Bisnis.com, JAKARTA - Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto mengumumkan nama menteri dalam kabinet yang dinamai Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Berikut ini adalah daftar menteri koordinator di Kabinet Merah Putih (KMP) Prabowo-Gibran:
Budi Gunawan (Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan)
Yusril Ihza Mahendra (Menteri Koordinator Hukum dan HAM Imigrasi dan Kemasyarakatan)
Pratikno (Menteri Koordinator Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)
Abdul Muhaimin Iskandar (Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat)
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, dikabarkan total 49 menteri yang dikabarkan akan dilantik Prabowo pada malam hari ini.
Berdasarkan dokumen berjudul “Gambaran Nomenklatur Mitra AKD” dari DPR, kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka bakal ada 46 kementerian. Dari jumlah itu, ada lima kementerian koordinator (kemenko) dan 41 menteri.
Adapun, kelima kemenko itu adalah Kemenko Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kemenko Bidang Kemasyarakatan.
Namun, menurut informasi, bakal ada tujuh menteri koordinator (menko) di kabinet Prabowo. Uniknya, hal tersebut diperkuat dengan foto bersama Prabowo-Gibran, dengan para menteri saat melakukan Hambalang Retreat pada Kamis (17/10/2024).
Terdapat tujuh orang yang duduk di kursi, sejajar dengan posisi Prabowo dan Gibran. Padahal, 43 orang lainnya berdiri, bahkan ada yang jongkok di bawah. Total ada 52 orang yang berfoto termasuk, Prabowo dan Gibran.
Tujuh orang yang duduk di kursi tersebut adalah Muhaimin Iskandar, Pratikno, Erlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Yusril Izha Mahendra dan Budi Gunawan.
Presiden Prabowo dikabarkan akan melantik menteri pada malam hari ini. Budi Gunawan hingga AHY digadang-gadang akan menduduki kursi menteri koordinator. [991] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik para menteri kabinetnya di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Berdasarkan informasi terakhir yang dihimpun Bisnis, total 49 menteri yang dikabarkan akan dilantik Prabowo pada malam hari ini. Namun, posisi menteri koordinator masih menjadi teka-teki.
Berdasarkan dokumen berjudul “Gambaran Nomenklatur Mitra AKD” dari DPR, kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka bakal ada 46 kementerian. Dari jumlah itu, ada lima kementerian koordinator (kemenko) dan 41 menteri.
Adapun, kelima kemenko itu adalah Kemenko Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kemenko Bidang Kemasyarakatan.
Namun, menurut informasi, bakal ada tujuh menteri koordinator (menko) di kabinet Prabowo. Uniknya, hal tersebut diperkuat dengan foto bersama Prabowo-Gibran, dengan para menteri saat melakukan Hambalang Retreat pada Kamis (17/10/2024).
Terdapat tujuh orang yang duduk di kursi, sejajar dengan posisi Prabowo dan Gibran. Padahal, 43 orang lainnya berdiri, bahkan ada yang jongkok di bawah. Total ada 52 orang yang berfoto termasuk, Prabowo dan Gibran.
Tujuh orang yang duduk di kursi tersebut adalah Muhaimin Iskandar, Pratikno, Erlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Yusril Izha Mahendra dan Budi Gunawan.
Nama Budi Gunawan mendadak muncul di Hambalang Retreat, meskipun pada saat pemanggilan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Pusat, pada dua hari sebelumnya, tidak ada.
Budi Gunawan disebut-sebut akan mengisi posisi Menko bidang Politik dan Keamanan yang sebelumnya dipegang oleh Hadi Tjahjanto. Hadi tidak masuk dalam daftar para menteri kabinet Prabowo-Gibran.
Prediksi tersebut akan tepat usai Budi Gunawan tiba di Istana Negara menjelang pengumuman calon menteri kabinet Prabowo-Gibran pada malam hari ini.
