#30 tag 24jam
Mengejar Lagi Swasembada Pangan, Bisakah Terwujud di Era Prabowo?
Upaya mewujudkan swasembada pangan telah menjadi salah satu fokus utama berbagai pemerintahan dari masa ke masa. [2,911] url asal
#kominfo #pertanian #swasembada-pangan #pangan #kelompencapir #agromaret #krisis-global #kabinet-merah-putih #nina #kalimantan-tengah #nino #nelayan #subianto #orde-baru #zulhas #kementan #food-and-agriculture-organ
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 28/10/24 15:47
v/17106826/
Jakarta - Swasembada pangan memang menjadi salah satu tujuan besar bagi Indonesia, terutama dalam upaya memastikan ketersediaan pangan nasional tanpa ketergantungan pada impor. Upaya mewujudkan swasembada pangan telah menjadi salah satu fokus utama berbagai pemerintahan dari masa ke masa, sejak era Presiden Soeharto hingga Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan komparasi capaian swasembada pangan di era Presiden Jokowi dengan pencapaian di era Presiden Soeharto. Menurutnya, capaian keduanya sama-sama luar biasa dan mampu memenuhi kecukupan pangan rakyat.
"Swasembada di era pemerintahan sekarang (Presiden Jokowi) itu tiga kali 2017-2019 dan 2020 dan itu tidak ada impor beras medium dengan perbandingan penduduknya 200 juta (jiwa). Artinya apa? upaya kita luar biasa kalau kita mau mengkomparasi dengan tahun 1984. Saya kira kebijakan pangan Pak Harto hebat dan pemerintahan sekarang juga hebat," ujar Amran dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari ANTARA.
Amran merujuk pada definisi swasembada yang digunakan oleh Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO). Berdasarkan ketetapan FAO pada 1999, suatu negara dikatakan swasembada jika produksinya mencapai 90 persen dari kebutuhan nasional.
Era Soeharto
Pada tahun 1984, di masa kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras yang diakui oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Bahkan, Indonesia saat itu dapat menyumbangkan 100.000 ton beras untuk membantu korban kelaparan di beberapa negara Eropa.
Capaian ini merupakan hasil dari upaya swasembada pangan yang telah dicanangkan sejak 1973. Selama periode 1970-an hingga 1980-an, pemerintah melakukan investasi besar-besaran di bidang infrastruktur pertanian, seperti pembangunan waduk, bendungan, dan irigasi.
Selain itu, teknologi pertanian mulai diperkenalkan dan disebarluaskan kepada petani melalui kegiatan penyuluhan. Pemerintah menempatkan penyuluh pertanian di tingkat desa dan membentuk kelompok-kelompok petani. Salah satu program khas pada masa Orde Baru adalah kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, pemirsa), yang menjadi forum dialog langsung antara petani, nelayan, dan peternak dengan menteri atau bahkan Presiden Soeharto.
Pada era Soeharto, kebijakan pembangunan pertanian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan pokok tanpa bergantung pada impor. Pemerintah menunjukkan tekad kuat untuk mencapai swasembada beras melalui kebijakan, program, serta penyediaan sumber daya manusia dan dana yang memadai. Para sarjana pertanian dilibatkan untuk mendukung program tersebut baik di lapangan maupun di lembaga penelitian.
Selain sumber daya manusia dan pendanaan, masyarakat terutama petani juga dimobilisasi untuk meningkatkan produksi pertanian. Pada masa ini, Indonesia diuntungkan dengan adanya benih unggul dari program revolusi hijau, yang diadopsi secara serius oleh Soeharto. Kebijakan ini dijalankan dengan menyediakan SDM, dana, dan mobilisasi besar-besaran.
Berkat program pertanian era Soeharto, Indonesia yang pernah menjadi salah satu pengimpor beras terbesar pada tahun 1966, berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984. Dari produksi beras sebesar 12,2 juta ton pada tahun 1969, Indonesia mampu meningkatkan produksi hingga mencapai 25,8 juta ton pada tahun 1984, mencukupi kebutuhan pangan nasional.
