#30 tag 24jam
Manuver PBNU di Jombang Versus Dukungan PKB dari Kiai Said
Perseteruan antara PBNU dengan PKB berawal dari pembentukan pansus haji. [608] url asal
#pkb #tim-pansus-pkb #pansus-haji #pbnu #pansus-pkb-pbnu #pbnu-versus-pkb #pkb-versus-pbnu #konflik-pkb #konflik-pbnu
(Republika - Khazanah) 13/08/24 05:33
v/14350095/
REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Ratusan kiai struktural dan pengasuh pesantren berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (12/8/2024) sore. Dalam pertemuan yang dipimpin tim Pansus PKB (tim bentukan PBNU), KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni ini, ratusan kiai meminta PBNU intuk "mendandani" PKB.
Pertemuan dihadiri Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta para Rais Syuriah PCNU maupun kiai pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
“Bisa saya simpulkan ada dua kesepakatan dalam pertemuan ini yakni. Pertama para kiai sepakat bahwa antara PBNU dan PKB memiliki hubungan ideologis, historis, politis, organisatoris dan kultural,” ujar Kiai Anwar Iskandar dalam siaran persnya, Senin (12/8/2024).
Kesepakatan kedua, lanjut dia, para kiai meminta PBNU segera mengambil langkah strategis dalam rangka perbaikan PKB ke depan. Kesepakatan ini diambil setelah para kiai merasa bahwa PKB selama ini semakin jauh dari muruah utama saat partai itu didirikan.
KH Amin Said Husni misalnya mengatakan, karena didirikan PBNU maka kepengurusan PKB mulai level DPP hingga bawah semestinya hampir sama dengan struktur di NU.“Ada Rais Syuriah di PKB dinamakan Dewan Syuro. Ada Tanfidziyah di PKB dinamakan Dewan Tanfidz. Hanya beda nama dikit, tapi fungsinya hampir sama,” ucap Kiai Amin.
Sayangnya, saat ini fungsi Dewan Syuro telah dikebiri di PKB. Padahal Dewan Syuro harusnya menjadi penentu utama partai.“Dulu sama dengan NU, malah calon ketua Dewan Tanfidz harus seizin Dewan Syuro. Tapi sekarang ketua Dewan Tanfidz penunjukan DPP yang dalam hal ini Ketua Umum,” kata dia.
Keputusan organisasi harusnya juga sama dengan NU yakni harus ada tandatangan empat orang: Ketua Dewan Syuro, Sekretaris Dewan Syuro dan Ketua Tanfidz serta Sekretaris Tanfidz. Saat ini, Dewan Syuro tidak lagi harus menandatangani semua keputusan partai.
Para kiai yang hadir di Tebuireng ini juga mengungkapkan beberapa fakta bahwa PKB memang sudah terlalu jauh meninggalkan NU.“Padahal dulu kami di bawah mendirikan PKB itu musuhnya kader partai lain dan diancam carok. Tapi kini mereka seakan tidak lagi butuh NU,” kata Rais Syuriah PCNU Kraksaan.
Pertemuan mantan dewan syuro..
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode masa khidmat 2010-2021 KH Said Aqil Siroj meminta seluruh kader PKB untuk menjadikan serangan, kritikan, dan penggerogotan yang terjadi hari ini sebagai cambuk. Kiai Said meyakini semakin mereka mengkritik PKB, PKB semakin sehat dan kuat.
Hal itu disampaikan Kiai Said dalam Istigosah Kubro yang digelar DPC PKB Bandung. "Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak papa asal sembuh. Semakin mereka mengkritik PKB, PKB semakin sehat dah kuat," kata Said dalam keterangannya pada Ahad (11/8/2024).
Kiai Said menyebut PKB di bawah kepemimpinan Gus Abdul Muhaimin semakin maju. Perolehan kursi di tingkat pusat bertambah, dari 58 kursi menjadi 68 kursi. "Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan temen-teman PKB di pusat dan daerah," lanjut dia.
