#30 tag 24jam
Profil Basuki Hadimuljono: Kepala Otoritas IKN
Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN sejak 2024, dikenal sebagai menteri lapangan berkat dedikasinya memimpin proyek besar infrastruktur di Indonesia. [453] url asal
#basuki-hadimuljono #ibu-kota-baru #ibu-kota #pemimpin #ibu-kota-negara #menteri #prabowo-subianto
(MedCom) 05/11/24 14:25
v/17511837/
Jakarta:Basuki Hadimuljono adalah seorang insinyur dan birokrat berpengalaman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak 5 November 2024.Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama dua periode, mulai dari tahun 2014 hingga 2024.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Basuki lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 5 November 1954. Ia adalah anak keempat dari delapan bersaudara, dengan ayah seorang anggota TNI Angkatan Darat.Masa kecilnya diwarnai dengan kepindahan mengikuti tugas ayahnya, di mana ia menyelesaikan pendidikan dasar di Palembang dan menamatkan SMA di Surabaya.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Basuki melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil jurusan Teknik Geologi dan berhasil meraih gelar insinyur pada usia 25 tahun.
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister dan doktor di Colorado State University, Amerika Serikat, dengan beasiswa dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Karier dan Jabatan
Basuki memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Pekerjaan Umum, tempat ia berkarier selama lebih dari 31 tahun.Ia menduduki berbagai posisi penting, termasuk Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Inspektur Jenderal, hingga Direktur Jenderal Penataan Ruang. Basuki dikenal sebagai pekerja lapangan yang memiliki pemahaman mendalam baik dalam aspek teknis maupun birokrasi.
Selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Basuki diangkat sebagai Menteri PUPR dalam Kabinet Kerja (2014-2019) dan kemudian di Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).
Selama menjabat sebagai Menteri PUPR, ia memimpin sejumlah proyek besar, termasuk pembangunan infrastruktur jalan tol, jembatan, dan perumahan rakyat.
Salah satu prestasi utamanya adalah percepatan pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra serta penanganan rehabilitasi pasca bencana, seperti tsunami di Aceh dan Lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Kepala Otorita IKN
Setelah masa jabatannya sebagai Menteri PUPR berakhir, Basuki dipercaya menjadi Kepala Otorita IKN. Pengangkatannya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 151/P Tahun 2024.Sebagai Kepala Otorita IKN, Basuki bertugas memimpin pembangunan dan pengelolaan Ibu Kota Nusantara yang baru, proyek besar untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Tugas ini mencakup tantangan pembangunan infrastruktur serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Penghargaan dan Kontribusi
Atas dedikasinya, Basuki telah menerima berbagai penghargaan, seperti tiga medali Satyalancana Karya Satya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Wira Karya.Pada tahun 2023, ia juga dianugerahi "The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star" oleh Kaisar Jepang atas kontribusinya dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jepang.
Basuki dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Banyak proyek infrastruktur besar dan tugas lapangan yang dipercayakan kepadanya diselesaikan dengan baik, sehingga ia mendapat julukan sebagai "menteri lapangan".
Ketegasan dan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur menjadikannya salah satu tokoh penting di balik modernisasi dan peningkatan kualitas infrastruktur Indonesia.
Baca Juga:
Dasco Bocorkan Isi Pertemuan Malam Prabowo-SBY, Bahas Pembentukan Lembaga Investasi
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Prabowo ke Para Menteri: Jangan Terlalu Banyak Anggotamu ke Luar Negeri!
Presiden Prabowo Subianto meminta menteri Kabinet Merah Putih untuk mengurangi perjalanan luar negeri dan fokus pada solusi masalah dalam negeri. [415] url asal
#subianto #solidaritas #situ #lho #presiden-prabowo-subianto #indonesia-arena-gbk-senayan #g20 #tni #prabowo #pemimpin-indonesia #para-menteri #pertikaian #amerika #gerakan-solidaritas #purnawirawan-jenderal #gsn #pre
(detikFinance - Sosok) 02/11/24 17:17
v/17368487/
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada para menteri Kabinet Merah Putih. Dia meminta para menteri tak banyak keluar negeri, termasuk bagi para bawahannya.
Hal ini diungkapkan Prabowo dalam deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Kebetulan hampir semua menterinya hadir dalam acara tersebut.
Prabowo juga memberi celetukan, bila mau perjalanan luar negeri, lebih baik pakai uang sendiri saja.
"Karena kebetulan banyak menteri hadir, saya mohon jangan terlalu banyak anggotamu jalan-jalan ke luar negeri. Kalau mau ke luar negeri pake uang sendiri, boleh," ungkap Prabowo dalam pidatonya yang dilakukan di Indonesia Arena GBK Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2024).
Menurutnya para menteri dan jajarannya di kementerian tak usah terlalu banyak studi banding ke luar negeri. Semua masalah di republik ini sudah jelas terlihat akarnya dan tinggal dicari solusinya. Para menteri juga diminta tak banyak melakukan seminar-seminar yang menurutnya isinya cuma 'omon-omon' saja.
"Kunjungan kerja, studi banding. Mau studi apa gitu lho? Kalian sudah tahu masalahnya, nggak usah terlalu banyak studi, studi, studi," ungkap Prabowo.
Purnawirawan Jenderal TNI itu bilang dirinya bakal ke melakukan lawatan ke luar negeri beberapa waktu ke depan. Namun, dia menegaskan hal itu dilakukan bukan karena dia ingin senang-senang.
"Saya sebenarnya mau konsentrasi di dalam negeri, tapi saya mesti ke APEC, ke G20, belum lagi diundang ke Tiongkok, ke Amerika. Ini dua kekuatan besar ngundang nggak berani saya nolak, demi rakyat saya harus ke situ. Saya minta izin. Bukan berarti Prabowo senang ke luar negeri ya," beber Prabowo.
"Pemimpin Indonesia harus menjaga rakyat Indonesia tidak terseret ke pertikaian orang lain. Kita hormati semua negara maka kita yakinkan mereka semua," tegasnya lagi.
(hal/fdl)
Data LinkedIn: 10% Profesional yang Direkrut 2024 Punya Jabatan yang Tak Ada di Tahun 2000
Data LinkedIn ungkap 10% profesional yang direkrut 2024 punya jabatan yang tak ada pada 2000. Perusahaan di Indonesia juga akan adopsi AI pada 2025. [655] url asal
#rohit-kalsy #kesuksesan #asia-pasifik #ai-engineer #change #transformasi #asia #linkedin-learning #mahir-ai #adopsi-ai #fitur-pelatihan-ai #tim #pelatihan #perkembangan-karier #pemimpin-bisnis #linkedin-premium #pand
(detikFinance) 31/10/24 18:00
v/17411252/
Jakarta - Dunia kerja mengalami perubahan yang amat masif sejak tahun 2000. Berdasarkan data terbaru dari LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, 10% profesional yang direkrut pada 2024 menduduki jabatan-jabatan yang tak ada pada tahun 2000.
Sebagian jabatan tersebut termasuk sustainability manager, AI engineer, data scientist, social media manager, dan customer success manager. Pekerjaan-pekerjaan ini semakin popular di dunia dan di Indonesia.
