#30 tag 24jam
Kemenpar Lagi Tampung Keluhan Industri Pariwisata, Termasuk soal OTA Asing
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengkaji keluhan pengusaha hotel terkait OTA asing yang tidak bayar pajak. Update akan diberikan segera. [379] url asal
#perhimpunan-hotel-dan-restoran-indonesia #soal-ota-asing #badan #akibat #keberadaan #kementerian-bumn #pengenaan-pajak #pajak-komisi #phri #pengenaan #pajak #ppn #luh #komisi #asing #kementerian-bumn-jakarta #maulana
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 31/10/24 12:31
v/17256343/
Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan pihaknya tengah mengkaji berbagai persoalan yang tengah dihadapi industri pariwisata. Hal itu sebagai tanggapan atas keluhan pengusaha hotel terkait kegiatan bisnis online travel agent (OTA) asing.
Pengusaha hotel sebelumnya mengeluhkan OTA asing yang tidak memiliki badan usaha di Indonesia. Hal itu membuat pengusaha mendapat beban atas pengenaan pajak.
"Ini semua kita masih dalam proses mengkaji, semua isu-isu yang lagi krusial, lagi dikeluhkan juga di teman-teman industri pariwisata, sementara kita semua dalam proses pengkajian semua. Tentu semua akan kita pelajari, semua akan kita diskusikan, dan sementara sedang didiskusikan," ungkapnya di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Dia mengatakan, pihaknya akan mengkaji berbagai masalah terkait industri pariwisata pekan ini. Dia berjanji akan memberikan informasi perkembangan selanjutnya.
"Itu top urgency kami, dan sedang kita bahas, pasti akan kami update secepatnya. Seminggu ini kita sedang mengkaji semua teman-teman," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengungkapkan persoalan sektor pariwisata. Dia menyebut salah satunya terkait keberadaan OTA asing yang tidak memiliki Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia, sehingga tidak membayar pajak dan merugikan industri lokal.
"OTA asing ini tidak memiliki NPWP, jadi industri lokal yang akhirnya harus menanggung pajak sebesar 20%. Ini beban besar," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa OTA asing tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% seperti yang diwajibkan pada penyedia jasa di Indonesia. Padahal dalam aturan akomodasi perjalanan, komisi yang diterima OTA asing bisa mencapai 18%. Mereka pun tak dikenakan pajak komisi 1,1%.
Hal ini, kata dia akibat OTA asing tidak memiliki BUT, yang akhirnya membuat mereka tidak membayar pajak tersebut dan membebankan kepada hotel. Selain itu, OTA asing juga kerap melanggar perjanjian kontrak dengan hotel.
Belum lagi soal OTA asing yang menggunakan strategi 'bakar uang' dengan memberikan diskon besar untuk menarik pelanggan. Meskipun ini tampak menguntungkan bagi wisatawan, pada kenyataannya skema ini merusak pendapatan hotel dan penyedia jasa wisata lokal.
Aplikator asing tersebut memaksakan harga sangat rendah di aplikasinya, sehingga hotel terpaksa mengikutinya. Menurutnya, dalam jangka panjang strategi ini akan berdampak pada keberlanjutan usaha lokal di sektor pariwisata.
"Apalagi mereka juga menerapkan parity rate yang memaksa hotel tidak bisa menjual dengan harga lebih rendah dari yang mereka tetapkan. Kami tidak punya pilihan karena mereka menguasai pasar digital," tutur dia.
(acd/eds)
PHR Lahirkan Inovasi i-WISE, Produksi Minyak Bisa Meningkat 42%!
i-WISE (Integrated-Waterflood & Infill Simplified Evaluator) digadang-gadang akan dapat mendongkrak produksi minyak dari PHR [241] url asal
(WE Finance) 28/10/24 09:20
v/17092133/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengambil langkah agresif untuk meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, terutama dalam upaya efisiensi yang lebih tinggi. Inisiatif ini dipimpin oleh sekelompok anak muda PHR yang telah mengembangkan teknologi digital i-WISE (Integrated-Waterflood & Infill Simplified Evaluator).
Platform ini dirancang untuk mengevaluasi kandidat lapangan yang sesuai dengan metode waterflood secara cepat dan akurat.Penerapan pertama teknologi i-WISE dilakukan pada proyek waterflood baru di lapangan Pager, Rokan Hilir, yang dimulai pada akhir tahun 2023.
Teknologi ini berhasil meningkatkan produksi minyak hingga 1.180 barel per hari (BOPD) atau sekitar 42% lebih tinggi dibandingkan produksi sebelumnya, dengan tambahan nilai ekonomi mencapai Rp 29 miliar.
"Angka produksi ini setara dengan hasil produksi lapangan Pager belasan tahun lalu," ungkap Andre Wijanarko, EVP Upstream Business PHR.
Lebih jauh lagi, Andre menjelaskan bahwa analisa i-WISE juga berperan besar dalam mengurangi air yang terproduksi dari fasilitas produksi, ,engoptimalkan penggunaan idle well sebagai sumur injeksi, serta memangkas waktu evaluasi lapangan kandidat waterflood hingga 9 bulan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Secara teknis, waterflood merupakan metode injeksi air ke dalam reservoir minyak untuk menambah energi pendorong minyak. Teknik ini dinilai efektif dalam meningkatkan produksi dan faktor perolehan minyak di lapangan-lapangan utama yang tekanannya secara alami terus menurun.
Namun, pemilihan lapangan yang tepat untuk metode ini memerlukan analisa yang kompleks dan menyeluruh. Ke depannya, PHR akan terus mengembangkan dan memperluas penerapan teknologi i-WISE di berbagai wilayah di Blok Rokan.
I-WISE, Cara Bijak PHR Meremajakan Lapangan Tua Blok Rokan
Proyek pertama hasil analisa i-WISE adalah penerapan proyek waterflood baru di lapangan eksisting Pager di Rokan Hilir, yang dimulai pada akhir 2023 [256] url asal
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/10/24 12:55
v/17013055/
Bisnis.com, PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya meningkatkan produksi minyak serta melakuan efisiensi proses di Blok Rokan.
Sekumpulan anak muda PHR baru-baru ini berhasil mengembangkan teknologi berkode i-WISE (Integrated-Waterflood & Infill Simplified Evaluator), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengevaluasi secara cepat dan akurat dalam menentukan kandidat lapangan primer untuk diterapkan metode waterflood.
