#30 tag 24jam
AI Timbulkan Diskriminasi pada Pekerja Perempuan
Institute of Management Development atau IMD menyebut kecerdasan buatan alias AI bisa mengancam lapangan pekerjaan. [280] url asal
(Katadata - DIGITAL) 24/09/24 17:32
v/15497208/
Institute of Management Development atau IMD menyebut kecerdasan buatan alias AI bisa mengancam lapangan pekerjaan. Automasi pekerjaan ini lebih mengancam pekerja perempuan dibanding laki-laki.
“Data Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO) menunjukkan perbedaan gender ternyata memberi dampak berbeda akibat implementasi AI dan otomatisasi pekerjaan,” kata siaran pers, Selasa (24/9).
Data ini menunjukkan perempuan di negara maju (7,9%) lebih terdampak otomatisasi pekerjaan dengan AI ketimbang laki-laki (2,9%). Sementara di negara berkembang, perempuan (2,7%) pun lebih terdampak AI ketimbang pria (1,3%).
Riset ini juga menunjukkan AI bakal menggantikan 5,5% pekerjaan di negara berpendapatan tinggi dan hanya kurang dari 0,4% di negara berpendapatan rendah. Hal ini lantaran akses teknologi lebih terbatas di negara berpendapatan rendah.
Riset IMD juga menunjukkan 12% eksekutif di 67 negara mengaku AI sudah menggantikan sebagian pekerjaan, sehingga bisa mengurangi jumlah karyawan. Di sisi lain, 7% eksekutif berpikir AI menyebabkan karyawan membatasi kerja pada batas minimum (quiet quitting) atau memilih pensiun dini.
Diskriminasi Mengurangi Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang
Responden yang berpikir AI bisa menggantikan karyawan, ternyata menunjukkan peningkatan diskriminasi, seperti pada pekerja perempuan. Direktur IMD World Competitiveness Center, Arturo Bris, bilang perlu ada evaluasi ulang soal keadilan dan akuntabilitas algoritma AI untuk perekrutan, promosi, dan evaluasi kinerja karyawan.
Peningkatan diskriminasi ini, menurut Bris, bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pasalnya, daya saing suatu negara bisa berkurang karena tenaga kerja asing yang berkualitas tidak tertarik masuk ke negara diskriminatif. Sehingga, korporasi-korporasi besar kesulitan mendapat variasi SDM dan talenta yang dibutuhkan
“Pencegahan ini perlu dilakukan agar tak berkembang menjadi gejolak sosial dan berdampak kemampuan suatu negara untuk menarik talenta asing. Kurangnya daya tarik ini ujungnya akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi,” kata Bris.
6 Penyebab Pelanggaran Hak di Bidang Pendidikan - kumparan.com
Apa penyebab pelanggaran hak di bidang pendidikan? Beberapa di antaranya adalah faktor kemiskinan, diskriminasi, dan persepsi budaya. [389] url asal
#pendidikan #diskriminasi #kebijakan
(Kumparan.com) 20/09/24 17:29
v/15295892/
Apa penyebab pelanggaran hak di bidang pendidikan? Pelanggaran hak di bidang pendidikan adalah situasi saat seseorang atau kelompok tidak mendapatkan kesempatan atau akses yang setara untuk memperoleh pendidikan.
Padahal pendidikan adalah hak dasar yang dijamin oleh banyak konstitusi dan perjanjian internasional. Termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Konvensi Hak Anak, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan.
Berdasarkan buku Metodologi Penelitian (Sebuah Pengantar Bidang Pendidikan), Hendri Siregar, Fauzi Fahmi, (2014), pelanggaran hak di bidang pendidikan terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, setara, dan aksesibel sesuai dengan hak asasi mereka.
Lantas, apa penyebab pelanggaran hak di bidang pendidikan? Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pelanggaran hak di bidang pendidikan. Berikut adalah enam hal yang menjadi penyebabnya.
