Kredit Pintar, sebuah platform fintech lending memperluas pasar ke Indonesia Timur dengan mengedukasi dan literasi keuangan di kota Makassar, Sulawesi Selatan. [549] url asal
Makassar: Kredit Pintar, sebuah platform fintechlending memperluas pasar ke Indonesia Timur dengan mengedukasi dan literasi keuangan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Perusahaan, sebagai platform fintech lending yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), konsisten mengedukasi dan meliterasi keuangan yang menyasar masyarakat umum, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan generasi muda.
Kelas Pintar Bersama menjadi inisiatif Kredit Pintar yang selaras dengan imbauan OJK bagi para pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang baik. Hal ini dilakukan agar dapat memperluas dan membuka basis ekonomi baru di daerah. "Dengan adanya akses keuangan masyarakat yang lebih luas, bertanggung jawab, dan produktif, maka diharapkan dapat mendukung meningkatnya kesejahteraan dan memperkuat pembangunan ekonomi nasional," jelas Direktur Bisnis & Operasi Kredit Pintar, Kokko Cattaka, dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 November 2024.
Komitmen Kredit Pintar melalui Kelas Pintar Bersama secara konsisten telah dilakukan baik secara online dan offline selama kurun waktu 2021-2024. Untuk periode Januari hingga September 2024, Kelas Pintar Bersama telah diikuti oleh 450 peserta yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM, hingga masyarakat umum.
"Melalui literasi keuangan yang kami lakukan di Kelas Pintar Bersama, kami berharap dapat memberikan banyak manfaat dan berdampak pada penguatan literasi keuangan serta peningkatan potensi UMKM, serta bertumbuhnya iklim yang sehat bagi industri fintech lending di Indonesia," tambah Kokko.
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menambahkan, melalui kegiatan ini perusahaan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai literasi kredit, yaitu kemampuan mengelola pinjaman dengan bijak, memahami suku bunga, risiko, dan dampaknya pada keuangan.
"Ini penting agar masyarakat bisa memilih kredit yang tepat dan menghindari utang berlebih, terutama di era digital," kata Puji.
Menyasar pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa khususnya di Sulawesi Selatan, telah dilakukan Kredit Pintar melalui jalinan kerja sama dengan klub sepakbola PSM Makassar pada September 2024 lalu.
"Tujuan Kredit Pintar mensponsori klub PSM Makassar adalah untuk memperluas brand exposure di luar Pulau Jawa dan kami ingin memberikan manfaat bagi masyarakat indonesia, khususnya melalui jalur olahraga yang penuh dengan semangat sportivitas," jelas Puji.
Pada kesempatan kali ini, Kelas Pintar Bersama diadakan di Bikin Bikin Creative Hub, Nipah Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengangkat tema ‘Pahami Kredit untuk Keuangan yang Lebih Baik’ dan menghadirkan narasumber yaitu seorang perencana keuangan; Rista Zwestika, CFP®.
Rista berbagi informasi kepada para peserta Kelas Pintar Bersama bagaimana cara memahami kredit agar kondisi keuangan bisa lebih baik.
Kredit Pintar adalah salah satu dari 97 perusahaan peer-to-peer (P2P) lending yang berizin OJK. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024 Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga menyentuh angka Rp6,5 triliun.
Sementara itu, sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh Kredit Pintar yaitu mencapai Rp48,5 triliun. Selain itu berdasarkan data OJK hingga Juni 2024, lanskap industri P2P lending di Indonesia, agregat pencairan telah mencapai angka Rp899,15 triliun.
"Untuk cakupan wilayah Sulawesi Selatan, Kredit Pintar telah mencatatkan angka penyaluran pinjaman yang cukup tinggi sepanjang 2024 ini yaitu sekitar Rp135 miliar. Melihat angka tersebut, kami optimis pertumbuhan geliat ekonomi baru di luar Pulau Jawa seperti di Sulawesi Selatan ini akan semakin menggeliat dan tumbuh positif," ungkap Kokko.
Keterlibatan UMKM dan industri kecil menengah dalam pemenuhan pasokan makan bergizi gratis dinilai dapat membantu percepatan pengentasan kemiskinan. [502] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sujatmiko menuturkan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM menjadi salah satu jembatan untuk menuju nol kemiskinan di Indonesia, salah satunya melalui kontribusi di program makan bergizi gratis.
Bukan hanya sekadar UMKM, namun harus mulai pada pada tingkat produksi atau Industri Kecil Menengah (IKM). Namun bukan hal baru, pada pemerintahan Jokowi lalu pun IKM didorong untuk penyebaran dan pemerataan pembangunan industri di Nusantara.
Budiman menyampakan pada pemerintahan kali ini, Prabowo mengarahkan untuk bekerja secara gotong royong bahkan dalam skala IKM dan UMKM agar membentuk usaha atau jejaring kelompok yang lebih besar.
"Buatlah korporasi pertanian dengan cara gotong royong, kalau bicara small holding pertanian, ya kelindes [para IKN dan UMKM dengan vendor besar]," tuturnya dalam Bisnis Indonesia Forum, Senin (4/11/2024).
Sebagai contoh, UMKM dan IKM yang berdiri sendiri tidak akan mampu menopang program Makan Bergizi Gratis milik Prabowo.
Sementara apabila pemerintah membiarkan program tersebut diisi oleh vendor-vendor besar, bertolak belakang dengan tujuan program Prabowo-Gibran yang berkeinginan MBG menjadi stimulus permintaan bagi IKM dan UMKM.
Untuk itu, IKM perlu bekerja sama dengan IKM lainnya untuk memasok suplai dalam menjalankan program MBG.
Terlebih, apabila MBG berjalan secara penuh, akan ada Rp460 triliun anggaran yang beredar setiap tahunnya. Harapannya, anggaran ini masuk ke kantong-kantong para IKM dan UMKM sehingga menambah pendapatan dan pada akhirnya membantu mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan.
"Saya bilang ke Kepala Badan Gizi Nasional [Dadan Hindayana] harus ada kontribusi orang miskin dalam produksi beras, kangkung, produksi telur, daging, untuk kasih makan 82 juta orang [dalam program makan bergizi gratis]," ujarnya.
