Ban motor trail standar dengan off-road ternyata berbeda, satu dibikin lebih pas buat jalanan, satunya lagi fokus untuk off-road saja Halaman all [325] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor trail yang dijual oleh pabrikan di Indonesia ada yang jalan raya dan buat kompetisi. Biasanya buat yang jalan raya, memang menggunakan ban model tahu, cuma berbeda dengan ban off-road yang murni.
Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk. Produsen ban IRC dan Zeneos mengatakan, ban off-road bawaan dari pabrikan motor beda dengan yang off-road khusus, terutama di bagian tapaknya.
DOK. WAHANA Tipe ban motor buat dipakai harian
"Kalau yang off-road, block-block pattern (alur ban) lebih kasar karena untuk buang lumpur atau tanah. Kalau yang OEM (bawaan pabrik motor), untuk semua kondisi jalan," kata Dodiyanto kepada Kompas.com, Jumat (20/9/2024).
Semua kondisi jalan di sini maksudnya bisa enak untuk jalanan aspal dan off-road walau bukan yang terlalu ekstrem. Jalanan seperti tanah, pasir, atau bebatuan masih mumpuni pakai yang bawaan pabrik motor.
"Kalau yang khusus off-road enggak nyaman di aspal tapi tetap bisa. Cuma kalau sering di aspal, block pattern-nya lebih cepat gompal," kata Dodiyanto.
Secara tampilan, ban off-road bawaan pabrik motor relatif punya model tapak yang agak rapat. Beda dengan yang khusus off-road, jarak antara blok satu dengan yang lain lebih besar, jadi bisa menggaruk tanah dan lumpur lebih baik.
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, mengerahkan 888 unit motor listrik buatan dalam negeri untuk mendukung operasional satuan TNI di sekitar Ibu Kota Nusan [273] url asal
Nunukan:Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto telah mengerahkan 888 unit motor listrik buatan dalam negeri, hasil karya BUMN PT Len Industri (Persero), untuk mendukung operasional satuan TNI di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan IKN sebagai kota cerdas dan ramah lingkungan.
Pengiriman motor listrik ini dilakukan bersamaan dengan apel gelar pasukan pengamanan HUT RI di IKN pada 16 Agustus 2024, yang dipimpin oleh Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo.
Motor listrik buatan PT Len ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 61%. Salah satu keunggulan utama motor ini adalah sifatnya yang bebas polusi dan senyap, menjadikannya sangat ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Len, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa motor listrik ini tidak hanya mendukung operasional TNI tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi polusi udara di IKN. "Dengan penggunaan rantis trail listrik di IKN ini, kami berharap dapat mengurangi polusi udara yang tidak baik saat ini. Selain itu, rantis trail listrik ini merupakan karya anak bangsa," ujarnya.
Motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga 110 km dengan kecepatan maksimal 98 km/jam, menjadikannya ideal untuk aktivitas sehari-hari di IKN. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar, yaitu 72V/40Ah, motor ini dapat beroperasi selama empat jam non-stop pada kecepatan normal 40-50 km/jam dalam kondisi jalan yang baik.
Secara teknis, motor listrik ini dilengkapi dengan tiga mode percepatan dan mode mundur. Fitur keselamatan seperti safety ride telah diterapkan, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Selain itu, fitur power cut off dan keyless juga tersedia, meningkatkan kemudahan dan keamanan penggunaan motor ini.
Bandung - Berkendara motor dengan dimensi yang tinggi, tentu dibutuhkan cara tersendiri. Apalagi berkendara motor trail atau motocross, dipastikan punya tata cara sendiri agar bisa maksimal dan tetap aman saat trabasan atau ikut di event enduro. Kalau Anda termasuk salah satu dari yang ingin belajar trabasan atau enduro, silakan disimak tips berikut ini.
Instruktur dan Mantan Crosser Nasional, Doddy Setiadi dalam sesi coaching clinic Yamaha Enduro Challenge 2024 seri pembuka di kawasan Jalak Harupat, Bandung, menegaskan bahwa prinsip dasar berkendara motor trail itu sangat berbeda dengan motor di untuk peruntukan jalan aspal. Mengingat dari dimensi dan kemampuannya saja berbeda jauh.
