Perampingan atau Superholding BUMN menjadi agenda besar Erick Thohir, Menteri BUMN. Restrukturisasi, divestasi dan target dividen jombo jadi PR di depan mata [59] url asal
Bisnis.com, JAKARTA -- Erick Thohir resmi kembali menjabat sebagai Menteri BUMN pada Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo. Hal itu sedikit banyak memberikan gambaran aspek keberlanjutan pada sejumlah inisiatif dan transformasi pada BUMN.
Adapun, salah satu yang menonjol pada era Erick Thohir memimpin ialah perampingan jumlah BUMN atau pembentukan superholding. Perampingan BUMN itu menjadi implementasi program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bisnis.com, JAKARTA - Erick Thohir menyebut kinerja Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Joko Widodo –Ma’ruf Amin telah meraih sederet pencapaian. Kendati demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.
Melalui unggahan di akun resmi @erickthohir, Menteri BUMN ini mengatakan pihaknya telah berperan dalam menangani pandemi Covid-19, serta mendorong pembangunan dan transformasi selama 5 tahun terakhir.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menangani pandemi Covid-19 dengan membawa vaksin pertama kali ke indonesia, menyediakan rumah sakit, dan juga obat gratis,” ucapnya dikutip Minggu (20/10/2024).
Terkait pembangunan, Erick menuturkan Kementerian BUMN telah memacu pembangunan infrastruktur seperti kereta cepat, jalan tol, serta bendungan guna memudahkan masyarakat dan memeratakan pembangunan.
Selain itu, dia juga menyinggung upaya bersih-bersih dan penyehatan perusahaan pelat merah, di antaranya penuntasan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asabri (Persero), Garuda Indonesia dan dana pensiun.
“Kami juga terus membersihkan dan menyehatkan perusahaan-perusahaan BUMN dengan mendorong penuntasan kasus korupsi seperti di Jiwasraya, Asabri, Garuda, dan dana pensiun,” ujar Ketua Umum PSSI tersebut.
Erick mengatakan sebagai bagian dari transformasi, Kementerian BUMN akan terus mendorong prinsip tata kelola perusahaan sebagaimana telah dilakukan di perusahaan pelat sektor perkebunan, infrastruktur, dan pertambangan.
Di sisi lain, Kementerian BUMN di bawah komando Erick Thohir masih menyisakan pekerjaan rumah (PR). Beberapa di antaranya terkait restrukturisasi keuangan perusahaan pelat merah, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan Holding BUMN Farmasi.
Merujuk dokumen Progress Transformasi BUMN, restrukturisasi ketiga perusahaan pelat merah ini ditargetkan rampung pada kuartal III/2024.
Namun, dalam perkembangan terbaru, proses penyehatan Waskita masih terganjal oleh restu pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 dengan nilai utang sebesar Rp1,36 triliun.
Obligasi itu merupakan satu-satunya utang yang belum dapat direstrukturisasi oleh Kementerian BUMN dan perseroan. Padahal, secara keseluruhan, Waskita telah merampungkan restrukturisasi 3 seri dari 4 obligasi senilai Rp3 triliun.
Dari sisi kinerja keuangan, Waskita juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3 triliun hingga kuartal III/2024 akibat beban keuangan yang meningkat.
Sementara itu, terkait Krakatau Steel, Kementerian BUMN telah merestui program Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang meliputi skema restrukturisasi lanjutan dalam penyelesaian utang senilai US$1,4 miliar.
Dalam catatan Bisnis.com pada 5 September 2024, usulan restrukturisasi lanjutan yang direstui pemegang saham merupakan langkah pembaruan dari perjanjian kredit restrukturisasi yang diteken pada 30 September 2019.
Perjanjian yang melibatkan perseroan dan 10 kreditur itu, sebelumnya telah menyepakati perjanjian restrukturisasi dengan nilai outstanding US$1,94 miliar.
Sementara itu, perihal BUMN Farmasi, Kementerian BUMN telah membentuk satuan tugas guna mempercepat penyehatan entitas Grup Bio Farma sejak Oktober 2023. Tim ini dipimpin langsung oleh Erick Thohir dan Kartika Wirjoatmodjo.