Kemiskinan adalah salah satu penyebab utama pelanggaran hak dalam pendidikan. Banyak anak dari keluarga miskin tidak dapat melanjutkan pendidikan karena tidak mampu membayar biaya sekolah, membeli buku, seragam, atau biaya transportasi.
Selain itu, beberapa anak terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, sehingga hak mereka untuk mendapatkan pendidikan terabaikan.
Di beberapa daerah, terutama di wilayah terpencil, minimnya infrastruktur pendidikan, seperti gedung sekolah, sarana transportasi, serta fasilitas, yang memadai menyebabkan anak-anak kesulitan mendapatkan akses ke pendidikan yang layak.
Di beberapa daerah, anak perempuan lebih sulit mendapatkan akses pendidikan dibandingkan anak laki-laki karena pandangan sosial atau tradisi yang masih membatasi peran perempuan dalam masyarakat. Diskriminasi berbasis agama atau etnis juga menyebabkan beberapa kelompok masyarakat terpinggirkan dalam akses pendidikan.
Wilayah yang dilanda konflik atau ketidakamanan seperti perang atau kekerasan dapat menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, dihancurkan, atau tidak beroperasi secara efektif. Anak-anak yang tinggal di daerah konflik terhambat untuk mendapatkan hak pendidikan mereka karena harus mengungsi atau terisolasi dari layanan pendidikan.
Beberapa kebijakan pendidikan yang tidak berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat dapat menyebabkan pelanggaran hak di bidang pendidikan. Misalnya, kebijakan yang tidak mendukung pendidikan atau kurangnya perhatian terhadap kualitas pendidikan di wilayah terpencil dapat menyebabkan ketidakmerataan akses pendidikan.
Kurangnya pemahaman atau kesadaran dari orang tua atau masyarakat tentang pentingnya pendidikan juga bisa menjadi penyebabnya. Di beberapa tempat, pendidikan tidak dianggap sebagai prioritas, dan anak-anak dibiarkan bekerja atau menikah dini tanpa mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan.
Keenam faktor di atas menunjukkan bahwa pelanggaran hak di bidang pendidikan dapat disebabkan oleh berbagai aspek. Jadi, apa penyebab pelanggaran hak di bidang pendidikanbisa berasal dari aspek ekonomi, sosial, budaya, serta kebijakan dan kondisi geografis. (DNR)
Migrasi ke Amerika Serikat, Cari Cuan atau Hindari Diskriminasi? - kumparan.com
Saya merenung, mengapa banyak orang mau jadi emigran ke Amerika. Mau cari uang mungkin salah. Makanan mahal, apa saja mahal. [941] url asal
#migrasi #saya #diskriminasi #cuan #dokter #pedagang
(Kumparan.com - News) 09/07/24 09:53
v/10179527/
Zaman saya lagi ranai-ranainya industri migas, dua kawan saya bekerja di KPS. Satu kawan sekelas dan yang satu lagi pendahulu saya sebelum masuk migas. Mereka berdua kakak beradik, sebelum saya masuk migas--si adik sudah lama berkecimpung di dunia migas.
Saya ingat dulu ada dua cara pengangkatan dokter KPS (Kontraktor Production Sharing). Satu lewat Jakarta dan lewat Singapura, yang lewat Jakarta dibayar rupiah, sedangkan yang lewat Singapura dibayar US dolar.
Point of origin artinya kota asal kelahiran (karyawan atau istri) atau kota tempat pengangkatan. Gaji yang dolar lebih banyak dari yang rupiah. Saya kurang paham bagaimana status kawan saya yang adik itu. Lihat dari gayanya nampaknya dolar. Dia bolak balik Singapura dan Amerika.
Saya masih buta sama sekali mengenai pranata itu, setelah berapa lama saya baru tahu kalau dia sudah migrasi ke Amerika. Dapat green card, kartu hijau, yang secara resmi dikenal sebagai kartu penduduk tetap, yang mana artinya itu adalah dokumen identitas yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki izin tinggal tetap di Amerika Serikat. Pemegang kartu hijau secara resmi dikenal sebagai lawful permanent residents.