Proyek pertama hasil analisa i-WISE adalah penerapan proyek waterflood baru di lapangan eksisting Pager di Rokan Hilir, yang dimulai pada akhir 2023.
Hasilnya, terdapat peningkatan 1180 barel minyak per hari (BOPD) atau 42% lebih tinggi dari total produksi sebelumnya, dengan nilai tambah 29 miliar rupiah.
“Angka produksi ini setara dengan hasil produksi lapangan Pager belasan tahun lalu,” ujar Andre Wijanarko, EVP Upstream Business PHR.
Tidak hanya itu, tambah Andre. Hasil evaluasi i-WISE juga dapat menjadi solusi dalam memangkas jumlah air terproduksi dari fasilitas produksi, optimalisasi pemanfaatan idle well sebagai sumur injektor, serta memangkas waktu evaluasi lapangan kandidat waterflood hingga 9 bulan lebih cepat dibanding cara konvensional.
Secara sederhana, waterflood adalah teknik injeksi air ke dalam reservoir minyak untuk memberikan tambahan energi pendorong minyak keluar. Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan produksi dan faktor perolehan di lapangan minyak primer yang secara alamiah akan terus menurun tekanannya. Namun, memilih lapangan yang tepat untuk menerapkan waterflood memerlukan analisa yang sangat kompleks.
PHR berencana untuk terus mengembangkan dan memperluas penggunaan i-WISE di seluruh Blok Rokan. Inovasi-inovasi ini, jelas Andre, adalah refleksi upaya tak kenal lelah para perwira PHR untuk terus meningkatkan produksi dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.*
Bisnis Belum Pulih, Pengusaha Hotel Ungkap Tantangan Baru
Pengusaha pariwisata di PHRI keluhkan dampak pandemi dan masalah OTA asing. Pajak dibebankan ke hotel, merugikan bisnis dan konsumen. [269] url asal
#bisnis-hotel #pariwisata #pemulihan-ekonomi #online-travel-agent #pandemi #pajak #covid-19 #pokok #izin-badan #phri #masalah-ota #badan #keberadaan #okupansi #wajib-pajak #sasaran-pajak #detikcom #sekretaris-jendera
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 25/10/24 14:12
v/16984247/
Jakarta - Pengusaha di sektor pariwisata tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan bisnisnya belum pulih usai pandemi COVID-19. Belum selesai masalah itu, pengusaha dihadapkan pada masalah baru yakni terkait online travel agent (OTA) asing.
Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menerangkan, OTA asing tidak memiliki izin badan usaha tetap. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).
Dia menerangkan, karena tidak memiliki badan usaha tetap dan NPWP, akhirnya pajak yang seharusnya ditanggung mereka, dibebankan ke hotel. Menurutnya, hal itu tidak adil.
"Nah itu yang akhirnya menjadi sasaran yang membayar kewajiban pajak ke negara. Ini kan nggak fair," katanya kepada detikcom.
Menurutnya, hal ini memberikan dampak yang luas. Dia mengatakan, seharusnya keberadaan OTA menyerap tenaga kerja.
"Tapi dia tidak menyerap karena dia nggak ada kantor," katanya.
Selain itu, konsumen juga bisa dirugikan. Dia menerangkan, dalam pemesanan kamar hotel, konsumen biasanya berinteraksi dengan OTA. Namun, jika ada permasalahan, konsumen tidak bisa berkomunikasi dengan OTA. Dia mengatakan, lagi-lagi hotel menjadi sasaran.
"Kalau ada permasalahan adalah hotelnya lagi gitu. Hotel itu kena berkali-kali, dari pajak jadi sasaran pajak malah lebih besar lagi karena dia asing kan. Yang kedua juga dari sisi tamu pun kalau tamu lagi komplain dia datangnya ke hotel," terangnya.
Dia melanjutkan, bisnis pengusaha hotel sendiri belum pulih sejak pandemi. Menurutnya, kalaupun ada pemulihan terdapat pada daerah-daerah tertentu.
"Jadi kalau selama ini disampaikan performance dari berbagai pihak bahwa okupansi itu sudah menuju ke arah recovery Itu hanya daerah-daerah tertentu, tidak merata gitu. Jadi contohlah misalnya diambil Bali ya jelas aja karena pemerintah kan setiap kegiatan kan diarahkan ke Bali," terangnya.
(das/das)
Berkat Inovasi, PT Pertamina Hulu Rokan Raih 5 Penghargaan EPSA 2024
PT Pertamina Hulu Rokan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 5 penghargaan bergengsi dalam ajang Eco-tech Pioneer and Sustainability Award [512] url asal
#phr #emisi-karbon #pt-pertamina-hulu-rokan
(Bisnis.Com) 15/10/24 10:28
v/16491683/
Bisnis.com, PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 5 penghargaan bergengsi dalam ajang Eco-tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2024. Penghargaan ini membuktikan komitmen perusahaan dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan menerapkan inovasi teknologi yang ramah lingkungan.
EPSA merupakan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen besar dalam menciptakan inovasi teknologi untuk menjaga dan melindungi lingkungan, yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro.
Tujuh topik diangkat dalam perhelatan EPSA 2024, yakni Eco-Hazard Innovation, Hydro Smart Innovation, Community Development, Eco-Cycle Innovation, Low Carbon Innovation, Ecosystem Protection, dan Green Power Innovation. Eco-tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2024 diikuti oleh 37 perusahaan dengan total 132 paper.
Dalam ajang ini, PHR WK Rokan lewat operasi yang unggul di wilayah operasi Duri Steam Flood (DSF) meraih 5 penghargaan dimana 3 di antaranya mendapatkan Penghargaan Gold yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang tersebut. Kelima penghargaan tersebut yakni: Green Power Innovation (Silver), Low Carbon Innovation (Gold), Eco-Hazard Innovation (Gold), Eco-Cycle Innovation (Gold) dan Hydro Smart Innovation (Silver).
Prestasi ini diraih berkat berbagai inovasi yang diimplementasikan, seperti penghematan energi melalui teknik macik, pengurangan emisi karbon dengan optimalisasi penggunaan listrik, pengelolaan limbah B3 dan limbah padat secara berkelanjutan, serta pemanfaatan kembali air olahan untuk proses produksi.
Inovasi-inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko menyatakan bahwa, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga operasi yang unggul dan selamat, dengan terus memperhatikan aspek lingkungan.
