#30 tag 24jam
Phishing Kripto Kembali Makan Korban, Kerugian Capai US$2,47 Juta
Korban kehilangan US$2,47 juta dalam bentuk Aave Ethereum sDAI akibat phishing kripto, pelaku gunakan celah CREATE2 untuk lewati keamanan. [288] url asal
#pencurian-kripto #phishing #phishing-kripto #smart-contract
(BlockChain-Media) 10/10/24 22:18
v/16270311/
Serangan phishing kripto kembali memakan korban. Scam Sniffer, merupakan pihak pertama yang mendeteksi transaksi tersebut, mengungkapkan bahwa korban terjebak dalam proses otorisasi izin, sehingga mereka kehilangan aset yang dimiliki.
“Seseorang kehilangan aset senilai US$2,47 juta dalam bentuk Aave Ethereum sDAI setelah menandatangani tanda tangan phishing,” tulisnya di X.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang bahaya yang terus mengancam investor kripto, terutama terkait kelemahan pada sistem keamanan.
PelakuPhishingKripto Manfaatkan CelahCREATE2Dengan nilai kerugian mencapai US$2,47 juta, pelaku phishing kripto berhasil mencuri aset kripto korban dengan memanfaatkan celah dalam mekanisme keamanan dompet kripto.
Serangan tersebut memanfaatkan fitur CREATE2, sebuah opcode di jaringan Ethereum yang memungkinkan seseorang untuk memprediksi alamat smart contract sebelum kontrak tersebut diluncurkan di blockchain.
CREATE2 sejatinya adalah fitur yang bermanfaat dalam jaringan Ethereum. Fitur ini sering digunakan oleh platform terkemuka seperti Uniswap untuk membuat kontrak Pair, yang diperlukan dalam transaksi di bursa desentralisasi.
Scam Sniffer menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan tersebut telah memutarbalikkan fungsinya untuk tujuan yang merugikan.
“Dengan CREATE2, pelaku dapat dengan mudah menghasilkan alamat baru sementara untuk setiap tanda tangan jahat. Setelah korban menandatangani tanda tangan tersebut, pelaku membuat kontrak di alamat tersebut dan mentransfer aset pengguna. Motivasinya adalah untuk menghindari pemeriksaan keamanan dompet,” jelasnya.

Meskipun jumlah korban menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, nilai kerugian melonjak tajam, menunjukkan bahwa serangan kini lebih terfokus pada pengguna yang memiliki aset bernilai besar.
Para pelaku kejahatan dunia maya tidak hanya terus mengembangkan teknik baru, tetapi juga semakin cepat dan lebih cerdik dalam mengeksploitasi celah keamanan. Dalam menghadapi ancaman ini, investor kripto diharapkan lebih berhati-hati dan waspada dalam setiap interaksi mereka di ruang digital.
Phishing kripto mungkin terus berkembang, tetapi tindakan pencegahan yang tepat dan cepat dapat mengurangi risiko serta menghindari kerugian lebih besar. [dp]
Tokenisasi RWA Semakin Mudah Kelak di Platform Kraet
Proses melakukan tokenisasi RWA (Real World Asset) semakin mudah, mulai terhadap karya seni hingga properti. Kraet menawarkan itu. [764] url asal
#blockchain #fine-art #nft #properti #real-estate #real-world-asset #rwa #seni-lukis #smart-contract #tokenisasi
(BlockChain-Media) 10/10/24 20:19
v/16267153/
Tokenisasi RWA (Real World Asset) merupakan langkah revolusioner dalam dunia investasi yang mengubah cara kita melihat dan memperdagangkan aset. Dengan Kraet sebagai platform tokenisasi, sekarang kita dapat mengubah aset fisik seperti karya seni, properti real estate, dan barang koleksi menjadi bentuk digital yang lebih mudah diperdagangkan. Artikel ini akan membahas bagaimana tokenisasi RWA dapat memberikan kemudahan dan keamanan dalam investasi serta menjelaskan potensi yang ditawarkan oleh platform Kraet.