Erick Thohir, dalam peresmian Mandiri Digital Tower pada 18 September 2024, mengatakan proses restrukturisasi BUMN Karya dan Farmasi masih terus berlanjut, dan kemungkinan besar tidak akan rampung dalam waktu dekat.
Menurutnya, dari 88 Proyek Strategis yang menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN, sebanyak 84 proyek seharusnya selesai. Namun, restrukturisasi BUMN dan divestasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) belum terealisasi.
“Yang belum itu BSI, kan kita mencari strategic partner, cuman BSI sih. BSI sudah gede banget, jadi agak-agak enggak mudah gitu. Yang lain masih coba. Restrukturisasi [BUMN] Karya. Karya sama [BUMN] Farmasi,” kata Erick.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA -- Nasib saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) penuh tanda tanya setelah kinerja yang tertekan pada beberapa tahun terakhir. Padahal WSKT pernah berjaya seiring dengan agresifnya pembangunan infrastruktur era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada periode selanjutnya, Waskita seakan lesu darah. Saat ini, kinerja WSKT masih tertekan, proses restrukturisasi masih belum rampung, sementara saham WSKT masih disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dukungan beberapa kementerian menjadi aktor-aktor vital di balik layar keberhasilan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam mencapai MRA. - Halaman all [449] url asal
JAKARTA, investor.id – Dukungan beberapa kementerian menjadi aktor-aktor vital di balik layar keberhasilan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam mencapai perjanjian restrukturisasi induk (master restructuring agreement/MRA) senilai Rp 26,3 triliun.
Direktur Utama Waskita Muhammad Hanugroho menyebut, proses restrukturisasi yang berhasil diraih Waskita tidak lepas dari peran Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan dukungan sekaligus arahan dari Kementerian PUPR serta Kementerian Keuangan sebagai kementerian teknis.
“Dukungan Kementerian BUMN selaku pemegang saham, baik itu di Kementerian Teknis Kementerian PUPR maupun Kementerian Keuangan dalam mendukung proses restrukturisasi yang kami lakukan, tentunya, kami perlu arahan dan strategi-strategi sistematis demi tercapainya kesepakatan oleh seluruh pihak,” ucap pria yang dekat disapa Oho itu dalam interview, Jumat (20/9/2024).
Oho berterus terang, supportKementerian PUPR dan Kementerian Keuangan, diperlukan sebab Waskita harus berkoordinasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. Ini bertujuan agar proyek garapan Waskita di Kementerian PUPR misalnya, dapat berjalan tepat waktu tanpa hambatan apa pun.
“Karena bagaimanapun jangan sampai, restrukturisasi ini berpengaruh kepada proses bisnis atau operasional. Itu yang kami jaga sampai hari ini,” tegas Oho.
Sebelumnya, emiten bersandi saham WSKT ini telah melakukan penandatanganan MRA bersama 21 kreditur perbankan yang terdiri dari bank Himbara dan swasta pada Jumat (6/9/2024).
21 kreditur perbankan yang menyetujui usulan restrukturisasi Waskita di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN).
Bukan cuma itu, anggota BUMN Karya tersebut juga berhasil memperoleh persetujuan terkait pokok perubahan perjanjian fasilitas kredit modal kerja penjaminan (KMKP) senilai outstanding Rp 5,2 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, restrukturisasi merupakan upaya perbaikan kinerja Waskita. “Saya mau ucapkan terima kasih kepada bank yang mendukung. Kami bisa lihat, bukan hanya bank BUMN dan swasta, bahkan internasional masih percaya kinerja kami di Kementerian BUMN lebih baik,” ucap Erick.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai salah satu sosok kunci tercapainya restrukturisasi WSKT juga menilai, dengan tercapainya restrukturisasi Waskita bersama para kreditur perbankan, diharapkan pemegang obligasi (obligor) dapat mengikuti.