Berdasarkan pantauan Bisnis, Budi Gunawan tiba di istana mengenakan pakaian batik. Isu mengenai BG masuk kabinet Prabowo telah santer terdengar belakangan ini.
Lebih lanjut, AHY dikabarkan bakal mengisi posisi Menko Infrastruktur. Sinyal tersebut disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Suyus Windayana.
Dia menyebutkan bahwa AHY akan tetap mengkomandoi Kementerian ATR/BPN di bawah naungan Kemenko Infrastruktur. Tak hanya AHY, Suyus sempat menyinggung Wamen ATR/BPN yakni Raja Juli Antoni bakal menjadi Menteri Kehutanan.
Di mana nantinya Kementerian kehutanan masuk dalam lingkup koordinator Menko Infrastruktur.
“Saya juga mendoakan pada bapak berdua [AHY dan Raja Juli] supaya bapak makin sukses, barokah, dimudahkan, dilancarkan dan makin akrab dengan kita. Jangan lupa masalah hutan dengan ATR bisa selesai di bawah komando pak Menko,” jelasnya dalam acara Malam Puncak Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru), di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Adapun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memastikan telah diminta untuk menjadi menko bidang Pangan dalam kabinet Prabowo.
“Iya [jadi kemenko],” kata Zulhas di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).
Menteri Perdagangan di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin itu mengatakan bahwa Prabowo menekankan agar pemerintahannya kelak terus selalu waspada terhadap tantangan pangan. Dia mengaku mendapat tugas dari Prabowo agar Indonesia dapat kembali mewujudkan swasembada pangan pada 5 tahun mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid merespons isu Ketua Umum PKB Muhaimin Islandar alias Cak Imin yang digadang-gadang menempati posisi salah satu menko di kabinet Prabowo-Gibran.
Jazilul menyampaikan bahwa penempatan posisi Ketumnya tersebut diserahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih karena itu adalah hak prerogatifnya.
“Kalau itu prerogatif Pak Prabowo,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2024).
Adapun orang dekat Presiden Jokowi, yakni Pratikno dikabarkan akan mengisi posisi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang saat ini diisi Muhadjir Effendy. Muhadjir secara terang-terangan memberikan sinyal Pratikno yang akan menggantikan.
"Pak Pratikno ini belum menggantikan saya, tapi sudah perintah-perintah," kata Muhadjir berkelakar saat diminta Pratikno untuk bernyanyi dalam peluncuran buku Jejak Bakti Untuk Negeri: Muhadjir Effendy di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Yusril Ihza Mahendra secara terang menyebutkan bahwa diminta oleh presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Menko bidang Hukum dan HAM. “Terkait di bidang hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya di Kertanegara, Senin (14/10/2024).
Terakhir, Airlangga Hartarto dikabarkan akan menduduki posisi yang sama pada saat ini, yakni Menko Bidang Perekonomian.
