#30 tag 24jam
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Risiko Kemenangan Trump hingga Tren Hunian Kelas Atas
Risiko kemenangan Trump menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Jumat (8/11/2024). [985] url asal
#top-5-news #top-5-news-bisnisindonesia-id #donald-trump #presiden-as #ihsg #logam-emas #industrialisasi-emas #tren-hunian-kelas-atas #investree
(Bisnis.Com - Ekonomi) 08/11/24 09:01
v/17749311/
Bisnis.com, JAKARTA — Euforia kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat menyimpan risiko yang patut diwaspadai oleh ekonomi global.
Berdasarkan data hitung cepat 270toWin pada Rabu (6/11/2024), Trump mengalahkan pesaingnya, Kamala Harris dari Partai Demokrat yang hanya mendapat 213. Data hitung cepat 270toWin kala itu telah menunjukkan bahwa Trump telah meraih 270 suara elektoral (electoral votes), syarat minimal untuk memenangkan pemilu.
Risiko kemenangan Trump menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Jumat (8/11/2024). Selain itu terdapat pula sejumlah laporan komprehensif lainnya seperti tonggak baru industrialisasi logam emas dan tren hunian kelas atas. Berikut selengkapnya.
1. Risiko Mengintai Usai Kemenangan Trump
Di tengah euforia kemenangan Donald Trump pasar keuangan global bergejolak. Sementara itu, para pakar ekonom menyerukan kampanye Trump soal tarif akan memicu makin panasnya perang dagang.
Bursa Asia bergerak variatif, tetapi sejumlah indeks utama bergerak merah atau terkoreksi. Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan Rabu (6/11/2024), bursa Jepang tercatat bergerak variatif, seperti indeks Topix 500 yang menguat 0,98% tetapi indeks Nikkei 225 melemah 0,14%.
Di Republik Korea Selatan, indeks Kosdaq tercatat melemah 1,53%, begitu pula indeks Kospi yang terkoreksi 0,75%. Kondisi serupa terjadi di Hong Kong, yakni indeks Hang Seng terkoreksi 2,23% dan indeks S&P Asia 50 melemah 1,30%.
Bursa saham China, selaku rival utama AS, juga mencatatkan koreksi. Indeks komposi Shanghai melemah 0,09% dan indeks SSE 50 terkoreksi 0,77%.
2. Waswas Pasar Modal RI Efek Kebijakan Trump
Kebijakan Donald Trump setelah berhasil merebut Gedung Putih Amerika Serikat dinilai akan memberi dampak negatif bagi pasar modal Indonesia.
Data hitung cepat 270toWin kala itu telah menunjukkan bahwa Trump telah meraih 270 suara elektoral (electoral votes), syarat minimal untuk memenangkan pemilu.
Dengan kemenangan Trump, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan dana asing akan kembali ke AS. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, kemenangan Trump berarti kebijakannya akan lebih mendahulukan kepentingan Amerika. Sehingga, banyak dana AS akan kembali ke negeri Paman Sam tersebut.
“Prediksi dari analis-analis kan begitu, jadi kemungkinan akan ada banyak yang kembali karena era Trump. Kita lihat juga kebijakan era Trump nanti,” kata Irvan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Sentimen lainnya yang membayangi pasar modal adalah perang dagang yang menurutnya akan kembali dilakukan AS dengan China. “China kan salah satu tujuan ekspor kita, takutnya akan lebih tight [ketat] lagi,” katanya.
3. Sinergi Freeport-ANTM, Tonggak Baru Industrialisasi Logam Emas RI
Indonesia terus memperkuat penghiliran sumber daya mineral di dalam negeri dengan melanjutkannya hingga produk jadi. Kerja sama pembelian emas yang dihasilkan dari smelter milik PT Freeport Indonesia oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menandai industrialisasi logam mulia di Tanah Air.
ANTM memastikan bakal menyerap 30 ton emas yang dihasilkan dari smelter Freeport Indonesia dalam jangka waktu kontrak hingga 5 tahun. Nilainya pun tidak main-main, karena mencapai US$12,5 miliar dan masih bisa lebih tinggi bergantung kepada perkembangan harga emas di pasar.
Freeport Indonesia pun menyatakan siap memproduksi logam emas sebagai bagian dari mandat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang dimiliki perusahaan. Targetnya, pekan kedua Desember tahun ini perusahaan telah mulai memproduksi emas.
“Total produksi emas kami kira-kira bisa sampai 50—60 ton per tahun bergantung kepada kadar [emas di dalam] bijih yang ditambang. Makin tinggi kadar [emas di dalam] bijih, maka makin banyak emas yang akan diproduksi,” kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, saat Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Logam Emas antara Freeport Indonesia dan ANTM, Kamis (7/11/2024).
Selain emas, smelter Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial Port Estate, Gresik, Jawa Timur, juga mampu memproduksi 200 ton perak per tahun, 30 kilogram platinum per tahun, dan 375 kilogram palladium per tahun.
4. Menilik Tren Hunian Rasa Resor Disukai Kalangan Kelas Atas
Dalam beberapa tahun terakhir, pengembang masif membangun hunian premium berkonsep resor yang menyasar kalangan menengah atas dan kelas atas.
Adapun, hunian dengan konsep resor ini meniru suasana dan fasilitas yang ada di resort, yaitu tempat penginapan yang biasanya berada di daerah wisata. Konsep resor kawasannya diperkuat dengan danau yang ditata sebagai pemandangan menyegarkan dan destinasi wisata. Meskipun rerata hunian memiliki pemandangan danau ini di atas Rp2 miliar, namun permintaan sangat tinggi dan cepat terserap.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan konsumen kelas atas tidak hanya membutuhkan hunian dengan kebutuhan ruang dasar sebagai tempat tinggal. Namun, kelas ini juga memperhatikan lingkungan sekitar hunian termasuk kebutuhan ruang hijau dan ruang biru dari wilayah sekitar.
Saat ini, sebagian besar konsumen rumah telah mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat memilih properti. Hal ini berawal dari pandemi dimana konsumen mulai mencari hunian dengan ketersediaan ruang terbuka hijau di dalamnya.
5. Wanti-Wanti Kasus Serupa Pinjol Investree
Sebanyak 22 penyelengara P2P lending atau pinjaman online (pinjol) tercatat memiliki kredit macet (TWP90) di atas 5%. Situasi tersebut dapat menjadi sinyal waspada adanya perusahaan pinjaman online yang tersandung kasus yang sama seperti Investree.
Kredit macet atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) industri peer-to-peer (P2P) lending turun menjadi 2,38% pada September 2024. Kendati demikian, seperlima dari total pemain masih mencatat kredit macet di atas 5%.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut terdapat 22 dari 97 perusahaan P2P lending alias pinjaman online (pinjol) legal yang masih mencatatkan kredit macet di atas aturan main.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menegaskan telah memberikan surat peringatan dan meminta para pelanggar ini membuat langkah aksi memperbaiki kualitas pendanaannya.
“OJK juga terus melakukan monitoring terhadap kualitas pendanaan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi [LPBBTI] dan akan melakukan tindakan pengawasan termasuk pemberian sanksi administratif dalam hal ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan,” paparnya dalam jawaban tertulis, Rabu (6/11/2024).
Sejumlah pinjol yang mencatat kredit macet tinggi ini menjadi catatan kelam di tengah posisi industri pinjol yang tengah merekah. Bagaimana tidak, kinerja per September 2024, laba industri meningkat sebesar 66,15% (year-on-year/YoY) menjadi Rp806,05 miliar.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Penetapan Upah 2025, Pemutihan Utang UMKM Hingga Efek Trump
Ulasan tentang skema pengupahan 2025 yang masih terus dikaji oleh pemerintah, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Kamis (7/11/2024). [796] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #upah #ump-2025 #trump #pilpres-as #modal-ventura #utang-umkm #kinerja-saham
(Bisnis.Com - Ekonomi) 07/11/24 08:23
v/17646687/
Bisnis.com, JAKARTA — Penentuan upah minimum 2025 agaknya masih menantang, meskipun Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memerintahkan agar aturan baru terkait dengan formula penghitungan upah minimum provinsi (UMP) tersebut selesai pada 7 November 2024.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengaku belum bisa menerbitkan regulasi terbaru mengenai skema pengupahan dalam waktu dekat, mengingat konsep skema pengupahan tersebut perlu lebih dimatangkan kembali.
Terlebih, dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), turut mempengaruhi penetapan upah minimum tahun depan.
Ulasan tentang skema pengupahan yang masih terus dikaji dan dicermati lebih lanjut oleh pemerintah, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Kamis (7/11/2024):
Pilpres AS: Tragedi Pennsylvania, Kecaman yang Beri Andil Kemenangan Donald Trump
Warga Amerika Serikat telah menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada Selasa (5/11/2024). Hasilnya, kandidat Presiden dari Partai Republik Donald J. Trump kembali terpilih sebagai Presiden.
Donald Trump menutup pintu bagi Kamala Harris, kandidat Presiden dari Partai Demokrat, untuk menciptakan sejarah baru sebagai presiden perempuan pertama di negara itu.
Donald J. Trump saat berkampanye di depan pendukungnya. Kandidat Presiden dari Partai Republik itu berhasil memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat atas calon presiden Partai Demokrat Kamala Harris pada Pemilu yang berlangsung Selasa (5/11/2024)./Dok.https://www.donaldjtrump.com
Kemenangan Trump ditentukan oleh keberhasilannya membalikkan suara di negara bagian Georgia yang memiliki 16 suara elektoral. Keunggulan Trump juga ditentukan dari perolehan suara kemenangan di Pennyslvania yang memiliki 19 suara elektoral.
Trump seolah menerima berkah dengan kemenangannya di Pennsylvania ini. Negara bagian itu menjadi lokasi peristiwa penembakan terhadap Trump yang kemudian disebut sebagai tragedi Pennsylvania.