Data bertajuk Work Change Snapshot dari LinkedIn itu menunjukkan skill yang dibutuhkan untuk beberapa pekerjaan di Indonesia telah berubah 50% sejak 2016. Dengan kehadiran artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang mempercepat tren tersebut, keterampilan-keterampilan untuk pekerjaan yang sama diperkirakan berubah 70% pada 2030.
Perusahaan di Indonesia Akan Adopsi AI pada 2025
Data yang sama mengungkap tempat kerja modern sekarang ini jauh berbeda dari beberapa tahun lalu, baik disebabkan perusahaan yang mempertimbangkan kembali kebijakan bekerja secara remote seperti ketika pandemi COVID-19, munculnya beragam teknologi baru, atau meningkatnya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan.
Transformasi-transformasi tersebut pun diperkirakan akan berkembang semakin cepat. Riset LinkedIn terhadap lebih dari 5.000 pemimpin bisnis di dunia mendapati 8 dari 10 eksekutif di Asia Pasifik melihat laju perubahan di tempat kerja semakin cepat seiring meningkatnya permintaan sejumlah peran, skill, dan teknologi baru.
Para pemimpin bisnis di Asia Pasifik pun mengakui potensi transformatif AI generatif. Ada 8 dari 10 responden yang dapat menyatakan satu cara bagaimana teknologi tersebut dapat bermanfaat untuk timnya.
Pada 2025, 7 dari 10 eksekutif di Asia Pasifik berencana memprioritaskan teknologi dan alat bantu AI. Ini menunjukkan momentum di kawasan ini dalam mempercepat adopsi.
"AI membawa transformasi luar biasa di tempat kerja. Hampir dua pertiga (67%) profesional di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, merasa kewalahan dengan cepatnya perubahan pekerjaan mereka. Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa kemampuan menggunakan alat bantu AI dengan nyaman menentukan perkembangan karier mereka," kata Indonesia Country Lead LinkedIn, Rohit Kalsy melalui keterangan tertulis dikutip Kamis (31/10/2024).
Rohit mengatakan, perubahan itu mungkin tampak menakutkan. Tetapi perlu tetap optimistis terlebih karena perusahaan di Indonesia mengambil pendekatan proaktif dengan fokus yang jelas untuk mengadopsi AI pada 2025.
"Selain itu, mereka juga berinvestasi untuk upskilling dan reskilling karyawan. Mengadopsi AI bukan hanya untuk tetap kompetitif, tetapi juga membuka jalan untuk pertumbuhan dan inovasi, serta membina tim yang gesit dan berdaya," lanjut Rohit.
Mahir AI Generatif Bisa Lebih Besar Kembangkan Soft Skills
Manfaat menggunakan AI tak hanya dari sisi produktivitas. Para profesional yang mahir menggunakan AI generatif berkemungkinan 5 kali lebih besar mengembangkan soft skills seperti menghasilkan ide-ide kreatif, pemikiran desain, dan kecerdasan emosional.
Seluruhnya adalah kualitas kunci untuk mendorong kesuksesan di tempat kerja yang kompetitif sekarang ini.
LinkedIn pun meluncurkan fitur pelatihan AI baru dalam LinkedIn Learning yang mendukung para profesional mempraktikkan interpersonal skill secara interaktif dengan menggunakan suara atau teks.
Dengan kursus tersebut, para profesional dapat berlatih memberi review performa kerja, mendiskusikan work-life balance, atau menyampaikan feedback. Fitur ini diluncurkan pada Kamis (31/10/2024) kepada para pengguna yang mempunyai akun LinkedIn Learning Hub. Pada tahun-tahun berikutnya, fitur ini akan tersedia untuk seluruh profesional yang mempunyai akun LinkedIn Learning Hub atau LinkedIn Premium.
(nah/nwy)
Kawasan Industri Batang Jalin Kerja Sama dengan 3 BUMN
Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kemitraan dengan BNI, Nindya Karya, dan PKSS untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan bagi tenant. [369] url asal
#kawasan-industri #batang #bumn #pemimpin-cabang-pekalongan-pt #terpadu-batang #cabang-pekalongan #pekalongan #prima-karya-sarana-sejahtera #divisi-epc #suwito #gedung-pengelola-kawasan-industri-terpadu-batang
(detikFinance - Industri) 28/10/24 15:16
v/17107376/
Jakarta - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) resmi menjalin kemitraan dengan tiga perusahaan BUMN, yaitu PT. Bank Negara Indonesia (BNI), PT. Nindya Karya, dan PT. Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) melalui penandatanganan Perjanjian Sewa Ruang Komersial di Gedung Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang.
Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat operasional dan efisiensi di seluruh kawasan KITB, dengan setiap perusahaan membawa keunggulan layanan mereka. BNI akan menghadirkan layanan perbankan untuk kemudahan transaksi finansial bagi tenant di kawasan.
Acara ini berlangsung di Menara Danareksa, Jakarta, dan menandai langkah awal memperkuat dukungan operasional dan layanan komersial di kawasan KITB.
"Kolaborasi ini adalah langkah strategis menuju terciptanya ekosistem industri terpadu yang mendukung pertumbuhan tenant kami. Kami berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan bisnis yang dinamis, dengan dukungan penuh bagi tenant untuk tumbuh dan berkembang bersama," kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (28/10/2024).
Pemimpin Cabang Pekalongan BNI, Suwito menambahkan, BNI siap menjadi mitra perbankan terpercaya, menghadirkan layanan finansial terintegrasi untuk kebutuhan transaksi tenant.
"Kami berharap ini dapat mempermudah operasional bisnis tenant dan meningkatkan kenyamanan mereka di KITB," terangnya.
Senior Vice President Divisi EPC PT. Nindya Karya (Persero) Tbk Arif Iswadi, menyampaikan, pihaknya akan menyediakan jasa konstruksi dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan fasilitas, dan PKSS akan berperan dalam manajemen sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di KITB.
"Kami berkomitmen memberikan layanan yang memperkuat efisiensi kawasan dan memudahkan akses tenant terhadap fasilitas yang mereka butuhkan," lanjut dia.
Sementara, Direktur Bisnis PT. Prima Karya Sarana Sejahtera, Rahman Arif, menekankan peran penting PKSS dalam mendukung tenaga kerja di KITB.
"Kami bertekad menghadirkan solusi manajemen tenaga kerja berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tenant, memperkuat operasional industri di kawasan ini," tutupnya.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen KITB dan para mitranya untuk mendukung pertumbuhan industri terpadu yang berkelanjutan, dengan memberikan kemudahan operasional dan efisiensi yang membawa dampak positif bagi tenant dan perkembangan kawasan KITB secara keseluruhan.
Penandatanganan ini dilakukan oleh para perwakilan utama dari setiap perusahaan, Suwito, Pemimpin Cabang Pekalongan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Arif Iswadi, Senior Vice President Divisi EPC PT. Nindya Karya (Persero) Tbk, dan Rahman Arif, Direktur Bisnis PT. Prima Karya Sarana Sejahtera. Dari pihak KITB, penandatanganan dilakukan oleh Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT. Kawasan Industri Terpadu Batang.
