BOGOR, investor.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto meminta menteri, wakil menteri dan kepala badan serta lembaga agar segera tancap gas bekerja maksimal setelah dilantik pada 21 Oktober 2024 mendatang. Hal ini lantaran, transisi pemerintahan dari pemerintahan sebelumnya berjalan mulus dan lancar.
Untuk memastikan para anggota kabinet bekerja maksimal dan transisi pemerintahan mulus, Prabowo memberikan arahan dan pembekalan di retreat Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu-Kamis (16-17 Oktober 2024).
Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi Aminuddin Ma’ruf mengatakan, transisi pemerintahan Jokowi ke Prabowo berlangsung positif, sehingga tidak ada jeda waktu lagi setelah kabinet dilantik. Para menteri nanti bisa langsung bekerja.
"Pak Prabowo menekankan, komitmen beliau untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi di semua sektor yang sudah dimulai oleh pemerintahan Jokowi sebagai syarat mutlak untuk indonesia menuju great powers country,” tutur Aminuddin seusai acara pembekalan calon wakil menteri di Hambalang, Bogor, Kamis (17/10/2024).
Prabowo, kata Aminuddin, mengatakan beberapa tahapan transformasi agar Indonesia bisa menjadi negara maju serta ber-adidaya. Salah satunya menjawab tantangan global di bidang pertahanan keamanan, kemajuan teknologi, ekonomi sehingga Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain.
"Dia (Prabowo) menjabarkan dengan sangat detail. Bagaimana kekuatan bangsa yang lain, kekuatan dan kelemahan Indonesia begitu ya, kekurangan Indonesia dan diperbandingkan dengan negara-negara yang lain," jelas Aminuddin.
Sementara mantan Wali Kota Bogor Bima Arya yang turut mengikuti pembekalan pada hari itu menyampaikan pentingnya menyamakan frekuensi dan perspektif antar-anggota kabinet dari latar belakang beragam serta menekankan prioritas pemerintahan ke depan.
"Kata beliau, latar belakang anggota kabinet berbeda-beda. Ada aktivis, ada budayawan, politisi. Maka dari itu, harus disamakan frekuensinya, perspektifnya," kata Bima.
Menurutnya, pembekalan adalah satu langkah mempersiapkan transisi pemerintahan. Diharapkan, pembantu presiden yang berasal dari pelbagai latar belakang bisa memahami program-progam dan target pencapaian pemerintah ke depan.
"Karena menurut presiden terpilih yang perlu kita kuatkan adalah kebersamaan elite. Makanya kalau orang bilang ini kabinet gemuk ya memang ini adalah kabinet yang berusaha mengakomodasi semua, yang penting sekarang kan strukturnya, fungsinya koordinasi, kolaborasi itu bisa dilakukan dengan baik," pungkas Bima.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News