“Penyehatan Waskita akan berkelanjutan ditopang dengan rencana kerja yang bisa memastikan bisnis dan manajemen risiko perseroan ke depan semakin membaik. Termasuk, dengan para kreditur dan Kementerian Keuangan dalam konteks KMKP, kami optimistis, restrukturisasi bisa berjalan sesuai rencana yang ditandatangani,” tandas Tiko.
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menyebut merger BUMN Karya tidak akan rampung sebelum Oktober 2024. Hal yang sama berlaku bagi divestasi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang belum mendapatkan investor strategis.
Erick mengatakan bahwa proses merger BUMN Karya sudah berada di Kementerian PUPR. Namun, kemungkinan besar tidak akan rampung dalam waktu dekat mengingat Presiden dan Wakil Presiden terpilih bakal dilantik pada 20 Oktober 2024.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi upaya restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Erick menilai kerja keras perseroan selama dua tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan.
"Tentu kerja keras dua tahun hari ini terbukti bahwa kita berhasil untuk restrukturisasi. Saya ucapkan terima kasih kepada para bank yang mendukung, kita bisa lihat tadi tidak hanya dari bank BUMN, ada bank swasta, bahkan bank internasional yang percaya bahwa kinerja kami di Kementerian BUMN terus membaik," ujar Erick dalam acara Penyelesaian Penandatanganan Perubahan Master Restructuring Agreement & Pokok Perubahan Terms KMK Penjaminan (KMKP) Waskita Karya dengan Kreditur Bank di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan perusahaan berkomitmen meningkatkan kinerja operasional dengan menyelesaikan proses restrukturisasi yang saat ini sedang berlangsung. Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) antara Waskita Karya dengan 21 perbankan Himbara dan swasta.
"Perseroan telah mendapat persetujuan dari 21 kreditur perbankan terkait penyempurnaan atas MRA 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun," sambung Hanugroho.
Hanugroho mengatakan Waskita Karya juga berhasil mendapat persetujuan terkait Pokok Perubahan Perjanjian fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) yang dilakukan oleh lima kreditur perbankan dengan nilai outstanding sebesar Rp 5,2 triliun. Waskita, lanjut Hanugroho, menargetkan restrukturisasi mulai efektif pada September 2024 dan perusahaan bisa mendapatkan kestabilan finansial yang lebih kuat.
"Kami berharap setelah penandatanganan itu dilakukan, perseroan dapat mencapai kestabilan keuangan dan dapat fokus melanjutkan program transformasi. Hal ini demi mewujudkan fundamental yang kuat dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” ucapnya.
Hanugroho menyampaikan persetujuan restrukturisasi perusahaan menjadi titik penting dalam akselerasi laju penyehatan perseroan. Dengan begitu, Waskita Karya dapat fokus menyelesaikan proyek-proyek yang saat ini tengah dikerjakan. Waskita Karya, lanjut Hanugroho, merupakan perusahaan kontraktor yang sudah lama berkontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir, perseroan telah menyelesaikan pembangunan 118 gedung, 47 jalan tol, 20 jalan nasional, 16 jembatan, 12 bendungan, serta 24 infrastruktur lainnya.
"Melihat kondisi perseroan saat ini, manajemen Waskita berkomitmen mengembalikan Waskita ke core business atau bisnis intinya sebagai kontraktor murni," lanjut Hanugroho.
Hanugroho memastikan perusahaan akan fokus memaksimalkan kapabilitas, pengalaman, dan keahliannya untuk mengerjakan proyek jalan, jembatan, gedung, infrastruktur, air, dan lainnya. Selain itu, Waskita Karya berkomitmen terus memperkuat tata kelola perusahaan lewat penguatan di sisi Governance, Risk, dan Compliance (GRC), termasuk mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan transparansi.
Hanugroho menyampaikan penguatan tersebut juga dilakukan dengan membentuk sejumlah komite untuk melakukan profiling proyek rendah risiko yang memiliki uang muka berskema pembayaran monthly payment. Perseroan pun memastikan kegiatan operasional sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
"Waskita turut melakukan langkah-langkah perbaikan melalui strategi 8 Stream Penyehatan Keuangan secara komprehensif dan berkelanjutan," ujar Hanugroho.
