BATAM, iNews.id - Sebagian orang mungkin pernah menjajakan kaki di kota metropolitan, Batam yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini pertama kali dihuni oleh masyarakat Melayu, yang menyebut diri mereka sebagai orang selat sejak 231 Masehi.
Pada dekade 1960-an, Pemerintah Indonesia mulai melirik potensi Batam yang kemudian dijadikan basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu. Namun, titik balik sejarah Batam terjadi pada 1970-an, ketika pemerintah pusat memutuskan untuk mengembangkan Batam menjadi kawasan industri.
Letak geografis Batam yang strategis, yakni di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, semakin mempercepat pertumbuhan kota ini.
Inilah Batam, kota yang berjuluk Teh Obeng, dengan kemajuan pesatnya.
Menjelajahi Batam sejak dari pintu gerbang Bandar Udara Hang Nadim Batam, menuju pusat kota sudah disuguhi dengan infrastruktur jalan yang begitu luas.
Perubahan Batam kerap membuat orang yang datang ke Kota Batam terkejut karena begitu cepat bertransformasi, hingga menjadi kota maju.
Wajar rasanya jika Batam maju begitu cepat. Dengan adanya dua mesin Pemerintahan Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam, kota ini bisa berubah lebih baik dengan tempo yang terbilang singkat. Bahkan, perekonomian Batam juga bisa tumbuh begitu cepat meski sempat terjun bebas saat pandemi Covid-19 melanda.
Setahun berselang, ekonomi Batam tumbuh 4,75 persen pada 2021, kembali meningkat 6,84 persen pada 2022, dan pada 2023 meroket di angka 7,04 persen. Kota Batam menjadi daerah pendongkrak ekonomi Kepulauan Riau dan nasional.
Tak ayal, Batam dikenal sebagai kota industri yang modern dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Selain sebagai kota industri, Batam juga dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik. Pantai-pantai yang indah, pusat perbelanjaan modern, dan berbagai macam fasilitas rekreasi menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Batam juga sempat menjadi penyumbang jumlah wisman tertinggi di Indonesia bersama dengan Jakarta dan Bali.
Dengan kemegahan dan kemajuan Batam di segala sektor, kota kecil ini telah membuktikan diri sebagai kota yang dinamis dan terus berkembang.
Memiliki letak geografis yang strategis, potensi sumber daya alam melimpah, serta dukungan pemerintah yang kuat, Batam disebut memiliki masa depan yang cerah.
Kombinasi antara sektor industri yang kuat dan potensi pariwisata yang menjanjikan, menjadikan Batam sebagai kota yang menarik untuk ditinggali dan dikunjungi.
Inilah Kota Batam, surga di Gerbang Barat Nusantara.
Polda Kepri mendata ada 28 situs judi online (judol) di Kota Batam yang ditemukan lewat patroli siber. Situs ini diajukan ke Komdigi agar diblokir. - Bagian all [221] url asal
BATAM, iNews.id - Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) memantau ada 228 situs judi online (judol) di Kota Batam. Ratusan website ini terafiliasi situs judol yang telah dipantau untuk ditindak sejak Januari-Oktober 2024.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri Kombes Putu Yudha Prawira mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah pemantauan dan merekomendasikan pemblokiran 228 situs judol ke Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).
“Ratusan website itu ditemukan selama 10 bulan dari patroli siber dan penindakan beberapa waktu lalu. Sejauh ini ada 228 situs judi online yang telah direkomendasikan untuk diblokir ke Komdigi,” ujarnya, Jumat (8/11/2024).
Putu juga merinci ada 6 kasus praktik judol yang telah ditangani dengan menjerat enam tersangka. Selain itu, ada satu situs yang telah diblokir.
“Sejak Januari 2024 ada 6 kasus judi online. Para tersangka lima di antaranya masih proses sidik dan satu tersangka telah tahap dua. Kebanyakan server yang digunakan dari dalam negeri,” katanya.
Putu menyebut pengawasan dan penindakan ini tak lepas dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita agar segera memberantas perjudian secara online dan pencegahan terus digencarkan.
“Pengawasan dan patroli siber terus kami lakukan. Kami juga berharap peran serta masyarakat dalam pemberantasan judi online ini. Jika mendapat aktivitas yang dicurigai berkaitan dengan judi online bisa melapor ke kami akan ditindaklanjuti,” ucapnya.
Bisnis.com, BATAM - Realisasi investasi dari dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam telah mencapai Rp3,85 triliun hingga semester I/2024. Dengan demikian, KEK telah menyumbang 31,19% dari total realisasi investasi Batam sebesar Rp12,31 triliun.
"Sejak diresmikan hingga semester I/2024, total investasi dari dua KEK sebesar Rp3,84 triliun, terdiri dari Rp2,96 triliun dari KEK Nongsa Digital Park dan Rp884 miliar dari KEK Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam Purwiyanto, Jumat (8/11/2024).
KEK Batam Aero Technic hingga saat ini memiliki satu pelaku usaha, sedangkan KEK Nongsa terdapat 18 pelaku usaha. Sedangkan untuk KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam saat ini belum ada realisasi investasi, karena baru ditetapkan 7 Oktober 2024 kemarin.
