dewas KPK diwawancarai oleh 11 orang panel yang terdiri dari 9 orang Pansel KPK dan dua orang pewawancara tamu.
Adapun pewawancara tamu yang ditunjuk adalah Wakil Ketua KPK 2015–2019 Laode Muhammad Syarif dan guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Ningrum Natasya Sirait.
Seleksi wawancara hari ini dimulai pada pukul 08.30 WIB. Peserta pertama yang menjalani wawancara adalah Iskandar Mz.
Berikut 10 orang calon Dewas KPK yang menjalani tes wawancara hari ini:
Seleksi calon Dewas KPK telah memasuki babak akhir. Ada 20 orang calon Dewas KPK yang saat ini menjalani tahapan seleksi wawancara dan tes kesehatan.
Sebelumnya, pada Kamis (19/9) kemarin, 10 orang calon Dewas KPK telah rampung menjalani tes wawancara. Mereka dicecar salah satunya seputar kondisi terkini Dewas KPK yang sempat berkonflik dengan pimpinan KPK.
Mengenal Apa Tujuan Diadakannya Wawancara dalam Kegiatan Penelitian
Apa tujuan diadakannya wawancara dalam kegiatan penelitian? Salah satunya adalah untuk untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang tepercaya. [198] url asal
(Kumparan.com) 19/09/24 17:01
v/15237681/
Wawancara merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan penelitian. Khususnya bagi mereka yang melakukan penelitian di lapangan dan membutuhkan data valid. Lantas, apa tujuan diadakannya wawancara?
Bagi orang yang baru pertama kali melakukan penelitian, sering kali memang menanyakan hal tersebut. Sebab, sebenarnya tujuan wawancara tidak hanya sekadar untuk mendapatkan data saja.
Mengutip dari buku 75 Cara Ampuh Lolos Wawancara Kerja, Dian (2008:2), menurut Chaplin yang telah membuat beberapa buku tentang psikologi, wawancara atau interview didefinisikan sebagai suatu percakapan tatap muka dengan tujuan memperoleh informasi faktual, menaksir atau menilai kepribadian seseorang, atau digunakan untuk maksud atau tujuan tertentu.
Dengan kata lain, wawancara merupakan aktivitas yang mengandung tujuan tertentu yang akan dicapai. Lantas, apa tujuan diadakannya wawancara?
Tujuan utama wawancara adalah untuk mendapatkan informasi secara langsung. Selain itu, wawancara juga bertujuan untuk mendapatkan data agar bisa memengaruhi situasi atau orang tertentu.
Tak hanya itu saja, beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang tujuan wawancara. Berikut adalah penjelasannya.
Jadi, itu dia penjelasan singkat tentang apa tujuan diadakannya wawancara dalam kegiatan penelitian. Dengan memahami tujuan ini, maka diharapkan peneliti bisa melakukan wawancara dengan baik agar bisa mendapatkan data secara maksimal.
Semoga informasi seputar wawancara di atas dapat bermanfaat, ya. (Anne)
15 Contoh Jawaban Motivasi Kerja saat Interview Agar Tidak Kagok
Saat interview biasanya akan ditanya tentang motivasi kerja. Simak 15 contoh jawaban motivasi kerja saat interview agar tidak kagok. [1,601] url asal
#interview-kerja #wawancara-kerja #motivasi-kerja
(detikFinance - Terbaru) 18/09/24 12:15
v/15178426/
Saat wawancara kerja, biasanya HR atau pewawancara akan bertanya kepada kandidat tentang motivasi kerja. Bagi sebagian orang pertanyaan ini terbilang mudah untuk dijawab, padahal detikers harus hati-hati karena bisa menjadi pertanyaan 'jebakan'.
Perlu diingat, jika muncul pertanyaan tentang motivasi kerja maka kandidat harus menjawab secara jujur, singkat, padat, dan jelas. Jawaban yang terlalu pendek ataupun panjang justru bisa membuat HR sedikit ragu.
Selain itu, jawaban juga harus berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Jangan sampai melenceng jauh sehingga membuat HR tidak yakin dengan kamu.
Lantas, bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja saat interview? Simak contoh jawaban yang baik dalam artikel ini.
