#30 tag 24jam
Kementerian UMKM & PNM Kolaborasi Genjot Kualitas Pelaku UMKM
Kementerian UMKM dan PNM bersinergi untuk tingkatkan kualitas pelaku UMKM. Menteri Maman Abdurrahman dukung program ekonomi kerakyatan dan pengembangan usaha. [688] url asal
#subianto #bidang-usahanya #sidt #pihak-upaya-pengembangan-umkm #stakeholder #pelaku-umkm #peningkatan-kualitas-pelaku-umkm #semangat #pengembangan #pengembangan-usaha #jakarta #presiden #prabowo-subianto #pmn #afir
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/11/24 23:18
v/17813697/
Jakarta - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah itu bertujuan sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pelaku UMKM di Tanah Air.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan PMN sebagai entitas usaha yang fokus pada pemberdayaan masyarakat paling bawah menjadi contoh baik bagi pemerintah dalam upaya menumbuhkembangkan kualitas hidup UMKM.
Untuk itu, agar memasifkan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dari akar rumput, Kementerian UMKM siap menjalin kerja sama yang erat dengan PNM. Hal itu diungkapkan olehnya saat Silaturahmi dengan Insan dan Nasabah PNM di Jakarta, hari ini.
"Saya pastikan keberadaan Kementerian UMKM ini adalah untuk bersama-sama menyukseskan keorganisasiaan PNM ke depan," kata Maman dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024).
Lebih lanjut, Maman mengapresiasi langkah-langkah PNM dalam pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menggaet nasabah hingga 15 juta. Menurutnya, kontribusi PNM terhadap perekonomian rakyat sangat dirasakan manfaatnya dan sudah sepatutnya untuk terus ditingkatkan.
"Ini membuktikan, PNM Mekar ini harus kita jaga, karena ini bukan hanya aset biasa tapi aset bangsa yang paling penting dan bersentuhan langsung sama masyarakat paling bawah," jelasnya.
Maman menegaskan kesiapan untuk menyukseskan program besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat ekonomi rakyat dengan berbagai kebijakan yang proaktif.
Menurutnya, UMKM menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sudah terbukti mampu menahan krisis seperti saat pandemi COVID-19 sehingga ekonomi Indonesia tidak terlalu terpuruk.
"Ada satu narasi besar yang selalu di angkat Presiden Prabowo, yakni ekonomi kerakyatan. Presiden ingin setiap kebijakan harus melihat aspek kepentingan rakyat. Jadi langkah kebijakan politik pemerintah, beliau ingin ada afirmasi action yang konkret untuk pelaku UMKM," jelas Maman.
Untuk itu ke depan, Kementerian UMKM siap menjalin kemitraan yang lebih erat dengan PNM dalam mewujudkan misi besar pemerintah untuk menyejahterakan rakyat. Bersama PNM, Maman yakin akselerasi peningkatan kelas UMKM dapat terwujud dengan lebih mudah.
Sebagai upaya untuk memudahkan dalam pengembangan UMKM agar naik kelas, akan dilakukan klasterisasi sesuai dengan bidang usahanya. Untuk itu Kementerian UMKM akan membuat satu supper apps yang diharapkan mampu mengonsolidasi seluruh platform di sektor UMKM.
"Sekarang ini saya yakin ada satu klaster dari 15 juta (nasabah) ini. Nanti kita coba integrasikan dengan SIDT (Sistem Informasi Data Tunggal). Kita lakukan diagnosis lalu kita treatment masalah dan kendala dari UMKM itu apa dan di mana," kata Maman.
Maman berharap ada masukan dari PNM atau dari stakeholder lainnya dalam rangka memperbaiki ekosistem UMKM di Indonesia. Dia berharap dengan sinergi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak upaya pengembangan UMKM sebagai kekuatan ekonomi Indonesia bisa dilakukan bersama-sama.
"Insyaallah temen-teman nanti kita ada dialog, kalau ada saran-saran silakan (disampaikan). Bagi saya kita semua ini sama, kita setara," ungkap Maman.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan siap mendukung pendataan pada berbagai jenis usaha yang akan dilakukan oleh Kementerian UMKM.
"Kami saat ini telah memiliki data aktif 15,2 juta usaha ultra mikro dan jika diakumulasi jumlah nasabah yang telah kami layani sebanyak 21,2 juta nasabah. Kami berharap data ini akan semakin melengkapi kebutuhan data yang dibutuhkan oleh Kementerian UMKM" kata Arief Mulyadi.
Dia menambahkan kedatangan Menteri UMKM ke PNM semakin menguatkan semangat Insan PNM dalam memberdayakan UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan.
"Perlu digaris bawahi bahwa PNM dalam memberikan modal selalu beriringan dengan program pendampingan yang kami sebut sebagai program pengembangan kapasitas usaha," tutup Arief Mulyadi.
(anl/ega)
BerKRIYAsi Hadir di Makassar, Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Inovasi dan Kriya Nusantara
Keenam BUMN Penyelenggara menghadirkan 86 UMKM yang menampilkan ragam produk kerajinan khas Makassar, Toraja, dan beberapa daerah lain. Sukses digelar di Sarinah... | Halaman Lengkap [1,066] url asal
#bazaar #bazar-umkm #bumn #pengembangan-umkm
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/11/24 20:34
v/17470878/
MAKASSAR - Sukses digelar di Sarinah Jakarta pada 17-20 Oktober 2024, Bazar UMKM untuk Indonesia ?BerKRIYAsi? hadir kembali di Trans Studio Makassar, tanggal 24-27 Oktober 2024. BerKRIYAsi didukung oleh PT Pegadaian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).Keenam BUMN Penyelenggara menghadirkan 86 UMKM yang menampilkan ragam produk kerajinan khas Makassar, Toraja, dan beberapa daerah lain, mulai dari produk dekorasi rumah, busana tenun, batik, dan bordir, aksesoris dan perhiasan (wearables), tas dan sepatu, souvenir, produk anyaman, dan berbagai produk kerajinan menarik lainnya.
Acara simbolis pembukaan BerKRIYAsi yang diselenggarakan di Trans Studio Makassar pada Jumat 25 Oktober ini turut dihadiri oleh Dr. H. Jufri Rahman. M.Si, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Sinca Erna Lamba, Sp. M. IP, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ashari Fakhsirie Radjamilo, M. Si, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Ninuk Triyanti Zudan, Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Andi Oci, Wakil Ketua Bidang Tour & Travel Kadin Sulawesi Selatan, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Makassar, Dharmawanita Provinsi Sulawesi Selatan, Ikatan Istri Karyawan dari BUMN Penyelenggara, pimpinan BUMN di Makassar, serta perwakilan dari BUMN Penyelenggara.
Pemimpin Wilayah Makassar PT Pegadaian, Edwin S. Ingkiriwang mewakili, BUMN Penyelenggara, menyampaikan terima kasih dan bangga telah menjadi bagian dari Bazar UMKM Untuk Indonesia ?BerKRIYAsi?, sebagai langkah bersama BUMN di bawah inisiasi Kementerian BUMN dalam mendukung pengembangan UMKM yang telah terbukti menjadi salah satu kekuatan di dalam menopang perekonomian nasional.
Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Ninuk Triyanti Zudan di dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap langkah yang telah dilakukan oleh Kementerian BUMN dan BUMN melalui Bazar UMKM Untuk Indonesia ?BerKRIYAsi?. Dekranasda Sulawesi Selatan juga menyampaikan dukungan dan berharap agar kerjasama antara Dekranasda Sulawesi Selatan dengan BUMN dalam memberikan pembinaan terhadap UMKM di sektor kerajinan terus dapat ditingkatkan untuk mendorong terjadinya regenerasi pelaku UMKM di sektor kerajinan.
Di dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Jufri Rahman. M.Si juga menyambut baik pelaksanaan Bazar UMKM Untuk Indonesia ?BerKRIYAsi? di Makassar. Sekda berharap agar kehadiran Kementerian BUMN bersama BUMN dapat membantu UMKM di dalam memperluas akses pasar dan dukungan pembiayaan untuk meningkatkan usahanya.
Selain itu, Sekda juga mendorong peran aktif seluruh stakeholder di dalam model hexa-helix untuk mewujudkan ekosistem UMKM yang kokoh dengan meningkatkan pengembangan UMKM.