Hanugroho menjelaskan strategi tersebut meliputi sentralisasi procurement, engineering dan lean construction pada proyek-proyek yang sedang berjalan serta melakukan optimalisasi main power planning yang menyesuaikan dengan kinerja perusahaan, kegiatan operasional berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perseroan. Hanugroho menambahkan Waskita ke depan fokus pada divestasi untuk menurunkan kewajiban.
"Waskita masih memiliki 10 ruas tol dalam grup usaha Waskita Toll Road. Waskita optimistis dapat melakukan divestasi atas sisa ruas Tol yang masih dimiliki Waskita. Proses Divestasi ini menjadi kunci dalam menurunkan kewajiban perusahaan," ucap Hanugroho.
Hanugroho menyampaikan upaya Waskita sejalan dengan lima tahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir yang terus mendorong transformasi BUMN. Tujuannya agar seluruh perusahaan milik negara termasuk Waskita Karya memiliki bisnis yang lebih berkelanjutan.
Hanugroho memaparkan Waskita mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,47 triliun pada kuartal I 2024. Pendapatan itu ditopang dari jasa konstruksi sebesar Rp 3,12 triliun, pula penjualan beton atau precast sebesar Rp 610,96 miliar, dan pendapatan jalan tol sebesar Rp 563,34 miliar. Hanugroho mengatakan kinerja Gross Profit Margin (GPM) perusahaan naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar 8,8 persen.
"Kenaikan itu seiring profil proyek yang lebih baik terutama proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) sehingga mendukung optimalisasi kemajuan konstruksi dan lean project. Ada 12 proyek IKN yang dikerjakan Waskita, nilai kontraknya sebesar Rp 7,7 triliun," kata Hanugroho.
JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berkomitmen meningkatkan kinerja operasional dengan menyelesaikan proses restrukturisasi yang saat ini sedang berlangsung.
Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan masterrestructuringagreement (MRA) antara Waskita Karya dengan 21 perbankan Himbara dan swasta pada Jumat (6/9/2024).
Perseroan telah mendapat persetujuan dari 21 kreditur perbankan terkait penyempurnaan atas MRA 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun. Pada kesempatan yang sama pula, Waskita Karya berhasil mendapat persetujuan terkait pokok perubahan perjanjian fasilitas kredit modal kerja penjaminan (KMKP) yang dilakukan oleh lima kreditur perbankan dengan nilai outstanding sebesar Rp 5,2 triliun.
Acara penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Acara ini dihadiri juga oleh pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta seluruh kreditur bank Himbara dan bank swasta, jajaran direksi Waskita Karya.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi upaya restrukturisasi Waskita Karya. Menurutnya, kerja keras perseroan selama dua tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan.
“Tentu kerja keras dua tahun hari ini terbukti bahwa kita berhasil untuk restrukturisasi. Saya ucapkan terima kasih kepada para bank yang men-support, kita bisa lihat tadi tidak hanya dari bank BUMN, ada bank swasta, bahkan bank internasional yang percaya bahwa kinerja kami di Kementerian BUMN terus membaik,” ujar Erick dikutip dari keterangan resmi, Jumat (6/9/2024).
Direktur Utama Waskita Karya (WSKT) Muhammad Hanugroho mengatakan, perusahaan menargetkan restrukturisasi mulai efektif pada September 2024. Setelah restrukturisasi efektif, artinya perusahaan bisa mendapatkan kestabilan finansial yang lebih kuat.
“Kami berharap setelah penandatanganan itu dilakukan, perseroan dapat mencapai kestabilan keuangan dan dapat fokus melanjutkan program transformasi. Hal ini demi mewujudkan fundamental yang kuat dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” ujar pria yang akrab disapa Oho tersebut.
Dirinya menambahkan, persetujuan restrukturisasi perusahaan menjadi titik penting dalam akselerasi laju penyehatan perseroan. Dengan begitu, Waskita Karya dapat fokus menyelesaikan proyek-proyek yang saat ini tengah dikerjakan.