Era Jokowi
Selama satu dekade kepemimpinannya, Presiden Jokowi menjadikan kedaulatan pangan sebagai salah satu janji kampanye yang terus diprioritaskan. Sejak periode pertama, Jokowi telah berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
Meski begitu, Jokowi menilai upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan merupakan proses yang panjang karena dihadapkan dengan tantangan iklim dan perubahan cuaca.
"Ini proses panjang ya swasembada pangan itu. Tidak hanya, kadang sudah baik, turun lagi karena iklim yang enggak menentu," kata Jokowi dikutip dari Antara.
Ia menambahkan saat produksi pertanian sudah meningkat, kemudian turun lagi karena fenomena iklim, seperti El Nino dan La Nina. Menurutnya, faktor iklim sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian tidak hanya di Indonesia, tetapi semua negara di dunia.
"Saya kira iklim sangat mempengaruhi produktivitas di semua negara dan dalam dua tahun ini negara-negara yang biasanya produksinya berlebih itu pun juga mengalami penurunan yang tajam," katanya.
Di bawah kepemimpinannya, Jokowi meluncurkan berbagai program dan kebijakan untuk meningkatkan ketahanan pangan di antaranya melalui modernisasi sektor pertanian, pembangunan infrastruktur hingga diversifikasi pangan.
Modernisasi Pertanian
Pemerintah telah berkomitmen untuk meninggalkan pola lama bertani yang identik dengan pekerjaan kasar, menggantinya dengan pendekatan teknologi yang lebih modern. Teknologi ini memungkinkan petani masa kini untuk bekerja tanpa harus menyentuh tanah secara langsung.
Salah satu contoh penerapan modernisasi di bidang pertanian adalah penggunaan alat tanam modern dan sistem hidroponik. Melalui teknologi ini, para petani milenial, meskipun memiliki lahan terbatas, mampu meraih pendapatan yang signifikan hingga ratusan juta rupiah. Dengan menerapkan Internet of Things (IoT) dan sistem hidroponik yang bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat Android, para petani dapat mengurangi kebutuhan berkotor-kotor dalam pekerjaan mereka.
Pemerintah juga menggandeng petani milenial dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan produksi dan mengantisipasi situasi darurat pangan, menunjukkan perhatian tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan begitu, petani muda dengan wawasan luas dan pemahaman teknologi yang lebih baik, diharapkan dapat berkontribusi besar dalam proses modernisasi pertanian Indonesia.
Petani Bojongemas, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, kini tengah panen padi. Mereka menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk memanen padi. Foto: Wisma Putra |
Upaya menarik minat generasi milenial untuk terjun langsung ke sektor pertanian juga didukung dengan bantuan mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Pemberian alsintan ini bertujuan mengubah pandangan calon petani muda, menunjukkan bahwa pertanian dapat dikelola secara modern.
Selain itu, mekanisasi alsintan terbukti mampu menekan biaya produksi. Sebagai perbandingan, pengolahan tanah secara tradisional dengan cangkul membutuhkan tenaga 30-40 orang per hari, dengan waktu kerja total antara 240 hingga 400 jam per hektare, serta biaya berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Namun, dengan penggunaan traktor, proses pengolahan tanah hanya membutuhkan dua tenaga kerja dengan waktu kerja sekitar 16 jam per hektare, dan biaya yang lebih rendah, yaitu antara Rp 900.000 hingga Rp1 juta.
Di sektor hilir, petani juga didorong memanfaatkan teknologi saat pascapanen agar memperoleh keuntungan sebanyaknya. Transaksi produk pertanian melalui situs marketplace, misalnya, dapat mengurangi rantai pasok sampai ke tingkat konsumen dan memperluas wilayah pemasaran. Beberapa marketplace yang pernah hadir di antaranya Agromaret, TaniHub, aplikasi Petani, Sayurbox dan LimaKilo.
Melalui aplikasi, petani dapat langsung menjual produk pertaniannya dengan pembeli, baik individu maupun korporasi (supermarket, hypermarket, hotel, dan restoran).
Infrastruktur Pertanian
Pembangunan infrastruktur pangan menjadi fokus dalam upaya peningkatan produksi pangan nasional melalui beberapa langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi, mekanisasi, serta pembukaan lahan pertanian baru melalui optimalisasi lahan rawa.
