Saat ini, mengirim lamaran kerja bisa dengan mudah melalui email. Oleh karena itu, mengetahui contoh lamaran kerja via email sangat penting.
Terutama bagi para pencari kerja yang ingin meninggalkan kesan positif, sehingga bisa menarik di mata HRD (Human Resources Development) atau perekrut. Simak penjelasan cara menulis email untuk melamar pekerjaan di bawah ini.
1. Contoh Lamaran Kerja via Email Singkat
Subjek: Lamaran untuk [Jabatan] - [Nama Kamu]
Kepada Manajer HRD,
Saya menulis email ini untuk melamar posisi [Jabatan] di [Nama Perusahaan]. Saya mengetahui informasi lowongan kerja ini dari LinkedIn perusahaan. Saya sangat tertarik dengan kesempatan ini, untuk bergabung dengan tim kalian dan menyumbangkan keterampilan serta pengalaman saya kepada perusahaan.
Dalam peran saya saat ini sebagai (Profesi Saat Ini] di [Perusahaan Saat Ini], saya telah memperoleh pengalaman dalam [Keterampilan/Pengalaman]. Selain itu, [Keterampilan/Pengalaman] saya juga telah memungkinkan saya untuk [sebutkan pencapaian/hasil].
Terlampir CV saya untuk ditinjau. Saya akan dengan senang hati memberikan informasi atau referensi tambahan jika diminta.
Terima kasih atas pertimbangan Anda, dan saya berharap untuk mendapatkan kesempatan untuk membahas lamaran saya lebih lanjut.
Hormat saya, [Nama Kamu]
2. Contoh Lamaran Kerja via Email Fresh Graduate
Subjek: Nada Adinda - Junior Marketing Associate
Tim HRD yang terhormat, Saya melihat posisi "Junior Marketing Associate" yang saat ini tersedia di website karir perusahaan. Saya merasa sangat cocok untuk posisi tersebut, setelah membaca deskripsi dan persyaratan pekerjaan.
Saya baru saja lulus dari Universitas Indonesia (UI) dengan gelar sarjana pemasaran. Saya ingin sekali menggunakan pengetahuan dan pengalaman saya, untuk bekerja di perusahaan pemasaran terkenal seperti milik Anda. Selama saya di UI, saya mengikuti beberapa program magang pemasaran dengan berbagai perusahaan di seluruh kota dan telah memperoleh keterampilan yang diperlukan. Dengan demikian, saya percaya diri untuk meraih kesuksesan dalam peran pemasaran internal pertama saya.
Terlampir surat lamaran, resume, dan contoh portofolio marketing saya untuk dipertimbangkan. Jangan ragu untuk menghubungi saya, jika Anda menginginkan informasi tambahan.
Terima kasih banyak atas waktu dan pertimbangan Anda untuk posisi ini, dan saya berharap mendengar kabar dari Anda segera.
Hormat saya,
Nada Adinda +62 81907836bf nadaa@email.com
3. Contoh Lamaran Kerja Profesional yang Berpengalaman
Subjek: [Nama] - [Jabatan yang ingin dilamar]
[Sebutkan nama manajer atau HRD] yang terhormat,
Saya baru-baru ini menemukan lowongan pekerjaan ini di website resmi perusahaan. Saya merasa bahwa saya akan sangat cocok sebagai direktur pemasaran [sebutkan perusahaan] berikutnya . Keterampilan, pendidikan, dan pengalaman saya akan menjadikan saya aset yang berharga bagi perusahaan Anda.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pemasaran tradisional dan digital marketing, saya telah memperoleh pengetahuan dan keahlian yang luas dalam strategi pemasaran terpenting yang digunakan sekarang ini. Di posisi saya sebelumnya, saya membuat dan menerapkan program pemasaran yang meningkatkan penjualan hingga 40% hanya dalam t3 bulan. Dengan menggunakan keahlian ini, saya merasa bisa memberikan hasil yang serupa bagi perusahaan Anda.
Surat lamaran, CV, dan sertifikasi saya terlampir untuk ditinjau. Jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut mengenai kualifikasi saya untuk posisi ini, jangan ragu untuk menghubungi saya.
Saya berharap bisa mendengar kabar dari Anda segera, tentang mengenai kesempatan ini. Saya berterima kasih atas waktu dan pertimbangannya.
Hormat kami,
[Nama Kamu] [Nomor HP] [email aktif]
4. Contoh Body Email Lamaran Kerja Tanpa Pengalaman
Subjek: Lamaran Pekerjaan - [Nama Kamu]
Kepada Yth. [Nama Penerima] [Posisi Penerima] [Perusahaan] [Alamat Perusahaan]
Dengan hormat, Perkenalkan, saya [Nama Kamu], lulusan [Jurusan] dari [Nama Universitas] pada tahun [Tahun Lulus]. Melalui email ini, saya mengajukan lamaran kerja sebagai [Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan] yang saya temukan melalui [sumber informasi, misalnya situs lowongan kerja].