(ada/das)
2 Pemimpin Negara Batal Hadiri KTT BRICS 2024, Salah Satunya Anggota Pendiri
Sejumlah pemimpin negara batal hadiri KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia. Sejumlah pemimpin negara batal hadiri KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia. Salah satunya... | Halaman Lengkap [284] url asal
#brics #perluasan-brics #ktt-brics #negara-berkembang #pemimpin-negara
(SINDOnews Ekbis - Makro) 23/10/24 14:00
v/16888611/
JAKARTA - Sejumlah pemimpin negara batal hadiri KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia. Salah satunya adalah Presiden Brasil, Luiz In�cio Lula da Silva.KTT BRICS ke-16 dimulai pada hari Selasa (22/10/2024) di kota Kazan, barat daya Rusia. Pertemuan puncak tahunan BRICS ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan dihadiri sederet pemimpin negara di dunia.
Menatap banyaknya agenda penting dalam KTT BRICS ini, ternyata ada beberapa pemimpin negara yang tidak jadi hadir karena sejumlah alasan. Siapa saja mereka?
Pemimpin Negara yang Tidak Jadi Hadiri KTT BRICS 2024
1. Luiz Inacio Lula da Silva (Presiden Brasil)
Brasil adalah salah satu anggota pendiri utama BRICS. Namun pada KTT 2024 ini, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dilaporkan tidak bisa hadir.Mengutip laman The Independent, Lula membatalkan perjalanannya ke Rusia dengan alasan masalah medis. Dokter pribadinya dalam wawancara dengan stasiun TV GloboNews mengatakan, bahwa presiden sempat mengalami insiden yang mengakibatkan luka di bagian belakang kepalanya.
Luka tersebut bahkan disebut membuat presiden mendapat jahitan kecil. Kendati begitu, pihaknya tetap akan berpartisipasi dalam pertemuan BRICS di Rusia melalui konferensi video.
2. Mohammed Bin Salman (PM Arab Saudi)
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) juga dilaporkan tidak hadir dalam KTT BRICS 2024 di Rusia. Reuters menyebut bahwa negara itu mungkin akan mewakilkan menteri luar negeri, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sebagai pengganti MBS.Ketidakhadiran MBS sebelumnya juga disebutkan asisten kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov. Namun, ia tidak memberikan alasan di balik ketidakhadiran sang putra mahkota.
Sementara itu, sumber lain menyebut bahwa ketidakhadiran MBS mungkin berhubungan pada status Arab Saudi yang masih mempertimbangkan untuk bergabung secara resmi dengan BRICS. Maka dari itu, Riyadh hanya mengirim menteri luar negeri untuk menghormati undangan yang diberikan.
Sosok Bos Teknologi di RI, Pimpin Perusahaan Sambil Habiskan Waktu dengan Keluarga
ABB adalah perusahaan multi-nasional yang berbasis di Swiss dengan basis di Swedia dan Swiss. [756] url asal
#gerard-chan #otomatisasi #sosok #sosok-bos-teknologi #lingkungan-abb #strategi #tim #reputasi #kesuksesan #perkembangan #transformasi-bisnis #rmit-university #keluarga #keberhasilan #sosok-bos #sosok-pemimpin #kel
(detikFinance - Sosok) 19/10/24 14:00
v/16697009/
Jakarta - Memiliki hobi bermain golf dan menghabiskan waktu bersama keluarga, tak lantas membuat Gerard Chan lupa akan tugasnya dalam memimpin sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang robotika, listrik, peralatan listrik berat, dan teknologi otomasi, yakni ABB.
ABB adalah perusahaan multi-nasional yang berbasis di Swiss dengan basis di Swedia dan Swiss. Perusahaan ini adalah Swedia-Swiss dan merupakan salah satu konglomerasi terbesar di dunia. Gerard sendiri kini menjabat sebagai CEO dan Country Holding Officer ABB Indonesia.
Sebagai pemimpin, Gerard harus punya visi jangka panjang untuk menjadikan ABB Indonesia sebagai pemimpin dalam teknologi efisiensi energi dan otomatisasi, apalagi di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
Gerard sendiri resmi bergabung sebagai Country Holding Officer ABB Indonesia pada Maret 2022, dengan tanggung jawab ganda sebagai Country Finance Officer. Dengan lebih dari 25 tahun pengalaman di berbagai perusahaan multinasional, Gerard dikenal karena kepemimpinannya dalam transformasi bisnis, merger dan akuisisi, serta pengembangan strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Gerard memiliki rekam jejak dalam membantu perusahaan menghadapi tantangan operasional dan finansial, sekaligus menciptakan peluang baru melalui inovasi.
Di ABB Indonesia, ia berperan memastikan strategi global ABB-berfokus pada elektrifikasi, otomatisasi, dan keberlanjutan-diimplementasikan secara efektif di pasar Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, ABB Indonesia memperkuat perannya dalam mendukung sektor energi dan industri, terutama melalui solusi efisiensi energi dan digitalisasi.
Gerard juga menekankan pentingnya efisiensi operasional dan mendorong otomatisasi di berbagai sektor industri, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mengurangi jejak karbon.
"Keberlanjutan bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata yang harus diambil setiap hari-mulai dari operasional bisnis secara internal hingga produk dan solusi yang kami tawarkan kepada klien," ujar pria yang memiliki gelar MBA dari RMIT University dan University of Melbourne, Australia, dalam sebuah wawancara.
Di bawah arahannya, ABB Indonesia menjalin kolaborasi dengan pemerintah lokal, institusi pendidikan, dan komunitas bisnis untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung perkembangan industri tanpa mengorbankan alam.
Gerard percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan dan mempertahankan keunggulan di pasar. Di bawah bimbingannya, ABB Indonesia telah berkembang menjadi pusat solusi energi dan otomasi, dengan berbagai inovasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri modern Indonesia.
"Kami selalu berusaha selangkah lebih maju, tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini tetapi juga mempersiapkan solusi untuk masa depan," jelas Gerard.
ABB Indonesia telah menjadi katalisator dalam pengembangan teknologi energi bersih dan otomatisasi cerdas, menciptakan produk-produk yang mendukung efisiensi operasional sekaligus mengurangi jejak karbon.
Bagi Gerard, akuntabilitas adalah elemen penting yang tidak bisa ditawar dalam kepemimpinannya. Ia menekankan pentingnya setiap individu di ABB untuk bertanggung jawab penuh atas keputusan dan tindakannya. Dengan budaya kerja yang menekankan integritas dan profesionalisme, ABB telah membangun reputasi sebagai mitra bisnis terpercaya.
"Akuntabilitas menciptakan kepercayaan-baik di antara karyawan maupun dengan klien kami. Setiap keputusan yang kami ambil harus didasarkan pada integritas tertinggi," kata Gerard.
Pendekatan ini memungkinkan ABB Indonesia untuk menetapkan tujuan yang jelas, mengukur hasil dengan ketat, dan memberikan ruang bagi setiap karyawan untuk berkontribusi secara maksimal terhadap kesuksesan perusahaan.
