Toyota Hilux Rangga resmi dijual di Indonesia dan mengisi segmen kendaraan niaga atau komersial. Usai kehadiran Hilux Rangga, gimana nasib Toyota Hilux yang dipasarkan Toyota Indonesia sebelumnya?
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM)Anton Jimmi Suwandy menerangkan, Toyota Indonesia tetap menjual Hilux. Hanya saja, ada satu varian Hilux yang dihentikan penjualannya dan digantikan posisinya oleh Hilux Rangga.
Toyota Hilux Rangga Foto: Dok. Toyota-Astra Motor (TAM)
"Line-up Hilux tetap tersedia. Jadi yang single cabin 4x2, (posisinya) memang digantikan Hilux Rangga. Sebab Hilux Rangga punya produk yang lebih unggul, dan harga yang lebih baik. Tapi (untuk Hilux) kita masih ada single cabin 4x4 dan double cabin 4x4, lengkapi produk komersial Hilux, yang memang raja di kelasnya," ungkap Anton di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.
Mengutip situs resmi Toyota-Astra Motor, Hilux double cabin 4x4 masih dipasarkan, tipe 2.4 G 4x4 M/T dengan harga Rp 481.800.000, 2.4L E-RTS 4x4 M/T (Spot Order) dijual Rp 457.400.000, tipe 2.4 E 4x4 M/T Rp 448.600.000, dan tipe 2.4 V 4x4 A/T Rp 532.750.000.
Toyota Hilux Double Cabin 4x4 Foto: Dok. Toyota
Selain itu, Hilux single cabin 4x2 dan 4x4 juga masih ditawarkan Toyota, tipe 2.0 4x2 M/T Rp 283.700.000, tipe 2.4 DSL 4x2 M/T Rp305.800.000, serta tipe tertinggi 2.4 DSL 4x4 M/T Rp 407.800.000.
Sementara itu, All New Toyota Hilux Rangga dipasarkan dengan harga dan varian berikut ini:
Varian bensin
1. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.0 Standard M/T : Rp 188,7 juta 2. Hilux Rangga Pick Up 2.0 Standard M/T: Rp 193,6 juta 3. Hilux Rangga Pick Up 2.0 Standard M/T 3WAY: Rp 194,6 juta 4. Hilux Rangga Pick Up 2.0 High M/T: Rp 215,7 juta.
Varian diesel
1. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.4 DSL Standard M/T: Rp 244,7 juta 2. Hilux Rangga Pick Up 2.4 SL Standard M/T: Rp 249,6 juta 3. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL Standard M/T 3WAY: Rp 250,6 juta 4. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL High M/T: Rp 283,6 juta 5. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.4 DSL High A/T: Rp 299,2 juta 6. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL High A/T: Rp 304,5 juta.
Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid meraih penghargaan 'Mobil Hybrid Terpopuler di Indonesia' di detikcom Awards 2024, menguasai 45,8% penjualan mobil hybrid. [588] url asal
PT Toyota-Astra Motor (TAM) menerima penghargaan dari detikcom Awards untuk mobil Toyota Kijang Innova Zenix. MPV berteknologi hybrid hasil produksi anak bangsa itu meraih penghargaan 'Mobil Hybrid Terpopuler di Indonesia' dalam ajang detikcom Awards 2024.
Toyota merupakan pelopor kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Merek otomotif terlaris di Indonesia ini telah meluncurkan mobil hybrid sejak 2009 dengan model Toyota Prius. Seiring berjalannya waktu, Toyota kini telah meluncurkan mobil hybrid buatan dalam negeri, salah satunya adalah Kijang Innova Zenix Hybrid.
Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid sukses menjadi mobil hybrid terpopuler di Indonesia. Terbukti, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid menjadi mobil hybrid paling laris di Indonesia sepanjang tahun 2024.
Menurut data wholesales Gaikindo dari Januari sampai Agustus 2024, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid menguasai 45,8 persen penjualan mobil hybrid di Indonesia. Ini berarti, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid masih menjadi top of mind masyarakat Indonesia dalam memilih mobil hybrid.
Kijang Innova Zenix Hybrid Foto: Pradita Utama
Tak cuma itu, berkat line up mobil hybrid yang lengkap mulai dari segmen sedan, SUV, sampai MPV, Toyota menjadi merek yang paling banyak menjual mobil hybrid di Indonesia dengan pangsa pasar hingga lebih dari 54 persen di segmen mobil hybrid (data semester I 2024).
Karenanya, Toyota khususnya model Kijang Innova Zenix Hybrid berhak meraih penghargaan Mobil Hybrid Terpopuler di Indonesia dalam detikcom Awards. Mobil hybrid merupakan teknologi kendaraan elektrifikasi yang cocok untuk Indonesia. Sebab, mobil hybrid tidak membutuhkan infrastruktur tambahan dan memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Penghargaan Mobil Hybrid Terpopuler di Indonesia diberikan langsung oleh Ardhi Suryadi sebagai Head of Economic and Industry News detikcom kepada perwakilan PT Toyota Astra Motor di The Westin, Jakarta, pada 17 Oktober 2024.
detikcom Awards merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada individu, merek, dan lembaga di Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. Melalui detikcom Awards, kami menghargai pencapaian yang menginspirasi, inovasi yang mencuat, transformasi dan adaptasi yang tercipta, serta perubahan positif yang terjadi.
detikcom Awards bukan sekadar acara penghargaan, melainkan juga menjadi ajang untuk menginspirasi dan memberikan pengakuan kepada individu, merek, dan lembaga yang menjadi pionir dalam transformasi kemajuan Indonesia. detikcom Awards diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan menciptakan perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor di Indonesia.