Periode Menantang Penetapan Upah 2025
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli menyebut bahwa dia belum mengetahui kapan rumusan UMP 2025 akan diumumkan oleh pemerintah. Menurut dia, regulasi tentang skema pengupahan yang direncanakan akan diteken pada Kamis (7/11/2024) perlu lebih dimatangkan kembali.
Saat ini, skema pengupahan tersebut tengah dikaji dan dicermati lebih lanjut sehingga harapannya dapat mengakomodir semua pihak dalam hal ini serikat pekerja dan pengusaha.
Terlebih, Yassierli telah menerima Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit) dari Dewan Pengupahan Nasional (Depenas). Namun, masih terdapat perbedaan pendapat antara serikat pekerja dengan pengusaha sehingga pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut semua masukan yang ada.
Modal Ventura Menjaring Startup Tak 'Bakar Duit'
Industri modal ventura terhitung masih optimistis menatap potensi tahun depan, meskipun sepanjang tahun ini diterpa tren negatif penurunan pembiayaan.
“Kami masih optimis proyeksi pembiayaan modal ventura di Tanah Air akan tumbuh seiring dengan tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai saat ini,” kata Ketua Umum Amvesindo Eddi Danusaputro kepada Bisnis, Rabu (6/11/2024).
Optimisme Amvesindo terhadap masa depan modal ventura di Indonesia juga didasari oleh stabilitas sektor jasa keuangan khususnya modal ventura di Indonesia yang masih terjaga dengan baik di tengah dinamika geopolitik global.
Eddi menjelaskan, fokus pembiayaan modal ventura saat ini bergeser mencari startup atau perusahaan yang menunjukkan tingkat profitabilitas dan arus kas yang sehat. “Tren yang sebelumnya mendominasi pasar dengan strategi 'bakar uang' untuk pertumbuhan cepat kini mulai ditinggalkan,” kata.
Efek Penghapusan Kredit UMKM hingga Petani ke Asuransi BUMN
Pemutihan utang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), nelayan, hingga petani dinilai akan berdampak positif terhadap perusahaan asuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penjaminan kredit bagi sektor-sektor tersebut.
Praktisi manajemen risiko sekaligus Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi), Wahyudin Rahman mengatakan, apabila terdapat ketentuan subrogasi pada perjanjian, maka perusahaan asuransi akan mendapatkan hak subrogasi atau recovery dari pembayaran utang yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, perusahaan asuransi sebelumnya telah membayarkan klaim atas kredit macet sesuai ketentuan polis.
Menurutnya, pihak bank yang memberikan kredit dapat menghapus pembukuan dan tidak dianggap sebagai kerugian negara. Di sisi lain, debitur tidak mempunyai buku kelam sehingga bisa melakukan pinjaman dan perusahaan asuransi mendapatkan pendapatan dari subrogasi itu.
Pasar Saham dan IHSG Merespons Negatif Kemenangan Trump
Pasar saham dan rupiah merespons negatif kemenangan kandidat Partai Republik Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Di saat yang sama, investor asing melakukan net sell.
Jatuhnya harga saham-saham berkapitalisasi jumbo membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,44% ke level 7.383,86 pada perdagangan hari ini, Rabu (11/6/2024).
Mayoritas indeks berdasarkan sektor berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam dialami saham sektor teknologi sebesar 2,96%. “Indeks dolar yang menguat memberi tekanan pada saham-saham blue chips,” kata Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas.
Sukarno menjelaskan bahwa kemenangan Trump membawa sentimen positif pada pasar kripto, sejalan dengan janji dukungan yang diutarakannya saat kampanye. Sementara untuk saham, pelaku pasar perlu tetap mencermati kinerja teranyar emiten.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Prospek Cerah Astra (ASII), Chandra Asri (TPIA) hingga Summarecon
Selain membukukan peningkatan laba bersih, sejumlah perusahaan terbuka menggencarkan aksi ekspansi baik di dalam hingga luar negeri. [948] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #top-5-news #astra #chandra-asri #akuisisi #ekspansi-bisnis #summarecon #properti #industri #utang-negara #fintech
(Bisnis.Com - Market) 31/10/24 07:15
v/17239968/
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konglomerasi, PT Astra International Tbk. (ASII) meraup laba bersih yang diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp25,85 triliun sepanjang kuartal III/2024, naik tipis 0,63% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp25,69 triliun.
Torehan itu tercatat menjelang era suku bunga murah, sehingga masih ada harapan perbaikan kinerja pada sisa tahun. Lalu, bagaimana prospek emiten tersebut? Laporan tersebut menjadi satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Kamis (31/10/2024). Berikut selengkapnya.
1. Rapor Laba Bersih Astra (ASII) dan Prospek Berikutnya
Emiten konglomerasi, PT Astra International Tbk. (ASII) meraup laba bersih yang diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp25,85 triliun sepanjang kuartal III/2024, naik tipis 0,63% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp25,69 triliun menjelang era suku bunga murah sehingga masih ada harapan perbaikan kinerja pada sisa tahun.
Berdasarkan laporan keuangan, Astra membukukan pendapatan bersih sebesar Rp246,32 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2024, naik 2,24% YoY. Perolehan pendapatan bersih perusahaan, mendapatkan kontribusi terbesar dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi sebesar Rp99,55 triliun serta segmen otomotif sebesar Rp99,52 triliun. Sementara itu, segmen jasa keuangan menyumbang pendapatan Rp24,5 triliun per kuartal III/2024.
Lalu, segmen agribisnis menyumbang pendapatan Rp16,28 triliun, infrastruktur dan logistik sebesar Rp6,17 triliun, teknologi informasi sebesar Rp2,03 triliun, serta properti sebesar Rp910 miliar.
Di bisnis otomotif, kinerja penjualan mobil Astra sebenarnya menurun 15%, merefleksikan pelemahan pasar mobil nasional. Namun, peningkatan kinerja bisnis lainnya, terutama divisi jasa keuangan, mengimbangi penurunan divisi otomotif.
Peningkatan kinerja bisnis kontraktor penambangan dan pertambangan emas pun mengimbangi penurunan penjualan alat berat dan pertambangan batu bara.
2. Chandra Asri (TPIA) Ungkap Perkembangan Akuisisi Kilang Shell di Singapura
Proses akuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bersama Glencore plc telah memasuki tahap akhir.
Chandra Asri memperkirakan transaksi akuisisi itu rampung akhir tahun ini atau paling telat akhir Januari 2025. Dengan demikian nantinya, keseluruhan aset dari SECP bisa dikonsolidasikan di laporan keuangan TPIA tahun depan.
“Kita tunduk juga dengan regulasi pemerintah Singapura diperkirakan akhir tahun ini atau akhir Januari 2024, sehingga kita masukan di tahun 2025,” kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Suryandi saat public expose di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Suryandi mengatakan perseroannya masih mengkaji rencana pembiayaan akuisisi SECP. Pun begitu, kemampuan pembiayaan dari kas internal TPIA relatif cukup kuat. Sampai 30 Juni 2024, rasio utang terhadap kapitalisasi dari TPIA baru mencapai 39% dari batas tolerir yang ditetapkan 50%.
Kendati demikian, dia belum ingin membuka nilai akuisisi SECP bersama dengan Glencore tersebut. Pun soal saham yang dihimpit TPIA sebagai pemegang mayoritas belum bisa disampaikan.
3. Ceruk Utang Negara Bakal Kian Dalam
Bayang-bayang defisit muncul setelah laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan utang negara tembus Rp12.893,96 triliun hingga 2029..
Laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024 oleh IMF mempproyeksikan rasio utang Indonesia masih terjaga di level 39,57% pada 2029.
Sementara itu, pendapatan negara diproyeksikan meningkat secara nominal, tetapi stagnan persentasenya atas PDB pada periode 2025-2029 di kisaran 14,5%. Sementara belanja negara juga diproyeksikan meningkat secara nominal dan stagnan rasionya di ksiaran 17%.
Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menjelaskan meningkatnya utang tersebut tidak lain berasal dari peningkatan belanja yang tak diimbangi dengan penerimaan. Alhasil, jebolnya defisit membayangi ketahanan fiskal kabinet Merah Putih.
Menumpuknya utang negara terjadi lantaran pemerintah membayar utang yang sekarang juga dengan penarikan utang baru.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan baru melalui berbagai program yang kemungkinan akan menyita anggaran dalam jumlah besar, misalnya makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai Rp71 triliun pada 2025.
4. Prospek Cerah Summarecon Garap Ceruk Pasar Menengah Atas di Tangerang
Meskipun kondisi ekonomi Indonesia sedang tak baik-baik saja dengan terjadinya deflasi selama lima bulan berturut-turut di tahun ini, tak menyurutkan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) ekspansi proyek dengan bangun township anyar Summarecon Tangerang di kecamatan Curug kabupaten Tangerang.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan (month-to-month/MtM). Kemudian pada Juni 2024 semakin dalam sebesar 0,08% MtM dan terus memburuk di Juli 2024 yang tembus 0,18%. Pada Agustus 2024, angka deflasi kembali ke level 0,03%, kembali memburuk pada September 2024 sebesar 0,12%.
Proyek baru Summarecon Tangerang ini menambah daftar portofolio sembilan township yang dikembangkan emiten berkode SMRA selama 49 tahun berkiprah di industri properti. Kesembilan township Summarecon tersebar di sejumlah kota yang mencakup Summarecon Kelapa Gading di Jakarta, Summarecon Bekasi di Bekasi, dan Summarecon Emerald Karawang di Karawang.
Lalu, Summarecon Mutiara Makassar di Makassar, Summarecon Bandung di Bandung, Summarecon Bogor di Bogor, Summarecon Crown Gading di Bekasi dan Summarecon Tangerang di Tangerang.
Dipilihnya Tangerang sebagai lokasi proyek baru emiten berkode SMRA ini untuk memperkuat positioning di koridor barat Jakarta setelah mengembangkan Summarecon Serpong.