Hal senada disampaikan oleh Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN. Di dalam sambutannya, Loto Srinaita Ginting menyampaikan, bahwa Kementerian BUMN secara konsisten mendukung pengembangan UMKM.
Lebih lanjut, Loto Srinaita Ginting menjelaskan, bahwa ada tiga bentuk dukungan yang secara konsisten diberikan oleh Kementerian BUMN di dalam mendukung pengembangan UMKM, di antaranya dukungan pembinaan dan pendampingan UMKM, yang diberikan melalui Program TJSL BUMN dan Rumah BUMN. Kemudian dukungan pembiayaan yang diberikan melalui pembiayaan TJSL, KUR, dan produk pembiayaan yang disalurkan oleh bank maupun lembaga pembiayaan milik BUMN.
?Kita berharap dengan adanya dukungan pembiayaan dari BUMN ini pelaku UMKM dapat terhindar dari jebakan pinjaman online yang ilegal,? ujar Loto Srinaita Ginting.
Selain itu, Kementerian BUMN juga secara aktif mendukung perluasan akses pasar produk-produk UMKM, baik secara online melalui Platform PaDi UMKM maupun secara offline, yang salah satunya melalui penyelenggaraan Bazar UMKM untuk Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, Kementerian BUMN yang didukung oleh BUMN, telah merencanakan 12 kali kegiatan Bazar UMKM untuk Indonesia di 7 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Labuan Bajo. Sebagai rangkaian penutup, pada bulan November 2024 nanti, Bazar UMKM untuk Indonesia akan diselenggarakan di Labuan Bajo dan Jakarta.
Untuk memudahkan pengunjung dalam melakukan transaksi, seluruh transaksi yang terjadi dalam Bazar UMKM untuk Indonesia dilakukan melalui Platform PaDi UMKM yang dibangun oleh Kementerian BUMN bersama BUMN sejak tahun 2020.
Selama pelaksanaan BerKRIYAsi, pengunjung juga dapat menyaksikan demo produk UMKM, workshop dan talkshow tentang pengembangan produk kriya, berbagai fun games & trivia quiz, dan performance live music. Selain itu juga tersedia berbagai diskon dan voucher menarik bagi pengunjung.
Sementara itu, di dalam kesempatan terpisah Direksi BUMN Penyelenggara menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan BerKRIYASI, di antaranya seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan UMKM, seperti hal-nya BerKRIYAsi. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor keuangan non perbankan, Pegadaian terus berupaya mewujudkan komitmennya untuk mendukung UMKM naik kelas melalui pembiayaan dan program pembinaan.
?Pegadaian akan terus mendukung peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, termasuk UMKM. Tidak hanya fokus pada pembiayaan, namun kami berkomitmen untuk memberikan edukasi, pendampingan, hingga promosi melalui program pembinaan yang dijalankan oleh Pegadaian (GadePreneur.red). Acara BerKRIYAsi ini kami harap dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya, serta agar masyarakat lebih aware dan bangga terhadap produk lokal, bersama kita dukung agar produk UMKM bisa naik kelas hingga mendunia," ujar Damar.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang menciptakan lapangan pekerjaan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas. Sebagai bentuk komitmen perseroan mendukung UMKM, BTN mendorong upaya promosi produk-produk lokal di berbagai daerah, kali ini melalui gelaran BerKRIYAsi di Makassar.
?BTN merasa bangga dapat memberikan dukungan yang konsisten kepada UMKM nasional, termasuk di Makassar, salah satu kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan ekonomi daerah. Sebagai bank BUMN, BTN turut berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi di daerah dengan menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, sehingga produk-produk buatan lokal mampu bersaing di skala nasional bahkan global,? ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/10).
?Kami optimis, melalui penyelenggaraan Bazar UMKM untuk Indonesia dapat memberi manfaat positif bagi para pelaku usaha UMKM nasional termasuk Makassar yang merupakan salah satu wilayah kerja PT Angkasa Pura Indonesia untuk dapat mengembangkan usahanya, serta menjadi salah satu medium untuk mendorong sektor UMKM untuk dapat naik kelas. InJourney Airports tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa bandara saja, tetapi kami berharap keberadaan kami dapat memberi manfaat kepada masyarakat umum secara luas, salah satunya adalah sektor UMKM,? ujar Achmad Syahir Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia.
?Melalui Berkriyasi 2024 ini, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) berkomitmen untuk selalu hadir mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang telah dilaksanakan sebelumnya di Jakarta dan dilanjutkan di Kota Makassar, keterlibatan secara langsung dalam memberdayakan pelaku UMKM adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus kontribusi nyata dalam menciptakan kemandirian ekonomi di berbagai lapisan masyarakat. Kami berharap acara ini dapat menjadi platform yang mendorong inovasi, kreativitas, dan pengembangan usaha bagi UMKM," ujar Andry Tanudjaja Direktur Hubungan Kelembagaan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
Dorong UMKM Sektor Kriya, Kementerian BUMN Gelar 'BerKRIYAsi' di 2 Kota
Bazar ini bertujuan memberikan kesempatan kepada UMKM di sektor kriya untuk memasarkan dan meningkatkan penjualan produknya. [1,062] url asal
#umkm #bumn #pengembangan #balikpapan #perusahaan-gas-negara #apresiasi #pdn #pengembangan-umkm-kementerian-bumn #btn #opening-ceremony-berkriyasi #andry-tanudjaja #nixon-lp-napitupulu #loto-srinaita-ginting #bumn
(detikFinance) 19/10/24 20:20
v/16710521/
Jakarta - Dalam rangka mendukung perluasan akses pasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian BUMN kembali menghadirkan Bazar UMKM untuk Indonesia bertajuk BerKRIYAsi pada Oktober 2024. Bazar ini bertujuan memberikan kesempatan kepada UMKM di sektor kriya untuk memasarkan dan meningkatkan penjualan produknya.
Selain itu, kegiatan BerKRIYAsi juga menjadi upaya untuk turut melestarikan tradisi dan seni kerajinan tangan asli Indonesia melalui produk-produk kerajinan tangan dengan sentuhan etnik yang inspiratif.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Sarinah Jakarta pada 17-20 Oktober 2024 dan Trans Studio Mall Makassar, 24-27 Oktober 2024 ini didukung oleh enam BUMN penyelenggara. Di antaranya Pegadaian, Bank BTN, Perusahaan Gas Negara, SIG, Angkasa Pura Indonesia, dan Biro Klasifikasi Indonesia.
BerKRIYAsi diikuti oleh sekitar 150 UMKM binaan BUMN, yang menampilkan berbagai ragam produk kriya unggulan. Di antaranya terdiri dari berbagai produk, utamanya kriya home decoration, aksesoris (wearables), serta berbagai produk kerajinan tangan yang inovatif dan kreatif lainnya.
Bazar produk UMKM BerKRIYAsi dibuka untuk umum sejak tanggal 17 Oktober 2024 di Lantai Dasar Sarinah Jakarta. Opening Ceremony BerKriyasi dilangsungkan pada hari Jumat (18/10) oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting bersama pimpinan dari keenam BUMN Penyelenggara, Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah, serta Kepala Dinas PPUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo.
Dalam sambutannya, Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa pelaksanaan Bazar UMKM untuk Indonesia ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir serta Presiden. Arahan tersebut mengenai BUMN perlu melibatkan UMKM di dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN.
Sepanjang tahun 2024, Kementerian BUMN telah merencanakan 12 kegiatan Bazar UMKM untuk Indonesia secara tematik di 7 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Labuan Bajo.
Sebagai rangkaian penutup, pada bulan November 2024 nanti, Bazar UMKM untuk Indonesia akan diselenggarakan di Labuan Bajo dan Jakarta. Selain itu, seluruh transaksi yang terjadi dalam Bazar UMKM untuk Indonesia dilakukan melalui Platform PaDi UMKM yang dibangun oleh Kementerian BUMN bersama BUMN sejak tahun 2020.