"Banyak orang yang bingung saat ingin mengendarai tipe motor seperti motor trail. Dimensinya yang jangkung membuat orang terlihat sulit menaikinya. Banyak hal yang berbeda dari cara berkendara dengan motor jalan raya. Mulai dari cara naiknya, posisi duduk di berbagai kondisi, cara berbelok, hingga penempatan titik berat kendaraan. Itu harus dipahami semua agar tetap aman dalam berkendara," ujar Doddy Setiadi. Sebelum masuk ke langkah berkendara menggunakan motor trail, sebelumnya pastikan perklengkapan berkendara digunakan dengan baik dan benar. Seperti sepatu boot, sarung tangan, helm, pelindung siku dan lutut, pelindung dada dan punggung serta HANS (hand and neck support) jika memungkinkan.
Cara untuk mengendarai motor ini adalah hal pertama yang harus Anda pahami. Sebaiknya jika masih ragu, harus dipandu oleh ahlinya. Naik ke atas motor dalam kondisi standar samping masih terpasang, adalah hal yang direkomendasikan. Setelah itu bisa mulai mengukur sejauh mana kaki Anda bisa menapak di permukaan tanah.
Posisi Berkendara
Untuk posisi berkendara, tentu sangat berbeda dengan motor versi jalan raya. Lantaran banyak kondisi yang bisa terjadi, maka posisi tubuh sebaiknya tetap berada di tengah agar fleksibel untuk bergerak ke belakang atau ke depan. Mayoritas cara berkendara motor ini dalam posisi berdiri sehingga, lutut wajib menjepit tangki motor.
Cara Menggenggam Setang
Cara menggenggam setang, kurang lebih sama dengan motor untuk keperluan balap. Sikut tangan dibikin terbuka agar bisa jadi suspensi aktif saat melibas ragam kondisi jalan. Buka tutup gas, dilakukan seperti membuka kunci, begitu juga saat menekan tuas rem atau kopling.
Cara Menikung
Saat ingin menikung menggunakan motor jenis motocross ini, diperlukan gaya berkendara yang berbeda. Posisi tubuh dalam posisi counter balance dan kaki yang berada di bagian dalam tikungan dijulurkan ke depan sementara badan sedikit agak condong ke belakang.
Cara Mainkan Gas dan Kopling
Doddy menjelaskan bahwa saat trabasan atau ikut di event enduro, momentum adalah kunci segalanya. Jika telat buka gas atau lepas kopling, tentu akan nyangkut di handicap tertentu. Hal inilah yang mewajibkan seorang rider harus lihat membaca handicap atau medan yang akan dijalaninya agar tetap aman.
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu model motor di segmen trail 250cc yang menarik adalah Honda CRF250L. Motornya terbilang lengkap, punya mesin yang andal ala Honda serta fitur yang mumpuni.
Buat banderol di laman resmi Astra Honda Motor (AHM), harganya Rp 79.925.000. Cuma harganya belum menyesuaikan dengan diler, karena berbeda-beda di berbagai daerah.
Buat spesifikasi, ukuran CRF250L punya panjang 2.229mm, lebar 903mm, dan tinggi 1.203mm. Lebih detail, CRF250L sedikit lebih pendek, lebih ramping, dan tidak setinggi versi Rally, jadi seharusnya lebih pas kalau mau dibawa trabasan ke trek yang sempit.
Bicara soal mesin, sebenarnya sama saja dengan yang Rally. CRF250L dibekali dengan mesin berkapasitas 249,67cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 18,9 kW atau setara 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM.
Kalau lihat di atas kertas, spesifikasi mesin CRF250L dan versi Rally sama persis. Tapi ada perbedaan di bobot motor, CRF250L beratnya 140 Kg, sedangkan versi Rally lebih berat 12 Kg karena memakai fairing dan tangki BBM yang lebih besar, 12,8 liter.
Pada tulisan ini, Kompas.com sudah menyiapkan skema kredit untuk CRF250L. Buat harganya, mengacu ke diler Wahana yakni Rp 80.122.000.