Misalnya, beras yang dihasilkan harus berasal dari orang-orang miskin yang telah naik level dan kini memproduksi beras raskin. Jika tidak mendorong IKM dan UMKM, kemiskinan hanya akan terus menjadi isu yang tidak terselesaikan.
Budiman juga mendorong agar setiap kementerian/lembaga (K/L) untuk memiliki program pengentasan kemiskinan masing-masing yang ditunjukkan melalui KPI. Baik di kementerian yang mengatur soal investasi, perdagangan, industri, komunikasi dan digital, bahkan Kementerian Luar Negeri pun harus ambil bagian dalam menurunkan angka kemiskinan.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita menyampaikan memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kontribusi IKM untuk nasional, yakni sebagai penyokong industri-industri besar yang ada.
"Ada hotel restoran, kami ingin yang pasok itu IKM. IKM jadi rantai pasok atau supply chain," tuturnya.
Pasalnya saat ini baru IKM di sektor otomotif yang memberikan dampak nyata dan menjadi rantai pasok terhadap industri otomotif. Harapannya, sejalan dengan peningkatan rantai pasok IKM terhadap industri dapat mengerek ekonomi masyarakat dan keluar dari kemiskinan.
Tercatat per 2024, total penduduk miskin dengan indikator pendapatan perkapita Rp500.000 per bulan, sebanyak 25,42 juta jiwa dari total penduduk 281,6 juta jiwa. Total penduduk miskin terbanyak berada di perdesaan yang mencapai 13,58 juta jiwa.
Secara spasial, penduduk miskin di perkotaan terbanyak berada di Jawa Barat yang mencapai 2,92 juta jiwa. Untuk penduduk miskin di perdesaan terbanyak berada di Jawa Timur yang mencapai 1,86 juta jiwa.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, tiga program kerja Kementerian Perdagangan menjadi bagian dari Program Quick Wins Kementerian di Bidang Perekonomian. Program ini juga merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai hasil dari retreat di Magelang, Jawa Barat.
Ketiga program kerja tersebut, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi (UKM BISA) Ekspor.
"Fokus program kerja Kementerian Perdagangan ada tiga, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Peningkatan UKM BISA Ekspor. Ketiga program kerja ini menjadi sumbangsih Kemendag dalam penyusunan Program Quick Wins kementerian-kementerian di bidang perekonomian," urai Budi, dalam keterangannya, Selasa (4/11/2024).
Pertama, Program Kerja Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Budi menargetkan pemanfaatan 22 pasar yang dibangun pada 2024. Target ini ditujukan untuk mempercepat pemanfaatan 22 pasar yang dibangun menggunakan Dana Tugas Pembantuan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 9 Tahun 2024 yang diundangkan pada 28 Mei 2024.
Kedua, penyelesaian Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) produk nilon dari Tiongkok, Thailand, dan Taiwan serta Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) pakaian jadi. Tujuannya adalah mengurangi potensi kerugian dan melindungi industri dalam negeri dari membanjirnya impor dan impor yang tidak adil.
Ketiga, pengawasan perdagangan berkelanjutan untuk 40 jenis produk dan pengawasan pada momen Natal dan Tahun baru (Nataru). Budi melihat perlunya mendukung kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting, meningkatkan barang beredar yang memenuhi ketentuan, serta memastikan konsumen mendapatkan barang dan jasa sesuai ukuran yang tertera.
Pada program kerja ini adalah peningkatan nilai transaksi produk dalam negeri pada Hari Belanja Online Nasional (HarBolNas) sebesar 50%. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokapasar.
"Kami meyakini dukungan pemerintah terhadap pasar dalam negeri memainkan peranan penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Terutama, dalam kegiatan jual beli di tengah masyarakat, industri lokal, hingga perlindungan konsumen," ungkap Budi.
Selanjutnya, pada Program Kerja Perluasan Pasar Ekspor, Budi menargetkan penyelesaian tiga perundingan perdagangan bilateral Indonesia dengan tiga negara mitra, yaitu Kanada, Eurasia, dan Peru.
Saat ini, masih berlangsung perundingan Indonesia dengan Kanada dalam skema kemitraan ekonomi komprehensif (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA), dengan Eurasia dalam skema perdagangan bebas (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement/IEAEU-FTA), serta dengan Peru dalam skema Indonesia- Peru CEPA.
"Ketiga perundingan tersebut telah mencapai kemajuan signifikan dan ditargetkan dapat mencapai penyelesaian substansi dalam waktu dekat," tambah Budi.
Selain itu, Budi menargetkan percepatan penyelesaian perundingan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). "Target ini untuk mempercepat pemanfaatan hasil perundingan, sehingga meningkatkan daya saing produk ekspor nasional dan memperluas pasar ekspor Indonesia," ungkap Budi.
Sedangkan, pada Program Kerja UKM BISA Ekspor, Budi menetapkan lima target. Pertama, pengembangan ekosistem UKM ekspor. Kedua, pembentukan dua pusat ekspor baru di luar Pulau Jawa.
"Penguatan ekosistem UKM ekspor diperlukan untuk mendorong kontribusi ekspor UKM menjadi lebih besar dan terukur. Pusat ekspor juga akan sangat berperan penting bagi para pelaku ekspor agar dapat menemukan pasar yang lebih luas," ujar Budi.
Ketiga, tercetaknya 100 UKM ekspor hasil program UKM BISA Ekspor. Keempat, tercapainya 600 UKM yang mendapatkan pelatihan ekspor sepanjang periode 21 Oktober-31 Desember 2024. Kelima, optimalisasi peran perwakilan perdagangan dalam promosi ekspor UKM dengan target transaksi mencapai USD 55 juta yang didukung antara lain melalui pameran dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching).
Untuk itu, Budi menyampaikan pentingnya kontribusi para pemangku kepentingan dan jajaran Kementerian Perdagangan agar target ini dapat tercapai. "Kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan dan jajaran Kemendag penting dilakukan untuk mencapai target tersebut," pungkas Budi.
