#30 tag 24jam
Ibu-ibu Ini Sulap Tanaman Obat Jadi Produk Herbal, Cuan Jutaan Per Bulan
Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern. [488] url asal
#produk-herbal #tanaman-obat #pemberdayaan-perempuan #csr-pertamina #desa-pengabuan
(detikFinance - SolusiUKM) 13/09/24 14:00
v/14979645/
Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sirup hingga pempek terbuat dari tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk kesehatan? Para ibu-ibu di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan mengolahnya dengan tangan mereka.
Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pengabuan, Herawati mengatakan ide ini muncul setelah PT Pertamina EP Adera Field melakukan program pengembangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai 2019.
"Digali masalah terbanyak di sini tuh apa, ternyata masalah kesehatan banyak di sini, ekonomi juga masih terbilang rendah di sini, jadi kalau mau beli obat-obatan mahal. Jadi kita manfaatkan apa yang ada di sini," kata Herawati di Desa Pengabuan, Sumatera Selatan, Jumat (13/9/2024).
Sebagai informasi, pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat di Kabupaten Pali. Akan tetapi, kondisi lahan gambut dengan iklim yang tak menentu membuat hasil pertanian masyarakat tidak maksimal.
Nah Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern yakni media penyiraman tanaman yang terintegrasi dengan pupuk organik cair buatan masyarakat binaan yang dikenal sebagai Automatic Drip Irrigation System for Climate Resilient Agriculture Berbasis Android. Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengatur debit dan waktu pengairan sesuai kebutuhan melalui aplikasi di sistem android.
Hasil panen tanaman herbal kemudian dikembangkan menjadi produk turunan seperti pempek dengan campuran bawang dayak, sirup rosella, serta minyak kelapa, bubuk instant temulawak, centella asiatica, hingga tisane daun kelor yang dijual mulai dari Rp 30-50 ribu/pcs. Adapun manfaatnya untuk berbagai kesehatan keluarga.
"Pendapatan keluarga meningkat dari yang hanya Rp 401.512/bulan kini menjadi Rp 3.456.874/bulannya melalui program ini, sekaligus memberikan akses yang lebih luas terhadap produk pangan sehat dan pasar," ujar Herawati.
Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern. Foto: detikcom/Anisa Indraini |
Meski pasar penjualannya saat ini belum luas, ibu-ibu di Desa Pengabuan yang terdiri dari 15-30 orang berencana untuk mengembangkannya dengan menitipkan produk-produk ke pusat oleh-oleh dan marketplace.
"Saat ini kita terus memperbaiki packaging dan foto produk yang menarik agar lebih pede untuk menjualnya," ucapnya.
Manager Pertamina EP Adera Field, Adam S. Nasution mengatakan program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya kelompok perempuan dan petani, sekaligus mengembangkan varietas padi unggul tahan iklim jilid dua serta mengintegrasikan teknologi pertanian modern dengan sistem yang berkelanjutan.
"Kami bekerja sama dengan multistakeholder dan praktisi pertanian untuk memastikan bahwa metode yang diterapkan dalam program Permata efektif dan mudah diadaptasi oleh masyarakat," ujar Adam.
Selain itu, program ini dirancang sedemikian rupa untuk mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memproduksi pangan, mengelola limbah pertanian dan sumber daya lokal secara optimal sehingga terwujud pertanian yang mandiri, modern dan zero waste.
"Selain berkontribusi pada kelestarian lingkungan, menggunakan jenis bibit ini juga mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sebelumnya hasil panen hanya 500 kg, kini mencapai 1,2 ton dalam sekali panen. Dulu kami hanya bisa satu kali panen dalam setahun, kini kami jadi bisa panen dua kali dalam setahun," ucap Herawati.
Tips Buka Bisnis Warung Sembako, Ini yang Perlu Diperhatikan
Bisnis warung sembako dan FMCG menjanjikan. Peluang besar untuk pengangguran terbuka. Temukan perbandingan antara pengusaha dan karyawan di sini. [801] url asal
#bisnis-warung-sembako #pengusaha #keuangan
(detikFinance - SolusiUKM) 12/09/24 14:00
v/14984609/
Jakarta - Bisnis warung sembako dan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) masih merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Jenis produk yang merupakan kebutuhan harian masyarakat dan perputaran barang yang cepat.
Hal ini membuat bisnis toko sembako dan produk FMCG memberikan peluang besar untuk meraih kesuksesan dan omzet yang tinggi. Berdasarkan data BPS di Feb 2024 terdapat 149,38 juta orang angkatan kerja, masih sekitar 4,82% masih dikategorikan pengangguran terbuka. Ironisnya, 5,89 juta diantara berada di perkotaan.
Brand Marketing Lead AwanToko Agung Priambodo mengungkapkan, pengangguran terbuka sebaiknya memulai usaha dengan membuka warung sembako.
"Tidak selamanya membangun usaha sendiri itu lebih buruk ketimbang menjadi pengejar karir korporasi, dan membuka warung sembako adalah salah satu opsi yang menarik," ungkap Agung, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2024).
Menurut Agung, ada lima hal yang perlu dibandingkan antara menjadi pemilik Warung sembako dan menjadi karyawan adalah sebagai berikut:
1. Minat dan Mimpi
Minat dan mimpi sangat penting untuk menentukan kehidupan dan karier seseorang. Mengetahui apa yang benar-benar Anda sukai dapat membantu Anda memilih antara membuka bisnis atau bekerja di kantor.
Memahami tujuan jangka panjang akan membantu Anda untuk dapat memilih jalur yang sesuai untuk mencapainya. Jika mimpi Anda adalah menjadi seorang pengusaha, membuka usaha mungkin menjadi pilihan yang lebih baik dan logis. Sementara, jika mimpi Anda menjadi pejabat atau senior eksekutif, bekerja di kantor menjadi langkah awal yang tepat. Pada akhirnya, mengenali minat dan mimpi adalah kunci untuk menentukan karier kedepannya, apakah membuka usaha atau bekerja di kantor.
2. Risiko dan Manfaat pada Aspek Keuangan
Saat memutuskan untuk memulai usaha toko sembako, risiko finansial yang mungkin Anda hadapi adalah bahwa di awal-awal, Anda mungkin tidak akan memiliki banyak uang. Sebagian besar dana akan digunakan untuk modal awal membangun bisnis, membeli stok barang, dan mengelola operasional. Bahkan, ketika bisnis sudah mulai berjalan, ada kemungkinan besar bahwa uang Anda akan tercampur, antara uang pribadi dan uang bisnis, sehingga dapat membuat keuangan Anda menjadi lebih rumit.
Namun, apabila Anda mengelola keuangan dengan baik dan terstruktur, bisnis Anda akan memiliki peluang untuk berkembang pesat. Keuntungan yang diperoleh dari bisnis tersebut bisa menjadi jauh lebih besar dari gaji yang Anda peroleh jika Anda bekerja di kantor.
Sementara itu, jika Anda memilih untuk bekerja di kantor, risiko finansial biasanya lebih kecil karena Anda menerima gaji yang stabil. Keuangan Anda akan terjaga dengan baik, dan Anda akan memiliki manfaat finansial yang pasti. Namun, keuntungan bekerja di kantor dalam hal finansial mungkin tidak sebesar jika Anda berhasil membangun bisnis Anda sendiri.
3. Komitmen terhadap Waktu
Ketika Anda bekerja di kantor, jam kerja Anda sudah ditentukan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Anda memiliki jadwal rutin yang harus diikuti, dan seringkali Anda harus berada di tempat kerja selama beberapa jam tertentu setiap harinya. Hal ini bisa membatasi fleksibilitas Anda dalam mengatur waktu untuk melakukan aktivitas lain di luar pekerjaan. Seperti mengurus kebutuhan pribadi, keluarga, atau bahkan mengejar hobi.