Presiden Joko Widodo, dalam sebuah acara di Jakarta pada 31 Juli 2024 menyampaikan bahwa infrastruktur bukan hanya mencakup sektor-sektor konstruksi dan energi, tetapi juga sektor pertanian. Pendanaan infrastruktur, selain di Kementerian PUPR, juga dialokasikan di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perhubungan. Atas kontribusi terhadap pembangunan nasional, Jokowi dianugerahi gelar Bapak Konstruksi Indonesia, sebuah penghargaan yang mengapresiasi fokusnya pada pembangunan infrastruktur yang mencakup berbagai sektor.
Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima penghargaan atas dedikasi dalam membangun infrastruktur pertanian selama 10 tahun pemerintahan Jokowi. Tercatat, Kementerian Pertanian berhasil melaksanakan pembangunan yang masif di bidang pertanian berkat refocusing anggaran pada 2015-2017. Dana sebesar Rp 12,2 triliun dialihkan dari kegiatan seremonial untuk pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi dan mekanisasi.
Pada periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi, sekitar 3,4 juta hektare irigasi baru dibangun dan diperbaiki, dilengkapi dengan modernisasi alat pertanian. Bantuan berupa lebih dari 300 ribu unit alat dan mesin pertanian didistribusikan kepada petani di seluruh Indonesia. Selain itu, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian PUPR dalam pembangunan lebih dari 4.000 embung, yang terbukti meningkatkan produktivitas lahan.
Peningkatan produksi pangan nasional juga berpengaruh pada Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian yang terus mengalami peningkatan dari Rp 880,40 triliun pada 2014 menjadi Rp 1.005,40 triliun pada 2018. Peningkatan produktivitas pangan ini memungkinkan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2017, 2019, dan 2020, termasuk swasembada untuk komoditas jagung, bawang merah, cabai, daging ayam, dan telur.
Amran terus melakukan terobosan dalam infrastruktur pertanian, seperti program pompanisasi untuk mengatasi dampak kekeringan dan mengoptimalkan lahan rawa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Program pompanisasi ini telah menerapkan lebih dari 63 ribu unit pompa yang ditargetkan mencapai 75 ribu unit di seluruh Indonesia. Dampak dari program ini memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali lipat, terutama di wilayah-wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Selain itu, upaya mengoptimalkan lahan rawa dilakukan di daerah Papua Selatan dan Sumatera Selatan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun yang bekerja sama dengan TNI. Upaya tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga memanfaatkan sumber daya lahan yang sebelumnya belum terkelola secara maksimal.
Peningkatan infrastruktur pertanian diiringi dengan pemanfaatan varietas-varietas unggul padi serta program intensifikasi dan ekstensifikasi memacu peningkatan produksi pertanian beras di Tanah Air agar Indonesia berhasil berswasembada.
Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate)
Salah satu program unggulan Jokowi dalam swasembada pangan adalah Food Estate atau Kawasan Sentra Produksi Pangan. Pengembangan food estate ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 dalam rangka memperkuat dan menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani, terutama di masa pandemi Covid-19 dan di tengah terjadinya perubahan iklim.
Adanya lumbung pangan di setiap daerah merupakan indikasi menguatnya kemandirian pangan yang berdampak positif terhadap ketahanan pangan nasional. Indonesia telah memiliki 4.868 lumbung pangan masyarakat (LPM) yang tersebar di 388 Kabupaten dan 33 Provinsi di Indonesia.
Kebun Jagung Food Estate Gunung Mas Kalimantan Tengah Foto: Dok. Kementerian Pertanian |
Dikutip dari Kementerian Pertanian, dengan pengembangan food estate, pengelolaan pertanian tidak lagi dengan cara biasa atau konvensional, tetapi dilakukan pada skala usaha yang luas (economy of scale) dengan penerapan inovasi teknologi serta pengembangan kelembagaan dan infrastruktur pendukung.
Implementasi pengembangan food estate, telah diawali dengan membangun food estate di Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tahun 2020. Adapun berikut wilayah-wilayah yang sudah terbangun food estate.