Meskipun saya belum memiliki pengalaman kerja formal, saya telah mengembangkan keterampilan yang relevan melalui [sebutkan kegiatan, magang, atau proyek yang pernah dilakukan, misalnya organisasi, kegiatan kampus, atau kursus]. Saya punya motivasi tinggi untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat, serta berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
Berikut saya lampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya untuk dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang latar belakang saya. Saya sangat berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kontribusi yang dapat saya berikan di [Nama Perusahaan].
Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Saya menantikan kesempatan untuk mendengar kabar dari Anda.
Hormat saya, [Nama Kamu] [Nomor Telepon] [Email Anda]
5. Contoh Lamaran Kerja via Email Lulusan SMK
Subject: Lamaran Pekerjaan - [Nama Kamu]
Kepada Yth. [Nama Penerima] [Posisi Penerima] [Perusahaan] [Alamat Perusahaan]
Dengan hormat, Perkenalkan, saya [Nama Anda], lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) [Nama SMK] jurusan [Jurusan Anda] pada tahun [Tahun Lulus]. Saya ingin mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi [Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan] yang saya temukan di [sumber informasi, misalnya situs lowongan kerja].
Selama di SMK, saya telah belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang [sebutkan keterampilan atau keahlian yang relevan, seperti teknologi, mekanik, desain, dan-lain-lain.]. Saya juga telah mengikuti [sebutkan kegiatan, pelatihan, atau magang yang relevan jika ada] yang memberikan saya pengalaman praktis dan meningkatkan kemampuan saya.
Saya melampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya untuk memberikan gambaran lebih lanjut mengenai latar belakang saya. Saya sangat antusias untuk bisa bergabung dan berkontribusi di [Nama Perusahaan], serta siap untuk belajar dan berkembang lebih lanjut. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Saya berharap dapat mendiskusikan peluang ini lebih lanjut dalam wawancara.
Hormat saya, [Nama kamu] [Nomor Telepon] [Email]
6. Contoh Lamaran Kerja via Email Bahasa Inggris
Subject: Journalist Application - Angel Putri
Dear Recruitment Team,
I hope this email finds you all well. I am writing to submit my application for the Journalist role at Detik.com. I was impressed with Detik.com reputation as a leading player in the media online industry, and I believe my skills and experience would be a strong asset to your team.
As a Journalist at Indonesia Media, I have gained experience in writing, photography, report, and SEO skills, which I am confident would enable me to make a valuable contribution to Detik.com. Additionally, I have won a national competition award Jakarta Journalism Competition category "best photojournalism" in 2023.
Please find attached my CV for your review. I would be happy to discuss my qualifications and experience further and look forward to the opportunity to meet with you.
Thank you for taking the time to consider my application.
Best regards, Angel Putri.
7. Contoh Body Email Lamaran Kerja Singkat Bahasa Indonesia
Kepada Yth. [Nama Penerima] [Posisi Penerima] [Perusahaan]
Melalui email ini, mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi [Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan]. Saya memiliki keterampilan di bidang [sebutkan keterampilan yang relevan] dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Saya lampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya untuk pertimbangan Bapak/Ibu. Besar harapan saya untuk dapat bertemu dan berdiskusi lebih lanjut mengenai posisi [Posisi yang Dilamar] di [Nama Perusahaan].
Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Hormat saya, [Nama kamu]
Isi Lamaran Kerja via Email
Dilansir laman Mail, berikut merupakan format dan hal-hal yang perlu ditulis di email lamaran kerja:
Subjek: Sertakan kata "Lamaran", nama kamu, jabatan, dan nomor referensi (jika berlaku)
Salam: Salam ditujukan ke manajer HRD atau tim perekrutan.
Paragraf 1: Isi tentang perkenalan diri kamu, posisi yang sedang dilamar. Sebutkan juga di mana kamu melihat lowongan pekerjaan tersebut atau direkomendasikan oleh seseorang. Akhiri dengan alasan mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.
Paragraf 2: Jelaskan secara singkat mengapa kamu memenuhi syarat untuk mengisi loker n tersebut. Isinya dapat mencakup pendidikan, pengalaman kerja, dan/atau skill yang relevan dengan posisi tersebut. Kata kuncinya di sini ialah "singkat ". Usahakan jangan ulangi semua hal dalam CV, cukup dua atau tiga poin terpenting.
Paragraf 3: Sebutkan lampiran apa pun, seperti CV, portofolio, atau dokumen lain yang diminta oleh lowongan pekerjaan. Kamu juga bisa tawarkan untuk memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
Kalimat penutup: Ucapkan terima kasih kepada HRD atau penerima email, karena telah mempertimbangkan lamaran email kamu.
Salam penutup yang sopan: Disarankan menulis "Hormat saya," atau "Salam hangat," Tanda tangan diikuti dengan informasi kontak yang bisa dihubungi. Setelah selesai menulis surat lamaran, kamu bisa memasukkan surat lamaran sebagai lampiran atau body email. Ada baiknya juga memeriksa panduan lamaran, untuk melihat apakah pemberi kerja menentukan bagaimana mereka ingin menerima surat lamaran.
