#30 tag 24jam
Paramount Petals Luncurkan Produk Komersial dengan Harga Mulai Rp 1,6 Miliar
Paramount Land terus berinovasi dala melakukan pengembangan Kawasan Kota Mandiri Paramount Petals di sisi selatan. [512] url asal
#gading-serpong #paramount-land #kota-mandiri-paramount-petals #calico-square #henry-napitupulu #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #properti
(Kontan-Industri) 08/11/24 02:35
v/17722976/
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paramount Land terus berinovasi dala melakukan pengembangan Kawasan Kota Mandiri Paramount Petals di sisi selatan. Inovasi tidak hanya dilakukan dari sisi produk properti, tetapi juga pada fasilitas kawasan hingga pembangunan infrastruktur.
Paramount Petals adalah kota mandiri berkonsep one-stop living dengan luas pengembangan 400 hektare (ha). Kawasan ini akan disulap menjadi the next Gading Serpong yang ditandai dengan pengembangan-pengembangan fasilitas infrastruktur, klaster hunian, dan fasilitas komersial secara paralel.
Sejumlah produk yang sudah diluncurkan Paramont Petals telah diserahterimakan kepada pemilik unit dengan tepat waktu. Pengembang ini sudah melakukan serah terima tiga klaster hunian, yakni Aster, Canna, dan Gardenia. Terbaru, kawasan ruko perdanannya bertajuk Calico Square sudah mulai serah terima pada Oktober 2024 lalu.
Di samping itu, Paramount Petals juga telah melakukan pembukaan fasilitas retail dan Klinik Bethsaida, hingga peresmian Marketing Gallery dan kantor Paramount Estate Management.
Untuk melanjutkan pengembangan Paramont Petals, Paramount Land baru-baru ini telah meluncurkan produk komersial baru bertajuk Calico Grande. Lokasinya ada di Jalan Boulevard Sakura atau berseberangan dengan Calico Square.
Henry Napitupulu, Direktur Eksekutif Planning & Design Paramount Land, mengatakan peluncurkan ruko baru itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan produk komersial baru, sekaligus melengkapi fasilitas komersial di Paramount Petals
“Sebelumnya, komersial perdana Calico Square berhasil menarik perhatian masyarakat saat diluncurkan pada Februari 2023. Semua unit sold out satu jam setelah peluncuran,” kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (7/11).
Ia bilang, Calico Grande mengusung konsep Alfresco dan Reguler dengan desain modern dengan daya tarik utama pada bagian fasad melalui kombinasi aluminium composite panel (ACP) dan tempered glass railing.
Ada dua tipe unit yang ditawarkan, yaitu Tipe Alfresco L4x18, L5,5x18, L6,5x18, serta Tipe Reguler L4x12, dengan pilihan 2 lantai dan 3 lantai. Tipe Alfresco dilengkapi area Alfresco, yakni Alfresco Terrace di lantai 1 selebar 4 meter dan Alfresco Balcony di lantai 2 yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis, terutama F&B.
Henry menekannya bahwa salah satu kunci kesuksesan Paramount Land dalam mengembangkan kawasan komersial adalah menciptakan long term sustainable business dengan menumbuhkan ekosistem bisnis yang bisa hidup secara jangka panjang.
“Hal ini kami terapkan juga di Calico Crande. Kami sudah menyiapkan berbagai anchor tenant yang akan meramaikan area ini dalam waktu dekat, di antaranya AW, Tekko, dan Kampung Kecil, melengkapi berbagai tenant yang sudah beroperasi di Paramount Petals, seperti Alfamidi, Kong Djie Coffee, dan KFC, serta tentunya akan disusul oleh tenant-tenant besar lainnya,” tuturnya.
Henry menyebut, Calico Grande ditawarkan dengan jumlah unit terbatas dengan harga mulai dari Rp 1,6 miliaran. Produk anyar ini ditargetkan akan serah terima pada 2026. Untuk mempermudah pembelian, Paramount Land menyediakan berberapa pilihan cara pembayaran, termasuk Supercash, Tunai Keras, KPR DP 5% atau Tunai Bertahap DP 10% 1x, tenor 18x (khusus tipe Alfresco) dengan harga Tunai Keras, serta opsi cara bayar KPR dan tunai bertahap lainnya
“Periode early bird berlangsung dari 25 Okt - 10 Nov 2024, sementara periode non-early bird dari 11 - 18 November 2024, dengan hadiah voucher cashback hingga Rp 40 juta per unit. Setiap unit telah dilengkapi CCTV dan AC di setiap lantai.” pungkas Henry.
Maggiore Signature Perkuat Area Komersial di Gading Serpong
Paramount Land juga mengembangkan Maggiore Hills Park, yakni sebuah area terbuka hijau seluas 2,3 hektare - Halaman all [342] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #paramount-land #properti-komersial #gading-serpong #maggiore-signature #area-komersial #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/11/24 20:16
v/17469329/
Jakarta, Investor.id- Paramount Land sebagai salah satu pengembang utama Kota Gading Serpong, Tangerang, Banten memperkuat area komersial lewat Maggiore Signature.
Properti komersial yang dibanderol mulai Rp2,9 miliar per unit itu mengusung gaya American Classic.
Menurut Norman Daulay, direktur Paramount Land, pihaknya senantiasa mengembangkan area komersial dengan diferensiasi, diversifikasi, dan inovasi sesuai kebutuhan dan selera masyarakat pada saat produk tersebut diluncurkan.
“Sejalan dengan komitmen Paramount Land dalam menghadirkan properti yang berkelanjutan, kami meluncurkan Maggiore Signature ‘Premium Business, Natural Vibes’, sebuah area komersial yang terintegrasi dengan alam dan menghadap area terbuka hijau,” kata dia dalam siaran pers dikutip Senin (4/11/2024).
Dia menambahkan, mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan, Paramount Land mengembangkan Maggiore Hills Park, yakni sebuah area terbuka hijau seluas 2,3 hektare (ha).
“Maggiore Signature berada di lokasi yang sangat strategis, dikelilingi area komersial yang sudah sangat hidup seperti Pisa Grande, Sorrento Square, Sorrento Grande, Maggiore Junction, serta Maggiore Square dan Maggiore Business Loft yang sedang dalam tahap serah-terima,” tutur Chrissandy Dave, direktur Marketing & Sales Paramount Land.
Dia menjelaskan, area komersial di kawasan ini memiliki keunggulan dari segi area parkir yang sangat luas dan multi-access entrance yang sangat fleksibel untuk berbagai jenis usaha.