“Ini menjadi suatu kebanggaan dan pemacu semangat bagi insan PHR untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi sektor energi nasional,” ungkapnya.
Keberhasilan PHR dalam meraih 5 penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi dari seluruh pekerja dan mitra kerja PHR yang telah secara konsisten melakukan pemantauan dan peningkatan pengelolaan lingkungan di Wilayah Operasi Duri Steam Flood. Berbagai program inovatif telah diimplementasikan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan diraihnya 5 penghargaan EPSA 2024, PHR semakin mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan energi yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat para pekerja dan mitra kerja untuk terus menghasilkan kinerja terbaik.
Di sisi lain, kelima penghargaan yang diraih oleh PHR, masing-masing memiliki kontribusi yang signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan. Pertama yakni Green Power Innovation (Silver), dengan teknik macik, PHR berhasil menghemat penggunaan gas di Central Gathering Station 1, membuktikan komitmen perusahaan dalam efisiensi energi.
Kemudian Low Carbon Innovation (Gold), melalui inovasi interkoneksi pompa, PHR sukses mengurangi emisi karbon dengan mengoptimalkan penggunaan listrik di Central Gathering Station 1. Selanjutnya Eco-Hazard Innovation (Gold), PHR menerapkan teknologi inovatif untuk mengelola limbah B3 secara aman dan efektif, meminimalisir dampak terhadap lingkungan.
Kemudian Eco-Cycle Innovation (Gold) yakni program pengolahan sampah kertas dan plastik yang bernilai ekonomis tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar dan terakhir yakni Hydro Smart Innovation (Silver), dengan memanfaatkan kembali air olahan untuk injeksi uap, PHR berhasil mengurangi limbah cair dan meningkatkan efisiensi produksi minyak.
PHR Tingkatkan Keandalan Operasi Lewat Pengembangan Teknologi Metaverse
PHR bersama PCR merancang platform serta modul pelatihan keamanan dan keselamatan bagi pekerja dan mitra kerja di Blok Rokan. [390] url asal
#phr #pekanbaru #operasi-blok-rokan #blok-rokan #mitra-kerja-blok-rokan
(Bisnis.Com - Terbaru) 09/10/24 21:59
v/16217999/
Bisnis.com, PEKANBARU-- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng Politeknik Caltex Riau (PCR) untuk mengembangkan teknologi Metaverse guna mendukung keandalan operasi Blok Rokan.
EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko mengatakan pihaknya merasa bangga dapat berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam pengembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).
“Ini merupakan suatu perjalanan dan terobosan baru dalam pengembangan teknologi terkini yang akan mentransformasi metode pelatihan bagi para pekerja lingkungan PHR WK Rokan,” ujarnya Rabu (9/10/2024).
Dia menyebutkan pelatihan melalui Mixed Reality ini menawarkan banyak manfaat bagi PHR, terutama mengingat sifat industri yang memiliki risiko tinggi dan kompleks.
Melalui teknologi ini, PHR bersama PCR merancang platform serta modul pelatihan keamanan dan keselamatan bagi pekerja dan mitra kerja di Blok Rokan.
PCR sebagai salah satu institusi pendidikan dengan kapasitas dan kapabilitas yang sangat memadai dinilai tepat untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi metaverse. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PHR terhadap dunia pendidikan.
“Dengan kerja sama ini PHR dan PCR bisa saling bersinergi dalam mendukung kebutuhan WK Rokan terutama Virtual Reality dan Augmented Reality. Teknologi yang akan dijalankan ini diharapkan dapat mempermudah modul-modul pelatihan sehingga dapat divisualisasikan dengan baik,” tukas Andre.
Teknologi metaverse menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan produktivitas dalam berbagai aspek operasi migas. Terutama dalam keselamatan kerja.
Lewat teknologi ini, pelatihan menjadi lebih efektif dan simulasi lingkungan kerja memungkinkan peserta pelatihan untuk mengalami dan merespons situasi bahaya dalam lingkungan yang terkendali dan bebas risiko. Hal ini membantu mereka mempelajari protokol keselamatan secara efektif tanpa bahaya kecelakaan di dunia nyata.
“Visualisasi dan digitalisasi ini sangat membantu dalam menjaga keandalan operasi di WK Rokan. Dengan digitalisasi ini diharapkan para pekerja akan lebih interkatif, lebih memahami dan mengenal peralatan dan risiko, begitu pula dalam pemeliharaan aset-aset milik negara,” katanya.
Dalam hal ini, PHR bersama PCR akan mengembangkan dua belas modul pelatihan antara lain: simulasi operasi lapangan, operasi pengangkatan keselamatan di lingkungan operasional, pemecahan masalah dalam pengoperasian sumur, latihan darurat dalam operasi serta keamanan pada aktivitas ruang terbatas.
Direktur PCR Dadang Syarif Sihabudin Sahid menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PHR karena telah melibatkan PCR dalam pengembangan teknologi metaverse.
“Kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan bekerja sama oleh PHR terhadap tantangan ini. Tentunya ini akan menambah kepercayaan diri dan pengetahuan bagi kami baik mahasiswa, alumni maupun dosen di PCR,” ucapnya.
PHR Raih Tambahan Minyak 2.000 Barel dari Lapangan Obor Blok Rokan
Cadangan minyak yang selama ini terperangkap di antara reservoir utama (attic oil) berhasil dijejak melalui penginderaan seismik 3D. [344] url asal
#phr #pertamina-hulu-rokan #blok-rokan #lapangan-obor
(IDX-Channel - Economics) 02/10/24 12:01
v/15856310/
IDXChannel - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atau PHR mendapat tambahan minyak mentah sebanyak 2.000 barel per hari dari lapangan tua Obor, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Cadangan minyak yang selama ini terperangkap di antara reservoir utama (attic oil) berhasil dijejak melalui penginderaan seismik 3D.
Setelah alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan ke PHR pada Agustus 2021, tim pengembangan lapangan melakukan evaluasi ulang lapangan-lapangan yang tergolong small-field. Di mana Lapangan Obor adalah salah satu yang menjadi prioritas.
"Para perwira PHR dari bagian Asset Development mulai melakukan teknik penginderaan seismik tiga dimensi (3D) terkini pada lapangan-lapangan tua, yang selama ini tidak menjadi prioritas. Metode ini berhasil melihat cadangan potensial yang selama ini tidak terdeteksi," ujar EVP Upstream Business PHR Andre Wijanarko dalam keterangan resminya, Selasa (1/10/2024).
