Harga BBM di Jakarta mengalami kenaikan per 1 November 2024. Pertamina, Shell, dan BP menyesuaikan harga produk BBM, termasuk Pertamax dan V-Power. [307] url asal
Per hari ini, harga sederet produk BBM di berbagai SPBU mulai mengalami kenaikan. Setiap sebulan sekali penyesuaian harga memang rutin dilakukan pada harga BBM.
Dirangkum detikcom, Jumat (1/11/2024), yang pertama kenaikan harga terjadi pada BBM produk Pertamina. Di DKI Jakarta dan sekitarnya harga Pertamax Green naik dari Rp 12.700 menjadi Rp 13.150 per liter.
Kemudian, Pertamax Turbo dari Rp 13.250 naik menjadi Rp 13.500 per liter. Selanjutnya, Dexlite dari Rp 12.700 naik menjadi Rp 13.050 per liter, dan Pertamina Dex dari harga Rp 13.150 menjadi Rp 13.440 per liter. Sementara harga Pertamax tetap di Rp 12.100 per liter.
Sementara itu, Shell menahan harga Shell Super di Rp 12.290 per liter. Namun kenaikan terjadi di produk V-Power dari awalnya Rp 13.070 menjadi Rp 13.310 per liter.
Lebih lanjut ada juga Shell V-Power Diesel yang naik dari awalnya Rp 13.250 menjadi Rp 13.510 per liter. Disusul juga kenaikan harga produk V-Power Nitro+ dari awalnya cuma Rp 13.260 menjadi Rp 13.540 per liter.
Di SPBU BP juga terlihat harga produk BP Ultimate dari awalnya cuma Rp 13.070 menjadi Rp 13.310 per liter. Sementara pada produk BP Ultimate Diesel kenaikan harga BBM juga terjadi. Dari awalnya Rp 13.250, mulai hari ini naik jadi Rp 13.510 per liter.
Berikut ini daftar lengkap perbandingan harga BBM di Jakarta dan sekitarnya:
Dua mobil SUV ladder frame, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport masih digemari masyarakat Indonesia. Terbukti dua pabrikan itu sama-sama menyegarkan modelnya tahun ini.
Fortuner dan Pajero Sport identik dengan maskulinitas, body dengan ground clearance yang tinggi bikin mobil itu terlihat kekar dan macho. Simak ubahan dan harga terbarunya.
Fortuner
Pertama-tama soal Fortuner. PT Toyota Astra Motor melakukan penyegaran beberapa hari yang lalu.
Khusus untuk varian 4x4, bumper depan dan grilnya dibuat minimalis namun tetap garang, bumper belakang juga dapat penyegaran, pelek baru yang lebih sporty, lampu depan dengan desain lapis tiga, sequential rear turn signal dan kaliper rem baru.
Kemudian untuk varian 4x2 mendapat bumper depan, bumper belakang, gril dan pelek yang baru. Selain itu ada Toyota Customization Option untuk penambahan detail seperti varian 4x4 dan GR Sport.
PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota Fortuner baru di Indonesia, Jumat (6/9). Kendaraan gagah tersebut mendapat sejumlah pembaruan dibandingkan model sebelumnya. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikOto
Sementara untuk spesifikasi mesinnya, Fortuner baru tersedia dalam beberapa opsi, antara lain;
Mesin diesel 1GD-FTV berkubikasi 2.755 cc VNTIntercoolermenghasilkan tenaga 203,9 PS pada 3.000 - 4.000 rpm dan torsi 50,9 Kgm pada 1.600 - 2.800 rpm.
Mesin 2TR-FE 2.694 cc Dual VVT-i yang menghasilkan tenaga 163 PS pada 3.400 rpm dan torsi 24,7 Kgm pada 4.000 rpm. Transmisinya sama dengan milik 1GD dan 2GD yang ditandai dengan rasio transmisi otomatis 6-speed Sport Sequential Switchmatic.
Toyota Fortuner baru mendapat tambahan fitur dalam paket T intouch, yakni remote imobilizer dan in-car wifi hotspot. Teknologi tersebut melengkapi fitur lain seperti find my car, stolen vehicle tracking, guest driver alert, geofencing, vehicle info, speed dan idle alert dan time fencing.