"Jumlah transaksi dalam delapan bazar yang telah diselenggarakan sejak awal tahun 2024, tercatat mencapai sekitar Rp95 miliar. Selain itu, berdasarkan data yang tercatat melalui PaDi UMKM, jumlah belanja produk dalam negeri BUMN sejak Januari hingga September 2024 tercatat sebanyak Rp 726,4 triliun. Sementara jumlah belanja BUMN terhadap UMKM tercatat sebanyak Rp47 triliun atau hanya sekitar 6% dari jumlah belanja PDN BUMN. Artinya ke depan masih terdapat ruang yang cukup besar bagi BUMN untuk meningkatkan belanja kepada UMKM," ujar Loto dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2024).
Selain bazar produk UMKM, BerKRIYAsi juga disemarakkan dengan beragam kegiatan lain, di antaranya creative competition, talkshow, workshop, serta beberapa acara hiburan seperti performance live music dan guest star performance.
Rangkaian kegiatan opening ceremony BerKRIYAsi turut dihadiri oleh Direksi BUMN Penyelenggara dan dimeriahkan oleh penampilan special Trio Violinist yang dibarengi oleh koreografi yang selaras. Penutupan rangkaian kegiatan BerKRIYAsi di Jakarta dilakukan pada hari Jumat (18/10) dengan penampilan bintang tamu, Juicy Lucy yang dilangsungkan pada pukul 19.00 WIB di Anjungan Sarinah.
Sementara itu, Direktur Utama Pegadaian, Latri Setiawan menyampaikan hadirnya Pegadaian dan BUMN Penyelenggara lain di sini menjadi wujud dukungan terhadap UMKM di Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong UMKM agar terus naik kelas, di samping memperkenalkan produk-produk berkualitas dari UMKM binaan.
"Masyarakat juga dapat dengan mudah bertransaksi online melalui PaDi UMKM. Kami percaya produk UMKM berpotensi besar dan kedepannya mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. Nixon menyampaikan bahwa perseroan terus berupaya mendukung pengembangan UMKM baik melalui penyediaan pembiayaan, pembinaan, maupun wadah untuk promosi.
"Sebagai BUMN, BTN terus berkomitmen untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi UMKM untuk maju sehingga dapat turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nixon.
Kemudian, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Donny Arsal mengatakan SIG konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh bagi pegiat UMKM agar dapat menjalankan usaha secara profesional dengan manajerial yang baik.
Juga, mampu memaksimalkan pemasaran dan penjualan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat naik kelas, serta terus maju dan berkembang.
"Melibatkan UMKM dalam berbagai pameran penting untuk menambah pengalaman dan memperluas jaringan pemasaran produknya, sehingga ke depan membuat produk UMKM mampu bersaing di level nasional bahkan global, serta berkontribusi dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia," kata Donny Arsal.
Sedangkan Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia, Achmad Syahir mengatakan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Indonesia.
"Kami berharap, melalui penyelenggaraan Bazar UMKM untuk Indonesia dapat memberi manfaat positif bagi para pelaku usaha UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya, serta menjadi salah satu medium untuk mendorong sektor UMKM untuk dapat naik kelas. InJourney Airports tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa bandara saja, tetapi kami berharap keberadaan kami dapat memberi manfaat kepada masyarakat umum secara luas, salah satunya adalah sektor UMKM," ujar Achmad Syahir.
Turut menambahkan, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Andry Tanudjaja mengatakan BKI selalu mendukung UMKM dalam memperluas pemasaran produk agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"BKI sebagai Lead Holding BUMN Jasa Survei berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Acara TJSL Bazar UMKM ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Sebagaimana juga peran dari TIC dalam memajukan pertumbuhan Perekonomian, kami percaya bahwa melalui kolaborasi dan sinergi dengan para mitra, kita dapat menciptakan peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha kecil dan menengah, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama kita dukung dan apresiasi produk-produk lokal yang penuh inovasi dan kreatifitas." Ujar Andry Tanudjaja
(ncm/ncm)
Pemerataan Internet Memacu Perkembangan UMKM Olahan Susu Asal Yogya
UMKM produk susu sapi olahan dan es krim, Sweet Sundae, asal Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu usaha yang merasakan manfaat dari pemerataan internet.... | Halaman Lengkap [638] url asal
#jaringan-internet #pengembangan-umkm #produk-olahan-susu #umkm #pelaku-umkm
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/24 14:18
v/16602128/
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) produk susu sapi olahan dan es krim, Sweet Sundae, asal Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu usaha yang merasakan manfaat dari pemerataan internet. Selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerataan jaringan internet menjadi fokus guna memberikan manfaat ekonomi secara berkeadilan terutama pada masyarakat pedesaan.Akses internet saat ini menjadi kebutuhan masyarakat terutama semenjak pandemi Covid-19, yang sempat memaksa seluruh masyarakat banyak menghabiskan waktu di dalam rumah saja. Ketersediaan internet juga memudahkan UMKM dalam menggalang pelanggan, beserta menciptakan transaksi yang dilakukan tanpa tatap muka.
Seperti yang dilakukan oleh UMKM produk susu sapi olahan dan es krim, Sweet Sundae, asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Sweet Sundae kini menjadi salah satu binaan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) yang disebut UMKM yang berhasil membina ekonomi masyarakat sekitar desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
?Desa-desa kami di Yogyakarta sudah mendapatkan akses internet, setiap desa disini sudah mendapatkan dana desa tiga miliar rupiah, gabungan dana desa, desa wisata ditambah dana keistimewaan seluruh Yogyakarta. Jadi semuanya disini sudah memiliki akses internet,? tutur Owner sekaligus CEO Sweet Sundae, Andromeda Sindoro saat dihubungi MPI, Jumat (11/10/2024).

Pria yang akrab disapa Andro tersebut mengatakan, akses internet digunakan oleh pihaknya untuk bertahan dan berkembang, bahkan di masa krisis ekonomi Pandemi Covid-19. Andro menjelaskan, bisnis UMKM-nya yang sudah berkembang sejak 2008, berbasis bussiness to bussiness, ditransformasikan menjadi langsung menjual ke konsumen, membutuhkan internet secara masif.
?Jadi sedari masa pandemi, kami bertransformasi menjadi Business to consumer, seperti awal pendirian usaha. Saat itu, semua marketing kami mendaftarkan merek dagang dan akun usaha di seluruh market place yang ada di Indonesia,? katanya.
Upaya digitalisasi pemasaran produk Sweet Sundae berupa es krim, susu, mentega, krim hingga yoghurt, mendapatkan permintaan yang cukup besar. Andro menerangkan, ketika pemesanan melalui market place ditambah laman resmi UMKM-nya mulai dikenal luas, dirinya pun mengalami kendala berbeda lagi.
?Permasalahan kita setelah pesanan mulai banjir konsumen, biaya ongkos kirim ini mulai menjadi permasalahan. Pengiriman melalui jasa mitra ojek online cukup membebani biaya dari modal usaha, tapi beruntungnya Pemprov DIY bersedia membuat suatu platform khusus,? tutur Andro.
Platform market place khusus pelaku UMKM di DIY itu disebut SiBakul Jogja, selain mengintegrasikan data dan informasi antara pelaku bisnis dengan pemerintah provinsi, SiBakul Jogja juga memberikan insentif bebas biaya ongkir. Melalui sambungan internet yang sudah membumi di tanah Yogyakarta, SiBakul Jogja itu dapat berperan sebagai super app yang menyuburkan ekosistem pertumbuhan ekonomi UMKM di Yogyakarta.
?Semua UMKM diberikan insentif biaya ongkir, terlebih lagi semuanya juga diberikan pelatihan baik secara luring maupun daring secara tepat guna. UMKM mendapatkan dukungan pemprov, sementara pemprovnya mendapatkan pendataan informasi geliat UMKM di seluruh pelosok pedesaan,? ungkap Andro menjelaskan.
Melalui kemudahan akses internet, Andro mengatakan sudah membantu aktivitas ekonomi bagi warga-warga pedesaan di Yogyakarta secara menyeluruh. Meski literasi internet sudah familier bagi warga desa di DIY, lanjut Andro, masih banyak masyarakat yang memilih bertransaksi keuangan secara konvensional.
"Orang-orang di Desa itu kan tidak semuanya ramah literasi internetnya, terlebih pada internet banking. Tetapi semua orang itu ternyata punya Qris, jadi bisa bayar pakai e-money semisal Gopay atau Ovo dari aplikasi Ojol," tutur Andro.