Berdasarkan potensi tersebut, dilakukan pemboran tambahan 5 sumur di Lapangan Obor dalam paket pengembangan SLO OPLL Stage-4. Sumur pertama (Obor #4) paket pengembangan ini sudah diselesaikan dan mulai produksi pada 28 September 2024 dengan laju alir 2.144 barel minyak per hari. Eksekusi pemboran 4 sumur produksi tersisa akan dilaksanakan tahun 2025.
"Kami mengapresiasi upaya-upaya PHR dalam mendukung ketahanan energi nasional, termasuk melalui optimalisasi produksi dari sumur-sumur existing,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus.
Rikky menambahkan, upaya ini memastikan bahwa WK Rokan dapat terus mendukung pencapaian target produksi migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di tahun 2030.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) telah menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
(DESI ANGRIANI)
Solusi Lingkungan, Menteri LHK Resmikan Ekoriparian UMRI-Unilak
Menteri LHK resmikan ekoriparian di UMRI dan Unilak, solusi lingkungan yang gabungkan edukasi, ekonomi, dan ekowisata dengan dukungan PHR untuk keberlanjutan [695] url asal
#lhk #phr #berkelanjutan #tjsl
(Bisnis.Com) 30/09/24 17:09
v/15773202/
Bisnis.com, PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meresmikan taman ekoriparian di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Menteri LHK menilai, keberadaan ekoriparian yang dibangun oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut bisa menjadi solusi persoalan lingkungan dan menjadi pusat edukasi di tengah kota Pekanbaru, Riau.
Peresmian Ekoriparian UMRI dilakukan di Universitas UMRI, Pekanbaru, Senin (30/9/2024). Di waktu bersamaan, peresmian Ekoriparian Unilak dilakukan secara daring (online).
Peresmian kedua ekoriparian menandai komitmen kuat pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

"Hal ini sangat baik, karena berhubungan langsung dengan rakyat. Relevansi sosialnya sangat tinggi, dapat memberikan solusi bagi persoalan lingkungan serta memberikan fungsi edukasi, sosial dan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujar Siti Nurbaya saat peresmian dua ekoriparian tersebut.
Ekoriparian UMRI dan Unilak merupakan kawasan hijau yang menggabungkan fungsi ekologis, sosial masyarakat, ekonomi dan edukasi. Dengan adanya ekoriparian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kampus, menjadi pusat pembelajaran tentang pengelolaan sumber daya air dan ekosistem, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Di ekoriparian tersebut terdapat constructed wetland atau rawa buatan yang diciptakan dan didesain khusus untuk pengolahan air tercemar dengan memanfaatkan proses alami yang terintegrasi.
Air limbah dari permukiman akan mengalami dekontaminasi melalui proses alami yang melibatkan vegetasi rawa atau riparian sebelum dilepaskan ke badan air.
Dari sisi ekonomi, Ekoriparian UMRI juga memiliki kafe dan gerai UMKM berbasis biodigester yang ramah lingkungan. Biodigester merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah sampah dengan cara memanfaatkannya menjadi biogas.
Gas yang dihasilkan dipakai untuk menyalakan kompor yang ada di kafe dan gerai-gerai UMKM yang berada di kawasan ekoriparian.
Sementara itu, Ekoriparian Unilak berada di kawasan seluas lebih kurang 5 hektare di area kampus Universitas Lancang Kuning, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Terdiri dari tiga zona yakni inti, penyangga dan pengembangan.
Zona inti terdiri dari danau yang dioptimalisasikan fungsinya sebagai kolam retensi dengan pendekatan ekosistem danau. Zona penyangga sebagai optimalisasi sempadan danau sebagai ruang terbuka hijau (RT) dan koridor ruang terbuka biru (RTB) menggunakan constructed wetland (lahan basah buatan) dan detention pond (cekungan penahan). Sementara zona pengembangan merupakan optimalisasi ruang terbuka sebagai ruang interkasi sosial.
Terdapat pula landscape Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang mengusung konsep alami, menggunakan bahan seperti batu alam untuk rute jogging track dan lokasi amfiteater untuk tempat pertunjukan bagi mahasiswa dan warga sekitar. Terdapat pula sebuah kafe sebagai wadah pengembangan usaha mahasiswa.
Di area Hutan Arboretum Keanekaragaman Hayati Unilak telah dilakukan renovasi fasilitas-fasilitas yang ada, seperti pedestrian, jembatan, pengidentifikasian berbagai jenis tanaman beserta barcode pepohonan, gerbang, shelter, tempat duduk, landscaping area, kelistrikan dan tempat berkumpul yang dipenuhi dengan beberapa bentuk papan informasi edukasi terkait berbagai jenis flora dan fauna yang terdapat di dalamnya.
PHR berkomitmen dalam menjaga lingkungan serta konservasi keanekaragaman hayati selaras dengan berbagai program pemerintah khususunya di KLHK. Ekoriparian UMRI dan Unilak merupakan salah satu Program Tanggung Jawab sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR pilar lingkungan.
Pembangunan ekoriparian sekaligus menindaklanjuti amanat Kementerian LHK sebagai upaya mengurangi pencemaran pada aliran air (sungai). Konsep pembangunan ruang terbuka hijau yang diintegrasikan dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ini diharapkan tidak hanya sebagi wadah penyaringan (filterisasi) air limbah, namun juga sebagai tempat edukasi dan ekowisata bagi masyarakat.
Dalam hal ini, PHR mengusung kolaborasi Pentahelix bersama Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK (PPKL-KLHK) serta dunia pendidikan dalam upaya menjaga lingkungan. Fasilitas ekoriparian ini menjadi langkah nyata PHR dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“PHR mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh KLHK dalam memberikan arahan-arahan terkait pengelolaan dan perlindungan lingkungan di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Dengan diserahkannya ekoriparian kepada UMRI dan Unilak semoga dapat dikelola dengan baik secara mandiri untuk dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Riau,” imbuh Direktur Utama PHR Ruby Mulyawan.
Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS.M.Hum, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KLHK dan PHR atas dukungan Pembangunan ekoriparian di area kampus. "Berkat dukungan PHR dan KLHK melalui pembangunan ekoriparian menjadikan Unilak sebagai role model pengelolaan kampus hijau di Riau dan menaikkan posisi Unilak dalam peringkat GreenMetric University,” kata Junaidi.