Bisnis.com, JAKARTA – Bank-bank penghuni kelompok bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 alias bank jumbo kompak mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi kredit pada kuartal III/2024. Lalu, bagaimana penyaluran kredit UMKM maupun UKM?
Momentum itu terjadi di tengah indikasi pemulihan kinerja kredit UMKM berdasarkan data Bank Indonesia. Per September 2024, BI mencatat pertumbuhan kredit segmen wong cilik ini mencapai 5,00% secara tahunan atauyear on year(YoY), lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3% YoY.
Pada periode yang sama, PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA (BBCA) beserta entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 14,5% secara tahunan menjadi Rp877,2 triliun.
Meskipun bukan merupakan penopang utama pembiayaan perseroan, kredit UKM bank swasta terbesar di Tanah Air itu tumbuh 14,2% YoY ke angka Rp120,1 triliun.
“Penyaluran pembiayaan per September 2024 ditopang kredit korporasi yang menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, naik 15,9% YoY mencapai Rp395,9 triliun. Kredit komersial naik 11,8% YoY menjadi Rp135,3 triliun, dan kredit UKM tumbuh 14,2% YoY hingga Rp120,1 triliun,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja BCA kuartal III/2024 secara virtual, Rabu (23/10/2024).
Berdasarkan presentasi perusahaan, besaran kredit segmen UKM mencakup hingga 13,9% dari komposisi pembiayaan BCA sampai bulan kesembilan tahun ini. Kredit korporasi menguasai 45,1% portofolio, kredit komersial 16,2%, sementara kredit konsumer sebesar 24,7%.
Menurut Jahja, pertumbuhan kredit yang solid diikuti dengan terjaganya kualitas pembiayaan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BCA per September 2024 stabil di angka 2,1%, sedangkan rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) membaik dari 7,9% menjadi 6,1%.
Bergeser ke bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (BBNI) telah menyalurkan kredit senilai Rp735,02 triliun, naik 9,5% YoY dari Rp671,37 triliun.
Penyaluran ke segmen UMKM BNI mencapai Rp77,3 triliun, terdiri dari kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp36,6 triliun dan non-KUR Rp40,7 triliun.
Sementara, pada periode yang sama tahun lalu, penyaluran kredit ke segmen kecil BBNI tercatat lebih tinggi senilai Rp87,5 triliun. Kredit segmen kecil terdiri dari KUR senilai Rp46,7 triliun, sedangkan non-KUR senilai Rp40,8 triliun.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa pihaknya mendorong akselarasi kredit pada segmen berisiko rendah. Hal ini tercermin dari rasio NPL yang berhasil ditekan pada kisaran 2% per September 2024 ini.
“Kredit berisiko atau Loan at Risk [LaR] membaik menjadi 11,8%, sehingga Cost of Credit [CoC] dapat dijaga di angka 1%. Beban provisi juga turun sebesar 19,7% YoY menjadi Rp5,4 triliun,” katanya dalam konferensi pers kinerja kuartal III/2024, Jumat (25/10/2024).
BNI akan berupaya menumbuhkan kredit dengan fokus utama kepada dua segmen paling kuat, yakni korporasi dan konsumer. Novita optimistis akan dapat mencapai pertumbuhan kredit dengan kisaran 10%-12% pada penghujung 2024.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) membukukan penyaluran kredit senilai Rp1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% YoY. Sebesar Rp1.105,7 triliun di antaranya, alias 81,7% merupakan pembiayaan kepada segmen UMKM.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat segmen tersebut sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” katanya dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal III/2024, Rabu (30/10/2024).
Menurut Sunarso, dengan penyaluran kredit yang terus tumbuh, pihaknya kemudian mampu mengelola kualitas aset dengan baik, tecermin dari rasio NPL yang membaik. NPL BRI per kuartal III/2024 tercatat sebesar 2,9%, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,07%.
“Loan at risk [LAR] juga lebih baik sekarang. Semula loan at risk kita itu 13,8%, dan di triwulan III ini sudah turun menjadi 11,66%,” tuturnya.
Adapun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menorehkan realisasi kredit konsolidasi senilai Rp1.590 triliun per kuartal III/2024. Persentase pertumbuhan kredit Bank Mandiri terbilang signifikan dengan angka 20,8% YoY.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa pertumbuhan kredit terbesar masih ditopang oleh kredit segmen korporasi yang mencatat pertumbuhan 29,4% YoY ke level Rp581 triliun. Namun, kredit UMKM bank berlogo pita emas ini tercatat tumbuh dobel digit.
“Pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga ikut didorong oleh segmen mikro produktif dan SME [usaha kecil menengah] yang masing-masing tumbuh 13,04% dan 13,7% secara tahunan pada akhir September 2024,” katanya, Rabu (30/10/2024).
Berdasarkan presentasi perusahaan, kategorisasi kredit segmen UKM mencapai Rp84 triliun pada periode yang sama. Jumlah itu mencakup 5,29% dari keseluruhan portofolio pembiayaan Bank Mandiri.
Darmawan melanjutkan, capaian penyaluran kredit itu diikuti dengan kualitas aset yang kian membaik. Secarabank only, rasio NPL Bank Mandiri tercatat sebesar 0,97% per September 2024, menurun 39 basis poin (bps) dibandingkan September 2023.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan sejumlah tantangan seperti kondisi makroekonomi mempengaruhi laju pertumbuhan penyaluran kredit UMKM oleh perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menggarisbawahi faktor-faktor seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, serta dinamika global. Situasi geopolitik mancanegara dinilai berpengaruh pada berbagai aspek perekonomian domestik.
“Meskipun terdapat tantangan tersebut, bank tetap optimistis dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM, tentunya dengan berbagai dukungan dari pemerintah dan lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (14/10/2024).
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koperai Budi Arie Setiadi menyebut akan membuat satuan tugas (satgas) pengawas koperasi dalam waktu dekat.