1. Kalimantan Tengah
Pengembangan food estate telah dilaksanakan sejak pertengahan tahun 2020 pada areal lahan sawah eksisting sekitar 30.000 hektar (ha), yang tersebar di Kabupaten Pulang Pisau 10.000 ha dan Kabupaten Kapuas 20.000 ha.
Pengembangan food estate Kalimantan Tengah pada tahun 2021 diperluas menjadi 44.135 hektar. Selama periode tahun 2020-2021 kegiatan food estate Kalimantan Tengah telah memberikan hasil cukup baik, diindikasikan oleh adanya peningkatan produktivitas dan produksi dari komoditas yang dikembangkan.
Direncanakan mulai tahun 2022, pengembangan food estate Kalimantan Tengah terus diperluas untuk mencapai target 70.000 ha. Perluasan tersebut dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan pembangunan jaringan tata air yang dilakukan oleh Kementerian PUPR selama periode 2022-2024.
2. Kabupaten Sumba Tengah
Pengembangan food estate difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung. Sasaran luas areal pengembangan pada tahun 2022-2024 ditetapkan bertahap. Pada tahun 2022, direncanakan seluas 4.709 ha, tahun 2023 menjadi 6.350 ha dan pada tahun 2024 menjadi 10.000 ha yang terdiri dari luas padi 6.000 ha dan jagung 4.000 hektar.
3. Kabupaten Gresik
Pengembangan food estate difokuskan pada pengembangan komoditas mangga yang dikombinasikan dengan intercropping jagung, kacang tanah, kacang hijau dan jeruk nipis, serta integrated farming jagung dengan sapi dan domba.
Bentuk kegiatan berupa intensifikasi untuk tanaman/ternak yang sudah eksis serta ektensifikasi. Sasaran pengembangan komoditas mangga sebagai tanaman utama seluas 100 ha pada tahun 2022, dilanjutkan menjadi 700 ha tahun 2023, dan menjadi 1.175 ha pada tahun terakhir kegiatan (2024).
4. Kabupaten Garut
Pengembangan food estate diarahkan pada pengembangan komoditas cabai, bawang merah dan kentang. Target luas areal intensifikasi dimulai dari 230 ha di 2022 meningkat menjadi 590 ha di 2023 dan akhirnya menjadi 1.000 ha di 2024.
5. Kabupaten Temanggung
Pengembangan food estate diarahkan pada pengembangan komoditas bawang merah, bawang putih dan cabai. Sasaran pengembangan food estate pada tahun 2022 dan tahun 2023 yaitu masing-masing seluas 400 hektar, dan pada tahun 2024 dikembangkan 200 hektar, sehingga total menjadi 1000 hektar.
Penghargaan Tertinggi FAO
Belum lama ini, organisasi pangan dan pertanian dunia atau FAO memberikan penghargaan tertinggi terhadap Presiden Joko Widodo berupa Agricola Medal. Diketahui, baru dua Presiden RI yang mendapatkan penghargaan itu, yakni Jokowi dan Soeharto.
Jokowi diberi penghargaan tersebut karena dinilai mampu menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Jokowi dianggap mampu menjaga tren swasembada pangan di sektor beras, karena selama empat tahun pada 2017, 2019, 2020, dan 2021 tak ada impor beras medium.
Sebagai informasi, Agricola Medal yang dalam bahasa Latin berarti 'petani' dianugerahkan oleh FAO kepada tokoh-tokoh dunia yang dianggap berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan global. Penghargaan ini sejalan dengan tujuan utama FAO dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030.
Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu mengatakan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia telah menunjukkan perkembangan pesat dalam transformasi sistem pertanian dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Bahkan di tengah tantangan global seperti pandemi COVID-19.
"Selama pandemi COVID-19, sektor pertanian telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan sebesar 2,2 persen. Tingkat kemiskinan di Indonesia juga terus menunjukkan penurunan yang konsisten," ungkapnya.
Saat menerima penghargaan itu dari Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu, Jokowi mengatakan sektor pertanian di Indonesia saat pandemi Covid-19 mampu tetap tumbuh 1,7% di 2023, memberikan kontribusi 12,5% bagi PDB nasional.