Apa Itu Tokenisasi RWA?Tokenisasi RWA adalah proses mengubah aset fisik menjadi bentuk digital di blockchain yang dapat diperdagangkan di pasar secara daring. Dalam konteks ini, Kraet hadir untuk merevolusi cara kita mengelola dan mentransfer nilai dari aset yang biasanya sulit untuk diperdagangkan karena kurang likuid. Dengan membawa nilai dari aset yang tidak likuid ke dalam bentuk yang lebih likuid, Kraet memberikan lapisan keamanan dan transparansi yang sangat dibutuhkan dalam dunia investasi.
Nilai pasar RWA saat ini berdasarkan data dari RWA.xyz adalah sekitar US$12,7 miliar, di mana underlying asset berupa surat utang negara AS menjadi yang terbesar saat ini. Salah satu “pemain terbesarnya” adalah BlackRock dengan produknya bernama BUILD.
Bulan ini, Chainlink melaporkan bahwa total nilai aset token kini mendekati US$120 miliar, termasuk stablecoin, dengan Ethereum memimpin 58 persen dari token RWA, menjadikannya kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Chainlink juga memproyeksikan bahwa nilai pasar RWA bisa melonjak hingga US$10 triliun pada 2030.
Pada 2022, Boston Consulting Group memprediksi bahwa tokenisasi aset tidak likuid di seluruh dunia bisa mencapai US$16 triliun pada 2030. Aset-aset ini meliputi investasi yang sulit dijual, seperti properti dan karya seni. Tokenisasi memungkinkan aset-aset ini menjadi lebih likuid dan mudah diperdagangkan di pasar blockchain RWA, membuka peluang bagi lebih banyak investor dan meningkatkan efisiensi.
Forum Ekonomi Dunia pada 2021 memperkirakan bahwa aset senilai US$867 triliun bisa terdampak oleh tokenisasi. Ini menandakan bahwa berbagai aset tradisional seperti saham dan obligasi dapat didigitalisasi, menciptakan bentuk perdagangan yang lebih likuid dan efisien, serta menghadirkan inovasi baru dalam sektor keuangan.
Angka ini mencerminkan keunggulan teknologi smart contract dan blockchain dalam melakukan tokenisasi RWA, agar tingkat likuiditas aset itu lebih tinggi dan menggapai pasar yang lebih luas.

Ada banyak jenis aset dunia nyata yang dapat dibuatkan dalam bentuk token digital di blockchain, selain yang diterakan di situs RWA.xyz itu. Pengembang Kraet menyebutkan di situsnya ada tiga sektor utama bagi pengguna yang ingin menjajal sistem tokenisasi mereka yang segera akan diluncurkan ini.
Karya SeniKarya seni lukis fisik memiliki nilai sejarah dan emosional yang tinggi, namun seringkali sulit untuk diperdagangkan. Proses lelang yang panjang dan rumit dapat membuat pemilik karya seni menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan pembayaran. Dengan solusi tokenisasi RWA dari Kraet, pemilik karya seni dapat dengan mudah mengubah aset mereka menjadi nilai yang dapat diperdagangkan secara cepat dan efisien. Seolah-olah kita memiliki jembatan yang memungkinkan kita untuk menjual karya seni langsung ke pembeli tanpa harus melewati proses lelang yang memakan waktu.
Real EstateInvestasi dalam real estate adalah salah satu cara paling popular untuk membangun portfolio investasi. Namun, meskipun lebih likuid dibandingkan dengan karya seni, menjual properti tetap bisa menjadi proses yang rumit. Kraet mengkalim memungkinkan pemilik properti untuk menjual sebagian dari aset mereka, memberikan solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan likuiditas. Ini seperti memiliki akses ke mesin ATM untuk aset properti Anda, di mana Anda dapat menarik nilai dari aset Anda kapan pun diperlukan.
Barang KoleksiPasar barang koleksi alias collectibel items, mulai dari kartu olahraga hingga mainan langka, sangat besar dan menjanjikan. Namun, nilai barang koleksi ini sering kali tidak diakui oleh orang yang tidak memahami nilainya. Kraet menyebutkan pihaknya dapat memberikan solusi bagi pemilik barang koleksi untuk menjual kepemilikan mereka dan secara fraksional (sebagian) dan mendapatkan harga yang pantas. Ini bagaikan memecah sebuah harta karun yang selama ini tersembunyi, menjadikannya lebih mudah diakses oleh para kolektor dan penggemar.