Pastikan kamu mengikuti petunjuk tersebut dengan saksama, agar nantinya CV bisa dilirik HRD. Itu tadi beberapa contoh lamaran kerja via email yang baik dan benar, lengkap dengan penjelasan apa saja hal yang perlu ada di body emailnya. Semoga bermanfaat.
Tren baru di LinkedIn, pengguna pasang banner #Desperate karena kesulitan mencari kerja. Jaringan lebih efektif daripada portal pencari kerja. [634] url asal
Penggunaan situs atau aplikasi pencari kerja, seperti LinkedIn, jadi salah satu cara bagi pencari kerja untuk mendapatkan lowongan pekerjaan. Namun ternyata masih banyak penggunaan situs ini yang menghadapi tantangan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Kondisi ini melahirkan tren baru di antara para pengguna situs dengan memasang banner atau label #Desperate pada profil mereka, menunjukkan bahwa mereka sudah sangat putus asa dalam mencari kerja.
Melansir dari Forbes, Senin (7/10/2024), pada umumnya mereka yang aktif mencari kerja di situs ini menggunakan banner atau label #OpentoWork atau terbuka untuk bekerja di profil mereka. Sedangkan untuk para pemberi kerja menggunakan banner #Hiring.
Namun akibat saking sulitnya mencari kerja hingga membuat pelamar frustasi, muncul tren yang beredar di kalangan pengguna khususnya Gen Z, mereka menggunakan banner #Desperate alias putus asa.
Banner ini pertama kali diciptakan dan dipopulerkan pengguna LinkedIn, Courtney Summer Myers. Banner ini ia buat setelah selama lebih dari 10 bulan tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Terlepas dari itu, yang menjadi pertanyaan saat ini apakah melamar kerja melalui situs-situs seperti LinkedIn tersebut benar efektif membantu pencari kerja?
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) Ivan Taufiza mengatakan pada umumnya lowongan kerja yang dibuka perusahaan dalam situs-situs tersebut hanya mencakup sekitar 20-30% dari lowongan yang sebenarnya tersedia.
Sedangkan 70-80% lowongan kerja sisanya disampaikan melalui forum-forum tertutup atau jaringan antar pekerja/asosiasi. Artinya sebagian besar lowongan ini hanya dapat diketahui dari pembicaraan 'mulut ke mulut'.
"Jadi lowongan yang ditampilkan di portal pencari kerja secara umum paling cuma 20-30% dari lowongan pekerjaan yang sebenarnya tersedia," kata Ivan kepada detikcom, Senin (7/10/2024).
"Misalnya lowongan pekerjaan ada 100, yang kita lihat di portal-portal job itu, jadi LinkedIn dan seterusnya itu, paling 20-30%. Sisanya 70-80 lowongan itu nggak keliatan di job portal, itu banyaknya di mulut ke mulut, semua yang sifatnya informal," sambungnya.
Oleh karenanya Ivan berpendapat meski situs-situs tersebut bisa membantu para pencari kerja mendapatkan lowongan yang diinginkan, namun peluang mencari kerja terbesar berasal dari jaringan atau kenalan yang sudah bekerja lebih dahulu di posisi atau perusahaan tertentu.
"Efektif sih efektif saja ya (mencari kerja) ke LinkedIn dan sebagainya, cuma kalau mau menangkap peluang yang lebih besar bukan di sana. Asosiasi profesi, di teman, saudara, jadi yang dibilang networking itu jauh lebih powerfull karena aslinya seperti itu," ucap Ivan.
"Jadi kalau lebaran gitu ya, ketemu saudara, datang terus nanya ada kerjaan nggak. Jangan 'males gua ahh datang', padahal peluang ada di situ," tambahnya.
Sehingga pada akhirnya, menurut Ivan cara paling efektif untuk mendapatkan pekerjaan adalah melalui jaringan atau koneksi tadi. Bahkan menurutnya melalui koneksi ini yang bersangkutan bisa secara langsung menitipkan surat lamaran atau CV ke bagian HRD atau pihak yang bertanggung jawab dalam penerimaan pegawai.
"Definisi melamar langsung ini juga musti sama nih, kadang kala, atau saya boleh bilang mungkin 50-60% yang terjadi itu kita titip CV atau resume ke tadi network kita entah tetangga, kerabat atau saudara, nanti dialah yang membawa ke HRD atau user,"
"Jadi kalau kalau definisinya melamar langsung adalah saya mengirim CV ke PT A, B, C itu paling masuk ke 30% (lowongan yang dibuka umum) tadi," terang Ivan.
Ivan menjelaskan praktik ini masih banyak digunakan karena dari jaringan tersebut, HRD secara langsung bisa mendapatkan 'rekomendasi' pekerja. Selain itu mereka juga bisa bertanya-tanya lebih jauh terkait pelamar kepada pemberi rekomendasi.