Daftar Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
1. Prasetio Hadi - Ketua DPP Partai Gerindra
2. Sugiono - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
3. Widiyanti Putri Wardhana - Pengusaha
4. Natalius Pigai - Pegiat HAM
5. Yandri Susanto - Wakil Ketua Umum PAN
6. Fadli Zon - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
7. Nusron Wahid - Politikus Golkar
8. Saifullah Yusuf - Sekjen PBNU
9. Mauara Sirait - Politikus Partai Gerindra
10. Abdul Kadir Karding - Politikus PKB
11. Wihaji - Wakil Ketua Umum Golkar
12. Teuku Riefky Harsya - Sekjen Partai Demokrat
13. Agus Harimurti Yudhoyono - Ketua Umum Partai Demokrat
14. Arifatul Choiri Fauzi - Muslimat NU
15. Tito Karnavian - Menteri Dalam Negeri hingga 2024
16. Zulkifli Hasan - Ketua Umum PAN/ Mendag hingga 2024
17. Satryo Soemantri Brodjonegoro - Akademisi
18. Yassierli - Akademisi
19. Yusril Ihza Mahendra - Pakar Hukum Tata Negara
20. Bahlil Lahadalia - Ketua Umum Partai Golkar/ Menteri ESDM hingga 2024
21. Abdul Mu'ti - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
22. Muhaimin Iskandar - Ketua Umum PKB
23. Agus Andriyanto - Wakapolri hingga 2024
24. Raja Juli Antoni - Sekjen DPP PSI dan Wakil Menteri LHK hingga 2024
25. Agus Gumiwang - Politisi Golkar/ Menteri Perindustrian hingga 2024
26. Pratikno - Mensesneg hingga 2024
27. Sakti Wahyu Trenggono - Menteri Kelautan dan Perikanan hingga 2024
Presiden Prabowo dikabarkan akan melantik menteri pada malam hari ini. Budi Gunawan hingga AHY digadang-gadang akan menduduki kursi menteri koordinator. [991] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik para menteri kabinetnya di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Berdasarkan informasi terakhir yang dihimpun Bisnis, total 49 menteri yang dikabarkan akan dilantik Prabowo pada malam hari ini. Namun, posisi menteri koordinator masih menjadi teka-teki.
Berdasarkan dokumen berjudul “Gambaran Nomenklatur Mitra AKD” dari DPR, kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka bakal ada 46 kementerian. Dari jumlah itu, ada lima kementerian koordinator (kemenko) dan 41 menteri.
Adapun, kelima kemenko itu adalah Kemenko Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kemenko Bidang Kemasyarakatan.
Namun, menurut informasi, bakal ada tujuh menteri koordinator (menko) di kabinet Prabowo. Uniknya, hal tersebut diperkuat dengan foto bersama Prabowo-Gibran, dengan para menteri saat melakukan Hambalang Retreat pada Kamis (17/10/2024).
Terdapat tujuh orang yang duduk di kursi, sejajar dengan posisi Prabowo dan Gibran. Padahal, 43 orang lainnya berdiri, bahkan ada yang jongkok di bawah. Total ada 52 orang yang berfoto termasuk, Prabowo dan Gibran.
Tujuh orang yang duduk di kursi tersebut adalah Muhaimin Iskandar, Pratikno, Erlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Yusril Izha Mahendra dan Budi Gunawan.
Nama Budi Gunawan mendadak muncul di Hambalang Retreat, meskipun pada saat pemanggilan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Pusat, pada dua hari sebelumnya, tidak ada.
Budi Gunawan disebut-sebut akan mengisi posisi Menko bidang Politik dan Keamanan yang sebelumnya dipegang oleh Hadi Tjahjanto. Hadi tidak masuk dalam daftar para menteri kabinet Prabowo-Gibran.
Prediksi tersebut akan tepat usai Budi Gunawan tiba di Istana Negara menjelang pengumuman calon menteri kabinet Prabowo-Gibran pada malam hari ini.
Berdasarkan pantauan Bisnis, Budi Gunawan tiba di istana mengenakan pakaian batik. Isu mengenai BG masuk kabinet Prabowo telah santer terdengar belakangan ini.
Lebih lanjut, AHY dikabarkan bakal mengisi posisi Menko Infrastruktur. Sinyal tersebut disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Suyus Windayana.
Dia menyebutkan bahwa AHY akan tetap mengkomandoi Kementerian ATR/BPN di bawah naungan Kemenko Infrastruktur. Tak hanya AHY, Suyus sempat menyinggung Wamen ATR/BPN yakni Raja Juli Antoni bakal menjadi Menteri Kehutanan.
Di mana nantinya Kementerian kehutanan masuk dalam lingkup koordinator Menko Infrastruktur.