Menurut Henry Napitupulu, direktur eksekutif Planning & Design Paramount Land, Maggiore Signature mengusung karakteristik bangunan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni konsep ‘Premium Business, Natural Vibes’ yang mengintegrasikan bangunan premium modern dengan unsur alam.
“Maggiore Signature didukung oleh lokasi yang sangat strategis dan berseberangan dengan kawasan terbuka hijau Maggiore Hills Park,” ujarnya.
Henry menerangkan, Paramount Land melihat tingginya animo masyarakat terhadap fitur Alfresco pada saat peluncuran Madison Grande, yakni area terbuka berbentuk teras atau balkon yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan bisnis.
“Untuk mendukung fitur ini dan memaksimalkan potensi lokasi kawasan, Maggiore Signature mengusung konsep ‘Street Gallery, Open Corridor Experience’, dengan massa bangunan komersial yang membentuk satu baris lurus sehingga pengunjung dapat menikmati suasana yang terbuka dan mudah menjangkau setiap toko,” kata dia.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Kiat Sukses Bangun Bisnis dari Para Pengusaha Kuliner
Beberapa pengusaha yang telah sukses membangun bisnisnya berbagi kiat sukses membangun usaha. [468] url asal
#jabodetabek #rempoa #burgreens #foodpreneurs-scale-up #arga-pratama #rio-saputra #bisnis-steak-wagyu #saputra #keberhasilan #steak #indonesia #kiat-sukses-bangun-bisnis #pengembangan #gading-serpong #2024 #urban-w
(detikFinance - SolusiUKM) 31/10/24 14:00
v/17243826/
Jakarta - Persaingan bisnis di zaman sekarang semakin ketat, keberhasilan pelaku usaha sering kali ditentukan oleh kemampuan mereka untuk beradaptasi, berinovasi, dan menghadapi tantangan dengan keberanian agar bisa membawa bisnis kuliner naik kelas.
Beberapa pengusaha yang telah sukses membangun bisnisnya berbagi kiat sukses membangun usaha, salah satunya Rio Saputra, CEO Pisang Madu Pasti, Helga Angelina, Founder Burgreens dan Green Rebel, serta Arga Pratama, CEO Urban Wagyu.
Rio Saputra, CEO dan pendiri Pisang Madu Pasti, telah membuktikan kerja keras, branding yang tepat, dan inovasi tanpa henti adalah kunci utama untuk naik kelas. Berawal dari gerobak kecil di Gading Serpong, kini Pisang Madu Pasti telah memiliki puluhan outlet yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Dalam Foodpreneurs Scale-Up Forum 2024, Rio membagikan ketekunan dalam melakukan riset dan eksperimen adalah kunci menemukan formula yang pas untuk produknya.
"Dengan branding yang kuat, Pisang Madu Pasti mendapatkan banyak perhatian dari public figur, sehingga promosi dapat berjalan dengan lebih efisien," kata Rio, di Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Hingga kini, Pisang Madu Pasti berhasil tumbuh menjadi 40 outlet di Jabodetabek. Tanpa perlu membuka franchise, Rio lebih bisa menjaga kualitas produk dan kontrol penuh terhadap operasional.
Kisah Rio menjadi bukti bahwa kesuksesan bukan hanya soal kecepatan ekspansi, melainkan bagaimana membangun fondasi yang kuat agar bisnis bisa naik kelas.
Kemudian, Helga Angelina menambahkan, membangun Burgreens dan Green Rebel dengan visi mengubah pola hidup sehat menjadi bisnis yang berkelanjutan. Setelah merasakan manfaat dari pola makan berbasis tanaman, Helga tergerak untuk mendirikan Burgreens bersama suaminya.
Dengan modal terbatas, mereka membuka gerai pertama di Rempoa, yang kemudian mendapat sambutan positif dari komunitas hidup sehat. Helga membagikan titik balik dalam pengembangan Burgreens terjadi ketika mereka mendapatkan dukungan dari seorang investor, yang memungkinkan ekspansi ke mal-mal besar.
Selain itu, pandemi juga mendorong mereka meluncurkan Green Rebel, brand FMCG yang menyediakan protein berbasis tanaman. "Kami ingin berkontribusi dengan menjadi supplier protein berbasis tanaman untuk membantu restoran-restoran lain berinovasi dengan menu sehat," ungkap Helga.
Saat ini, Green Rebel telah merambah pasar internasional dan menjadi inspirasi bagi bisnis kuliner lainnya untuk mengadopsi prinsip keberlanjutan.
Kisah Arga Pratama dengan Urban Wagyu bermula dari kondisi finansial yang sulit setelah bisnis fashion-nya gagal. Tak menyerah, Arga beralih ke bisnis kuliner dan memulai daging wagyu premium, Urban Wagyu sebagai bisnis steak wagyu berbasis online.
"Kami melihat ada peluang untuk menawarkan pengalaman bersantap eksklusif dengan menu wagyu yang berbeda," ungkap Arga.
Dengan konsep pre-order dan strategi pemasaran di Instagram, ia berhasil menarik minat pelanggan, bahkan saat belum memiliki toko fisik.
Setelah sukses dengan penjualan online, Arga akhirnya membuka gerai Urban Wagyu pertama. Arga membagikan tantangan mengelola operasional restoran premium, terutama dalam mempertahankan kualitas dan konsistensi rasa.
Urban Wagyu kini telah berkembang menjadi salah satu brand steak wagyu terkemuka di Indonesia, membuktikan bisnis kuliner premium dapat berkembang pesat dengan keberanian mengambil risiko dan strategi yang matang.
(rrd/rrd)
Gading Serpong, "New Greater Jakarta" yang Terus Bersolek
Dalam konteks investasi, harga lahan di Gading Serpong menunjukkan tren meningkat. Halaman all [629] url asal
#gading-serpong #pengembang-properti #tangerang-raya #pt-summarecon-agung-tbk-smra
(Kompas.com) 18/10/24 06:23
v/16635622/
KOMPAS.com - Serpong terus bersolek dan melengkapi dirinya dengan sejumlah fasilitas yang menopang ekosistem perkotaan di wilayah Tangerang Raya.
Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriatna mengatakan, kawasan ini diprediksi akan menjadi salah satu kontributor terbentuknya new greater Jakarta.
Bukan tanpa alasan. Karena menurut Yayat, pengembangan yang dilakukan oleh sejumlah developer terhitung berukuran besar, terencana, dan lengkap.