Platform Tokenisasi yang InovatifKraet tidak hanya menyediakan layanan tokenisasi RWA, tetapi juga memfasilitasi perdagangan token RWA dan crowdfundinguntuk berbagai proyek. Dengan platform yang intuitif, pengguna dapat dengan mudah membeli dan menjual aset digital mereka. Ini memberi investor kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek yang berpotensi menghasilkan keuntungan sambil menikmati kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi blockchain.
Tokenisasi RWA melalui Kraet menawarkan potensi besar bagi masa depan investasi. Dengan mengubah aset fisik menjadi bentuk digital, kita dapat menikmati kemudahan, keamanan, dan likuiditas yang lebih baik.
Platform ini membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk berinvestasi dalam aset yang sebelumnya sulit diakses. Dengan fitur-fitur inovatifnya dan token KRAET yang akan diluncurkan di blockchain Base, Kraet berkomitmen untuk menjadi tambahan gerbong panjang dalam dunia tokenisasi RWA. Token KRAET sendiri akan segera tersedia di crypto exchange Coinstore. [ps]
Teknologi Blockchain Ubah Cara Kita Kelola Data Medis
Blockchain menawarkan solusi keamanan data canggih untuk melindungi informasi medis dalam sektor kesehatan. [412] url asal
#blockchain #industri-kesehatan #smart-contract
(BlockChain-Media) 10/10/24 19:51
v/16273814/
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keamanan data dalam sektor kesehatan, teknologi blockchain kini hadir sebagai solusi yang menawarkan perlindungan canggih. Menggabungkan teknologi enkripsi dua dimensi (2DCM), blockchain memungkinkan data medis pasien dibagikan dengan aman di antara berbagai entitas kesehatan.
Blockchain dan2D Chaotic Mapping: Sistem Kriptografi yang MumpuniPara peneliti dari Universitas Hubei mengungkapkan sebuah jurnal bahwa keamanan data di industri kesehatan kini semakin penting, terutama dalam pengelolaan informasi pasien dan oleh karena itu mereka telah merancang solusi alternatif untuk menjawab masalah tersebut.
“Peta kekacauan dua dimensi memberikan alternatif kriptografi yang lebih kompleks dan aman dibandingkan sistem kunci publik-privat tradisional,” tulisnya.
Metode ini juga menggunakan teknologi enkripsi dua dimensi yang memanfaatkan kekacauan untuk mengacak data, membuatnya sangat sulit ditembus oleh para peretas.
Peneliti juga mengungkapkan bahwa teknologi ini juga memanfaatkan sistem perlindungan lainnya yang lebih kuat terhadap upaya peretasan.
“Dengan menggabungkan informasi biometrik audio sebagai kredensial identitas dan mengintegrasikannya dengan 2D chaotic mapping yang diusulkan, kami merancang metode enkripsi data yang membangun hubungan kepemilikan data yang saling terkait dan dapat diverifikasi secara dua arah dalam berbagi data kesehatan,” jelasnya.
Keamanan sistem ini didukung dengan kepekaan tinggi terhadap kunci enkripsi, yang berarti bahwa setiap perubahan kecil dalam kunci menghasilkan data terenkripsi yang berbeda secara drastis, mempersulit peretas untuk menembus sistem.
Smart Contractsebagai Dasar KeamananBlockchain memungkinkan penyimpanan data yang terdesentralisasi dan aman, memastikan bahwa informasi medis terlindungi dari ancaman eksternal.
Melalui implementasi kontrak pintar, blockchain mengatur otentikasi dan verifikasi integritas data kesehatan, sehingga mengurangi risiko akses tidak sah.
“Blockchain memungkinkan pembentukan sistem penyimpanan dan pertukaran data yang andal dan terdesentralisasi di antara banyak peserta. Sifatnya yang terdesentralisasi mengurangi kebutuhan akan keterlibatan pihak ketiga dan menurunkan biaya transaksi yang terkait dengan berbagi data,” jelas laporan tersebut.
Dengan cara ini, blockchain mampu mengelola hak akses data secara efisien tanpa bergantung pada server pusat.