Lebih lanjut, Andro mengatakan masyarakat di pedesaan lebih banyak yang memiliki akun ojek online dibandingkan akun perbankan digital. Sementara pelayanan aplikasi ojek online, juga memberikan layanan pembayaran uang digital secara praktis.
?Tidak semua orang punya internet banking, tapi hampir semua orang pasti punya Gopay atau Ovo. Makanya kami juga mengandalkan kecepatan transaksi uang digital via Qris tersebut,? ucap Andro.
Dalam hal ini, Andro mengamini strategi utama UMKM yang mudah menjangkau konsumen, akan sangat terbantu melalui akses ketersediaan internet. Semakin luasnya ketersediaan internet, bagi Andro, akan semakin memudahkan banyaknya masyarakat bertransaksi ekonomi dan UMKM dapat melakukan ekspansi pelanggan.
?Kemampuan kami dapat bertahan, bahkan cenderung berkembang, itu dibantu dengan ketersediaan internet. Tidak hanya kemudahan bagi UMKM, tetapi akses konsumen semakin dimudahkan,? kata Andro.
Peruri Bekali UMKM Cara Menarik Konsumen di Era Digital
Tantangan bagi UMKM semakin tinggi karena para pelaku usaha dituntut tidak hanya unggul dalam persaingan lokal, tetapi juga dalam tingkat nasional maupun internasional,... | Halaman Lengkap [433] url asal
#perum-peruri #digitilisasi-umkm #digital-branding #berita-bisnis #pengembangan-umkm
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/10/24 07:37
v/16547435/
JAKARTA - Tantangan bagi UMKM semakin tinggi karena para pelaku usaha dituntut tidak hanya unggul dalam persaingan lokal, tetapi juga dalam tingkat nasional maupun internasional, apalagi di era digital yang semakin kompetitif.Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri, Aris Wibowo mengatakan, branding yang kuat merupakan faktor utama dalam pengelolaan bisnis UMKM untuk tampil lebih profesional dan menarik perhatian lebih banyak konsumen.
?Kali ini, para UMKM yang dikurasi bersama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat, dibekali pelatihan branding khususnya terkait teknik copywriting yang baik dan foto produk. Copywriting akan membantu UMKM menyampaikan pesan yang relevan dan menarik kepada target audiens, sementara pelatihan foto produk dapat meningkatkan kualitas visual produk yang dipasarkan, sehingga mampu bersaing dengan brand besar,? katanya saat memberikan materi pelatihan.
Dengan semakin banyaknya UMKM yang beralih ke platform digital , paparnya visual dan pesan yang disampaikan menjadi aspek penting untuk menarik konsumen. Copywriting yang tepat dapat mengomunikasikan manfaat produk dengan jelas, sedangkan foto produk yang menarik akan meningkatkan daya tarik visual di marketplace atau media sosial, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan penjualan.
Saat ini lanjutnya, Peruri sebagai BUMN yang memiliki program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan salah satu program prioritasnya adalah pengembangan UMKM, telah menggelar pelatihan kepada 40 pelaku UMKM terkurasi dengan tema branding untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas. Pelatihan ini dilaksanakan di Neo Hotels Bandung pada Selasa, 8 Oktober 2024.
?Sebagai komitmen kami dalam memajukan usaha UMKM, PERURI secara konsisten memberikan berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Tujuan utamanya membuat para UMKM menjadi tangguh dan mandiri, sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun global. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat membantu UMKM memperkuat fondasi bisnisnya, menghadapi tantangan digitalisasi, dan mengoptimalkan peluang yang ada di pasar internasional,? katanya.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri yang ahli di bidangnya, di antaranya dosen tetap dan praktisi marketing kampus vokasi Institut STIAMI, Elfa Setiawan, S.S., M.M., dan fotografer Karina Nurul Islami.
Rahmat Bainur, salah seorang peserta pelatihan yang merupakan owner dari R&A Food mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan ini untuk membuka cakrawala pengetahuan dan skill yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Sebagai informasi, PERURI memiliki program Peruri Digital Entrepreneur Academy yang bertujuan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemanfaatan digitalisasi hingga menembus pasar global. Program inkubasi intensif untuk UMKM ini telah sukses dilaksanakan sejak tahun 2022 dan akan terus dilaksanakan setiap tahun.
Dari program tersebut, lima UMKM dengan kinerja terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program inkubasi lanjutan dan berkesempatan untuk mengikuti pameran internasional. Hal ini diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jaringan bisnisnya dan membuka peluang ekspor yang lebih besar.
Inovasi dan Bantuan Pemerintah Menopang UMKM Sukses Berkembang di Masa Pandemi
Kisah perjuangan UMKM menjadi penggerak ekonomi lokal dapat menjadi inspiratif, terutama di masa Pandemi Covid-19. Salah satu kisah sukses UMKM yang menginspirasi,... | Halaman Lengkap [2,741] url asal
#pengembangan-umkm #bantuan-umkm #pemberdayaan-umkm #umkm-bangkit #umkm
(SINDOnews Ekbis) 15/10/24 13:45
v/16501768/
JAKARTA - Kisah perjuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) yang terus berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal dapat menjadi inspiratif, terutama pasca situasi ekonomi nasional dan dunia sempat mengalami perlambatan di masa Pandemi Covid-19 .Salah satu kisah sukses UMKM yang menginspirasi, Sweet Sundae, produsen Es Krim dan produk olahan susu sapi asal Sleman, Yogyakarta, yang mampu bertahan bahkan berkembang di masa Pandemi kemarin. Sweet Sundae yang awalnya diawali dari inisiatif sepasang suami istri alumnus ilmu peternakan Universitas Gadjah Mada, kini bahkan berhasil mengekspor produknya ke negara-negara di Timur Tengah.
Owner Sweet Sundae, Andromeda Sindoro menjelaskan, usahanya ini berdiri sejak tahun 2008. Ia mengatakan, bisnis produk olahan susu sapi miliknya bersama Istri diawali dari proyek kampusnya yang tengah membina para peternak sapi perah.
"Awalnya usaha kami ini terinspirasi ketika membantu proyek dosen membina produksi peternak sapi perah. Saya dan Istri saat itu masih menjadi asisten dosen, kita coba tingkatkan kesejahteraan peternak sapi perah melalui produksi susunya yang lebih baik. Salah satunya kita ajarkan juga membuat es krim dari susu hasil perahnya," terang Andro kepada MPI, Jumat (11/10/2024).
Andro mengatakan, para peternak sapi perah tersebut tidak memiliki waktu untuk melakukan pengolahan susu menjadi produk makanan atau minuman siap saji karena sudah sibuk mengurus ternak. Oleh karena itu, dia bersama Istri pun berinisiatif untuk membeli susu dari para peternak untuk diperjualkan kembali, meski dalam skala sangat kecil.
"Saat itu awal pembelian, masih sebanyak 3-5 liter susu karena kita juga masih mahasiswa. Setelah itu kita olah jadi es krim untuk dijual di kampus. Kok ternyata laku juga ya? Dari situ lah UMKM kami mulai berkembang," katanya.
Sweet Sundae yang berlokasi di Jalan Palagan, Perumahan Lempongsari Blok C 18A, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, diakui Andro semakin berkembang dengan meningkatkan pemesanan susu dari peternak hingga 15 liter sampai lebih. Andro mengatakan, ide bisnis UMKM-nya itu pun diajukan untuk mengikuti lomba kewirausahaan di kampusnya sehingga mendapatkan modal pengembangan usaha.
"Jadi usaha kami yang awalnya berdiri di 2008, kita ikutkan lomba-lomba kewirausahaan. Alhamdulillah menang, jadi kita dapat modal sampai di tahun 2011, kita bisa sewa tempat yang sekarang," tutur Andro.
Andro mengatakan Sweet Sundae terus berkembang dari Bussiness to Consumer, menjadi Bussines to Bussiness di 2013. Kesuksesan pembinaan para peternak sapi perah itu pun mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia di provinsi Jawa Tengah.
"Setelah mendapatkan permbinaan dari BI Jateng, pasar kita meluas hampir se-pulau Jawa. Kita juga tetap terus ikutkan model bisnis kita di setiap perlombaan dan menang lomba, tetapi berhenti di tahun 2020," tutur Andro.