"Bisa jadi nantinya kawasan Serpong akan seperti Thamrin dan Sudirman di Jakarta. Sebab masyarakat sudah bergeser ke wilayah Tangerang Raya yang mencakup Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang," kata Yayat.
Selain itu, aktivitas ekonomi yang menjadi basis kehidupan wilayah ini terus bergerak dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni sektor real estat, konstruksi, perdagangan, informasi dan komunikasi.
Penetapan Kawasan Serpong sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan konsentrasi pada sektor pendidikan, biomedical, oleh Kementerian Perekonomian pada Agustus 2024 lalu, semakin membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi baru.
Sebagai penyangga pusat pemerintahan dan bisnis yang terus berkembang dengan kelengkapan fasilitas, Kawasan Serpong seluas total 8.000 hektar tumbuh menjadi destinasi hunian dan komersial paling diminati saat ini.
Salah satunya adalah Summarecon Serpong seluas 850 hektar di Gading Serpong yang dibangun oleh PT Summarecon Agung Tbk rintisan Soetjipto Nagaria.
Dalam konteks investasi, harga lahan di Gading Serpong menunjukkan tren meningkat.
Pada tahun 2008-2014 saat properti sedang booming, harga lahan hunian dan komersial berada pada angka Rp 5 juta-Rp 8 juta dan Rp 8 juta-Rp 10 juta per meter persegi.
Kini, pasca Covid-19 harga melesat hingga Rp 25 juta-Rp 27 juta, dan Rp 27 juta-Rp 30 juta per meter persegi.
Kendati demikian, PT Summarecon Agung Tbk berkomitmen tetap menjaga pertumbuhan harga tersebut dalam batas moderat, agar investasi terus bergerak.
SMRA Summarecon Serpong"Kami memastikan bahwa pembeli adalan pengguna akhir alias end user. Baik pembeli hunian maupun komersial. Jika pembeli hunian, mereka harus segera menempati rumahnya, dan jika pembeli properti komersial mereka harus segera membuka usahanya," ungkap Head of Marketing Summarecon Serpong Ferry Susanto.
Aksesibilitas Makin Terbuka
Gading Serpong yang dikembangkan secara kolaboratif juga terus membuka akses agar semakin terbuka.
Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur mengatakan, perusahaan membangun jalan baru yang menghubungkan Gading Serpong ke BSD City.
Akses yang menghubungkan dua kawasan ini akan melalui Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan terhubung ke kawasan sisi utara BSD City di Jalan BSD Bulevar Utara-Jalan Raya Pagedangan, tidak jauh dari Gerbang Tol BSD Barat di Tol Serang-Balaraja.
"Rencananya, akses tembus Gading Serpong-BSD City ini akan rampung pada akhir 2024," ujar Albert.
Sementara, untuk meningkatkan aspek keamanan di sekitar kawasan, pada tahun 2023
telah dibangun Command Center sebagai pusat kendali dengan platform keamanan yang terintegrasi.
Berlokasi di gerbang utama kawasan Symphonia, Command Center ini berfungsi sebagai sebagai pengatur lalu lintas, respons cepat, evaluasi kecelakaan, sistem informasi pengelolaan perkotaan, hingga patroli.
Guna melengkapi sebuah kawasan kota terpadu, perusahaan juga membangun sebuah menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, lapangan golf, klub rekreasi The Springs Club, taman edukasi hijau Scientia Square Park, hingga menginisiasi berdirinya Universitas Pradita.
Menilik Potensi Investasi di Kawasan Terintegrasi "City within a City" di Gading Serpong
Paramount Gading Serpong bisa menjadi salah satu gambaran sebuah kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang sukses dikembangkan. - Halaman all [1,005] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #paramount #perumahan #gading-serpong #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/08/24 10:41
v/13770069/
SERPONG, investor.id – Seiring perkembangan zaman, dalam kurun beberapa tahun belakangan ini pengembangan kawasan kota mandiri yang terintegrasi menjadi salah satu tren utama dalam industri properti di tanah air. Hal ini tentu tidak lepas dari semakin banyaknya animo masyarakat akan hunian dan gaya hidup yang nyaman serta praktis, dimana individu tidak hanya mencari tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang menyediakan berbagai fasilitas dan kebutuhan sehari-hari di sekitarnya. Dengan kata lain, terintegrasi dalam konteks ini berarti memiliki akses mudah dijangkau dan dekat dengan berbagai fasilitas seperti transportasi umum, area rekreasi, pusat perbelanjaan, rumah sakit, taman, fasilitas pendidikan dan tempat kerja. Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, dalam acara diskusi “Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City”, yang diselenggrakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (FORWAPERA), di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024), menjelaskan bahwa konsep pengembangan perkotaan teringrasi yang ideal haruslah mengandung unsur “MENTARI” (Menarik, Tangguh dan Lestari).
Bumi Serpong Damai (BSDE) Koleksi Marketing Sales Rp 4,84 Triliun
Menurutnya, pengembang harus memperhatikan beberapa aspek antara lain: Kota harus memiliki daya tarik kekinian (Modern, canggih, digital serta ramah lingkungan. Berikutnya, pengembangan kawasan terintegrasi juga dibutuhkan penyediaan fasilitas publik yang dibutuhkan penghuni, menawarkan visi masa depan yang menjanjikan, serta kawasan tersebut menjadi kota yang menawarkan destinasi eduekowisata baru yang edukatif, kreatif, inovatif, dan inspiratif. “Di koridor barat Jakarta, ada beberapa kawasan yang sudah mengembangkan properti teringtegrasi, seperti kawasan Gading Serpong yang dikembangkan Paramount Land. Secara umum, Kawasan Gading Serpong memiliki banyak keunggulan dan potensi yang besar untuk digarap, antara lain, memiliki infrastruktur yang baik, dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta dan berada di titik sentral kawasan potensial yang menjadi magnet baru di barat Jakarta yakni 3T (Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten) yang jumlah penduduknya akan terus bertambah,” jelas Nirwono Joga, yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan itu. Terkait 3T (Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten), ungkap Nirwono, hal itu nantinya juga akan ditunjang oleh keberadaan jalan tol lingkar luar (JORR 3) yang akan menyambung koridor barat dan koridor timur termasuk melewati Gading Serpong. Hal itu akan meningkatkan akses antara koridor barat dan koridor timur hingga Sukabumi dan Purwakarta. Pembebasan lahan JORR 3 akan mulai dilakukan pada 2025 mendatang. "Selain itu kedua koridor akan terhubung dengan MRT fase west-east, sehingga pangsa pasar 3T (Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten) ke depan adalah kelas menengah atas," ungkapnya. Meski demikian, sambung Nirwono, Kawasan Paramount di Tangerang-Banten ini harus memiliki diferensiasi dengan kawasan lain sehingga menjadi daya tarik. Saat ini, Paramount Gading Serpong bisa menjadi salah satu gambaran sebuah kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang sukses dikembangkan dengan perencanaan yang matang. Dan sejatinya, properti yang berada di kawasan perkotaan yang terintegrasi seperti di Paramount Gading Serpong ini cenderung memiliki nilai investasi lebih tinggi. Ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas yang baik meningkatkan daya tarik bagi calon konsumen, yang pada gilirannya akan bisa meningkatkan nilai properti di Paramount Gading Serpong dari waktu ke waktu “Paramount Land salah satu pengembang yang memberikan kontribusi besar di kawasan Gading Serpong dan sekitarnya, dikenal sangat berpengalaman dalam mengembangkan kawasan district yang meliputi komersial dan hunian,” terang Nirwono Joga.