Namun, teknologi blockchain mampu memberikan perlindungan yang optimal dan efektif terhadap data kesehatan. Dengan ketangguhan terhadap gangguan seperti Byzantine attack, sistem ini mampu memastikan data tetap akurat di seluruh jaringan blockchain.
Ke depannya, para peneliti memperkirakan bahwa teknologi ini akan diadopsi lebih luas dalam berbagai aplikasi kesehatan, seperti pengelolaan catatan medis elektronik.
Masa Depan Industri Kesehatan yang Lebih AmanTeknologi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan privasi dan keamanan data yang semakin meningkat dalam sektor kesehatan. Dengan perkembangan yang berkelanjutan, blockchain dan enkripsi berbasis 2D chaotic mapping dapat mempercepat kemajuan di bidang kesehatan.
Inovasi teknologi blockchain membuka jalan bagi masa depan yang lebih aman dan terjamin bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia kesehatan. [dp]
Ada Visa di Balik Rencana Stablecoin Bank Spanyol, BBVA
Visa ternyata ada di balik rencana penerbitan stablecoin besutan bank besar asal Spanyol, BBVA yang akan diluncurkan tahun 2025. [835] url asal
#bbva #blockchain #smart-contract #stablecoin #usdc #usdt #visa
(BlockChain-Media) 03/10/24 21:56
v/15928458/
Visa ternyata ada di balik rencana penerbitan stablecoin besutan bank besar asal Spanyol, BBVA. Visa sendiri memiliki sistem terpadu mempermudah perusahaan untuk membuat stablecoin dan sejak tahun 2018 Visa memang sudah melirik keunggulan teknologi blockchain.
BBVA, salah satu bank terbesar di Spanyol, akan meluncurkan stablecoin pada tahun 2025 dengan dukungan Visa. Langkah ini memperkuat posisinya dalam pasar digital yang semakin berkembang.
BBVA telah mengumumkan rencananya untuk memasuki pasar stablecoin yang semakin padat. Bank Spanyol ini berencana meluncurkan aset digital baru pada tahun depan dengan bantuan dari Visa.
Menurut Francisco Maroto, Kepala Aset Digital dan Blockchain BBVA, bank saat ini berada pada tahap uji coba dari sistem tokenisasi Visa (VTAP) yang dirancang untuk membantu lembaga keuangan meluncurkan aset token mereka sendiri. Ia berharap proyek ini mencapai tahap prototipe dan aktivitas langsung pada tahun 2025.
Maroto menyatakan bahwa BBVA masih belum memutuskan apakah stablecoin yang akan diluncurkan akan didukung oleh deposito, dana pasar uang, atau mata uang fiat seperti euro atau dolar AS. Ia menambahkan bahwa rencananya aset ini akan digunakan sebagai lapisan penyelesaian di bursa-bursa.
“Kami ingin memastikan bahwa teknologi blockchain dapat mengubah cara kami bertukar nilai secara digital, dan pada akhirnya memengaruhi cara sistem keuangan bekerja,” ujarnya, dilansir dari Fortune, Kamis (3/10/2024).
BBVA telah berkecimpung dalam dunia aset digital sejak tahun 2014. Maroto berharap bahwa proyek terbaru ini akan memungkinkan bank untuk memanfaatkan tren yang berkembang dalam tokenisasi aset seperti real estate dan dana kredit swasta.
Tokenisasi telah menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam dunia keuangan, memungkinkan aset fisik untuk diubah menjadi bentuk digital yang dapat diperdagangkan secara lebih efisien dan meningkatkan likuiditasnya.
7 Skenario Logis VTAP, Sistem Tokenisasi Aset Besutan VISA
Persaingan StablecoinStablecoin merupakan kategori luas dalam ruang kripto, menggambarkan aset yang dimaksudkan untuk mempertahankan harga tertentu dan didukung oleh cadangan seperti mata uang fiat, komoditas, atau bahkan mata uang kripto lainnya.
Meskipun sektor ini sudah ada selama satu dekade, stablecoin yang didukung dolar seperti USDC dari Cirle dan USDT dari Tether, telah meledak dalam popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang mendukung stablecoin ini menghasilkan keuntungan besar melalui hasil dari aset dasar, yang biasanya mencakup Treasury AS (surat utang Pemerintah AS) dan aset lain bernilar dolar lainnya.
