Suzuki Motor Corporation resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Suzuki e Vitara. Mobil listrik pertama Suzuki ini menggunakan baterai LFP. [606] url asal
Suzuki Motor Corporation resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Suzuki e Vitara. Mobil listrik pertama Suzuki ini menggunakan baterai LFP atau lithium iron-phosphate.
Suzuki meluncurkan e Vitara pertama kali di Eropa, tepatnya di Milan, Italia. Produksi akan dimulai di Suzuki Motor Gujarat di India pada 2025. Mobil ini akan mulai dijual di berbagai negara, termasuk Eropa, India, dan Jepang, sekitar pertengahan tahun 2025.
"e VITARA adalah BEV pertama kami, yang dikembangkan melalui uji coba berulang kali untuk menciptakan BEV yang mudah digunakan bagi pelanggan kami. Untuk mewujudkan masyarakat yang netral karbon, kami akan menyediakan berbagai pilihan, termasuk BEV, kendaraan hybrid, dan kendaraan CNG, yang disesuaikan dengan wilayah tertentu. Peluncuran e VITARA merupakan tonggak penting dalam mencapai netralitas karbon. Setelah peluncuran e VITARA, kami akan terus memperluas jajaran BEV kami dan mengusulkan solusi mobilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan negara dan wilayah tertentu," kata Toshihiro Suzuki, Representative Director and President Suzuki Motor Corporation dikutip dari siaran persnya.
Suzuki e Vitara dengan baterai 49 kWh 2WD memiliki total tenaga hingga 106 kW dengan torsi maksimal 189 Nm. Lalu untuk e Vitara 61 kWh 2WD tenaga maksimalnya mencapai 128 kW dengan torsi maksimal 189 Nm. Sedangkan versi 4WD menghasilkan total tenaga hingga 135 kW dengan torsi maksimal 300 Nm. Suzuki tidak merilis jarak tempuh dari e Vitara ini. Namun, dikutip dari Auto Express, versi long range-nya bisa menjangkau jarak hingga 400 km.
Menurut Suzuki, sistem penggerak BEV terdiri dari eAxle yang sangat efisien yang mengintegrasikan motor dan inverter. Mobil ini juga dilengkapi baterai lithium iron-phosphate yang dirancang demi keamanan dan keandalan.
"Sistem ini menghasilkan akselerasi lincah yang menjadi ciri khas dari posisi diam dan akselerasi tajam saat menyalip dari kecepatan rendah ke tinggi," sebut Suzuki.
Suzuki e VITARA didasarkan pada model konsep "eVX," yang sempat dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Juli 2024 lalu.
Suzuki e Vitara mengandalkan sistem 4WD elektrik "ALLGRIP-e" yang tidak hanya memberikan kemampuan off-road tetapi juga performa yang bertenaga. ALLGRIP-e adalah sistem 4WD elektrik yang memanfaatkan keahlian Suzuki dalam teknologi penggerak empat roda, yang dilengkapi dua eAxle independen di bagian depan dan belakang. Sistem ini tidak hanya memberikan kinerja yang bertenaga tetapi juga memungkinkan kontrol yang presisi dengan respons yang sangat baik. Selain itu, sistem ini mencakup mode Trail yang memungkinkan keluar dengan mulus dari medan kasar dengan menerapkan rem pada ban yang berputar dan mendistribusikan torsi penggerak ke ban yang berlawanan (fungsi LSD).
Suzuki eVitara menggunakan platform "HEARTECT-e" yang baru dikembangkan khusus untukBEV. Platform ini memiliki struktur yang ringan, perlindungan tegangan tinggi, dan interior yang luas karena overhang yang pendek.
Suzuki tidak merilis jarak tempuh dari e Vitara ini. Namun, dikutip dari Auto Express, versi long range-nya bisa menjangkau jarak hingga 400 km.
Suzuki akan memasok SUV listrik untuk Toyota. SUV listrik itu akan diproduksi di India dan dijual di pasar global.
Suzuki Motor Corporation (Suzuki) dan Toyota Motor Corporation (Toyota) kian menguatkan kolaborasi dalam penyediaan SUV listrik yang dikembangkan oleh Suzuki untuk Toyota. SUV listrik anyar ini rencananya akan diproduksi di pabrik Suzuki Motor Gujarat, India, mulai musim semi tahun 2025.
Ini merupakan mobil listrik pertama yang dikembangkan dari kolaborasi antara Suzuki dan Toyota itu. Rencananya SUV listrik dari Suzuki untuk Toyota ini akan diluncurkan di seluruh dunia. Tak cuma itu, kehadiran calon SUV listrik Suzuki-Toyota ini juga bisa mewujudkan misi perusahaan dalam mewujudkan netralitas karbon.