Adapun untuk proses penilaian setiap kategori detikcom Awards dilakukan dengan proses yang ketat dan transparan. Sejumlah kriteria menjadi pertimbangan dalam menentukan para penerima penghargaan mulai dari inovasi, dampak, kualitas, relevansi, hingga keberlanjutan.
Proses penilaian dilakukan oleh Tim Komite Asesmen detikcom dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mencari tokoh, merek, atau lembaga yang adaptif dan bertransformasi di era perubahan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota menjadi salah satu merek yang lebih dulu menjual mobil hybrid di Indonesia. Produknya saat ini sudah banyak untuk hybrid dan plug-in hybrid, total ada sembilan mobil.
Varian hybrid paling murah yang ditawarkan adalah Yaris Cross hybrid dengan harga Rp 440,6 juta. Memang bisa dibilang belum masuk harga yang terjangkau, untuk itu Toyota dikabarkan sedang mempersiapkan mobil hybrid murah, yang digadang-gadang Toyota Veloz hybrid.
Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, untuk menghadirkan produk hybrid dengan harga yang lebih kompetitif diperlukan lebih banyak persiapan.
“Untuk masuk ke segmen hybrid yang lebih kompetitif, banyak hal yang harus kita persiapkan. Mulai dari internal kita, kemudian situasi di pasar, kompetisi, market,” ucap Anton, di Jakarta belum lama ini.
Selain itu, terkait insentif mobil hybrid juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan produk ramah lingkungan itu. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa insentif bagi mobil hybrid bisa membuat pasar semakin luas.
VIO Toyota All New Avanza-Veloz sendiri mencatatkan total penjualan 11.762 unit atau 15,5 persen dari total pasar otomotif
“Insentif pasti salah satunya, jadi salah satu faktor menjadi pertimbangan juga,” kata Anton.
Sebagai informasi, Thailand sudah memberikan subsidi mobil listrik dengan proporsi yang mengacu pada besaran kapasitas baterai kendaraan. Nilai insentif yang diberikan berkisar Rp 30 jutaan sampai Rp 66,8 juta per unit mobil.
Menariknya, mereka tidak membatasi jenis atau tipe mobil listrik dimaksud. Jadi, baik mobil hybrid maupun PHEV bisa mendapatkannya.
Selain itu, Pemerintah Thailand pun memberikan subsidi pajak untuk mobil listrik termasuk pengurangan cukai pajak jalan dan pajak impor.
Apakah menteri-menteri di kabinet Prabowo-Gibran bakal menggunakan lagi mobil Toyota seperti di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya? [515] url asal
Akhir pekan ini bakal dilakukan pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk periode jabatan 2024-2029. Terkait hal itu, apakah menteri-menteri di kabinet Prabowo-Gibran bakal menggunakan lagi mobil Toyota seperti di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya?
Menjawab pertanyaan tersebut, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan, saat ini posisi Toyota Indonesia sedang menunggu pihak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) yang berwenang melakukan pengadaan kendaraan dinas menteri.
"Itu mungkin (keputusannya) dari Setneg ya, bagian pengadaan. Jadi kita hanya menunggu saja posisinya. Jadi jika Setneg ada kebutuhan, kita akan provide (menyediakan)," ungkap Anton kepada wartawan di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.
Sebagai informasi, mobil Toyota jadi kendaraan dinas menteri di era pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin. Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid dipercaya menjadi kendaraan dinas menteri dan pejabat setingkat menteri periode 2019-2024. Mobil ini menggantikan model sebelumnya Toyota Crown Royal Saloon yang telah mengabdi selama 1 dekade antara tahun 2009-2019.
Mobil ini terpilih melalui mekanisme tender umum dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kala itu, PT Astra International Tbk-TSO sebagai pemenang tender menyediakan 101 unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive untuk para 'pembantu' Jokowi. Total nilai lelang sebesar Rp 147.229.317.000.
Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid mengusung mesin berkode A25-FXS. Mesin berkapasitas 2.487 cc Dynamic Force Engine itu bisa menyemburkan tenaga 184 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm. Untuk tenaga listrik, Toyota Crown mengaplikasikan electric motor dengan power143 PS dan torsi 300 Nm sejak pedal gas diinjak. Menggunakan transmisi Electronically Controlled CVT, sedangkan baterai memakai jenis Nickel-metal Hydride (Ni-MH).
Sinergi antara motor listrik dan motor bakar lewat kendali HSD II yang efisien membuat mobil dengan radius putar 5,3 meter ini mencatat konsumsi bensin efisien. Dengan standar pengetesan JC08, konsumsi bahan bakarnya sekitar 20,8 km/liter. Selain lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, Toyota Crown juga memiliki emisi yang rendah yang menjadikannya lebih ramah lingkungan yaitu 112.0 g/km.
Toyota Astra Motor (TAM) berharap total penjualan mobil di Indonesia pada tahun ini bisa di atas 900 ribu unit. Sisa kurang tiga bulan menuju tutup tahun yang bakal diisi momentum politik seperti pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto diharapkan bisa membantu menggairahkan penjualan.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada September turun 4,8 persen menjadi 72.667 unit dibanding Agustus. Bila dikomparasi ke September 2023 penurunannya lebih besar yaitu 9,1 persen.