Kendaraan tersebut juga sudah punya Toyota Safety Sense yang meliputi pre-collision system, dynamic radar cruise control, lane departure alert, rear cross traffic alert dan blind spot monitor.
Pajero Sport
Mitsubishi memberikan sentuhan baru pada Mitsubishi Pajero Sport. SUV ladder frame 7 penumpang andalan Mitsubishi itu kini hadir dengan desain muka yang lebih menawan. Selain itu bagian interior mobil juga mengalami peningkatan di sektor kenyamanan.
Pada bagian eksterior, terdapat penyematan grille depan heksagonal dan bumper yang memberikan tampilan lebih tegas dan berkarakter dilengkapi dengan alloy wheel 18 inci dengan desain yang baru.
Pada bagian interior telah diterapkan warna hitam dan burgundy yang memberikan tampilan sporty premium. Setirnya juga disegarkan dengan desain multi fungsi dan 8-inch digital driver display yang baru. Untuk bagian driver dan penumpang juga mendapatkan kenyamanan yang lebih dengan fitur nanoe X yang tersemat pada Dual Zone AC.
Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia resmi meluncurkan dua model ladder frame andalan, Mitsubishi All New Triton dan New Pajero Sport di GIIAS 2024 yang diselenggerakan di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (17/7/2024). Foto: Andhika Prasetia
Mitsubishi Pajero Sport hadir dengan dua varian mesin diesel.
- Tipe Dakar menggunakan mesin berkode 4N15 dengan tenaga 181 PS dan torsi 430 Nm. - Tipe Exceed dan GLX menggunakan mesin 4D56 dengan tenaga 136 PS dan torsi 324 Nm.
Untuk fitur keselamatan, Pajero Sport kini dilengkapi dengan 7 airbags, ABS dengan EBD dan Brake Assist, Hill Descent Control, Forward Collision Mitigation System, Adaptive Cruise Control, Blind Spot Warning dengan Lane Change Assist, Rear Cross Traffic Alert, dan Ultrasonic Misacceleration Mitigation System.
Sedangkan untuk kenyamanan, Pajero Sport dibekali display digital pengemudi 8 inci, roof monitor 12,1 inci, dan sistem audio dengan layar sentuh 8 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
Harga Fortuner dan Pajero Sport
Pajero Sport dan Fortuner dibanderol dengan harga yang kompetitif. Pajero Sport saat ini dijual antara Rp 567 juta hingga Rp 764 jutaan. Sementara lawannya, Fortuner dijual Rp 573 juta hingga Rp 761 jutaan
Harga Mitsubishi Pajero Sport:
Exceed M/T (4x2): Rp 568.100.000
Exceed A/T (4x2): Rp 583.300.000
GLX 4x4: Rp 593.100.000
Dakar 4x2: Rp 650.700.000
Dakar Ultimate 4x2: Rp 703.100.000
Dakar Ultimate 4x4: Rp 764.200.000.
Harga Fortuner:
Fortuner 2.4 G M/T (4x2): Rp 573.700.000
Fortuner 2.4 G A/T (4x2): Rp 591.300.000
Fortuner 2.7 SRZ (4x2): Rp 614.000.000
Fortuner 2.8 VRZ (4x2): Rp 640.500.000
New Fortuner 2.7 SRZ with GR Parts Aeropackage (4x2): Rp 623.300.000
New Fortuner 2.8 VRZ with TSS (4x2): Rp 652.700.000
New Fortuner 2.8 VRZ TSS with GR Parts Aeropackage (4x2): Rp 663.200.000
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax mengalami penyesuaian harga per 10 Agustus 2024. Simak perbandingan harganya dari BBM yang setara seperti Revvo 92, Shell Super, dan BP 92. Mana yang paling murah?
Harga Pertamax naik dari sebelumnya Rp 12.950 per liter menjadi Rp 13.700 per liter. Ada kenaikan Rp 750 perak.