Kedepannya, Unilak dapat terus menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
2500 Mahasiswa UMRI Antusias Hadiri Kuliah Umum Teknologi Digital
Manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi pembicara dalam kuliah umum PKKMB di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) [435] url asal
#phr #umri #migas #digitalisasi #ai
(Bisnis.Com - Terbaru) 21/09/24 09:23
v/15331162/
Bisnis.com, PEKANBARU - Manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi pembicara dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Dalam kuliah yang bertajuk Ketahanan Energi Indonesia, Vice President (VP) Information Technology (IT) PHR Triatmojo Rosewanto mengajak mahasiswa memahami tranformasi digital di industri migas saat ini.
Mengelola teknologi digital perusahaan penyumbang 25 persen minyak domestik yang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, bukanlah perkara mudah. PHR saat ini adalah produsen minyak terbesar dengan produksi rata-rata 160 ribu bopd. Dengan lokasi operasional yang memiliki 84 lapangan dan dilengkapi 12 ribu sumur aktif serta luas wilayah kerja 6.200 KM2 di 7 kabupaten/ kota di Riau. Daerah seluas itu harus termonitor dengan baik sehingga berbagai tantangan dan kendala bisa dihadapi dengan pendekatan solutif.
Untuk terus mampu meningkatkan produksi, transformasi digital sangat diperlukan. Digitalisasi di industri migas membuat seluruh kegiatan operasional terintegrasi serta dapat dipantau melalui sistem terpusat.
“Segala bentuk operasi minyak di WK Rokan sudah terdigitalisasi, baik di atas permukaan (surface) maupun di bawah permukaan (subsurface). Pekerjaan ini menghasilkan data yang sangat banyak sehingga harus dikelola dengan baik dan dipakai untuk analisa operasi,” ucapnya, dihadapan 2.500 mahasiswa baru, Kamis (19/9/2024).
Beberapa transformasi digital mendukung keandalan dan peningkatan produksi di PHR antar lain kehadiran Digital & Innovation Center (DICE), sebuah pusat kendali operasional dan big data untuk memantau kegiatan secara real time. DICE berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
“Bayangkan bagaimana mengelola ribuan sumur? Sudah bukan zamannya lagi untuk berinteraksi dengan manual. Dengan solusi digital dan berbagai aplikasi yang menunjangnya, DICE menjadi ruang istimewa yang mampu menampilkan data dan informasi dalam bentuk digital dashboard secara real time, guna memantau aktivitas operasional, sehingga dapat mendukung lintas tim mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” katanya.
PHR juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam operasi seperti: untuk pengaturan jadwal perawatan ulang (workover) sumur secara otomatis, perencanaan pergerakan rig yang lebih optimal dan efisien, identifikasi kinerja pompa yang sudah tidak optimal, analisa dan pengukuran aliran minyak agar produksi optimal.
Salah satunya, Artificial Intelligence dapat membantu menurunkan kehilangan produksi (Loss of Production). Kecerdasan buatan ini dapat memprediksi performa produksi pompa tanpa perlu melakukan pengukuran sumur (well test) secara fisik.
“Dengan mempelajari data historis pompa dan produksi yang telah ada. Artificial Intelligence dapat memprediksi data produksi dengan tingkat akurat sehingga deteksi dini kegagalan pompa bisa didapat lebih cepat,” jelasnya.
Tidak hanya meningkatkan keandalan produksi, penerapan Artificial Intelligence juga membantu aktivitas lapangan memantau penerapan aspek keselamatan pekerja saat bekerja. Solusi digital Artificial Intelligence (AI) dalam CCTV melakukan fungsi pengawasan otomatis melalui CCTV yang tersebar di Rig, dan segera menginformasikan perilaku tidak selamat," katanya.
PHR Sambut 10 Putra Putri Terbaik Riau Penerima Beasiswa Prestasi 2024
Program yang sudah memasuki angkatan (batch) ke-2 ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mewujudkan pendidikan... | Halaman Lengkap [845] url asal
#pertamina-hulu-rokan-phr #beasiswa #riau #program-tjsl #berita-bisnis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 21:15
v/14963389/
Inaugurasi ini sekaligus menandai resminya sepuluh penerima Beasiswa Prestasi PHR S-1 Tahun 2024 dan bersiap diantarkan ke Universitas Pertamina (UPER), Jakarta untuk menempuh pendidikan peguruan tinggi.
Pemerintah Provinsi Riau menyambut hangat sepuluh penerima Beasiswa S-1 PHR. Mewakili Gubernur Riau, Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Sakinah mengapresiasi Program Beasiswa Prestasi S-1 PHR yang turut mendukung pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di bidang pendidikan.
Menurutnya, selain berkontribusi sebagai pemasok terbesar minyak dan gas bumi, PHR menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat di Provinsi Riau lewat beasiswa pendidikan tinggi. Pemprov Riau berharap, agar para penerima beasiswa mampu mencetak prestasi sebanyak-banyaknya sehingga menjadi kebanggaan dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berdaya saing, integritas, serta mampu menjadi agen pembangunan bagi daerah.
?Atas nama pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR yang terus berkomitmen menciptakan generasi unggul dan berdaya saing di bidang pendidikan. Semoga kesempatan ini menjadi bekal bagi generasi muda yang memiliki bakat akademik dalam menghadapi persaingan global yang penuh inovasi dan kemajuan teknologi,? katanya.
Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto mengatakan, Beasiswa PrestasI PHR S-1 merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi penerimanya.
"Sesuai namanya yakni beasiswa prestasi, hal yang kami tuntut dari para penerima adalah prestasinya, baik secara akademik dan nonakademik. Bicara akademik, artinya kami dorong untuk memiliki indeks prestasi yang tinggi, aktif mengikuti perlombaan-perlombaan yang sesuai dengan jurusan maupun keahlian mereka," ujar Rudi.
"Sementara untuk nonakademik, mereka kami dorong untuk aktif berorganisasi dan paling penting adalah turut ambil bagian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu berkontribusi untuk kemajuan provinsi Riau," sambungnya.
Inaugurasi Penerima Beasiswa Prestasi S-1 PHR disambut haru para penerima. Mereka berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. "Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mampu melewati tahapan-tahapan hingga akhirnya bisa terpilih menjadi penerima beasiswa. Berbagai prestasi dan dan usaha-usaha yang kami lakukan di masa sekolah bisa terbayar," terangnya.