Baca Juga: Gelar Akad KPR Massal, BTN Dukung Keberlanjutan Program Perumahan Rakyat Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Paramount Land, M.Nawawi menjelaskan, mengutip paparan riset properti ‘Market Beat Q2 2024: Unveiling Greater Jakarta’s Retail Landscape’ di Jakarta beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan mixed use.
"Integrasi ruang hunian, hiburan dan rekreasi begitu kental terlihat sejalan dengan ekspektasi orang-orang kota yang menginginkan pengalaman berbelanja di pusat komersial yang didesain rileks melalui konsep green, spot-spot nyaman untuk berdiskusi dan cocok untuk sekedar slow healing dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat," paparnya. "Kota Gading Serpong kini sukses bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnisdan berinvestasi. Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional,” tambah M. Nawawi. Hadirkan Pasadena Central District Meneruskan kesuksesan Manhattan District, Paramount Land mengembangkan Pasadena Central District di atas lahan seluas 40 hektar. Proyek baru Paramount Land ini akan dikembangkan sebagai ‘City within a City’(distrikselengkap kota yang dekat dengan hunian), di mana penghuni dapat memenuhi kebutuhan hariannya hanya dalam waktu ±10 menit. Untuk produk residensial pertama dari distrik tersebut adalah Grand Pasadena Village. Sementara itu, Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menjelaskan, Pasadena Central District merupakan kawasan terpadu dari Paramount Land dengan luas area ± 40 hektar. Hadir sebagai magnet baru di sisi Selatan Gading Serpong dan jalan tembus ke BSD City menjadi sebagai kawasan modern dan inovatif terbesar yang berada di jalan Boulevard utama (ROW 45) Gading Serpong. Kawasan ini memiliki 5 (lima) kekuatan utama yang saling terintegrasi: • Shophouses dengantipe alfresco • Studio Loft • Residensial • Kavling Komersial • Pedestrian Hijau/Green Spine (Pasadena Walk) "Dengan kekuatan dan keunggulan tersebut kami memproyeksikan Pasadena Central District ini akan menjadi sebuah kawasan komersial dan residensial yang lengkap dengan penataan terpadu dan interaktif," katanya Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Captive market di kawasan ini juga sudah terbentuk, sudah ada market sehingga calon pebisnis tinggal mencari jenis bisnis yang cocok untuk dikembangkan di sini. Lebih dari itu, kesuksesan pengembangan proyek komersial dan residensial Paramount Land yang sudah terbukti, seperti area komersial Aniva, Omaha, Sorrento, Maggiore, Nara Village, Pasadena Grand Residences dan lainnya, membuat kami sangat optimis Pasadena Central District akan mendapat sambutan positif dari konsumen. "Melalui kawasan Mega District (Pasadena Central District), penghuni dengan mobilitas tinggi akan sangat dimudahkan karena lokasinya terhubung langsung dengan gerbang tol BSD Barat (Serpong - Balaraja) yang bisa menjangkau airport Soekarno-Hatta hanya 30 menit, dan juga mempunyai akses langsung dengan Boulevard Gading Serpong menuju pintu tol Tangerang (Jakarta-Merak) kearah pusat bisnis Jakarta dan kawasan industri Cilegon - Banten,” jelasnya. Kehadiran CBD yang tersebar di Kota Gading Serpong, sambung Norman, menjadikannya terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantorandan hiburan terintegrasi yang tidak hanya mendongkrak roda perekonomian Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
[POPULER PROPERTI] Gading Serpong Makin Hidup dengan Hadirnya MRT Jakarta Fase 3
Artikel ini menjadi terpopuler dalam kanal Properti Kompas.com, Kamis (8/8/2024). Halaman all [388] url asal
#kpr #berita-terpopuler #ahy #agus-harimurti-yudhoyono #berita-terpopuler-hari-ini #flpp #bp-tapera #populer-properti #fasilitas-likuiditas-pembiayaan-perumahan-flpp #gading-serpong #kementerian-atr
(Kompas.com) 08/08/24 10:00
v/13763283/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan MRT Jakarta Fase 3 atau East-West Line diperkirakan mampu semakin menghidupkan wilayah Gading Serpong.
Hal ini disampaikan oleh pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, dalam acara diskusi "Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City", yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024).
Adapun MRT Jakarta Fase 3 akan menghubungkan Balaraja di Banten, DKI Jakarta, hingga Cikarang di Jawa Barat.
Artikel ini menjadi terpopuler dalam kanal Properti Kompas.com, Kamis (8/8/2024).
Penjelasan selengkapnya bisa Anda baca di sini MRT Jakarta Fase 3 Makin Hidupkan Wilayah Gading Serpong
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyoroti adanya penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Dari hasil pemantauan monitoring dan evaluasi (monev) yang diinisiasi BP Tapera, salah satu perhatian adalah cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata penghasilan di Malang.
Lalu, apa langkah BP Tapera terkait fenomena ini?
Selengkapnya baca di sini Jadi Sorotan, Cicilan KPR Tinggi Tak Sebanding Penghasilan Masyarakat
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para penerima sertifikat tanah elektronik agar tidak sembarangan menjaminkan asetnya tersebut.
Dia pun tak memungkiri bahwa sertifikat tanah elektronik dapat dijaminkan sebagai modal usaha.
"Tapi, saya juga ingatkan jangan sembarangan, jangan hanya menambah utang yang tidak perlu. Tapi, kalau untuk modal usaha boleh," kata AHY di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/8/2024).