Adapun komitmen investasi secara keseluruhan di tiga KEK yakni sebesar Rp54,1 triliun, terdiri dari KEK Batam Aero Technic sebesar Rp7,29 triliun hingga 2030, lalu KEK Nongsa sebesar Rp39,9 triliun hingga 2024 dan KEK Kesehatan sebesar Rp6,91 triliun hingga 2032.
"Sedangkan untuk serapan tenaga kerja, KEK Batam Aero Technic sudah menyerap 2.070 orang. Dan untuk KEK Nongsa sebanyak 4.723 orang," ujarnya.
Purwiyanto menambahkan kehadiran tiga KEK ini dirancang untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional serta kawasan tertentu.
"Adapun khususnya terhadap KEK di Batam, dengan komitmen rencana kerja investasi dan tenaga kerja yang telah disepakati bersama Dewan Nasional KEK, ada sejumlah target yang telah ditetapkan untuk pertumbuhan ekonomi," paparnya.
Ada lima target utama dari realisasi investasi KEK di Batam, yakni peningkatan investasi asing dan domestik, diversifikasi kegiatan usaha untuk penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru, pembangunan ekonomi dan wilayah berkelanjutan, transfer teknologi dan peningkatan kualitas SDM, serta meningkatkan konektivitas wilayah baik nasional maupun internasional.
Realisasi investasi di Batam menunjukkan tren positif hingga semester pertama 2024. Berdasarkan catatan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi tumbuh sebesar 55,70%.
"Semester pertama 2023 kemarin, realisasi investasi tercatat sebesar Rp7,91 triliun. Sedangkan di semester pertama 2024 sebesar Rp12,31 triliun. Peningkatannya sebesar 55,70% dengan pertumbuhan jumlah proyek sebesar 69,55%," kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait.
Di sisi PMA, negara-negara asing terus menunjukkan minat yang kuat terhadap Batam, dengan Singapura tetap menjadi investor terbesar.
Investasi dari Singapura mencapai US$95,6 juta dari 664 proyek. Kemudian China dengan nilai investasi sebesar US$45,7 juta dari 173 proyek.
Taiwan, Luxembourg, dan Prancis melengkapi daftar lima besar negara dengan nilai investasi tertinggi, masing-masing dengan nilai investasi sebesar US$20,8 juta, US$2,1 juta, dan US$2,475 juta.(K65)
Direktorat Narkoba Polda Kepri bersama TNI menggrebek kampung narkoba di Kampung Aceh, Simpang Dam, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Kamis (7/11/2024). - Bagian all [251] url asal
BATAM, iNews.id - Direktorat Narkoba Polda Kepri bersama TNI menggrebek kampung narkoba di Kampung Aceh, Simpang Dam, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Kamis (7/11/2024). Dari penggerebekan itu, petugas menangkap 92 orang.
Dari hasil pemeriksaan, 88 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu. Mereka terdiri atas 66 laki-laki dan 26 perempuan muda dan ibu rumah tangga.
Kampung Aceh atau lebih dikenal sebagai kampung narkoba menjadi wilayah paling diincar polisi karena di kampung tersebut transaksi dan penyalahgunaan narkoba kerap terjadi.
Tak hanya narkoba, aktivitas penyakit masyarakat lainnya di kawasan ini juga berisikan judi dan prostitusi.
“Kita mengamankan 92 orang di Kampung Aceh. Setelah dilakukan pemeriksaan, 88 di antaranya positif narkoba. Dari jumlah itu, 26 orang di antaranya adalah wanita, bahkan satu orang masih menyusui bayi yang baru berusia 2 bulan,” kata Direktur Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono.
Penggrebekan kampung narkoba ini, kata dia, selain menggeledah rumah rumah warga yang dicurgai, juga menemukan tempat bagi para pecandu narkoba menggunakan sabu atau disebut shelter. Dari hasil penyisiran ditemukan lima rumah atau shelter.
“Kegiatan penggerebekan dan razia di Kampung Aceh ini akan akan rutin dilakukan guna menekan jumlah penyalahgunaan narkoba di Kota Batam. Kita memang tidak menemukan sabu dalam jumlah besar, tapi ditemukan banyak alat isap, senjata tajam dan pistol rakitan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, 88 orang yang ditangkap dalam penggerebekan itu langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.
Sedangkan sejumlah tempat yang diduga sebagai lokasi untuk mengggunakan sabu langsung diberi garis polisi dan akan dirobohkan.
Bisnis.com, BATAM - Kemenangan Donald Trump di Pilpres Amerika 2024 diyakini akan menguntungkan Batam. Pasalnya perang dagang dengan China akan semakin intensif, yang akan membuat industri dari negeri tirai bambu merelokasi pabriknya ke Batam.
Hal tersebut terjadi karena Trump akan mengenakan kebijakan tarif impor sebesar 60% untuk produk asal China.