5. Kejar Target Modal Leasing Lewat Merger dan Akuisisi
Fenomena akuisisi perusahaan multifinance semakin marak terjadi di industri keuangan Indonesia beberapa tahun terakhir. Persaingan yang ketat serta kebutuhan permodalan yang besar membuat banyak perusahaan multifinance lokal menarik minat investor asing yang ingin memperluas pangsa pasar mereka di Asia.
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif tren maraknya akuisisi di sektor multifinance Indonesia. Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan,banyak perusahaan-perusahaan asing yang ingin masuk.
“Artinya, mereka melihat Indonesia sebagai potensi untuk mereka mengembangkan usahanya. Satu, dari sisi marketnya, pasarnya masih besar. Jumlah penduduk kita masih oke,” kata Suwandi saat dihubungi Bisnis, Selasa (29/102/2024).
Suwandi mengatakan bahwa bisnis multifinance sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi saat ini, tetapi juga potensi jangka panjangnya. Oleh karena itu, banyak raksasa keuangan asing tertarik untuk berinvestasi, termasuk dengan masuk ke perusahaan-perusahaan pembiayaan di Indonesia.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Strategi Swasembada Energi, Kreditur SRIL, Hingga Bisnis GMFI
Ulasan tentang respons positif pemerintah dalam upaya menaikkan lifting migas, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Rabu (30/10/2024). [799] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #kinerja-gmfi #utang-sritex #sril #pailit #migas #lifting #swasembada-energi #pasar-properti
(Bisnis.Com - Ekonomi) 30/10/24 08:20
v/17190430/
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus menggeber peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional demi mewujudkan cita-cita besar swasembada energi.
Sejalan dengan target swasembada energi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut, SKK Migas setidaknya telah menetapkan sejumlah strategi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.
Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan perubahan-perubahan sistem fiskal, perpajakan, dan insentif sehingga menjamin keekonomian lapangan migas Tanah Air, sesuai dengan yang dibutuhkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Ulasan tentang respons positif pemerintah dalam upaya menaikkan produksi siap jual alias lifting migas, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Rabu (30/10/2024):
Lampu Kuning Aliran Kredit ke Sektor Padat Karya
Kabar tak sedap menyelimuti sektor padat karya dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) yang mengalami pailit, PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) yang bakal merestrukturisasi kredit, serta terbaru penutupan pabrik milik PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI), bagian dari Grup Maspion.
Kondisi ini menyalakan alarm terhadap penyaluran kredit industri perbankan ke sektor padat karya yang menjadi kebijakan Bank Indonesia (BI).
Sebagai gambaran, dalam Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit ke sektor padat karya masuk dalam kategori industri pengolahan atau manufaktur beserta dengan sektor lainnya.
Kredit ke industri pengolahan merupakan yang terbesar ke dua untuk sektor produktif. Sementara itu, sektor dengan kucuran kredit bank terbesar yaitu perdagangan besar dan eceran senilai Rp1.177,33 triliun per Agustus 2024. Rasio NPL di sektor ini berada pada level 3,45% pada saat yang sama.
Menguatkan Strategi Hulu Migas Menuju Swasembada Energi
Untuk jangka pendek, SKK Migas akan mengagresifkan kegiatan-kegiatan di aset yang ada, melalui pengeboran, workover, dan well service. SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan sekitar 900—1.000 sumur per tahun, selain reaktivasi sumur menganggur (idle well) sekitar 1.000—1.500 sumur per tahun.
Untuk jangka menengah, masih ada potensi undeveloped discovery alias temuan-temuan di masa lalu yang belum dikembangkan maupun belum diusulkan menjadi lapangan yang dikembangkan. SKK Migas nantinya juga akan menagih temuan-temuan tersebut kepada KKKS.
Selain itu, untuk jangka menengah SKK Migas juga berupaya melakukan percepatan 153 migas, di antaranya empat Proyek Strategi Nasional (PSN) seperti Masela, AKM, IDD+ Geng North, UCC, serta pengembangan area Andaman.
Suara Para Kreditur Sritex (SRIL) Jelang Pertemuan Setelah Putusan Kepailitan
Sejumlah kreditur memberikan pandangannya terkait utang PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) menjelang pertemuan usai keputusan pailit. Pertemuan itu direncanakan terselenggara pada 13 November 2024.
Adapun, para kreditur SRIL diminta mengajukan surat tagihan kepada tim kurator. Berdasarkan penetapan hakim pengawas No.2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg tertanggal 24 Oktober 2024, tiga agenda disusun sebagai tindak lanjut proses kepailitan Sritex dan tiga anak usahanya.
Terkait utang SRIL, Sritex tercatat memiliki utang usaha jangka pendek kepada pihak ketiga US$55,77 juta dan utang usaha jangka panjang kepada pihak berelasi US$75,71 juta. Setelah adanya putusan pailit, SRIL masih memiliki sisa utang sebesar Rp101,3 miliar kepada PT Indo Bharat Rayon atau 0,38% dari total liabilitas SRIL per 30 Juni 2024.
Adapun, hingga Juni 2024, SRIL tercatat memiliki utang bank jangka pendek US$11,36 juta dan utang bank jangka panjang US$809,99 juta.
Melihat Prospek Cerah Kinerja Pasar Properti di Tahun 2025
Pasar properti di Indonesia diyakini berkinerja positif pada tahun depan usai transisi pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pemerintahan Prabowo – Gibran diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Terlebih, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan (month-to-month/MtM). Kemudian pada Juni 2024 semakin dalam sebesar 0,08%. Pada Juli 2024 terus memburuk tembus 0,18%. Pada Agustus 2024, angkanya kembali ke level 0,03%, kembali memburuk pada September 2024 sebesar 0,12%.
Langka Jitu Garuda (GMFI) Demi Kinerja Moncer 2025
Setelah membukukan kinerja apik sepanjang semester I/2024, anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) terus menyasar pertumbuhan kinerja perseroan dengan membentuk usaha patungan bersama Capital A Berhad.
Capital A atau dulu dikenal dengan nama AirAsia Group merupakan perusahaan multinasional asal Malaysia. Perusahaan mengoperasikan sejumlah maskapai berbiaya rendah seperti AirAsia Indonesia, AirAsia, AirAsia Cambodia, Philippines AirAsia, dan Thai AirAsia.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan langkah yang disusun GMFI di 2025 adalah fokus pada inisiatif perbaikan ekuitas. Peningkatan pendapatan juga akan berasal dari bisnis komersial dan bisnis non-komersial.
Ditelusuri dari situs resminya, ADE merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2, Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan menyediakan layanan pesawat yang difokuskan pada Airbus A320, A321 dan A330 untuk layanan pemeliharaan teknis, layanan komponen gudang dan layanan dukungan teknis.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Divestasi Saham Freeport, Balik Modal GOTO, dan Nasib Proyek IKN
Ulasan tentang divestasi 10% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Jumat (25/10/2024). [792] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #balik-modal-goto #proyek-ikn #saham-freeport #ipo #ikn-nusantara
(Bisnis.Com - Ekonomi) 25/10/24 08:50
v/16962430/
Bisnis.com, JAKARTA — Keinginan pemerintah untuk menguasai saham mayoritas PT Freeport Indonesia (PTFI), melalui divestasi 10% saham tambang perusahaan asal Amerika Serikat itu tampaknya masih akan lama.
Kendati pemerintah terus berupaya memuluskan langkah Indonesia untuk menguasai 61% saham Freeport, nyatanya Freeport-McMoRan Inc (FCX) masih melakukan negosiasi dengan holding BUMN tambang PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).
Adapun, pelepasan atau divestasi 10% saham PTFI menjadi salah satu syarat perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) selepas 2041. Saat ini, Indonesia melalui holding BUMN tambang MIND ID telah menggenggam 51% saham Freeport.
Ulasan tentang divestasi 10% saham PTFI menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (25/10/2024):
Pemutihan Kredit Macet UMKM: Belum Terealisasi di Era Jokowi, Berlanjut di Era Prabowo
Kebijakan pemutihan atau hapus buku kredit macet UMKM berlanjut di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat aturan turunan kebijakan itu belum bisa terealisasi pada era Presiden Joko Widodo.
Seperti diketahui, dalam Undang-undang No.4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), telah diatur tentang hapus buku dan hapus tagih kredit macet bagi bank swasta dan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kemudian, adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan kebijakan pemutihan utang tersebut akan disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang akan terbit pekan depan.
Menyikapi hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan ada beberapa hal teknis yang harus dibicarakan terlebih dahulu. Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, Inggris pada periode 2010—2013 tersebut juga mengingatkan soal potensi risiko moral hazard.
Menerka Arah Divestasi Saham Freeport
Seiring dengan perpanjangan kontrak Freeport melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, nantinya Indonesia akan menambah kepemilikan saham sebesar 10% di Freeport menjadi 61%.
Setelah Indonesia melalui PT Inalum Indonesia berhasil menguasai saham mayoritas PTFI sebesar 51,23%—yang ditandai dengan diserahkannya IUPK operasi produksi pada Juli 2018—perpanjangan izin setelah 2041 bisa dibilang menjadi penentu bagi Indonesia untuk bisa mengendalikan tambang Grasberg di Papua.
Seperti halnya proses mendapatkan perpanjangan izin masa operasi 2x10 tahun setelah berakhirnya kontrak karya (KK) pada 2021, untuk memperoleh perpanjangan izin operasi setelah 2041 juga akan melalui proses yang tidak jauh berbeda.
Selain diminta menambah kepemilikan saham Pemerintah Indonesia di perusahaan tambang itu sebanyak 10% atau menjadi 61%, Freeport juga diwajibkan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) konsentrat tembaga di Papua.
Mengimbangi Pertumbuhan Kuantitas IPO dengan Kualitas
Target pertumbuhan perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu dibarengi juga dengan kualitasnya. Tahun depan, penyelenggara perdagangan efek mematok ada tambahan 66 emiten baru di pasar saham.
BEI menargetkan peningkatan pencatatan menjadi 407 efek baru pada 2025 dengan pencatatan sebanyak 66 saham. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun ini sebesar 62 emiten dan 340 efek. Hingga 18 Oktober, terdapat 25 perusahaan dalam pipeline IPO Bursa.
Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat mengatakan bahwa target jumlah IPO yang terlalu banyak tersebut menunjukkan Bursa masih lebih fokus mengejar kuantitas dibandingkan kualitas. BEI terus meningkatkan jumlah IPO, tetapi banyak perusahaan-perusahaan yang di kemudian hari bermasalah.
Peluang Keuangan Gojek Tokopedia (GOTO) Balik Modal
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dalam waktu dekat akan merilis laporan keuangan kuartal III/2024. Emiten teknologi itu diperkirakan mampu meraih balik modal atau adjusted EBITDA break even pada akhir tahun ini.
Mengutip Bisnis.com yang melansir Terminal Bloomberg, para analis memperkirakan GOTO akan mencetak pendapatan sebesar Rp3,77 triliun pada kuartal III/2024. Realisasi tersebut naik secara tiga bulanan atau quarter-on-quarter (QoQ) dari Rp3,65 triliun pada kuartal II/2024.
Sementara itu, rugi bersih GOTO diperkirakan akan turun menjadi Rp588 miliar di kuartal III/2024, dari Rp1,57 triliun di kuartal II/2024. Apabila diakumulasikan, GOTO diperkirakan meraih pendapatan bersih sebesar Rp11,5 triliun pada periode 9 bulan 2024. Pendapatan ini naik 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,5 triliun.
Menanti Nasib Kelanjutan Megaproyek IKN Nusantara di Tangan Prabowo
Pembangunan megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan tetap berlanjut pada masa pemerintahan Prabowo Subianto.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan Presiden Prabowo tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Pembangunan IKN akan terus berjalan dengan akan ditunjuknya mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN definitif. Pembangunan IKN ini akan dilanjutkan dengan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai sebelum benar-benar berfungsi sebagai pusat pemerintahan.
“Jadi IKN akan diteruskan, yang akan diteruskan dengan sarana-sarana dulu yang harus dilengkapi. Soalnya kemarin, ternyata sarana-sarana dan prasarana belum lengkap,” kata Hashim.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuturkan Presiden Prabowo memberikan arahan agar pembangunan IKN difokuskan untuk menghadirkan pusat legislatif dan yudikatif.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Kilau Industri Keramik Hingga Ekspansi HEAL & SRAJ ke IKN
Ulasan tentang respons positif industri keramik terkait dengan penerapan BMAD, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Jumat (18/10/2024). [906] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #kinerja-astra #hermina #emiten-rumah-sakit #ikn #keramik #bisnis-properti
(Bisnis.Com - Ekonomi) 18/10/24 08:35
v/16638520/
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akhirnya mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) keramik hingga 5 tahun mendatang. Langkah pemerintah ini diyakini dapat mendorong investasi dan perluasan kapasitas produksi.
Adapun, penerapan BMAD keramik impor dari China ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 70/2024 yang berlaku pada 28 Oktober 2024 hingga 5 tahun ke depan. Tarif BMAD ditetapkan di kisaran 14%–94%.
Dengan diberlakukannya BMAD, keramik asal perusahaan China dapat mendorong investasi dan perluasan kapasitas produksi industri di dalam negeri. Kehadiran BMAD dinilai dapat memulihkan tingkat utilisasi produksi keramik nasional ke level 67%—68% pada akhir 2024.
Ulasan tentang respons positif industri keramik terkait dengan penerapan BMAD, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (18/10/2024):
Angin Segar Pasar Properti di Balik Rencana Penghapusan PPN dan BPHTB
Rencana Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memangkas pajak sebesar 16% yang terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% diproyeksikan akan menggairahkan pasar properti.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti berpendapat, pemangkasan pajak di sektor properti tersebut bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional yang memang belakangan tengah mengalami pelemahan.
“Insentif pajak ini mendorong konsumsi masyarakat di tengah ekonomi yang sedang lesu. Kebijakan ini bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari konsumsi,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Kamis (17/10/2024).
Namun demikian, pemerintah ke depan sepatutnya tak hanya fokus menggenjot pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi saja, melainkan perlu juga meningkatkan kinerja investasi untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di lain hal, pemerintah juga perlu fokus meningkatkan kinerja ekspor sejumlah komoditas andalan RI untuk dapat mendorong pertumbuhan RI.
Kilau Menarik Industri Keramik
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan bahwa penerapan BMAD dapat menjadi awal kebangkitan bagi industri keramik nasional yang mengalami tekanan 10 tahun terakhir akibat praktik dumping.
“Industri keramik telah tercidera berat hampir 10 tahun terakhir ini akibat praktik dumping dan telah mengakibatkan sejumlah pabrik berhenti produksi serta tingkat utilisasi produksi nasional mengalami penurunan,” kata Edy, Kamis (17/10/2024).
Menurutnya, utilitas kapasitas produksi nasional saat ini masih dalam tren penurunan. Pada semester pertama 2024, utilitas kapasitas produksi di level 63%, turun dari level 2023 sebesar 69% dan 2022 di level 75%.
Namun demikian, dia meyakini diberlakukannya BMAD keramik asal perusahaan China dapat mendorong investasi dan perluasan kapasitas produksi industri di dalam negeri. Kehadiran BMAD dinilai dapat memulihkan tingkat utilisasi produksi keramik nasional ke level 67%—68% pada akhir 2024.
Investor Asing Serok Saham Astra (ASII) saat Harga Jatuh
Investor asing tercatat memburu saham PT Astra International Tbk. (ASII). Mereka seakan memanfaatkan kinerja jeblok Astra dalam sebulan perdagangan terakhir.
Jika dilihat dari trennya berdasarkan data RTI Business, harga saham ASII turun 0,2% pada perdagangan hari ini, Kamis (17/10/2024) ke level Rp4.950 per saham. Dalam sepekan turun 3,41% dan anjlok 6,16% dalam sebulan perdagangan.
Sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD), saham ASII juga masih di zona merah, yaitu minus 12,39%. Di level harga tersebut, saham ASII diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) 6,32 kali dan price to book value (PBV) 1,01 kali.
Di tengah koreksi harga dan tingkat valuasi yang atraktif itu, saham ASII masih diborong asing. Dalam 20 hari terakhir, saham ASII mencatatkan nilai beli bersih atau net buy asing paling jumbo di pasar saham.
ASII mencatatkan net buy asing sebesar Rp4,49 miliar pada perdagangan kemarin. Perseroan pun mencatatkan net buy asing Rp419,22 miliar dalam sebulan perdagangan.
Momen pemanggilan sejumlah nama calon pengisi kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka membawa kekhawatiran terhadap beban anggaran gaji ASN dalam APBN.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Galau D. Muhammad mengatakan bahwa komposisi kabinet yang berisi banyak menteri dan wakil menteri berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tak bisa dimungkiri bahwa makin banyak jumlah institusi yang dibentuk akan berimbas pada naiknya biaya rutin seperti gaji, fasilitas kantor, dan uang pensiun pejabat tersebut.
"Makin banyaknya wakil menteri yang diangkat berarti akan meningkatkan belanja negara, termasuk gaji para staf pendukung, pengadaan mobil dinas, fasilitas kantor, hingga pembayaran gaji pensiun bagi menteri dan wakil menteri tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (17/10/2024).
Munculnya tanggungan baru tersebut pasalnya memperparah kerentanan fiskal Tanah Air. Alasannya, tahun depan terdapat utang jatuh tempo bernilai jumbo. Tercatat, utang jatuh tempo pemerintah pusat pada tahun depan senilai Rp800,33 triliun, belum termasuk kewajiban pembayaran bunga utang yang lebih dari Rp500 triliun.
Potensi Hermina (HEAL) & Mayapada (SRAJ) Usai Ekspansi di IKN
Dua emiten kesehatan, yaitu PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) melakukan ekspansi rumah sakit di Ibu Kota Nusantara/IKN. Aksi korporasi yang bisa menjadi katalis positif di pasar saham.
Rumah sakit menjadi salah satu instrumen penting dalam kehidupan masyarakat. Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa di daerah, ekspansinya belum semasif kota-kota besar.
Itu sebabnya dia berpandangan ada potensi yang sangat besar ketika emiten memperluas jangkauannya ke daerah. Apalagi IKN bakal menjadi kota baru dan banyak pekerja yang pindah ke sana.
Nafan menjelaskan bahwa keberadaan rumah sakit sangat diperlukan agar fasilitas kesehatan di IKN bisa sangat memadai ke depannya. Terlebih, ekspansi rumah sakit di IKN juga dapat mendukung program target pertumbuhan ekonomi di era kepemimpinan Prabowo Subianto sebesar 8%.
Top 5 News: Sentimen Astra (ASII) hingga DANA - OVO Dalam Pusaran Judi Online
Sentimen penggerak saham ASII menjadi salah satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (12/10/2024). [919] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #top-5-news #kinerja-saham #kinerja-asii #astra #grup-astra #judi-online #transaksi-judi-online #dompet-digital #gopay #ovo #dana #e-wallet-transaksi-judi-online #asurans
(Bisnis.Com - Market) 12/10/24 08:06
v/16342699/
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja PT Astra International Tbk. (ASII) baik secara keuangan maupun saham tidak cukup memuaskan pada tahun ini. Meski demikian, masih ada sentimen yang akan memperbaiki kinerja emiten tersebut di sisa 2024.
Sentimen penggerak saham ASII menjadi salah satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (12/10/2024).
Selain itu, beberapa berita komprehensif lainnya turut disajikan seperti transaksi judi online di dompet digital, transisi bisnis emiten batu bara hingga target tinggi penetrasi asuransi di era Prabowo Subianto. Berikut selengkapnya.
Top 5 News: Sentimen Astra (ASII) hingga DANA - OVO Dalam Transaksi Judol
Salah satu kontributor utama pendapatan ASII adalah sektor otomotif. Perseroan merupakan penguasa pasar di bidang tersebut. Akan tetapi industri tersebut sedang tidak baik.