Pada tahun 2020, Andro mengatakan Sweet Sundae yang tengah berkembang terpaksa berhadapan dengan Pandemi Covid-19, yang mengakibatkan bisnis UMKM-nya mengalami anjloknya pasar dan permintaan. Mulai dari pelanggannya di Pasar, Hotel, Restoran, usaha Katering, tidak dapat berjalan.
"Jadi di masa pandemi, kita urun rembug dengan semua karyawan untuk tetap menjaga cash flow perusahaan bertahan. Akhirnya kita sepakati berubah dari jualan es krim, kita fokus ke penjualan susu," ujarnya.
Andro yang saat itu baru memiliki 20 karyawan tetap, menyetujui ide pegawainya lantaran mengingat situasi pandemi yang tengah menjalani isolasi mandiri. Kondisi banyaknya Isoman, PPKM yang mengakibatkan seluruh masyarakat untuk berdiam diri di rumah, dipandang membutuhkan nutrisi lebih terutama melalui konsumsi susu sapi segar.
"Kita setuju untuk jadi jualan susu per satu liter, supaya menyasar satu keluarga yang sedang Isoman. Asumsinya satu gelas itu kan 250 mili, itu bisa dibagi menjadi lima gelas untuk satu keluarga," jelas Andro.
Akan tetapi, Andro mengungkapkan dari segi produksi mengalami kendala guna mendistribusikan dagangannya dari rumah ke rumah. Ia mengaku, kondisi pendistribusian susunya, khususnya di tingkat bussiness to consumer, terjerat tingginya biaya ongkos kirim.
"Saat itu akhirnya kami inisiatif menghubungi Dinas Koperasi Provinsi untuk mendiskusikan keringanan biaya ongkir untuk UMKM. Kondisi pandemi ini kan mewajibkan setiap UMKM untuk mengantarkan produknya hingga ke depan rumah. Ternyata ide kami ini direspons tidak hanya subsidi ongkir, tapi menjadi gratis ongkir oleh Pemprov Yogyakarta," ungkap Andro.
Lebih lanjut, Andro mengungkapkan bebasnya biaya ongkir oleh Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, bekerja sama dengan mitra ojek online. Program tersebut pun disebut sebagai SiBakul Jogja, yakni platform market hub bagi UMKM asli DIY guna mempertahankan keberlangsungan UMKM di masa pandemi.
"Program SiBakul Jogja ini masih berlaku sampai sekarang, jadi semua UMKM itu free ongkir sampai Rp50 Ribu atau sejauh 43,5 Kilometer. Program itu pun bekerja sama dengan mitra Ojek Online seperti Gojek dan Grab," jelas dia.
Selain mengubah model bisnisnya menjadi berjualan susu di masa pandemi, Andro mengatakan pihaknya juga mengalami kendala dalam urusan metode transaksi pembayaran. Ia menandaskan, setiap pembelian produknya dilakukan dengan transaksi secara internet banking, namun ternyata tidak semua masyarakat mengehendaki menggunakan layanan perbankan digital tersebut.
"Orang-orang di Desa itu kan tidak semuanya ramah literasi internetnya, terlebih pada internet banking. Tetapi semua orang itu ternyata punya Qris, jadi bisa bayar pakai e-money semisal Gopay atau Ovo dari aplikasi Ojol," papar Andro.
Penggunaan Qris sebagai medium transaksi pembayaran, dipandang positif saat masa pandemi. Andro mengatakan situasi tersebut didukung dengan tingginya kewaspadaan masyarakat ketika hendak bersentuhan kulit dengan orang lain di masa itu.
"Kalau seperti kami, sebenarnya bisa saja dipaketkan setiap pengiriman. Tapi bagaimana dengan UMKM lainnya? Jangan sampai jual peyek hanya Rp2 ribu tapi ongkirnya bisa 3-4 kali lipat harganya," terang Andro.
Kemudian, di masa Pandemi, Andro mengatakan UMKM-nya juga bekerja sama dengan Pemprov DIY untuk suplai susu bagi masyarakat yang hendak mendapatkan vaksin Covid-19. Kerja sama ini diajukan Andro, guna mendukung program vaksin pemerintah ditambah penguatan peternak sapi perah, UMKM dan para Ojol di masa pandemi.
"Alhamdulillah kebutuhan susu di seluruh vaksinasi covid-19 di DIY, itu semuanya dari kami. Jadi ini juga patut disyukuri karena semua susu lokal dari Yogyakarta terserap secara lokal di provinsinya juga," katanya.
Andro mengatakan, di musim pandemi tersebut, ia mengaku justru malah menumbuhkan UMKM-nya untuk semakin berkembang. Dia mengatakan perusahaannya yang awalnya menjual produk olahan susu sapi menjadi es krim, di masa pandemi, Sweet Sundae berhasil menelurkan produk berupa mentega, susu, Yoghurt, Krim, Susu Skim dan lainnya.
"Sweet Sundae ini sejak berdirinya di tahun 2008 sampai 2019 itu hanya es krim dengan gelato. Tetapi di masa pandemi kita berkembang produknya, bahkan sudah dipesan secara ekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab," terang Andro.
Andro mengatakan, Sweet Sundae kini sudah mulai mengekspor ke UAE, Arab Saudi, dan sejumlah negara-negara di Timur Tengah. Upaya ini diperolehnya dengan penguatan promosi via digital dan pameran-pameran Internasional yang dilakoninya pasca pandemi.
"InsyaAllah tahun ini kami akan kirim dua kontainer ke Dubai. Bulan depan rencananya InsyaAllah juga akan kirim Arab Saudi sebanyak lima kontainer," ujarnya.
Sekadar informasi, Sweet Sundae ini sudah diperjualbelikan secara daring melalui aplikasi e-commerce yang resmi tersedia di Indonesia. Guna mengakses katalog produk dan proses produksinya, dapat diakses melalui sosial media.
Usaha Pemerintah Menjaga Geliat Bisnis di Era Pandemi
Indonesia menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengelola pandemi Covid-19. Bukan hanya angka kematian per kapita yang rendah, tapi juga didukung kebijakan fiskal yang tepat buat dunia usaha.
Keberhasilan melewati masa sulit ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara yang berhasil menangani krisis global akibat Covid-19 dengan cepat.
Menopang UMKM di 2020
Khusus bagi dunia usaha, ada beberapa perlindungan yang disiapkan pemerintah kala itu. Salah satu skema bantuan yang diberikan kepada dunia usaha yaitu BLT usaha mikro kecil.
Pemerintah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena komposisi UMKM cukup besar dalam perekonomian Indonesia bila dibandingkan dengan usaha besar agar bisa bertahan pada masa pandemi.
Dari total biaya yang dialokasikan pemerintah untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 yakni Rp695,2 triliun, sebesar Rp123,46 triliun (atau 17,75%) dialokasikan khusus untuk mendukung UMKM.
Dari jumlah tersebut dialokasikan untuk enam kegiatan, yakni subsidi bunga Rp35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi sebesar Rp78,78 triliun, belanja imbal jasa penjaminan(IJP)sebesar Rp5triliun, PPh final UMKM ditanggung pemerintah (DTP) sebesar Rp2,4 triliun.
Ditambah serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) sebesar Rp1 triliun.
Perkuat UMKM lewat Kredit Modal Kerja
Kebijakan modal kerja yang pertama dilakukan adalah pemberian kredit modal kerja berbunga murah melalui penempatan uang negara dalam bentuk deposito dan/atau giro pemerintah pada bank umum mitra. Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun rupiah pada bank umum mitra selama 6 bulan.
Penempatan dana pemerintah ini dilakukan untuk mengakselerasi pemberian kredit, khususnya untuk UMKM dan industri padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Pemerintah juga memberikan penjaminan atas kredit modal kerja pelaku UMKM. Disebutkan bahwa PT Jamkrindo dan PT Askrindo ditugaskan sebagai penjamin. Dalam hal ini, pemerintah memberikan dukungan melalui pembayaran IJP, loss limit, dan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Jamkrindo dan PT Askrindo. Jaminan tersebut diberikan kepada pelaku UMKM yang memenuhi lima kriteria
Bantuan Langsung
Pemerintah mengucurkan bantuan kepada para pelaku usaha mikro kecil berupa dana hibah atau bantuan langsung tunai (BLT). Skemanya, yakni kucuran bantuan modal usaha Rp2,4 juta yang ditransfer lewat rekening. Program ini resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Senin (24/8/2020).