"Ini jadi sentimen bagus buat Batam. Karena produk China masuk Amerika dikenakan tarif 60%. Ini jadi kesempatan baik Batam-Bintan-Karimun (BBK) untuk mendapatkan investasi hasil dari relokasi pabrikan China," kata Ketua Bidang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indoensia Tjaw Hioeng, Kamis (7/11/2024).
Situasi ini pernah dialami Batam sebelum Covid-19, dimana Trump saat itu masih memimpin Amerika. Tjaw menyebut tarif impor produk China ketika itu sebesar 20%.
"Hal tersebut menyebabkan kawasan industri di Batam penuh saat perang dagang tahun itu. Dengan terpilihnya Trump kembali, maka akan lebih banyak perusahaan asal China relokasi ke Asia Tenggara untuk menghindari tarif impor tersebut," jelasnya.
Meski merupakan peluang besar, saat ini Batam dihadapkan dengan persaingan ketat dari Singapura dan Johor Malaysia yang membentuk aliansi Special Economic Zone (SEZ). Lalu ada Vietnam yang memiliki hubungan erat dengan China, begitu juga Myanmar.
"Ini jadi momentum yang tepat untuk menggaet investasi baru, dimana Batam harus siap untuk menampung mereka. Tapi dengan syarat infrastruktur harus bagus, begitu juga regulasi perizinan dan insentif fiskal yang pro dunia usaha," ucapnya.
Secara geografis, Indonesia khususnya Batam diuntungkan dengan posisi strategisnya di Selat Malaka dibanding Vietnam yang harus berputar jauh lagi menuju selat strategis di dunia tersebut.
Namun negara komunis tersebut lebih sedikit diuntungkan dengan kondisinya yang cukup aman, karena aksi demonstrasi menuntut upah dilarang.
Selain itu sejumlah hal yang mesti dibenahi di Batam yakni ongkos logistik yang mahal. Selanjutnya ketiadaan industri supply chain untuk produk komponen pendukung sehingga investor manapun harus mendatangkannya dari luar. Biaya produksi pun semakin besar.
Tjaw menegaskan Batam kedepannyna, sektor non-migas akan semakin berkembang. Buktinya bisa dilihat bahwa saat ini industri ramah lingkungan sudah banyak di Batam.
Tapi, melihat tahun ini adalah momen Pemilu. Tentunya investor masih akan wait and see, sambil melihat seperti apa kebijakan dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
"Dengan perang dagang yang terus berlanjut, tentu Batam masih sangat potensial dilirik oleh investor khususnya di bidang semikonduktor dan di bidang EBT khusus cell solar module," paparnya.
Perang dagang sangat menguntungkan Batam. Ia berharap pembuat kebijakan di level daerah maupun pusat terus memberikan kemudahan perizinan dan insentif yang menggiurkan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan pihaknya belum bisa berspekulasi mengenai kebijakan Trump dan dampaknya terhadap perekonomian Batam kelak.
"Jika masih memakai gaya kebijakan lama dengan menerapkan tarif tinggi untuk melindungi produk dalam negerinya, maka akan berpengaruh pada kondisi perekonomian global," ucapnya.
Menurut Rafki, negara-negara eksportir besar seperti China tentunya akan terbatas ruang geraknya seperti dulu.
"Maka industri yang ada di China saat ini tentu akan memilih keluar dari China, atau membuat usaha di negara lain yang tidak terkena tarif tinggi dari Amerika," paparnya.
Batam bisa memanfaatkan peluang ini dengan mengundang investasi masuk lebih banyak ke Batam. "Tapi harus hati hati juga. Jangan sampai Batam hanya dimanfaatkan untuk menstempel produk untuk mendapatkan surat keterangan asal saja, sementara perakitannya tetap di China," imbuhnya.
Batam tentunya harus mendapatkan manfaat dari setiap investasi yang masuk. Mulai dari manfaat untuk pengurangan pengangguran maupun manfaat yang didapat dari adopsi teknologi yang dibawa oleh investor yang masuk ke Batam.
"Maka untuk itu, kita lihat ke depan, apakah kebijakan Trump ini masih saja seperti dulu. Masih ada kemungkinan akan berubah menyesuaikan dengan kepentingan Amerika di masa depan. Karena situasi dunia sudah banyak berubah. Bisa saja kebijakan akan lebih longgar dibandingkan kebijakan di masa lalu," pungkasnya.
Berdasarkan catatan dari BP Batam, r ealisasi investasi di Batam menunjukkan tren positif hingga semester I/2024, karena tumbuh sebesar 55,70%. Nilai totalnya sebesar Rp 12,31 triliun. (K65)
Menjalin konektivitas menuju Pulau Sumatra merupakan langkah penting untuk menunjang Batam sebagai hub penerbangan di Indonesia bagian barat. [210] url asal
Bisnis.com, BATAM - Meski tengah fokus pada penambahan rute internasional di Batam, Bandara Hang Nadim tak lupa juga menambah rute domestik menuju kota-kota lainnya di Indonesia.
Pengelola Bandara Hang Nadim, PT Bandara Internasional Batam (BIB) sebelumnya telah membuka rute baru menuju Lampung pada Juni 2024 kemarin.