Selanjutnya baca di sini Wanti-wanti Penerima Sertifikat Tanah Elektronik, AHY: Jangan Tambah Utang yang Tidak Perlu
Konsep 'City Within A City' di Gading Serpong Miliki Potensi Investasi Tinggi
Pengembangan kawasan kota mandiri terintegrasi belakangan ini menjadi salah satu tren utama dalam industri properti dan memiliki potensi investasi tinggi. Pengembangan... | Halaman Lengkap [630] url asal
#kota-gading-serpong #paramount-land #industri-properti #kota-mandiri #investasi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/08/24 20:28
v/13690289/
JAKARTA - Pengembangan kawasan kota mandiri terintegrasi belakangan ini menjadi salah satu tren utama dalam industri properti. Hal ini tak lepas dari makin tingginya animo masyarakat akan hunian yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga didukung lingkungan yang menyediakan berbagai fasilitas dan kebutuhan sehari-hari.Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk "Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City Within a City" yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat, di Gading Serpong, Selasa (6/8). Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga dalam diskusi tersebut menjelaskan bahwa konsep pengembangan perkotaan terintegrasi idealnya mengandung unsur menarik, tangguh dan lestari. Pengembang kota mandiri, kata dia, juga harus memperhatikan beberapa aspek seperti harus memiliki daya tarik kekinian seperti modern, canggih, digital serta ramah lingkungan.
"Berikutnya, kawasan terintegrasi juga harus menyediakan fasilitas publik yang dibutuhkan penghuni, menawarkan visi masa depan yang menjanjikan, serta kawasan tersebut menjadi kota yang menawarkan destinasi edu-ekowisata baru yang edukatif, kreatif, inovatif, dan inspiratif," paparnya.
Di koridor barat Jakarta, kata dia, terdapat beberapa kawasan yang sudah mengembangkan properti terintegrasi, seperti kawasan Gading Serpong yang dikembangkan Paramount Land. Secara umum, Kawasan Gading Serpong menurutnya memiliki banyak keunggulan dan potensi yang besar antara lain, memiliki infrastruktur yang baik, dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta.
"Selain itu juga berada di titik sentral kawasan potensial yang menjadi magnet baru di barat Jakarta yakni 3T (Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten) yang jumlah penduduknya akan terus bertambah," jelas Nirwono.
Terkait 3T, lanjut Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan itu, nantinya juga akan ditunjang oleh keberadaan jalan tol lingkar luar (JORR 3) yang akan menyambung koridor barat dan koridor timur, termasuk melewati Gading Serpong. Hal itu menurutnya akan meningkatkan akses antara koridor barat dan koridor timur hingga Sukabumi dan Purwakarta. "Selain itu kedua koridor akan terhubung dengan MRT fase west-east, sehingga pangsa pasar 3T ke depan adalah kelas menengah atas," imbuhnya.
Kendati begitu, Nirwono menambahkan, kawasan Paramount di Tangerang-Banten ini tetap harus memiliki diferensiasi dengan kawasan lain sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Paramount Gading Serpong bisa menjadi salah satu gambaran sebuah kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang sukses dikembangkan dengan perencanaan yang matang.
Properti yang berada di kawasan perkotaan yang terintegrasi seperti di Paramount Gading Serpong ini menurutnya cenderung memiliki nilai investasi lebih tinggi. Ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas yang baik meningkatkan daya tarik bagi calon konsumen, yang pada gilirannya akan bisa meningkatkan nilai properti di dari waktu ke waktu
Terkait dengan itu, dalam diskusi tersebut, Presiden Direktur Paramount Land M Nawawi mengatakan bahwa berdasarkan paparan riset properti "Market Beat Q2 2024: Unveiling Greater Jakartas Retail Landscape"disebutkan bahwa tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan mixed use.
"Kota Gading Serpong kini sukses bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis dan berinvestasi. Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional," kata Nawawi.
Meneruskan kesuksesan Manhattan District, lanjut dia, Paramount Land mengembangkan Pasadena Central District di atas lahan seluas 40 hektare (ha). Proyek baru Paramount Land ini, jelas dia, akan dikembangkan sebagai 'City Within a City' di mana penghuni dapat memenuhi kebutuhan hariannya hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Direktur Paramount Land Norman Daulay menambahkan, Pasadena Central District merupakan kawasan terpadu seluas 40 ha yang memiliki 5 kekuatan utama yang saling terintegrasi, yakni Shophouses, Studio Loft, Residensial, Kavling Komersial, dan Pasadena Walk. "Dengan keunggulan tersebut kami memproyeksikan Pasadena Central District ini akan menjadi sebuah kawasan komersial dan residensial yang lengkap dengan penataan terpadu dan interaktif," paparnya.
Norman menambahkan, captive market di kawasan ini pun sudah terbentuk, sehingga calon pebisnis tinggal mencari jenis bisnis yang cocok untuk dikembangkan. Kehadiran CBD yang tersebar di Kota Gading Serpong, sambung Norman,menjadikannya sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantoran dan hiburan terintegrasi yang tidakhanya mendongkrak roda perekonomian Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya.
Mengukur Peluang Investasi Properti di Kawasan Kota Mandiri Terintegrasi
Pengembangan perkotaan terintegrasi yang ideal harus memiliki unsur menarik, tangguh, dan lestari [739] url asal
#gading-serpong #paramount-land #properti #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #properti
(Kontan-Industri) 07/08/24 09:32
v/13624878/
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan kota mandiri yang terintegrasi menjadi salah satu tren utama dalam industri properti di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya animo masyarakat untuk memiliki hunian di lingkungan yang menyediakan fasilitas gaya hidup yang lengkap, sarana transportasi yang memadai, dan aktivitas ekonomi yang bagus.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa konsep pengembangan perkotaan terintegrasi yang ideal harus mengandung unsur yang ia namai dengan istilah Mentari, yakni menarik, tangguh, dan lestari.
Hal itu penting karena membangun kota bukan hanya sebatas membangun fisik, tetapi juga membangun peradaban. Menurutnya, pengembang harus memperhatikan tiga unsur tadi dalam membangun sebuah kota mandiri. “Kota harus menawarkan daya tarik kekinian dengan menghadirkan kota yang memiliki kemudahan akses, fasilitas publik yang bagus, dan punya populasi yang besar,” jelasnya, Selasa (6/7).
Unsur tangguh, kata dia, ditunjukkan dengan penghuni yang bisa mengakses berbagai fasilitas di kawasan hanya dengan berjalan kaki maksimal 10-15 menit. Oleh karena itu, pengembang harus membangun tempat berjalan kaki yang memadai dengan taman-taman teduh atau menyediakan kendaraan ramah lingkungan.