Di balik segala pencapaiannya, Gerard tidak melupakan tanggung jawab sosial yang diemban perusahaan. ABB Indonesia telah menyelaraskan operasionalnya dengan tujuan keberlanjutan global, terutama dalam mempromosikan energi bersih, mengurangi emisi karbon, dan menginisiasi program tanggung jawab sosial. Di bawah bimbingan Gerard, ABB tidak hanya berfokus pada solusi bisnis, tetapi juga pada bagaimana mereka dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.
Langkah konkret ini terlihat melalui berbagai inisiatif perusahaan, seperti penerapan teknologi ramah lingkungan dan kemitraan dengan komunitas lokal untuk menciptakan nilai sosial. Gerard yakin bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan bagi masa depan yang lebih baik.
Kisah kepemimpinan Gerard Chan menginspirasi tidak hanya di lingkungan ABB tetapi juga di luar dunia korporat. Filosofi kepemimpinannya menggambarkan sosok pemimpin modern yang visioner, berani mengambil risiko, namun tetap memegang teguh prinsip keberlanjutan.
Dengan memadukan inovasi dan akuntabilitas, Gerard membawa ABB Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah, di mana bisnis dan lingkungan dapat tumbuh bersama dalam harmoni. Di luar pekerjaan, ia menemukan keseimbangan dengan bermain golf dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Gerard menganggap golf sebagai refleksi dari kepemimpinannya, karena mengajarkan fokus, kekuatan mental, dan kesabaran- semuanya adalah elemen penting dalam memimpin tim dan organisasi.
"Golf mengajarkan saya pentingnya menjaga ketenangan di bawah tekanan, berpikir lebih jauh, dan beradaptasi di situasi yang selalu berubah. Elemen strategis dari golf, seperti kemampuan untuk menilai kapan harus ambil resiko dan kapan sebaiknya bermain aman, kerap menjadi refleksi dari proses pembuatan keputusan di bisnis. Di golf, saya juga belajar untuk membuat kesalahan, belajar dari kesalahan, dan kembali melanjutkan perjalanan. Selain itu, golf juga memberi wadah untuk membangun relasi serta berhubungan dengan banyak orang dengan situasi yang santai," ujarnya.
(fdl/fdl)
Debat Perdana Pilgub Kalteng, Pengamat: Agustiar-Edy Lebih Unggul dari Paslon Lain
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Tengah 03 Agustiar Sabran-Edy Pratowo dinilai unggul dalam debat perdana Pilgub 2024. Pasangan calon... | Halaman Lengkap [321] url asal
#pilkada-2024 #pilgub-kalteng #debat-pilkada #pemimpin-daerah #keberlanjutan
(SINDOnews Ekbis - Kurs & Saham) 15/10/24 14:00
v/16488091/
PALANGKA RAYA - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Tengah 03 Agustiar Sabran-Edy Pratowo dinilai unggul dalam debat perdana Pilgub Kalteng 2024, Senin (14/10/2024). Keunggulan Agustiar-Edy semakin nyata dengan program keberlanjutan Kalteng berkah dan maju.Dalam debat yang diadakan di Palangkaraya itu, Agustiar-Edy tegaskan tekadnya untuk terus lanjutkan program-program strategis seperti Kalteng Berkah di masa kepemimpinannya. Hal itu dinilai jadi keunggulan tersendiri bagi Agustiar-Edy di tengah program perubahan dari paslon lain.
Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara melihat itu jadi keunggulan Agustiar-Edy. Menurutnya, gagasan keberlanjutan terbukti sangat ampuh untuk menarik dukungan dari masyarakat di akar rumput.
"Dengan adanya gagasan keberlanjutan itu sudah sebuah keunggulan bagi Paslon 03 Agustiar-Edy, apalagi lawannya mengusung perubahan semua," kata Igor, Senin (14/10/2024).
Igor mengatakan, program keberlanjutan sudah terbukti ampuh kepada masyarakat. Terlebih, tingkat kepuasan masyasrakat terhadap pemerintahan yang sebelumnya cukup bagus.
Dalam temuan survei Poltracking Indonesia periode 2-8 Agustus 2024, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Kalteng sangat tinggi. Sebesar 78,7% masyatakat puas terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur sebelumnya.
Tak sampai di situ, sebanyak 52,5% masyarakat inginkan keberlanjutan atas program yang sudah ada saat ini. Hal ini jadi sebuah keunggulan bagi Agustiar-Edy yang punya gagasan keberlanjutan.
Sehingga, gagasan keberlanjutan cukup menarik bagi masyarakat yang puas terhadap kinerja pemimpin terdahulu. Sebab itu, ia merasa gagasan Agustiar-Edy sama persis dengan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-GIbran Rakabuming Raka saat Pilpres 2024 kemarin.
"Gagasan keberlanjutan itu sangat bagus, apalagi masyarakat banyak yang puas terhadap program-program dari pemimpin sebelumnya," ujarnya.
Ia melihat, Agustiar-Edy bisa ikuti jejak Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 kemarin dengan keluar sebagai pemenang. Karena memang gagasan keberlanjutan sangat berdampak positif terhadap dukungan dari masyarakat.
"Contohnya sudah ada, Pak Prabowo dan Mas Gibran kemarin menang dengan keberlanjutan, jadi memang gagasan ini sangat ampuh untuk meraup dukungan dari masyarakat," tuturnya.
7 Tugas Penyihir Agung di Organisasi KKK
7 Tugas Penyihir Agung di Organisasi KKK [543] url asal
#rasisme-orang-kulit-hitam #pemimpin #teroris #bule #amerika-serikat
(MedCom - Internasional) 09/10/24 11:59
v/16195430/
Washington, D.C. :Ku Klux Klan (KKK) adalah organisasi supremasi kulit putih yang lahir di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Organisasi ini terkenal karena aktivitas kekerasan, diskriminasi rasial, dan tujuan untuk mempertahankan dominasi kulit putih.Dalam struktur hierarki organisasi ini, terdapat jabatan yang dikenal sebagai "Penyihir Agung" atau "Grand Wizard", yang merupakan pemimpin tertinggi dalam KKK. Artikel ini akan menguraikan tugas-tugas dan peran dari Penyihir Agung di dalam organisasi tersebut.
1. Pemimpin Ideologis
Menurut Southern Poverty Law Center (SPLC), Penyihir Agung berfungsi sebagai pemimpin ideologis yang menetapkan visi dan misi KKK.
Ia bertanggung jawab atas penyebaran ideologi supremasi kulit putih dan anti-Semitisme, serta menjaga agar tujuan utama organisasi tetap selaras dengan ideologi ekstrem mereka.
Pemimpin tertinggi ini sering kali menjadi tokoh karismatik yang berusaha menggalang dukungan dari anggota dan simpatisan.
2. Pengambil Keputusan Tertinggi
Menurut buku Hooded Americanism karya David M. Chalmers, Penyihir Agung adalah pengambil keputusan tertinggi dalam hierarki KKK yang memiliki wewenang penuh dalam menentukan arah kebijakan dan tindakan yang akan diambil oleh organisasi.
Keputusan-keputusan strategis, termasuk rencana aksi, kegiatan, dan kampanye, dibuat dengan persetujuan Penyihir Agung. Ia juga memimpin rapat dan pertemuan organisasi untuk membahas strategi yang akan diimplementasikan.