“Saya juga mendoakan pada bapak berdua [AHY dan Raja Juli] supaya bapak makin sukses, barokah, dimudahkan, dilancarkan dan makin akrab dengan kita. Jangan lupa masalah hutan dengan ATR bisa selesai di bawah komando pak Menko,” jelasnya dalam acara Malam Puncak Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru), di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Adapun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memastikan telah diminta untuk menjadi menko bidang Pangan dalam kabinet Prabowo.
“Iya [jadi kemenko],” kata Zulhas di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).
Menteri Perdagangan di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin itu mengatakan bahwa Prabowo menekankan agar pemerintahannya kelak terus selalu waspada terhadap tantangan pangan. Dia mengaku mendapat tugas dari Prabowo agar Indonesia dapat kembali mewujudkan swasembada pangan pada 5 tahun mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid merespons isu Ketua Umum PKB Muhaimin Islandar alias Cak Imin yang digadang-gadang menempati posisi salah satu menko di kabinet Prabowo-Gibran.
Jazilul menyampaikan bahwa penempatan posisi Ketumnya tersebut diserahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih karena itu adalah hak prerogatifnya.
“Kalau itu prerogatif Pak Prabowo,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2024).
Adapun orang dekat Presiden Jokowi, yakni Pratikno dikabarkan akan mengisi posisi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang saat ini diisi Muhadjir Effendy. Muhadjir secara terang-terangan memberikan sinyal Pratikno yang akan menggantikan.
"Pak Pratikno ini belum menggantikan saya, tapi sudah perintah-perintah," kata Muhadjir berkelakar saat diminta Pratikno untuk bernyanyi dalam peluncuran buku Jejak Bakti Untuk Negeri: Muhadjir Effendy di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Yusril Ihza Mahendra secara terang menyebutkan bahwa diminta oleh presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Menko bidang Hukum dan HAM. “Terkait di bidang hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya di Kertanegara, Senin (14/10/2024).
Terakhir, Airlangga Hartarto dikabarkan akan menduduki posisi yang sama pada saat ini, yakni Menko Bidang Perekonomian.
Daftar Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
1. Prasetio Hadi - Ketua DPP Partai Gerindra
2. Sugiono - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
3. Widiyanti Putri Wardhana - Pengusaha
4. Natalius Pigai - Pegiat HAM
5. Yandri Susanto - Wakil Ketua Umum PAN
6. Fadli Zon - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
7. Nusron Wahid - Politikus Golkar
8. Saifullah Yusuf - Sekjen PBNU
9. Mauara Sirait - Politikus Partai Gerindra
10. Abdul Kadir Karding - Politikus PKB
11. Wihaji - Wakil Ketua Umum Golkar
12. Teuku Riefky Harsya - Sekjen Partai Demokrat
13. Agus Harimurti Yudhoyono - Ketua Umum Partai Demokrat
14. Arifatul Choiri Fauzi - Muslimat NU
15. Tito Karnavian - Menteri Dalam Negeri hingga 2024
16. Zulkifli Hasan - Ketua Umum PAN/ Mendag hingga 2024
17. Satryo Soemantri Brodjonegoro - Akademisi
18. Yassierli - Akademisi
19. Yusril Ihza Mahendra - Pakar Hukum Tata Negara
20. Bahlil Lahadalia - Ketua Umum Partai Golkar/ Menteri ESDM hingga 2024
21. Abdul Mu'ti - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
22. Muhaimin Iskandar - Ketua Umum PKB
23. Agus Andriyanto - Wakapolri hingga 2024
24. Raja Juli Antoni - Sekjen DPP PSI dan Wakil Menteri LHK hingga 2024
25. Agus Gumiwang - Politisi Golkar/ Menteri Perindustrian hingga 2024
26. Pratikno - Mensesneg hingga 2024
27. Sakti Wahyu Trenggono - Menteri Kelautan dan Perikanan hingga 2024
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan kepada calon wakil menterinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/10/2024). Pesan yang disampaikan mulai dari cara berkomunikasi dengan media hingga antisipasi situasi global serta geopolitik.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya menjadi salah satu politisi yang didapuk Prabowo sebagai calon wamen. Dia hadir pada pembekalan calon wamen di Hambalang, setelah sehari sebelumnya juga hadir di rumah Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Bima menyebut salah satu arahan presiden terpilih kepada para peserta pembekalan di Hambalang adalah cara berkomunikasi dengan media massa.