Penjualan mobil domestik masih mengalami tren yang lemah pada September 2024 atau hingga kuartal III/2024.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil secara wholesales mencapai 72.667 unit pada September 2024. Realisasi tersebut turun 9,1% secara tahunan (YoY).
Sementara angka penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen sebesar 72.366 unit pada September 2024. Angkanya ambles 10,6% YoY.
PT Toyota Astra Motor (TAM) yang dinaungi oleh ASII masih mencatatkan kinerja penjualan yang lesu. "Penjualan terdapat sedikit koreksi," kata Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy kepada Bisnis,
Meski begitu, menurutnya TAM masih memiliki pangsa pasar yang kuat. "Market share meningkat ke angka 33,1% secara retail," ujarnya.
2. DANA, OVO hingga Gopay Tersandung Transaksi Judi Online
Upaya pemerintah memberantas perjudian daring menemui perkembangan baru. Terayar, platform pembayaran digital, DANA hingga OVO menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan untuk transaksi judi online.
Kementerian Komunikasi dan Informatikan mendapati bahwa transaksi judi online di e-wallet DANA mencapai Rp5,37 triliun, tertinggi dibandingkan dengan dompet digital lainnya.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pemerintah telah menegur keras perusahaan-perusahaan penyedia e-wallet yang memfasilitasi penjudi online. “Ada lima perusahaan yang memfasilitasi perjudian online. Kami tindak tegas jika membandel," katanya.
Menurut data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), lima perusahaan e-wallet tersebut adalah PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA), PT Visionet Internasional (OVO), PT Dompet Anak Bangsa (GoPay), PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), serta PT Airpay International Indonesia (ShopeePay).
“E-wallet Espay [DANA] nilai transaksinya paling tinggi, sekitar Rp 5,4 triliun dengan 5,7 juta transaksi yang terkait judi online, “ ucap Budi Arie Setiadi.
3. Keadaan yang Memaksa INDY, TOBA, dan ADRO Lakukan Transisi Bisnis
Emiten pertambangan batu bara seperti PT Indika Energy Tbk (INDY), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melakukan transisi bisnis menuju energi bersih. Keadaan seakan memaksa mereka untuk berinovasi.
Analis berpandangan hal tersebut dilakukan agar perusahaan bisa mendapatkan pendanaan yang lebih mudah ke depan. Saat ini arah bisnis global mengarah pada energi terbarukan.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Adityo Nugroho mengatakan bahwa saat ini terdapat kesulitan bagi perusahaan-perusahaan batu bara memperoleh kredit atau pendanaan dari perbankan.
"Ke depan, target emisi akan berpengaruh ke kemudahan aksesibilitas pendanaan perusahaan batu bara. Itu yang membuat INDY, TOBA, dan ADRO untuk mendiversifikasi bisnisnya," katanya.
Dari proyek-proyek transisi tersebut, Adityo menjelaskan bahwa investor perlu membedah ke mana perusahaan-perusahaan tersebut mengalihkan bisnisnya.
Dia mencontohkan sumber pendapatan dari INDY dan ADRO saat ini sebagian besar berasal dari tambang batu bara. Apabila perusahaan tersebut melepas bisnis emas hitam, maka sumber pendapatannya akan berkurang.
4. Target Tinggi Penetrasi Asuransi Era Prabowo
Penetrasi asuransi di Indonesia terhitung masih sangat kecil bahkan trennya turun. Dalam pemerintahan baru Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan penetrasi asuransi dapat mencapai 3,2% dengan densitas berada di level Rp2,4 juta per penduduk.
Target tersebut seiring dengan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuaransian Indonesia 2023-2027 yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun posisi per 2023, penetrasi dan tingkat densitas asuransi Indonesia berada di level 2,59% dan Rp1,94 juta.
Untuk diketahui, penetrasi asuransi adalah tingkat premi industri asuransi dibandingkan nilai produk domestik bruto (PDB). Sedangkan densitas asuransi adalah rata-rata uang yang masyarakat sisihkan untuk produk asuransi dalam satu tahun.
Pentrasi asuransi di Indonesia masih tertinggal jauh dari sejumlah negara, seperti Malaysia 4,8%, Australia 3,3%, Brazil 3,3%, Jepang 7,1%, Singapura 11,4%, dan Afrika Selatan 12,6%.
Tantangan penetrasi dihadapi oleh Indonesia, terutama karena karakteristik negara yang terdiri dari ribuan pulau. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, mengatakan bahwa masalah penetrasi tidak hanya di Jawa saja, tetapi juga di wilayah-wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Menurut Iwan digitalisasi dalam bisnis asuransi penting untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, harapannya ini dapat meningkatkan penetrasi.
5. BI Proyeksi Rapor Penjualan Eceran Melemah, Sejalan dengan Tren Deflasi September 2024
Kinerja penjualan eceran pada September 2024 diperkirakan turun seolah mengonfirmasi tren deflasi bulanan pada September 2024 atau bulan kelima penurunan harga sepanjang tahun ini.
Berdasarkan Laporan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) yang dikutip Jumat (11/10/2024), kinerja penjualan eceran bakal tumbuh melambat secara tahunan dan turun secara bulanan.
Hal itu terlihat pada Indeks Penjualan Riil (IPR) diprakirakan 210,5 pada September 2024 atau tumbuh 4,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) atau lebih rendah dari realisasi pada Agustus 2024 dengan 5,8% YoY.
Proyeksi itu ditopang oleh kinerja kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 8,7% YoY, Suku Cadang dan Aksesori sebesar 4,2% serta Subkelompok Sandang sebesar 3,1%.
“Namun, IPR kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat melambat dengan pertumbuhan 6,3% YoY sehingga menahan pertumbuhan IPR secara keseluruhan pada September 2024,” ditulis laporan tersebut.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari IPO BUMN, Impor Sapi, Hingga Kasus BREN dan CUAN
Ulasan tentang dua BUMN yang disiapkan untuk IPO, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis lainnya. [806] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #ipo-bumn #saham-bren #cuan #kasus-jiwasraya #impor-sapi #program-hunian #probowo-gibran
(Bisnis.Com - Market) 11/10/24 08:27
v/16291395/
Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disiapkan pemerintah untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Masing-masing punya pertimbangan yang perlu dimatangkan.
BUMN itu di antaranya adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Ulasan tentang dua BUMN yang disiapkan untuk IPO, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (11/10/2024):
Program Mustahil Prabowo: Impor 1,5 Juta Sapi Perah
Wacana impor 1,5 juta sapi perah dinilai sulit atau bahkan mustahil terwujud untuk mendukung program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Impor Sapi telah menjadi wacana menjelang pergantian presiden dari Joko Widodo – Ma`ruf Amin ke Prabowo – Gibran. Langkah ini dimaksudkan untuk mendukung produksi susu sebagai bagian dari program tersebut.
Di tengah wacana itu, pengamat pertanian menyebut bahwa rencana importasi ini akan sulit direalisasikan. Pemerintah dinilai akan lebih memilih mendatangkan langsung susu sapi, alih-alih sapi perah jutaan ekor.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai kemungkinan besar impor sapi perah dengan jumlah jumbo itu tidak akan terjadi. Justru sebaliknya, Dwi memperkirakan pemerintah akan mengimpor susu sapi dalam jumlah yang jumbo.
Dia memandang, sampai saat ii belum jelas instansi mana yang akan memelihara 1,5 juta sapi impor tersebut. Pun bila ada, dia mempertanyakan kemampuan hitung-hitungan untung rugi dalam pemeliharaan sapi perah impor di Indonesia.
Kesiapan IPO BUMN; Inalum Tunggu Investor, PHE Fokus Genjot Produksi
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa rencana IPO Inalum bakal dimatangkan setelah masuknya investor baru di proyek ekspansi smelter Kuala Tanjung, Sumatera Utara. “Ada dua calon yang sudah kita seleksi,” katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Kartika menjelaskan bahwa Kementerian BUMN telah mematangkan final investment decision (FID) untuk menjalankan proyek peningkatan kapasitas produksi itu.
Sementara untuk PHE, tambah pria yang disapa Tiko itu, ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan sebelum nantinya dipertimbangkan untuk menggelar IPO.
PHE saat ini sedang difokuskan untuk menggenjot eksplorasi dan produksi, serta meningkatkan merger and acquisition (M&A) di luar negeri.
Ambisi Besar Prabowo – Gibran Bangun 15 Juta Hunian Terjangkau Dalam 5 Tahun
Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan membangun 15 juta unit hunian dalam periode 2024—2029. Rencananya, setiap tahunnya, Prabowo bangun 3 juta hunian dengan perincian 1 juta berada di perkotaan dan 2 juta berada di perdesaan.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintahan baru mendatang memberikan perhatian besar terhadap sektor perumahan melalui program pembangunan 3 juta rumah per tahun dan rencana pembentukan kembali Kementerian Perumahan.
Menurutnya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto sejak lama telah sering menyebut dan membahas tentang gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting, serta pentingnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dia menilai masalah stunting bukan hanya disebabkan oleh gizi anak yang buruk, tetapi semua belajar bahwa tempat tinggal dan lingkungan juga memengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Oleh karena itu, untuk memberantas stunting dan mengentaskan kemiskinan masyarakat dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh termasuk pentingnya anak dan keluarga Indonesia tinggal di rumah layak huni dengan lingkungan perumahan yang baik.
Mengejar Target Belanja Produk Lokal
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, capaian realisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang telah dibelanjakan kementerian/lembaga mencapai Rp483 triliun per 16 September 2024.
“Baru 41,7% dari total nilai rencana belanja pengadaan yang diumumkan di SiRUP [Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan] yang mencapai Rp1.159 triliun,” kata Agus dalam Rapat Kerja Tim Nasional P3DN, Selasa (8/10/2024).
Menperin mengatakan, masih ada waktu untuk mengejar belanja pengadaan PDN untuk tahun ini. Dia pun yakin hasil tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut mengingat Pokja Timnas P3DN yang dibantu oleh Tim P3DN masing-masing instansi sudah saling bersinergi.