Budi mengatakan satgas ini nantinya akan mengatasi koperasi bermasalah seperti kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Selain itu, satgas ini juga diharapkan bisa mengawasi kinerja koperasi agar tak ada penyelewengan.
"Banyak yang ngadu ke kita macam-macam masalahnya. Makanya akan dibikin satgas koperasi salah satunya itu mengawasi itu," kata Budi pada Kontan.co.id, Rabu (30/10).
Budi menyatakan saat ini rencana pembentukan satgas tengah disusun dalam rancangan draf peraturan. Walau begitu, dirinya tidak menyebut apa payung hukum yang akan digunakan untuk pembentukan satgas ini.
"Rencana bikin satgas ini sudah mulai dipetakan," urai Budi.
Budi mengakui bahwa saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dalam mengembangkan koperasi.
Ia menyebut Indonesia memiliki sebanyak 121 ribu koperasi. Namun dari jumlah tersebut hanya 41 ribu koperasi yag rutun menjalankan evaluasi tahunan.
Di lain sisi, jumlah masyarakat yang tergabung dalam koperasi juga terbilang rendah. Data yang dia tuturkan saat ini hanya sebanyak 29 juta masyarakat yang menjadi anggota koperasi.
"Artinya masyarakat yang ikut koperasi masih 10% dari total seluruh masyarakat yang ada. Itu pun dengan kondisi setiap orang boleh menjadi anggota lebih dari satu koperasi," ujarnya.
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang menjadi tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, pada hari ini (29/10), Astra memberikan apresiasi kepada lima pemuda inspiratif bangsa melalui 15th SATU Indonesia Awards 2024.
Kelima sosok tersebut merupakan generasi muda yang telah bersama dan berkarya mendukung terciptanya kehidupan berkelanjutan melalui lima bidang yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Apresiasi 15th SATU Indonesia Awards 2024 diserahkan secara langsung oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro kepada kelima orang penerima apresiasi. Acara ini juga dihadiri oleh Direksi dan Eksekutif Astra, Dewan Juri SATU Indonesia Awards serta Para Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2010-2023.
“Sejak dulu hingga sekarang generasi muda Indonesia senantiasa memiliki peran yang penting dalam kemajuan Indonesia. Oleh sebab itu, selama 15 tahun, Astra terus mengapresiasi anak muda Indonesia yang semangat dalam berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Marilah bersama kita terus sebarkan inspirasi dan tetap semangat menciptakan solusi berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam sambutannya.
Berikut ini adalah para penerima apresiasi 15th SATU Indonesia Awards 2024:
1. Bidang Kesehatan, Ayu Fauziyyah Adhimah “Kreator Platform Edukasi Gizi” dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta:
Gizipedia Indonesia merupakan platform yang berfokus pada gizi dan kesehatan. Platform ini diisi oleh para ahli gizi yang terdiri dari dietisien dan nutrisionis (lulusan sarjana gizi dan pendidikan profesi dietisien), yang telah memiliki surat tanda registrasi dan tercatat sebagai anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).
Gizipedia Indonesia didirikan pada September 2019 oleh Ayu Fauziyyah dan Yusrina Husnul, serta Salsabila Fasya yang turut bergabung pada tahun 2023. Gizipedia Indonesia didasari pemikiran para pendiri yang resah dengan tidak adanya wadah bagi ahli gizi, mahasiswa gizi, dan masyarakat untuk berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan yang valid mengenai gizi.
Gizipedia berharap bisa memberikan manfaat lebih luas dan bekerja sama lintas sektor untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan membantu ahli gizi dalam bekerja dengan membuat aplikasi dengan rumus perhitungan gizi.
2. Bidang Pendidikan, Hana Maulida “Sahabat Pelindung Anak dari Kekerasan Seksual” dari Provinsi Banten:
Kakak Aman Indonesia adalah sebuah gerakan inisiatif untuk mengedukasi anak-anak di jenjang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar tentang bagaimana cara melindungi dirinya dari kekerasan seksual. Gerakan Kakak Aman Indonesia lahir dari rasa prihatin Hana Maulida dan teman-temannya terhadap kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual yang semakin banyak.
Dari rasa prihatin tersebut akhirnya Hana Maulida bersama dua temannya menginisiasi lahirnya Kakak Aman Indonesia sejak Januari 2023. Dalam kegiatannya Kakak Aman Indonesia memberikan edukasi tentang seksualitas dan kekerasan seksual pada anak-anak melalui modul yang berisi informasi terkait edukasi seksualitas dan juga tentang kekerasan seksual yang dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti.
3. Bidang Lingkungan, Kevin Gani “Pejuang Pangan Berkelanjutan” dari Provinsi Jawa Timur:
Garda Pangan yang didirikan oleh Kevin Gani pada 2017 adalah social enterprise yang menangani isu sampah makanan dan kesetaraan akses pangan di Surabaya. Dengan mengumpulkan makanan surplus dari restoran dan hotel yang masih layak konsumsi, Garda Pangan mendistribusikannya kepada masyarakat kurang mampu. Sejak awal, mereka telah mendistribusikan lebih dari 577.000 porsi makanan kepada hampir 28.000 penerima manfaat.
Selain itu, Garda Pangan juga mengolah sampah makanan tidak layak konsumsi menjadi pakan ternak menggunakan teknologi biokonversi BSF (Black Soldier Fly), yang telah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 533.900 kg. Garda Pangan berkomitmen untuk mengurangi food loss dan waste, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah makanan.
4. Bidang Kewirausahaan, Yuyun Ahdiyanti “Srikandi Penenun Asa Kampung Ntobo” dari Provinsi Nusa Tenggara Barat:
Usaha Kecil Mikro (UKM) Dina merupakan usaha kain tenun Bima yang dirintis oleh Yuyun Ahdiyanti sejak tahun 2015. Tahun itu, Yuyun sebagai warga asli Ntobo terusik karena kampung halamannya jarang diperhitungkan sebagai Kampung Tenun, padahal mayoritas warganya penenun.