Namun, sektor tradisional keuangan juga mulai terjun ke dalam persaingan. Misalnya, PayPal meluncurkan stablecoinPYUSD pada Agustus 2023. Belum lama ini PayPal membolehkan merchant mereka bertransaksi kripto di akun bisnis mereka. Selain itu, berbagai penawaran dari luar negeri juga memberikan hasil kepada pelanggan mereka, pilihan yang masih terbatas di AS karena ketidakpastian regulasi.
Dari arsip Blockchainmedia.id, pemain besar lainnya yang ingin terjun ke sektor stablecoin adalah Ripple Labs yang selama beberapa bulan terakhir mengujicoba RLUSD mereka. Jepang pun disebut-sebut sebagai salah satu sasaran pasar mereka.
Ada pula BlackRock yang mendukung stablecoinUStb dengan token RWA BUILD sebagai underlying asset-nya. Pasar Real-World Asset (RWA) diperkirakan dapat mencapai US$16 triliun pada tahun 2030.
PYUSD PayPal Tembus US$1 Milyar: Apa Langkah Selanjutnya?
BBVA Pakai Teknologi Tokenisasi Milik VisaVisa minggu lalu mengumumkan produk baru yang memungkinkan lembaga keuangan, seperti bank, untuk meluncurkan stablecoin mereka sendiri, yang disebut VTAP alias Visa Tokenized Asset Platform.
Meskipun use casenya akan bervariasi, tujuannya adalah agar bank dapat memilih jenis aset yang akan menjadi cadangan, yang bisa berupa mata uang fiat atau deposito. Token ini awalnya hanya akan berfungsi dalam ekosistem bank itu sendiri, namun Cuy Sheffield, kepala kripto Visa, mengatakan kepada Fortune pada April bahwa rencana jangka panjang adalah untuk memfasilitasi interoperabilitas antar lembaga yang berbeda, yang menjadi keunggulan dari stablecoin yang lebih universal seperti USDC yang dapat berfungsi di berbagai blockchain.
Mengapa Perbankan Lirik Tokenisasi Real Asset?
Kerjasama BBVA dengan VisaBBVA memilih untuk bekerja dengan Visa daripada menggunakan opsi stablecoin yang sudah ada, karena reputasi Visa yang sudah mapan dan kepatuhan regulasinya. Sebagai salah satu lembaga keuangan pertama yang bereksperimen dengan produk baru ini, BBVA memiliki keunggulan karena sebagian besar beroperasi di Eropa, yang baru-baru ini memberlakukan pengawasan terhadap stablecoin.
“BBVA berencana membangun stablecoin ini dengan basis euro, mengingat kehadiran kami yang kuat di Eropa. Stablecoin ini dapat digunakan untuk settlement di bursa yang menawarkan aset berupa token, dengan BBVA mengelola mekanisme mint dan burnyang mengonversi mata uang fiat ke dalam ekosistem kripto,” tegas Francisco Maroto.
XRP Resmi Hadir di Aplikasi Garanti BBVA, Cek Fitur Barunya!
Meskipun BBVA berharap dapat memulai uji coba langsung tahun depan, Maroto menjelaskan bahwa pasar AS tidak termasuk dalam rencana jangka pendek mereka.
“Kami saat ini menawarkan layanan kustodian dan perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan USDC di Swiss untuk pelanggan perbankan pribadi dan institusional, dan akan segera diluncurkan di Turki,” ujarnya.
Indonesia Minati StablecoinSebelumnya, dalam sebuah penelitian yang disponsori oleh VISA, terungkap bahwa penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam. Use case-nya tak hanya untuk crypto trading, tetapi menjadi alternatif layanan perbankan yang jauh lebih efisien.