Tersedia beberapa pilihan skema kredit, mulai dari DP ringan atau angsuran yang rendah. Paling murah DP-nya bisa Rp 12,5 juta, paling murah angsurannya kalau pilih tenor 35 kali, cicilannya Rp 3.458.000.
Sedangkan kalau mau angsuran yang ringan, maka DP yang dipilih harus lebih tinggi. Kalau pilih tenor 35 kali, angsurannya cuma Rp 2.101.000 dengan DP Rp 41 juta.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) punya produk andalan buat segmen motocross 250cc, yakni CRF250L. Punya harga Rp 79.925.000, CRF250L tampil gagah dan punya fitur yang lengkap.
Redaksi Kompas.com dapat kesempatan buat mengetes CRF250L beberapa hari. Pada tulisan kali ini, penguji membahas secara lengkap, dari desain motornya, spesifikasi, sampai biaya kepemilikan dalam satu tahun pertama.
Desain CRF250L
Bahas pada bagian depan, CRF250L sudah dapat pembaruan di bagian lampu utama yang LED. Desainnya berbeda dengan yang terpasang ke CRF150L, lebih ramping tapi mempunyai bentuk yang tegas, tajam-tajam.
Begitu juga ada sepatbor depan yang besar berwarna merah tepat menempel ke lampu depan. Sayangnya buat dudukan pelat nomor, posisinya harus ada di atas lampu utama, jadi menutup desain cover lampu.
Kemudian di bagian tangan, terpasang hand guard yang senada warnanya, merah. Begitu pun di bagian suspensi, ada pelindung di bagian bawah dekat dengan cakram, jadi bisa menahan dari ranting atau semak-semak.
Soal bodi samping, desainnya menyatu dari bagian tangki sampai ke belakang. Dimensinya cukup besar dengan kombinasi warna merah, putih dan biru, serta ada logo CRF yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Layaknya motor trail, knalpotnya bagai ditarik ke bagian atas sisi kanan, jadi dekat dengan jok belakang. Buat tempat duduk, desainnya simpel, layaknya motor trail, jadi rata dan memudahkan pengendara maju-mundur menyesuaikan posisi.
Pada bagian belakang, cuma lampu rem saja yang masih memakai bohlam. Sedangkan lampu utama, lampu sein, sudah LED.
Beralih ke bagian kaki-kaki, suspensi depan pakai model upside down berwarna emas. Sedangkan yang belakang, modelnya monoshock dengan prolink yang dipasang ke swingarm dari aluminium.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Buat pelek, susunannya seperti motor trail, di mana yang depan lebih besar yakni 21 inci, dan belakang 18 inci. Modelnya jari-jari dibalut dengan ban tahu bawaan Honda, memang cocok buat melewati rintangan jalan yang berat.
Pada bagian klaster instrumen, sudah memakai model digital yang lengkap. Mulai dari kecepatan, putaran mesin, sisa BBM, trip A dan B, posisi gigi, dan lain-lain.
Spesifikasi CRF250L
Sebenarnya, CRF250L merupakan basis motor buat varian Rally. Jadi secara dimensi, CRF250L lebih kecil dari CRF250 Rally, tapi ada beberapa perbedaan yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Ukuran CRF250L punya panjang 2.229mm, lebar 903mm, dan tinggi 1.203mm. Lebih detail, CRF250L sedikit lebih pendek, lebih ramping, dan tidak setinggi versi Rally, jadi seharusnya lebih pas kalau mau dibawa trabasan ke trek yang sempit.
Bicara soal mesin, sebenarnya sama saja dengan yang Rally. CRF250L dibekali dengan mesin berkapasitas 249,67cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 18,9 kW atau setara 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM.
Kalau lihat di atas kertas, spesifikasi mesin CRF250L dan versi Rally sama persis. Tapi ada perbedaan di bobot motor, CRF250L beratnya 140 Kg, sedangkan versi Rally lebih berat 12 Kg karena memakai fairing dan tangki BBM yang lebih besar, 12,8 liter.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Bobot CRF250L yang lebih ringan juga karena penggunaan tangki yang lebih kecil. Selisih lima liter dari CRF250 Rally alias cuma 7,8 liter saja, terbilang kecil sebenarnya buat motor harian.