Selama Januari-September total penjualan mobil baru tercatat 657.223 unit, turun 10,6 persen ketimbang periode sama 2023. Penjualan tahun ini diprediksi tak akan mencapai target 1,1 juta unit yang pernah dicanangkan Gaikindo pada awal tahun.
"Memang di bulan September ada sedikit penurunan ya. Walau pun dari sisi Toyota kita tetap bertahan di angka sekitar 200 ribuan unit. Masih ada 3 bulan lah," kata Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy di Jakarta, Rabu (16/10).
Toyota pada September menjual 25.454 unit, turun 2,1 persen dibanding Agustus. Penurunan Toyota itu lebih kecil ketimbang merek lain seperti Daihatsu -8,3 persen, Mitsubishi -6,9 persen, Suzuki -1,6 persen, Isuzu -16,6 persen, Hyundai -12,5 persen dan BYD -29,4 persen.
Sepanjang 10 bulan penjualan mobil baru Toyota mencapai 208.301 unit, memimpin pasar dengan penguasaan 32,9 persen.
Anton meyakini penjualan mobil akan naik pada sisa tiga bulan terakhir. Salah satu faktornya adalah pemerintahan baru sudah mulai bekerja usai pelantikan Prabowo pada 20 Oktober.
"Jadi, seperti yang kita pernah sampaikan sebelumnya, kita juga masih berharap market akan berada di angka 900.000. Mudah-mudahan, apalagi bulan ini kan sudah ada pelantikan presiden ya. Tanggal 20, segera," ujar Anton.
"Saya dengar kabinet juga akan segera dilantik dan segera bekerja. Mudah-mudahan ini juga akan menjadi momentum yang baik. Dan November nanti ada Pilkada, itu juga mungkin akan selesai," katanya lagi.
Menurut Anton pesta politik sebentar lagi selesai, kemudian saatnya perekonomian Indonesia bangkit lagi. Dia bilang berdasarkan pengalaman sebelumnya, perekonomian naik usai Pemilu.
Faktor lain yang disinggung Anton adalah kebiasaan produsen menggelar program-program penjualan di akhir tahun. Menurut dia hal ini juga bisa meningkatkan penjualan.
"Memang biasanya akhir tahun ya. Jadi, akhir tahun juga nanti akan ada pameran di Jakarta, GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week). Dan customer memang banyak yang menunggu program-program di akhir tahun," ucap Anton.
"Bukan cuma dari Toyota, tapi juga dari merek-merek lain. Jadi, saya rasa momentum dari sisi seasonality-nya dan juga dari sisi unsur politiknya saya rasa membantu lah. Mudah-mudahan bisa menambah market lagi di Q4 itu," tutup dia.
Sebelum meniagakan Hilux Rangga di Indonesia, Toyota terlebih dahulu melakukan riset lapangan ke pelosok Indonesia untuk mendengar masukan konsumen. [610] url asal
Sebelum meniagakan Hilux Rangga di Indonesia, Toyota terlebih dahulu melakukan riset lapangan ke pelosok Indonesia untuk mendengar masukan dari para calon konsumen. Harapannya, Toyota bisa menghadirkan kendaraan komersial yang benar-benar sesuai kebutuhan para calon pelanggan mereka.
"Toyota melakukan Genba-kunjungan langsung ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia-untuk mendengarkan langsung berbagai masukan dari pelanggan, mengamati usaha yang masyarakat jalankan, dan memahami karakter jalan di banyak daerah untuk mengembangkan new solution bagi semua orang," tulis pernyataan Toyota.
Toyota melihat potensi besar untuk mendukung sektor-sektor penting, seperti wholesaler, manufaktur, konstruksi, distribusi dan ekspedisi, termasuk UMKM yang memberikan kontribusi besar untuk perekonomian negara. Tentunya dengan tetap melihat peluang memenuhi kebutuhan gaya hidup dan mobilitas personal.
Toyota Hilux Rangga Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Dalam risetnya, Toyota menemukan fakta bahwa kebutuhan pelanggan kendaraan komersial jauh lebih kompleks, unik, spesifik, dan juga beragam, bahkan di antara sesama mereka sekalipun. Sebagai contoh di Kalimantan, berbagai jenis industri pertambangan tumbuh pesat, artinya turut membutuhkan solusi mobilitas yang berbeda.
Sementara di wilayah Jawa, didominasi oleh industri manufaktur dan wholesales yang membutuhkan moda transportasi yang andal dalam jangka waktu panjang. Di wilayah Indonesia Timur pembangunan sedang digencarkan, sehingga membutuhkan solusi mobilitas yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
"Toyota menghadirkan sebuah ekosistem komprehensif untuk menjawab tuntutan lebih calon pelanggan All New Hilux Rangga. Toyota melalui mobil niaga serbaguna ini, ingin berkontribusi meningkatkan quality of life masyarakat Indonesia," sambungnya.
Tidak hanya sebagai Medium Pick Up, Hilux Rangga hadir diklaim bisa menjawab kebutuhan masyarakat sebagai New Solution for All dengan ekosistem Toyota Total Solution. Toyota mengatakan, siap sepenuh hati untuk menjadikan kendaraan komersial ini sebagai pahlawan baru masyarakat Indonesia.
Toyota Hilux Rangga Foto: Ari Saputra
Hasil dari Genba, didapatkan empat hal penting bagi pelanggan komersial: (1) Easy Ownership Process, (2) Affordable Total Cost of Ownership, (3) Diversity of Needs, baik itu business atau private, dan (4) High Utilization with No Downtime.
"PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama dealer dan value chain, telah mengamati gaya hidup dan kebutuhan calon pelanggan di berbagai daerah untuk memahami kebutuhan yang berbeda-beda. Perjalanan ini menghasilkan insight berharga untuk menyelaraskan pengembangan kendaraan komersial, bersama pembangunan ekosistem yang sesuai kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Kami menghadirkan All New Hilux Rangga sebagai new hero atau pahlawan baru yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk menjadi partner bisnis yang dapat diandalkan," jelas Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.
"Total Commercial Vehicle Ecosystem yang kami bangun dari hulu ke hilir bersama jaringan value chain yang kredibel dan berpengalaman, untuk saling mendukung dan melengkapi satu sama lain guna memberikan kemudahan dan rasa tenang bagi semua pengguna All-New Hilux Rangga di seluruh wilayah. Sehingga pelanggan dapat fokus membangun bisnis yang menguntungkan, sementara kami berupaya menyediakan solusi mobilitas yang andal dan terpercaya secara berkelanjutan," sambung Henry.
Toyota Hilux Rangga resmi dijual di Indonesia. Namun mobil ini masih diimpor secara utuh alias Completely Built Up (CBU) dari Thailand. Apa alasan Toyota-Astra Motor (TAM) mengimpor utuh Hilux Rangga dari negeri Gajah Putih?
Dijelaskan Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, Toyota Indonesia mengimpor Hilux Rangga dari Thailand lantaran pusat produksi seri Hilux untuk ekspor memang ada di sana.
"Kita perlu tahu bahwa Hilux memang pusatnya di Thailand. Mereka produksi cukup besar, baik untuk domestik maupun buat ekspor. Saat ini, kalau melihat volume impor dan melihat situasi, memang masih CBU dulu ya," buka Anton di JIExpo, Kemayoran, Jakarta (15/10/2024).
Di sisi lain, meski Hilux Rangga diimpor utuh dari Thailand. Ketika mobil ini sampai tangan konsumen lalu kemudian dikonversi menjadi berbagai macam kendaraan multiguna, maka konten lokalnya juga akan besar.
"Yang kita impor lebih banyak jenis pick-up dan cab-chassis. Walaupun impor, tapi kinerja untuk domestik income-nya juga besar. Kalau membeli produk yang bensin Rp 188 juta (Cab-Chassis 2.0 Standard M/T) karoseri domestiknya lebih besar dibandingkan nilai impornya. Kalau dibeli local content-nya bahkan bisa lebih tinggi dari 40-50%. Jadi, ini merupakan kesempatan yang baik untuk karoseri di Indonesia mengembangkan bisnisnya," bilang Anton sambil mengatakan kuota impor Hilux Rangga sebanyak 500 unit setiap bulannya.
Meski begitu, Toyota Indonesia tetap membuka peluang memproduksi Hilux Rangga di Indonesia. Terlebih Toyota Indonesia juga memiliki kemampuan memproduksi mobil dari platform IMV seperti yang digunakan pada model Innova dan Fortuner. Jadi bukan hal sulit memproduksi Hilux Rangga yang juga memakai platform serupa.
"Saat ini belum ada (rencana memproduksi lokal Hilux Rangga). (Peluang memproduksi lokal) terbuka saja, karena kan sebenarnya platform IMV di Indonesia juga diproduksi. Diskusi selalu ada. Ini dinamis dan tidak menutup kemungkinan," tambah Anton.
"Tapi untuk saat ini, melihat dari total cost, produksi, dan lain-lain, ya kita masih impor dulu ya. Dalam waktu dekat ini, kira-kira per bulan rata-rata sekitar 500 unit," ungkap Anton.
Toyota-Astra Motor (TAM) menanggapi rumor kehadiran mobil elektrifikasi Veloz Hybrid di Indonesia. Sebelumnya, sinyal kehadiran mobil hybrid Toyota dengan harga yang kompetitif itu menguat lantaran NJKB-nya sudah terdaftar di Permendagri.
"Kita lagi studi beberapa produk baru yang kita akan launching beberapa bulan ke depan. Masih ada kemungkinan (produk) yang hybrid juga. Kalau untuk Veloz Hybrid, itu belum lah," ungkap Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy kepada wartawan di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta (15/10/2024).
Diketahui sinyal kehadiran mobil hybrid dengan harga kompetitif Toyota menguat dengan munculnya kode mesin W102RE-LBVFJ di Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 8 tahun 2024 Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2024.
Mobil itu diduga kuat Veloz hybrid. Dalam Permendagri itu, tercatat ada dua model yang diduga Veloz hybrid, W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS. W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT tercatat memiliki nilai jual Rp 264 juta sedangkan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS nilai jualnya Rp 284 juta.
Menurut Anton, kendati sudah terdaftar di Permendagri, bukan menjadi jaminan Veloz Hybrid akan diluncurkan di Indonesia. Bisa untuk dijual, bisa juga hanya buat kebutuhan studi.
"Itu bukan menjamin bahwa itu akan di-launching. Banyak faktor unit untuk didaftarkan. Apakah unit itu digunakan untuk studi? Apakah untuk dijual? Jadi, banyak possibility ya," sambung Anton.
Sebelumnya Anton pernah mengungkap harga mobil hybrid makin ke sini terlihat lebih terjangkau. Tapi untuk meluncurkan mobil hybrid segmen gemuk di bawah Rp 400 juta perlu kehati-hatian.