"Presiden terpilih ingin kita semua ramah, friendly terhadap media, menyampaikan sesuatu secara jelas dan terukur dan dengan data. Kira-kira begitu," ujarnya kepada wartawan, dikutip Jumat (18/10/2024).
Mantan Wali Kota Bogor itu lalu mengungkap bahwa para calon wamen diberikan pembekalan tentang bagaimana pemimpin dunia berkomunikasi dengan media.
"Tadi disuguhkan berbagai macam contoh bagaimana Boris Johnson [mantan Perdana Menteri Inggris] menghadapi media, bagaimana kepala begara lain ada contoh yang buruk ada contoh yang baik," paparnya.
Selain itu, Politisi Partai Golkar Lodewijk F. Paulus menyebut para calon wamen Prabowo mendapatkan pembekalan terkait dengan situasi global yang berpotensi berpengaruh kepada kondisi nasional. Salah satunya berkaitan dengan tensi geopolitik di sejumlah kawasan.
"Itu penting apa yang terjadi di Ukraina, di Timur Tengah tentunya mempengaruhi langkah-langkah kita ke depan," kata mantan Sekjen Partai Golkar itu.
Lodewjik juga menyebut Prabowo memberikan pembekalan soal tantangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta kerja tim atau teamwork.
Menurutnya, tujuan kegiatan bernama 'Hambalang Retreat' itu bertujuan agar para calon menteri, wamen dan kepala lembaga saling mengenal satu sama lain.
Untuk diketahui, Prabowo memanggil calon menteri dan wakil menteri serta kepala lembaga ke rumahnya di Kertanegara, Jakarta Selatan pada 14-15 Oktober 2024. Kemudian, para calon anggota kabinet hadir untuk pembekalan di Hambalang pada 16-17 Oktober 2024.
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dijadwalkan untuk membaca sumpah jabatan di Gedung MPR 20 Oktober mendatang.
Total ada 14 calon menteri dan wakil menteri atau kepala badan dari Partai Gerindra. Sedangkan Golkar ada 11 kadernya yang bakal masuk kabinet Prabowo Halaman all [652] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Selama dua hari Presiden RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto memanggil para calon menteri dan calon wakil menteri atau kepala badan, yakni 14-15 Oktober 2024.
Total, ada 49 orang calon menteri dipanggil menghadap Prabowo di kediamannya, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Senin (14/10/2024).
Kemudian, total ada 59 orang calon wakil menteri dan kepala badan yang dipanggil oleh Prabowo pada Selasa (15/10/2024).
Dari proses yang berlangsung selama dua hari tersebut, Partai Gerindra dan Golkar menjadi partai politik (parpol) dengan kandidat calon menteri dan wakil menteri terbanyak.
Partai Gerindra memiliki enam calon menteri yang dipanggil pada 14 Oktober 2014. Sedangkan Golkar menjadi parpol terbanyak yang memiliki calon menteri, yakni sebanyak delapan orang.
Namun, calon wakil menteri (wamen) atau kepala badan dari Gerindra jauh lebih banyak daripada Golkar. Partai Besutan Prabowo tersebut memiliki delapan calon wamen. Sedangkan Golkar hanya tiga.
Apabila dijumlahkan, ada 14 kader Partai Gerindra dan 11 kader Partai Golkar yang bakal masuk dalam kabinet yang dibentuk Prabowo.
Sementara itu, partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lainnya tercatat memiliki jatah kandidat yang lebih sedikit dari Gerindra dan Golkar.