Kemudian soal kaki-kaki, CRF250L dibekali dengan suspensi depan upside down dengan merek Showa yang berukuran 43mm. Sedangkan di belakang, pakai monoshock dari Showa juga dengan Pro-Link yang terhubung ke swingarm aluminium.
Sedangkan di bagian ban dan pelek, CRF250L pakai pelek berukuran 21 inci dengan ban 80/100 dan 18 inci yang dibalut ban berukuran 120/80. Soal kaki-kaki antara CRF250L dan Rally sama persis, bedanya cuma di bagian pengereman.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Ukuran cakram rem depan di CRF250L lebih kecil, yakni 256mm dengan kaliper piston ganda. Sedangkan di CRF250 Rally, ukurannya 296mm dengan model floating. Kalau yang belakang, keduanya sama, cakram 220mm dengan kaliper satu piston.
Soal fitur, CRF250L dilengkapi dengan lampu utama dan sein yang sudah LED, tinggal lampu remnya saja yang masih pakai bohlam. Buat dasbor, sudah pakai klaster instrumen digital yang lengkap informasinya.
Rasa Berkendara CRF250L
Kompas.com langsung bawa trail Honda ini bertualang ke daerah Bogor, tepatnya di Telaga Saat, Puncak. Sebelum ke Telaga Saat, penguji mengetes CRF250L di jalan perkotaan yang cenderung rata dan macet.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Setelah itu, buat jalan ke Puncak penguji lewat jalan alternatif yang banyak tanjakan dan saat di lokasi, kondisi jalan berbatu, pas buat mengetes keandalan CRF250L.
Secara ergonomi duduk, CRF250L punya gaya motor trail. Artinya setang lebar dan pengendara cenderung tegak.
Selain itu, jok CRF250L yang panjang, membuat pengendara leluasa maju atau mundur badannya. Jadi bisa menyesuaikan dengan medan jalan yang dilewati, mau turunan atau tanjakan, bahkan loncatan.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Soal rasa berkendara, CRF250L punya rasa yang tidak berbeda jauh dengan versi Rally. Cuma bobot CRF250L yang 12 kg lebih ringan, membuat bantingan suspensi terasa lebih kaku.
Efeknya, motor jadi lebih enak dibawa di jalan yang berbatu serta di aspal. Mengingat suspensinya CRF250 Rally saat dibawa di aspal lebih mengayun.
Soal performa, lagi-lagi antara CRF250L dan CRF250 Rally sama, 249cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 25,3 TK dan torsi 23,1 Nm. Tapi karena bobot yang lebih ringan, CRF250L terasa lebih responsif.
Pada bagian pengereman, CRF250L sebenarnya punya piringan cakram depan yang lebih kecil dari versi Rally. Cuma buat dipakai harian, ukuran tadi tidak terlalu pengaruh, masih pakem saja buat di jalan aspal maupun bebatuan.
Biaya Kepemilikan CRF250L
Buat biaya servis, Honda memberikan voucher gratis jasa servis saat beli motor baru. Satu bulan atau 1.000 Km dapat gratis oli, servis kedua di 6.000 Km atau enam bulan juga cuma-cuma, sekadar bayar oli saja.
Begitu juga servis setahun atau 12.000 Km cuma bayar oli saja, gratis servis. Sedangkan buat ganti oli, disarankan setiap 2.000 Km, Kapasitas oli CRF250L adalah 1,6 liter, harga pelumas ini di diler Honda Rp 136.000.
Berarti dalam setahun, ada lima kali ganti oli yang harus dilewati. Jadi buat tahun pertama, biaya servisnya sekitar Rp 680.000.
Kemudian buat biaya BBM, berdasarkan pengetesan Kompas.com, CRF250L mencatatkan konsumsi BBM 28,7 Km per liter.
Jika asumsi dalam setahun motor dipakai sejauh 12.000 Km, maka butuh 419 liter BBM. Kalau dikalikan dengan harga Pertamax (Ron 92) per Juli yakni Rp 12.950, maka total biaya BBM dalam setahun jadi Rp 5.426.050.