Contoh Jawaban Motivasi Kerja saat Interview
Pertanyaan yang muncul saat interview kerja sangat beragam, salah satunya tentang motivasi kerja. Meski pertanyaannya terdengar sepele, tapi tak bisa dijawab secara sembarangan.
Agar bisa menjawab pertanyaannya dengan baik, simak beberapa contoh jawaban motivasi kerja yang dilansir dari Indeed Career, Top Resume, dan Cultivated Culture.
Contoh 1
"Saya adalah orang yang teratur dan tak suka membuang waktu. Menjadi orang yang teratur di tempat kerja dan di rumah telah membantu saya untuk mengelola waktu dalam mencapai tujuan dan target.
Hal ini juga bisa membantu saya agar pekerjaan saya bisa terselesaikan dengan baik tanpa harus membebani diri secara berlebihan. Dengan begitu, saya bisa fokus melakukan pekerjaan dengan hasil yang berkualitas.
Manajemen waktu yang baik itu sangat membantu saya dalam mempertahankan standar yang sangat baik secara konsisten."
Contoh 2
"Memberikan pelayanan kepada pelanggan menjadi hal yang memotivasi saya dalam bekerja. Sebab, saya bekerja sebagai sales associate, sehingga dalam sehari-harinya saya sibuk dengan penyelesaian masalah pelanggan.
Saya berupaya untuk memahami pertanyaan mereka dan menjelaskan bagaimana prosedur operasional kami dalam bekerja.
Hal ini benar-benar memotivasi saya dan meningkatkan kepercayaan diri. Terlebih saat setiap kali pelanggan memberikan ulasan bagus dan penilaian tinggi terhadap kinerja saya."
Contoh 3
"Di tempat kerja dahulu, saya adalah pemimpin tim yang terdiri dari 10 orang. Tugas kami yaitu meningkatkan hasil produksi, sehingga tim harus bekerja secara efisien untuk memberikan hasil yang akurat dan konsisten.
Saya memiliki tujuan untuk menyederhanakan proses tim, sehingga tim menjadi lebih produktif tanpa harus terbebani oleh beban dan ritme kerja yang berlebihan.
Bekerja dalam tim serta menyelesaikan tugas secara akurat dan cepat dari jadwal merupakan target yang saya lakukan setiap hari. Saya ingin membantu perusahaan ini agar selalu mencapai keuntungan."
Contoh 4
"Saya jelas termotivasi oleh hasil. Oleh karena itu, saya selalu bersemangat ketika memiliki tujuan nyata untuk dicapai.
Dalam pekerjaan saya saat ini, kami memiliki sasaran triwulanan dan tahunan yang sangat jelas dan terukur. Jadi, saya ditugaskan untuk bekerja dengan manajer dan tim dalam membuat strategi bulanan agar memenuhi angka akhir kuartal dan akhir tahun kami.
Mencapai target-target perusahaan merupakan sebuah target yang luar biasa. Hal ini bisa membuat saya ingin lebih berorientasi pada hasil yang lebih baik lagi."
Contoh 5
"Mempelajari sebuah keterampilan baru adalah motivasi saya. Saya sangat senang jika nantinya keterampilan dan pengetahuan saya bisa berkembang melalui posisi pekerjaan yang saya lamar ini.
Selain dari pengalaman kerja, saya juga mengembangkan keahlian saya secara konsisten melalui berbagai pelatihan dan kursus. Bahkan, sebagian pembayaran kursus berasal dari kantong saya sendiri.
Jadi, saya sangat yakin bahwa dengan semangat saya yang selalu ingin belajar, saya bisa lebih inovatif dan sangat berguna di tempat kerja nantinya."
Contoh 6
"Saya sudah menyukai dan melakukan kegiatan yang berhubungan coding sejak SMA hingga kuliah. Ayah saya adalah seorang software developer, beliau sudah membantu saya dan mempelajari saya terkait bidang itu.
Hal ini membuat saya berhasil menjadi ahli dalam Java dan C++. Memecahkan masalah dengan coding merupakan hal yang menantang bagi saya sekaligus alasan saya untuk meraih kesuksesan dalam bidang ini."