Penyesuaian harga Pertamax yang merupakan BBM non subsidi Pertamina Patra Niaga mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia atau ICP dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Pertamax itu masih lebih murah dari kompetitor. Misalnya Shell Super, produk BBM RON 92 itu dijual Rp 14.520 per liter per 1 Agustus 2024, padahal bulan lalu bensin itu dibanderol Rp 13.810 per liter.
Lalu Revvo 92 menjadi BBM RON 92 kedua yang termahal setelah Shell Super. Revvo 92 sekarang dijual Rp 14.320 per liter.
Selanjutnya bensin RON 92 dari BP dijual dengan harga Rp 13.850 per liter. Pertamina menjual RON 92 ketimbang kompetitor lainnya dengan harga Rp 13.700.
Simak daftar harga BBM terlengkap untuk daerah Jakarta dan sekitarnya;
Pertamina
Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
Pertamax (RON 92): Rp 13.700 per liter
Pertamax Green (RON 95): Rp 15.000 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 15.450 per liter
Dexlite (CN 51): Rp 15.350 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp 15.650 per liter
VIVO
Revvo 90: Rp 12.900 per liter
Revvo 92: Rp 14.320 per liter
Revvo 95: Rp 15.150 per liter
Shell
Shell Super (RON 92): Rp 14.520 per liter
Shell V-Power (RON 95): Rp 15.370 per liter
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 15.600 per liter
Kementerian Perindustrian mengungkapkan kalau instrumen pengenaan pajak pada mobil di Thailand masih lebih kompetitif, khususnya untuk yang sudah mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Imbas pajak yang lebih kompetitif, harga jual kendaraan juga semakin murah.
Contohnya saja Wuling BinguoEV, di Thailand harganya mulai Rp 180 jutaan. Sementara mobil listrik itu dijual Rp 300 jutaan saat di Indonesia, padahal Wuling juga sudah memproduksi lokal BinguoEV di Cikarang, Jawa Barat.
Ambil contoh model lain mobil hybrid. Toyota Yaris Cross Hybrid yang dijual mulai dari 789 ribu Baht atau setara Rp 352 jutaan. Sementara di Indonesia tembus Rp 440 juta. Ada selisih hampir Rp 100 juta untuk mobil hybrid.
Kemudian Honda CR-V Hybrid, mobil SUV itu dijual Rp 814,4 juta di Indonesia. Sedangkan di Thailand mulai dari 1.589.000 baht atau setara Rp 710 juta.
Plt. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Putu Juli Ardika menjelaskan pungutan pajak mobil ramah lingkungan lebih kecil Thailand ketimbang Indonesia.
"Apa yang mesti kita lakukan untuk mendorong industri ini. Ada hal-hal yang belum kita lakukan bagaimana seperti disampaikan sebelumnya, insentif ini diperluas untuk yang low emission vehicle, karena kita itu yang BEV hampir sama dengan negara lain, tapi untuk lainnya, low emission vehicles masih jauh sekali dengan negara lain," ujar Putu di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
"Saya mungkin kasih gambaran, kalau di Thailand untuk yang low emission vehicles, itu dia bisa sebagai pajak dan lain-lainnya itu sekitar 7-8 persen, kita masih di 23 sampai 33 persen," tambahnya lagi.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara juga menyebut penyebab harga mobil di Indonesia tinggi lantaran hampir separuhnya merupakan instrumen perpajakan.
"Harga mobil ini juga diskusi dengan Pemda (pemerintah daerah), karena BBNKB itu menjadi isu. itu (pajak) yang membuat harga mobil ini luar biasa mahal, karena bila ditotal bisa lebih dari 30-40 persen itu adalah bentuk pajak," tambah dia.
"Namun mereka tidak mau kehilangan karena rata-rata pemerintah provinsi 60-80 persen PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya dari pajak kendaraan bermotor," sambungnya lagi.
Insentif yang dibutuhkan mobil ramah lingkungan
Seperti diketahui, karpet spesial berupa kebijakan insentif fiskal di Indonesia baru didapatkan kepada model Battery Electric Vehicles (BEV).