Sebut saja Partai Demokrat yang memiliki tiga calon menteri dan satu calon wamen. Lalu, Partai Amanat Nasional (PAN) yang tercatat ada dua calon menteri dan dua calon wamen.
Kemudian, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendapat jatah satu calon menteri dan dua calon wamen. Lalu, Partai Gelora dengan dua calon wamen; Prima satu calon wamen; dan Partai Garuda satu calon wamen.
Diketahui, Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, Garuda, Prima, dan Gelora tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sejak awal mengusung Prabowo-Gibran.
Namun, tak hanya parpol yang sejak awal berkeringat memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, parpol yang baru bergabung setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI juga diakomodasi oleh Prabowo dalam susunan kabinetnya.
Tercatat ada dua kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang turut dipanggil sebagai calon menteri dan satu calon wamen.
Kemudian, ada satu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipanggil sebagai calon wamen atau kepala badan. Lalu, satu calon wamen yang berasal dari Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak nampak mengirimkan kadernya sebagai calon menteri atau calon wakil menteri rupanya mengusulkan Guru Besar ITB Yassierli menjadi calon menteri Prabowo.
Oleh karena itu, hanya Partai Nasdem yang belum mengusulkan kadernya untuk menjadi calon menteri dan calon wamen atau kepala badan.
Berdasarkan rangkuman Kompas.com, berikut daftar calon menteri dari parpol yang dipanggil Prabowo pada 14 Oktober 2024:
Gerindra:
Lettu (Purn) Sugiono
Maruarar Sirait
Fadli Zon
Prasetyo Hadi
Rachmat Pambudy
Supratman Andi Agtas
Golkar:
Bahlil Lahadalia
Wihaji
Nusron Wahid
Maman Abdurrahman
Dito Ariotedjo
Meutya Hafid
Airlangga Hartarto
Agus Gumiwang
Demokrat:
Mayor (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono
Teuku Riefky Harsya
Letkol (Purn) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara
PAN:
Zulkifli Hasan
Yandri Susanto
PSI:
Raja Juli Antoni
PKB: Muhaimin Iskandar Abdul Kadir Karding
PKS:
Prof. Yassierli.
Berikut daftar calon wamen atau kepala badan dari parpol yang dipanggil Prabowo pada 15 Oktober 2024:
Bisa saja para tokoh itu dirintangi aneka hal tak terduga, bahkan sekecil sampah yang bisa membuat siapa saja terpeleset dan jatuh. Halaman all [1,014] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Kediaman presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Nomor IV, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi pusat perhatian publik pada Senin (14/10/2024) siang hingga malam hari.
Sebanyak 49 tokoh datang dan pergi silih berganti. Mereka memenuhi undangan Prabowo untuk diberikan penugasan sebagai menteri dalam Kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029.
Kader Partai Gerindra Prasetio Hadi menjadi tokoh pertama yang tiba di rumah Prabowo. Disusul tokoh partai politik lain, di antaranya yakni, Yandri Susanto dari PAN, Nusron Wahid dari Golkar, Abdul Kadir Karding dari PKB, Agus Harimurti Yudhoyono dari Demokrat, dan Raja Juli Antoni dari PSI.
Tokoh di luar partai politik yang turut dipanggil, antara lain eks komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, pengusaha Widiyanti Putri Wardhana, Mendagri saat ini Tito Karnavian, Wakapolri saat ini Komjen (Pol) Agus Andrianto, Veronica Tan, serta Mensesneg saat ini Pratikno.
Pola para calon menteri itu datang dan masuk ke rumah Prabowo seperti telah diatur. Mereka turun dari kendaraan sekitar 25 meter dari gerbang, lalu berjalan kaki masuk ke rumah Prabowo dengan disorot puluhan kamera jurnalis. Sekilas seperti peragaan busana.