"Kami bisa disini karena doa orang tua, guru dan teman-teman. Kami berjanji akan berusaha memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah dan aktif di bidang sosial dan lingkungan," kata Laili Azzahra Rambe dari SMA Negeri 8 Mandau, mewakili penerima lainya.
Angkatan pertama Beasiswa Prestasi PHR S-1 menunjukkan pencapaian gemilang. Semester pertama perkuliahan, mereka memikiki rata-rata indeks prestasi 3.62, salah satu penerima bahkan berhasil meraih indeks tertinggi 4.00.
Begitu juga dengan perlombaan, meskipun masih tingkat pertama, mereka aktif mengikuti dan mempeoleh juara, di antaranya Juara 1 Festival Bahasa Inggris yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (UNRI) dan meraih prestasi Best Oral dalam lomba Essay Inovasi Nasional yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI.
Selain itu sebagai bagian dari ekosistem Sobat Bumi, mereka bersama penerima beasiswa Universitas Pertamina lainnya, aktif melakukan penghijauan dan menjadi katalisator energi baru terbarukan. Terbaru, pada 15 Agustus kemarin, mereka menanam 250 bibit di Kampung Penepul dan 50 bibit mangrove di Bandar Bakau, Dumai.
Para penerima beasiswa juga turut berkontribusi aktif dalam mewujudkan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) UPER. Mereka membuat inovasi dari ampas tahu yang diubah menjadi biogas berkapasitas 3 meter kubik untuk pemanfaatan UMKM tahu di desa Bojongkulur
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa putra-putri yang terpilih menjadi penerima beasiswa telah melalui seleksi ketat. Prestasi menjadi aspek utama dalam meraih beasiswa ini.
?Sepuluh penerima beasiswa berhasil terpilih dari hampir ribuan pendaftar beasiswa ini setelah melalui serangkaian seleksi ketat mulai dari administrasi, tes potensi akademik, wawancara dan focus group discussion. Seluruh penilaian dilakukan lewat sistem perangkingan berdasarkan komponen penilaian, seperti di tahap administrasi dan wawancara, kami menilai kesesuaian berkas persyaratan, prestasi akademik, nonakademik, dan motivasi mereka. Sementara untuk FGD, paramater penilaiannya adalah public speaking, leadership, pengetahuan dan kepekaan terhadap isu sosial, dan keaktifan selama diskusi,"" ungkap Agus.
Acara inaugurasi ditutup dengan persembahan tarian tradisional Riau dari para penerima beasiswa. Acara ini juga disaksikan oleh Pjs. VP Operation & Maintenance PT Pertamina Hulu Rokan I Gede Putu Ambara Guna, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina Prof. Dr. techn. Djoko Triyono,dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pertamina M. Husni Mubarak Lubis, MS.
Setelah inaugurasi, para penerima beasiswa akan langsung diberangkatkan ke Jakarta untuk mempersiapkan diri. Pada 11 September mereka akan melakukan daftar ulang, diikuti tanggal 17 akan mengikuti pembekalan mahasiswa baru POP UP, dan akan memulai kuliah perdana pada 23 September.
Beasiswa yang diterima oleh mereka meliputi pembebasan biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dipungut di awal kuliah, pembebasan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau uang kuliah per semester hingga lulus, pembebasan biaya daftar ulang, bantuan biaya hidup hingga asrama serta biaya program pengembangan kapasitas dan Aksi Sobat Bumi.
Program Jitu Kecerdasan Buatan, Sulap Air Menjadi Minyak di Blok Rokan
Pertamina Hulu Rokan mengubah sumur-sumur yang telah uzur, bahkan sumur yang lama tidak aktif menjadi produktif. [1,761] url asal
#blok-rokan #kecerdasan-buatan #phr #pertamina-rokan-hilir #pertamina
(Bisnis.Com - Terbaru) 04/09/24 23:17
v/14891248/
Bisnis.com, PEKANBARU-- 80 tahun berlalu sejak penemuan pertama lapangan minyak di Minas, Blok Rokan pada 1944 silam. Dengan proses produksi terus menerus selama 8 dekade, telah membuat sumur-sumur minyak yang berada di Kabupaten Siak Provinsi Riau itu masuk kategori uzur.
Kini setiap sumur minyak di Minas, menghasilkan 99% air dan hanya 1% saja kandungan minyak, yang tentunya membuat biaya produksi menjadi tinggi apabila dibandingkan sumur minyak yang berusia lebih muda.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak mengelola Blok Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu, telah membuat serangkaian strategi dan upaya untuk terus meningkatkan produksi minyak, dari sumur-sumur yang telah uzur tadi bahkan sumur yang lama tidak aktif (idle).
Satu diantara banyak jurus itu, adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pada 2023 silam, program ini telah berjalan dengan nama proyek e-MARS (Minas Advanced Reservoir Management) dan telah berhasil mengaktifkan kembali 700 sumur idle sejak alih kelola. Lalu tahun ini, program itu disempurnakan menjadi e-MARS 2.0 Vast Enhancement and Upgrades (VENUS).
Senior Petroleum Engineer dan Kepala Proyek VENUS, Afrilia Elisa mengatakan program AI ini dirancang untuk memaksimalkan produksi dari sumur-sumur yang ada khususnya sumur idle. Dengan menggunakan AI, proses evaluasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.
Dibandingkan sebelum adanya AI tersebut, proses manual untuk mereview sumur bisa memakan waktu hingga satu minggu hanya untuk empat sumur.
"Kini, dengan teknologi ini, PHR mampu mengevaluasi hingga 1.500 sumur di Minas secara simultan, dengan rekomendasi yang lebih terfokus pada sumur-sumur yang paling menguntungkan," ujarnya baru-baru ini.
Dengan inovasi yang memanfaatkan AI untuk menganalisis data dari ribuan sumur ini, telah memberikan hasil yang luar biasa dalam menekan tingkat penurunan produksi alamiah (natural declining) dari sebelumnya 11% menjadi hanya 4% saja.
Lebih dari itu, tingkat kesuksesan dalam reaktivasi sumur meningkat dari 48% menjadi 78%, sebuah pencapaian yang tidak hanya menguntungkan PHR tetapi juga menjadi model yang diharapkan dapat diterapkan di lapangan migas lainnya di Indonesia.
Afrilia mengakui VENUS menawarkan analisis yang lebih mendalam mengenai kondisi bawah permukaan, termasuk jenis batuan dan kedalaman reservoir, serta memberikan rekomendasi yang lebih akurat mengenai zona produksi yang paling menguntungkan.