Penyebabnya adalah keterbatasan penenun dalam mengakses modal dan pemasaran. Diawali dengan unggahan potret kain tenun milik keluarga di media sosial miliknya, Yuyun dibanjiri pesanan. Ia mulai melebarkan usahanya dengan memberikan modal kepada para penenun sekitarnya, lalu membantu memasarkan hasil tenun mereka.
Jaminan rasa aman terkait modal dan pemasaran inilah yang membuat para penenun tertarik untuk mempercayakan hasil tenunnya di UKM Dina. Tak hanya memberikan dampak positif bagi sekitarnya, UKM Dina juga berhasil meningkatkan perekonomian sekitar dengan memberdayakan lebih dari 200 orang penenun dan 15 orang penjahit.
5. Bidang Teknologi, Irfan Y. Pratama “Navigator Jaringan Jarak Jauh” dari Provinsi DKI Jakarta:
Awanio adalah cloud enabler platform (CEP), sebuah program yang memungkinkan orang mengelola cloud, yakni ruang (space) di dunia maya yang tercipta saat sebuah server terhubung dengan internet. Space tersebut bisa milik sendiri, jika server dikelola sendiri, atau disewa dari penyedia layanan cloud. Karena selama ini cloud service providers didominasi entitas global dari luar negeri maka secara fisik server mereka tidak tersimpan di Indonesia.
Menurut Irfan Y. Pratama selaku CEO Awanio, CEP yang diluncurkan pada tahun 2021 ini sepenuhnya dikembangkan oleh anak negeri. Produk ini memang ditargetkan membantu cloud service providers lokal yang membangun server di Indonesia, juga perusahaan lokal yang ingin mengelola servernya sendiri. Lokasi server yang berada di wilayah hukum Indonesia ini memunculkan isu kedaulatan data.
Entitas usaha dan institusi pemerintahan jadi mempunyai kontrol penuh untuk menjaga keutuhan dan kerahasiaan data yang mereka miliki. Selain itu, pengelolaan cloud/server secara domestik juga menekan biaya operasi secara signifikan.
Para penerima apresiasi 15 th SATU Indonesia Awards 2024 ini akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp65 juta dan juga pembinaan kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra, seperti Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.
Secara keseluruhan, tahun ini jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards meningkat sebesar 11,8% dari tahun sebelumnya atau mencapai 16.775 pendaftar. Sebagai bentuk komitmen Astra dalam mencari anak-anak muda berprestasi yang tersebar di seluruh pelosok negeri, Astra berkolaborasi bersama mitra lintas bidang yaitu Tempo, Antara, Kumparan, IDN Times, dan Young On Top.
Adapun dewan juri 15th SATU Indonesia Awards 2024 terdiri dari:
1. Prof. Nila Moeloek (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) 2. Prof. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia) 3. Prof. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta) 4. Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) 5. Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi) 6. Arif Zulkifli (Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk) 7. Dian Sastrowardoyo (Pegiat Seni, Actor, Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, Sutradara, Producer serta Founder dari Beacon Film) 8. Billy Boen (Founder Young On Top) 9. Boy Kelana Soebroto (Head of Corporate Communications Astra) 10. Diah Suran Febrianti (Head of Environment & Social Responsibility Astra) 11. Raline Shah (Pegiat Seni)
Kemeriahan Rangkaian 15th SATU Indonesia Awards 2024
Pada momen yang sama dan menjadi bagian dari rangkaian Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024, Astra turut menyajikan Bincang Inspiratif AstraTalks yang menghadirkan para pembicara yang memiliki kiprah sejalan dalam memberikan manfaat di lima bidang yang diikutsertakan dalam SATU Indonesia Awards, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan dan teknologi.
Berikut ini adalah para pembicara Bincang Inspiratif AstraTalks dengan masing-masing tema yang diangkat, yaitu:
1.The Ecopreneur’s Story in Shaping a Better Tomorrow, menghadirkan Dian Sastrowardoyo (Pegiat Seni, Actor, Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, Sutradara, Producer serta Founder dari Beacon Film), Chitra Subyakto (Founder & Creative Director Sejauh Mata Memandang), Muhammad Aripin (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2016 Bidang Kewirausahaan).
2. Future-Ready Learning: Technology and Education for Inclusive Growth, menghadirkan Jonathan Sudarta (CEO & Co-Founder Halodoc), Mikha Tambayong (Artist), Diana Cristiana (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2023 Bidang Pendidikan), I Gede Merta Yoga (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2020 Bidang Teknologi).
3. Nurture and Nature for a Brighter Future, menghadirkan Ni Made Ayu Marthini (Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Republik Indonesia), Jerhemy Owen (Environmental Content Creator), Samanta Elsener (Psikolog) dan Rengkuh Banyu Mahandaru (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2023 Bidang Lingkungan).
Dalam acara tersebut juga diluncurkan hasil kolaborasi Astra bersama jenama fesyen lokal Sejauh Mata Memandang yang menghadirkan cenderamata Astra berupa pakaian berbahan katun ramah lingkungan. Koleksi tersebut menggambarkan empat motif yaitu lingkaran, intan, heksagon dan panah yang melambangkan nilai Catur Dharma sebagai filosofi perusahaan Astra, dan dipadukan dengan berbagai motif khas Sejauh Mata Memandang yakni “Ombak Laut”.
Sementara keseruan acara puncak Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024, dipandu oleh Boy William dan dimeriahkan dengan penampilan Happy Salma yang hadir sebagai narator. Happy Salma membawakan narasi yang berbalut kisah yang memukau, lengkap dengan sentuhan seni tari dan elemen visual yang menawan.
Acara juga semakin meriah dengan penampilan penutup dari grup musik HIVI! yang membawa semangat positif dan kegembiraan bagi ratusan peserta yang hadir. Semangat Astra dalam mengapresiasi anak muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya untuk hari ini dan masa depan Indonesia sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Forkom Diskop UKM DIY salurkan tangki air ke 33 titik kekeringan di Kulon Progo, bentuk kepedulian sosial terhadap dampak musim kemarau. #publisherstory #pandanganjogja [334] url asal
Forum Komunikasi (Forkom) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop & UKM) se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan berupa 33 tangki air bersih ke 33 titik lokasi terdampak kekeringan di Kabupaten Kulon Progo.