Sementara unsur lestari, pengembang harus memastikan produk yang dijual berkelanjutan, apalagi jika pasar yang disasar kelas atas. Menurut Nirwono, hal ini penting karena anak-anak muda saat ini sudah semakin memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam membeli produk.
“Selain itu, perbankan saat ini juga dituntut memberikan kredit dan laporan ESG. Jadi, bank akan sulit memberikan pembiayaan kepada pengembang yang tidak mengedepankan ESG,” ujar Nirwono.
Ia melihat saat ini sudah ada beberapa kawasan yang mengembangkan properti terintegrasi di koridor barat Jakarta yang menawarkan unsur Mentari, seperti kawasan Gading Serpong yang dikembangkan Paramount Land.
Menurutnya, Kawasan Gading Serpong memiliki banyak keunggulan dan potensi yang besar untuk digarap. Pertama, memiliki infrastruktur yang baik, yakni dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Kedua, berada di kawasan dengan populasi yang sangat besar. Nirwono bilang, kawasan Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten (3T) saat ini sudah memiliki penduduk sekitar 5 juta dan jumlah ini akan terus bertambah. “Ini potensi yang besar kalau dioptimalkan. Kuncinya, pengembang satu kawasan harus bisa melakukan diferensiasi dengan yang lain,” imbuhnya.
Kawasan 3T ini juga akan ditunjang dengan rencana pembangunan keberadaan jalan tol lingkar luar (JORR 3) yang akan menyambung koridor barat dan koridor timur termasuk melewati Gading Serpong. Pembebasan lahan JORR 3 akan mulai dilakukan pada 2025 mendatang.
Sementara itu, M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land mengatakan, tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan mixed-use. Integrasi ruang hunian, hiburan, dan rekreasi terlihat.
Menurutnya, hal itu didorong oleh ekspektasi orang-orang kota yang menginginkan pengalaman berbelanja di pusat komersial yang didesain rileks melalui konsep green, spot-spot nyaman untuk berdiskusi, dan cocok untuk sekedar slow healing dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat.
“Kota Gading Serpong kini sukses bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi. Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan, dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional,” kata Nawawi.
Luncurkan District Baru di Gading Serpong
Untuk melanjutkan pengembangan kota mandiri yang terintegrasi, Paramount Land terus melakukan pengembangan di Gading Serpong, baik dari fasilitas infrastruktur maupun produk-produk properti yang menjawab kebutuhan terkini.
Terbaru, Paramount Land mengembangkan satu kawasan baru di Gading Serpong di lahan seluas 40 ha yang diberi nama Pasadena Central District. Distrik baru ini dikembangkan setelah perusahaan sukses membangun Manhattan District seluas 22 ha.
“Pasadena Central District hadir sebagai City within a City yang dirancang sebagai proyek mixed-use di mana penghuni dapat memenuhi kebutuhan hariannya hanya dalam waktu sekitar 10 menit,” jelas Nawawi.
Pasadena Central District dirancang menghadirkan produk yang saling terintegrasi, di antaranya klaster hunian, ruko, kavling komersial, studio loft, dan pedestrian. Sekitar 17 ha dari lahan distrik ini akan dikembangkan menjadi klaster hunian.
Nawawi bilang, hunian yang ditawarkan akan menyasar segmen premium dengan harga mulai Rp 2,5 miliar hingga Rp 13 miliar. Paramount Land telah meluncurkan klaster baru Pasadena Central bertajuk Grand Pasadena Village sebanyak 121 unit yang dipasarkan secara bertahap. Tahap pertama, disiapkan sebanyak 30 unit.
Norman Daulay, Direktur Paramount Land mengatakan, pihaknya memproyeksikan Pasadena Central District ini akan menjadi sebuah kawasan komersial dan residensial yang lengkap dengan penataan terpadu dan interaktif.
“Captive market di kawasan ini juga sudah terbentuk, sudah ada market sehingga calon pebisnis tinggal mencari jenis bisnis yang cocok untuk dikembangkan di sini. Lebih dari itu, kesuksesan pengembangan proyek komersial dan residensial Paramount Land sudah terbukti,” tutur Norman.
MRT Jakarta Fase 3 Makin Hidupkan Kawasan Gading Serpong
Adapun MRT Jakarta Fase 3 akan menghubungkan Balaraja di Banten, DKI Jakarta, hingga Cikarang di Jawa Barat. Halaman all [601] url asal
#gading-serpong #mrt-jakarta-east-west-line #mrt-jakarta-fase-3
(Kompas.com) 07/08/24 09:00
v/13626189/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan MRT Jakarta Fase 3 atau East-West Line diperkirakan mampu semakin menghidupkan kawasan Gading Serpong.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga dalam acara diskusi Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City, yang diselenggrakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024).
Adapun MRT Jakarta Fase 3 akan menghubungkan Balaraja di Banten, DKI Jakarta, hingga Cikarang di Jawa Barat.
"Selain itu, kedua koridor akan terhubung dengan MRT Jakarta East-West Line, sehingga pangsa pasar di Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kabupaten (3T) ke depan adalah kelas menengah atas," kata Nirwono.
Menurut Nirwono, Gading Serpong berada di titik sentral kawasan potensial yang menjadi magnet baru di barat Jakarta atau 3T.
Hal itu nantinya juga akan ditunjang oleh keberadaan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 3 (JORR 3) yang akan menyambungkan koridor barat dan koridor timur, termasuk melewati Gading Serpong.
Ini akan meningkatkan akses antara koridor barat dan koridor timur hingga Sukabumi dan Purwakarta.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Paramount Land M Nawawi selaku pengembang kawasan Gading Serpong memperkenalkan proyek megadistrik terbarunya yakni Pasadena Central District dengan total luas kawasan 40 hektar.
Tak hanya residensial, Pasadena Central District juga akan menyediakan kawasan komersial yang mendukung tujuan pengembangan megadistrik baru di barat Jakarta.
Ada sekitar 121 unit rumah yang disiapkan untuk Pasadena Central District dengan sekitar 31 unit rumah yang diluncurkan pada klaster pertama.
"Mixed use yang kami maksud ada hunian mulai dari harga Rp 2,5 miliar-Rp 13 miliar," tuturnya.
Lokasinya berada di Jalan Bulevar Gading Serpong ke kawasan sisi utara BSD City di Jalan BSD Bulevar Utara-Jalan Raya Pagedangan, tidak jauh dari Gerbang Tol (GT) BSD Barat di Tol Serang-Balaraja yang tersambung dengan Tol Ulujami-Serpong.