"Suzuki akan memasok BEV (Battery Electric Vehicle) pertama kami ke Toyota secara global. Saya bersyukur bahwa kolaborasi antara kedua perusahaan kian mendalam dengan cara ini. Meski kami masih jadi kompetitor, kami akan mendalami kolaborasi ini untuk memecahkan masalah sosial, termasuk mewujudkan masyarakat yang netral karbon melalui pendekatan multi-pathway," ungkap Presiden Suzuki Toshihiro Suzuki dalam siaran persnya.
Toyota menyebut model baru ini dirancang eksklusif sebagai mobil listrik. Sebuah SUV lincah dengan karakteristik berkendara khas mobil listrik. SUV listrik ini juga akan tersedia dengan sistem penggerak 4WD sehingga diklaim bisa melahap segala medan jalan sekaligus menawarkan performa bertenaga.
Unit dan platform mobil listrik ini dikembangkan bersama oleh Suzuki, Toyota, dan Daihatsu. Ketiga saling memanfaatkan kekuatan guna melahirkan SUV listrik ini.
"Dengan memanfaatkan unit dan platform BEV yang kami kembangkan bersama, kami akan mengambil langkah baru dalam kolaborasi kami di bidang kendaraan listrik. Hal ini akan memungkinkan kami untuk memberikan berbagai pilihan yang berkontribusi pada netralitas karbon kepada pelanggan di seluruh dunia. Kami ingin belajar dari kekuatan satu sama lain, berkompetisi, dan melanjutkan upaya bersama berdasarkan pendekatan multi-pathway," ujar Presiden Toyota Koji Sato.
Suzuki sebelumnya sudah memamerkan mobil listrik pertamanya yang dinamai eVX. Mobil listrik perdana Suzuki itu rencananya akan diluncurkan pada ajang Bharat Mobility Expo awal tahun 2024. Mobil listrik itu dilengkapi baterai berkapasitas 60 kWh dan bisa menjelajah sejauh 550 km. Inikah model yang bakal disuplai Suzuki ke Toyota? Jawabannya tentu akan diketahui setelah peluncuran nanti.
Suzuki Motor baru saja meluncurkan SUV anyar di Jepang. Menariknya, mobil itu bukan diproduksi di Jepang, melainkan impor dari India.
Menyusul kesuksesan Fronx di India, Suzuki meluncurkan SUV tersebut di negara asalnya, Jepang. SUV bergaya coupe itu memang bukan diproduksi di 'rumah' sendiri melainkan di pabrik Gujarat, India Barat. Diberitakan Nikkei Asia, Suzuki Fronx sejatinya sudah mengaspal sejak tahun 2023 di beberapa negara seperti India, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.
Suzuki kemudian meluncurkan Fronx di Jepang disertai dengan adanya beberapa fitur tambahan seperti sistem keselamatan aktif dan opsi penggerak empat roda (4WD). Suzuki Fronx merupakan bagian dari strategi pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu untuk bersaing di pasar global.
"SUV ini sudah digunakan di lebih dari 70 negara di dunia. Sekarang Suzuki telah mengirimkan yang telah lama ditunggu oleh para pengendara di Jepang," ungkap Presiden Suzuki Motor Toshihiro Suzuki saat konferensi pers.
Toshihiro juga menjelaskan soal keputusan perusahaan untuk mendatangkan mobil dari India ketimbang memproduksi langsung di negara asalnya. Menurutnya, perusahaan telah memposisikan pabrik di Gujarat sebagai basis untuk model global. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 750.000 unit kendaraan.
"Basis produksi kami di India memainkan peran utama dalam hal produksi massal," terang Toshihiro.
Ini bukan kali pertama Suzuki mengimpor mobil dari India ke Jepang. Kerja sama ekonomi antara Jepang dan India yang membebaskan tarif impor mobil dari India menjadi latar belakangnya. Di sisi lain, Toshihiro menambahkan akan sulit ke depannya perusahaan mengirimkan lebih banyak mobil buatan India karena pasar domestik tengah meningkat pesat.
"Hal yang terpenting adalah mobil ini buatan Suzuki, daripada menyebutnya buatan India. Walaupun ini dibuat di India atau negara mana pun, kami akan tetap mempertahankan kualitas Suzuki," terangnya.
Keberadaan Suzuki di India memang sangat kuat melalui perusahaan Maruti Suzuki. Dari sebuah riset yang dilakukan MarkLines, pangsa pasar mobil penumpang Suzuki di India tercatat lebih dari 60 persen pada tahun 2023. Perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 30 juta unit di India sejak tahun 1983. Ini menjadi sejarah tersendiri karena di Jepang, untuk mencapai angka tersebut membutuhkan waktu 55 tahun.