Pada hari peluncurannya, bantuan ini sudah disalurkan kepada satu juta usaha mikro kecil. Selanjutnya bantuan terus dibagikan secara bertahap sampai mencapai 12 juta usaha mikro kecil pada September 2020.
Anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk program ini mencapai Rp22 triliun. Saat peluncuran, pemerintah sudah mengantongi data para pelaku usaha mikro kecil yang layak mendapat bantuan ini. Selain itu para pelaku usaha mikro kecil juga didorong aktif mendaftarkan diri ke dinas koperasi terdekat.
Selain berusaha tetap menjaga ketahanan pangan dan konsumsi rumah tangga dengan pemberian bantuan sosial, pemerintah juga bergerak dalam memperingan beban Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan usahanya. Sebagai salah satu fondasi terpenting dalam menumpang perekonomian dalam negeri, tentu eksistensi UMKM menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga imunitas perekonomian di era Pandemi Covid-19 ini.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), dunia usaha di Indonesia pada saat ini didominasi oleh Usaha Mikro kecil (UMK), dan jumlahnya mencapai 26 juta usaha atau 98,68% dari total usaha non pertanian di Indonesia. Usaha ini mampu menyerap 59 juta jiwa atau sekitar 75,33% dari total tenaga kerja non pertanian.
Bahkan ketika krisis melanda Indonesia di tahun 1998, Usaha Mikro kecil terbukti tetap berdiri kokoh dan mempunyai imunitas ekonomi yang kuat di saat usaha-usaha lain yang lebih besar tumbang. Usaha yang lebih dekat dengan masyarakat dan minimnya interaksi dengan mata uang asing menyebabkan jenis usaha ini cukup kebal terhadap pelemahan rupiah saat itu.
Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan sosial guna menjaga kekuatan utama ekonomi Indonesia, dengan menunda cicilan pokok dan bunga kredit usaha rakyat (KUR) bagi 11,9 juta pelaku UMKM. Di dalamnya juga termasuk KUR yang menyasar 22.000 tenaga kerja Indonesia (TKI).
Selain itu, keringanan tersebut juga diberikan kepada 11,4 juta debitur pembiayaan ultra mikro (UMi). Berdasarkan situs Kementerian Bidang Perekonomian, total outstanding KUR yang telah disalurkan per Januari 2020 senilai Rp14,85 triliun.
Total debitur secara akumulasi sejak Agustus 2015 hingga Januari 2020 sebanyak 19 juta debitur. Pemerintah juga mencatat 44 lembaga keuangan sebagai penyalur kredit yang memiliki subsidi bunga dari pemerintah tersebut. Lebih dari 80% di antaranya adalah bank, baik milik pemerintah, swasta, maupun daerah.
Perkuat UMKM di 2021
Gelombang kedua kasus Covid-19 terjadi di Indonesia pada Juni-Juli 2021 akibat varian Delta. Pada tahun ini, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi dan transformasi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, alokasi anggaran yang disediakan untuk klaster Dukungan UMKM adalah sebesar Rp95,87 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai program lainnya untuk mendukung UMKM, seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.
?Berbagai program tersebut ditujukan untuk meringankan dampak pandemi terhadap UMKM melalui program bantuan dari sisi permodalan,? kata Airlangga.
Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, sekitar 69,02% UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19. Sementara, menurut Laporan Pengaduan ke KemenkopUKM per Oktober 2020, sebanyak 39,22% UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi Covid-19.
Data tersebut menunjukkan bahwa bantuan permodalan bagi UMKM menjadi hal yang penting. Maka dari itu, pemerintah memberikan dukungan bagi UMKM dari sisi permodalan melalui program restrukturisasi kredit. Per 31 Juli 2021, tercatat terdapat lebih dari 3,59 juta UMKM telah memanfaatkan program ini dengan nilai sebesar Rp285,17 triliun.
Di sisi lain, realisasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) telah disalurkan kepada 12,8 juta usaha mikro dengan masing-masing nilai bantuan sebesar Rp1,2 juta. Sementara, BT-PKLW yang mulai berjalan di bulan September 2021 kepada 1 juta PKL dan warung masing-masing sebesar Rp1,2 juta yang disalurkan secara tunai melalui POLRI dan TNI.
?Guna mempercepat pemulihan UMKM, Pemerintah juga meningkatkan plafon KUR dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun di 2021,? ujar Airlangga.
Berbagai kemudahan kebijakan KUR, seperti penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit plafon KUR, serta relaksasi persyaratan administrasi, telah mendorong realisasi penyaluran KUR pada tahun 2021 yang meningkat signifikan.
Realisasi hingga 20 September 2021 telah mencapai 64,48% atau senilai Rp183,78 triliun yang telah dinikmati oleh 4,9 juta debitur. ?Per 13 September 2021, KUR telah dimanfaatkan dengan akumulasi Rp322 triliun yang diberikan kepada 29,5 juta debitur,? kata Airlangga.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) bulan Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun. UMKM mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi di Indonesia.
Berbagai upaya dan program yang telah diinisiasi oleh pemerintah perlu diperkuat dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk sektor swasta agar dapat semakin memberikan manfaat yang optimal bagi UMKM. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk pemulihan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai otoritas, mengajak masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan 5M dan 3T, serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi.
Apresiasi Pengusaha
Apa yang dilakukan pemerintah sepanjang Pandemi, sedikit banyak membantu menopang para pelaku UMKM untuk tetap bertahan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Industri Kecil Menengah (IKM) Ronald Walla menerangkan, geliat para pelaku UMKM dalam berwirausaha tidak terlepas dari dukungan pemerintah.
Seperti diketahui, berbagai inisiatif telah digulirkan demi mendukung pelaku UMKM agar tetap bertahan dan berjuang di tengah pandemi Covid-19.
"Selama dua tahun (pandemi) kita sangat di-support sekali oleh pemerintah, bermental wirausaha sehingga laporan keuangan pelaku UMKM juga lebih rapi, terutama didukung juga dengan fintech (teknologi keuangan)," urainya.
Pemerintah telah menyediakan insentif dukungan bagi UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2020 dan dilanjutkan di tahun 2021. Realisasi PEN untuk mendukung UMKM sebesar Rp 112,84 triliun telah dinikmati oleh lebih dari 30 juta UMKM pada tahun 2020.
Sementara untuk tahun 2021, Pemerintah juga telah menganggarkan PEN untuk mendukung UMKM dengan dana sebesar Rp 121,90 triliun untuk menjaga kelanjutan momentum pemulihan ekonomi.
Program PEN untuk mendukung UMKM pada tahun 2020 tercatat telah berhasil menjadi bantalan dukungan bagi dunia usaha, khususnya bagi sektor informal dan UMKM untuk bertahan dalam menghadapi dampak pandemi. Selain itu, ini juga dapat membantu dalam menekan penurunan tenaga kerja.
Dilansir dari data BPS per Agustus 2020, terdapat penciptaan kesempatan kerja baru dengan penambahan 0,76 juta orang yang membuka usaha dan kenaikan 4,55 juta buruh informal.
Pemerintah juga terus berupaya mendorong para pelaku UMKM untuk on board ke platform digital melalui Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), dimana hingga akhir 2020 sudah terdapat 11,7 juta UMKM on boarding. Diharapkan pada tahun 2030 mendatang, jumlah UMKM yang go digital akan mencapai 30 juta.
Di samping itu, Pemerintah juga mendorong perluasan ekspor produk Indonesia melalui kegiatan ASEAN Online Sale Day (AOSD) di 2020.
Beberapa UMKM melalui bank BUMN terbantu di tengah hantaman Pandemi pada tahun 2020. Adalah Yovy Trijayanti, pelaku UMKM yang bergerak di bidang bakery dan telah menjadi nasabah BRI sejak tahun 1996, juga ikut menikmati pinjaman modal kerja/Kredit Modal Kerja (KMK) BRI.
Dia mengungkapkan bahwa selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan oleh pemerintah, bisnisnya ikut terdampak.
?Awalnya saya sempat bingung dengan kondisi yang semakin sulit, namun kemudian BRI memberikan bantuan berupa pinjaman modal kerja. Ini sangat membantu kelangsungan bisnis saya ke depan," ujarnya.