Namun, ketika Anda seorang pengusaha toko sembako, Anda memiliki kendali besar atas waktu Anda. Anda dapat merencanakan jam kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, dan juga dapat melakukan kegiatan lain dalam hidup Anda. Fleksibilitas waktu ini bisa menjadi nilai tambah bagi banyak orang, terutama bagi yang menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
4. Gaya hidup
Sebagai seorang pengusaha toko sembako, Anda harus berhati-hati dalam memilih dan menentukan gaya hidup Anda. Alasannya karena keuangan Anda yang cenderung bersifat dinamis.
Pemilihan gaya hidup harus sejalan dengan pendapatan yang Anda hasilkan dari bisnis Anda. Anda harus memprioritaskan keuangan bisnis agar tetap berjalan dengan lancar dan berkembang. Sementara itu, ketika Anda bekerja di kantor, keuangan Anda lebih stabil. Penghasilan Anda cenderung pasti, karena Anda memiliki gambaran yang jelas mengenai sumber penghasilan Anda. Ini dapat memberikan memberikan Anda kebebasan dalam menentukan gaya hidup Anda tanpa perlu terlalu mengkhawatirkan fluktuasi keuangan.
5. Kepemilikan Aset
Jika memutuskan untuk membuka usaha Warung toko sembako, Anda dapat memiliki kendali atas berbagai aset yang dapat menjadi sumber kekayaan dan stabilitas jangka panjang.
Contohnya seperti inventaris bangunan, dan stok barang. Keduanya merupakan aset yang memiliki nilai berkelanjutan dan dapat digunakan sebagai jaminan atau investasi jangka panjang. Sedangkan, pekerja kantoran biasanya tidak memiliki kepemilikan aset dalam bisnis yang Anda kerjakan. Gaji yang Anda terima adalah bentuk kompensasi sebagai imbalan atas pekerjaan yang Anda lakukan, dan tidak ada kepemilikan dalam aset atau saham perusahaan. Oleh karena itu, Anda tidak memiliki keuntungan finansial yang terkait dengan kepemilikan aset bisnis.
Agung menambahkan, lima aspek di atas dapat memberikan pandangan mengenai perbedaan antara menjadi pengusaha toko sembako dan menjadi pekerja kantoran. Karena yang paling penting adalah bahwa Anda merencanakan karier Anda dengan cermat, dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan, dan disesuaikan dengan tujuan Anda.
"Dukungan teknologi dan permodalan yang mudah akan sangat membantu untuk menjadi pengusaha Warung yang sukses. Untuk itulah AwanToko hadir agar pemilik Warung dan juga Grosir bisa makin mudah menjalankan bisnisnya dan semakin besar keuntungannya" tutup Agung.
(fdl/fdl)
Cuan! Ibu-ibu Ini Sulap Jeruk Jadi Selai hingga Sabun Bernilai Jual Tinggi
Kehadiran PT Pertamina EP Limau Field berhasil membaca potensi desa sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. [511] url asal
#pt-pertamina-ep-limau-field #pemberdayaan-masyarakat #limbah-kulit-jeruk #kelompok-usaha #desa-air-talas
(detikFinance - SolusiUKM) 12/09/24 14:00
v/14971193/
Jakarta - Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim merupakan desa transmigran masyarakat Bali yang termasuk dalam Ring 1 Pemberdayaan Masyarakat PT Pertamina EP Limau Field. Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani buah jeruk.
Kehadiran PT Pertamina EP Limau Field berhasil membaca potensi desa sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. Akhirnya tahun 2022 terbentuklah kelompok BUDE ARTA yang mengelola buah jeruk menjadi produk makanan seperti pie susu, sirup jeruk dan selai jeruk.
"Selama ini program PT Pertamina EP Limau Field di desa kami sangat memberikan manfaat yang banyak terhadap warga Desa Air Talas," kata Kepala Desa Air Talas, I Gede Arsana di Desa Air Talas, Muara Enim, Kamis (12/9/2024).
Saat ini sekitar 350 kepala keluarga di Desa Air Talas menanam jeruk yang berasal dari wilayah Bali dan memiliki karakteristik buah yang manis. Kebun jeruk di desa ini dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dengan total produksi mencapai 300 ton per tahun.
Sebelum ada Pertamina, jeruk-jeruk yang asam tidak bisa terjual atau memiliki nilai jual yang rendah. Adanya kelompok BUDE ARTA memuat banyak kegiatan yang salah satunya adalah pelatihan peningkatan kapasitas SDM seperti pelatihan dasar administrasi, pelatihan pembuatan produk makanan pie susu, stik, sirup dan selai dari jeruk.
Selain itu, di 2024 juga ada program inovasi bio plastic yang bernama PAKLEK MANIS (pengolahan limbah kulit jeruk siam air talas). Program ini bergerak pada bidang pertanian organik, di mana limbah kulit jeruk yang tidak termanfaatkan dijadikan sebagai kantong kresek yang dapat terurai.
Cuan! Ibu-ibu Ini Sulap Jeruk Jadi Selai hingga Sabun Bernilai Jual Tinggi Foto: detikcom/Anisa Indraini |
Munculnya itu menambah 1 kelompok baru yaitu kelompok Amerta. Dalam kelompok Amerta, selain menciptakan dan mengolah limbah kulit dijadikan bio plastic, juga dibuat produk non makanan yaitu sabun dari kulit jeruk.
Hal itu berangkat dari permasalahan yang ditemukan, yaitu berkaitan dengan penyakit DBD dan limbah plastik non-B3 yang dihasilkan oleh Rumah Sakit di Kota Prabumulih yang cenderung menggunakan plastik non-degradable. Selain itu, adanya penumpukan kulit limbah jeruk yang selama ini dihasilkan oleh KWT Subur Makmur dan kegiatan wisata jeruk di Desa Air Talas menghasilkan emisi dan berkontribusi terhadap GWP.
"Berdasarkan masalah tersebut, PT Pertamina EP Limau Field menghadirkan 'OraPlast: Dari Limbah Menjadi Rupiah', ucapnya.
Dari segi pemanfaatan limbah kulit jeruk sebanyak 10,4 ton/bulan, pengurangan penggunaan plastik sebanyak 26% di Rumah Sakit Kota Prabumulih atau setara dengan 37,88 ton/tahun, lalu sebanyak 521,79 ton CO2eq tereduksi melalui penggunaan OraPlast.
Terdapat peningkatan penjualan BUDE ARTA MAJU sebanyak 59% dari sebelumnya hanya Rp 411.111/bulan menjadi Rp 1.000.000/bulan, kemudian peningkatan pendapatan petani jeruk melalui kegiatan budidaya jeruk sebanyak 20% dari sebelumnya hanya Rp 2.555.556/bulan menjadi Rp 2.055.556/bulan.
Selain itu, terdapat peningkatan pendapatan 12 orang melalui pengolahan kulit jeruk sebesar Rp 4.185.000/bulan. Manfaat lainnya adalah 19 orang penerima BLT atau 45,2% dientaskan berdasarkan Garis Kemiskinan Kab. Muara Enim, 41 orang kelompok Tani Tunas Hijau, 12 orang kelompok Wanita Tani Subur Makmur, 12 orang kelompok Amerta, dan beberapa orang penerima manfaat tidak langsung.
(aid/kil)
Jualan Hijab Unik hingga ke Jerman, Raldina Raup Cuan Rp 200 Juta/Bulan
Raldina Asdyanti resign untuk fokus pada bisnis fesyen Winonamodest. Dari modal Rp 5 juta, kini omsetnya mencapai Rp 200 juta/bulan. [691] url asal
#jualan-hijab #bisnis-fesyen #raldina-asdyanti #winonamodest #inovasi-fesyen
(detikFinance - SolusiUKM) 01/09/24 14:00
v/14856432/
Jakarta - Bekerja di bidang yang digemari menjadi impian bagi sebagian besar orang. Apalagi, jika bidang tersebut mampu mendatangkan cuan hingga ratusan juta per bulan. Siapa yang tak tergoda?