Kiai Said menyaksikan sendiri bagaimana PKB Bandung solid dan jaya. Itu terjadi karena adanya kekompakan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB."Tanpa kekompakan antara NU dan PKB, tidak mungkin sukses," ujar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon itu.
Mutasyar PBNU masa khidmad 2022-2027 bercerita bahwa ia termasuk tim lima pendiri PKB. Tim lima bertugas membuat konsep PKB baik muqadimah maupun AD/ART.
"Dari lima orang anggota tim lima, tiga orang telah meninggal dunia, dan dua orang masih hidup. Yakni saya dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Tiga orang yang telah berpulang, bapak Rozi Munir, bapak Ahmad Bagdja, dan bapak Mustopa Zuhad," kata Said.
Diketahui, perseteruan PKB dan PBNU berawal dari dibentuknya Pansus Angket Haji di DPR RI. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menilai pembentukan Pansus ini diiringi dengan motif pribadi. Pernyataan tersebut lalu dibantah kubu PKB.
Saat Cak Imin dan Gus Ipul Berebut Klaim Wadah Politik Kaum Nahdliyin
Kubu Cak Imin dan Gus Ipul saling beradu argumen mengenai status PKB. Elite PKB menyebut Gus Ipul sedang mencari masalah. [904] url asal
#cak-imin #gus-ipul #pkb #pbnu #konflik-pkb #gus-yahya #pbnu-pkb #cak-imin-vs-gus-yahya
(Bisnis.Com) 01/08/24 10:30
v/12851859/
Bisnis.com, JAKARTA -- Konflik antara keluarga memicu prahara di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adu klaim terjadi. Kubu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU telah membentuk panitia khusus alias Pansus untuk mengembalikan PKB ke pangkuan NU.
“PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Sebaliknya, kubu Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, memainkan strategi lain. Mereka bermanuver di parlemen dengan membentuk pansus angket haji 2024. Pansus haji dituding oleh Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya bermotif pribadi.
Sekadar catatan, penanggung jawab penyelenggaran haji adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ia dulunya merupakan politikus PKB dan menjadi anggota DPR dari fraksi partai tersebut. Di sisi lain, Yaqut adalah adik kandung dari Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf.
"Jangan-jangan gara-gara menterinya adik saya, misalnya gitu. Itu kan masalah. Jangan-jangan karena dia sebetulnya yang diincar PBNU ketua umumnya kebetulan saya, menterinya adik saya lalu diincar karena masalah-masalah alasan pribadi begini," kata Yahya dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2024).
Tidak hanya Gus Yaqut dan Gus Yahya yang memiliki hubungan keluarga, Cak Imin dan Gus Ipul sejatinya terkait hubungan kekerabatan. Keduanya merupakan keponakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Cak Ipul bahkan diusung PKB saat pemilihan wali kota alias Pilwakot Pasuruan 2020 lalu. Ia berpasangan dengan Adi Wibowo, politikus Golkar kelahiran Temanggung.
Adapun mencuatnya konflik antara Cak Imin dengan PBNU sudah sejak terendus sejak Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Salah satu misi yang disampaikan pemuka agama asal Rembang, Jawa Tengah itu antara lain mengembalikan NU kepada khittah-nya untuk melayani umat dan membebaskannya dari monopoli partai politik tertentu.
Kendati tidak menyebut partai secara spesifik, pernyataan Gus Yahya itu selalu dikaitkan dengan PKB. PKB dan NU sangat identik. PKB lahir dan menjadi wadah politik warga Nahliyin pasca Suharto tumbang.
NU selama pemerintahan Suharto dibonsai perannya. Kegiatan politik mereka dibatasi. Salah satu contohnya, kendati mayoritas umat Islam mengaku sebagai NU, dan basis pemilih PPP NU, namun selama Orde Baru tidak satupun politikus berlatarbelakang NU yang menjabat sebagai ketua umum partai yang dulunya berlambang bintang tersebut.