Sekarang PT BIB tengah menjajaki pembukaan rute menuju Bengkulu, Banda Aceh dan Silangit di Sumatra Utara.
"Rute menuju Bengkulu akan dibuka dalam waktu dekat ini. Sedangkan Aceh dan Silangit tengah penjajakan," kata Direktur Utama PT BIB Pikri Ilham Kurniansyah, Senin (4/11/2024).
Pikri mengatakan menjalin konektivitas menuju Pulau Sumatra merupakan langkah penting untuk menunjang Batam sebagai hub penerbangan di Indonesia bagian barat.
"Ke Bengkulu nanti rencananya akan menggunakan maskapai Super Air Jet, dimana rencana terbangnya dua kali seminggu Senin dan Jumat," ungkapnya.
Secara keseluruhan, Bandara Hang Nadim telah membuka rute penerbangan domestik menuju sekitar 20-an kota di Indonesia. Adapun rute di Sumatra yang telah dilayani bandara ini antara lain Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Pangkal Pinang, Natuna, dan Letung.
Sedangkan rute perintis dibuka menuju Pasir Pangaraian, Rengat dan Singkep. Untuk ke Pulau Jawa, rute yang dilayani bandara di Batam yakni Jakarta, Yogyakarta, Kertajati, Bandung, Surabaya, dan Semarang.
Di luar Jawa dan Sumatera, ada rute menuju Makassar, Balikpapan, Lombok dan Pontianak. (K65)
Bisnis.com, BATAM - Pembangunan jalan alternatif menuju Bandara Hang Nadim Batam terus digesa Badan Pengusahaan (BP) Batam. Menurut data dari Direktorat Infrastruktur Kawasan (DIK), progresnya sudah mencapai 75,41%.
Kasubdit Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam M Gazali Djajasasmita mengatakan proyek jalan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. "Jika tidak ada kendala, target kami seluruh pekerjaan ini akan rampung di akhir tahun 2024," katanya, Senin (4/11/2024).
Adapun proyek jalan ini ditangani kontraktor PT Kisna Jaya, dan PT Nasuma Putra sebagai konsultan supervisi. "Pekerjaan yang saat ini kami lakukan berupa perapihan kontur tanah, perapihan bahu jalan, hingga pengaspalan," ucapnya.
Gazali menambahkan bahwa pembangunan jalan alternatif ini merupakan upaya BP Batam dalam memperlancar akses jalan menuju Bandara Hang Nadim sekaligus sebagai infrastruktur pendukung menuju kawasan Terminal 2 Bandara Hang Nadim yang rencananya akan mulai dibangun dalam waktu dekat.
"Jalan dengan panjang 1,8 km ini akan memiliki dua jalur dengan dua lajur di setiap jalurnya dibangun dengan tujuan memperlancar konektivitas dari dan menuju kawasan Bandara Hang Nadim sekaligus sebagai infrastruktur untuk pendukung Terminal 2 Bandara Hang Nadim yang akan segera dibangun," ucapnya.
Gazali berharap dengan bertambahnya infrastruktur di Bandara Hang Nadim ini dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus lalu lintas.
"Dengan terus dibangunnya infrastruktur pendukung di sekitar Bandara Hang Nadim ini, harapan kami tentu masyarakat dapat semakin aman dan nyaman saat masuk ke kawasan bandara maupun keluar menuju kawasan Kota Batam," pungkas Gazali. (K65)
Bisnis.com, BATAM - Debat Pilkada Batam 2024 digelar Jumat malam (1/11/2024) di AP Premier Hotel, Jodoh, Batam turut mengangkat isu ekonomi di Batam.
Calon Wali Kota nomor urut 1, Nuryanto menekankan kemudahan perizinan untuk meningkatkan investasi, sedangkan nomor urut 2 Amsakar Achmad ingin serapan tenaga kerja lokal bisa lebih banyak diterima di perusahaan industri yang ada di Batam.
"Saya mencermati Batam ini jumlah investasi cukup signifikan, tapi tidak diikuti serapan tenaga kerja. Karena pelaku usaha sering mendatangkan tenaga kerja dari luar Batam," kata Amsakar yang juga petahana Wakil Wali Kota Batam.
Amsakar menjelaskan untuk meningkatkan serapan tenaga kerja lokal, dia akan membuat kerja sama dengan forum HRD se-Batam.
Secara bersamaan, Amsakar juga berniat mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) untuk vokasi industri bagi tenaga kerja lokal.
"Kami akan lengkapi alat dan prasarana, sehingga bisa buat tenaga kerja terampil dan terdidik sesuai dengan permintaan industri di Batam. Kami juga akan membuat kebijakan dimana sebanyak 10-15% cakupan tenaga kerja di perusahaan yang ada di Batam harus berasal dari lokal," ungkapnnya.
Sebelumnya, Amsakar juga menyebut Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah membangun kemitraan dengan salah satu industri di Batam untuk program vokasi.