Hal ini yang membuat Raldina Asdyanti memutuskan untuk resign dari pekerjaan lamanya dan fokus ke bisnisnya di bidang fesyen. Ketertarikan dalam mix and match pakaian menjadi modal utamanya untuk mengembangkan Winonamodest selama kurang lebih 7 tahun.
Winonamodest lahir pada tahun 2017. Bermodalkan uang pinjaman Rp 5 juta dari keluarga, Winonamodest kini tumbuh sebagai salah satu trendsetter dari produk hijab unik, hingga mampu menghasilkan omset Rp 200 juta per bulan. Bahkan, produknya sudah terbang hingga ke Jerman.
"Modal awal bisa dibilang nol karena waktu itu kita masih ambil foto di Google, terus buka pre-order jadi uang pre-ordernya masuk dulu. Akhirnya pas kita mau serius, pinjam dari keluarga sekitar Rp 5 juta. Tapi setelah kita puterin lagi, dari sana terus ngalir, berkala nambahnya, sampai akhirnya kita bisa di ratusan juta kayak sekarang," kata Raldina kepada detikcom, ditulis Sabtu (31/8/2024).
Kelahiran Winonamodest terinspirasi dari tren influencer modest yang menggunakan berbagai jenis hijab unik. Ternyata, jenis hijab tersebut belum masuk ke pasar Indonesia pada kala itu. Di sana lah, Raldina melihat peluang bisnis besar.
"Kayak Dwihanda, Hamidah, mereka tuh pakai produk yang nggak ada di Indonesia. Di situ kita ngeliat peluang, wah ini pasar modest kayaknya lagi siap banget untuk nerima barang-barang yang menurut mereka tuh unik. Mereka ingin sesuatu yang beda, samaan lah sama si para influencer ini," ujarnya.
Akhirnya tercetus lah produk unik pertamanya yakni pashmina two tone atau dua warna. Produk tersebut pun mendapat sambutan positif dari pasar, hingga akhirnya terciptalah produk-produk unik lainnya, termasuk turban instan, yang menjadi produk best sellernya saat ini.
"Kayaknya brand yang ngebranding sebagai yang identik sama produk turban di modest belum ada. Jadi aku ngerasa ini adalah peluang. Dan kebetulan aku juga memang suka sama fashion yang ekspresif, jadi nggak cuma sekedar ngikutin yang ada di pasaran, tapi aku anggap fashion sebagai saran buat ngasih tau identitas kita. Terus ngebantu teman-teman perempuan untuk berekspresi lewat fashion," kata dia.
Produk-produk Winonamodest dibanderol di kisaran Rp 70 ribu s.d 250 ribu. Inovasi pun menjadi salah satu tumpuannya untuk terus melebarkan sayap. Salah satu produk unik yang memberikan kontribusi besar untuk usahanya ialah hijab instan dengan akses lubang untuk masker. Produk ini terlahir saat pandemi Covid-19 silam.
"Aku kasih namanya Nuna, New Normal Pashmina. Dari situ ternyata lewat jalurnya KOL, kita tembus 7 juta views di TikTok. Alhamdulillah itu jadi berkah buat seller lain juga, teman-teman seller yang lain juga ikut bikin produk serupa saat bisnis pada turun di pandemi," tuturnya.
Namun seiring berjalannya waktu, bekerja sebagai karyawan swasta sembari menjalankan bisnis bukanlah perkara mudah. Raldina pun memutuskan untuk resign dan fokus di bisnisnya. Pada kala itu, bisnisnya tengah kebanjiran orderan hingga 300 pcs.
"Bener-bener yang masuk pre-order itu kayak ordernya tuh yang bulk order gitu loh. Masuk ordernya 300 piece. Nah, di 300 piece itu kan lumayan pendapatannya. Aku ngerasa kayak, wah ini sudah bisa buat pegangan selama 6 bulan. Kalau nggak salah sekitar Rp 24 jutaan lebih," kata dia.
"Kalau kita setengah-setengahan nantinya takut nggak maksimal juga kasih service dan produknya ke customer. Makanya ya sudahlah, akhirnya memberanikan diri buat fokus ke usaha aja," sambungnya.
Kini Winonamodest telah berkembang pesat, hingga mampu menjual ribuan produk dan menghasilkan omset Rp 200 juta per bulan. Raldina berhasil membawa produk-produknya terbang ke berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, hingga Filipina. Bahkan, produknya juga berhasil menembus Asia dan Eropa.
Menurutnya, Winonamodest masih punya perjalanan panjang. Cita-cita besarnya ialah berhasil ikut fashion show hingga mampu menggelar pameran di luar negeri.
"Ada kayak dari Amerika Serikat (AS), Afrika mereka pengen cuma terkendalanya sama di shipping fee-nya. Jadi paling jauh tuh Aussie, Jepang, Jerman malah ada," ujar Raldina.
Raldina pun berpesan kepada siapa saja yang akan terjun ke dunia bisnis untuk berani dan terus berusaha, serta percaya pada tekad dirinya. "Just do it. Lakukan dengan hati. Tapi kita juga harus persiapkan dengan matang, sehingga pakai logika juga. Dan jangan lupa untuk terus upgrade diri," tutupnya.
(shc/rrd)
Perusahaan Rintisan (Startup): Karakteristik, Klasifikasi, dan Contohnya
Perusahaan rintisan atau dikenal startup mengacu pada perusahaan yang baru bekembang. Cari tahu karakteristik, klasifikasi, hingga contohnya di sini. [858] url asal
(detikFinance - SolusiUKM) 30/08/24 14:00
v/14832327/
Perusahaan rintisan atau startup adalah bisnis yang baru berdiri dengan layanan yang inovatif. Bidang usaha perusahaan rintisan biasanya dekat dengan kehidupan sehari-hari, dengan pengembangan berbasis teknologi.
Jenis perusahaan rintisan semakin menjamur dengan berbagai produk yang diminati masyarakat. Sebagian startup makin besar dengan tingkat valuasi meningkat, sedangkan yang lain tidak mengalami nasib serupa.
Pengertian Perusahaan Rintisan
Mengutip buku Manajemen & Akuntansi Startup oleh Sony Warsono dan Nadya Windy Putrie, perusahaan rintisan dijelaskan sebagai rancangan hasil institusi manusia untuk menciptakan berbagai produk atau jasa baru dalam kondisi ketidakpastian ekstrem.
Sementara menurut Mudo dalam bukunya Apa itu Bisnis Startup dan Bagaimana Perkembangannya, perusahaan rintisan adalah bisnis yang baru berkembang. Perusahaan ini lebih identik dengan bisnis berkaitan dengan teknologi, web, dan internet.
Startup sebagai perusahaan yang baru beroperasi memiliki sejumlah risiko dan tantangan yang akan dihadapi. Karena itu perusahaan rintisan perlu mengadopsi pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko yang mungkin dialami nantinya.
Beberapa contoh perusahaan rintisan yang dikenal hingga kini di Indonesia adalah:
- Paxel
- Astro
- iSeller
- Lemonilo.
Karakteristik Perusahaan Rintisan
Terdapat karakteristik khusus dari perusahaan rintisan yang membedakannya dengan jenis perusahaan lain, yaitu:
- Usia perusahaan kurang dari 3 tahun, artinya perusahaan tersebut masih berada di tahap awal.
- Saat awal mendirikan, jumlah pegawai pada umumnya kurang dari 20 orang.
- Perkembangan start up dimulai dari perjuangan beberapa orang saja.
- Pendapatan tiap tahun kurang dari USD 100.000 dan belum meraup cukup keuntungan karena masih membutuhkan biaya untuk pertumbuhan.
- Masih dalam tahap perkembangan dan biasanya bergerak di bidang teknologi, contohnya dalam pengembangan aplikasi.
- Start up pada umumnya beroperasi melalui media sosial atau website.