"Semua itu tidak lepas dari peran serta seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan ketahanan kemandirian bangsa," kata Jokowi.
Meskipun banyak upaya telah dilakukan, mewujudkan swasembada pangan di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti perubahan iklim yang memengaruhi pola tanam, alih fungsi lahan pertanian menjadi area pemukiman atau industri, dan keterbatasan akses petani pada teknologi canggih. Di samping itu, persaingan harga dengan komoditas impor yang seringkali lebih murah juga menjadi kendala dalam mencapai kemandirian pangan.
Tekad Prabowo Percepat Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan
Dalam pidato pertamanya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan ketahanan dan kemandirian pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, ketahanan pangan adalah langkah strategis yang esensial untuk menjamin kesejahteraan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
"Saya tekankan, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai swasembada pangan. Kita harus mampu memenuhi dan memproduksi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo saat menyampaikan pidato perdananya di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024)
Didukung oleh para ahli, Presiden Prabowo menargetkan bahwa dalam 4-5 tahun mendatang, Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri dan siap menjadi lumbung pangan dunia. Ia juga mengingatkan risiko ketergantungan pada impor pangan, terutama dalam situasi krisis global.
"Kita tidak boleh tergantung pada sumber makanan dari luar. Dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli," tegasnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nasional untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, serta mengajak seluruh pemimpin dan masyarakat untuk bersinergi demi mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.
Isu-isu global seperti perubahan iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan kemajuan teknologi juga menjadi perhatian utama dalam strategi ketahanan pangan jangka panjang.
"Ini adalah masa depan bangsa, dan kita semua harus terlibat dalam membangunnya," tambahnya.
Untuk mengejar target swasembada pangan, berbagai langkah konkret telah disusun dengan melibatkan sinergi antara kementerian, lembaga, hingga sektor swasta. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan strategi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan dalam lima tahun. Salah satunya dengan pemanfaatan lahan di luar Pulau Jawa. Menurut Zulhas, agak sulit membuka lumbung pangan di Jawa saat ini.
"Oleh karena itu memang masa depan untuk nanem padi, gula, dan jagung itu ada di Papua. Sekarang kita lagi coba di kembangkan garis besarnya di Merauke," kata Zulhas usai pelantikan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).
Zulhas mengatakan Pulau Sulawesi juga menyimpan potensi sebagai lumbung pangan. Begitu pula sebagian Pulau Sumatera. Dia sedang mengkaji kemungkinan pembukaan lumbung pangan berdasarkan klaster. Misalnya, cengkeh dan cokelat di Sulawesi; kopi, lada, dan kelapa di Sumatera.
"Jadi, bukan hanya beras, tidak hanya gula, tidak hanya jagung, tetapi juga komoditas protein," ujarnya.
Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Menteri Amran Sulaiman juga berkomitmen meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Pihaknya telah menyusun langkah strategis yang tertuang dalam blueprint swasembada pangan. Hal ini disampaikan Amran saat memberikan materi program swasembada pangan pada rangkaian acara Retreat bagi para Menteri Kabinet Merah Putih di Magelang, Sabtu (26/10).
"Pada tahun 2024 Kementan telah melakukan refocusing anggaran untuk mencapai target produksi beras, sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan. Pemerintah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. Melalui optimalisasi ini memberikan dampak surplus produksi 1,13 juta ton beras dengan nilai total mencapai Rp. 13,57 triliun. Kebijakan yang tepat ini berhasil meningkatkan produksi beras di Agustus-Oktober 2024 yang tercatat BPS," kata Amran.
Selain itu, Strategi Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian untuk memastikan keberhasilan swasembada pangan, Kementerian Pertanian mengimplementasikan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian. Kementan juga akan melakukan revitalisasi terhadap bendungan baru untuk mendukung pengairan yang efektif dan efisien.
Di sisi lain, petani milenial dan generasi Z dilibatkan secara aktif dalam transformasi pertanian, dengan memanfaatkan potensi geografis dan topografi serta menyesuaikan dengan iklim dan budaya lokal. Dengan beralih ke pertanian modern, diharapkan biaya produksi dapat ditekan hingga 50% dan produksi meningkat hingga 100%.