"(Melamar kerja melalui koneksi) jauh lebih besar. Karena dari sisi user atau yang buka lowongan, kan kita kenalnya sama si referral itu, nggak mungkin mereka kasih kandidat yang jelek. Karena itu akan mempengaruhi nama mereka," ucapnya.
Meski begitu, Ivan menekankan proses melamar melalui koneksi 'orang dalam' ini hanya bersifat rekomendasi yang membantu penilaian HRD atau divisi terkait. Namun pada akhirnya apakah yang bersangkutan bisa diterima kerja atau tidak kembali bergantung pada kemampuan atau rekam jejak masing-masing.
Pelamar kerja perlu mencantumkan prestasi, keterampilan khusus, dan sertifikat dalam CV untuk menarik perhatian HRD. Tiga hal ini penting untuk membedakan diri. [549] url asal
Curriculum Vitae atau CV merupakan salah satu dokumen penting saat ingin melamar pekerjaan. Tentunya dokumen yang satu ini harus dibuat dengan baik dan menarik agar dilirik HRD atau pemberi kerja.
Meski begitu banyak pencari kerja yang belum mengetahui apa yang harus mereka tulis dalam CV agar memudahkan dirinya mendapat pekerjaan.
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) Ivan Taufiza mengatakan setidaknya ada tiga hal yang wajib ditulis pelamar dalam CV mereka untuk menarik minat pemberi kerja, yakni:
1. Prestasi yang pernah dicapai
Ivan mengatakan hal terpenting yang harus dicantumkan pencari kerja dalam CV mereka adalah pencapaian yang pernah di raih. Sebab ini merupakan informasi utama dan pertama yang dicari pemberi kerja.
"Pertama, dari sisi perusahaan atau pemberi kerja itu kan yang dicari prestasinya, achievement atau pencapaiannya. Nah di CV kebanyakan teman-teman malah nggak ada," terangnya kepada detikcom, Senin (7/10/2024).
"Jadi pertama penting sekali pencapaian kita, prestasi kita, ada di dalam CV. Nah ini nulisnya atau narasinya juga nggak gampang, tapi kan sekarang hidup sudah enak, itu AI banyak banget yang bisa bantu," tegasnya.
Sayang menurutnya selama ini banyak pelamar yang tidak mencantumkan hal ini. Alih-alih prestasi yang pernah diraih, para pencari kerja ini malah lebih fokus dalam memasukkan riwayat pendidikan serta nilai yang didapat.
"Jadi CV kita itu isinya bukan lu sekolah di mana, IPK berapa, itu mah gua bodo amat. Tapi pencapaian, prestasi, itu ya. Itu harus ada, kalau nggak ada repot," jelas Ivan.
2. Keterampilan khusus yang dimiliki
Lebih lanjut, Ivan mengatakan hal penting lain yang perlu ditulis pelamar dalam CV mereka adalah keterampilan khusus yang dimiliki. Menurutnya semakin spesifik keterampilan yang dimiliki, akan semakin baik juga penilaian HRD kepada pelamar.
"Kedua skill atau keterampilan. Bukan yang sifatnya umum. Di CV nulisnya 'Communication Skill', nah 'Communication Skill' kan banyak banget. Tapi yang lebih spesifik, misalnya 'Intrapersonal Skill' jadi bagaimana komunikasi intrapersonal saya dengan atasan atau rekan kerja. Nah itu beda tuh," kata Ivan.
"Bahasa Inggris gitu dia bilang, 'English Skill', itu bukan skill menurut saya, itu sudah kewajiban. Apalagi kalau dia melamar di perusahaan asing, ya itu mah sudah otomatis dong. Kecuali TOELF lu 800, itu beda ya, berarti lu jago banget (bahasa Inggris), kalau biasa aja mah nggak usah," tegasnya.
3. Sertifikat keterampilan
Untuk menunjukkan keterampilan khusus yang dimiliki, pelamar perlu mencantumkan juga sertifikat terkait. Melalui sertifikat ini, perusahaan dapat lebih yakin bahwa pelamar benar-benar memiliki kemampuan yang diperlukan.
"Ketiga, kalau saran saya, sertifikat atau dokumen-dokumen yang terkait dengan keterampilan khusus itu juga dicantumkan, ditulis," ucapnya.
Namun sama seperti prestasi, banyak pelamar justru fokus pada riwayat pendidikannya untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Padahal hal ini tidak menjadi penilaian utama dari perusahaan untuk menerima pegawai.
"Jadi orang, dia misalnya sudah ikut sertifikat operator nge-las, misal ini, itu ditulis, ditulis. Jangan dia pikir 'ahh nggak ada hubungannya ini, ntar kalau ditanya baru saya kasih', jangan," kata Ivan.
"Contoh nih, tadi sekolah nge-las, yang dicantumkan sekolah politekniknya, itu harus dicantumkan otomatis, tapi kan dia ada sertifikat nge-las, ya dicantumkan dong," sambungnya.