Klasifikasi Perusahaan Rintisan
Berdasarkan ukurannya, perusahaan rintisan diklasifikasikan menjadi tiga jenis: unicorn, decacorn, dan hectocorn. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Investopedia:
1. Unicorn
Unicorn adalah startup yang nilai valuasinya lebih dari USD 1 miliar atau Rp 15 triliun lebih. Istilah ini dipopulerkan oleh pemodal ventura, Aileen Lee, pada 2013. Kata unicorn diambil dari hewan mitologi Yunani yang wujudnya menyerupai kuda bertanduk.
Makhluk dalam cerita-cerita ini untuk menggambarkan langkanya perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar. Contoh startup yang telah mencapai unicorn di Indonesia yaitu Grab dan Gojek.
2. Decacorn
Istilah decacorn merujuk pada perusahaan rintisan dengan nilai valuasi melebihi USD 10 miliar atau Rp 150 triliun. Aileen Lee juga yang mencetuskan istilah ini dari kata deca dan unicorn.
Deca berarti sepuluh dan kata unicorn adalah hewan imajinasi berwujud kuda. Contoh startup decacorn di Indonesia adalah GoTo dan J&T Express.
3. Hectocorn
Dibanding beberapa ukuran startup lain, hectocorn memiliki valuasi paling tinggi. Perusahaan rintisan yang termasuk hectocorn memiliki nilai valuasi lebih dari USD 100 miliar atau setara Rp 1.500 triliun. Perusahaan hectocorn disebut juga sebagai "super unicorn" karena nilainya yang besar.
Startup Tanah Air belum ada yang mencapai hectocorn. Namun sejumlah perusahaan dunia telah ada yang meraih nilai valuasi tersebut. Beberapa di antaranya yaitu Bytedance (perusahaan induk TikTok) dan Amazon
Risiko Startup
Terdapat sejumlah risiko yang umum dihadapi saat membangun perusahaan rintisan. Beberapa di antaranya:
- Risiko sistem keamanan dan data, seperti ancaman siber dan kerentanan teknologi
- Risiko operasional bisnis sehari-hari, seperti gangguan operasional dan kekurangan SDM
- Risiko strategi bisnis dan arah pertumbuhan bisnis, seperti perubahan pasar dan model bisnis
- Risiko keuangan, seperti ketidakpastian pendanaan dan fluktuasi mata uang
- Risiko penerimaan pasar terhadap produk atau layanan yang ditawarkan, seperti persaingan pasar dan perubahan preferensi pelanggan
- Risiko ketidakpatuhan terhadap peraturan pemerintah atau hukum yang berlaku, seperti perubahan regulasi dan sanksi hukum
- Risiko reputasi merek dan citra perusahaan, seperti publisitas negatif dan respons buruk dari pelanggan
- Risiko keputusan inovatif dan pengembangan teknologi, seperti kegagalan inovasi dan obsolesensi teknologi
- Risiko kemitraan bisnis dan aliansi strategis, seperti perubahan hubungan dengan mitra dan kegagalan dalam aliansi
- Risiko perilaku pengguna dan pelanggan, seperti pelanggaran etika pengguna dan respons negatif terhadap produk.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai perusahaan rintisan atau startup dan contohnya di Indonesia. Kamu yang berminat untuk bekerja atau mengawali startup bisa mulai merencanakannya sedini mungkin.
(row/row)
Eks Tukang Sapu Ragunan Kantongi Ratusan Juta dari Bisnis Perawatan Kendaraan
Seperti Dede Iskandar yang memiliki ketertarikan di bidang otomotif, kini menjadi pemilik produk perawatan kendaraan bernama Oxide. [716] url asal
#peluang-usaha #solusi-ukm #saatnya-jadi-bos #perawatan-kendaraan
(detikFinance - SolusiUKM) 30/08/24 14:00
v/14832316/
Jakarta - Sebuah ketertarikan pada suatu hal kadang menjadi ladang penghasilan bagi sebagian orang. Seperti Dede Iskandar yang memiliki ketertarikan di bidang otomotif, kini menjadi pemilik produk perawatan kendaraan bernama Oxide.
Sebelum berhasil membangun bisnis sendiri, Iskandar telah menjajal berbagai pekerjaan. Dia mengaku sejak lama telah berjualan, tak hanya itu dia juga sempat bekerja di ritel dan petugas kebersihan di salah satu kebun binatang di Jakarta.
"Kalau jualan sudah lama offline itu kebetulan sembari belajar digital marketing di 2010 waktu zamannya Kaskus. Sempat kerja juga di ritel, jadi petugas kebersihan, di salah satu instansi pemerintah Ragunan. Jadi tukang nyapu jalan. Itu pekerjaan terakhir, sambil memulai lagi pelan-pelan jualan lagi online," kata dia kepada detikcom, ditulis Jumat (30/8/2024).
Iskandar tidak pantang menyerah untuk bisa membangun bisnis sendiri. Dirinya mengaku telah jatuh bangun untuk memiliki usaha sendiri.
Kemudian, berangkat dari hobi di bidang otomotif, Iskandar dengan satu rekannya bernama Exfran Fery tercetus ide untuk menjual produk yang berkaitan dengan kendaraan. Mulanya dia memulai dengan menjual produk orang lain atau menjadi reseller pada 2019.
"Sebenarnya saya terinspirasi waktu ada saya melihat produk basisnya perawatan kendaraan, kemudian saya bilang sama rekan saya 'bisa nggak sih kita dapat produk ini'. Kebetulan kami berdua bagi tugas, kalau dia keuangan dan chain supply, kalau saya lebih ke strategic dan marketing," ucapnya.
Tak sampai di situ, Iskandar ingin menjual produk yang sama namun dengan merek sendiri. Namun, mengingat pada waktu itu belum tahu cara membuat produk tersebut, Iskandar mencari pemasok yang belum bermerek.
Saat bisa mendapatkan supplier produk yang belum bermerek, Iskandar mencoba membuat produk sendiri dan tercetuslah nama Oxide, tepatnya pada Januari 2020.
"Nah baru kita mulai ke arah buat brand, kebetulan yang diinisiasi brand itu saya sendiri. Brand-nya jadi, kemudian kita pesan barangnya, sesuai kebutuhan, nggak banyak, karena modal terbatas. Kemudian kita packaging sendiri, stikerin sendiri, waktu itu masih berdua saja," ungkapnya.
Eks Petugas Kebersihan Banting Setir Bisnis, Produknya Laris Manis di RI Foto: Dok. Oxide |
Sambil menjual produk white label itu, Iskandar juga sembari mempelajari formula dari produk perawatan kendaraan. Setelah mendapatkan modal cukup, Iskandar dan rekannya mulai mencoba membuat sendiri produk dengan formula yang mereka pelajari secara otodidak.
"Itu lumayan lama karena memang trial dan error-nya lumayan lama untuk dapat formulasi yang bagus, itu hampir setahun, kita punya formulasi kita uji, kita jual, kalau ulasan jelek atau bagus kita rombak lagi. Tetapi penjualan tetap jalan, cuma memang saat terjadi ada yang kurang bagus langsung kita tarik untuk kita kaji ulang," tuturnya.
Meski telah memiliki produk dan merek sendiri, penjualan Oxide diakui cukup sulit. Iskandar pernah mengalami sama sekali tidak ada pesanan.
"Awal-awal ya nggak laku, namanya produk baru. Selang dua minggu nggak ada yang beli, kemudian satu ada pembelian," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, berkat pemasaran dan perkembangan yang terus dilakukan Iskandar dan timnya, Oxide kini laku keras hampir ke seluruh wilayah di Indonesia. Produksi Oxide pun meningkat dari sebelumnya puluhan pcs, kini bisa mencapai 1.000 pcs per hari.