Gambar: Penyihir Agung KKK Saat Ini, Thomas Robb. (Wikipedia)
3. Koordinator dan Perekrut
Menurut Anti-Defamation League (ADL), Penyihir Agung juga bertanggung jawab dalam merekrut anggota baru dan mengoordinasikan aktivitas cabang-cabang KKK di berbagai daerah.
Ia berperan sebagai penghubung antara cabang-cabang lokal (klan) dengan pusat organisasi. Perekrutan sering kali dilakukan melalui propaganda dan kegiatan-kegiatan yang mengedepankan ideologi organisasi tersebut.
4. Mengatur Upacara dan Ritual
Menurut artikel dari History.com, KKK dikenal dengan berbagai ritual dan upacara yang mereka adakan, seperti pembakaran salib. Penyihir Agung memiliki peran penting dalam mengatur dan memimpin upacara-upacara ini.
Upacara-upacara ini biasanya dirancang untuk memperkuat ikatan ideologis antaranggota dan menakut-nakuti komunitas yang menjadi target mereka. Penyihir Agung memimpin jalannya ritual tersebut dengan tujuan menanamkan rasa kesatuan dan loyalitas di antara anggota.
5. Simbol Representasi KKK
Menurut laporan dari SPLC, Penyihir Agung juga berfungsi sebagai simbol representasi organisasi. Ia sering kali menjadi wajah publik dari KKK dan berusaha membentuk citra organisasi di mata simpatisan mereka.
Sebagai representasi, Penyihir Agung memberikan pidato-pidato, menyebarkan pesan propaganda, dan menjadi simbol kekuatan supremasi kulit putih yang dipegang teguh oleh organisasi.
6. Mengatur Keuangan Organisasi
Dalam buku Ku Klux Klan: History, Organization, Language, Influence and Activities of America's Most Notorious Secret Society karya Michael Newton, Penyihir Agung bertanggung jawab atas pendanaan kegiatan-kegiatan KKK, termasuk mengumpulkan donasi dari anggota dan simpatisan.
Keuangan ini digunakan untuk mendanai kegiatan operasional, penyebaran propaganda, hingga pengadaan simbol-simbol organisasi.
7. Memelihara Jaringan Politik
Menurut buku The Fiery Cross: The Ku Klux Klan in America karya Wyn Craig Wade, Penyihir Agung berusaha untuk memelihara jaringan dengan kelompok atau individu yang memiliki pengaruh politik.
Meskipun KKK secara umum telah ditolak secara luas oleh masyarakat dan pemerintah, terdapat masa dalam sejarah di mana Penyihir Agung berusaha menjalin hubungan dengan politisi dan pejabat untuk mempengaruhi kebijakan yang sesuai dengan tujuan mereka.
Penting untuk diingat bahwa organisasi seperti KKK membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menumbuhkan kebencian yang merusak kehidupan bersama.
Baca Juga:
Duh, Pria Kulit Hitam AS Lagi-Lagi Tewas di Tangan Polisi
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(WAN)
YPC Luncurkan Sekolah Guru Pemimpin (SGP), Tingkatkan Kualitas Pengajar RI
YPC berharap kehadiran SGP dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia seiring dengan meningkatnya kapasitas guru. [296] url asal
#sekolah-guru-pemimpin #sgp #ypc #sekolah-guru-pemimpin-hadir #kualitas-pendidikan-ri-diharapkan-meningkat
(Bisnis.Com - Ekonomi) 05/10/24 16:34
v/16016913/
Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Pendidikan Cerdas (YPC) meluncurkan Sekolah Guru Pemimpin (SGP) guna meningkatkan kapasitas pengajar sebagai pemimpin inspiratif. Kehadiran SGP diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.
SGP memiliki berbagai program mendalam dan berfokus pada pengembangan kemampuan, karakter, serta keterampilan kepemimpinan.
Ketua Thinktank Sekolah Guru Pemimpin, Erie Sudewo menuturkan bahwa adanya SGP ini sebagai wadah agar guru bisa mengeksplorasi dan mencetak generasi masa mendatang secara beriringan.
“Tapi yang paling penting adalah (Guru) bisa berkarya memproses dan mencetak anak-anak siswa menjadi lebih baik,” kata Erie dalam sambutannya di Wisma Mandiri, Sabtu (5/10/2024).
Di sisi lain, Kepala Sekolah Guru Pemimpin Achmad Ardiansyah, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyoroti pentingnya Sekolah Guru Pemimpin sebagai langkah strategis dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
“Sekolah Guru Pemimpin diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan pendidik tidak hanya mahir mengajar, tetapi juga mampu menjadi pemimpin untuk siswa dan sesama guru, serta menyebarkan praktik baik dalam adab kepemimpinan dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Selain peresmian, acara ini akan menghadirkan sesi Inspire Talk dengan narasumber seperti Galih Sulistyaningra (seorang guru SD Negeri yang juga merupakan LPDP Awardee, serta content creator) dan Ahmad Fuadi (Penulis Buku “Negeri 5 Menara” dan “Menjadi Guru Inspiratif”).
Sekolah Guru Pemimpin juga memperkenalkan program unggulannya, The Inspiring Leader Teacher, yang telah berhasil menyelesaikan satu rangkaian program, terdiri dari satu angkatan (batch) atau 26 guru di Jabodetabek. Selain itu terdapat juga program lain yakni Program Tematik : Offline dan Online.
Selama berdiri dari Mei 2024, Sekolah Guru Pemimpin sudah bermitra dengan lebih dari 15+ sekolah dan telah menginspirasi lebih dari 160+ guru. Materi yang ada di program program Sekolah Guru Pemimpin bervariasi namun didasarkan pada kurikulum Adab Kepemimpinan.
Seperti Classroom Management, Pembelajaran Diferensiasi, Social Emotional Learning, dan lain lain. Semua disesuaikan untuk kebutuhan guru dan kepemimpinan yang harus dimiliki seorang guru.
Menakar Nalar Batas Pendidikan dan Usia dalam Persyaratan Calon Kepala Daerah - kumparan.com
Menakar Nalar Batas Pendidikan & Usia Dalam Persyaratan Calon Kepala Daerah [1,358] url asal
#pemimpin #undang-undang #pendidikan #usia
(Kumparan.com) 03/10/24 09:05
v/15902368/
Jika mencermati persyaratan untuk menjadi calon Kepala Daerah sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pilkada, setidaknya terdapat 2 (dua) hal yang paling sering menjadi sorotan bahkan sampai menjadi gugatan di Mahkamah Konstitusi yaitu perihal batas pendidikan paling rendah dan batas usia paling rendah.
Dalam aturan tersebut dipaparkan secara eksplisit bahwa seorang calon Kepala Daerah harus berpendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat serta harus berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk calon Bupati dan
calon Wakil Bupati serta calon Wali kota dan calon Wakil Wali kota. Agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan, dirasa perlu untuk mengelaborasinya secara runut dan lebih mendalam sehingga publik dapat memahami apakah norma perihal batasan-batasan tersebut wajar atau tidak, bisa diterima nalar atau tidak, serta jika tidak apa solusi alternatifnya.