Paramount juga sedang membangun jalan baru sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer selebar 45 meter yang bisa tembus ke BSD City.
Peluncuran proyek baru tersebut merupakan upaya pihaknya untuk terus melanjutkan pengembangan Gading Serpong sebagai hub dan episentrum kehidupan di Koridor Barat Jakarta.
Hal itu dengan sendirinya akan menempatkan kawasan baru di Gading Serpong itu sebagai kawasan prospektif untuk memperoleh capital gain dan rental return yang tinggi.
MRT Jakart Fase 3 Bikin Properti Naik Kelas
Pengembangan MRT Jakarta Fase 3 bisa bikin properti di sepanjang Balaraja hingga Cikarang naik kelas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.
Pengembangan MRT Jakarta Fase 3 merupakan booster bagi lokasi properti kelas 3 untuk upgrade menjadi kelas 1 karena aksesibilitas menuju pusat kota menjadi lebih pasti.
"MRT Jakarta Fase 3 membuat area yang tadinya sulit dijangkau menjadi kawasan primer yang menjanjikan," ujar Bambang, dikutip Selasa (6/8/2024).
Perpanjangan jalur MRT Jakarta ini sejalan dengan kebutuhan kawasan hunian yang perlu dikembangkan lebih masif, termasuk masalah ketersediaan lahannya.
"Jalur utara tentu dibatasi laut, selatan lebih cocok untuk konservasi ketersediaan air tanah. Karena itu, jalur barat ke timur yang paling cocok untuk pengembangan ke depan," imbuh Bambang.
Tangerang Raya Menggeliat Jadi Daerah Tujuan Investasi
Kota Gading Serpong sukses bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi. Halaman all [1,516] url asal
#hunian #gading-serpong #properti #kota-tangerang #tangerang-raya #paramount-land
(Kompas.com) 16/07/24 18:30
v/10982021/
KOMPAS.com – Sejumlah kawasan di Tangerang Raya Provinsi Banten menjadi sasaran investor. Sejumlah kawasan itu antara lain Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, capaian investasi Kota Tangerang pada 2023 mencapai Rp 14,99 triliun atau 155,05 persen.
Jumlah tersebut melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang 2023 sebesar Rp 9,67 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengungkapkan, capaian investasi pada 2023 juga telah melampaui capaian 2022, yakni Rp 13,05 triliun. Padahal, targetnya Rp 9,21 triliun.
Jumlah investasi tersebut menandakan kepercayaan investor terhadap Kota Tangerang. Adapun sektor perumahan menjadi penyumbang nilai investasi terbesar di Kota Tangerang sepanjang 2023.
“Kota Tangerang dengan berbagai sumber daya, perkembangan, dan pembangunan infrastruktur masih menjadi daya tarik bagi investor, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) untuk terus melakukan investasi,” ujar Taufik dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Taufik menjelaskan, realisasi investasi RPJMD Kota Tangerang 2019-2023 secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp 42,27 triliun. Namun, kini telah terealisasi Rp 57 triliun atau 155,05 persen.
Sedikitnya, terdapat sejumlah hal yang turut mendorong peningkatan investasi di Kota Tangerang.
Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemkot Tangerang, yakni pengawasan dan pembinaan terkait pelaporan untuk menciptakan data real lapangan. Selain itu, memberikan kemudahan dalam berinvestasi berlandaskan peraturan daerah (perda).
“Kami juga memberikan kemudahan pelayanan perizinan yang terus ditingkatkan, sehingga investor merasa nyaman dan terlayani dalam berinvestasi di Tangerang," terang Taufik.
Karakteristik kinerja ekonomi
Pada kesempatan sama, Managing Director Cushman and Wakefield Indonesia, Lini Djafar, mengatakan, Tangerang menjadi wilayah berkembang lantaran memiliki karakteristik kinerja ekonomi.
Berdasarkan catatan Cushman and Wakefield Indonesia, Tangerang merupakan salah satu kota yang mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun terakhir, seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan dan kereta api.
Pasar properti juga berkembang cukup agresif dalam mengakomodasi pertumbuhan sektor bisnis, industri, dan pariwisata.
Sektor hotel dan ritel pun berkembang secara signifikan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas pengembangan. Sejumlah pengembangan real estat skala besar telah berkembang terlebih dahulu dalam kota penyangga tersebut.
“Mempertimbangkan beberapa aspek, seperti aksesibilitas yang sudah cukup memadai seperti akses tol untuk mobil, dan akses transportasi umum, seperti commuter line, jarak Tangerang Raya terhadap Jakarta, dan fasilitas di sejumlah kawasan mandiri yang sudah komperhensif, maka peluang kawasan ini menjadi sumber investasi masih cukup beralasan,” papar Lini.
Keuntungan lain, imbuhnya, Tangerang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Berbagai kebutuhan hidup berfasilitas dari beragam level pun hadir di sana. Mencermati perkembangannya, Tangerang telah menuju kota mandiri yang maju.
“Nantinya jika sudah diresmikan sebagai wilayah pemekaran dari Banten, bisa jadi Tangerang Raya akan menjadi salah satu provinsi paling maju dan kaya karena Bandara Soekarno-Hatta akan berada di Provinsi Tangerang Raya yang telah lepas dari Banten sebagai provinsi induk,” jelas Lini.
Dapat untung
Lebih lanjut, Lini menjelaskan, seiring laju infrastruktur yang komplet dan berkembang cepat, pengembangan Tangerang Raya masih menjadi hunian favorit kalangan profesional menengah.
Pada 3-4 tahun terakhir, lanjutnya, harga properti di Tangerang Raya meroket tajam menyusul fasilitas dan dukungan infrastruktur yang makin lengkap. Bahkan, dalam satu tahun harga rumah bisa naik hingga 15-30 persen.
Hingga saat ini, properti masih menjadi alternatif investasi yang banyak dipilih pemilik kapital. Asumsi bahwa harga properti tidak pernah turun, benar-benar melekat di benak banyak orang.
Terlebih, investasi properti wujudnya riil sehingga mereka merasa aman untuk membeli.
“Asalkan lokasinya bagus, dari rumah menuju banyak destinasi mudah, (kawasan tersebut) akan jadi favorit banyak orang,” kata Lini.
Hal itu diamini salah satu warga, Dimas Oktavia (37). Ia bersama istri memutuskan mencari dan membeli hunian sendiri dengan cara mencicil.