Untuk mempercepat penyerapan, pemerintah telah mendorong sistem peningkatan penggunaan produk dalam negeri, yang juga sudah terbentuk. Dalam hal ini, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pengawasan, hingga pemberian penghargaan kinerja P3DN pun sudah dilakukan.
Serupa tapi Tak Sama antara Kasus BREN dan CUAN dengan Asabri & Jiwasraya
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tengah dalam pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena adanya indikasi perdagangan semu atau manipulasi pasar di saham. Kasus yang mirip tapi tak sama dengan PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Mengacu pada Undang-Undang No 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, praktik perdagangan semu atau manipulasi pasar saham adalah tindakan yang dilarang.
Hal itu dipaparkan pada Bab XI. Isinya soal berbagai larangan kegiatan perdagangan efek yang mengandung unsur penipuan, manipulasi pasar, dan perdagangan orang dalam.
Ketentuan tersebut melarang dilakukannya serangkaian transaksi efek oleh satu pihak atau beberapa pihak yang bersekongkol sehingga menciptakan harga efek yang semu di Bursa karena tidak didasarkan pada kekuatan permintaan jual atau beli yang sebenarnya dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau pihak lain.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Lirikan Jepang ke IKN hingga Emiten Prajogo Akuisisi Shell
Jepang mulai melirik IKN sebagai salah satu titik investasi. Di sisi lain, emiten Prajogo Pangestu Chandra Asri mengakuisisi Shell Energy di Singapura. [948] url asal
#top-5-news #top-5-news-bisnisindonesia-id #bandara-ikn #investasi-jepang #ikn #ikn-nusantara #asuransi #chandra-asri #tpia #singapura #shell #bumn #saham-bumn #emiten-bumn #eudr #uu-anti-deforestasi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 05/10/24 11:19
v/16007557/
Bisnis.com, JAKARTA – Setelah dinyatakan lolos uji coba terbang maupun pendaratan, Bandara Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai dilirik investor asing. Teranyar, Jepang menyatakan ketertarikannya pada peluang kerja sama dan investasi di Bandara IKN dan Balikpapan.
Lirikan Jepang menjadi satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (5/10/2024). Berikut selengkapnya.
1. Lirikan Jepang ke Bandara IKN
Ketertarikan Negeri Matahari Terbit diketahui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Menteri Infrastruktur dan Pariwisata Jepang bersama Japan Airport Consultant.
Dalam unggahan media sosial Budi Karya disebutkan pertemuan dengan perwakilan Minister of Land Infrastructure and Tourism Jepang serta Japan Airport Consultant dilakukan untuk membahas peluang kerja sama dan investasi Jepang di Bandara Balikpapan dan IKN Nusantara.
“Kami membahas soal peluang kerja sama dan investasi Bandara Balikpapan dan Bandara Nusantara IKN,” tulis Budi Karya.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyampaikan pertemuan dengan pihak Jepang merupakan pembahasan dan penjajakan awal kerja sama. “Masih pembahasan dan penjajakan awal saja kok, belum ada yang bisa disampaikan ke publik lebih jauh,” jelas Adita.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan Jepang menyatakan ketertarikannya untuk membangun dan mengoperasikan sejumlah bandara di Indonesia. Salah satu bandara yang diincar investor Jepang adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan di Balikpapan.
2. Waktu yang Tepat Akumulasi Saham BUMN
Indeks saham BUMN pilihan atau IDX BUMN20 tengah mengalami tekanan karena peralihan minat investor ke pasar China dan penurunan suku bunga. Hal tersebut bisa dimanfaatkan pelaku pasar dengan menunggu ayunan ke atas.
Indeks saham BUMN melemah 0,66% ke angka 399,01 pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (4/10/2024). Selama satu pekan, merosot 2,09%.
Tim Riset Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer mengatakan bahwa penurunan saham perbankan dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh foreign outflow yang cukup besar disebabkan oleh investor asing merespons bergulirnya paket stimulus pemerintah China.
“Pelaku pasar juga terlihat melakukan aksi take profit pada saham-saham perbankan, yang sebelumnya reli akibat penurunan tingkat suku bunga BI dan The Fed. Kedua faktor ini menjadi penyebab utama turunnya saham big caps,” ujarnya kepada Bisnis.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa dari sisi domestik, kinerja pertumbuhan kredit per Agustus 2024 turut mengalami perlambatan.
Namun, Nafan optimistis ada potensi pertumbuhan kredit dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan kebijakan pelonggaran moneter yang berjalan lebih cepat dari panduan, serta dilakukan secara bertahap oleh bank sentral Indonesia.
3. 8 Perusahaan Asuransi Dalam Pengawasan Khusus
Otoritas memperketat pengawasan terhadap industri asuransi di Indonesia untuk memastikan kesehatan keuangan perusahaan. Hingga akhir September 2024, tercatat delapan perusahan asuransi dan reasuransi berada dalam pengawasan khusus.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan periode 2022, yang tercatat 12 perusahaan asuransi dan reasuransi dalam pengawasan khusus.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, memastikan OJK terus melakukan pengawasan intens terhadap perusahaan-perusahaan yang berada dalam kategori pengawasan khusus ini.
“Sebagaimana komitmen OJK yang secara simultan melakukan penanganan terhadap current issues dan pengembangan industri ke depan, terhadap perusahaan asuransi/reasuransi dalam status pengawasan khusus tersebut, OJK melakukan pengawasan secara intens, untuk memastikan perusahaan tersebut mampu mengatasi penyebab dikenakannya status pengawasan khusus,” kata Ogi.
Ogi menjelaskan pengawasan khusus tersebut diterapkan karena adanya indikasi ketidakmampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi ketentuan tentang Risk-Based Capital (RBC) dan ekuitas minimum yang ditetapkan oleh OJK. RBC adalah ukuran penting yang menunjukkan seberapa kuat modal suatu perusahaan asuransi dalam menanggung risiko-risiko yang dihadapinya.
4. Momentum Baru Indonesia Usai UU Anti Deforestasi (EUDR) Ditunda
Langkah Komisi Eropa menunda pemberlakuan Undang-undang Anti Deforestasi atau EU Deforestation Regulation (EUDR) menjadi angin segar bagi industri perkebunan dalam negeri menjaga kinerja sekaligus memperjuangkan keuntungan bersama dari beleid tersebut.
UU Anti Deforestasi sejatinya mulai diberlakukan pada 30 Desember 2024. Dalam aturan tersebut, Komisi Eropa mewajibkan perusahaan pengimpor membuktikan bahwa rantai pasok mereka tidak menyebabkan perusahakan hutan dunia atau akan dikenakan denda yang besar.
Beberapa komoditas yang disasar adalah kedelai, daging sapi, kakao, kopi, minyak sawit, kayu, karet dan produk turunannya. Meski begitu, kebijakan ini berpotensi baru akan berlaku pada 30 Desember 2025.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyambut baik pengumuman usulan penundaan EUDR. Langkah ini diyakini dapat memberikan waktu bagi industri untuk mengambil langkah terbaru agar EUDR dapat menguntungkan kedua belah pihak.
“Pada prinsipnya Gapki akan terus bersama pemerintah dan terus berusaha agar ekspor kita ke Uni Eropa dapat sesuai dengan aturan EUDR, waktu 1 tahun ini akan terus dimanfaatkan untuk mempersiapkan ini,” katanya.
Dalam setahun ke depan, Gapki bertekad untuk terus memberikan masukan mana yang memberatkan atau bahwa tidak sesuai dengan UU di Indonesia. Strategi itu ditempuh agar Benua Biru dapat menerima berbagai keberatan yang dilayangkan oleh industri termasuk dari Tanah Air.
5. Target Chandra Asri (TPIA) Usai Akuisisi Shell Energy di Singapura
Emiten milik Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk bersama Glencore plc mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Konsorsium telah menandatangani perjanjian jual beli dengan Shell Singapore Pte. Ltd. untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan SECP. Proses ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.
Direktur Utama & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyatakan bahwa akuisisi ini sejalan dengan strategi pertumbuhan Chandra Asri Group untuk menuju global, memperluas bisnis kami di sektor energi, kimia, dan infrastruktur tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
"Chandra Asri Group berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan bagi Indonesia. Langkah strategis untuk mengakuisisi aset SECP merupakan salah satu kontribusi kami terhadap pengembangan industri lokal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
Aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk produk kimia. Lewat akuisisi alah satu kilang minyak dan pusat perdagangan terbesar di dunia itu, perusahaan akan menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk mendukung berbagai industri di Indonesia.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Koleksi Saham Pembagi Dividen, Transformasi Pendidikan RI, dan CTRA di IKN
Ulasan tentang aksi pengelola dana raksasa mengumpulkan portofolio saham pembagi dividen, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Kamis (3/10/2024). [862] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #kinerja-saham #dividen #harga-minyak #pembangunan-ikn-nusantara #ciputra #pendidikan
(Bisnis.Com - Market) 03/10/24 06:43
v/15894763/
Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa investor kakap atau “ikan-ikan besar” tercatat mengumpulkan saham di beberapa emiten yang mau membagikan dividen interim pada periode tahun buku 2024.
Berdasarkan data terminal Bloomberg, BlackRock tercatat mengakumulasi sebanyak 88.501 saham AALI selama lima hari perdagangan terakhir. Per tanggal 25 September 2024, BlackRock tercatat masih memiliki sebanyak 8,88 juta saham AALI. Kepemilikan BlackRock pada AALI bertambah menjadi 8,97 juta saham per Selasa, (1/10/2024).
Selain BlackRock, JP Morgan tercatat memborong saham UNTR menjelang pembagian dividen. JP Morgan menambah kepemilikannya menjadi 9,605 juta lembar dari sebelumnya 9,6 juta saham.
Demikian pula dengan Charles Schwab Corp yang menambah kepemilikannya di UNTR menjadi 7,78 juta saham, Credit Agricole menjadi 4,46 juta kepemilikan, serta American Century Cos Inc yang menambah kepemilikannya menjadi 3,28 juta saham.