Wellsite Representative PHR di Minas, Yoga Handita saat dijumpai tengah mempraktekkan penerapan VENUS, mengakui bahwa program AI ini mampu mendeteksi zona yang memiliki potensi minyak terbaik, memungkinkan tim di lapangan untuk membuka lubang pengeboran dengan presisi tinggi, mengarahkan lubang pengeboran ke zona dengan konsentrasi minyak tertinggi.
"Hasilnya bisa dilihat bahwa produksi yang didapatkan dari pengeboran setelah penerapan VENUS ini, bisa menghasilkan konsentrasi minyak lebih tinggi yaitu hingga 70% dan kandungan airnya hanya 30%, ini tentu luar biasa dibandingkan pengeboran biasa yang 99% hasilnya adalah air," ungkapnya.
Selain itu menurutnya VENUS juga dilengkapi dengan fitur untuk mengoptimalkan sumur injeksi, memastikan bahwa air yang diinjeksi tidak malah mengurangi produksi minyak. Hal ini sangat penting dalam operasi Enhanced Oil Recovery (EOR), di mana uap panas digunakan untuk mengekstraksi minyak dari batuan yang sebelumnya sulit dieksploitasi.
Adanya inovasi-inovasi ini mencerminkan komitmen PHR untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi minyak bumi di WK Rokan. Meskipun sumber daya minyak bumi tidak dapat diperbarui, teknologi seperti AI memungkinkan eksplorasi lebih lanjut di area-area yang sebelumnya tidak terjangkau atau tidak efisien untuk dieksploitasi.
Dalam konteks ini, peran AI menjadi sangat krusial, mengingat tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga produksi minyak dari sumur-sumur yang semakin tua.
Keberhasilan PHR dalam menerapkan teknologi ini tidak hanya diakui secara internal tetapi juga diakui oleh pihak eksternal, termasuk SKK Migas, yang berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi benchmark bagi lapangan-lapangan migas lainnya di Indonesia.
Dengan demikian, PHR tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi tetapi juga membuka era baru dalam pengelolaan migas, di mana teknologi dan kecerdasan buatan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan energi di masa depan.
Manager IT Infrastruktur Pertamina Hulu Rokan (PHR), Elan Kusuma Kurniawan sedang menunjukkan kamera CCTV di lapangan minyak Minas di Blok Rokan yang terhubung langsung ke Digital Innovation Center (DICE) Rumbai, Pekanbaru. PHR menerapkan penggunaan AI dalam sistem CCTV untuk memantau keselamatan kerja di lapangan. Foto: Arif Gunawan
DIGITALISASI
Selain menerapkan Artificial Intelligence (AI), PHR juga telah sejak lama mengimplementasikan Machine Learning dan telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. Memang digitalisasi telah memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi PHR.
Vice President IT PHR, Triatmojo Rosewanto mengakui dengan lebih dari 11.000 sumur minyak aktif yang sebagian besar sudah tua, pengelolaan yang kompleks membutuhkan sistem informasi yang kuat dan efisien untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
"Kami harus memastikan bahwa informasi yang kami miliki dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan," jelasnya.
Tri menyoroti sebelumnya sektor hulu industri migas sering dianggap tertinggal dalam penerapan teknologi seperti AI dan Machine Learning. Namun, PHR telah membuktikan sebaliknya dengan menerapkan berbagai solusi digital di operasional mereka.
Salah satu contohnya adalah penggunaan AI dalam sistem CCTV untuk memantau keselamatan kerja di lapangan. Jika ada pelanggaran keselamatan, seperti pekerja yang tidak menggunakan helm atau berada di area berbahaya, AI akan memberikan peringatan otomatis ke control room.
Selain itu, PHR juga memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) untuk melatih pekerja sebelum terjun ke lapangan dan Geographic Information System (GIS) untuk mendukung keselamatan berkendara di area operasional.
Saat ini, PHR telah mengoperasikan sekitar 35 solusi berbasis IT, termasuk prediksi performa produksi sumur tanpa perlu melakukan well test fisik. Dengan menggunakan data dari sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang dipasang di lebih dari 1.500 sumur, mereka dapat memprediksi performa sumur dengan akurasi hingga 95%, mendekati hasil well test aktual.
Penggunaan teknologi ini tidak hanya membantu PHR dalam meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga berperan penting dalam menahan laju penurunan produksi minyak.
"Dengan pemanfaatan AI, kami bisa melakukan langkah antisipasi proaktif sebelum sumur mengalami penurunan produksi," tambahnya.
PHR juga fokus pada keamanan operasional, termasuk pemantauan pipa pengangkutan minyak. Dengan panjang pipa mencapai 340 km, PHR menggunakan drone yang dilengkapi algoritma khusus untuk mendeteksi potensi masalah seperti korosi atau kebocoran, serta aktivitas pencurian minyak.
Sejak 2007, PHR telah mengimplementasikan berbagai sistem komputerisasi, dan terus memperbarui teknologi mereka hingga saat ini. Dengan target nasional mencapai produksi 1 juta barrel per hari, PHR yakin bahwa upaya digitalisasi ini akan menjadi kunci dalam pencapaian target tersebut, sekaligus menjadi pendorong bagi subholding upstream lainnya di lingkungan Pertamina.

DUKUNGAN STAKEHOLDER
Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk terus meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan.
Sebagai salah satu blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Pemerintah tentu mendorong Pertamina sebagai BUMN migas nasional untuk menjadi yang terbesar di Tanah Air. Pertamina telah berhasil mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dan juga Blok Mahakam, menjadikannya perusahaan migas dengan produksi terbesar di Indonesia," ungkapnya.
Alih kelola Blok Rokan oleh Pertamina memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam mengendalikan dan mencapai target pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi kinerja PHR di Blok Rokan melalui peningkatan produksi dan eksplorasi untuk menambah cadangan minyak yang ada.
Dadan Kusdiana menyoroti beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan PHR, termasuk penerapan teknologi baru dan optimalisasi produksi dari lapangan yang ada melalui berbagai program pengembangan lanjut.
Di antaranya adalah pengeboran sumur pengembangan secara masif, pelaksanaan optimasi waterflood, serta implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode Chemical EOR dan steamflood. Selain itu, upaya reaktivasi beberapa lapangan idle yang masih memiliki potensi cadangan juga diharapkan dapat meningkatkan produksi.