"Kan dulu hybrid harganya di atas Rp 500 juta, Zenix keluar di sekitar Rp 500 (juta), kemudian Yaris Cross sekitar Rp 400 (juta). Kita ingin ke depannya kalau bisa ada yang kompetitif lagi. Cuma kan ini butuh banyak persiapan, komunikasi, diskusi dengan prinsipal, karena ini segmen yang sangat besar di Indonesia. Jadi kita harus berhati-hati untuk memilih produk yang mana, timing yang tepat, dan lain sebagainya," ujar Anton.
Resmi dijual di Indonesia, All New Toyota Hilux Rangga menjadi kendaraan niaga multiguna yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan calon konsumen. [542] url asal
Resmi dijual di Indonesia, All New Toyota Hilux Rangga menjadi kendaraan niaga multiguna yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan calon konsumen. Buat mengakomodasi itu, Toyota-Astra Motor (TAM) menjalin kerja sama dengan 70 karoseri lokal.
"Dengan semangat menghadirkan Total Mobility Solution, PT TAM melengkapi Hilux Rangga dengan complete commercial vehicle ecosystem bersama jaringan value chain terpercaya sebagai solusi kepemilikan yang berkelanjutan, termasuk menyiapkan conversion ecosystem bersama lebih dari 70 karoseri lokal dengan track record teruji," ungkap pernyataan resmi TAM.
Menurut Marketing Director TAM Hiroyuki Oide, calon pelanggan Hilux Rangga yang hendak melakukan konversi kendaraan nantinya akan diberikan daftar karoseri terkait.
All New Toyota Hilux Rangga mode campervan Foto: Luthfi Anshori/detikOto
"Kemudian nanti tunjukkan kepada sales mana (karoseri) pilihannya. Kita bisa calculate, termasuk biaya konversi juga, kalau mau kredit kita bisa bantu finance program, termasuk biaya konversinya juga," bilang Hiroyuki di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Hiroyuki menambahkan, pengerjaan konversi ini rata-rata memakan waktu hingga 30 hari. Tapi konsumen jangan khawatir, sebab TAM bakal menjamin kualitasnya.
All New Toyota Hilux Rangga diubah jadi mobil SUV Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Pada peluncuran harga All New Hilux Rangga di Jakarta, Toyota juga menampilkan line-up Hilux Rangga yang sudah dikonversi oleh karoseri lokal. All New Hilux Rangga hadir dalam beberapa model, seperti mobil ambulans, campervan, mobil animal rescue, mobil towing, hingga diubah menjadi mobil SUV yang gagah layaknya Land Cruiser.
Daftar Harga All New Toyota Hilux Rangga
Varian bensin
1. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.0 Standard M/T : Rp 188,7 juta 2. Hilux Rangga Pick Up 2.0 Standard M/T: Rp 193,6 juta 3. Hilux Rangga Pick Up 2.0 Standard M/T 3WAY: Rp 194,6 juta 4. Hilux Rangga Pick Up 2.0 High M/T: Rp 215,7 juta.
Varian diesel
1. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.4 DSL Standard M/T: Rp 244,7 juta 2. Hilux Rangga Pick Up 2.4 SL Standard M/T: Rp 249,6 juta 3. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL Standard M/T 3WAY: Rp 250,6 juta 4. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL High M/T: Rp 283,6 juta 5. Hilux Rangga Cab-Chassis 2.4 DSL High A/T: Rp 299,2 juta 6. Hilux Rangga Pick Up 2.4 DSL High A/T: Rp 304,5 juta.
Toyota Astra Motor (TAM) mengungkap merapikan deretan varian Hilux setelah model pikap baru single cabinHilux Rangga mulai resmi dijual.
Perbedaan mendasar kedua model itu adalah Hilux tersedia varian bodi single cabin dan double cabin serta ada opsi sistem gerak 4x2 dan 4x4.
Sementara Hilux Rangga, yang posisinya di bawah Hilux, hanya punya bodi kabin tunggal dan sistem gerak 4x2.
Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy saat pengumuman harga resmi Hilux Rangga di Jakarta, Selasa (15/10), mengatakan Hilux tetap dijual usai Hilux Rangga muncul, tetapi varian Hilux 4x2 dipangkas.
"Line up Hilux tetap available. Jadi yang single cabin, memang yang 4x2 digantikan dengan Hilux Rangga," kata Anton.
Menurut Anton segmentasi pasar yang dituju Hilux Rangga dan Hilux single cabin 4x2 mirip. Namun Hilux Rangga disebut membawa keunggulan dan harga jual lebih baik.
Anton juga memastikan Hilux single cabin 4x4 masih dijual, begitu pula Hilux double cabin 4x4.
"Tapi kami masih ada Hilux single cabin 4x4 dan double cabin 4x4. Jadi ini melengkapi produk komersial Hilux yang memang adalah raja di kelasnya," ucap Anton.
Strategi ini menjelaskan mengapa TAM hanya menyegarkan Hilux 4x4 pada Februari lalu, sementara Hilux 4x2 dibiarkan tetap memakai wajah lama.