Contoh 7
"Saya punya pengalaman dalam bertanggung jawab untuk mengarahkan tim software development di berbagai perusahaan.
Saya pernah berhasil membawa tim saya mencapai pengiriman produk 100% tepat waktu selama enam bulan berturut-turut. Tantangan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal adalah hal yang selalu memotivasi saya untuk bisa lebih baik lagi."
Contoh 8
"Saya suka angka. Menganalisis data dan memberikan hasil yang akurat adalah hal yang memotivasi saya. Saya senang menggunakan perangkat untuk mengolah data dan angka seperti Spreadsheet dan Microsoft Excel.
Di posisi saya saat ini, saya bekerja membuat laporan analisis penjualan bulanan. Memberikan informasi penting dari data sangat memotivasi saya, karena dengan begitu saya bisa membantu perusahaan bisa menentukan sasaran penjualannya.
Saya yakin, keberadaan saya di perusahaan ini akan membantu memberikan kontribusi besar terhadap hal tersebut."
Contoh 9
"Saya termotivasi untuk bekerja di sini karena dapat membantu saya untuk terus belajar dan mengembangkan keahlian saya.
Saya selalu berupaya menjadi orang yang paling terlibat dan memberikan manfaat positif ketika mengerjakan proyek-proyek menantang.
Selain itu, saya juga termotivasi oleh kesempatan untuk bekerja dengan rekan-rekan yang berpengalaman dan berpengetahuan luas. Hal ini dapat membantu saya belajar dan berkembang dalam karir saya."
Contoh 10
"Saya sangat termotivasi dengan pekerjaan yang saya lakukan sebagai guru. Saya akan merasa sangat puas ketika melihat siswa saya berhasil dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Selain itu, saya juga termotivasi untuk memberikan kontribusi yang baik dalam kehidupan orang lain. Oleh sebab itu, saya selalu merasa terinspirasi ketika melihat dampak positif dari hasil didikan saya terhadap siswa dan keluarga mereka."
Contoh 11
"Sebagai seorang marketer, saya selalu termotivasi untuk bekerja kreatif, bekerja dalam tim, serta berupaya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.
Salah satu hal yang saya sukai dari pekerjaan terakhir saya yaitu menyaksikan hasil kampanye tim dan melihat alur bagaimana orang-orang yang kami prospek berhasil menjadi pelanggan tetap.
Memiliki kesempatan untuk pembuatan ide hingga peluncuran produk menjadi salah satu alasan yang membuat saya sangat bersemangat untuk melamar pekerjaan ini."
Contoh 12
"Saya termotivasi ketika membantu pasien saat masih dirawat, terutama setelah menyelesaikan pekerjaan di shift malam.
Walaupun shift malam itu berat dan membuat saya harus terjaga sepanjang malam, tetapi melihat senyum di wajah pasien dan keluarganya, melihat pasien semakin pulih dari penyakitnya. Itu semua membuat saya semakin bersemangat untuk bekerja. Hal itulah yang memotivasi saya menjadi seorang perawat."
Contoh 13
"Kepuasan dalam mengatasi rintangan menjadi motivasi terbesar saya.
Sebagai contoh, matematika bukanlah mata pelajaran terbaik saya, namun saya memilih untuk mengambil kalkulus di perguruan tinggi. Meski hal itu tidak diwajibkan untuk jurusan saya, tapi saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya.
Materi pelajarannya tidaklah mudah bagi saya. Saya harus menghabiskan banyak waktu hingga begadang setiap malam untuk belajar. Hingga pada akhirnya saya bisa lulus dengan nilai A.
Perasaan berhasil setelah melalui tantangan inilah yang menjadi dorongan saya untuk berkarir di bidang penjualan."
Contoh 14
"Saya merasa lebih termotivasi saat berada dalam lingkungan yang positif, terutama ketika saya dikelilingi oleh rekan kerja yang memiliki pandangan yang terbuka dan tujuan yang sejalan, yaitu mencapai hasil terbaik untuk perusahaan.
Kerjasama tim yang baik, serta kontribusi aktif dari setiap individu akan mendorong saya untuk lebih produktif dan tetap fokus. Saya yakin bahwa perusahaan XYZ adalah tempat yang ideal untuk berkembang bersama."