Pinjaman tersebut lantas digunakan untuk kebutuhan toko, pembelian bahan baku pembuatan roti dan cake. "Saya juga pakai pinjamannya untuk pelatihan bagi pekerja saya untuk meningkatkan kemampuan mereka di bisnis ini,? ungkapnya.
Biar UMKM Bisa Bersaing, Ini yang Mesti Dilakukan
Perum Peruri menggelar pelatihan branding untuk 40 pelaku UMKM di Bandung, fokus pada copywriting dan foto produk, guna meningkatkan daya saing di pasar global. [305] url asal
#umkm #pelatihan-umkm #pengembangan-umkm #biar-umkm #penanggung #manfaat #saing #entrepreneur-academy #bandung #tjsl-peruri #pelatihan-branding #manfaat-produk #pelaku-umkm #persaingan #aspek #pengelolaan #digital-ent
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 13/10/24 12:10
v/16396796/
Jakarta - Perkembangan era digital menuntut UMKM tidak hanya unggul dalam persaingan lokal, tapi juga nasional dan internasional. Oleh karena itu, dibutuhkan branding yang kuat dalam pengelolaan UMKM agar tampil lebih lebih profesional dan menarik perhatian lebih banyak konsumen.
Terkait hal tersebut, Perum Peruri turut melakukan pengembangan UMKM dengan menggelar pelatihan kepada 40 pelaku UMKM dengan tema branding untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas. Pelatihan ini dilaksanakan di Bandung Selasa (8/10) lalu.
Pelaku UMKM dibekali pelatihan branding khususnya terkait teknik copywriting yang baik dan foto produk. Copywriting akan membantu UMKM menyampaikan pesan yang relevan dan menarik kepada target audiens, sementara pelatihan foto produk dapat meningkatkan kualitas visual produk yang dipasarkan, sehingga mampu bersaing dengan brand besar.
"Tujuan utamanya tidak lain adalah membuat para UMKM menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun global. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat membantu UMKM memperkuat fondasi bisnisnya, menghadapi tantangan digitalisasi, dan mengoptimalkan peluang yang ada di pasar internasional," kata Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri Aris Wibowo dalam keterangannya, Minggu (13/10/2024).
Dengan semakin banyaknya UMKM yang beralih ke platform digital, visual dan pesan yang disampaikan menjadi aspek penting untuk menarik konsumen. Copywriting yang tepat dapat mengkomunikasikan manfaat produk dengan jelas.
Sedangkan foto produk yang menarik akan meningkatkan daya tarik visual di marketplace atau media sosial, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan penjualan.
Sebagai informasi, Peruri memiliki program Peruri Digital Entrepreneur Academy yang bertujuan untuk mendukung UMKM dalam pemanfaatan digitalisasi hingga menembus pasar global. Program inkubasi intensif untuk UMKM ini telah sukses dilaksanakan sejak tahun 2022 dan akan terus dilaksanakan setiap tahun.
Dari program tersebut, lima UMKM dengan kinerja terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program inkubasi lanjutan dan berkesempatan untuk mengikuti pameran internasional. Hal ini diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jaringan bisnisnya dan membuka peluang ekspor yang lebih besar.
(acd/das)
5 UMKM Binaan BSI Go Global Coba Tembus Pasar Arab Saudi
UMKM binaan BSI berpartisipasi dalam Festival Amazing Indonesia 2024 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, untuk menembus pasar Internasional. PT Bank Syariah Indonesia... | Halaman Lengkap [309] url asal
#umkm #go-global #pengembangan-umkm #talenta-wirausaha-bsi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/09/24 12:43
v/15641927/
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk ( BSI ) mengirim lima UMKM binaannya untuk berpartisipasi dalam Festival Amazing Indonesia 2024 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 26-28 September 2024. Langkah ini mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.Kelima UMKM tersebut adalah Mocafine (produk sehat gluten free), Ulunowih Gayo Coffee (kopi specialty asal Aceh), Sweet Sundae (produsen es krim asal Yogyakarta), Inabee Mukena (produsen mukena premium), dan NRA (usaha travel umrah dan haji).
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menjelaskan, UMKM binaan ini telah melalui proses kurasi yang ketat. Penilaian dilakukan berdasarkan keunikan produk, standar kualitas internasional, kapabilitas produksi, serta kesesuaian dengan pasar global, khususnya di Timur Tengah.
?Diharapkan kelima UMKM ini bisa menjadi inspirasi bagi UMKM binaan BSI lainnya untuk terus berkembang dan go global . Kami terus mendorong UMKM agar bisa bersaing di pasar internasional, khususnya di Timur Tengah, seperti UEA dan Arab Saudi,? kata Hery.
BSI terus mendorong peningkatan kualitas UMKM di berbagai aspek, mulai dari prospek usaha, kualitas produk, pemasaran, hingga akses ke permodalan dan pasar global. Pembiayaan UMKM BSI mengalami tren positif, dengan nilai mencapai Rp46,259 triliun hingga Agustus 2024, meningkat 24,7% dari tahun sebelumnya. Saat ini, lebih dari 42.000 UMKM telah menjadi nasabah BSI.
Selain itu, BSI juga aktif membuka peluang bagi UMKM untuk memasuki pasar global melalui kegiatan business matching dan berbagai event expo. Festival Amazing Indonesia 2024 menjadi salah satu upaya BSI untuk memperkenalkan UMKM Indonesia ke pasar internasional.
BSI juga mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan di BSI UMKM Center yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Program Talenta Wirausaha BSI dan Aceh Muslimpreneur yang digelar setiap tahun turut menjadi ajang pencarian UMKM potensial yang dapat bergabung dalam binaan BSI.
?Kami berharap strategi-strategi ini dapat membuat UMKM Indonesia semakin kompetitif di tingkat nasional dan internasional,? tutup Hery.
Ekonomi kemarin, peningkatan penumpang saat Maulid hingga soal UMKM
Lima berita ekonomi Sabtu (14/9) kemarin yang menarik minat pembaca masih layak disimak untuk hari ini Minggu. Seperti peningkatan penumpang kereta api dan ... [509] url asal
#libur-maulid #pengembangan-umkm #munaslub-kadin #tiket-kereta #kereta-cepat
(Antara) 15/09/24 05:21
v/15038671/
Lima berita ekonomi Sabtu (14/9) kemarin yang menarik minat pembaca masih layak disimak untuk hari ini Minggu.
Jakarta (ANTARA) - Lima berita ekonomi Sabtu (14/9) kemarin yang menarik minat pembaca masih layak disimak untuk hari ini Minggu. Seperti peningkatan penumpang kereta api dan kereta cepat Whoosh, peningkatan arus kendaraan, Munaslub Kadin Indonesia, serta optimisme pengembangan UMKM.
Menkop optimistis Indonesia mampu jadi pusat industri home dekor dunia
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024
Melalui Aryaduta Hotels, Lippo Karawaci Dukung Pengembangan Bisnis Lokal
LPKR berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja . Komitmen ini salah satunya terlihat lewat Aryaduta Hotel Group. PT... | Halaman Lengkap [210] url asal
#lippo-karawaci #hotel #pengembangan-umkm #produk-lokal #lapangan-pekerjaan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 06/09/24 10:45
v/14904975/
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja melalui operasi bisnis. Hal ini sekaligus meningkatkan semangat bisnis dan komunitas lokal yang menjadi mitra.Komitmen ini terlihat di salah satu lini bisnisnya yakni Aryaduta Hotel Group. Mereka berupaya mendukung bisnis lokal dan membangkitkan semangat masyarakat melalui kampanye penampilan kekayaan warisan Indonesia bertajuk Asta Karya.
Selain itu, dengan berfokus pada praktik berkelanjutan, Aryaduta Hotels juga menekankan pada pengadaan makanan dan kebutuhan sehari-hari secara lokal. Sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Termasuk, terlibat aktif dalam mempromosikan UMKM dengan menyediakan pasar bagi produk UMKM dan memasukkan penawaran UMKM. Misalnya, makanan ringan dan makanan khas daerah ke dalam menu restoran.