"Ini semacam program CSR yang mereka biayai sendiri, sedangkan pemerintah fasilitasi. Lulusannya banyak yang diterima di luar negeri," katanya lagi.
Amsakar optimisis dengan pola seperti ini akan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2023 di Batam, yang tercatat sebesar 8,14% menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Sementara itu, Nuryanto menekankan pada peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi kemudahan berinvestasi di Batam.
"Kami akan bantu berikan kemudahan berinvestasi baik usaha mikro dan besar, sekaligus juga memberikan insentif yang bisa menarik pada investor," terangnya.
Dengan begitu, dia optimis akan makin banyak investor yang datang ke Batam, yang tentu saja menimbulkan multiplier effect bagi UMKM.
Selain itu, pihaknya juga akan memberi dukungan dana pada UMKM. "Khusus untuk UMKM, kami berikan dukungan pendanaan sekitar Rp 20-25 juta. Terus kami akan bina, fasilitasi dari teknologi hingga pemasaran. Kami dampingi dari awal, semacam inkubasi sampai jadi. Ini komitmen kami untuk tingkatkan UMKM bisa naik kelas," ungkapnya.(K65)
Kemenhub menunda kenaikan tarif angkutan penyeberangan ekonomi antarprovinsi dan antarnegara, mempertimbangkan waktu sosialisasi kepada masyarakat. [575] url asal
Kementerian Perhubungan menunda kenaikan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas antarprovinsi dan antarnegara. Kenaikan tarif penyeberangan sebelumnya ditetapkan pada Keputusan Menteri Perhubungan nomor 131 tahun 2024 tentang Perubahan KM 61 tahun 2023 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara.
Dalam beleid itu ditetapkan kenaikan tarif penyeberangan rata-rata 5% pada 27 lintas penyeberangan, termasuk yang cukup populer Merak-Bakauheni. Penyesuaian tarif itu seharusnya dilakukan hari ini, atau tepatnya 1 November 2024, namun ditunda Kemenhub.
Dirjen Perhubungan Darat Risyapudin Nursin mengatakan penundaan kenaikan tarif ini dilakukan dengan mempertimbangkan waktu sosialisasi kenaikan tarif kepada masyarakat. Menurutnya, waktu sosialisasi harus ditambah terlebih dahulu.
"Penundaan kenaikan tarif ini dilakukan karena mempertimbangkan perlunya waktu sosialisasi yang lebih panjang kepada masyarakat agar informasi dapat tersampaikan dengan baik dan bisa diterima oleh para pengguna jasa," ujar Risyapudin dalam keterangannya, Jumat (1/11/2024).
Dia menambahkan kebijakan peningkatan tarif angkutan penyeberangan mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan. Dia menegaskan per hari ini layanan penyeberangan masih menggunakan tarif yang berlaku sebelumnya.
"Adapun penyesuaian tarif dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kepentingan masyarakat, keselamatan dan keamanan pelayaran, serta keberlangsungan usaha dan operasional industri angkutan penyeberangan," pungkas Risyapudin.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun sudah resmi mengumumkan akan menerapkan penyesuaian tarif di 22 lintasan penyeberangan. Adapun ke 22 lintasan di bawah ASDP yang mengalami penyesuaian tarif yakni Merak - Bakauheni, Ketapang - Gilimanuk, Padangbai - Lembar, Tanjung Kalian - Tanjung Api-api, Bitung Ternate, Sape - Labuan Bajo, Pagimana - Gorontalo, dan Bitung - Tobelo.
Kemudian ada juga Batam - Kuala Tungkal, Batam - Sei Seleri, Karimun - Sei Seleri, Batulicin - Garongkong, Dabo - Kuala Tungkal, Kendal - Kumai, Ketapang - Lembar, Sape - Waingapu, Bajoe - Kolaka, Mamuju - Balikpapan, Sape - Waikelo, Batam - Mengkapan, Jangkar - Lembar, dan Jangkar - Kupang.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, dengan mengutamakan keselamatan, keamanan & kenyamanan pengguna jasa," ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin dalam keterangannya.
Dalam pengumumannya, disebutkan untuk tarif Merak-Bakauheni yang menjadi lintasan paling ramai tarifnya naik menjadi Rp 23.400 per orang untuk penumpang dewasa dan bayi menjadi Rp 1.900.
Sementara untuk kendaraan Golongan I menjadi Rp 27.600, Golongan II menjadi Rp 65.500, dan Golongan III menjadi Rp 135.900. Untuk Golongan IV dengan tipe Kendaraan Penumpang menjadi Rp 512.600, dan Golongan IV tipe Kendaraan Barang menjadi Rp 463.800.
Kemudian untuk Golongan V tipe Kendaraan Penumpang menjadi Rp 998.600 dan tipe Kendaraan Barang menjadi Rp 885.900. Lalu, Golongan VI tipe Kendaraan Penumpang menjadi Rp 1.657.200 dan tipe Kendaraan Barang menjadi Rp 1.365.100. Terakhir, untuk Golongan VII menjadi Rp 1.969.300, Golongan VIII menjadi Rp 2.503.000, dan Golongan IX menjadi Rp 3.814.500.