Selain itu, Amran mengatakan pihaknya juga akan bekerja sama lintas kementerian, seperti dengan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk mengoptimalkan sumber daya dan investasi jangka panjang dalam sektor pertanian dan infrastruktur pendukung. Erick menyoroti peran BUMN untuk mendukung akses permodalan dan teknologi bagi petani.
Di sektor logistik, para pengusaha berjanji memperkuat rantai pasok pangan dengan mengoptimalkan transportasi dan distribusi untuk meminimalkan biaya dan mempersingkat waktu pengiriman. Selain itu, Badan Bank Tanah juga saat ini sudah menyiapkan lahan untuk mendorong swasembada pangan, seperti Luhu di Maluku, Poso di Sulawesi Tengah, hingga Tapanuli Selatan di Sumatera Utara.
Dukungan juga datang dari Polri, yang merencanakan merekrut lulusan SMK pertanian sebagai bintara. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis di sektor pangan serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berperan dalam sektor pertanian.
Kolaborasi yang melibatkan sektor pemerintah, swasta, serta lembaga pendidikan ini bertujuan untuk mendorong Indonesia mencapai ketahanan dan swasembada pangan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, sebagai bagian dari strategi besar Prabowo untuk mencapai kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
(prf/ega)
Halloween Tahun Ini Dihantui Krisis Cokelat
Harga kakao melonjak dua kali lipat, memicu krisis bahan baku bagi produsen cokelat menjelang Halloween. Produsen mencari solusi untuk kelangkaan ini. [336] url asal
#harga-kakao #cokelat #halloween #coklat #national-confectioners-association #fargo-fargos #david-branch #produsen-permen-mars #el-nino #mars #hersheys #permen #produksi-permen #produsen-permen #krisis-cokelat
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 22/10/24 13:16
v/16831561/
Jakarta - Peningkatan harga kakao melonjak dua kali lipat sejak awal tahun ini, dan masih berada pada puncak harga tertingginya. Kenaikan harga kakao menyebabkan krisis bahan baku bagi para produsen permen dan cokelat yang tengah dikejar momen Halloween, waktu produksi cokelat terbesar dalam setahun. Bukan tidak mungkin, konsumen akan cenderung kesulitan menemukan permen dan cokelat pada momen Halloween tahun ini.
Sector Manger Well's Fargo Fargo's Agri-Food Institute David Branch menyatakan bahwa kakao tidak seperti komoditas lain. Tumbuhan ini memerlukan spesifikasi khusus untuk bisa tumbuh. Di tiga tahun terakhir, serangkaian cuaca buruk melanda Afrika Barat yang merupakan salah satu area dengan produksi 70% suplai kokoa secara global.
Peningkatan temperatur yang disebabkan badai El Nino menyebabkan stres pada tanaman kakao. Tidak cuma itu, tanaman kakao juga terinfeksi jamur yang juga mengurangi hasil panen International Cocoa Organization per Agustus 2024 sebesar 14,2%.
Salah satu produsen cokelat terbesar, Hersheys menyatakan, keuntungan yang didapat sebesar US$ 287,8 miliar terkontraksi sebesar 48,7% dibandingkan tahun lalu. Presiden Perusahaan Hersheys Michele Buck bilang bahwa harga kakao diprediksi masih akan mengarah ke harga yang lebih tinggi.
"Sejauh ini cuaca mulai membaik untuk produksi kakao tahun ini, dan akan membantu menambah suplai. Kami berharap harga kakao akan turun seiring dengan hal ini," ujar Branch, dikutip dari CNN, Minggu (21/10).
Seiring dengan sekelumit permasalahan produksi kakao yang diperkirakan terjadi hingga September 2025, produsen permen dan coklat berupaya mencari solusi dengan mengurangi gramasi produk namun dengan harga yang sama. Cara lainnya adalah dengan mengurangi penggunaan cokelat pada makanan seperti wafer atau kacang.