"(Produksi) itu fluktuatif, satu hari bisa 1.000 produk, satu hari di bawahnya karena barang itu kita usahakan fresh. Kurang lebih ratusan sampai 1.000 lah produksi paling banyak. Penjualan ke penjuru Indonesia sudah, sampai ke Kalimantan, Papua, Sumatera, Bali, di luar Jawa banyak. (Luar negeri) ada waktu itu Malaysia, Singapura, cuma nggak banyak," terangnya.
Iskandar sejak awal memasarkan produknya melalui e-commerce, salah satunya Shopee. Menurutnya, e-commerce menjadi pasar digital yang mewadahi agar UMKM pun mendapatkan potential buyer.
Salah satu manfaat yang didapat Iskandar melalui Shopee saat penjualan di tanggal kembar. Penjualan Oxide pernah sempat mencapai 2.300 pcs per harinya.
Berkat ketekunan dan kerja sama tim, omzet dari Oxide kini telah mencapai ratusan juta per bulan. Iskandar juga telah mempekerjakan banyak orang di rumah produksinya sebanyak 12 orang.
"Kalau range itu ratusan juga dan sekarang (pekerja) sudah ada 12 dan itu banyak di produksi. Sekarang juga sudah tempat produksi sendiri dari sebelumnya di rumah," pungkasnya.
Oxide bisa dibeli di sejumlah e-commerce. Produk ini basisnya untuk perawatan kendaraan khususnya untuk non-mesin. Harga produk tersebut cukup terjangkau dari Rp 20.000-50.000-an.
Iskandar mengatakan ke depan dengan Oxide memiliki misi agar tidak hanya menjual produk tetapi bisa memberikan dampak. Mengingat Oxide adalah produk otomotif, dengan produk ini juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara dan berlalu lintas.
(ada/ara)
Kena PHK, Pria Ini Bangkit Bisnis Pempek Beromzet Rp 10 Juta/Bulan
Mochammad Rizky Syarifudin bangkit dari PHK dengan bisnis Pempek Sako. Dari modal Rp 300 ribu, omzetnya kini mencapai Rp 10 juta/bulan. [549] url asal
#phk #bisnis-pempek #pempek-sako #kewirausahaan #resep-pempek #mochammad-rizky-syarifudin
(detikFinance - SolusiUKM) 30/08/24 14:00
v/14829339/
Jakarta - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kerap memberikan dampak psikologis pada mereka yang mengalaminya karena terjadi secara tiba-tiba. Namun tidak bagi Mochammad Rizky Syarifudin (31), yang mampu membuktikan bisa bangkit dengan bisnis sendiri.
Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur itu mulai serius menggeluti bisnis pempek pada 2022 setelah terkena PHK gelombang kedua di perusahaan e-commerce ternama. Awalnya bisnis itu sudah dijalankan sebagai usaha sampingan sejak 2020 dengan sistem pre-order (PO).
"Saat itu istri saya sedang hamil anak pertama dan ngidam pengin pempek Palembang karena beliau asli orang Palembang. Jadi saya coba bantu sediakan dengan resep dari orang tua dan istri sendiri," kata Rizky saat menceritakan awal mula bisnis pempeknya kepada detikcom, Jumat (30/8/2024).
Mochammad Rizky Syarifudin. Foto: Dok Mochammad Rizky Syarifudin |
Setelah mencoba 1-3 kali, akhirnya dirinya menemukan resep yang pas hingga saat ini jadi produk Pempek Sako. Produksi pun dimulai dari kecil-kecilan berdasarkan order orang-orang terdekat saja, dengan kemasan sederhana menggunakan mika plastik.
"Saat itu kami mulai mempromosikan masih by order atau PO sehingga kita bikinnya masih sederhana, pesanan 1-2 porsi kami bikinkan karena Pempek Sako ini sifatnya bisa disimpan atau frozen tahan 1-3 bulan," ucapnya.
Bisnis Pempek Sako pun semakin berkembang setelah mendapat review positif dari mulut ke mulut, promosi aktif di media sosial, hingga penawaran ke beberapa kafe. Dari penjualan itu terkumpul pundi-pundi rupiah hingga terbangun outlet pada Maret 2024.
"Jadi benar-benar mulai dari 0, made by order, PO, habis itu kita siapkan pesanan frozen, kita beli vacuum sealer yang sederhana sampai sekarang sudah punya outlet," beber Rizky.
Jika ditarik ke belakang, Rizky membeberkan modal awalnya hanya Rp 300 ribu untuk membeli bahan pempek. Siapa sangka dari modal kecil tersebut, bisa menghasilkan omzet yang terus meningkat mulai dari Rp 500 ribu/bulan, Rp 2 juta/bulan, hingga saat ini bisa sampai Rp 10 juta/bulan.
"Setelah punya outlet kita satu bulannya bisa Rp 9-10 juta, walaupun itu masih kotor tapi itu kami syukuri karena kami merintis dari nol. Modal nggak terlalu banyak jadi cuma 1 kg ikan sekitar Rp 100 ribu dan beberapa bahan kayak tepung tapioka, garam. Ya kalau dihitung sekitar Rp 300 ribu sudah sama gas dan lain-lain," ucapnya.
"Jadi modal terbesarnya sebetulnya bukan malah di uang, tapi mental bagaimana kita bisa menjualkan produk itu. Modal sedikit masih bisa jalan asal punya keinginan dan kemauan sama tekad untuk terus berjalan," tambahnya.
Kesuksesan Rizky dalam berbisnis Pempek Sako tentu tidak didapatkan secara instan. Ia menceritakan pada awal-awal sempat produksi banyak, namun gagal karena pempek yang dibuat belum seenak saat ini hingga akhirnya kerugian pun dialami.
"Hampir 2 kg pempek itu gagal karena dari bahan baku yang tidak fresh. Jadi awalnya saat itu 2020 kita belum menemukan supply bahan baku ikan yang fresh, yang enak, yang tenggiri banget," bebernya.
Mochammad Rizky Syarifudin. Foto: Dok Mochammad Rizky Syarifudin |
Saat ini Rizky menjual beragam pempek seperti pempek lenjer, pempek selam mini, pempek crispy, pempek adaan, hingga pempek belah dengan harga Rp 3.000/pcs. Ada juga pempek selam besar Rp 12.000/pcs, sedangkan pempek mix isi 4, pempek lenjer besar dan pempek lenggang masing-masing Rp 10.000/pcs.
Mau coba atau tanya-tanya tentang sistem reseller? Info selengkapnya kunjungi Instagram resmi @pempek.sako. Selain di outlet Tulungagung, penjualan juga tersedia di aplikasi GrabFood.
(aid/rrd)
Tips dan Cara Berjualan di Facebook Marketplace agar Cepat Laku
Pengguna dapat menjual barang secara online di Facebook Marketplace. Berikut tips dan cara berjualan di Facebook Marketplace agar orderan lancar. [906] url asal
#facebook #marketplace #belanja-online
(detikFinance - SolusiUKM) 27/08/24 14:00
v/14780722/
- Cara Masuk Facebook Marketplace
- Cara Menjual Barang di Facebook Marketplace
- Barang yang Boleh Dijual di Facebook Marketplace
- Barang yang Tidak Boleh Dijual di Facebook Marketplace
- Tips Berjualan di Facebook Marketplace 1. Pasang Foto Produk yang Menarik2. Tentukan Harga yang Kompetitif3. Tuliskan Deskripsi Produk dengan Rinci4. Gunakan Tag Pencarian5. Balas Pertanyaan tentang Produk Secara Cepat
Facebook Marketplace cocok bagi detikers yang ingin berjualan secara online dengan modal minim. Di platform tersebut, kamu dapat membuka lapak dan memposting barang dagangan tanpa dipungut biaya. Sehingga bisa jadi cara bagus untuk mengumpulkan banyak cuan.
Melihat tren belanja online yang meningkat selama beberapa tahun terakhir, membuat jejaring sosial seperti Facebook turut meluncurkan fitur marketplace pada 2016 silam. Di marketplace Facebook, pengguna dapat menjual, mencari, dan membeli produk yang dibutuhkan.