Contoh 15
"Saya tertarik dengan posisi ini karena sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat saya. Menjadi penulis skenario merupakan tanggung jawab yang melibatkan pembuatan naskah untuk konten video dan artikel sesuai kebutuhan produksi perusahaan.
Hal tersebut membuat saya lebih konsisten di bidang multimedia. Oleh karena itu, saya merasa antusias untuk bergabung dengan tim di perusahaan ini."
Pertanyaan Tentang Motivasi Kerja
Agar lebih meyakinkan, HR sebagai pewawancara akan menanyakan kepada kandidat tentang motivasi kerja. Mengutip situs The Balance Money, berikut sejumlah pertanyaan yang umum ditanyakan oleh HR:
- Apa motivasi Anda untuk bekerja di bidang ini?
- Hal apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi pekerjaan dan perusahaan ini?
- Apa yang dapat Anda berikan untuk perusahaan ini?
- Strategi apa yang akan Anda gunakan untuk memotivasi tim Anda?
Tips Menjawab Pertanyaan Motivasi Kerja
Dari contoh di atas, detikers bisa mengetahui bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja. Agar lebih tenang dan bisa menjawab dengan baik, simak tipsnya berikut ini yang mengutip laman Bright Network:
- Lakukan riset terhadap posisi dan perusahaan yang dilamar.
- Sesuaikan dengan pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya.
- Jawab pertanyaan secara jujur dan terbuka.
- Hindari menjawab pertanyaan dengan berbohong atau melebih-lebihkan.
- Hindari menjawabnya karena ingin gaji lebih besar
- Hindari menjawabnya karena ingin mengisi waktu luang.
Itu dia 15 contoh jawaban motivasi kerja saat interview agar tidak kagok. Semoga bermanfaat!
(ilf/fds)
4 Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview beserta Contohnya
Saat interview, kamu perlu mengetahui cara menjelaskan alasan resign kerja dengan baik. Sebab hal ini bisa berpengaruh pada pandangan perekrut. [1,146] url asal
#resign-kerja #wawancara-kerja #alasan-resign
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 30/08/24 06:02
v/14821719/
- Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview 1. Pertimbangkan Memilih Alasan Ingin Resign2. Buat Jawaban Singkat3. Tetap Positif4. Jujur Tanpa Terlalu Mendetail
- 7 Alasan Resign Kerja dan Contoh Jawabannya 1. Ingin memiliki Peluang untuk Kemajuan Karir2. Ingin Memiliki Suasana Kerja yang Lebih Baik3. Ingin Mendapat Pekerjaan yang Berbeda4. Menempuh Pendidikan Tambahan5. Menginginkan Work-life Balance6. Alasan Keluarga7. Masalah Pribadi
Menjalani wawancara kerja setelah memutuskan untuk resign bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh perekrut adalah alasan di balik keputusan resign dari pekerjaan sebelumnya.
Jawaban ini begitu penting, sebab akan memberi gambaran tentang profesionalisme, komitmen, dan motivasi kamu sebagai pelamar kerja. Jadi, penting untuk mempersiapkan jawaban yang tepat.
Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview
Saat ingin menjelaskan alasan resign ketika interview, kamu perlu mempertimbangkan alasan resign dengan baik, memberikan jawaban yang singkat, tetap positif, dan jujur. Menurut laman Indeed, begini penjelasannya.
1. Pertimbangkan Memilih Alasan Ingin Resign
Luangkan waktu untuk menulis semua alasanmu ingin mencari pekerjaan baru. Kamu bisa memikirkannya dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut ini
- Apa tujuan karirmu? Dalam 5 tahun apa rencanamu?
- Apa saja kebutuhanmu di lingkungan kerja? Apa yang kamu tidak suka
- Bagaimana hubungan dengan teman kerja?Atasan?
- Kamu ingin berkecimpung di industri apa?
Setelah menuliskan jawaban, lingkari beberapa alasan utama yang ingin disampaikan dalam wawancara. Pilih alasan yang lebih bersifat profesional daripada pribadi.