Produsen permen Mars menyatakan bahwa cokelat masih mendominasi preferensi konsumen. Maka, Mars memperluas produksinya dengan permen buah atau permen lunak edisi khusus Halloween untuk menyiasati kelangkaan kakao.
Dengan hal ini, National Confectioner's Association (NCA) 2024 State of Treating Report menyatakan adanya peningkatan penjualan dan produksi permen non-kakao sebesar 12,1%, sedangkan pertumbuhan penjualan coklat hanya 5,8% per 2023. Namun, penjualan cokelat masih menyokong lebih dari setengah penjualan, dengan nominal sebesar 25,9 triliun per 2023.
(eds/eds)
Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan 2024
Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengantisipasi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan telah menunjukkan hasil. [545] url asal
#kementan #produksi-beras #hektar #optimasi #swasembada #el-nino #moch #dampak-el-nino #produksi-padi-semester-ii #amalia-adininggar-widyasanti #andi-amran-sulaiman #luas-panen #berkepanjangan #biro-humas-dan-infor
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 16/10/24 17:16
v/16560137/
Jakarta - Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengantisipasi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan telah menunjukkan hasil. Sebab produksi beras di tengah tantangan iklim bisa terjaga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selama 10 bulan masa jabatannya fokus bekerja pada program peningkatan produksi yang ketat. Langkah ini menjawab kekhawatiran publik terkait kemampuan Indonesia dalam menjaga produksi beras di tengah tantangan iklim ekstrim.
Menurut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, sejak dilantik Oktober 2023, Andi Amran Sulaiman beserta jajarannya mengambil langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino dengan mengoptimalkan sumber air melalui pompanisasi.
"Sejak November 2023 Pak Mentan sudah sampaikan ada potensi pergeseran masa tanam dan defisit produksi di awal tahun 2024. Langkah cepat beliau adalah dengan realokasi eksternal dan internal anggaran Eselon I Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 1 triliun. Anggaran ini digunakan untuk penyediaan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida," kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2024).
Dalam konferensi pers hari Selasa (15/10/2024), Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional tahun 2024 turun 760 ribu ton atau 2,43% dibandingkan tahun 2023. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan luas panen menurun karena dampak fenomena El Nino yang menyebabkan mundurnya musim tanam.
Arief membenarkan keterlambatan masa tanam yang terjadi pada akhir 2023 menyebabkan masa panen raya yang mestinya terjadi di bulan Maret-April 2024 bergeser. Konsekuensinya, terjadi defisit produksi di awal tahun 2024 yang ditutupi dengan pengadaan beras sebesar 3,5 juta ton dari luar negeri oleh Bulog.
Namun dengan intervensi pompanisasi dan ketersediaan pupuk yang cukup, setelah panen raya pada April-Mei 2024, produksi bulanan sejak Agustus hingga prediksi Desember 2024 jauh melebihi produksi bulan yang sama di tahun 2023.
Peningkatan produksi di tengah kekeringan ini menunjukkan program Penambahan Areal Tanam (PAT) yang digenjot Kementan awal 2024 membuahkan hasil. PAT dilakukan melalui optimasi lahan dan pompanisasi untuk meningkatkan indeks pertanaman sawah yang sebelumnya hanya tanam 1 kali setahun menjadi 2-3 kali dengan memaksimalkan sisa air yang tersedia.
"Pemerintah tetap optimis produksi beras akan terus membaik," jelas Arief.
Arief menambahkan peningkatan produksi juga didukung oleh kebijakan dalam penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Pemerintah sejak awal 2024 telah menambah kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, dengan prosedur penebusan yang lebih mudah. Petani yang sudah terdaftar untuk mendapatkan pupuk subsidi bisa menebus pupuk dengan menunjukkan KTP asli.
"Dampaknya signifikan. Produksi beras periode Agustus hingga Oktober 2024 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 5 tahun sebelumnya secara berturut-turut," tutur Arief.
Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2022 mencapai 12,55 juta ton, begitupun pada 2023 sebesar 12,55 juta ton. Sementara itu, di tahun 2024, produksi padi meningkat menjadi 14,73 juta ton.