Di dalam gerbang, Ajudan Prabowo, Mayor Teddy Indra Jaya yang mengenakan kemeja putih menyambut para tokoh yang kompak memakai baju batik. Mayted-sapaan netizen-kemudian mengantar para tokoh itu sampai ke pintu utama rumah yang dindingnya berkelir putih itu.
Setelah bertemu Prabowo, para tokoh berjalan kaki melalui lintasan yang sama menuju kendaraannya. Bedanya, mereka berhenti di depan gerbang terlebih dulu untuk menjawab rasa penasaran publik yang diwakili para insan pers.
Antara Foto / Aprillio Akbar Presiden Terpilih Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). Prabowo akan kembali melanjutkan memanggil sejumlah tokoh yang akan menjadi calon menteri dan calon wakil menteri/kepala lembaga negara untuk pemerintahan baru ke depan pada Selasa (15/10). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt.
Bisa saja terpeleset lalu jatuh
Proses para calon menteri itu turun dari kendaraannya lalu berjalan kaki hingga masuk ke dalam rumah Prabowo, disadari atau tidak, menjadi momen yang krusial.
Dalam skenario hidup yang terkadang tak sesuai rencana, bisa saja para tokoh itu dirintangi aneka hal tak terduga, bahkan sekecil sampah yang bisa membuat siapa saja terpeleset dan jatuh. Siapa yang berani bilang tidak mungkin?
Toh, ada fakta yang mengatakan bahwa sampah udara menjadi penyebab 40 persen kematian manusia di dunia.
Tetapi para calon menteri itu tidak perlu khawatir, skenario terburuk itu berhasil diatasi oleh Jaya (30), Dami (38), dan Sutra (48). Ya, ketiganya adalah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Orang Jakarta biasa menyebutnya, Pasukan Oranye.
Sore itu, mereka memang bertugas membersihkan sepanjang Jalan Kertanegara, termasuk di depan rumah Prabowo. Aneka sampah, seperti daun kering, puntung rokok, hingga plastik bekas kemasan makanan, yang bisa membuat orang terpeleset dan jatuh, tak luput dari sapu lidi panjangnya.
"Berhubung di situ (Jalan Kertanegara, depan rumah Prabowo) kotor, makanya kami ke situ," ucap Jaya saat dijumpai Kompas.com saat sedang beristirahat di Taman Sriwijaya, sekitar 100 meter dari rumah Prabowo, Senin sore.
Ia sekaligus menyampaikan bahwa aktivitasnya menyapu di depan rumah sang presiden terpilih, bukanlah pesanan. Keberadaan Jaya dkk di sana memang tugas sehari-hari.
Jaya, Dami, dan Sutra pun tak mengetahui persis apa yang sebenarnya terjadi di balik keriuhan di depan rumah Prabowo itu. Hal yang ada di benak mereka hanyalah sebatas rumah Prabowo kedatangan orang penting. Itu saja.
"Ya namanya kami rakyat paling bawah, enggak mengerti kayak begitu-begitu. Orang-orangnya yang datang juga enggak kenal," ujar Dami seraya menyeruput es teh manis seharga Rp 3.000.
Mereka juga mengingat betul pesan dari atasan untuk membatasi diri terhadap dunia politik. Apalagi, pekerjaannya sebagai tukang sapu jalanan tak berkaitan langsung dengan tokoh sekelas Kepala Negara maupun menteri, melainkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Tugas kami mah menyapu saja deh. Yang penting bersih lokasi kami. Mau itu rumah siapa kek, ya disapu saja sudah," celetuk Sutra seraya tertawa kecil.
Hanya saja, diakui bahwa keramaian itu membuat ayunan sapu Jaya, Dami, dan Sutra sedikit melambat. Mereka tak enak hati apabila sapuannya membuat debu-debu jalanan terangkat dan mengganggu orang-orang penting yang datang.