Waskita Karya, jelasnya, merupakan perusahaan kontraktor yang sudah lama berkontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, perseroan telah menyelesaikan pembangunan 118 gedung, 47 jalan tol, 20 jalan nasional, 16 jembatan, 12 bendungan, setrta 24 infrastruktur lainnya.
Kementerian BUMN menargetkan restrukturisasi Waskita (WSKT), Krakatau Steel (KRAS) dan Biofarma Grup dapat rampung pada kuatal III/2024. [1,101] url asal
Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian BUMN memberikan kisi-kiri restrukturisasi sejumlah BUMN pada 2024. Ada tiga BUMN yang sedang dilakukan restrukturisasi pada tahun ini yakni Biofarma Grup, Waskita(WSKT) dan Krakatau Steel (KRAS).
Merujuk pada data Kementerian BUMN dikutip Jumat (12/7/2024), restrukturisasi BUMN Farmasi, Waskita (WSKT) dan Krakatau Steel (KRAS) ditargetkan rampung pada kuartal III/2024.
Selain restrukturisasi ketiga BUMN itu, Kementerian BUMN menargetkan integrasi BUMN dapat dilakukan pada kuartal III/2024 khususnya untuk klaster 1 yakni Hutama Karya (Persero) dan Waskita Karya (WSKT).
Adapun, Waskita Karya telah masuk dalam program restrukturisasi BUMN sejak 2021 lalu. Proses itu masih berlangsung hingga tahun ini.
Pada akhir 2023 lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko menyampaikan saat ini pihaknya masih mendorong langkah penyehatan terhadap Waskita melalui skema restrukturisasi. Namun, upaya ini masih terganjal oleh persetujuan para pemegang obligasi.
Tiko menyatakan jika proses restrukturisasi Waskita Karya rampung, Kementerian BUMN akan berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjadikan Waskita Karya sebagai anak usaha Hutama Karya.
“Jadi, begitu restrukturisasi selesai maka Waskita akan menjadi anak Hutama Karya,” ujar Tiko saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta pada Jumat (29/12/2023).
Dalam perkembangan terbaru, Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut rencana peleburan 7 BUMN ke dalam Holding BUMN Karya tengah dilakukan pengecekan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
“Saya sudah kirim surat ke Pak Basuki dan sudah di-review oleh Menteri Keuangan [Sri Mulyani]. Kami menunggu saja prosesnya dari Kementerian PUPR,” kata Erick saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (10/7/2024).
Sebagai informasi, tujuh BUMN Karya yang akan dilebur adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Adapun, komposisi dari pembentukan holding tersebut dipastikan tidak mengalami perubahan. Artinya, Adhi Karya masih akan menjadi induk holding bagi Brantas dan Nindya, sementara Waskita akan bergabung ke Hutama Karya. Adapun, PTPP akan dipasangkan dengan Wijaya Karya.
KRAS Merugi Rp2,01 Triliun Pada 2023
Bisnis mencatat PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mencatatkan rugi US$130,21 juta atau setara Rp2,01 triliun pada akhir 2023 lalu. Padahal pada tahun 2022, KRAS masih membukukan laba US$19,47 juta atau setara Rp300,65 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2023, emiten pelat merah ini tercatat membukukan pendapatan US$1,45 miliar atau setara Rp22,44 triliun (kurs Jisdor Rp15.439 per dolar AS). Pendapatan ini turun 35,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$2,23 miliar.
Pendapatan Krakatau Steel ditopang oleh penjualan lokal yang sebesar US$1,19 miliar, turun 30,57% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar US$1,72 miliar. Sementara itu, penjualan luar negeri emiten berkode saham KRAS ini mencapai US$54,38 juta, terkoreksi 82,32% dari US$307,54 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Secara segmen, penjualan produk baja masih mendominasi penjualan KRAS. Hingga 31 Desember 2023, KRAS tercatat mampu mencetak pendapatan neto dari segmen produk baja sebesar US$1,24 miliar.