PHR juga tengah mempersiapkan rencana pengembangan migas non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Untuk menghadapi tantangan besar dalam pengembangan MNK di Indonesia, PHR bekerja sama dengan perusahaan asing yang kompeten dan berpengalaman di bidang ini.
Dadan Kusdiana menekankan bahwa semua kegiatan eksplorasi di Blok Rokan sesuai dengan Komitmen Kerja Pasti yang telah ditetapkan, dengan tujuan utama menemukan cadangan baru dan mengoptimalkan potensi yang ada demi kepentingan nasional.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, PHR diharapkan dapat terus berinovasi dan menjalankan program-program strategis yang akan meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, serta menjaga keberlanjutan energi di Indonesia.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, menyatakan komitmen penuh SKK Migas dalam mendukung PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk meningkatkan produksi di Blok Rokan.
Dwi memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memahami dan menyediakan dukungan yang diperlukan guna mencapai target produksi yang lebih tinggi.
Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah agresif yang dilakukan PHR, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran secara masif yang telah memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja Blok Rokan.
"Blok Rokan kini menjadi nomor satu karena pelaksanaan pengeboran yang agresif. Ke depannya, dengan implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pengeboran Migas Non Konvensional (MNK), kami berharap hasilnya akan semakin sukses," ujarnya.
Dia menambahkan SKK Migas akan terus mendukung PHR dalam setiap inovasi dan pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di Blok Rokan.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Blok Rokan sebagai salah satu pilar utama produksi minyak nasional, sekaligus mendorong pencapaian target produksi migas Indonesia secara keseluruhan.
Di daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelancaran operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus.
Pembentukan Satgas ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: Kpts. 323/IIII/2024 tentang Pembentukan Satgas Kelancaran Operasional PT PHR Wilayah Kerja Rokan di Provinsi Riau.
Penjabat (Pj) Gubernur Riau yang kini Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto, pada Juli 2024 lalu menyatakan pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memastikan kelancaran produksi migas di wilayah Riau, terutama dalam mendukung pencapaian target nasional sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030.
"Untuk mendukung kelancaran produksi Hulu migas, kami Pemprov Riau sudah membentuk Satgas Kelancaran Operasional PT PHR di Blok Rokan," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terlibat aktif dalam menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi dalam operasional migas di Blok Rokan. Menurutnya dukungan ini sangat penting mengingat adanya target nasional yang harus dicapai.
Selain itu, dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam supervisi juga memastikan bahwa segala kendala yang muncul akan ditangani secara transparan dan efisien.
"Dengan begitu, apapun yang menjadi kendala pada sumur-sumur ladang minyak, kami Pemprov Riau siap membantu. Pemerintah daerah juga harus berperan aktif karena Participating Interest (PI) 10 persen dari produksi migas akan kembali ke daerah," tambahnya.
Satgas ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah operasional di lapangan, sehingga produksi migas di Blok Rokan dapat terus meningkat, sejalan dengan target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dengan dukungan dari multi pihak itu, diyakini berbagai hambatan produksi minyak PHR di Blok Rokan dapat teratasi. Hingga berbagai strategi yang telah dijalankan, bakal mewujudkan harapan bersama dalam meningkatkan produksi minyak untuk ketahanan energi dan kesejahteraan bangsa. Semoga.
PHRI: Dunia Usaha Bisa Kena Imbas Kegaduhan Politik - kumparan.com
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebut sektor usaha bisa kena imbas dari kegaduhan politik saat ini. [326] url asal
#ruu-pilkada #demo #politik #phri
(Kumparan.com - Bisnis) 22/08/24 19:09
v/14524017/
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengatakan semua sektor usaha bisa terkena imbas dari kegaduhan politik yang terjadi saat ini.
Situasi ini bermula dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kemudian disambut oleh DPR dengan mengebut revisi UU Pilkada. Penolakan dan aksi demonstrasi yang terjadi hari ini, ditambah tidak kuorumnya Paripurna DPR, membuat RUU itu batal disahkan jadi undang-undang.
Bila UU Pilkada tetap jadi direvisi, kata Hariyadi, memunculkan gambaran tidak pastinya hukum di Tanah Air.
“Ya semua (sektor usaha) kena (dampak revisi UU Pilkada) dong. Referensi bahwa ‘itu boleh ya, aturan dibelok-belokin’, undang-undang bisa di-challenge di Mahkamah Agung gitu loh ya. Masa yang namanya undang-undang Pilkada bilang kan, minimal berusia 30 tahun,” ujar Hariyadi saat dihubungi kumparan, Kamis (22/8).
Hariyadi mencontohkan, apabila demokrasi Indonesia bisa dipelintir, regulasi bisnis bisa terkena bahaya. Yang dikhawatirkan pengusaha sebetulnya tidak hanya demokrasi, namun efeknya memberikan contoh kepada institusi negara lainnya untuk berbuat seperti itu.
“Kalau sampai itu terjadi hal-hal yang mengganggu stabilitas politik, ya pasti usaha kena lah. Pasti usaha kan juga problem kalau kayak gitu terus, apalagi masalahnya kan bukan hanya Pilkada,” katanya.
Hariyadi menegaskan, demokrasi Indonesia harus benar-benar mencerminkan fair play yang berarti pemilihan yang betul-betul demokratis atau tidak diskenariokan oleh kelompok-kelompok tertentu.
“Itu bagaimana terhadap kepastian hukum. Contoh aja, itu nanti diikutin sama yang lain-lain, institusi lainnya ikut-ikutan gitu loh. Nah ikut-ikutan bikin aturan sendiri, nah itu kacau semuanya,” jelasnya.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah memastikan pengesahan revisi UU Pilkada dibatalkan. DPR batal mengesahkan revisi UU Pilkada. Sidang paripurna sempat ditunda karena tidak kuorum.
"Pengesahan revisi UU Pilkada yang direncanakan hari ini tanggal 22 Agustus batal dilaksanakan," kata Dasco, Kamis (22/8).
Sebelumnya, Baleg DPR sudah menyepakati revisi UU Pilkada yang "menganulir" putusan MK pada 20 Agustus 2024. Namun, paripurna tidak kuorum meski sudah diskors 30 menit. Berdasarkan aturan, DPR harus menggelar bamus lagi untuk menentukan jadwal paripurna lanjutan.