2. Buat Jawaban Singkat
Meski penting untuk menjawab pertanyaan pewawancara secara lengkap, batasi responmu dalam satu atau dua kalimat. Kemudian arahkan kembali pembicaraan mengapa kamu adalah orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
3. Tetap Positif
Sekalipun ada pengalaman tak mengenakkan, penting untuk menemukan cara positif untuk menjelaskan alasanmu resign. Sebab, perusahaan ingin mempekerjakan karyawan yang sikap positifnya bisa meningkatkan moral.
4. Jujur Tanpa Terlalu Mendetail
Saat menjawab pertanyaan terkait alasan resign, kamu tidak perlu memberikan semua detailnya. Jika kamu merasa pekerjaan sebelumnya tidak memuaskan, jangan pernah merendahkan atasan di perusahaan sebelumnya.
Pastikan jawaban tetap fokus dan singkat. Alihkan pembicaraan kembali ke alasan mengapa kamu bersemangat dengan peluang yang ada di perusahaan yang akan dilamar.
7 Alasan Resign Kerja dan Contoh Jawabannya
Ada berbagai macam alasan resign, mulai dari ingin memajukan karir, mendapat suasana yang baru, sampai karena urusan pribadi. Begini contoh menjawabnya.
1. Ingin memiliki Peluang untuk Kemajuan Karir
Bergantung pada struktur perusahaan, ada beberapa perusahaan yang mungkin memberikan lebih banyak peluang untuk berkembang. Sehingga, keinginan untuk pindah ke perusahaan baru menjadi alasan umum untuk meninggalkan pekerjaan.
Contoh jawabannya yaitu:
"Saya menyukai pekerjaan dan rekan saya, tapi saya sudah sampai pada itik di mana tidak ada lagi peluang untuk berkembang dalam tim saya." Setelah itu, kamu bisa menemukan peluang untuk berkembang di perusahaan yang baru.
2. Ingin Memiliki Suasana Kerja yang Lebih Baik
Mungkin pekerja ingin resign karena memiliki pilihan yang lebih baik. Bisa jadi lingkungan kerja dan gaji yang lebih baik atau misi perusahaan yang lebih sesuai. Sehingga, masuk akal untuk meninggalkan perusahaan sebelumnya.
Contoh jawaban:
"Meski saya sudah belajar banyak di perusahaan sebelumnya, dari penelitian tentang peluang ini, saya melihat bahwa posisi ini lebih cocok untuk tujuan karir saya. Saya bisa berkolaborasi dengan tim untuk mengembangkan produk inovatif bagi pengguna."
3. Ingin Mendapat Pekerjaan yang Berbeda
Banyak orang yang menjajaki beberapa pekerjaan dan karir yang berbeda dalam hidup mereka. Sehingga, ingin mengubah jalur karir atau pekerjaan yang berbeda bisa menjadi alasan untuk resign dari perusahaan.
Contoh jawaban:
"Saya mencari peluang baru yang belum ada di perusahaan saya sebelumnya, tempa saya mengembangkan dan memperluas keterampilan manajemen saya."
4. Menempuh Pendidikan Tambahan
Banyak orang-orang yang meninggalkan pekerjaan untuk sekolah dan mengejar gelar atau kualifikasi lainnya. Ini menjadi alasan yang baik selama jawabanmu menjelaskan bahwa keputusan ini membantu mengembangkan karirmu ke depannya.
Contoh jawaban:
"Saya menikmati peran saya sebagai asisten hukum, tapi saya merasa akan menemukan peluang yang lebih menantang untuk menyelesaikan persyaratan pendidikan paralegal. Menempuh pendidikan lagi secara full time memungkinkan saya menyelesaikan studi lebih cepat. Selain itu juga menjaga tujuan karir jangka panjang saya tetap pada jalurnya."
5. Menginginkan Work-life Balance
Mengutip laman Jobstreet, dalam era modern ini, mencapai keseimbangan dunia kerja dan kehidupan sehari -hari atau disebut work-life balance menjadi sangat penting. Work-life balance bisa mengurangi stres dan mencegah burnout atau kelelahan saat bekerja.