Ulasan tentang aksi korporasi bagi-bagi dividen interim yang membuat pengelola dana raksasa mengumpulkan portofolio saham perseroan tersebut, menjadi salah satu pilihanBisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Kamis (3/10/2024):
Bank Jatim (BJTM) Setor Modal Bentuk KUB dengan Bank Banten (BEKS)
Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Jawa Timur Tbk. memutuskan untuk turut menyetorkan modal senilai Rp10 miliar terkait dengan pembentukan Kelompok Usaha Bank atau KUB dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.
Keputusan itu merupakan bagian kedua dari tiga mata acara yang diambil keputusannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jatim yang berlangsung pada Kamis (26/9/2024).
Dalam dokumen hasil RUPS yang ditandatangani oleh Notaris Sitaresmi Puspadewi Subianto, terungkap bahwa agenda RUPS terdiri dari tiga mata acara. Pertama, persetujuan terhadap perubahan anggaran dasar perseroan yang disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah.
Kedua, mata acara persetujuan aksi korporasi perseroan berupa penyertaan modal kepada Bank Banten senilai Rp10 miliar yang selanjutnya dilanjutkan dalam proses tahapan KUB.
Ketiga, perubahan susunan pengurus perseroan dengan mengangkat Komisaris Independen Dadang Setiabudi. Pengangkatan Dadang Setiabudi itu akan berlaku efektif setelah dinyatakan lulus penilaian kemampuan dan kepatutan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Arus “Ikan-Ikan Besar” ke Saham Pembagi Dividen
Beberapa emiten bersiap untuk membagikan dividen interim pada periode tahun buku 2024. Hal tersebut dimanfaatkan oleh “ikan-ikan besar” (big fish) atau investor kakap mendulang untung dengan mengoleksi sahamnya.
Salah satu perusahaan yang berencana membagikan dividen interim adalah PT Astra Agro Lestari Tbk. Emiten dengan kode saham AALI itu akan menebar Rp84 per saham atau setara dengan Rp161,6 miliar.
Anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) lain yang melakukan aksi korporasi serupa adalah PT United Tractors Tbk. (UNTR). Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp667 per saham atau total Rp2,42 triliun.
Aksi korporasi bagi-bagi dividen interim membuat pengelola dana raksasa mengumpulkan portofolio saham perseroan tersebut.
Cerita Nadim Soal Transformasi Radikal Dunia Pendidikan
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim hadir pada hari kedua gelaran Gateway Studi Visit Indonesia (GSVI) 2024 di Sanur, Rabu (2/10/2024). Dia memaparkan, betapa radikalnya transformasi dunia pendidikan di Indonesia.
Gateways merupakan inisiatif global UNESCO dan Unicef bagi negara-negara untuk membangun dan meningkatkan platform pembelajaran digital bagi publik. GSVI 2024 diikuti oleh delegasi dari 20 negara untuk mendengarkan pelajaran transformasi pendidikan di Indonesia melalui intervensi teknologi digital.
Berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa, 400.000 sekolah, 4.000 guru dan 60 juta siswa, Indonesia dipandang sebagai negara dengan skala dan kompleksitas besar yang telah sukses melakukan transformasi pendidikan melalui strategi inovasi digital dan teknologi.
Nadiem menekankan bahwa hal yang lebih penting adalah skala perubahannya, karena betapa radikalnya transformasi yang ditargetkan di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.
Timur Tengah Memanas, Minyak Mendidih, dan Emiten Migas Meninggi
Semakin panasnya konflik di Timur Tengah seiring dengan serangan balasan yang dilancarkan Iran ke Israel membuat harga minyak dunia mendidih. Di Indonesia, saham emiten minyak dan gas (migas) meninggi.
Pada penutupan perdagangan Bursa, Rabu (2/10/2024), saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik dengan persentase tertinggi.
Emiten keluarga Panigoro tersebut mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 8,95% menuju level Rp1.400. Secara tahunan (YtD), Perseroan mencetak pertumbuhan 20,17%.
Tertinggi persentase kedua adalah PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) yang tumbuh 8,87% menjadi Rp1.350 per saham pada hari ini. Meski begitu, secara tahunan masih turun 11,48%.
Menilik Penyebab Ciputra Group (CTRA) Belum Bangun Proyek Properti di IKN
PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) menjadi pelopor pengembang properti yang berkomitmen berinvestasi dan turut serta membangun proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada market sounding Oktober 2022.
Hanya saja, hingga groundbreaking tahap 8, emiten berkode CTRA ini belum merealisasikan rencana pembangunan proyek properti di IKN.
Rencananya, CTRA akan membangun proyek kawasan terpadu berkonsep bisnis seluas 302 hektare di IKN. Kawasan ini berbasis MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition), hotel, mal, dan residensial.
Selain membangun township terintegrasi, Ciputra memang berencana membangun proyek rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Namun, pembangunan proyek CTRA di IKN akan dimulai jika pengembangan yang dilakukan pemerintah sudah mendekati lokasi lahan yang dibidik Ciputra. Saat ini, pengembangan IKN yang dilakukan pemerintah baru masuk ke tahap 1B dan masih menunggu tahap 1C.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Spin Off Asuransi, Kredit Perorangan hingga Adopsi Cloud
Spin off asuransi menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id. [981] url asal
#top-5-news #top-5-news-bisnisindonesia-id #spin-off-asuransi #asuransi #cloud #teknologi #kredit #penyaluran-kredit-perorangan #penghiliran #hilirisasi #penghiliran-kelapa #alat-berat
(Bisnis.Com - Finansial) 28/09/24 09:10
v/15663205/
Bisnis, JAKARTA --- Proses spin off usaha syariah (UUS) perusahaan asuransi paling lambat harus selesai akhir 2026 meski lini bisnis usaha asuransi syariah di Indonesia terhitung masih minim.
Saat ini, terdapat 41 perusahaan asuransi dan reasuransi yang telah menyampaikan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) kepada OJK. Dari total itu, 29 UUS melakukan pendirian perusahaan sendiri dan 12 UUS memilih pengalihan portofolio.
Spin off ini menjadi satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (28/9/2024). Berikut selengkapnya.
1. Upaya Kerja Target Spin Off Asuransi
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menjelaskan, bagi perusahaan yang tidak akan membentuk perusahaan asuransi syariah, OJK meminta perusahaan untuk mengalihkan portofolio syariah yang ada saat ini ke perusahaan asuransi syariah yang sudah memiliki izin usaha sehingga hak pemegang polis tetap dapat dipenuhi.
Pengalihan ini, kata dia, merupakan transaksi usaha yang biasa dan akan tergantung pada kesepakatan perusahaan asuransi yang akan mengalihkan dan yang akan menerima. “Kami terus mengawasi proses ini dan juga mengkaji langkah selanjutnya jika transaksi ini tidak dapat dilaksanakan,” kata Iwan kepada Bisnis, dikutip Jumat (26/9/2024).
Iwan menjelaskan, pemisahan UUS telah diamanatkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomo11 Tahun 2023. Sesuai amanat regulasi itu, pemisahan UUS asuransi dapat dilakukan dengan dua cara, yakni mendirikan perusahaan asuransi syariah atau perusahaan reasuransi syariah baru, atau mengalihkan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan asuransi syariah atau perusahaan reasuransi syariah yang sudah memiliki izin usaha.
Syarat yang harus dipenuhi antara lain dana tabarru’ dan dana investasi peserta UUS telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai dana asuransi, dana tabarru’, dan dana investasi peserta pada perusahaan induknya.
2. Perorangan yang Kian Kepayahan
Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat, kontribusi rumah tangga terhadap laju perekonomian kira-kira mencapai 54%—55%. Lebih dari separuh dari kontribusi komponen pengungkit pertumbuhan ekonomi lainnya seperti konsumsi pemerintah, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, ekspor-impor, dan investasi.
Data ini menunjukkan konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri melaju lebih tinggi lagi. Persoalannya, konsumsi rumah tangga pada tahun ini cenderung kurang bertenaga. Segmen rumah tangga yang mengandalkan perorangan, benar-benar sedang kepayahan.
Melihat data Bank Indonesia pada Agustus 2024, penyaluran kredit untuk golongan perorangan tumbuh 5,7% year-on-year (YoY) dengan nilai outstanding Rp3.417,1 triliun. Kelompok perorangan itu berkontribusi sekitar 46% dari total kredit sampai dengan Agustus 2024 yang mencapai Rp7.441,9 triliun.
Meski masih tercatat tumbuh, pergerakan pada Agustus tahun ini cenderung melambat. Pertumbuhan kredit perorangan itu jauh di bawah angka sebelum pandemi Covid-19 pada 2019 yang mencapai 8,8%. Sebaliknya, permintaan oleh korporasi melaju hingga 15,7% YoY pada Agustus 2024 dengan nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp3.964,1 triliun.
3. Mengatasi Tantangan Bisnis Era Digital Adopsi Teknologi Cloud
Seiring dengan percepatan adopsi cloud, digital native business (DNB) di Asia menghadapi tantangan keamanan dan kompleksitas teknologi yang semakin meningkat, dan menimbulkan risiko bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
DNB merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi digital secara agresif, menjadikan teknologi canggih sebagai DNA mereka. Bisnis generasi era digital (DNB) muncul di era internet dan dibangun menggunakan teknologi terkini yang tersedia saat diciptakan.
Menurut IDC, DNB diperkirakan akan menghabiskan US$128,9 miliar untuk teknologi pada 2026, dengan pertumbuhan pengeluaran tertinggi dalam teknologi berbasis cloud sekitar 37,3%, sementara perangkat lunak non-cloud 16%, dan layanan teknologi informasi 11%.
Studi Akamai Technologies bertajuk Asia’s Digital Native Businesses Priorities Security for Sustainable Growth mengungkap bahwa 3 dari 4 DNB di wilayah ini menggunakan teknologi cloud dengan fokus pada efisiensi dan produktivitas.