Riset VISA: Stablecoin di Indonesia Jadi Alternatif Perbankan
“Kami menemukan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya menggunakan stablecoin untuk perdagangan kripto, tetapi juga sebagai alat konversi mata uang digital, melakukan pembayaran lintas negara, serta sebagai instrumen tabungan dalam dolar digital,” jelas dalam riset itu. [ps]
Konsep Dasar Wrapped Bitcoin Token, dari WBTC Hingga cbBTC Besutan Coinbase
Wrapped Bitcoin Token menjadi sorotan khusus ketika Coinbase akan menerbitkan token bernilai BTC mereka di blockchain Solana. [374] url asal
#blockchain #btc #cbbtc #coinbase #ethereum #smart-contract #tokenisasi #tokenized-crypto #wrapped-bitcoin
(BlockChain-Media) 24/09/24 12:00
v/15484615/
Konsep Wrapped Bitcoin Token mendapatkan sorotan khusus belum lama ini, karena aktivitas token Wrapped Bitcoin (WBTC) mencetak rekor baru, selaras dengan pengumuman resmi bahwa Coinbase akan menerbitkan token bernilai BTC mereka (cbBTC) di blockchain Solana.
Pada 21 September 2024 lalu, perwakilan dari Coinbase, Hassan Ahmed, mengumumkan bahwa token cbBTC (Coinbase’s Wrapped BTC) akan diluncurkan dalam waktu dekat di blockchain Solana. Blockchain Solana adalah salah satu blockchain popular selain Ethereum.
Sebelumnya pada 20 September 2024 dikabarkan, bahwa aktivitas token Wrapped Bitcoin (WBTC) mencapai rekor terbaru di tengah kabar akan rilisnya token cbBTC oleh Coinbase di Solana. Hal itu disampaikan oleh Ben Sizelove, salah seorang kontributor CryptoQuant.
“Dengan dirilisnya produk wrapped bitcoin milik Coinbase (cbBTC), memantik perbincangan intens di komunitas kripto mengenai produk mana yang terbaik bagi pengguna. Sementara banyak topik seputar token ini masih jadi perdebata, termasuk soal bukti cadangan, audit, daftar hitam address, dan lain sebagainya. Jelas bahwa token Wrapped BTC (WBTC) masih menjadi raja karena aktivitas mingguan mencapai titik tertinggi sepanjang masa dan melampaui level aktivitas yang belum pernah terlihat sejak pasar bull sebelumnya,” tulisnya di CryptoQuant.

Meskipun Wrapped Bitcoin Token menawarkan banyak manfaat dan segala kemudahan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah risiko pada smart contract. Baik WBTC maupun cbBTC bergantung pada smart contract yang diklaim cerdas yang mengelola proses minting dan burning. Meskipun program itu telah diaudit secara ketat, ada kemungkinan risiko yang muncul jika terjadi celah keamanan yang tidak terduga.
Selain itu, ada juga risiko volatilitas harga. Harga WBTC dan cbBTC memang tidak selalu persis sama dengan Bitcoin asli di semua bursa, tergantung pada likuiditas dan permintaan di pasar. Pengguna harus waspada terhadap perbedaan harga ini.
Selain itu, seperti yang disebutkan di atas, ada kritik terhadap cbBTC karena kurangnya transparansi soal informasi cadangan BTC asli untuk menjamin nilai token mereka itu.
Wrapped Bitcoin Token, baik itu WBTC maupun cbBTC, adalah inovasi yang memungkinkan Bitcoin masuk ke blockchain yang berbeda dan banyak, seperti Ethereum, Solana hingga blockcain Base.
Dengan sistem yang transparan dan didukung oleh cadangan Bitcoin yang asli, Wrapped Bitcoin Token memberikan fleksibilitas bagi pengguna kripto untuk memanfaatkan aset mereka dalam ekosistem DeFi. Baik untuk likuiditas, jaminan, atau partisipasi dalam aplikasi DeFi, token jenis ini membuka peluang baru bagi pemilik BTC. [ps]
IDDB Sebagai Proyek Tokenisasi Obligasi Negara Pertama di Indonesia
ID Digital Bonds (IDDB) resmi sebagai proyek tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia yang merepresentasikan INDON 34. [1,090] url asal
#blockchain #bond #kripto #obligasi-negara #smart-contract #surat-utang-negara #token #tokenisasi
(BlockChain-Media) 21/08/24 18:47
v/14520731/
ID Digital Bonds (IDDB) diumumkan secara resmi sebagai proyek tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia. Tokennya, disebut IDDB, yang kelak diperdagangkan di Nanovest itu merepresentasikan obligasi negara INDON 34 secara fraksional.
Dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (21/8/2024), PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) secara resmi berkolaborasi dengan PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) menghadirkan inovasi produk tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia.
“Proyek tokenisasi obligasi yang disebut dengan ID Digital Bonds (IDDB) ini merupakan proyek pertama di Indonesia yang melakukan adopsi tokenisasi pada aset keuangan dalam bentuk obligasi (bonds) alias surat utang. Proyek IDDB ini merupakan hasil pengembangan dan kolaborasi antara Nanovest sebagai crypto exchange yang terdaftar sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) selaku token issuer (penerbit token), STAR Asset Management selaku mitra manajer investasi dan Bank Sinarmas selaku kustodian yang melakukan penyimpanan aset keuangan obligasi,” tertera dalam keterangan itu.
Selain itu token IDDB juga dipastikan akan merepresentasikan kepemilikan dari obligasi seri INDON 34.
“Adapun nantinya token IDDB akan dapat merepresentasikan INDON 34 secara fraksional sehingga minimum pembelian obligasi dapat diturunkan, di mana token IDDB itu sendiri diterbitkan di blockchain Ethereum sebagai token berstandar ERC-20,” sebut Nanovest.
Disampaikan pula, bahwa proyek IDDB secara resmi dalam proses menjadi peserta dalam program sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk inovasi keuangan domestik.
Mengapa Perbankan Lirik Tokenisasi Real Asset?
Manfaat IDDB Sebagai Aset Digital Hasil Tokenisasi Obligasi Negara“Para calon investor tentunya akan mendapatkan berbagai keuntungan menarik melalui token IDDB ini. Dikutip dari Bank Panin, transaksi obligasi negara khususnya INDON 34 membutuhkan nilai transaksi paling sedikit US$200 ribu atau setara Rp3 miliar. Adanya token IDDB dapat membuka peluang bagi para calon investor agar dapat membeli obligasi seri INDON 34 dengan nominal transaksi yang lebih terjangkau, yaitu mulai dari US$1000. Melalui token IDDB, hasul tokenisasi obligasi negara ini, para calon investor akan diberikan kesempatan untuk terlibat dengan aset keuangan berisiko rendah namun berkualitas tinggi dengan cara yang lebih mudah, lebih aman, minimum pembelian yang lebih kecil, serta lebih efisien daripada sebelumnya,” sebut mereka.
Sementara itu Gumarus Dharmawan William CEO PT Sejahtera Bersama Nano (SBN)-IDDB mengatakan, inovasi produk terbaru mereka lewat IDDB kepada masyarakat Indonesia adalah cerminan untuk terus memenuhi permintaan investor yang semakin berkembang dengan memberikan akses ke Real World Asset (RWA) tokendengan underlying aset keuangan obligasi.
“Kami yakin IDDB dapat menghadirkan likuiditas, transparansi, dan aksesibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di aset keuangan obligasi sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi dalam membangun negeri dengan meningkatkan capital inflow positif ke Indonesia,” sebutnya.
Jajaran Direksi dan Manajemen Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano), Star Asset Manajemen dan Manajemen SBN (PT Sejahtera Bersama Nano).Bank Indonesia (BI) mencatat telah terjadi keluarnya dana atau modal dari dalam negeri ke luar, baik secara langsung maupun tidak langsung (capital outflow) sebesar Rp780 miliar sepanjang 19-20 Juni 2024.
Aliran modal asing itu keluar melalui jual neto pasar saham senilai Rp1,42 triliun. Sementara itu, aliran modal asing masuk melalui beli neto Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp450 miliar dan melalui SRBI (Sekuritas Bank Indonesia) sebesar Rp190 miliar.
Tingginya capital outflow tersebut membuat proyek IDDB ini digagas dan dirancang dalam tujuan membantu pembangunan negara.
“Pada tahap awal, kami akan mengembangkan proyek tokenisasi pada obligasi pemerintah dengan seri INDON 34 menggunakan mata uang dolar AS. Melalui token IDDB, investor akan dapat mengakses obligasi dengan lebih mudah dikarenakan modal minimum yang dibutuhkan untuk membeli token IDDB akan jauh lebih kecil dibanding membeli obligasi seri INDON 34 secara langsung,” terang mereka.