Mengamati situasi Indonesia saat ini, baik dari aspek ekonomi maupun politik, sepertinya kita terpaksa agak sedikit pesimis bila dalam waktu dekat Pemerintah Pusat mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Padahal di usia yang ke-79 tahun, semestinya Indonesia sudah bisa masuk kategori negara maju.
Mengingat bahwa selain memiliki letak geografis yang sangat strategis, Indonesia juga sangat kaya akan SDA-nya. Begitu pula dengan potensi SDM-nya, kita juga tidak kekurangan orang-orang hebat untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. Dengan hitung-hitungan seluruh potensi itu, seharusnya secara ekonomi Indonesia tidak lagi kekurangan.
Justru kita sudah bisa berswasembada tanpa perlu lagi menambah utang. Namun kenyataannya, saat ini Indonesia masih begini-begini saja, kondisi masyarakat juga masih begitu-begitu saja. Kesejahteraan rakyat sebagaimana yang dicita-citakan dalam Pembukaan UUD 1945 masih jauh panggang dari api. Banyak hal yang semestinya bisa masyarakat peroleh, namun belum bisa didapatkan. Banyak hal yang semestinya bisa masyarakat nikmati, namun belum bisa diwujudkan.
Setelah menelaah kondisi tersebut, dapat ditarik sebuah hipotesa bahwa untuk bisa membawa Indonesia menjadi negara maju dalam waktu yang relatif lebih cepat, resep yang paling manjur adalah dengan memajukan daerah-daerahnya terlebih dahulu. Dan untuk mewujudkan keberhasilan atau kesuksesan di suatu daerah, ikhtiar awal yang harus ditempuh adalah dengan memilih calon Kepala Daerah yang tepat.
Memilih figur yang qualified, mumpuni, visioner serta memiliki visi, misi dan program kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan daerah yang akan dipimpinnya kelak. Oleh karena itu, untuk mewujudkan itu semua, menjadi sebuah keniscayaan bahwa syarat untuk menjadi calon Kepala Daerah harus diatur dan ditetapkan secara lebih ketat dan selektif. Salah satunya dengan menetapkan batasan pendidikan paling rendah dan batasan usia paling rendah yang paling logis dan paling mendekati ideal.
Bahwa mensyaratkan tingkat pendidikan calon Kepala Daerah paling rendah hanya sebatas SLTA atau sederajat sebagaimana yang disebutkan dalam UU Pilkada, dianggap kurang relevan lagi di era modern seperti sekarang ini. Bagaimana mungkin seorang Kepala Daerah akan mampu memajukan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi jika yang bersangkutan hanya lulusan SLTA atau sederajat.
Bagaimana mungkin yang bersangkutan bisa mendesain smart concept perihal program pengembangan SDM jika tidak pernah mengenyam bangku kuliah. Bagaimana mungkin yang bersangkutan sanggup membangun kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan sektor-sektor ekonomi potensial di daerahnya kelak jika tidak pernah melakukan analisis akademik seperti tugas akhir pada saat kuliah.
Bagaimana mungkin yang bersangkutan bisa menyusun strategi optimalisasi SDA sebagai Pendapatan Asli Daerah apabila tidak pernah belajar dan tidak memahami konsep metodologi. Bagaimana mungkin yang bersangkutan bisa merancang APBD yang ideal, sehingga anggaran yang ditetapkan sesuai skala prioritas dan tidak besar pasak dari pada tiang, jika hanya berbekal wawasan dan ilmu dari bangku SLTA atau sederajat saja.
Dan bagaimana mungkin seorang lulusan SLTA atau sederajat mampu memegang tongkat komando untuk menggerakkan ribuan orang pegawai di daerah, yang mayoritas isinya adalah para sarjana bahkan tidak sedikit yang sudah S2 ataupun S3.
Sudahkah poin-poin di atas dijadikan variabel pertimbangan oleh para pembuat kebijakan ketika menentukan syarat batasan tingkat pendidikan paling rendah seorang calon Kepala Daerah?
Perusahaan-perusahaan swasta di luar sana saja, dalam merekrut karyawan staf biasa, yang jobdesk-nya lebih bersifat administratif, sudah sangat jarang yang mau menerima lulusan SLTA atau sederajat. Dan bagi kandidat dengan kualifikasi sarjana sekalipun, harus melewati berbagai macam ujian, tes, dan seleksi terlebih dahulu sebelum dapat menduduki posisi tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan proses rekrutmen calon ASN Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Begitu juga dalam proses penyaringan untuk menduduki jabatan eselon di Pemerintahan yang harus melalui mekanisme dan sistem merit yang cukup ketat. Nah, apalagi untuk mencari seorang Kepala Daerah, yang notabene merupakan atasan dari ribuan pegawai di daerah.
Jabatan dengan jobdesk yang jauh lebih berat dari sekadar pekerjaan administratif, tapi juga harus memiliki mindset, perspektif dan paradigma yang jauh lebih matang agar mampu menghasilkan ide-ide dan gagasan kreatif. Jabatan yang juga menuntut kemampuan leadership yang baik serta mempunyai skill komunikasi dan negosiasi yang andal agar mampu menjadi solusi dari setiap permasalahan yang ada di daerahnya.
Sama halnya dengan batas jenjang pendidikan paling rendah, batas usia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur serta 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta Calon Wali kota dan Calon Wakil Wali kota, sebagaimana yang disebutkan dalam UU Pilkada, juga dinilai memiliki pertimbangan dan argumentasi yang lemah sehingga membuka ruang perdebatan yang tidak berkesudahan di ranah publik.
Mensyaratkan batasan usia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun tersebut justru memberi kesan bahwa keberadaan Bupati atau Wali kota dalam struktur organisasi negara ini tidaklah begitu penting. Mengizinkan seseorang yang berusia 25-30 tahun untuk memimpin sebuah Kabupaten/Kota, seakan-akan mengisyaratkan bahwa eksistensi jabatan tersebut tidaklah begitu berpengaruh secara krusial.
Bahkan hal tersebut bisa menimbulkan prasangka bahwa ditentukan demikian agar kepemimpinan dan kebijakan sang Bupati atau Wali kota masih mudah disetir dan diintervensi. Melegalkan seseorang yang masih berusia 25-30 tahun untuk menjadi pemimpin suatu Kabupaten/Kota, terkesan seperti sebuah lelucon konyol. Apalagi jika yang bersangkutan di rentang usia segitu hanya lulusan SLTA atau sederajat pula, kira-kira kontribusi apa yang bisa diberikannya untuk daerah yang akan dipimpinnya kelak.
Jangankan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat daerah dengan segala problematikanya, kemampuan yang bersangkutan dalam memimpin sebuah tim besar yang bernama Pemerintahan Daerah saja masih patut diragukan. Pengalaman sebanyak apa yang bisa diaplikasikannya ketika menjadi Kepala Daerah di usia segitu. Integritas seperti apa yang bisa dijanjikannya bila yang bersangkutan masih belum pernah mengenal berbagai macam godaan dan tekanan ketika menjadi seorang pemimpin.