Sejauh ini Hilux single cabin masih terpampang di situs resmi Toyota Indonesia. Daftar harganya sebagai berikut:
- Hilux single cabin bensin 2.000 4x2 M/T Ro283,7- Hilux single cabin diesel 2.400 4x2 M/T Rp305,8 juta
Bensin1. Cab-Chassis 2.0 Standard M/T Rp188,7 juta2. Pick up 2.0 Standard M/T Rp193,6 juta3. Pick up 2.0 Standard M/T 3way Rp194,6 juta4. Pick up 2.0 High M/T Rp215,7 juta
Diesel5. Cab-Chassis 2.4 Standard M/T Rp244,7 juta6. Pick up 2.4 Standard M/T Rp249,6 juta7. Pick up 2.4 Standard M/T 3way Rp250,6 juta8. Pick up 2.4 High M/T Rp283,6 juta9. Cab-Chassis 2.4 High A/T Rp299,2 juta10. Pick up 2.4 High A/T Rp304,5 juta
All New Hilux Rangga hadir sebagai New Hero buat berkontribusi besar pada industri komersial di Indonesia. Mobil ini menawarkan solusi multifungsi bagi kebutuhan bisnis dan personal. Melalui kendaraan yang agile, reliable dan flexible dengan dukungan ekosistem yang tersebar luas.
"Dengan visi Mobility for All, Toyota berusaha meningkatkan mobilitas, yang tidak hanya untuk mempermudah mobilisasi, tapi juga memberdayakan dan memberikan dampak positif untuk kehidupan. Kami menciptakan All New Hilux Rangga sebagai kendaraan niaga serbaguna yang gesit, andal, dan memiliki fleksibilitas tinggi mendukung kebutuhan bisnis maupun pribadi. Sesuai kebutuhan jangka panjang, desainnya dapat diperluas untuk memastikan mobil ini dapat berkembang sesuai kebutuhan," jelas Chief Engineer of the All New Hilux Rangga, Jurachart Jongusuk, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Jurachart mengungkapkan lima keunggulan yang dimiliki All New Toyota Hilux Rangga, antara lain:
1. Terus Maju di Segala Medan (Powerful Engine & Efficient Fuel Consumption)
Tersedia dua varian mesin Hilux Rangga, 2GD-FTV untuk diesel A/T dan M/T, serta 1TR-FE untuk bensin, yang menghasilkan tenaga paling besar di kelasnya. Untuk transmisi, ada 5-speed manual di semua grade dan 6-speed otomatis di tipe High A/T Diesel.
Diesel engine 2.393 cc 4-silinder VNT Intercooler bertenaga 149 PS pada 3.400 rpm dan torsi sangat besar 343 Nm pada 1.400-2.800 rpm untuk transmisi manual, di mana transmisi otomatis lebih kuat lagi yakni 400 Nm pada 1.600-2.000 rpm.
All New Toyota Hilux Rangga Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Sementara unit bensin memakai mesin 1.998 cc 4-silinder Dual VVT-i bertenaga 139 PS pada 5.600 rpm, juga torsi 183 Nm pada 4.000 rpm. Sehingga mampu menghadirkan performa luar biasa untuk membawa beban berat melintasi berbagai medan yang menantang.
Selain itu, konsumsi bahan bakar Hilux Rangga juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Pengujian internal menunjukkan konsumsi bensin sehemat 14,2 km/l untuk model diesel. Hal ini membantu meningkatkan produktivitas bisnis pelanggan.
Lebih lanjut, Hilux Rangga hadir dengan tangki bahan bakar berkapasitas 55 liter, terbesar di kelasnya. Selain meningkatkan produktivitas dengan jarak tempuh lebih jauh, hal ini juga menghemat waktu pengemudi dalam perjalanan jauh.
Dengan mesin bertenaga, efisiensi bahan bakar, serta kemampuan menaklukkan medan apa pun, Hilux Rangga memastikan pengiriman lebih cepat dan biaya pengoperasian lebih rendah. Hasilnya, bisnis pelanggan menjadi lebih menguntungkan, efisien, dan produktif.
Aspek penting berikutnya dari kendaraan komersial adalah kapasitas muatan. Hilux Rangga dirancang dengan cargo bed yang besar untuk menampung berbagai jenis barang bawaan yang disesuaikan bisnis pelanggan. Dengan panjang dek 2.305 mm dan lebar 1.700 mm, kendaraan ini menawarkan luasan kargo yang optimal. Desain dek rata mampu membawa muatan hingga 1,2 ton sekali angkut.
Sebagai contoh, bak pikap ini bisa membawa 56 galon air mineral dalam sekali perjalanan. Kapasitas muatan yang andal dan memadai ini tentu bermanfaat bagi operasional bisnis yang menguntungkan.
All New Hilux Rangga dilengkapi deck atau bak belakang yang tebal dengan pilihan 3 way deck (bukaan bak 3 arah) serbaguna untuk bongkar muat yang efisien, bersama 1 way deck (bukaan bak 1 arah). Fitur bukaan 3 arah juga jadi satu-satunya di kelas Medium Pick Up. Radius putar yang ringkas sebesar 4,9 m, memastikan kemampuan manuver yang mudah, bahkan dengan beban berat.
All New Toyota Hilux Rangga Foto: Ari Saputra/detikOto
3. Terus Maju dengan Tangguh dan Aman (Trusted Quality & Safety)
Kondisi geografis Indonesia yang penuh tantangan, menuntut kendaraan niaga dengan daya tahan luar biasa untuk bisa melintasi berbagai medan, terutama di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi. Setiap kendaraan komersial Toyota mewujudkan standar QDR atau Quality (kualitas), Durability (ketangguhan), dan Reliability (keandalan) yang tinggi. Apa pun medannya, pikap menengah ini dapat mengatasi berbagai tantangan, bahkan di jalan yang kurang ideal.