Si kakak di Indonesia mengelola rumah sakit atau klinik bertempat tidur KPS Amerika. Tata caranya seperti pelayanan dokter keluarga Tidak semua pasien menemui dokter. Mereka disaring oleh seorang perawat senior, saya menggantikan dia di lapangan sementara dia bertugas di kantor Jakarta. Secara berkala dia melakukan site visit.
Setelah tiga tahun saya diundang kawan saya di KPS lain. BPPKA Pertamina melarang dokter pindah KPS, karena saya punya hubungan baik dengan dokter BPPKA. Saya diperbolehkan pindah KPS, sekarang saya tahu kalau gaji saya rendah. Di KPS baru gaji saya beberapa kali terlebih lagi ongkos tiket pesawat bolak balik Jakarta Balikpapan dibayar perusahaan.
Di Perusahaan baru saya bisa commuter, artinya saya 2 minggu di lapangan dan 2 minggu di rumah Jakarta. Ketika off saya mencari rumah si kakak. Ternyata penghuni adalah orang lain, rumah sudah dijual dan beliau sudah migrasi ke AS . Saya berusaha dapat kontaknya, dan ternyata dia tinggal di San Diego, AS bagian selatan.
Menjelang 1998 saya dapat undangan pertemuan perusahaan asuransi di California AS. Pengawasan sangat ketat, name tag selalu diperiksa di setiap sesi. Peserta adalah pengusaha asuransi kesehatan di seluruh Amerika dan perusahaan yang sedang mencari provider untuk karyawannya.
Ada pembicara seorang wanita lulusan Harvard yang ceramahnya berapi-api. Mengapa asuransi tidak mau menanggung pengobatan tradisional? Padahal jumlah uang yang dikeluarkan oleh masyarakat Amerika untuk itu sama banyaknya dengan yang dipakai untuk pengobatan modern. Apa karena pengobatan tradisional tidak berkhasiat? Pengobatan modern juga belum tentu berkhasiat. Yang penting uangnya lewat asuransi. Hebat benar pemikiran wanita itu.
Saya telepon si kakak. Menurut jawabannya ditelepon kalau saya akan dijemput. Keesokan harinya saya dijemput di hotel, pakai Mercedes Benz punya si adik. Hebat sekali si adik ini. Apa usaha mereka di Amerika? Ternyata pompa bensin yang merupakan pekerjaan kotor.
Orang Amerika tidak suka pekerjaan ini, mereka serahkan kepada pekerja asing seperti orang Asia dan Timur Tengah. Di sana tidak ada tukang bensin. Sopir harus mengisi sendiri, baru bayar di loket yang tertutup rapat jauh dari pompa.
Saya lihat nozzlenya beda dengan di Indonesia. Karetnya lebih rapat dari pompa kita. Pompa ada di perempatan jalan, masing-masing ada satu. Semua berasal dari perusahaan yang berbeda, tiap pompa ada warung kecil jual makanan dan minuman ringan.
Pompa milik kakak adik itu mempekerjakan dua orang Indonesia. Sore hari karyawan itu bikin laporan dengan catatan kecil mengenai omzet hari itu si adik yang dokter bilang kalau dokter praktik tak sebanyak ini. Pembayaran semua digital.
Malam saya nginap di rumah adik yang bujang. Si kakak, istri, dan anaknya di rumah seberang tidak jauh dari situ, yang saya amati perilaku di adik dia selalu mematikan lampu kamar setelah selesai keperluannya. Saya pikir hemat energi, Amerika punya minyak namun tidak diproduksi. Dia lebih senang ngambil minyak dari Timur Tengah. Ketika minyak dunia habis Amerika masih punya cadangan. Amerika curang.
Agak siang saya inspeksi bersama kakak, kami menemukan puntung rokok dekat tangki. Wah bahaya juga pompa ini. Yah kata kakak, kami harus gaji lawyer. Pelanggan yang kepleset bisa menuntut pengusaha. Asuransi kebakaran juga perlu lawyer untuk meyakinkan kebakaran terjadi secara alami.