Bantuan ini diberikan pada minggu pertama Oktober 2024, sebagai bentuk respons cepat atas krisis air bersih yang melanda beberapa wilayah di kabupaten tersebut.
Inisiatif ini merupakan langkah sosial dari Forkom, yang terdiri dari gabungan dinas-dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di seluruh DIY, meski memiliki nomenklatur berbeda di setiap kabupaten dan kota.
Forkom mencakup perwakilan dari Dinas Koperasi UKM DIY yang dipimpin oleh Srie Nurkyatsiwi, Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta di bawah Tri Karyadi Riyanto Raharjo, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman di bawah Tina Hastani, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo di bawah Iffah Mufidati, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul di bawah Fenty Yusdayati dan Dinas Perindustrian Koperasi UKM Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul di bawah Supartono.
Iffah Mufidati, Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari kontribusi pribadi anggota Forkom, termasuk tenaga kontrak dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Ini merupakan inisiatif dari rekan-rekan Forkom secara pribadi. Kami semua merasa terpanggil untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan ini," ujar Iffah saat diwawancarai oleh Pandangan Jogja pada Kamis (24/10).
Bantuan air bersih ini disalurkan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo. BPBD berperan dalam pendistribusian air ke titik-titik yang telah diprioritaskan berdasarkan data lapangan. Menurut Iffah, distribusi ini berjalan lancar dan selesai dalam waktu satu minggu.
“Kami berkoordinasi dengan BPBD untuk menentukan prioritas titik distribusi agar air bersih segera sampai ke lokasi yang paling membutuhkan,” jelas Iffah.
Forkom Diskop UKM se DIY berharap inisiatif ini tidak hanya dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, tetapi juga menjadi awal dari sinergi sosial yang lebih kuat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Mudah-mudahan kita bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh DIY melalui Forkom, yang juga ingin berperan lebih dalam aksi sosial," tutup Iffah.
Program edukasi yang bernama Akselerasi UKM Bogasari 2024 pertama kali dijalankan 10 Januari 2024 bersama dengan Paguyuban UKM Retno Dumilah di Madiun Halaman all [818] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pabrik tepung terigu terbesar dan memiliki pelanggan mayoritas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari setiap tahun berkomitmen menggelar edukasi untuk mendorong pertumbuhan usaha UKM.
Tahun ini, Bogasari memiliki 2 program utama yang ditujukan khusus kepada UKM bernama program Akselerasi dan KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi). Kedua program dengan sasaran khusus untuk UKM makanan berbasis tepung terigu ini memiliki konsep edukasi yang berbeda, tapi dengan tujuan yang sama membantu percepatan peningkatan usaha.
Program edukasi yang bernama Akselerasi UKM Bogasari 2024 pertama kali dijalankan 10 Januari 2024 bersama dengan Paguyuban UKM Retno Dumilah di Madiun. Yang terbaru di Surabaya, pada 22 Oktober 2024. Sampai saat ini Bogasari sudah menggelar 40 kali edukasi berupa pelatihan kepada 700 lebih UKM yang berlangsung di 24 kota.
“Peserta edukasi Akselerasi di setiap kota dibatasi maksimal 20 UKM agar lebih efektif karena pelatihan full hands on. Contoh kegiatan Akselerasi di Surabaya hari ini membuat croissant, cookies dan rollcake yang dipandu langsung 2 baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya,” ucap Yulius Ronadi, Vice President Marketing Bogasari wilayah Indonesia Timur, dalam siaran pers dikutip Kamis (24/102024).
Ke 24 kota kegiatan Akselerasi UKM Bogasari 2024 tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan. Kota-kota tersebut adalah Mataram, Tulungagung, Madiun, Malang, Banjarbaru, Kudus, Surabaya, Solo, Sukabumi, Tegal, Kediri, Ponorogo, Purwokerto, Tangerang, Sidoarjo, Bandung, Banyuwangi, Bogor, Lumajang, Medan, Jakarta, Palembang, Semarang, dan Jambi.
Penyelenggaraan Akselerasi UKM Bogasari 2024 ada yang langsung dengan personal UKM tersebut, ada juga yang melalui komunitas atau paguyuban UKM. Antarala lain program Akselerasi dengan UKM di Kampung Nastar Tangerang, UKM Kampung Nopia Kalisube-Banyumas, Paguyuban Permata Banjarbaru, Paguyuban Sekkar Melati Kudus, Paguyuban Sanggar Kartini Sidoarjo, Paguyuban Sakinah Lumajang, Paguyuban Manunggal Roso Banyuwangi, Paguyuban Kampung Lumpia Surabaya, dan masih banyak lagi.
“Jika tidak ada perubahan, penyelenggaran Akselerasi selanjutnya akan diadakan tanggal 26 dan 30 Oktober di Mataram dan Kediri,” ungkap Yulius.
Konsep kegiatan Akselerasi UKM Bogasari 2024 mayoritas berupa pelatihan resep makanan berbasis terigu sesuai permintaan UKM. Semua pelatihan resep di kegiatan Akselerasi di berbagai kota langsung diajarkan oleh baker senior dari BBC yang didatangkan secara khusus dari Jakarta dan Surabaya.
KIAT Bogasari 2024
Lain halnya dengan dengan KIAT Bogasari 2024 yang sudah berlangsung di 3 kota, yakni Semarang, Purwokerto, dan Jember. Dari sisi kapasitas peserta yang diundang jauh lebih banyak, minimal 100 dan maksimal 150 orang.
Acara KIAT juga dapat diikuti UKM di luar lokasi acara secara daring melalui aplikasi zoom’s meeting. Pesertanya juga UKM secara personal, bukan melalui komunitas atau paguyuban.