Ivan mengatakan dengan ketiga hal ini, pelamar dapat menunjukkan perbedaan antara dia dengan kompetitor. Sehingga peluang untuk diterima kerja semakin besar.
"Jadi kalau dilihat benang merahnya, tiga poin tadi; pencapaian, skill tertentu, dan sertifikat; itu kan sebenarnya untuk membedakan dia dengan kompetitor lain," pungkas Ivan.
Pelamar kerja sering ditolak HRD karena ketidakcocokan kriteria. Ivan Taufiza menjelaskan pentingnya memahami kebutuhan perusahaan untuk evaluasi lamaran. [294] url asal
Ketika mengirim lamaran kerja ke perusahaan tertentu, seringkali pelamar mengalami penolakan dari HRD (Human Resources Department) karena berbagai alasan.
Penolakan ini tentu dapat membuat para pelamar merasa kesal atau frustasi, namun penting bagi pencari kerja untuk memahami alasan di balik penolakan tersebut untuk evaluasi lamaran kerja selanjutnya.
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) Ivan Taufiza mengatakan salah satu penyebab utama lamaran kerja seringkali ditolak perusahaan karena ketidakcocokan antara kriteria yang diinginkan perusahaan tidak sesuai dengan lamaran.
"Isunya itu adalah kualitas yang dicari, itu bisa matching nggak dengan penawaran yang ada," kata Ivan kepada detikcom, Senin (7/10/2024).
Sayang, menurut Ivan banyak pelamar yang belum memahami kriteria yang dibutuhkan perusahaan ini dengan kemampuan yang dimilikinya. Sehingga banyak di antara mereka yang mengirim lamaran 'hanya untuk ditolak' perusahaan.
"Saya sering kali liat, skillnya itu Microsoft Office, itu mah bukan skill. Microsoft Office itu adalah kewajiban lu harus bisa itu. Nah itu contohnya, jadi sering kali teman-teman itu nggak bisa membedakan keterampilan yang memang dibutuhkan itu apa," jelasnya.
Selain itu, Ivan mengatakan banyak pelamar ditolak perusahaan karena keterampilan yang dimiliki ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Meski pada awalnya lamaran kerja yang bersangkutan diterima karena memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
Namun saat diberikan tes atau proses seleksi tahap selanjutnya, ternyata kemampuan itu dirasa tidak cukup untuk diterima bekerja. Kondisi ini banyak terjadi untuk keterampilan-ketrampilan umum, semisal kemampuan berbahasa asing.
"Jadi contoh sederhana lah, kemampuan bahasa Inggris contohnya. Kandidat itu kan kebanyakan sangat teknis, Inggris-nya itu dari sekolahan, kita sama-sama tahu lah, ketika disuruh presentasi hilang sudah," kata Ivan.
"Jadi secara akademis sangat kuat, bagus, nilainya mungkin oke, tapi tadi kemampuan bahasa Inggris-nya ayam sayur semua. Nah nggak lolos lah mereka, padahal mereka mau kerja di perusahaan asing," tegasnya.
Di era digital, pencari kerja harus tahu bahwa 70-80% lowongan tidak terdaftar di situs. Jaringan dan koneksi lebih efektif untuk mendapatkan pekerjaan. [521] url asal
Di era yang sudah serba digital ini, banyak pencari kerja yang memanfaatkan situs-situs penyedia lowongan. Selain mudah dan bisa diakses kapan saja, situs tersebut juga memberikan banyak informasi seperti tips dan trik seputar mencari pekerjaan hingga rata-rata gaji yang ditawarkan untuk profesi tertentu.
Namun apakah penggunaan situs pencari kerja ini lebih efektif membantu para pencari kerja untuk mendapatkan profesi impiannya?
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) Ivan Taufiza mengatakan pada umumnya lowongan kerja yang dibuka perusahaan dalam situs-situs tersebut hanya mencakup sekitar 20-30% dari lowongan yang sebenarnya tersedia.
Sedangkan 70-80% lowongan kerja sisanya disampaikan melalui forum-forum tertutup atau jaringan antar pekerja/asosiasi. Artinya sebagian besar lowongan ini hanya dapat diketahui dari pembicaraan 'mulut ke mulut'.
"Jadi lowongan yang ditampilkan di portal pencari kerja secara umum paling cuma 20-30% dari lowongan pekerjaan yang sebenarnya tersedia," kata Ivan kepada detikcom, Senin (7/10/2024).
"Misalnya lowongan pekerjaan ada 100, yang kita lihat di portal-portal job itu, jadi LinkedIn dan seterusnya itu, paling 20-30%. Sisanya 70-80 lowongan itu nggak keliatan di job portal, itu banyaknya di mulut ke mulut, semua yang sifatnya informal," sambungnya.
Oleh karenanya Ivan berpendapat meski situs-situs tersebut bisa membantu para pencari kerja mendapatkan lowongan yang diinginkan, namun peluang mencari kerja terbesar berasal dari jaringan atau kenalan yang sudah bekerja lebih dahulu di posisi atau perusahaan tertentu.