“Sekitar 29% bahkan telah melakukan migrasi sepenuhnya ke cloud,” kata Kepala Teknologi Akamai Jay Jenkins saat acara Editors’ Roundtable: Studi Terbaru Akamai “Asia’s Digital Native Businesses Prioritize Security for Sustainable Growth.
4. Skenario Pengungkit Penghiliran Komoditas Kelapa
Penghiliran menjadi agenda penting untuk pengembangan komoditas kelapa. Sebagai tanaman berbasis rakyat, komoditas kelapa di Tanah Air masih menyimpan potensi tersembunyi yang bisa dioptimalkan.
Adapun program penghiliran atau hilirisasi kelapa menjadi bagian dari amanat RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) akan merisilis Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2024-2025, salah satu yang digaungkan adalah mencari nilai tambah dari komoditas kelapa untuk di ekspor.
Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Leonardo A.A Teguh Sambodo mengatakan kelapa menjadi salah satu komoditas utama untuk ekspor selain komoditas kelapa sawit dan batu bara. Mengingat, pengekspor kelapa dan produk turunannya menjadi yang terbesar ke-2 di dunia, hanya kalah dalam nilai dan ragam dibandingkan dengan Filipina.
Hanya saja, saat ini ekspor kelapa Indonesia masih bertumpu pada produk mentah atau kelapa bulat. Tercatat, sebanyak 756,98 juta kelapa bulat masih di ekspor dengan pajak ekspor 0%. Sedangkan sebanyak 52,34% pemanfaatan dalam bentuk kopra untuk diolah menjadi minyak kelapa.
5. Alat Berat Butuh Stimulus Agar Tak Berkarat
Industri alat berat membutuhkan kemudahan importasi komponen yang menjadi kunci agar persaingan antara produsen lokal dan agen completely built up (CBU) dapat berjalan tetap sehat.
Baru-baru ini, Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) meminta atensi pemerintah mendorong produksi alat berat dalam negeri melalui kemudahan importasi komponen atau bahan baku.
Ketua Umum Hinabi Giri Kus Anggoro mengatakan, kebutuhan impor bahan baku untuk alat berat masih besar, sementara industri tengah berupaya menjaga daya saing produk lokal agar tak kalah saing dengan impor alat berat completely built-up (CBU) yang lebih murah.
"Untuk bisa lebih bersaing dengan barang impor built-up yang relatif lebih murah karena adanya FTA [free trade agreement], maka yang pertama adalah kemudahan importasi bahan baku untuk industri, mengingat 40-50% komponen alat berat masih impor," kata Giri kepada Bisnis, awal pekan ini.
Dia mencontohkan komponen berupa ban alat berat yang masih sulit diproduksi dalam negeri sesuai kebutuhan nasional. Padahal, kebutuhan ban untuk industri alat berat cukup besar yakni rata-rata 4.000-5.000 unit per tahun dengan nilai berkisar Rp70 miliar--Rp80 miliar.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Mewaspadai Aksi Profit Taking Hingga Polemik IPL
Ulasan tentang koreksi harga saham big caps yang dinilai sebagai aksi profit taking, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Jumat (27/9/2024). [964] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #kinerja-saham #ihsg #prabowo #jepang #batu-bara #emiten-otomotif #ipl #pungutan-pajak
(Bisnis.Com - Market) 27/09/24 07:36
v/15614984/
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tengah berada dalam fase antiklimaks setelah terus-terusan menembus rekor baru. Salah satu penyebabnya adalah adanya aksi ambil untung atau profit taking dari para investor.
Level tertinggi atau all time high (ATH) IHSG ada di 7.900 pada pekan lalu, Kamis (19/9/2024). Sementara dalam seminggu terakhir, indeks komposit sudah merosot 1,13% meski masih terapresiasi 6,44% sepanjang tahun ini.
Saham-saham dengan kapitalisasi jumbo atau big caps tercatat turun. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) misalnya, terjun 34,97%. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) minus 0,47% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,93%.
Ulasan tentang tentang koreksi harga saham big caps itu yang dinilai sebagai aksi profit taking setelah menyentuh rekor tertinggi, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (27/9/2024):
Menghalau Rintangan Proyek DME Batu Bara
Proyek penghiliran batu bara berupa gasifikasi alias mengubah emas hitam menjadi produk gas atau dimethyl ether (DME) di Tanah Air masih belum menunjukkan perkembangan apapun.
Kendati pemerintah telah menyiapkan tiga insentif utama untuk memacu penghiliran batu bara di dalam negeri, termasuk untuk proyek DME, program peningkatan nilai tambah emas hitam itu tetap saja sulit tercapai.
Khusus untuk DME, pemerintah bahkan telah mencanangkan proyek gasifikasi tersebut sebagai alternatif pengganti gas alam cair (liquefied petroleum gas/LPG) yang selama ini banyak diperoleh melalui impor hingga mencapai 6 juta ton per tahun.
Dengan kemampuan produksi LPG di dalam negeri yang ditargetkan 1,97 juta ton per tahun hingga 2024, sedangkan kebutuhan domestik yang terus meningkat di atas 8,5 juta ton, berdampak pada impor LPG yang terus bertambah.
Namun, nyatanya proyek DME hingga kini masih mengambang bahkan bisa dibilang terancam gagal terealisasi, terutama setelah Air Products & Chemical Inc. menyatakan mundur dari proyek DME yang akan digarap PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) bersama PT Pertamina (Persero) dan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol bersama anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Hati-Hati Investor Amankan Keuntungan di Pasar Saham
Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berada dalam tren konsolidasi dan menjelang pelantikan presiden membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung atau profit taking.
Hal itu sejalan dengan pernyataan perbankan investasi asal Amerika Serikat (AS), J.P. Morgan yang menyarankan agar investor mengamankan beberapa keuntungan setelah terjadi reli di pasar saham Indonesia baru-baru ini.
Selanjutnya, JP Morgan merekomendasikan agar investor lebih banyak fokus kepada saham-saham berkualitas karena faktor risiko politik dapat memicu volatilitas pasar.
“Pengumuman kabinet baru setelah inagurasi Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 dan pemilu di AS pada November 2024 kemungkinan akan menciptakan downside risk,” tulis Analis J.P. Morgan Henry Wibowo dalam laporan dikutip dari bisnis.com yang melansir Bloomberg.
Kendati demikian, JP Morgan masih memiliki pandangan positif untuk prospek pasar saham Indonesia dalam jangka panjang. Mereka merekomendasikan untuk lebih fokus kepada nama-nama emiten berkualitas dengan revisi laba bersih positif.
Indonesia dan Jepang Akan Masuki Fase Pemerintahan Baru
Jepang akan memasuki fase baru dalam tata kelola pemerintahan pascamundurnya Perdana Menteri Fumio Kishida pada awal September. Kira-kira awal Oktober 2024, jabatan perdana menteri baru akan segera terisi.
Situasi tersebut membuat Jepang dan Indonesia akan berada dalam fase sama dalam hal pergantian tampuk kepemimpinan. Presiden terpilih Prabowo Subianto akan segera mengucap sumpah jabatan pada 20 Oktober 2024.
Artinya, ada jeda kurang lebih sekitar 20 hari setelah pemerintahan baru di Jepang terbentuk, akan disusul dengan terbentuknya pemerintahan di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Ketiga Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Ryutaro Kubo saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia pada Kamis (26/9/2024).
Sekretaris Ketiga Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Ryutaro Kubo saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia pada Kamis (26/9/2024). Bisnis/Eusebio Chyrsnamurti
Kubo menuturkan partai berkuasa di Jepang, Liberal Demokrat atau Liberal Democratic Party (LDP) akan melakukan pemilihan ketua umum pada Jumat (27/9/2024) untuk menentukan pengganti jabatan ketua umum yang saat ini sekaligus menjabat Perdana Menteri, Fumio Kishida.
Emiten Komponen Otomotif Geber Pasar Ekspor
Pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve dengan menurunkan suku bunga dimanfaatkan betul oleh emiten yang bergerak di sektor komponen otomotif.
Mereka menyusun strategi untuk menggenjot penjualan. Bukan hanya berlomba di pasar domestik, para pabrikan bersiap mengakselerasi ekspor ke berbagai negara.
PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) siap tancap gas menggenjot penjualan saat suku bunga acuan dipangkas. Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan bahwa penurunan suku bunga akan berdampak positif pada industri otomotif.
Sementara di pasar domestik, DRMA membuka peluang memperluas pangsa pasar melalui peluncuran model baru di masa mendatang.
Polemik Pengenaan Pajak Terhadap IPL Rusun Apartemen
Rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas iuran pengelolaan apartemen (IPL) apartemen mengalami penolakan di kalangan pemilik dan penghuni rumah susun (rusun).
Namun, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Wilayah Jakarta Barat akhirnya membatalkan rencana sosialisasi secara daring tentang pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa pengelolaan apartemen pada Kamis (26/9/2024).
Berdasarkan surat yang diterima Bisnis dari salah satu penghuni rusun, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Wilayah Jakarta Barat mengundang pengelola apartemen di Jakarta Barat untuk menghadiri sosialisasi secara daring yang akan digelar pada Kamis 26 September 2024 pukul 09.00 WIB.
Dalam lampiran surat tersebut, tertera 19 Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) yang terdaftar sebagai undangan, yakni P3SRS Komersial Campuran Seasons City Jakarta, Apartemen Permata Eksekutif, Apartemen Grand Tropic, Apartemen Westmark, Apartemen Mediterania Garden Residence 1, Apartemen Mediterania Garden Residence 2, dan Apartemen Royal Mediterania Garden Residences.
Kemudian, Grand Madison, Taman Anggrek Residences, Apartemen Taman Anggrek, Central Park Residences, Apartemen Menara Latumenten, Apartemen Neo Soho, Apartemen Belmont Residences tower Everest, Athena, dan Montblanc, Veranda Residence Puri, Apartemen Puri Garden, dan Apartemen Maqna Residence.