Raksasa BlackRock Incar Bisnis Tokenisasi Saham
Sedangkan Billy Surya Jaya selaku Direktur Utama Nanovest menambahkan, Nanovest sebagai crypto exchange mengaku menerima baik mereka sebagai fasilitator transaksi token IDDB kepada konsumen publik.
“Kami yakini para calon investor semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan portofolio yang menguntungkan. Lebih dari itu para investor juga akan memiliki rasa aman karena IDDB menjadi token pertama dengan underlying asset berupa obligasi yang secara resmi sedang dalam proses menjadi peserta sandbox di OJK,” terang Billy.
Apa Itu RWA Token?RWA (Real World Asset) token adalah jenis token kripto yang didukung oleh aset dunia nyata, seperti properti, komoditas, sekuritas, ataupu surat utang (bonds) Token ini mewakili (represent) kepemilikan atau bagian dari aset fisik yang sebenarnya, yang di-tokenisasi menggunakan smart contractdan diterbitkan di blockchain. Tujuan utama dari RWA token ini adalah untuk membuat aset dunia nyata lebih likuid, mudah diakses, dan dapat diperdagangkan secara global.
Contoh aset yang dapat ditokenisasi termasuk real estate, saham, obligasi, atau bahkan barang-barang mewah seperti karya seni. Dengan menggunakan RWA token, aset ini dapat diperdagangkan melalui blockchain, lewat crypto exchange selayaknya token kripto biasa.
Ini memungkinkan investor untuk membeli dan menjual bagian-bagian kecil dari aset tersebut tanpa harus memiliki aset secara fisik. Tokenisasi aset dunia nyata juga memungkinkan pembagian kepemilikan yang lebih mudah dan transparan, serta memfasilitasi transaksi lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi.
Token RWA menjadi semakin popular karena menawarkan cara baru untuk mengakses dan mengelola investasi dalam aset dunia nyata, dengan memanfaatkan keamanan dan efisiensi teknologi blockchain.
Menurut Markets & Markets, pasar tokenisasi diperkirakan akan meluas dari US$2,3 miliar pada tahun 2021 menjadi US$5,6 miliar pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 19 persen. Saat ini, tokenisasi memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang seiring dengan teknologi blockchain.
Tokenisasi Jadi Sorotan Perusahaan InternasionalKeunggulan tokenisasi aset nyata mendapatkan sorotan dari CEO BlackRock Larry Fink. Pada Maret 2023 ia menyebutkan, ada potensi bahwa tokenisasi aset nyata dapat mendorong efisiensi di pasar modal dan meningkatkan biaya serta memperluas akses bagi investor. Fink mencatat bahwa tokenisasi aset dapat membantu merevolusi industri manajemen aset, menawarkan penerapan yang menarik untuk teknologi dasar di ruang aset digital.
“Di BlackRock kami terus mengeksplorasi ekosistem aset digital, terutama area yang paling relevan dengan klien kami seperti blockchain yang diizinkan dan tokenisasi saham dan obligasi,” tutur Larry Fink.
JP Morgan juga menjelajahi dunia tokenisasi dengan menyelesaikan lintas transaksi mata uang yang melibatkan deposit yen Jepang dan dolar Singapura yang telah diterbitkan dalam bentuk token.
Sejumlah perusahaan manajemen investasi di Inggris juga telah mendapatkan lampu hijau untuk mengembangkan tokenisasi reksadana, di mana aset reksadana dikonversi menjadi bentuk token digital yang didukung oleh teknologi blockchain.
Memahami Cara Kerja Tokenisasi Reksadana
“Berkat tokenisasi ini (juga disebut sebagai fraksionalisasi), akan memungkinkan aset reksadana untuk diperdagangkan dengan lebih murah dan lebih transparan. Bahkan cakupan investor untuk membeli ke dalam berbagai aset menjadi lebih luas,” kata sejumlah sumber dilansir dari Reuters, Jumat (24/11/2023).
Lampu hijau untuk tokenisasi reksadana ini telah mendapat restu dari Otoritas Keuangan Inggris (FCA) sebagai langkah perdana menuju penawaran reksadana yang ditokenisasi. [ps]