Nanti sama adik akan lihat pompa lain yang dikelola orang Yordan. Orang Yordan itu nawari saya minum dan ambil kue dari dagangannya, saya tak tahu harus bayar atau tidak. Paling aman saya tolak saja secara halus.
Si adik ada pembicaraan dengan bos pompa itu, rupanya si adik jadi konsultan perusahaan lain soal izin, pajak, dan lain-lain. Tak lama kemudian kami mendatangi lawyer, pembicaraannya agak lama. Saya menunggu di ruang tamu saja. Saya tidak diperkenalkan kepada lawyer. Saya tak tahu tata kramamya.
Sorenya saya diantar pulang sambil mampir di satu rumah di mana banyak orang Indonesia berkumpul. Rupanya diaspora itu punya komunitas di mana-mana.
Saya diantar sampai hotel. Esok harinya Sabtu, jalan sepi sekali. Hari libur selalu dimanfaatkan oleh orang Amerika. Ke restoran hotel tadinya mau makan, saya lihat harganya Rp 350.000 sekali makan. Wah kebanyakan bukan makanannya, tapi uangnya. Saya coba jalan kaki di jalan yang sepi. Ada satu gerobak makanan berhenti. Rupanya jual hot dog. Dari bahasanya saya dengar dia Hispanik, saya tanya bagaimana berusaha gerobak dorong seperti? Izin tak gampang ada kursus, pajak, dan lain-lain. Dia menunjuk ke izin yang tertempel di gerobaknya.
Saya tak tahu kapan kita ngajari warung jalanan seperti itu.
Saya merenung, mengapa banyak orang mau jadi emigran ke Amerika. Mau cari uang mungkin salah. Makanan mahal, apa saja mahal. Mestinya saya harus pakai pikiran Amerika. Si Adik bilang jual bensin lebih menguntungkan dari pada praktik dokter.
Mau bilang mau meninggalkan rasialisme. Amerika juga sangat rasialis. Ketika Obama jadi Presiden baru orang sadar kalau Amerika meninggalkan rasialisme. Jika Presiden Indonesia adalah orang keturunan baru bebas rasialisme.
Mengapa Terkadang Kita Memberikan Pandangan Positif pada Orang Good Looking? - kumparan.com
Artikel ini membahas mengapa penampilan fisik mempengaruhi persepsi kita, dampak bias kecantikan dalam karir dan hubungan sosial, serta cara mengurangi penilaian tidak adil berdasarkan penampilan. [611] url asal
#mengapa #terkadang #pandangan #kita #pasangan #penampilan #stereotip #psikologi #hubungan #karier #sosial #diskriminasi #wanita #pria #orang #positif
(Kumparan.com - News) 09/07/24 05:48
v/10155846/
Penampilan fisik sering kali menjadi faktor yang mempengaruhi persepsi kita terhadap kepribadian dan perilaku seseorang. Tanpa kita sadari, kita cenderung membuat asumsi dan penilaian berdasarkan penampilan seseorang, yang bisa menyebabkan stereotip dan bias. Lalu, mengapa hal ini terjadi? Dan apa dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks karier dan hubungan sosial?
Penampilan fisik memainkan peran penting dalam bagaimana kita memandang orang lain. Bentuk tubuh tertentu, seperti tipe tubuh endomorf (bulat) atau ektomorf (kurus), sering kali dikaitkan dengan ciri-ciri kepribadian tertentu. Misalnya, orang dengan tipe tubuh endomorf mungkin dianggap lebih tua, lebih kuno, atau lebih malas, meskipun penilaian ini tidak selalu akurat.