Minat menjual barang di marketplace Facebook? Temukan tips dan cara berjualan di Facebook Marketplace pada uraian di bawah.
Cara Masuk Facebook Marketplace
Dilansir Business Insider, detikers memerlukan akun Facebook untuk masuk ke fitur Facebook Marketplace. Bila sudah memiliki akun, berikut cara masuk ke platform tersebut:
- Unduh dan instal aplikasi Facebook di ponsel atau PC
- Buka aplikasi Facebook dan login ke akun yang dimiliki
- Klik ikon Toko atau Marketplace di bagian atas atau bawah halaman
- Kamu pun sudah masuk ke platform marketplace Facebook.
Cara Menjual Barang di Facebook Marketplace
Masih bingung cara menjual barang di Facebook Marketplace? Berikut langkah-langkahnya seperti dikutip dari laman Pusat Bantuan Facebook:
- Buka aplikasi Facebook di ponsel atau PC
- Klik ikon Toko atau Marketplace di sisi atas atau bawah halaman
- Pada bagian atas halaman, klik Jual dan pilih kategori produk yang ingin ditawarkan
- Tambahkan informasi tentang produk yang dijual, seperti foto barang, harga, deskripsi, lokasi, dan lainnya
- Lalu klik Publikasikan pada sisi kanan atas
- Barang yang dijual pun telah diposting di Facebook Marketplace.
Produk yang diunggah di marketplace Facebook sudah bisa dilihat oleh publik luas. Pengguna lain yang tertarik dengan barangmu dapat membelinya.
Barang yang Boleh Dijual di Facebook Marketplace
Facebook Marketplace memiliki ketentuan atas produk yang boleh atau dilarang dijual oleh penggunanya di platform tersebut. Terdapat banyak kategori barang yang diperbolehkan untuk dijual, meliputi:
- Pakaian
- Peralatan rumah tangga
- Seni dan kerajinan
- Kendaraan
- Komponen otomotif
- Perlengkapan bayi
- Kesehatan dan kecantikan
- Buku, film, dan musik
- Dekorasi rumah
- Barang elektronik
- Perabotan
- Koper dan tas
- Alat musik
- Kebutuhan hewan peliharaan
- Mainan dan game
- Peralatan olahraga
- Peralatan berkebun
- Sewa rumah dan properti
- Rumah dijual.
Barang yang Tidak Boleh Dijual di Facebook Marketplace
Di sisi lain, terdapat juga sejumlah barang yang dilarang untuk dijual di marketplace Facebook. Berikut beberapa di antaranya:
- Barang fiktif
- Jasa
- Hewan
- Produk yang ditarik dari pasar
- Bagian dan cairan tubuh
- Dokumen, mata uang, dan instrumen keuangan
- Alkohol
- Obat-obatan terlarang
- Barang dan bahan berbahaya
- Perjudian.
Tips Berjualan di Facebook Marketplace
Detikers yang tertarik berjualan di platform tersebut bisa simak sederet tips agar orderan Facebook Marketplace lancar berikut ini:
1. Pasang Foto Produk yang Menarik
Foto barang yang dijual harus benar-benar dipilih yang terbaik. Sebab calon pembeli akan tertarik pertama kalinya dengan foto produk yang dipasang.
Kamu dapat mencantumkan foto berkualitas tinggi untuk mendorong calon pembeli untuk melihat-lihat dan berminat membelinya. Sebaiknya pula pasang foto produk asli yang dijual sehingga pembeli percaya dan mau membelinya.
2. Tentukan Harga yang Kompetitif
Sebelum memasang harga untuk barang yang dijual, ada baiknya untuk mencari tahu harga produk di pasaran saat ini. Analisis dan coba bandingkan dengan harga barang mirip yang ditawarkan penjual lain dan barulah tetapkan harga yang wajar. Dengan begitu, produk milikmu tidak dijual dengan harga terlalu tinggi atau rendah.
3. Tuliskan Deskripsi Produk dengan Rinci
Keterangan tentang barang yang dijual mesti ditulis dengan detail agar calon pembeli mengetahui informasi dan kondisi produk sebelum membelinya. Perlu diperhatikan juga, tulis deskripsi produk dengan jujur sesuai kondisi barang asli yang dijual.
4. Gunakan Tag Pencarian
Detikers dapat menyertakan tag pencarian untuk barang yang ditawarkan. Dengan tag, produkmu menjadi lebih mudah dijangkau calon pembeli yang sedang mencari barang tertentu.
Tag yang digunakan bisa kata-kata yang sering diketik pembeli. Misalnya, kamu menjual pakaian wanita. Maka tag yang disertakan seperti "baju wanita", "celana wanita", dan lainnya.
5. Balas Pertanyaan tentang Produk Secara Cepat
Calon pembeli biasanya akan mengirim pesan ke penjual bila tertarik membeli produk yang ditawarkan. Mereka umumnya akan menanyakan tentang ketersediaan barang, kondisi produk lebih lanjut, hingga negosiasi harga.
Bila ada pesan masuk dari calon pembeli yang tertarik dengan produkmu, sebaiknya balas secepatnya agar konsumen tidak pergi. Penjelasan tentang tips dan cara berjualan di Facebook Marketplace ini semoga bisa membantu detikers ya.
(azn/row)
5 Tips Sukses Bangun Bisnis Travel buat Anak Muda
Memulai bisnis di industri travel and tour bisa menjadi jalan yang menarik bagi generasi muda untuk mengubah passion menjadi sumber penghasilan. [418] url asal
#bisnis-travel #tips-sukses #pengusaha-muda #industri-pariwisata
(detikFinance - SolusiUKM) 27/08/24 14:00
v/14767155/
Jakarta - Memulai bisnis di industri travel and tour bisa menjadi jalan yang menarik bagi generasi muda untuk mengubah passion menjadi sumber penghasilan.
Nurul, pengusaha muda berusia 27 tahun asal Bima, telah membuktikan bahwa dengan tekad, kreativitas, dan konsistensi, bisnis travel dapat berkembang pesat meskipun dimulai dari nol. Berikut lima tips berharga dari Nurul yang dapat membantu Anda sukses di industri ini.
1. Temukan Passion dan Kenali Potensi Pasar
"Kesuksesan dimulai dari apa yang Anda cintai," kata Nurul yang merupakan CEO dari PT Traventour Cakrawala Indonesia, di Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Pentingnya menemukan passion dan mengaitkannya dengan kebutuhan pasar.
"Jika Anda memiliki passion di dunia perjalanan, tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana saya bisa membuat orang lain merasakan keindahan dunia ini? Apakah dengan menyediakan travel murah? Atau dengan menawarkan pengalaman perjalanan unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain?"
2. Jadikan Konsistensi Senjata Utama Anda
Konsistensi yang membawa bisnis Anda ke puncak. "Dalam menjalankan bisnis travel and tour, tantangan pasti ada. Namun, kunci kesuksesannya tidak pernah berhenti berinovasi dan terus bergerak maju," ujar Nurul. Setiap hari, cari cara untuk meningkatkan layanan Anda, contohnya dengan menambah destinasi baru, atau memberikan layanan pelanggan yang lebih personal.
3. Wujudkan Impian Besar dengan Langkah Kecil
"Banyak pengusaha muda terjebak dalam bayangan impian besar mereka tanpa memikirkan langkah-langkah kecil yang perlu diambil," kata Nurul. "Impian besar itu penting, tapi jangan lupa untuk menyederhanakan impian tersebut menjadi tujuan yang bisa dicapai secara bertahap. Mulailah dengan paket perjalanan sederhana, lalu kembangkan seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda."
4. Kelola Keuangan dengan Cerdas, Jangan Mudah Berhutang
Nurul memulai bisnis tanpa modal besar, investor, atau riba. "Jangan biarkan diri Anda tergoda untuk berhutang jika tidak benar-benar diperlukan. Dalam bisnis travel, pengelolaan keuangan yang bijaksana adalah fondasi kesuksesan. Selalu siapkan dana cadangan untuk menghadapi situasi tak terduga."