Jadi jika dijumlahkan, biaya kepemilikan CRF250L di tahun pertama, siapkan dana sebanyak Rp 6.106.050. Kalau dibagi lagi, per bulannya sekitar Rp 500.000 dan per hari cuma Rp 16.000.
JAKARTA, KOMPAS.com - Honda punya lini produk di segmen trail dengan mesin 250cc, yakni CRF250L. Motor tersebut dibanderol Rp 79 jutaan, hampir sentuh Rp 80 juta.
Buat rasa berkendara, CRF250L mumpuni buat dipakai harian, mau di jalan aspal atau berbatu sekalipun. Penguji sudah mengetes motornya buat touring singkat ke daerah Bogor, lewat jalan yang naik-turun sampai sedikit off-road di Telaga Saat.
Bagi yang mau meminang CRF250L, Kompas.com sudah mengumpulkan data dari biaya kepemilikan. Komponen yang dihitung seperti biaya servis, ongkos BBM, dan pajak tahunan.
Buat biaya servis, Honda memberikan voucher gratis jasa servis saat beli motor baru. Satu bulan atau 1.000 Km dapat gratis oli, servis kedua di 6.000 Km atau enam bulan juga cuma-cuma, sekadar bayar oli saja.
Begitu juga servis setahun atau 12.000 Km cuma bayar oli saja, gratis servis. Sedangkan buat ganti oli, disarankan setiap 2.000 Km, Kapasitas oli CRF250L adalah 1,6 liter, harga pelumas ini di diler Honda Rp 136.000.
Berarti dalam setahun, ada lima kali ganti oli yang harus dilewati. Jadi buat tahun pertama, biaya servisnya sekitar Rp 680.000.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Kemudian buat biaya BBM, berdasarkan pengetesan Kompas.com, CRF250L mencatatkan konsumsi BBM 28,7 Km per liter. Jika asumsi dalam setahun motor dipakai sejauh 12.000 Km, maka butuh 419 liter BBM.
Kalau dikalikan dengan harga Pertamax (Ron 92) per Juli yakni Rp 12.950, maka total biaya BBM dalam setahun jadi Rp 5.426.050.
Jadi jika dijumlahkan, biaya kepemilikan CRF250L di tahun pertama, siapkan dana sebanyak Rp 6.106.050. Kalau dibagi lagi, per bulannya sekitar Rp 500.000 dan per hari cuma Rp 16.000.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Sedangkan buat di tahun berikutnya, ada tambahan biaya pajak tahunan sebesar Rp 1.034.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000, Jadi total pajak yang dibayarkan per tahunnya Rp 1.069.000.
Buat servis, intervalnya per enam bulan sekali dengan biaya sekali servis Rp 280.000, setahun Rp 560.000. Belum lagi dengan oli, setahun ganti enam kali, total Rp 816.000 plus kalau ada komponen yang diganti, seperti busi, filter udara, kampas rem, dan sebagainya.
Jadi buat tahun kedua, biaya kepemilikannya tembus Rp 7.871.050 per tahun. Kalau dibagi per bulan sekitar Rp 655.000, dan per harinya mulai Rp 21.000-an.
Penguji Kompas.com membawa Honda CRF250L ke habitatnya di Telaga Saat, Puncak, lewati jalanan menanjak baik aspal dan bebatuan Halaman all [379] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Redaksi Kompas.com dapat kesempatan untuk mengetes HondaCRF250L untuk beberapa hari. Penguji pun memanfaatkan momen tersebut dengan mengendarainya sampai ke Telaga Saat, Puncak, Kabupaten Bogor.
Sekalian penguji menghitung konsumsi BBMmotor trail andalan Honda ini di rute jarak jauh. Penasaran juga dengan mesin 250cc satu silinder dan tangki yang cuma 7,8 liter, CRF250L bisa jalan sejauh mana.
Rute yang dilewati penguji mulai dari jalan antar kota dari Bekasi ke Bogor. Lalu saat masuk area Ciawi, Bogor, bertemu dengan kemacetan dan memilih lewat jalan alternatif yang cenderung menanjak dan kosong.