Cara kita melihat orang lain dapat mempengaruhi kesan awal kita terhadap mereka, yang kemudian membentuk persepsi kita tentang karakter, sikap, dan bahkan kompetensi mereka. Standar kecantikan yang ditetapkan oleh masyarakat dan norma budaya juga berperan besar dalam membentuk persepsi kita tentang kepribadian berdasarkan penampilan fisik. Menyadari dampak bias dan stereotip ini sangat penting untuk mendorong interaksi yang adil dan tidak bias dengan orang lain.
Efek halo adalah bias kognitif di mana persepsi kita secara keseluruhan tentang seseorang dipengaruhi oleh satu sifat atau karakteristik yang menonjol. Ketika seseorang dianggap menarik, kita cenderung mengaitkan mereka dengan sifat-sifat positif lainnya, seperti prososialitas, kesehatan, dan dominasi. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang menarik lebih mungkin dinilai positif untuk berbagai sifat ini, menunjukkan betapa kuatnya efek halo dalam penghakiman berdasarkan penampilan fisik.
Paparan media memainkan peran penting dalam membentuk pandangan kita tentang penampilan dan perilaku fisik. Media tidak hanya menampilkan standar kecantikan yang tinggi tetapi juga membentuk perilaku dan sikap kita terhadap penampilan. Diskusi tentang konten media dengan teman dapat mempengaruhi keterlibatan remaja dalam perilaku seksual penampilan melalui persepsi mereka terhadap cita-cita penampilan.
Teman sebaya juga berperan dalam penerimaan remaja terhadap nilai-nilai berbasis media, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka terkait dengan penampilan fisik.
Penampilan menarik juga memiliki dampak signifikan terhadap peluang karier seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang dianggap lebih menarik lebih mungkin dipertimbangkan untuk wawancara kerja dibandingkan dengan mereka yang kurang menarik. Dalam konteks peluang karier, daya tarik dapat secara positif mempengaruhi kemampuan kerja dengan meningkatkan kemungkinan diundang untuk wawancara.
Namun, ada perbedaan gender dalam bagaimana daya tarik mempengaruhi prospek karier. Misalnya, untuk kandidat pria, dikelilingi oleh pria menarik lainnya dapat mengurangi peluang mereka untuk diwawancarai, menunjukkan efek relatif ini tidak signifikan untuk kandidat perempuan.
Pengalaman pribadi dan latar belakang budaya kita juga membentuk bagaimana kita memandang penampilan dan perilaku fisik. Interaksi masa lalu dan umpan balik yang diterima dapat mempengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan orang lain. Budaya yang berbeda memiliki cita-cita kecantikan dan norma yang berbeda-beda mengenai perilaku, yang mempengaruhi perspektif individu.
Interaksi antara pengalaman pribadi dan latar belakang budaya dapat menyebabkan persepsi yang beragam dalam masyarakat. Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada pengembangan masalah citra tubuh dan harapan masyarakat. Memahami bagaimana pengalaman pribadi dan latar belakang budaya mempengaruhi persepsi sangat penting dalam mempromosikan citra tubuh positif dan kepekaan budaya.
Membuat penilaian berdasarkan penampilan fisik dapat menyebabkan masalah etika karena mungkin tidak mencerminkan karakter atau kebajikan seseorang yang sebenarnya. Bias ini dapat mengakibatkan perlakuan yang tidak adil, diskriminasi, dan prasangka terhadap individu semata-mata berdasarkan penampilan mereka.
Cara Mengurangi Bias dalam Penilaian Berdasarkan Penampilan Fisik:
Penampilan fisik memiliki dampak yang besar pada bagaimana kita memandang orang lain, mempengaruhi persepsi kita terhadap kepribadian, perilaku, dan bahkan peluang karier mereka. Efek halo, pengaruh media, dan pengalaman pribadi serta latar belakang budaya semuanya berkontribusi pada penilaian kita.
Namun, penting untuk menyadari dan mengurangi bias ini untuk mempromosikan interaksi yang lebih adil dan tidak bias. Dengan fokus pada karakter dan tindakan, serta mendorong inisiatif keragaman dan inklusi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih etis dan adil bagi semua orang.