Baru setelah Suharto tumbang, tokoh NU salah satunya Hamzah Haz duduk sebagai Ketua Umum PPP. Meski demikian, popularitas PPP segera surut menyusul kemunculan PKB yang segera menjadi rumah besar bagi warga Nahdliyin.
Puncak kejayaan PKB terjadi ketika Gus Dur berhasil duduk sebagai presiden pertama pasca Pemilu 1999. Ia mengalahkan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP partai pemenang pemilu.
Konflik Cak Imin dan Gus DUR
Cak imin merupakan politikus kawakan. Posisinya melesat ketika dia 'menyingkirkan' pamannya, Gus Dur dari PKB. Manuver politik Cak Imin inilah yang kemudian membuat hubungannya dengan keluarga Gus Dur, khususnya Yenny Wahid, renggang.
Salah satu konflik yang terekam pada Juni 2022 lalu, saat itu Yenny mencuit bahwa dia adalah kader PKB Gus Dur bukan PKB Cak Imin. Tentu saja, Cak Imin segera merespons pernyataan Yenny dengan cuitan yang tidak kalah nyelekit.
"Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali pemilu menyerang PKB enggak ngaruh," demikian cuit @cakimiNOW yang dikutip, Kamis (23/6/2022).
Adapun soal tudingan bahwa Cak Imin pernah menyingkirkan Gus Dur dari PKB juga diungkapkan oleh bekas Sekretaris Jenderal DPP PKB Muhammad Lukman Edy. Ia kemarin diundang PBNU untuk membahas ihwal konflik PKB-PBNU yang semakin meruncing.
Lukman menjelaskan kepada PBNU mengenai konflik antara KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada 2008 lalu yang menimbulkan dualisme Muktamar PKB. PKB
"Pada saat itu kan ada Muktamar Ancol yang dipimpin Gus Dur dan Muktamar Parung yang dipimpin Cak Imin. Ya sudah saya jelaskan saja apa adanya," tuturnya di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Selain itu, dia juga membawa AD/ART DPP PKB pertama dan saat ini sebagai bahan untuk perbandingan oleh para elite PBNU serta dokumen tentang sejarah berdirinya PKB. "Saya ingatkan dokumen-dokumennya saya serahkan ke PBNU tentang sejarah PKB dan bagaimana PKB terbentuk secara resmi oleh PBNU,” katanya.
Lukman juga mengungkapkan bahwa dirinya dan elite PBNU juga sempat membahas Muktamar DPP PKB tahun 2019 lalu, di mana Dewan Syuro lagi tidak memiliki kewenangan apapun. "Kewenangan Dewan Syuro PKB dihapus dan masih banyak yang dihapus,” ujarnya.
PKB Merasa Tak Punya Masalah
Sementara itu, PKB menganggap Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tengah mencari masalah.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid menegaskan pihaknya tidak gentar jika harus harus melawan Gus Ipul agar PKB tidak jatuh ke tangan yang salah.
Dia juga menilai bahwa warga nahdliyin kini sudah cerdas semua dan bisa menilai apa yang dilakukan oleh pemimpinnya di PBNU. "Ini kan cari-cari masalah Gus Ipul ini. Cari-cari masalah lah menurut saya dan perlu saya ingatkan warga Nahdlatul Ulama itu sudah cerdas semua melihat sepak terjang pemimpinnya," tuturnya di Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Sejauh ini, menurut Jazilul, pihaknya tidak memiliki masalah apapun dengan Gus Ipul terutama PKB. Namun, Jazilul mengatakan Gus Ipul yang belakangan ini selalu mencari masalah dengan PKB. "Kita tidak pernah ada masalah kok. PKB itu tidak pernah merasa punya masalah ya, baik dengan Gus Ipul atau Gus Yahya," kata Jazilul.
Maka dari itu, menurut Jazilul, pihaknya tidak ingin duduk bersama dengan Gus Yahya maupun Gus Ipul untuk tabayyun, karena yang memiliki masalah adalah Gus Yahya dan Gus Ipul. "Kita tidak pernah ada masalah. Apa yang mau didudukkan, kita tidak pernah ada masalah," ujarnya.