"Efektif sih efektif saja ya (mencari kerja) ke LinkedIn dan sebagainya, cuma kalau mau menangkap peluang yang lebih besar bukan di sana. Asosiasi profesi, di teman, saudara, jadi yang dibilang networking itu jauh lebih powerfull karena aslinya seperti itu," ucap Ivan.
"Jadi kalau lebaran gitu ya, ketemu saudara, datang terus nanya ada kerjaan nggak. Jangan 'males gua ahh datang', padahal peluang ada di situ," tambahnya.
Sehingga pada akhirnya, menurut Ivan cara paling efektif untuk mendapatkan pekerjaan adalah melalui jaringan atau koneksi tadi. Bahkan menurutnya melalui koneksi ini yang bersangkutan bisa secara langsung menitipkan surat lamaran atau CV ke bagian HRD atau pihak yang bertanggung jawab dalam penerimaan pegawai.
"Definisi melamar langsung ini juga musti sama nih, kadang kala, atau saya boleh bilang mungkin 50-60% yang terjadi itu kita titip CV atau resume ke tadi network kita entah tetangga, kerabat atau saudara, nanti dialah yang membawa ke HRD atau user,"
"Jadi kalau kalau definisinya melamar langsung adalah saya mengirim CV ke PT A, B, C itu paling masuk ke 30% (lowongan yang dibuka umum) tadi," terang Ivan.
Ivan menjelaskan praktik ini masih banyak digunakan karena dari jaringan tersebut, HRD secara langsung bisa mendapatkan 'rekomendasi' pekerja. Selain itu mereka juga bisa bertanya-tanya lebih jauh terkait pelamar kepada pemberi rekomendasi.
"(Melamar kerja melalui koneksi) jauh lebih besar. Karena dari sisi user atau yang buka lowongan, kan kita kenalnya sama si referral itu, nggak mungkin mereka kasih kandidat yang jelek. Karena itu akan mempengaruhi nama mereka," ucapnya.
Meski begitu, Ivan menekankan proses melamar melalui koneksi 'orang dalam' ini hanya bersifat rekomendasi yang membantu penilaian HRD atau divisi terkait. Namun pada akhirnya apakah yang bersangkutan bisa diterima kerja atau tidak kembali bergantung pada kemampuan atau rekam jejak masing-masing.
Tak sedikit yang memilih kecerdasan buatan (AI) buat menjadi atasan ketimbang manusia dengan dalih lebih adil. Hal ini juga berlaku di sejumlah bidang, termasuk percintaan.
Hal itu merupakan hasil survei Kaspersky terbaru bertajuk 'Excitement, Superstition and great Insecurity - How global Consumers engage with the Digital World'.
Survei yang digelar pada Juni 2024 oleh Arlington Research ini dilakukan secara daring terhadap 10.000 responden.
Sampelnya mencakup 1.000 responden dari masing-masing negara, yakni Indonesia, Inggris, Jerman, dan Prancis, serta 500 responden di Spanyol, Italia, Portugal, Brasil, Meksiko, Rusia, Kazakhstan, India, Tiongkok, Turki, Arab Saudi, UEA, dan Afrika Selatan.
"Studi tersebut juga menemukan bahwa saat ini kecerdasan buatan mengambil peran baru di bidang-bidang tertentu," menurut keterangan pers Kaspersky, Rabu (14/8).
"Menurut studi tersebut, responden melihat AI sebagai bagian dari mereka di tempat kerja, dan seorang manajer - 34 persen [responden] percaya AI dapat menjadi bos yang lebih adil daripada manusia," lanjut pernyataan itu.
Menurut data Similarweb, mesin AI yang paling populer masih ChatGPT. Platform ini mendapat 153 juta kunjungan pada bulan pertama setelah peluncurannya pada November 2022, dan mencapai puncaknya pada 2 miliar kunjungan di April 2024.
Sebaliknya, survei ini juga menemukan 51 persen yakin AI akan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan karena menggantikan banyak pekerjaan.
Selain itu 38 persen yakin AI akan membuat orang tidak bisa membedakan mitra percakapan 'nyata' dari mitra percakapan buatan secara daring, baik itu chatbot layanan pelanggan atau calon pasangan di aplikasi kencan.
Terpisah dari survei ini, Daniel Andler, profesor emeritus bidang Filsafat Sains di Sorbonne Université, Prancis, mengungkap soal ketiadaan emosi pada 'kecerdasan' non-manusia itu.
Menurut dia, hampir pasti ada sesuatu yang hilang jika kita ingin sedekat mungkin dengan kecerdasan manusia.
"Secara historis, John Haugeland (profesor bidang sains kognitif di University of Chicago)-lah yang mengembangkan gagasan tentang unsur yang hilang dalam AI," ujarnya, dikutip dari Polytechnique insights.
"Kita sering berpikir tentang kesadaran, intensionalitas, otonomi, emosi, atau bahkan tubuh," urai Andler.