Hilux Rangga menunjukkan ketangguhan ini dengan berbagi mesin, sasis, dan drivetrain yang kokoh (termasuk transmisi, propeller shaft, dan diferensial) dengan Hilux yang teruji keandalannya. Platform yang telah terbukti ini dipercaya secara global di lebih dari 140 negara, memastikan ketahanan yang tak tertandingi di lingkungan apa pun.
Hilux Rangga juga dilengkapi sistem power steering rack-and-pinion untuk handling presisi, dan perawatan yang lebih mudah. Posisi roda kemudi yang datar, meningkatkan kenyamanan dibandingkan mobil niaga tradisional.
Berkat kualitas, daya tahan, dan keandalannya, Hilux Rangga merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan. Tidak hanya menawarkan masa pakai yang lebih lama, namun juga memerlukan biaya perawatan yang lebih rendah, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Selain itu, safety adalah faktor penting lain yang sering diabaikan dalam kendaraan komersial. Padahal, keamanan berkendara penting untuk memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran bagi pengemudi dan pemilik bisnis.
Toyota mengembangkan Hilux Rangga yang dilengkapi dengan berbagai fitur safety terbaik di kelasnya. Untuk meningkatkan performa pengereman, Hilux Rangga dilengkapi rem cakram depan 14 inci dan rem tromol belakang, serta ABS dan EBD pada tipe High. Hal ini memastikan daya henti yang andal, bahkan ketika membawa beban berat. Benefit tersebut membuat operasional kendaraan lebih efisien dan aman.
Fitur keselamatan berikutnya meliputi 3-point seat belts di semua kursi, dual airbags, dan immobilizer pada tipe High. Lampu LED dengan penyinaran yang optimal membantu waktu berkendara di malam hari. Secara struktur, Side Underrun melindungi kolong bak samping agar kendaraan yang menabraknya tidak sampai masuk ke kolong bak mengingat risikonya fatal.
Dengan fitur keselamatan tersebut, Hilux Rangga memberikan ketenangan pikiran bagi para pebisnis. Mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengemudi, Hilux Rangga tidak hanya melindungi aset dan karyawan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis secara keseluruhan.
Selain itu, tetap mempertahankan bonnet mampu menambah kenyamanan. Pasalnya, posisi mesin memberikan perlindungan tambahan terhadap masuknya air, terutama saat berkendara melalui kawasan banjir. Dikombinasikan ground clearance 190 mm, Hilux Rangga mampu mengatasi jalanan kasar dan 'polisi tidur' dengan penuh percaya diri. Dampak positif lainnya, mesin dipasang di depan untuk memudahkan perawatan dan meningkatkan kenyamanan pengemudi karena suhu kabin tetap terjaga.
4. Terus Maju Nyaman di Perjalanan (Spacious Cabin & Functional Interior)
Hilux Rangga menawarkan perpaduan unik antara kenyamanan dan utilitas, yang memberi pengalaman layaknya mobil penumpang dengan tetap menjaga produktivitas. Salah satu hal yang menunjang produktivitas pengemudi adalah kenyamanan kabin dan posisi duduk pengemudi. Oleh karena itu, tingkat ergonomis yang optimal bagi pengemudi menjadi prioritas utama.
Hilux Rangga didesain dengan jarak sumbu roda yang diposisikan tepat di bawah kap mesin, jadi meminimalkan gangguan jalan dan meningkatkan kenyamanan pengemudi. Mesin yang dipasang di depan secara signifikan mengurangi Noise, Vibration, and Harshness (NVH).
Selain itu, letak suspensi di ruang mesin semakin meredam getaran sehingga menghasilkan pengendaraan yang lebih mulus. Desainnya yang berbentuk kotak, kabin yang luas, dan kursi yang dapat disesuaikan, berkontribusi pada pengalaman berkendara yang nyaman bagi pengemudi dengan segala ukuran tubuh.
Dashboard horizontal melapangkan pandangan keluar, sementara ruang penyimpanan yang fungsional dipastikan mudah diraih oleh pengemudi dan penumpang. Posisi duduk yang ergonomis pada Hilux Rangga mengurangi kelelahan pengemudi, terutama dalam perjalanan jauh. Peningkatan kenyamanan ini mengarah pada peningkatan produktivitas dan efisiensi, yang menguntungkan pengemudi dan bisnis.
Pilar A yang hampir vertikal meminimalkan titik buta dan memastikan bidang pandang yang jelas dan luas. Interior Hilux Rangga didesain lebih modern dan fungsional yang menawarkan kepraktisan luar biasa, dengan kompartemen lengkap untuk mengatur segala sesuatu. Utilitas yang fleksibel ini semakin meningkatkan pengalaman berkendara dan mendukung kebutuhan bisnis.
Jok model standar terdiri dari 2 bangku, yakni bangku sopir individual dan penumpang memanjang tanpa headrest. Grade High dengan transmisi manual masih menggunakan bangku sama, tapi sudah ada headrest. Sementara grade High A/T punya sepasang bangku individual dengan head rest yang memberikan posisi duduk nyaman. Posisi duduk ala mobil penumpang, aplikasi power steering, tanpa panas mesin dan guncangan berlebih saat terantuk lubang, merupakan kelebihan yang hanya dimiliki Hilux Rangga.