5. Berinovasi, Tetap Relevan
Di industri travel, yang dinamis dan selalu berubah, inovasi adalah kunci untuk tetap relevan.
"Selalu pikirkan bagaimana Anda bisa menawarkan sesuatu yang berbeda. Misalnya, selain paket perjalanan biasa, coba tawarkan pengalaman unik" saran Nurul.
Dengan menerapkan tips ini, Nurul berhasil mendirikan perusahaan travel and tour di Bogor, dengan omzet hampir 2 miliar. Traventour Agency, telah melayani ribuan klien, untuk perjalanan domestik maupun internasional, sehingga kini menjadi salah satu travel yang direkomendasikan di Bogor.
Inovasi yang dilakukan nurul tahun ini, siap meluncurkan layanan travel Umroh pada September 2024. Layanan ini menyediakan perjalanan ibadah dengan harga yang terjangkau namun tetap mengedepankan kualitas.
Nurul membuktikan dengan passion, konsistensi, dan inovasi, siapapun bisa membangun bisnis travel yang sukses dan berkelanjutan.
(rir/rir)
Pria Ini Bikin Singkong Naik Kelas hingga Jadi Unggulan Ekspor
Riza memberdayakan petani singkong di Banjarnegara dengan tepung mocaf. Produk ini diekspor ke berbagai negara dan meningkatkan kesejahteraan petani. [490] url asal
#peluang-usaha #solusi-ukm #saatnya-jadi-bos #tepung-mocaf #singkong
(detikFinance - SolusiUKM) 27/08/24 14:00
v/14764303/
Jakarta - Indonesia diberi kelimpahan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk hasil umbi-umbian. Sayangnya, permasalahan masih terus bergulir di kalangan petani, seperti penetapan harga jual yang tidak layak.
Berangkat dari keresahan ini, Riza Azyumarridha Azra tergerak untuk memberdayakan petani singkong di Banjarnegara. Mulanya, sekitar 2014, dia melihat petani-petani singkong di Banjarnegara yang mempunyai lahan sekitar 1 hektare (ha) rugi lantaran harga jual yang rendah, yakni Rp 200 per kilogram (kg).
Dia meneliti olahan singkong yang bisa mengerek nilai jual. Setelah berkonsultasi dengan praktisi dan para ahli, muncullah produk olahan singkong bernama tepung mocaf.
"Tiba-tiba ada petani ya, yang intinya dia sambil mengeluh gitu dan sedih karena waktu itu harga singkong Rp 200 per kilogram gitu. Waktu itu, dia punya lahan sekitar satu hektar atau setengah hektar. Singkongnya dibiarkan membusuk di lahan, kalau dipanen malah justru nombok, rugi ya gitu. Jadi, akhirnya dibiarkan membusuk di lahan," kata Riza kepada detikcom, ditulis Senin (26/8/2024).
Pria Ini bikin Singkong Naik Kelas hingga Jadi Unggulan Ekspor Foto: Dok. Pribadi |
Usai berhasil membuat tepung mocaf, Riza mengajarkan kepada petani singkong. Namun, permasalahan kembali muncul. Para petani belum mengetahui cara menjual hingga memasarkan. Kemudian muncullah program Rumah Mocaf dengan konsep social planner. Selain memberdayakan petani, program ini juga diharapkan dapat menjangkau lebih luas lagi produk tepung mocaf.
Menurutnya, tepung mocaf berpeluang menjadi bahan pengganti tepung gandum dalam berbagai olahan. Apalagi dia melihat impor tepung gandum atau terigu terus naik tiap tahunnya. Selain itu, tepung mocaf lebih sehat karena bebas kandungan protein gluten.
"Itu kan pasar ya. Suatu saat kan kami memimpikan ya ketika ada Menteri Perdagangan atau Menteri Pertanian, atau bahkan Presiden yang berani menyetop 100% impor terigu, akan ada jutaan petani singkong yang diangkat harkat martabatnya atau kesejahteraannya. Seperti itu itu kan yang sangat meyakini kami bahwa ini merupakan prospek cerah pasar dunia," jelasnya.
Dia menyebut bisnis yang dilakoninya selama 10 tahun ini mengalami jatuh bangun. Bahkan dia bilang pihaknya tidak mendapatkan modal bank sehingga menggunakan dana sendiri. Kemudian keuntungannya diputar untuk membeli alat-alat yang mendukung pembuatan produk.
Saat ini, sudah ada 40 pekerja di Rumah Mocaf. Setiap bulannya, pihaknya mengirimkan 30 ton tepung mocaf ke distributor langganan.
Kini siapa sangka, salah satu produk olahan singkong ini berhasil mendarat di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Turki, hingga Oman. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa produk olahan dari kalangan kelas bawah dapat diterima di negara-negara lain.
"Kami bangun dari nol, alhamdulillah sekarang udah secara pasar sudah mulai merata gitu, dalam artian distributor kami, agen-agen kami sudah ada di hampir setiap provinsi. Bahkan kami sudah mulai rutin untuk ekspor ke beberapa negara, ekspor mocaf ke Turki, ke Oman, ke Singapura, ke Malaysia," tambahnya.
Tepung mocaf dijual dengan Rp 15.000 per kg. Setiap bulannya, dia mengirim sebanyak 30 ton ke distributor langganan. Dengan begitu, setidaknya dia menerima omzet minimal Rp 450 juta dari olahan tepung mocaf. Saat ini ada 10 produk olahan singkong, mulai dari mie, gula, hingga kue.
(ara/ara)
Kisah ASN Sukses Buka 3 Gerobak Tahu Go! dalam 2 Bulan, Mau Tambah Jadi 8
Dengan pencapaian ini, mereka mengaku sangat puas dan bersemangat untuk memperluas bisnisnya lebih jauh. [620] url asal
(detikFinance - SolusiUKM) 24/08/24 14:00
v/14617347/
Jakarta - Kesuksesan dalam dunia bisnis kuliner semakin nyata bagi Silvy dan suaminya, Budi Amar, yang dalam waktu hanya dua bulan sejak bergabung dengan kemitraan Tahu GO!, telah berhasil membuka gerobak di tiga lokasi strategis, yakni Bekasi, Sudimara, dan Bukit Serua.
Dengan pencapaian ini, mereka mengaku sangat puas dan bersemangat untuk memperluas bisnisnya lebih jauh. Pasangan ini sekarang merencanakan penambahan 5 gerobak baru, yang akan menjadikan total usaha mereka mencapai 8 gerobak.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bersiap untuk pensiun, Silvy bersama Amar mencari peluang bisnis yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan untuk masa depan. Pada Mei 2024, setelah menghadiri pameran di Kemayoran, mereka tertarik dengan Tahu GO!, sebuah brand tahu goreng kriuk yang sudah terkenal dengan rasa yang istimewa.
"Kami sudah menyukai Tahu GO! sejak pertama kali mencobanya di Vila Melati, BSD. Rasanya berbeda, dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua," ujar Silvy.
Dengan dukungan penuh dari Amar, Silvy segera memutuskan untuk membooking tiga titik kemitraan tersebut. Mereka memilih lokasi yang strategis untuk memastikan penjualan yang optimal.
"Kami memilih tempat yang dekat dengan perumahan, kantor, dan area ramai lainnya," jelas Silvy.
![]() |
Strategi pemasaran yang efektif juga menjadi kunci keberhasilan mereka. Sekitar 80% dari penjualan mereka berasal dari offline, sementara 20% lainnya melalui online. Mereka memulai dari komunitas terdekat seperti grup WhatsApp komplek dan grup ibu-ibu.
"Kami memanfaatkan jaringan lokal terlebih dahulu dan mengandalkan word of mouth untuk memperluas pasar," tambahnya.