Dimas mengaku bahwa sebagai karyawan swasta dengan gaji satu digit, ia merasa sulit memiliki hunian dengan cara bayar tunai.
"Saya termakan stigma bahwa setelah menikah, belum bisa dibilang mandiri kalau belum punya rumah sendiri," tuturnya.
Beruntung, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluarkan beli rumah gratis biaya pajak pada 2019.
Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut, kini Dimas telah memiliki satu unit rumah tipe 72 di Gading Serpong, Tangerang.
"Jujur penghasilan saya ketika itu masih dalam hitungan standar. Kalau tak salah penghasilan pokok tak sampai Rp 8 juta per bulan, ditambah penghasilan istri hampir serupa," katanya di Tangerang, Minggu (14/7).
Rumah yang dipilih Dimas memang tidak megah, yakni luas tanah 52 meter. Namun, menurutnya, cukup bagi pasangan muda yang belum diberikan momongan.
Adapun harga hunian tersebut Rp 850 juta. Untuk itu, Dimas mengangsur Rp 6-7 juta per bulan selama 15 tahun.
Dipindah tugaskan ke Kota Bogor membuat Dimas dan istrinya melego rumah pertamanya itu setelah ditempati selama hampir lima tahun.
“Maret 2024 kemarin saya jual karena bolak-balik Tangerang-Bogor lumayan juga,” jelasnya.
Rumah 3 kamar tidur dan dua kamar mandi menghadap danau dengan kondisi teras sudah direnovasi itu laku Rp1,63 miliar.
“Awalnya pasang iklan online jual rumah Rp 1,2 miliar. Namun, istri punya feeling bisa lebih karena perkembangan kawasannya maju banget, (maki) cobalah kami naikan lagi harganya jadi Rp 1,7 miliar. Rumah kami laku Rp 1,63 miliar, sudah termasuk kitchen set, AC dua unit, meja kerja, dua sofa, dan 1 kulkas,” ungkap Dimas.
Cerita serupa datang dari Musa (41). Bankir salah satu bank plat merah ini delapan tahun lalu membeli rumah seken satu lantai di kawasan Ciledug, Tangerang.
Seperti halnya Dimas, Musa membeli rumah dengan cara mengangsur ke bank alias KPR.
Adapun Musa membeli rumah seluas 72 m2 dengan bangunan 70 m2 seharga Rp 470 juta di permukiman umum.
Setahun dihuni, Musa merenovasi dapur dan menambah satu kamar tidur anak, serta memindahkan kamar mandi yang sebelumnya diapit dua kamar kini berada di samping dapur.
“Baru saya jual dua minggu lalu, laku Rp 900 juta. Yang beli orang Pondok Aren. Rencananya kami sekeluarga pindah ke Lebak, Banten, meneruskan usaha orangtua,” ungkap Musa.
Dimas dan Musa adalah segilintir contoh kenaikan harga properti sangat tergantung lokasi, jumlah pasokan dan permintaan (supply and demand), konsep pengembangan, aksesibilitas, infrastruktur, dan fasilitas di kawasan, dan komitmen developernya menghidupkan proyek properti yang dikembangkan.
Pusat bisnis menggila
Nilai investasi di kawasan Tangerang Raya kian naik seiring waktu. Salah satu hal yang mendongkrak kenaikan ini adalah kehadiran central business district (CBD) yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari pusat kuliner, pusat bisnis, perkantoran, hingga pusat hiburan yang saling terintegrasi.
Gading Serpong, salah satu kawasan hunian terpadu di Kabupaten Tangerang dengan pangsa pasar luas menjadi barometer kenaikan nilai investasi di Tangerang Raya.
Dibandingkan dengan kawasan lainnya di barat Jakarta, Kota Gading Serpong dapat dikatakan sebagai kawasan yang paling strategis karena berada di tengah-tengah pengembangan kawasan besar lainnya, yaitu Alam Sutera, BSD, Karawaci, dan lainnya.
Ditambah aksesibilitas tinggi dengan opsi moda transportasi umum yang beragam, menjadikan Gading Serpong sangat mudah dijangkau dari mana saja.
Konektivitas dan aksesibilitas yang sangat tinggi antara Gading Serpong dengan kawasan lainnya di Tangerang Raya dan Jabodetabek, membuat kawasan ini semakin terbuka dan mendorong perekonomian Tangerang semakin tumbuh lebih cepat.
Kota Gading Serpong kini bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi.
Presiden Direktur Paramount Land M Nawawi mengatakan, Kota Gading Serpong telah berkembang menjadi destinasi populer di Tangerang Raya dan Jabodetabek dengan populasi mencapai lebih dari 120.000 jiwa, belum termasuk komuter.
“Kota ini terus bertumbuh secara pesat dengan lebih dari 40 klaster terhuni, fasilitas kota yang lengkap, transportasi umum, jalan boulevard yang dilewati lebih dari 15.000 kendaraan per jam, dan tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi,” ujar Nawawi.
Proyek episentrum bisnis dan komersial bertajuk Manhattan District (22 ha) yang diluncurkan 2,5 tahun lalu, faktanya menjadi rebutan investor.
Hingga April 2024, total 95 persen produk telah terserap pasar dengan baik.
“Manhattan District dikembangkan sebagai area komersial street level yang mengintegrasikan ruang indoor dan outdoor untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, serta menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung,” tambahnya.
Sementara itu, Project Management Director Paramount Land Cok Putra Tri Utama mengatakan, pertumbuhan Kota Gading Serpong yang pesat didorong dari upaya developer memperluas dan memperbaiki infrastruktur.
Selain itu, menambah konektivitas dengan akses-akses jalan baru dan memperluas captive market untuk menumbuhkan ekosistem bisnis yang sehat dan sustainable.
“Penambahan akses memudahkan pengunjung masuk dan keluar Gading Serpong secara looping, yaitu alih-alih hanya menggunakan satu akses keluar-masuk, masyarakat dapat menggunakan berbagai jalur alternatif yang tersambung ke daerah pengembangan lain di sekitar Gading Serpong, menjadikan kota ini semakin terbuka lebar dan memiliki eksposur yang sangat tinggi,” terangnya.
Seiring respons pasar yang baik, ditambah dengan kebutuhan ruang bisnis dan peradaban manusia yang tetap tinggi, Paramount Land akan bersiap menghadirkan kawasan mega district terbaru pada Juli 2024.
“Saat ini kami sedang persiapkan dengan baik kawasan tersebut,” kata Nawawi.