Di sisi lain, Khoiri Soetomo, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) mengatakan pengusaha sangat menunggu kenaikan tarif diketok pemerintah. Kenaikan tarif dirasa dapat memenuhi kekurangan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Angkutan Penyeberangan Lintas Antar Provinsi yang masih kurang 31,8% dibandingkan tarif yang berlaku.
"Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, paling tidak sedikit memberikan nafas bagi kami, walaupun sebenarnya masih belum memenuhi harapan pengusaha angkutan penyeberangan," kata Khoiri.
Dia menjelaskan jika tidak dilakukan penyesuaian tarif kembali, maka operator penyeberangan akan semakin kesulitan dalam mengoperasikan kapal, terutama dalam rangka memenuhi standar keselamatan maupun kenyamanan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Beberapa waktu yang lalu ketika beraudiensi dengan Kementerian Perhubungan pihaknya juga dijanjikan rencana untuk menaikkan tarif secara bertahap setiap 6 bulan sekali. "Kami berharap hal ini bisa direalisasikan segera," katanya.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat peningkatan penjualan properti atau marketing sales mencapai Rp 1,37 triliun pada kuartal III-2024, atau naik 46,5% dibandingkan periode yang sama di 2023.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/11/2024), APLN pada laporan keuangannya hingga kuartal III-2024 mencatat dana tunai dalam kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp 1,06 triliun, bertambah sekitar Rp 400 miliar daripada periode sama tahun lalu.
Sementara pendapatan berulang tumbuh 6,6% dari Rp1,07 triliun sampai September 2023 menjadi Rp1,14 triliun dalam periode yang sama tahun ini.
Justini Omas, Corporate Secretary APLN menjelaskan, peningkatan kinerja perusahaan di seluruh lini bisnis menunjukkan kemampuan APLN dalam mengoptimalkan peluang bisnis dan mengkreasikan peluang-peluang baru dari berbagai segmen usaha.
"Kami berhasil meningkatkan marketing sales properti disaat tingkat suku bunga perbankan masih tinggi dengan mengoptimalkan fasilitas KPR dari berbagai bank nasional. Sejalan dengan upaya pemerintah yang akan lebih fokus ke sektor perumahan, APLN juga akan terus membangun dan mempercepat serah terima properti kepada para konsumen kami di berbagai kota," jelas Justini Omas.
Saat ini berbagai proyek properti APLN yang menyasar semua segmen konsumen yang berada di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, dan Medan.
Justini menambahkan, memasuki kuartal IV perusahaan optimis akan mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis dari segmen utamanya. Termasuk dari segmen perhotelan dan pusat perbelanjaan yang selalu menghasilkan kinerja impresif dengan datangnya Natal dan musim liburan akhir tahun.
"Komitmen kami adalah menghadirkan layanan dan pengalaman terbaik bagi setiap konsumen. Itulah sebabnya tren kunjungan konsumen di hotel dan pusat perbelanjaan yang dimiliki dan dikelola APLN terus meningkat setiap tahun pasca pandemi Covid 19 berakhir," tambah Justini.
Sampai September 2024, Perusahaan berhasil mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,78 triliun. Pada periode sembilan bulan pertama 2024 ini perusahaan mencatat laba komprehensif sebesar Rp 64,64 miliar.
Yang membikin makin tak sedap, UWT itu disebut telah mengalir sejak 20 tahun silam. Sontak saja BP Batam tak terima dan membantah tuduhan itu. [303] url asal
Belakangan, ada dua kabar yang tak sedap menerpa Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pertama, lembaga pemerintah pusat yang baru saja genap berumur 53 tahun ini dituduh telah menerima duit Uang Wajib Tahunan (UWT) dari PT. Makmur Elok Graha (MEG) atas pengalokasian lahan di Rempang.
Lalu isu tak sedap yang kedua, BP Batam juga dituduh menggelontorkan semua duitnya untuk Proyek Rempang Eco-City.
Yang membikin makin tak sedap, UWT itu disebut telah mengalir sejak 20 tahun silam. Sontak saja BP Batam tak terima dan membantah tuduhan itu.
Kepala Biro Humas, Promosi Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyebut, pengalokasian lahan di Rempang sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) masih menunggu proses penurunan status lahan, dari yang semula Hutan Produksi Dapat Dikonversi (HPK) menjadi Areal Penggunaan Lain (APL). Gimana pula UWT berlaku bila status lahan masih kawasan hutan.
"Jadi isu itu enggak benar. Nanti kalau status lahan itu telah berubah menjadi APL, barulah bisa diurus Hak Penggunaan Lahan (HPL)nya. Setelahnya, baru bisa dialokasikan kepada PT MEG," ujar perempuan yang karib disapa Tuty ini, kemarin.
Tuty juga membantah tuduhan kedua. Dia menyebut bahwa alokasi anggaran BP Batam 2024, telah ada porsinya masing-masing, sesuai kebutuhan. Misalnya untuk pembangunan jalan, hingga proyek-proyek strategis lain yang bertujuan untuk mendukung iklim investasi di Batam.