Tak cuma soal pekerjaan, studi ini juga menyoroti AI di pendidikan, perniagaan, seni, hingga percintaan.
"Seiring terus berkembangnya teknologi AI, potensinya untuk mendorong inovasi dan meningkatkan pengalaman manusia menjadi semakin mendalam," ungkap Vladislav Tushkanov, Manajer Grup Pengembangan Riset di Kaspersky, dalam keterangan tertulis.
"Namun, kemajuan ini juga membawa risiko yang tidak terduga dan ancaman canggih, mulai dari ketergantungan yang berlebihan -kepercayaan berlebih pada saran AI - hingga phishing yang dihasilkan AI, deepfake, dan pencurian identitas."
"Inilah tantangan yang perlu kita atasi di berbagai level," sambungnya.
Dalam keseharian, survei menemukan AI dianggap sebagai pendamping dan asisten yang dapat diandalkan. Lebih dari separuh responden (57 persen) ingin menggunakan AI untuk menjalankan kehidupan sehari-hari mereka dengan lebih efisien.
Dalam bidang pendidikan, survei menemukan hampir setengah responden (47 persen ) memperkirakan anak-anak akan diajari melalui pengalaman virtual dan metaverses dalam waktu dekat.
Di luar itu, setengah dari semua konsumen (50 persen) percaya AI menjadi bagian yang tidak dapat dihindari dalam hidup mereka.
Tak ketinggalan, mayoritas responden mengakui AI memiliki kemampuan di area kreatif, dengan 62 persen-nya percaya AI adalah produsen karya seni yang kredibel.
Dalam hubungan sesama manusia, hampir separuh responden (48 persen) siap menggunakan chatbot AI untuk melakukan percakapan daring, 31 persen akan menggunakannya untuk membantu mereka menemukan pasangan yang tepat di aplikasi kencan.
Sebanyak 48 persen juga percaya hubungan manusia akan berubah karena dampak AI jika karakter virtual mulai menggantikan pasangan di dunia nyata.
Tiga HRD dari perusahaan manufaktur, leasing, dan retail, mengaku kesulitan mencari pekerja yang sesuai dengan kriteria perusahaan mereka. #publisherstory #pandanganjogja [240] url asal
Sejumlah Human Resource Development (HRD) di Jogja mengaku kesulitan mencari pekerja atau karyawan untuk perusahaannya.
Salah satu yang merasakan sulitnya cari karyawan adalah Veronica Ayu, HRD sebuah perusahaan industri tekstil yang ada di Jogja. Ia mengaku sangat sulit mendapat pekerja yang sesuai kriteria perusahaan, terutama untuk para calon pekerja fresh graduate.
“Lumayan sulit untuk mencari pekerja, apalagi yang teman-teman baru lulus,” ujar Veronica saat ditemui di acara Job Fair di Bantul, pekan lalu (26/7).
Hal-hal yang tidak memenuhi kriteria misalnya soal keterampilan hingga kepribadian calon karyawan.
“Sering juga sudah diterima, baru berapa hari kerja terus keluar,” ujarnya.
Sulitnya mencari karyawan juga disampaikan oleh HRD sebuah perusahaan leasing di Jogja, Andreas. Ia bahkan sampai sering memberikan bocoran soal tes kepada calon karyawan agar bisa mendapatkan pekerja.
“Selama ini kami mencari tenaga kerja memang sulit sekali. Saat psikotes pun kami bantu di belakang gimana caranya biar lolos, karena mencari tenaga kerja itu sulit,” kata Andreas.
Saat membuka lowongan di media sosial, menurutnya sebenarnya banyak yang tertarik untuk mendaftar.
“Kemudian kita balik di WA, enggak ada yang membalas, misalnya membalas, kemudian dipanggil, nggak datang, kebanyakan kayak gitu,” ujarnya.
Sementara itu, HRD sebuah perusahaan retail di Jogja, Diyah Rachmawati, mengatakan bahwa selama ini sebenarnya setiap perusahaannya membuka lowongan jumlah pendaftarnya selalu banyak.
Namun, yang sulit adalah menyaring calon pekerja itu untuk mendapat karyawan yang sesuai kriteria perusahaan.
“Bukan sulit mencari pekerjanya, tapi sulit mencari kriteria yang sesuai dengan perusahaan,” kata Diyah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati dalam memberikan data diri pribadi. Hal ini sebagai tanggapan atas adanya kabar yang viral di media sosial terkait penyalahgunaan data yang diduga dilakukan oleh seorang HRD perusahaan.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk sangat ekstra hati-hati dalam memberikan data diri pribadi, terutama seperti NIK, KTP, foto wajah, apalagi kalau misalnya sudah diminta untuk merekam, memberikan foto wajah dan sebagainya," kata Friderica atau yang akrab disapa Kiki saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK di Jakarta, dikutip Selasa (9/7/2024).
Ia mengakui bahwa kasus penyalahgunaan data untuk pembukaan rekening atau pinjaman daring (pinjol) ilegal yang merugikan konsumen masih marak terjadi.