Segmen lain yang menyumbang pendapatan neto KRAS adalah segmen sarana infrastruktur sebesar US$182,79 juta, segmen rekayasa dan konstruksi sebesar US$7,07 juta, dan jasa pengiriman barang US$5,95 juta.
Menurunnya pendapatan ini juga membuat laba operasi Krakatau Steel sepanjang 2023 minus US$8,04 juta dari positif US$34,30 juta pada 2022.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Tardi mengakui kinerja keuangan sepanjang tahun 2023 tidak akan lebih baik dari 2022.
Musababnya, perseroan masih mengalami sejumlah tekanan, mulai dari pasar baja internasional yang melemah hingga turunnya permintaan.
Pada saat bersamaan, kinerja perseroan juga terpukul karena fasilitas pabrik Hot Strip Mill 1 (HSM 1) masih mengalami kendala.
Sebagaimana diketahui, HSM1 mengalami kerusakan pada switch house finishing akibatnya fasilitas perusahaan ini berhenti beroperasi.
Kendati demikian, dia menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengurangi tekanan tersebut. Contoh, mengoptimalkan subholding yang ada di Krakatau Steel sampai dengan mengoptimalkan proyek di IKN Nusantara.
“Serta memanfaatkan potensi-potensi seperti projek di IKN yang memberikan kontribusi signifikan” ujarnya dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Tak cuma itu, Tardi menjelaskan bahwa perseroan juga akan mengoptimalkan kinerja dari subholding seperti PT Krakatau Sarana Infrastruktur.
Restrukturisasi BioFarma dan PMN Rp2,21 Triliun
Terkait restrukturisasi BioFarma, Kementerian BUMN dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mengungkap dugaan korupsi di anak perusahaan Indofarma, yakni PT Indofarma Global Medika (IGM).
"Bersama BPK kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. Kasus fraud adalah fraud, korupsi harus ditangkap. Namun, bagaimana Indofarma sendiri harus bisa keluar dengan baik, ya kami harus lakukan penyelamatan," ujar Erick Thohir pada Jumat (5/7/2024).
Erick yang juga Ketua Umum PSSI ini menuturkan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan permasalahan Indofarma, termasuk masalah utang kepada vendor. Erick mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN memiliki berbagai strategi untuk menyelamatkan Indofarma.
Selain itu, Erick berencana untuk bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu langkah untuk mengurai permasalahan yang terjadi di emiten BUMN farmasi tersebut. "Memang saya belum ketemu KPK lagi. Nanti saya
Dalam perkembangan terbaru, PT Bio Farma (Persero) mengajukan kebutuhan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,21 triliun sebagai modal untuk membangun fasilitas produksi baru.
Penambahan fasilitas baru tersebut akan menambah produksi 1 miliar dosis vaksin. Adapun, saat ini Biofarma memiliki kapasitas produksi sebanyak 3,5 miliar dosis vaksin per tahun yang terdiri dari bahan baku dan produk jadi, mencakup 16 produk vaksin.
Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan ada banyak mesin-mesin produksi eksisting saat ini yang berumur lebih dari 20 tahun dan perlu untuk diremajakan, sekaligus mengembangkan produk baru.
"Tahun 2023, hasil dari WHO terdapat temuan terkait dengan legacy facility. Artian, ini warning buat kami untuk segera melakukan improvisasi dan peremajaan terhadap sarana dan prasarana produksi," kata Shadiq saat RDP di Komisi VI DPR RI, Rabu (10/7/2024).
Shadiq menuturkan, pendanaan PMN cukup penting untuk memperkuat industri strategis dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui program imunisasi dan pemenuhan suplai vaksin global.
Terlebih, kondisi fasilitas produksi yang relatif tua dan perlu upaya peremajaan guna memenuhi standar dari Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta standar WHO.
"Dari PMN ini kami akan membangun sarana produksi berupa bangunaan, alat mesin, sebesar Rp2,21 triliun dgn yg akan memproduksi beberapa jenis vaksin dengan output sekitar 1 miliar dosis, terdiri dari 700 juta drug substance atau bahan baku dan 300 juta drug product atau finished product," terangnya.
----------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.