Peran Amar dalam manajemen keuangan dan operasional usaha juga sangat penting. Dengan keuntungan dari dua gerobak pertama, mereka berhasil melunasi biaya gerobak ketiga dan memutuskan untuk terus berkembang dengan membuka lima gerobak tambahan.
"Keuntungan dari dua gerobak pertama cukup untuk membiayai peluncuran gerobak ketiga, dan sekarang kami sangat optimis untuk segera menambah 5 gerobak lagi, sehingga totalnya menjadi 8 gerobak," kata Silvy dengan penuh kebanggaan.
Keberhasilan ini juga didukung oleh manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.
"Kami selalu berusaha memberikan kompensasi yang layak bagi karyawan, termasuk bonus, transport, BPJS, dan fasilitas kerja yang nyaman seperti kipas angin. Salah satu kunci keberhasilan kami adalah memanusiakan SDM," jelas Silvy.
Penjualan harian yang stabil, dengan rata-rata 700 pcs tahu terjual pada hari biasa dan 900 pcs di akhir pekan, serta catatan penjualan 800 pcs dalam 3 jam saat bazaar, menunjukkan betapa solidnya strategi yang mereka terapkan.
"Kami terus menjaga momentum ini dengan dukungan suami dan tim yang berdedikasi," tambah Silvy.
Foto: Dok. Tahu Go! |
Kesuksesan Silvy dan Amar ini menjadi bukti bahwa dengan perencanaan yang matang, kerja sama yang kuat, dan strategi pemasaran yang efektif, usaha kuliner bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan. Tahu GO! telah menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis mereka, menginspirasi calon pengusaha lain untuk mengikuti jejak mereka.
Sebagai informasi,Tahu GO! adalah mitra bisnis kuliner yang menawarkan peluang usaha menjanjikan dengan produk Tahu Kriuk istimewa yang terbuat dari bahan tahu pilihan dan racikan bumbu rahasia. Sebagai makanan favorit masyarakat Indonesia, Tahu GO! menghadirkan bisnis jangka panjang yang potensial dengan modal investasi rendah, harga produk terjangkau, dan manajemen yang sederhana serta mudah dijalankan.
Tahu GO! mendukung mitranya melalui dukungan penuh dalam marketing, promosi, dan pelatihan karyawan di Pusat Training Tahu GO!. Setiap gerobak menerima pengiriman tahu dan bumbu istimewa.Kemitraan ini tanpa royalti, di mana 100% keuntungan menjadi milik mitra. Tahu GO! juga telah mendapatkan sertifikasi HALAL dari Majelis Ulama Indonesia, menjadikannya pilihan tepat untuk bisnis kuliner yang menguntungkan dan didukung penuh oleh tim manajemen yang berpengalaman.
Kontak
Website: https://tahu-go.com/
Instagram:https://www.instagram.com/tahugoid/
Facebook : https://www.facebook.com/otewemajubersama/
YouTube : https://www.youtube.com/@tahugoofficial2704
Alamat: Jl. Raya Klp. Kopyor No.12A 17, RT.1/RW.2, East Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240
(Content Promotion/Tahu Go!)
Cerita Petani Tembakau, Ekonomi Meningkat-Bisa Beli Tanah Berkat Kemitraan
Dari cerita Erni, perekonomian keluarganya mengalami peningkatan setelah Suprapto ikut program kemitraan. [530] url asal
#petani #solusi-ukm #peluang-usaha
(detikFinance - SolusiUKM) 14/08/24 14:00
v/14412985/
Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menjalankan program kemitraan dengan petani melalui perusahaan pemasok yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani hingga kualitas tembakau. Kemitraan ini dijalankan di berbagai sentra pertanian tembakau, salah satunya di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Perekonomian warga yang mengikuti program kemitraan meningkat. Di antaranya ada yang menggunakan penghasilan dari pertanian tembakau untuk membeli alat produksi, membeli kendaraan untuk mendukung produktivitas, memperluas ladangnya agar semakin banyak tembakau yang ditanam, dan bahkan membangun rumah bagi keluarganya.
Salah satunya dirasakan Erni Atmiarsih (49), istri Suprapto (53) yang merupakan salah satu petani mitra pemasok Sampoerna. Erni menceritakan, suaminya bergabung dalam program kemitraan petani tembakau sejak 2016.
Saat itu, istri para petani juga mendapatkan sosialisasi terkait program kemitraan dan pertanian tembakau. Sehingga, Erni tidak kaget saat suaminya memutuskan ikut bergabung sebagai petani mitra.
"Jadi istri mendapat penjelasan soal program kemitraan. Hingga kini, saya ikut mendampingi bapak menanam tembakau," kata Erni ditemui di Wonogiri, Jawa Tengah.
Erni mengaku, program kemitraan telah memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian keluarganya.
Dari cerita Erni, perekonomian keluarganya mengalami peningkatan setelah Suprapto ikut program kemitraan. Ia bisa merenovasi rumah, membeli kendaraan, dan membuat sumur sendiri sehingga tidak bergantung orang lain.
"Perbedaannya banyak. Dulu rumah masih lantai tanah. Alhamdulillah sekarang sudah tidak. Dulu kendaraan cuma satu, sekarang sudah punya dua. Terus sumur dulunya masih ikut umum, sekarang mandiri," ungkap dia.
Di samping itu, Erni mengatakan bahwa ia dapat membiayai pendidikan anaknya juga karena hasil pertanian tembakau.
"Alhamdulillah, berkat hasil tanam tembakau, saya bisa menyekolahkan anak sampai lulus kuliah," ceritanya.
Erni juga mengamati perbedaan dari cara suaminya bertani. Jika sebelumnya sang suami mengolah tanah secara manual, sejak ikut program kemitraan, kini pengolahan tanah menjadi efisien dan efektif dengan menggunakan mesin modern.
Hal senada disampaikan Lidia Rohma Doningsih (34), istri petani tembakau Mustopa (41). Ia mengaku, suaminya ikut program kemitraan di Wonogiri dari tahun 2017.
Seperti cerita Erni, dampak program kemitraan bagi ekonomi keluarga Lidia cukup signifikan. Lidia mengatakan perekonomian keluarganya meningkat sejak suaminya ikut bergabung program kemitraan.
"Contohnya tahun 2017, dari hasil panen saat itu saya dapat membeli hewan ternak seperti sapi dan kambing," kisahnya.
Setahun berikutnya, Lidia dapat membeli mesin penggilingan beras untuk usaha kue yang ia miliki.
"Alhamdulillah, sekarang saya bisa menggiling sendiri tanpa pergi ke tempat lain," kata dia.
Tidak hanya itu, sebuah sepeda motor juga dapat ia beli dari hasil panen tahun 2019.
"Malah kemarin tahun 2023, bisa untuk membeli tanah. Jadi suami saya bisa menambah jumlah tanaman tembakau untuk tahun ini," ujarnya.
Pengolahan tanah lebih modern
Selain perekonomian yang meningkat, ungkap Lidia, perbedaan yang dirasakan sejak suaminya ikut program kemitraan pemasok Sampoerna adalah cara mengolah ladang menjadi lebih efisien dan efektif.
"Dulu, kami mengolah tanah secara manual, misalkan pakai cangkul sehingga memakan waktu berhari-hari. Sekarang pengolahan tanah menggunakan mesin cultivator yang hanya memakan waktu dua hari. Jadi bisa menghemat biaya," ujarnya.
Lidia juga mengungkapkan, selama ikut program kemitraan, suaminya mendapat alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan saat bekerja.
"APD-nya berupa topi, masker, baju lengan panjang ber-apron, sarung tangan karet, sepatu karet. Jadi dengan ini, suami saya terjaga keselamatan kerjanya," kata Lidia.
Kompak, Erni dan Lidia berharap program kemitraan petani tembakau di Wonogiri dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang lagi.
(fdl/fdl)








Foto: Dok. Tahu Go!