Apa di usia segitu yang bersangkutan sudah memiliki pemahaman tentang latar belakang penyebab meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalitas sehingga mampu menyusun strategi untuk mengentaskannya. Apa di usia segitu yang bersangkutan mampu merangkul dan memotivasi seluruh elemen masyarakat di daerah seperti para tokoh adat, para pemuka agama termasuk para investor untuk bahu membahu membangun daerahnya. Apa di usia segitu yang bersangkutan mampu menjadi solution maker serta menjadi juru damai ketika ada konflik horizontal di daerahnya.
Sudahkah poin-poin di atas dijadikan variabel pertimbangan oleh para pembuat kebijakan ketika menentukan syarat batasan usia paling rendah seorang calon Kepala Daerah, khususnya bagi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta Calon Wali kota dan Calon Wakil Wali kota?
Bukan maksud menyepelekan kualitas anak muda, karena memang ada juga anak muda di usia segitu yang hebat dan sudah sukses. Namun biasanya hanya pada satu atau dua bidang saja, dan dengan lingkup kepemimpinannya yang relatif kecil serta dengan tantangan yang relatif kecil juga. Kondisi yang tentu sangat berbeda dengan posisi seorang Kepala Daerah yang lingkup, kompleksitas dan keberagaman tantangannya jauh lebih besar.
Jadi sesungguhnya tugas dan pekerjaan seorang Kepala Daerah sangatlah tidak mudah, butuh figur yang matang dalam berpikir dan bersikap, butuh figur yang bagus skill komunikasinya, butuh figur yang punya wawasan luas dan segudang pengalaman, butuh figur yang jam terbang dan kemampuan leadership yang mumpuni, butuh figur yang piawai mengontrol situasi apa pun yang terjadi di daerahnya. Dan semua itu agak sulit ditemukan dalam diri seseorang yang masih berusia 25-30 tahun.
Tidak terlalu sulit menemukan teori atau pendapat para ahli, filsuf maupun para pesohor dunia yang menyatakan baik secara eksplisit maupun implisit bahwa di rentang usia tersebut belumlah layak untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan rentang usia tersebut, untuk memimpin dirinya sendiri saja terkadang masih sering kesulitan. Untuk mengontrol sikap serta ego dirinya saja terkadang masih sering kerepotan. Termasuk dalam memimpin sebuah keluarga atau rumah tangga dengan bijaksana.
4 Profesi Ini Tak Bisa Digantikan AI di Masa Depan, Apa Saja?
Di tengah gempuran AI, ternyata beberapa profesi ini masih bisa sangat dibutuhkan [837] url asal
#profesi-tak-tergantikan #kecerdasan-buatan #pekerjaan-kreatif #profesional-kesehatan #pendidik #pemimpin
(detikFinance) 30/09/24 09:30
v/15761677/
Keberadaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memiliki banyak manfaat bagi manusia. Akan tetapi, di sisi lain AI juga dapat menggantikan beberapa profesi.
Melansir unggahan Instagram @ditjen.dikti, McKinsey Global Company telah memprediksi sekitar 30% pekerjaan berpotensi terotomatisasi oleh kecerdasan buatan atau AI pada tahun 2030.
Sehingga sebanyak 12 juta orang Amerika diperkirakan akan memiliki pekerjaan yang tak sesuai minat mereka. Dalam sebuah studi dari Goldman Sachs (2023) pun dilaporkan bahwa AI bisa berdampak pada 300 juta pekerjaan penuh di seluruh dunia.
Meski demikian, pastinya masih ada banyak juga harapan bagi manusia untuk terus bekerja dan mencari nafkah. Ada beberapa profesi yang masih bergantung pada kemampuan manusia secara penuh. Profesi apa saja?
Profesi yang Tak Bisa Digantikan oleh AI di Masa Depan
1. Pekerjaan Kreatif
Seni adalah sebuah ekspresi yang bisa diterima oleh panca indra dan perasaan. Oleh karena itu, pekerjaan yang berbau dengan seni tak bisa digantikan oleh AI.
Contohnya seniman, desainer, penulis, penyanyi, dan sebagainya. AI tak bisa memahami konteks budaya, sosial, dan emosional dalam membuat sebuah karya.
Jurusan-jurusan kuliah yang relevan dengan pekerjaan di bidang seni ini antara lain desain komunikasi visual, seni rupa, desain produk, sastra, dan jurnalistik.
2. Profesional Kesehatan
Walaupun sudah banyak robot pembantu dokter di rumah sakit, tetapi tak ada yang bisa menggantikan dokter itu sendiri. Pekerjaan dalam bidang kesehatan seperti perawat, terapis, dan lainnya pun pasti memerlukan empati.
Sedangkan robot atau produk AI tak akan bisa memahami rasa sakit atau perasaan pasien. Masalah kesehatan pun adalah hal yang kompleks sehingga tak bisa dipercayakan kepada robot.
Jika detikers ingin mencari profesi aman dengan memilih karier di bidang kesehatan ini, maka bisa mengambil kuliah jurusan kedokteran, keperawatan, psikologi atau terapi okupasi.
3. Pendidik
Saat ini sudah banyak platform yang memuat berbagai ilmu pengetahuan dan dikendalikan oleh AI. Namun, bagaimana pun pengajaran yang terbaik meski dilakukan guru secara langsung.
Pendidikan bukan sekadar belajar ilmu tapi juga karakter. Seorang guru juga bisa langsung memotivasi siswa jika ada masalah psikologi dan lainnya.
4. Pemimpin
Seorang pemimpin perusahaan, negara, lembaga, dan lainnya haruslah bijak. Posisi ini selamanya tak bisa digantikan robot atau AI.
AI tidak bisa memberikan keputusan terbaik bagi manusia. Namun dalam hal kepemimpinan, AI bisa menjadi media bagi seorang pemimpin dalam membangun relasi dengan banyak orang.
Profesi yang Berpotensi Digantikan AI di Masa Depan
Sebaliknya, berikut adalah beberapa profesi yang bisa digantikan AI dikutip dari arsip detikEdu:
1. Akuntan
Seorang akuntan sangat dibutuhkan di semua jenis perusahaan. Mereka bertugas mencatat laporan keuangan perusahaan dan memastikan pembukuan tersusun rapi.
AI tak bisa menggantikan pekerjaan ini sepenuhnya, tetapi bisa menggeser akuntan.
2. Analisis Riset Pasar
Saat ini sudah banyak tools yang bisa diakses gratis untuk mengetahui analisis riset. Baik riset pasar media sosial, riset pasar industri, dan lainnya.
Seorang analis biasanya akan mengumpulkan data untuk kemudian dia riset. Namun, saat ini sudah banyak tools AI yang bisa membantu perusahaan menghimpun data sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Desainer Grafis
Tren foto AI yang bisa dibuat secara otomatis semakin mengemuka. Misalnya lewat ChatGPT, seseorang bisa membuat gambar secara otomatis bahkan sesuai permintaan yang diinginkan .
Pekerjaan desainer grafis dengan begitu bisa tergerus oleh adanya AI pembuat foto atau video otomatis ini.
4. Customer Service
Seorang customer service bertugas melayani pelanggan perusahaan yang mengalami kendala atau membutuhkan bantuan. Secara komunikasi lisan atau tertulis, AI sudah bisa menggantikan peran ini.
Saat ini juga sudah lazim pemanfaatan customer service online. AI ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang banyak ditanyakan atau umum.