Semua kegiatan Akselerasi UKM Bogasari 2024 dan KIAT dapat diikuti oleh UKM secara gratis. Khusus untuk kegiatan KIAT di 3 kota sudah diikuti 500 UKM dari berbagai daerah karena dapat diikuti secara daring. Tujuan umum dari KIAT Bogasari 2024 sama dengan Akselerasi, karena setiap UKM memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Namun konsepnya sedikit berbeda, selalu ada materi demo resep makanan berbasis terigu dan seminar atau semacam workshop.
Demo resep pasti menghadirkan baker dari BBC sedangkan seminar atau workshop menghadirkan 2 pembicara, yakni mendatangkan ahli sesuai bidangnya dan UKM mitra Bogasari.
“Tujuannya adalah agar UKM tidak hanya mendapatkan edukasi secara teori keilmuan dan kebijakan, tapi juga praktik langsung dari UKM berpengalaman dan sudah menjalankan,” kata Yulius.
Lebih jauh ia mencontohkan, KIAT di Semarang menghadirkan pembicara Lia Sidik, ahli di bidang komunkasi dan bisnis UKM yang menerangkan tentang cara branding menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sedangkan pembicara dari UKM yang sudah menggunakan AI dalam usahanya adalah Sayuk Wibawati pemilik Nutsafir dari Lombok.
KIAT di Purwokerto, masih mengundang Lia namun kali ini memaparkan materi metode analisis bisnis bagi UKM. Terbaru, di Jember pada KIAT yang berlangsung 16 Oktober lalu, ahli di bidang perpajakan Dedy Sidarta yang menerangkan tentang perpajakan bagi UKM.
Edukasi UKM melalui KIAT Bogasari 2024 akan kembali digelar pada 30 Oktober di Kota Serang, 13 November di Kota Padang, 28 November di Kota Samarinda, dan 19 Desember di Kota Banjarmasin. Rencana KIAT Bogasari 2024 berlangsung di 7 kota dengan target jumlah peserta minimal 1.000 UKM.
“Yang pasti semua materi pelatihan resep dan pemasaran digital berdasarkan permintaan UKM, karena memang ditujukan untuk kebutuhan percepatan pengembangan usaha UKM tersebut. Intinya sesuai dengan tema yang diusung Bogasari yakni Lakukan Analisa Bisnis guna merancang Strategi Percepatan Bisnis para UKM,” kata Yulius.
Presiden Prabowo Subianto memisahkan Kementerian Koperasi dengan UMKM dalam Kabinet Merah Putih. Menteri Koperasi dijabat Budi Arie Setiadi, dan Menteri Koperasi dijabat Maman Abdurrahman, politikus Golkar.
Menurut Budi Arie pemisahan kementerian ini tak lepas dari mimpi besar Prabowo yang ingin mengembangkan koperasi menjadi lebih besar sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Budi Arie mimpi ini tak lepas dari kiprah kakek dan ayah Prabowo yang memang berkontribusi dalam sektor koperasi.
"Karena Pak Prabowo bilang ini warisan kakek saya Pak Margono Djojohadikusumo dan juga bapaknya, Profesor Soemitro Djojohadikusumo," kata Budi dalam sambutannya, di Gedung Kemenkop UKM, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Budi pun mengaku optimistis koperasi di Indonesia dapat tumbuh lebih besar. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini berjanji tidak akan banyak teori saja, tapi langsung bertindak.
"Jadi bisa dibayangkan Kementerian Koperasi ini dengan passion dari Presiden ke-8 harusnya bisa besar. Karena itu kita nggak akan banyak, teori yang penting action," terangnya.
Target Budi Arie adalah digitalisasi koperasi. Dia bilang saat ini masyarakat Indonesia yang berkoperasi kurang dari 10% dari total jumlah masyarakat. Angka ini lebih sedikit dibandingkan dengan negara Amerika Serikat dengan total 125 juta.
"Koperasi ini sangat miris di Indonesia di mana dari 27 juta orang berkoperasi, kurang dari 10% masyarakat Indonesia beroperasi dibandingkan negara yang individualis kapitalis liberalis seperti Amerika Serikat ternyata 125 juta," jelasnya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga menjelaskan pemisahan Kemenkop UKM. Dia bilang Prabowo ingin mengamankan sektor UMKM yang menyumbang kurang lebih sekitar 90-95% tenaga kerja informal.
"Di mana itu sebagian sektor informal. Artinya kita berkepentingan menjaga sektor informal ini tidak goyang. Nah salah satunya adalah memberikan kepastian terkait pinjaman modal, supporting teknologi dan hal hal administrasi yang lain. Maka dari itu kenapa pemerintah Pak Prabowo ini memisahkan antara koperasi dengan UMKM," kata Maman di Gedung Smesco, Jakarta.
JAKARTA, investor.id – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa Kementerian Koperasi tidak lagi bergabung dengan UKM karena di saat yang sama dibentuk sebagai kementerian tersendiri. Menurutnya dengan Kementerian Koperasi berdiri tersendiri, diharapkan terlahir lebih banyak koperasi besar dari Indonesia yang bisa setara dengan koperasi besar dunia.
“Pak Prabowo tidak ingin koperasi itu identik dengan UMKM, beliau ingin koperasi itu bisa besar seperti di Amerika dan negara lainnya. Kita ingin ada 1-5 koperasi di Indonesia bisa besar,” kata Budi Arie Setiadi dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (21/10/2024).
Budi Arie menuturkan, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi akhir-akhir ini cenderung menurun akibat salah kelola oleh oknum pengurus koperasi. Untuk itu Kementerian Koperasi akan mengupayakan agar kepercayaan masyarakat dapat kembali meningkat.
“Kami ingin membangun koperasi yang bisa dipercaya dan bisa membawa manfaat bagi anggotanya. Di banyak negara yang koperasi maju dan dikelola secara profesional hingga bisa menjadi kebanggaan,” terang Budi Arie.
Dia tak menampik bahwa tantangan dan permasalahan perkoperasian di Indonesia cukup banyak dan pelik. Untuk itu, pihaknya akan memetakan berbagai permasalahan yang saat ini masih ada untuk selanjutnya dicarikan solusi yang tepat. Untuk itu berbagai catatan kebijakan yang telah dijalankan oleh Menteri Koperasi dan UKM sebelumnya Teten Masduki akan dilanjutkan.