Sehingga, mencari work life balance bisa dijadikan alasan resign dari perusahaan. Dengan menyampaikan alasan tersebut, bisa jadi perekrut akan menjelaskan bagaimana ritme kerja di perusahaan serta apa saja keuntungan yang didapatkan.
Contoh jawaban:
"Saya percaya bahwa saya bisa bekerja lebih efektif saat dapat menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dalam bekerja, komitmen menjadi aspek penting, sehingga pekerjaan bisa selesai dengan baik dan tepat waktu. Jadi, bagi saya, penting untuk bekerja di perusahaan yang menghargai waktu bekerja dan waktu pribadi."
6. Alasan Keluarga
Menurut laman Novoresume, terkadang memiliki kewajiban untuk mengurus keluarga harus membuat perubahan pada ritme pekerjaan. Misalnya, ada orang tua yang tinggal di rumah, mengurus anak yang masih kecil, atau membutuhkan pekerjaan yang lebih fleksibel.
Apapun keadaannya, mengutamakan keluarga bisa menjadi alasan yang tepat untuk meninggalkan pekerjaan. Sebagian besar perekrut akan memahami dan menghargai dedikasimu kepada keluarga.
Contoh jawaban:
"Pekerjaan saya sebelumnya membuat saya sering bepergian. Itu membuat saya semakin susah menyeimbangkan tanggung jawab saya di rumah setelah anak saya lahir. Sekarang, saya mencari pekerjaan yang lebih fleksibel, sehingga saya bisa lebih dekat dengan keluarga."
7. Masalah Pribadi
Kesehatan dan kehidupan pribadi begitu penting. Jadi, jika ada keadaan darurat mengenai masalah pribadi yang berpengaruh pekerjaan, hal ini bisa menjadi alasan untuk resign.
Contoh jawaban:
"Dulu saya sering bekerja pada shift malam, tapi kebiasaan itu mengganggu kesehatan saya sehingga saya harus berhenti. Sekarang, saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan jam kerja siang hari."
Tulisan seputar penjelasan resign kerja ini semoga bisa memperluas peluang dan kesempatan kamu di dunia kerja.
(elk/row)
Apa yang Kamu Ketahui tentang OSIS? Ini Jawabannya - kumparan.com
Apa yang kamu ketahui tentang OSIS? Berikut adalah jawabannya. [233] url asal
#osis #jawaban #wawancara #organisasi
(Kumparan.com) 29/07/24 20:23
v/12561689/
Pada tahun ajaran baru maka akan dibuka berbagai macam ekstrakurikuler, seperti OSIS. Salah satu pertanyaan wawancara yang biasa ditanyakan adalah apa yang kamu ketahui tentang OSIS?
Sehingga sebelum mendaftar dan mengikuti tes wawancara untuk masuk ke ekstrakurikuler ini, maka perlu memahami mengenai apa itu OSIS. Karena untuk menjadi bagian dari OSIS perlu melewati beberapa tahapan, salah satunya wawancara.
Salah satu pertanyaan tes wawancara saat mendaftar OSIS adalah “Apa yang kamu ketahui tentang OSIS?”. Sehingga sebelum mendaftar OSIS, perlu memperhatikan dan mempelajari gambaran umum mengenai organisasi tersebut.
Dikutip dari buku Komunikasi Budaya Dan Dokumentasi Kontemporer karya Moh Faidol Juddi (2020: 315), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
OSIS berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk belajar berorganisasi, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang meningkatkan pengalaman sekolah mereka.
Organisasi ini terdiri dari siswa yang terpilih dan memiliki struktur kepengurusan yang meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi atau bidang.
Berikut adalah beberapa soal tes wawancara masuk OSIS yang sering ditanyakan.
1. Apa alasan kamu ingin menjadi anggota OSIS?
Jawaban:
2. Bagaimana cara kamu mengatasi konflik antaranggota OSIS?
Jawaban:
3. Posisi apa yang kamu inginkan di dalam OSIS?
Jawaban:
Itulah jawaban untuk pertanyaan ‘Apa yang kamu ketahui tentang OSIS?’. Jawabannya bisa disesuaikan dengan pengetahuan umum masing-masing dan memperbanyak membaca referensi. (Umi)