"Selain Rempang, kami juga memiliki pekerjaan lain yang mesti diselesaikan, sesuai rencana strategis pembangunan yang telah diajukan dan disepakati bersama," katanya.
Magister Manajemen Universitas Batam ini pun mengajak semua masyarakat Kota Batam untuk tidak terprovokasi oleh isu miring yang sengaja ditebar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Biar iklim investasi di Batam tetap kondusif, dengan begitu pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih baik ke depannya.
"Mari bersama-sama kita jaga situasi Batam ini tetap aman dan kondusif. BP Batam akan selalu menghadirkan kinerja terbaik untuk terus mendukung ekonomi Batam menjadi lebih baik," ujarnya.
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam [1,317] url asal
Bisnis.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
Seperti yang diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyetujui usulan pembentukan tiga KEK di Indonesia, salah satunya di Batam pada 29 Mei 2024 lalu.
Langkah tersebut semakin mantap tatkala Presiden Jokowi telah menetapkan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam dengan investor utama, yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Healthcare. Keduanya dinaungi oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
Penetapan KEK Batam tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 39/2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang diteken Presiden Jokowi pada 7 Oktober 2024.
"Ini menjadi langkah untuk mempercepat pembangunan KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam, ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Purwiyanto, Selasa (8/10/2024) di Batam.
Ia menjelaskan bahwa KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam ditargetkan meraup investasi sebesar Rp6,91 triliun hingga 2032, dan juga akan menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang selama 80 tahun.
Dengan demikian, sudah ada tiga KEK yang telah resmi ditetapkan pemerintah di Batam. Dua KEK lainnya yakni KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic.
"Kami juga mendapat target langsung dari Kemenko Perekonomian dalam setahun ke depan sudah ada realisasi investasi untuk KEK tersebut," jelasnya.
Purwiyanto mengakui dengan kehadiran KEK terbaru ini akan memberikan dampak positif bagi Batam, baik dari segi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga tersedianya lapangan pekerjaan dengan multiplier efek positifnya.
Untuk diketahui, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 hektare, akan berada di wilayah Sekupang 23,10 Ha (Wisata Kesehatan Terpadu) dan wilayah Nongsa seluas 24,07 hektare (Pariwisata).
Pada wilayah Sekupang akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park yang dilengkapi MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), Perumahan Dokter, Dormitory, Hotel & Retail.
RSBP Batam beserta sarana pendukung juga akan menjadi bagian dalam KEK yang layanannya akan terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.
Sementara pada wilayah Nongsa akan dilaksanakan kegiatan utama pariwisata dengan rencana bisnis Retirement Village & Clinic dan akomodasi penunjang berupa Cottages, Bungalow serta Motel yang diperuntukan bagi wisatawan, pasien dan keluarga pendamping.
"Penetapan KEK ini telah memenuhi persyaratan pembentukkannya, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus," ujarnya.
Batam merupakan kota yang letaknya sangat strategis karena berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Hal itu juga yang akan menjadi salah satu alasan mengapa wisata medis perlu dibangun.
Tercatat 2 juta wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke luar negeri, sebanyak 1,5 juta dari jumlah tersebut memilih pelayanan medis di Malaysia dan Singapura.
Dari 2 juta wisatawan medis yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam akan ditargetkan untuk menyerap pasien sebanyak 2% dari jumlah tersebut atau sekitar 40.000 jiwa.
Kerjasama dengan Apollo Hospitals India ini bertujuan untuk menangani kasus-kasus kesehatan yang rumit bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga mengurangi kebutuhan berobat ke luar negeri, serta menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata medis.
Selain membagun Mayapada Apollo Batam International Hospital, Mayapada Healthcare juga akan mendukung Mayapada Group dalam mengelola dan mentransformasikan operasional RSBP Batam.
KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam juga memungkinkan dokter dan paramedis asing untuk praktik di kawasan tersebut. Sehingga hal ini menjadi peluang bagi dokter spesialis dan perawat Indonesia untuk dapat bekerjasama dalam peningkatan keterampilan dan memastikan adanya transfer pengetahuan.
Beberapa hal mengenai relaksasi impor obat-obatan dan peralatan medis juga akan mengurangi biaya pengobatan pasien secara keseluruhan. Sehingga hal ini menjadi kunci untuk mendorong masyarakat Indonesia menjalani perawatan di dalam negeri.
Selain KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, masih ada dua lagi KEK yang sudah eksis di Batam, yakni KEK Batam Aero Technic (BAT) yang ditetapkan melalui PP Nomor 67 Tahun 2021 dengan kegiatan usaha yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, riset, ekonomi digital, pengembangan teknologi, serta ekonomi lain khususnya pesawat terbang.
Selanjutnya ada juga KEK Nongsa yang ditetapkan melalui PP Nomor 68 Tahun 2021 dengan kegiatan usaha yang bergerak di bidang riset, ekonomi digital, pengembangan teknologi, pariwisata, pendidikan, industri kreatif dan lainnya.