Banyak konsumen tidak mengetahui bahwa data mereka digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam hal ini, Kiki menegaskan bahwa OJK telah mengatur keamanan dan kerahasiaan data konsumen dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 22 Tahun 2023.
Peraturan ini disusun dengan mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).
POJK tersebut melarang Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) memberikan data konsumen kepada pihak lain atau menggunakan data pribadi konsumen yang telah mengakhiri penggunaan pelayanan PUJK.
“Selain itu, kami juga melarang PUJK melalui POJK tersebut untuk mengharuskan konsumen setuju untuk memberikan data pribadi konsumen sebagai syarat, misalnya pembukaan rekening,” kata Kiki.
Menurut dia, aturan ini secara tegas mengatur bagaimana PUJK harus bertindak beserta berbagai sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut.
Lebih lanjut, Kiki menambahkan bahwa berdasarkan pemeriksaan tim perlindungan konsumen, seringkali data konsumen digunakan untuk pertukaran data dalam pemasaran dan tujuan komersial.
Beberapa kasus telah ditelusuri oleh OJK dan disampaikan kepada pihak kepolisian karena terdapat unsur pidana di dalamnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati dalam membagikan informasi data diri pribadi. Semoga semua terlindungi dengan edukasi dan juga pemahaman yang lebih baik,” katanya.
Belum lama ini viral di media sosial kasus data pelamar kerja dimanfaatkan HRD perusahaan untuk penarikan dana di pinjaman online. Pelamar tersebut merasa tidak pernah memberikan data pribadinya pada perusahaan tetapi perusahaan menerbitkan buku dan ATM salah satu bank pemerintah atas nama pelamar.
Hal itu baru diketahui pelamar saat mengunduh aplikasi bank tersebut. Ia mengatakan bahwa rekeningnya telah dimanfaatkan orang lain bahkan tanpa tanda tangan dan kehadiran pelamar untuk aktivasi rekening.
KONTAN.CO.ID - Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI keempat kalinya kembali mendapat penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2024. Penghargaan tersebut diberikan kepada BRI sebagai wujud terhadap komitmennya dalam mengembangkan para karyawan.
Selain itu, BRI juga mendapatkan penghargaan sebagai HR Sustainable Workplace Awards atas komitmennya terhadap tanggung jawab lingkungan dan praktik bisnis berkelanjutan. Penghargaan ini masih beriringan juga dengan tahun lalu dimana BRI dinobatkan sebagai The Most Caring Company & DEI pada HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2023.
Sebagai informasi, HR Asia Award merupakan program penghargaan bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Business Media International. HR Asia menunjukkan apresiasi bagi perusahaan-perusahaan di Asia yang memiliki kinerja terbaik di bidang SDM. Hal ini tercermin dari tingkat engagement karyawan yang tinggi, memiliki budaya tempat kerja yang unggul, dan perhatian yang tulus terhadap karyawannya.
Direktur Human Capital BRI Agus Winardono mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi pembuktian dan wujud nyata komitmen BRI menjadi Home to The Best Talent. “Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi yang luar biasa dari seluruh Insan BRILiaN”, kata Agus Winardono di Jakarta.
Perseroan senantiasa mempersiapkan talenta terbaik untuk menjadi profesional yang kompeten, tangguh, serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Di samping itu, peluang dan jenjang karier yang luas juga terbuka untuk seluruh Insan BRILiaN yang menunjukkan strong performance.
“BRI berkomitmen untuk terus bertransformasi dengan selalu menyelaraskan strategi human capital dengan perkembangan bisnis perusahaan serta terus berupaya untuk menyediakan lingkungan kerja yang saling menghormati, bebas dari diskriminasi untuk mempertahankan produktivitas selama pekerja bekerja,” imbuh Agus Winardono.
Penghargaan ini pun sejalan dengan tujuan BRI untuk mencapai aspirasi BRI sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. Di samping itu, BRI selama ini menyediakan dan terus membangun lingkungan kerja yang nyaman sekaligus produktif. Salah satu hal yang bisa didapatkan adalah dengan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP).
RWP merupakan pedoman yang mengatur tentang lingkungan kerja aman serta mengedepankan sikap saling menghargai bebas diskriminasi, pengucilan hingga pembatasan. Pedoman itu menjadi perhatian utama BRI dalam menjaga kinerja berkelanjutan dari Insan BRILiaN (pekerja BRI) dan mendorong iklim kerja yang lebih produktif.
HR Asia Award merupakan publikasi yang cakupannya meliputi 95% negara di benua Asia dan diberikan untuk Professional HR Company yang sudah berjalan selama 13 tahun dan selama 9 tahun telah melaksanakan survey lebih dari 20.000 perusahaan dan lebih dari 1,5 juta karyawan.
Lebih dari 300 perusahaan dari 13 negara, yakni China, Kamboja, Hong Kong, Indonesia, India, Korea, Makau, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam berpartisipasi dalam ajang ini.