Saat ini pemerintah memberi karpet merah untuk produsen mobil listrik berbasis battery electric. Misalnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, mobil listrik dibebaskan dari pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Sedangkan mobil hybrid dikenakan PPnBM sebesar 15 persen dari dasar pengenaan pajak. Dasar pengenaan pajak itu besarannya bervariasi mulai dari 40 persen hingga 80 persen dari harga jual. Tergantung dari tingkat kapasitas mesin, konsumsi BBM, dan emisi yang dikeluarkan. Prinsipnya makin irit dan ramah lingkungan maka dikenakan PPnBM paling rendah.
Tidak hanya PPnBM yang berubah, tahun lalu pemerintah juga sudah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan untuk mobil baru di Indonesia adalah sebesar 11% dari harga jual. Tarif PPN ini biasanya sudah termasuk dalam harga on the road (OTR). Tapi pemerintah memberikan relaksasi bagi mobil listrik dengan hanya dikenakan tarif PPN satu persen.
Bukan cuma itu, pemerintah memberikan insentif lebih luas untuk kendaraan listrik. Pembelian mobil dan pajak tahunan mobil dan motor listrik berbasis baterai bakal lebih murah ketimbang kendaraan bensin.
Aturan ini berlaku sejak diundangkan pada 11 Mei 2023 yang tercantum Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama, dan Pajak Alat Berat Tahun 2023. Keringanan itu meliputi pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Jadi motor dan mobil listrik yang berbasis baterai atau Battery Electric Vehicles (BEV) tidak dikenakan pajak lagi.
Diharapkan insentif serupa juga bisa diterapkan pada mobil lain yang punya emisi rendah. Hybrid salah satunya, mobil yang mengusung mesin konvensional dan baterai itu juga berperan dan menekan emisi gas buang sebagaimana dicanangkan pemerintah.
"Kita mempunyai sumber daya untuk baterainya, jadi tidak hanya untuk BEV tapi juga low emission vehicles dan itu harus segera didorong dengan insentif yang serupa saudaranya, sehingga paling tidak ini penelitian kita di 2018, 6 perguruan tinggi, itu yang low emission bisa menurunkan emisi sampai dengan 49 persen," jelas Putu.
"Penghematan karbon itu dari pembakaran, berarti dia bisa mengurangi konsumsi bahan bakar dan juga kalau kita mau menurunkan ICE, cara ini yang paling bagus, karena berdekatan sehingga perlu insentif dulu, sehingga migrasinya bisa jalan," jelas dia.
Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan sepanjang Januari-Juni tahun 2024 baru mencapai 408.012 atau minus 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal penjualan bisa tembus setengah juta unit atau tepatnya 506.427 unit pada semester pertama 2023.
Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) seperti masa pandemi Covid-19 lalu bisa menjadi angin segar bagi pelaku usaha otomotif yang terpukul. Variasi pemberlakuan insentif PPnBM yang berjangka membuat para pelaku usaha otomotif antusias baik pada tahapan produksi maupun tahapan penjualan.
"Kita diskusi dalam kondisi seperti ini teman-teman (anggota Gaikindo) banyak yang menahan, sebab kalau dinaikkan bukan naik malah jeblok," kata Kukuh Kumara.
"Pajak daerah mereka maunya dapat banyak, sekali tembak 40 persen (besaran pajak dari total harga mobil), tapi 40 persen nggak ada jualan, kan nol pak. Itu yang berulang-ulang kami sampaikan," tambah dia.
"Padahal yang kita harapkan adalah seperti PPnBM DTP, kalau ini kemudian ini diturunkan, penjualan naik gak? ternyata terbukti pada tahun 2021 naik dari 500 menjadi 800 ribu dalam waktu sekian bulan, ini perlu kita jaga," jelasnya lagi.
Hal senada soal insentif sebagai solusi jangka pendek adalah program PPnBM ditanggung pemerintah seperti yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19.
"Di satu sisi mungkin PPnBM turun, tapi di satu sisi PPn akan meningkat, termasuk PKB, akan memperluas produksi mobil, output industri suku cadang meningkat, ktia ada penginkatan PPh badan, ataupun PPh orang pribadi," kata Peneliti Senior LPEM FEB UI, Riyanto.
"Dari situ dari dampaknya ada penciptaan lapangan kerja, meningkatkan investasi kita, multiplier effect," jelas dia lagi.