Itulah beberapa pekerjaan yang tak bisa digantikan AI di masa depan. Apakah ada profesi yang kamu inginkan detikers?
(cyu/pal)
DOA: Kunci Kepemimpinan yang Menggugah - kumparan.com
Menjadi pemimpin yang visioner—memikirkan masa depan, juga memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencapainya melalui keunikan dan keunggulan potensi diri. [783] url asal
#kaum-muda #doa #pemimpin #kepemimpinan #kunci
(Kumparan.com) 16/09/24 09:27
v/15087460/
“Kaum Muda! Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan siapa pun!” Inilah pernyataan mengesankan dari John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat yang dikenal karena kepemimpinan visionernya. Kata-kata ini tidak hanya menggarisbawahi pentingnya mimpi besar tetapi juga menekankan esensi dari kepemimpinan inspiratif dan visioner: memimpin dengan semangat dan motivasi yang kuat untuk mengejar impian yang belum pernah terpikirkan oleh siapa pun sebelumnya.
DOA adalah singkatan dari tiga konsep penting dalam kepemimpinan inspiratif: Develop Vision (membangun visi), Opportunities Seekers (mencari peluang), dan Amaze Yourself (takjub pada diri sendiri).
Pertama, Develop Vision mengacu pada kemampuan pemimpin untuk merumuskan dan mengkomunikasikan visi yang jelas dan inspiratif, yang dapat memandu dan memotivasi tim untuk mengejar tujuan bersama.
Kepemimpinan inspiratif adalah kunci utama dalam mencapai tujuan bersama. Sebagian buku-buku teks dan artikel ilmiah mendefinisikan pemimpin sebagai seseorang yang dengan ide dan gagasannya, mampu menginspirasi orang lain untuk melakukan sesuatu.
Fakta empris, dari sejarah bangsa kita memberikan contoh konkret tentang kepemimpinan inspiratif. Soekarno, Presiden pertama Indonesia, adalah sosok yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme melalui gagasan Trisakti—politik yang mandiri, ekonomi yang berdikari, dan budaya yang berkepribadian. Visinya untuk Indonesia yang merdeka dan berdaulat mencerminkan kekuatan kepemimpinan inspiratif.
Begitu juga Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama, yang memperkenalkan koperasi sebagai solusi sosial ekonomi berdasarkan prinsip gotong royong. Keduanya tidak hanya mengarahkan tetapi juga memotivasi rakyat Indonesia untuk bergerak menuju masa depan yang lebih baik.
Pemimpin yang dikenal sebagai pemimpi adalah individu yang memiliki kapasitas untuk melihat jauh ke depan dan merancang strategi yang akan mengarahkan organisasi menuju kesuksesan di masa depan. Mereka tidak hanya menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, tetapi juga mampu menginspirasi dan memotivasi tim mereka untuk berkomitmen pada visi tersebut.
Selain itu, pemimpin visioner ini secara efisien mengelola sumber daya—termasuk tenaga kerja, dana, dan material—untuk memastikan bahwa setiap elemen organisasi berperan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Kedua, Opportunities Seekers menggambarkan sikap proaktif dalam mencari dan memanfaatkan peluang yang muncul, baik di pasar maupun dalam lingkungan organisasi, untuk meningkatkan kinerja dan pencapaian.
Pemimpin yang efektif secara aktif mencari dan mengeksplorasi peluang dengan memantau pasar, menganalisis tren, dan mengenali potensi yang menguntungkan bagi organisasi. Mereka tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi proaktif dalam mengevaluasi dan memanfaatkan berbagai kemungkinan untuk kemajuan. Dengan keterampilan analitis dan kreativitas, mereka dapat mengantisipasi perubahan, merespons dinamika pasar, dan merancang strategi inovatif.
Sebagai contoh, Soekarno memanfaatkan kekosongan kekuasaan setelah Perang Dunia II untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dengan keberanian dan ketepatan waktu, Soekarno dan Mohammad Hatta memanfaatkan situasi tersebut untuk mengumumkan kemerdekaan sebelum Jepang menyerah kepada Sekutu, menjadikannya tonggak penting dalam sejarah Indonesia.
Sedangkan ketiga, Amaze Yourself menekankan pentingnya mengapresiasi dan memanfaatkan keunikan serta potensi diri sendiri, alih-alih fokus pada kelemahan. Rasa takjub terhadap keunggulan atau keunikan timbul karena manusia memiliki kecerdasan majemuk, yang memungkinkan mereka untuk mengenali, menghargai, dan memahami berbagai kemampuan dan keistimewaan.
Kecerdasan majemuk mencakup aspek seperti kecerdasan intelektual, kreativitas, kecerdasan emosional, dan keterampilan khusus, yang membantu individu dalam menghargai keunggulan pada dirinya. Ketika seseorang merasa takjub pada dirinya, ini mencerminkan kemampuannya untuk menghargai keunikan yang ada pada dirinya, dari pada menimbang-nimbang kelemahan.
Rasa takjub ini juga menunjukkan kemampuan manusia untuk menghubungkan berbagai jenis kecerdasan dan perspektif, serta menemukan nilai dan potensi dalam setiap keunggulan, yang dapat memotivasi pencapaian dan inovasi. Jika ada tidak cerdas secara rasional, mungkin kemampuan lebih ada berbicara menyebabkan adan bisa menggunakan keunggulan itu untuk menjadi public speakers atau seorang penulis.
Howard Gardner, dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences yang diterbitkan pada tahun 1983, memperkenalkan konsep kecerdasan majemuk untuk mengatasi pandangan yang hanya mengukur kecerdasan lewat kemampuan logika semata.
Menurut Gardner, ada kecerdasan lain yang sering diabaikan. Kecerdasan majemuk menjelaskan bagaimana individu memanfaatkan berbagai bentuk kecerdasan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan inovasi. Pendekatan ini membantu kita memahami bagaimana pikiran manusia berinteraksi dengan lingkungan, baik dalam aspek konkret maupun abstrak, melebihi sekadar tes IQ.
Menurut Gardner, terdapat delapan jenis kecerdasan, yaitu: linguistik (kemampuan berbahasa), logika-matematika (analisis angka), spasial (pemahaman ruang dan bentuk), kinestetik-jasmani (gerakan tubuh), musikal (kreativitas musik), interpersonal (berinteraksi dengan orang lain), intrapersonal (pemahaman diri sendiri), dan naturalis (hubungan dengan alam).
Dalam dunia kepemimpinan, semangat dan visi adalah bahan bakar yang menggerakkan roda perubahan. Kutipan pesan John F. Kennedy di awal mengingatkan kita akan pentingnya memiliki mimpi besar. Sementara itu, konsep DOA—Develop Vision, Opportunities Seeker, dan Amaze Yourself—menyediakan kerangka kerja praktis untuk menerjemahkan mimpi tersebut menjadi tindakan nyata.
Sejarah menunjukkan kepada kita kekuatan kepemimpinan seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, yang tidak hanya menetapkan visi tetapi juga secara aktif mengeksplorasi peluang dan memanfaatkan keunikan potensi diri. Menjadi pemimpin yang visioner—memikirkan masa depan, juga memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencapainya melalui keunikan dan keunggulan potensi diri.