Baru di area Telaga Saat, kondisi jalan yang dilewati penuh bebatuan. Jadi rintangan yang dilewati sangat beragam, dari jalanan aspal yang rata, menanjak, sampai penuh bebatuan yang naik dan turun.
Buat di jalanan aspal, sebenarnya CRF250L tersebut sangat mumpuni. Mesinnya yang menghasilkan tenaga 25,3 TK dan torsi 23,1 Nm bisa dengan mudah melibas jalanan yang rata dan menanjak.
Saat melewati jalan menanjak, tenaga dan torsinya sangat memadai. Cuma memang kondisi jalan tersebut motor dalam kondisi tancap gas terus, tidak dibawa dengan cara ekonomis.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Baru saat bertemu area bebatuan, redaman suspensi depan upside down dan belakang monoshock sangat baik. Rintangan jalan bebatuan bukan jadi masalah untuk CRF250L, cuma harus perhatikan hendel gas dan kopling.
Berdasarkan trip meter di klaster instrumen, total jarak yang ditempuh sampai 98,9 Km. Lalu konsumsi BBM yang dihasilkan tembus 28,7 Km per liter. Artinya dengan tangki 7,8 liter, CRF250L bisa jalan sejauh 220-an Km.
Sebenarnya Kompas.com juga pernah menghitung konsumsi BBM CRF250 Rally. Hasilnya lebih baik, tembus 37,4 Km per liter tapi kondisi jalannya cenderung rata dan di perkotaan, permukaan aspal.
JAKARTA, KOMPAS.com - Honda CRF250L merupakan motor unggulan Honda buat mengisi segmen trail 250cc. Harganya Rp 79 jutaan, lebih mahal dari pesaing terdekatnya, Kawasaki KLX 250 yang lebih murah Rp 1 jutaan.
Soal tampilan, CRF250L punya desain yang simpel, layaknya motor trail. Bodinya ramping, serta model lampu utama yang sudah LED dan kelihatan agrasif desainnya.
Kalau bicara fitur, CRF250L dengan banderol hampir Rp 80 juta lebih fokus untuk menyediakan komponen yang fungsional. Misal seperti lampu depan dan sein yang sudah LED, pas buat dibawa trabasan ke tempat yang gelap.
Lalu pada bagian setang, ada hand guard yang melindungi tangan dari ranting atau objek lain saat dibawa trabasan. Begitu juga foot step dari aluminium yang bisa dilipat, jadi tidak menghalangi kaki saat melewati rintangan yang ekstrem.
Bagian kaki-kaki, di depan memakai model upside down dari Showa dengan travel yang besar. Sedangkan belakang, suspensinya monoshock dengan Pro Link yang dipasang ke swing arm dari aluminium.
Pada bagian klaster instrumen pakai model digital yang lengkap isinya, dari penunjuk kecepatan, putaran mesin, jarak, konsumsi BBM, dan sebagainya.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Salah satu fitur di klaster instrumen dan penguji sukai adalah penunjuk motor sudah pakai berapa liter. Hitungannya berdasarkan konsumsi BBM, cuma yang ditampilkan adalah satuan liter.
Pengereman sudah memakai cakram ganda dengan model wavy atau bergelombang. Desain tersebut diklaim lebih cepat dingin daripada cakram yang bentuknya bulat saja.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Selain itu, ada lagi fitur yang disambung ke mesin, yakni assist/slipper clutch. Jadi transmisi manualnya yang enam percepatan punya kopling yang lebih ringan, sangat membantu saat harus dibawa trabasan.
Terakhir mesinnya, satu silinder 249,6cc dengan pendingin cairan. Tenaga yang dihasilkan sebesar 18,9 kW atau sekitar 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM plus punya tangki dengan kapasitas 7,8 liter.
Jadi dengan harga Rp 79 jutaan, CRF250L menawarkan fitur yang mumpuni buat dibawa trabasan. Selain itu buat dipakai di perkotaan juga masih cukup, cuma kapasitas tangkinya saja yang tidak terlalu besar.