All New Toyota Hilux Rangga Foto: Luthfi Anshori/detikOto
5. Terus Maju dengan Desain Terdepan (Powerful & Aggressive Exterior Design)
Tampilan luar ikonik bergaya retro modern diharapkan dapat memikat hati pelanggan. Grille hitam dan kokoh berdesain square langsung mengingatkan pada SUV legendaris Land Cruiser 70. Spesial di model High, tulisan TOYOTA berkelir silver pada gril yang dicat sewarna bodi, begitu outstanding di jalan.
Headlamp multirelfektor mengotak, menegaskan kesan klasik dan mudah diperbaiki. Lampu ini dibuat setinggi mungkin demi mencegah potensi rusak akibat senggolan dengan obyek di depan. Bumper modular 3-pieces memperkuat kesan tangguh dan mudah diperbaiki. Sudut bumper yang menyiku ke belakang memberikan keleluasaan manuver di area sempit dan mengurangi risiko benturan dari depan.
Pertama di kelasnya, Hilux Rangga memiliki roof rack mounting point di atas kabin dengan daya angkut maksimal 75 kg. Terbaik di kelasnya pula, pikap modern ini dipasang 8 hook atau pengait pada tutup bak kiri dan kanan serta 4 hook di pintu belakang, sehingga barang dapat diikat dengan mudah.
Tersedia hook base di kap mesin, spatbor dan pintu mobil serta mounting base di belakang kabin. Menunjang kegiatan keluar-masuk barang, terdapat deck foot step untuk memudahkan naik-turun petugas ke area bak dan deck roll bar untuk melindungi kabin ketika ada benturan dari belakang. Tulisan TOYOTA besar di belakang menegaskan identitas brand berkualitas dan ikonik.
Pelanggan dapat memilih antara flat deck dan cab & chassis atau C&C (hanya kabin depan tanpa bak belakang). Selanjutnya, silakan memilih antara mesin bensin dan diesel. Line-up kendaraan komersial ini dibagi ke dalam dua model yakni Standard dan High. Model Standard hanya memiliki opsi transmisi manual 5-speed namun pelanggan boleh memilih antara flat deck atau C&C.
Model High memiliki opsi transmisi manual dan otomatis 6-speed, di mana transmisi manual hanya memiliki pilihan flat deck. Total terdapat 10 line up dengan 2 konversi dari TAM.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2024, pasar kendaraan niaga di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) untuk kendaraan pick up turun sebesar 21% year on year (YoY) menjadi 74.045 unit pada periode Januari hingga September 2024.
Penurunan serupa juga terjadi pada truk, dengan penjualan turun 17% YoY menjadi 48.564 unit.
Secara keseluruhan, penjualan wholesales mobil nasional turun 16,2% YoY menjadi 633.218 unit hingga akhir kuartal III-2024.
Meskipun demikian, sejumlah agen pemegang merek (APM) tetap berusaha mencuil peluang di pasar ini, khususnya di segmen kendaraan pick up yang dapat menyasar berbagai segmen konsumen.
Ekspansi Toyota di Pasar Kendaraan Niaga
PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap optimistis dengan pasar kendaraan niaga, khususnya melalui peluncuran All-New Hillux Rangga, medium pick up yang tersedia dalam varian mesin gasoline dan diesel, dengan harga mulai dari Rp 188,7 juta hingga Rp 304,5 juta.
Hillux Rangga memiliki keunggulan dalam fleksibilitas, dapat dimodifikasi menjadi berbagai bentuk kendaraan seperti ambulance, food truck, campervan, cool box, hingga transportasi umum.
"Kami bekerja sama dengan 70 karoseri lokal untuk mendesain Hillux Rangga yang sesuai kebutuhan konsumen atau pelaku usaha," kata Henry Tanoto, Vice President Director Toyota Astra Motor, Selasa (15/10)
Henry Tanoto mengatakan bahwa Hillux Rangga dapat menjadi solusi bagi pasar kendaraan niaga di tengah tantangan perlambatan ekonomi nasional. Toyota menargetkan penjualan 400 hingga 500 unit per bulan.
Saat ini, beberapa korporasi besar seperti PT Sayap Mas Utama (Wings Group), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan Serasi Autoraya telah menjadi pelanggan pertama Hillux Rangga.
Kinerja Suzuki dan Daihatsu di Tengah Perlambatan Pasar
Sementara itu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga merasakan dampak dari kondisi ekonomi yang kurang stabil, yang mempengaruhi penjualan kendaraan niaga.
Penjualan wholesales pick up andalan Suzuki, New Carry turun 31,23% yoy menjadi 22.091 unit hingga September 2024.
Meskipun demikian, Suzuki berusaha meningkatkan penjualan dengan menjaga loyalitas konsumen melalui masukan dari para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas New Carry.
Di sisi lain, Daihatsu tetap mengandalkan Gran Max Pick Up (PU) di segmen kendaraan niaga. Meski penjualan di segmen 4x2 low pick up mengalami penurunan 17,1% YoY, penurunan penjualan Gran Max PU sendiri hanya sebesar 4% YoY menjadi 31.564 unit.
Sekitar 15% pembeli Gran Max PU berasal dari konsumen fleet yang memesan kendaraan dalam jumlah besar untuk kebutuhan armada operasional.
Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, mengatakan bahwa Gran Max PU banyak digunakan di sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan bahan bangunan.
Daihatsu optimistis penjualan Gran Max PU akan meningkat dalam tiga bulan terakhir 2024.
Secara keseluruhan, para APM tetap optimistis dengan peluang di segmen kendaraan pick up meski dihadapkan pada tantangan ekonomi yang tengah melanda Indonesia.