KEK diusulkan oleh setiap Badan Usaha yang secara langsung berinvestasi dalam pengelolaan dan pembangunan Kawasan yang diusulkan, atau biasa disebut dengan Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK, yang di dalamnya terdapat Pelaku Usaha. Adapun komitmen investasi terhadap 3 KEK di KPBPB Batam yaitu:
a.KEK BAT sebesar Rp7,29 triliun hingga 2030;
b.KEK Nongsa sebesar Rp39,9 triliun hingga 2040.
c.KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam sebesar Rp6,91 Triliun hingga 2032.
Hingga akhir semester I/2024, dua dari tiga KEK tersebut sudah meraup sejumlah besar investasi. Misalnya KEK BAT dengan total realisasi investasi sebesar Rp884 miliar dengan 1 pelaku usaha. KEK ini juga telah menyerap sebanyak 2.070 tenaga kerja.
Kemudian KEK Nongsa dengan total realisasi investasi sebesar Rp2,96 triliun dengan 18 pelaku usaha. KEK ini juga telah menyerap sebanyak 4.723 tenaga kerja. Sedangkan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam saat ini belum ada realisasi investasi karena baru ditetapkan pada 7 Oktober 2024.
Purwiyanto menjelaskan sejak hadirnya KEK BAT dan KEK Nongsa, muncul jurusan vokasi khusus seperti Maintenance, Repair, & Overhaul (MRO) Pesawat Terbang dan IT Digital yang dihadirkan oleh beberapa perguruan tinggi di Batam seperti Politeknik Negeri Batam. Sekolah tinggi ini juga telah berkolaborasi dengan kedua KEK ini khususnya dalam perekrutan tenaga kerja yang didominasi oleh tenaga kerja lokal dan anak bangsa.
Terhadap program pelatihan, KEK Nongsa saat ini tengah aktif mengembangkan digital community dengan menyediakan co-working space, fasilitasi pelatihan bersama perusahaan digital internasional, dan program-program lainnya. Sejak diselenggarakannya program tersebut, saat ini KEK Nongsa telah meluluskan 5.390 mahasiswa baik lokal maupun nasional hingga Semester I/2024.
Dalam penyelenggaraannya, KEK Nongsa bekerja sama dengan:
a.Apple Developer Academy : 400 peserta yang telah lulus dalam program iOS Development;
b.RMIT University: 60 Peserta yang telah lulus dalam program Cybersecurity Course, dan saat ini tengah mengembangkan kursus di bidang Game Design dan Development Program dengan target 300+ peserta;
c.Kampus Merdeka: bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan IBM Academy, saat ini telah meluluskan 4500 peserta.
d.AWS Authorized Training Partner
e.Purwadhika Technology School: Sekolah digital ternama di Indonesia yang hadir di KEK Nongsa, saat ini tengah menyelenggarakan pendidikan digital untuk total 120 peserta dari seluruh Indonesia.
Kontribusi KEK Terhadap Ekonomi Batam
Hingga semester I/2024, realisasi investasi kedua KEK di Batam sudah mencapai Rp3,85 triliun. Sementara itu, realisasi investasi Batam pada periode yang sama sebesar Rp12,31 triliun, sehingga KEK BAT dan KEK Nongsa telah berkontribusi sebesar 31% terhadap investasi di Batam.
Secara umum, KEK di Indonesia dirancang untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing nasional serta kawasan tertentu.
Pengembangan KEK di Batam juga tidak pernah lepas dari tantangan. Purwiyanto menjelaskan persoalan utama dimulai dari keterbatasan ketersediaan infrastruktur. KEK di Batam merupakan KEK yang membutuhkan energi listrik, air, dan jaringan telekomiunikasi dengan kuantitas yang cukup besar seperti industri data centre dan MRO Pesawat.
“Dalam hal ini BP Batam tidak berperan sendiri dalam pemenuhan infrastruktur tersebut, namun juga turut berkoordinasi bersama pemangku kepentingan lainnya agar suplai energi dan infrastruktur di kedua KEK sesuai dengan demand yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Selanjutnya regulasi dan birokrasi yang dinamis. Sejak penetapan PP Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KEK dengan penawaran insentif fiskal dan non-fiskal di dalamnya, hal ini belum seluruhnya diimplementasikan melalui peraturan atau kebijakan turunan di lapangan bagi masing-masing pemangku kepentingan yang pastinya melibatkan berbagai pihak.
Kemudian KEK di Batam juga menghadapi persaingan ketat dari negara tetangga. Pemberlakuan insentif pada KEK di Indonesia dengan apa yang diterapkan oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, membuat banyaknya perbandingan kemudahan investasi yang masuk.
KEK di Batam juga sangat ketergantungan pada pemodalan Asing dan keterbatasan pasar domestik. Terakhir ketersediaan lahan dan tata ruang.
“Keterbatasan lahan yang sesuai untuk pengembangan industri menjadi tantangan. Sengketa lahan, kesesuaian tata ruang dan perizinan penggunaan lahan seringkali menjadi isu strategis yang pada akhirnya menjadi hambatan dalam pengembangan KEK,” pungkasnya.