Minimal, Jaya, Dami, dan Sutra membantu menghalau para calon menteri itu dari gangguan. Tinggal selanjutnya para calon menteri sendiri itulah yang mesti menyelamatkan diri sendiri dari rintangan sebenarnya. Apalagi kalau bukan korupsi.
KOMPAS.com/ Tatang Guritno Mensesneg Pratikno di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).
Asa bagi pemimpin negara
Meski tidak memahami keramaian itu adalah bagian akhir dari seleksi calon menteri yang akan menjalankan program pemerintahan ke depan, terselip asa di hati para penyapu jalan tentang kehidupan yang lebih baik.
Harga bahan pangan diharapkan turun, lapangan pekerjaan diharapkan dapat terbuka lebar. Hal lain yang mengusik mereka saban penghujung tahun adalah perihal kontrak kerja yang bisa saja diputus.
"Semua PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) pasti deg-degan tiap akhir tahun. Kami enggak tahu apakah masih akan dipakai tahun depan atau enggak," kata Dami.
Nasib mereka ditentukan oleh absensi, kinerja sepanjang tahun, dan tentunya faktor yang paling dibenci oleh rakyat yang tidak memiliki kuasa: Titipan orang dalam. Sebagai kepala keluarga, mereka sangat bergantung pada pekerjaan ini.
"Kalau sampai diputus kontraknya, kami lemas. Enggak ada Jaminan Hari Tua (JHT), cuma ada BPJS Ketenagakerjaan," lanjut Dami.
Harapan Jaya, Dami, dan Sutra tentunya juga menjadi harapan yang sama dari rakyat Indonesia. Tinggal waktu yang akan menjawab mampukah pemerintah mendatang menjawab tantangan?
Selamat menabur harapan, wahai rakyat Indonesia. Selamat bekerja pula para pemimpin bangsa.
Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan dirinya diminta Presiden Terpilih Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di kabinet Prabowo-Gibran.
"Tadi Pak Prabowo menyampaikan memberikan amanah kepada saya untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Insya Allah saya didampingi oleh wakil menteri," ujar Mu'ti kepada wartawan dilansir dari Antara, Senin (14/10/2024).
Prabowo, kata Mu'ti, menyampaikan agar memajukan pendidikan Indonesia karena sejatinya pendidikan menjadi kunci untuk membangun bangsa.
Senada dengan Prabowo, dia juga menyatakan ingin menjadikan pendidikan sebagai gerakan untuk mencerdaskan Indonesia Raya yang berkemajuan.
"Tadi beliau menyampaikan beberapa hal untuk bagaimana saya bisa bekerja sebaik-baiknya. Saya bercanda tadi, tidak perlu pantun ya saat ini karena pantunnya sudah disampaikan waktu bapak menyampaikan visi misi di Muhammadiyah Surabaya," katanya.
Disinggung perihal Kemendikbudristek yang bakal dipecah, dia menyatakan tidak tahu-menahu dan hanya diberi amanah untuk menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Saya tidak tahu, tetapi saya diberi amanah oleh beliau untuk menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," katanya.
Sebelumnya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto memanggil sejumlah tokoh yang diyakini akan menjadi calon menteri untuk pemerintahan baru ke depan ke kediaman pribadinya Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, Senin sore (14/10/2024), untuk menyampaikan langsung penugasan-penugasan mereka serta memberikan arahan-arahan.
Nama-nama tokoh yang diyakini mendapatkan penugasan sebagai menteri kabinet Prabowo-Gibran, antara lain Prasetyo Hadi, Sugiono, Widiyanti Putri Wardhana, Natalius Pigai, Yandri Susanto, dan Fadli Zon.
Selain itu, ada Nusron Wahid, Saefullah Yusuf, Maruarar Sirait, Abdul Kadir Karding, Wihaji, Teuku Riefky Harsya, Agus Harimurti Yudhoyono, Arifatul Choiru Fauzi, Yassierli, Satryo Soemantri, Tito Karnavian, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, dan Abdul Mu’ti.