“Pak Teten, terima kasih mudah-mudahan nanti bisa terus sharing pengalaman karena selama lima tahun ada di Kementerian Koperasi (dan UKM). Nanti saya akan minta input,” kata Budi Arie.
Menteri Budi Arie menambahkan, Kementerian Koperasi menjadi satu-satunya Kementerian yang disinggung di dalam UUD 45 dan merupakan bagian dari amanat konstitusi. “Oleh karena itu, kita nggak akan main-main dan Pak Prabowo punya komitmen untuk peningkatan kualitas koperasi di Indonesia,” pungkas Budi Arie.
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang baru menanggapi anggaran kementerian yang menurun tahun depan, berharap bisa gandeng banyak pihak untuk dukung UMKM.
Mengutip catatan Bisnis, berdasarkan pagu indikatif belanja kementerian/lembaga dan dana alokasi khusus tahun anggaran 2025, pagu indikatif 2025 Kementerian Koperasi dan UKM ditetapkan sebesar Rp937,16 miliar atau turun sebesar 37,44% dibanding alokasi 2024.
Menanggapi hal ini, Menteri UMKM yang baru, Maman Abdurrahman mengatakan, tak ingin hanya bergantung pada APBN untuk pengembangan UMKM.
"Ada satu mindset yang harus dirubah dalam pengelolaan APBN kita. Kalau kita hanya sekedar mengandalkan APBN, mau berapapun jumlahnya, saya yakin nggak akan mungkin mampu. Kolaborasi dengan semua pihak, inilah kata kuncinya, bagaimana kita bisa membangun kolaborasi dengan pihak swasta, pihak BUMN kita, dan pihak-pihak dari luar negeri," ujarnya usai Serah Terima Jabatan di Gedung SMESCO, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Menurutnya, salah satu yang jadi tantangan pada Kementerian UMKM adalah terkait pembiayaan modal, sehingga tidak bisa sekadar mengandalkan dari dalam negeri, tapi berharap bisa juga dari luar negeri dalam konteks venture capital dan lain sebagainya
"Saya ingin jangan kita hanya sekadar mengharapkan APBN. Tetapi kita harus melihat potensi-potensi di luar sektor APBN kita, yaitu memanfaatkan kolaborasi dengan pihak-pihak industri-industri besar," paparnya.
Dia juga mengambil contoh ketika menjabat sebagai Anggota Komisi VII DPR RI yang berkaitan dengan industri tambang dan migas, di mana banyak pihak yang sebenarnya siap untuk membantu UMKM.
"Ini tinggal nanti kita tata, polanya seperti apa, konsolidasinya bagaimana, koordinasi seperti apa, agar output kepada UMKM kita, KPI-nya jelas," terangnya.
Ke depan, Menteri UMKM juga berencana untuk mencoba mengubah mindset pihak bank terkait jaminan untuk pembiayaan bagi UMKM.
"Nah ini mau coba kita redefinisikan kembali jaminan-jaminan itu. Tidak mesti harus dengan jaminan aset, bisa saja dengan jaminan track record. Jadi kalau emang ada UMKM yang track record-nya positif, ya harus coba kita dorong, kita bantu dengan memberikan jaminan. Tinggal bagaimana kita menatanya," tambahnya.
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden terpilih Prabowo Subianto telah resmi melantik Maman Abdurrahman sebagai Menteri UMKM dalam Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, Prabowo telah memecah nomenklatur Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), sehingga kini terbagi dua menjadi Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM.
Politikus Partai Golkar itu nantinya akan berkoordinsi dengan Budi Arie Setiadi yang kini akan menjabat sebagai Menteri Koperasi selama 5 tahun ke depan.
Profil Maman Abdurrahman
Menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, Maman Abdurrahman merupakan pria kelahiran Pontianak pada 10 September 1980.
Saat kecil, dia sempat menempuh pendidikan di sekolah dasar di Jakarta, sebelum kemudian kembali ke kota kelahirannya dan melanjutkan pendidikan jenjang SMP di SMPN 13 dan SMA di SMAN 3 Pontianak.
Maman kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar S1 Teknik Perminyakan dari Universitas Trisakti pada 2008.
Setelah lulus dan sebelum terjun ke dunia politik, dia sempat bekerja di bidang minyak dan gas sebagai insinyur lapangan di Premier Oil Indonesia pada 2008 hingga 2012. Dia kemudian pindah dan menjadi Manajer Pengembangan Bisnis di PT Luas Biru Utama hingga 2013.
Namun, Maman sudah lebih dulu memulai karier di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar dan menjadi pengurus DPP Partai Golkar pada 2010.
Selama menjadi pengurus Partai Golkar, dia juga sempat ditunjuk menjadi Tenaga Ahli Kementerian Sosial pada 2018.
Maman kemudian berhasil melenggang ke Senayan, menjadi anggota DPR pada 2018-2019 untuk menggantikan Zulfadhi melalui mekanisme penggantian antarwaktu (PAW).
Namun, kemudian pada Pileg 2019, dia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Kalimantan Barat I dan bertugas di Komisi VII yang membidangi energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.
Adapun, dalam Komisi VII DPR RI, Maman pernah ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
Setelah resmi ditunjuk menjadi Menteri UMKM, Maman diharapkan akan fokus mengurus sektor UMKM yang kurang lebih mencapai 60 juta jumlahnya di seluruh Indonesia.
Untuk itu, Maman menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang sudah dibangun di kabinet sebelumnya, termasuk di bawah kepemimpinan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki.
Rencananya, dalam 100 hari pertama kerja di masa pemerintahan Prabowo - Gibran, Maman juga akan terlebih dahulu memastikan proses transisi dan perubahan struktur organisasi berjalan secara smooth dan soft.
"Itu yang pasti yang paling utama, namun tanpa mengesampingkan aktivitas kebutuhan kita untuk melayani para pelaku-pelaku UMKM," ujarnya usai Serah Terima Jabatan di Gedung SMESCO, Jakarta, Senin (21/10/2024).