Aryaduta Hotels juga berkolaborasi dengan komunitas penyandang disabilitas, menyelenggarakan pameran seni inklusif sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas di bawah kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI. ?Kami meyakini keberlanjutan adalah strategi yang sangat penting yang dapat menggerakkan penciptaan nilai dan pertumbuhan jangka panjang bagi organisasi,? kata Group CEO LPKR John Riady dalam siaran pers, Jumat (6/9/2024).
Oleh karena itu, LPKR menekankan integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis utama, pekerjaan, dan manajemen risiko. Tujuannya memastikan organisasi menerapkan pendekatan menyeluruh yang menyertakan berbagai aspek ESG dari bisnis, sekaligus memaksimalkan potensi dari peningkatan efisiensi dan peluang-peluang baru.
Apindo: Banyak Perizinan Jadi Tantangan UMKM dan Lapangan Kerja
Apindo beberkan tantangan pengembangan UMKM dan lapangan kerja di Indonesia [414] url asal
#umkm #pengembangan-umkm #lapangan-kerja #apindo
(Bisnis.Com - Ekonomi) 02/09/24 18:31
v/14868586/
Bisnis.com, JAKARTA - CEO Sintesa Group sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan sederet permasalahan yang mengganjal pertumbuhan pengusaha, UMKM, dan lapangan kerja di Indonesia.
Hal ini juga berkaca dengan negara-negara lain seperti di Afrika, di mana UMKM yang menjadi mayoritas sumber penghasilan warga masyarakatnya justru sulit dikembangkan, bahkan untuk sekadar menangkap pasar.
Pasalnya, kata Shinta, hadirnya UMKM tidak hanya menumbuhkan lapangan pekerjaan di sektor informal, tapi juga bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi negara.
"Di Indonesia UMKM itu menjadi sumber 97% perekonomian Indonesia. Jadi, kita harus lebih berkembang, dan oleh karena itu sekarang fokusnya adalah bagaimana kita dapat mengembangkan lebih banyak wirausahawan, termasuk perusahaan rintisan. Jika menyoal peluangnya, tentu saja besar, dengan Indonesia memiliki 270 juta penduduk," jelasnya dalam Strengthening Industrialization & Empowering SMEs, Senin (2/9/2024).
Salah satu usulannya adalah dengan membuat para pekerja informal bisa masuk ke industri formal agar mendapatkan pekerjaan dan upah yang lebih layak. Namun, untuk menggiring orang dari sektor informal ke sektor formal menempuh sejumlah tantangan.
Shinta menyebutkan, tantangan pertama adalah peran pemerintah yang sebenarnya begitu besar, tentang bagaimana pemerintah menyediakan kerangka peraturan yang tepat dalam pengembangan bisnis.
"Saya pikir satu hal yang kita tahu adalah banyaknya perizinan dengan pengurusan yang lambat. Di mana mereka tidak bisa jalan tanpa perizinan itu, tapi mereka harus mulai dengan banyak perizinan untuk diproses, dan mereka tidak akan dapat mengembangkan bisnis mereka. Menurut saya pemerintah harus mengatasi hal ini," paparnya.
Shinta mengatakan, bisa mulai dengan dialog bersama UMKM, agar bisa membuat segalanya lebih sederhana untuk UMKM.
Selanjutnya, perlu juga dukungan dari perusahaan besar, untuk membuka akses pasar, tidak melulu fokus pada pasar global, tapi juga didorong ke pasar domestik.
"Saya selalu mengatakan untuk akses pertama adalah ke pasar domestik, karena nyatanya kita bahkan tidak memiliki dukungan yang cukup untuk menempatkan UMKM ke dalam rantai nilai perusahaan besar," ungkapnya.
Ketiga adalah terkait inovasi dan digitalisasi. Melalui inovasi dan digitalisasi, UMKM bisa meningkatkan kapasitasnya dari segala sisi, baik kemampuan sampai produksi.
"Berkaca selama pandemi, saya pikir banyak UMKM kehilangan sampai 60% dari pendapatan mereka. Tapi mereka yang bisa beradaptasi bisa bangun lewat digitalisasi melalui e-commerce," paparnya.
Terakhir adalah terkait dengan keterampilan. Saat ini, Apindo sendiri sudah mengeluarkan banyak program untuk meningkatkan keterampilan dasar, seperti untuk pembukuan dan lain-lain.
"Jadi memikirkan UMKM tidak hanya tentang penciptaan lapangan kerja, tetapi bagaimana UMKM bisa naik ke tingkat berikutnya karena kita ingin bisnis mereka bertahan. Jadi tidak hanya menciptakan UMKM baru tetapi juga untuk mempertahankan mereka sehingga bisnis mereka dapat bertahan lebih lama," imbuhnya.
Pelaku UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor demi Indonesia Emas 2045
Bekerja sama dengan BD Ekspor dan PDaja, PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) dorong pelaku UMKM untuk memiliki kapabilitas dalam melakukan penetrasi pasar... | Halaman Lengkap [407] url asal
#bank-sampoerna #pengembangan-umkm #ekspor-umkm #pelaku-umkm #bank-sahabat-sampoerna
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/08/24 14:43
v/14780611/
JAKARTA - Bekerja sama dengan BD Ekspor dan PDaja.com, PT Bank Sahabat Sampoerna ( Bank Sampoerna ) dorong pelaku UMKM untuk memiliki kapabilitas dalam melakukan penetrasi pasar, terutama dalam memasarkan produknya ke luar negeri.Langkah strategis tersebut sejalan dengan visi pemerintah Indonesia yang terus mendorong UMKM agar naik kelas dengan memanfaatkan pasar ekspor demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 .
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, BD Ekspor berkolaborasi dengan PDaja.com yang berkolaborasi dengan Bank Sampoerna menyelenggarakan Indonesian Exporters Gathering 2024 dengan tema "Masa Depan Eksportir: Menuju Indonesia Emas 2045," di Gedung Sampoerna Strategic Square, pada Jumat (16/8/24) pekan lalu.
Hadir dalam event tersebut, di antaranya Lending Center Head PDaja Hendra Setiawan, Managing Director BD Ekspor Nicholas Dennis, dan sejumlah narasumber, antara lain Dewi Harlas, Founder UKM Eksportir Indonesia, dan Choirul Amin, Founder Ekspor.id.
Nicholas mengatakan, pihaknya mengajak sejumlah pelaku UMKM untuk menyadari potensi pasar ekspor yang dapat diraih melalui sharing pengetahuan dan pengalaman dari berbagai pelaku ekspor. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memiliki wawasan terkait dinamika, tantangan, dan strategi yang tepat untuk dapat memasarkan produknya di luar negeri.
"Event ini bukan hanya sekedar talkshow, tetapi juga momen penting bagi eksportir untuk berkoneksi, berkolaborasi, mendapatkan wawasan baru dan solusi nyata terhadap permasalahan bisnis ekspor. Dukungan seperti ini sangat berharga bagi pelaku UMKM dalam membantu eksportir mengatasi tantangan dan memperkuat posisi mereka menembus pasar global," ujar Nicholas.
Lending Center Head PDaja, Hendra Setiawan menegaskan, sebagaimana komitmen Bank Sampoerna yang terus mendukung pemberdayaan UMKM, pihaknya menyediakan solusi keuangan dari PDaja untuk membantu eksportir Indonesia mengakses pembiayaan yang dibutuhkan untuk ekspansi bisnis mereka ke pasar global.
Kolaborasi dengan BD Ekspor melalui acara ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia. "Kami percaya bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk sukses di pasar global, dan kami ingin membantu mereka dengan memberikan akses ke berbagai solusi keuangan dan pengetahuan yang mereka butuhkan,? kata Hendra.
Sebagai informasi, event tersebut dihadiri hampir 200 peserta dari kalangan eksportir, termasuk para profesional yang berpengalaman dalam industri ekspor, dan sejumlah pelaku UMKM. Indonesian Exporters Gathering 2024 bertujuan untuk mempersiapkan eksportir Indonesia dalam mengambil peran penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain talkshow, acara ini juga menyediakan sesi networking yang memberikan kesempatan pada peserta untuk berdiskusi lebih lanjut dan menjalin hubungan bisnis yang potensial dengan sesama eksportir. Hendra menambahkan, sebagai penyedia solusi keuangan yang berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor ekspor, PDaja berharap dapat terus berkontribusi dalam perjalanan Indonesia menuju visi Emas 2045.