Bila diakumulasikan, produksi padi semester II/2024 mampu menghasilkan 23,36 juta ton, meningkat bila dibandingkan 2022 sebesar 22,44 juta ton dan 2023 sebesar 21,63 juta ton.
"Pemerintah terus bekerja dengan optimasi lahan dan indeks pertanaman lahan yang ada, sekaligus pula mempersiapkan lahan sawah baru melalui cetak sawah 3 juta hektar mulai 2025. Pemerintah optimis paling lambat dalam 3 tahun kedepan Indonesia swasembada beras kembali, dan dalam beberapa tahun berikutnya akan ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia," tutupnya.
(akn/ega)
Lahan Sawah Makin Susut, Produksi Beras RI Turun 760 Ribu Ton
BPS memperkirakan produksi beras nasional 2024 turun 2,43% menjadi 30,34 juta ton. Penurunan ini dipicu oleh luas panen yang menyusut akibat fenomena El Nino. [328] url asal
#produksi-beras #penurunan-produksi #badan-pusat-statistik #fenomena-el-nino #gabah-kering-giling #subround #peningkatan-lahan #ton-gabah #penyumbang-penurunan #subround-iii #produksi-beras-ri-turun-760-ribu-ton
(detikFinance) 15/10/24 13:35
v/16502009/
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional tahun 2024 mengalami penurunan. Produksi beras tahun ini diperkirakan turun 760 ribu ton 2,43% dibandingkan tahun 2023.
"Produksi beras pada konsumsi pangan penduduk pada tahun 2024 mencapai 30,34 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,76 juta ton dibandingkan tahun lalu," kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Konferensi Pers, Selasa (15/10/2024).
Dia menjelaskan penurunan produksi Itu sejalan dengan semakin menyusutnya luas panen dan produksi gabah nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan disebutkan Luas panen padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 10,05 juta hektar atau turun sebesar 0,17 juta hektar dibanding tahun lalu.
Penyumbang penurunan luas panen pada tahun 2024 adalah karena penurunan yang terjadi musim panen padi yang semakin menyusut. Subround I (musim) terjadi penurunan penurunan sebesar 0,64 juta hektar dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun lalu. Alhasil, lahan panen padi menjadi 3,57 juta ha dari 4,21 juta ha pada periode yang sama.
"Kenapa ini penurun luas panen menurun karena merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan mundurnya musim tanam,"
Meski begitu, pada subround II (Mei-Agustus 2024) diperkirakan ada peningkatan lahan panen padi sebesar 0,10 juta ha. Hal serupa juga terjadi pada subround III (September-Desember) yang berpotensi naik sebesar 0,38 juta hektare.
Sejalan dengan itu, produksi padi pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 52,66 juta ton gabah kering giling (gkg) atau mengalami penurunan sebesar 1,32 juta ton gkg.
"Seperti halnya luas panen padi, penurunan produksi gabah kering giling ini terjadi pada Subround I, yaitu Januari sampai April yang turunnya sebesar 3,3 juta ton gabah kering dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Periode Mei sampai dengan Agustus dan September sampai dengan Desember terjadi kenaikan produksi gabah kering giling yang masing-masing periode ini sebesar 0,27 juta ton dan sebesar 1,74 juta ton gkg," tambahnya.
Simak Video: Jokowi: Semua Negara Kena Gelombang Panas, Produksi Beras Turun
Luas Panen Padi Turun Imbas El Nino September 2024, Produksi Beras RI Aman?
BPS mengungkapkan fenomena El Nino berdampak pada merosotnya luas panen, yang merembet pada produksi beras Indonesia. [497] url asal
#bps #panen #panen-padi #beras #produksi-beras #penurunan-produksi-beras #luas-panen-padi-turun-imbas-el-nino #produksi-beras-ri-aman
(Bisnis.Com - Ekonomi) 15/10/24 13:10
v/16498101/
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa fenomena El Nino berdampak pada merosotnya luas panen pada 2024. Imbasnya, produksi beras Indonesia diperkirakan akan merosot pada tahun ini.
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan proyeksi penurunan produksi beras ini sejalan dengan proyeksi luas tanah (panen) padi maupun gabah kering giling (GKG) yang mengalami penurunan.
“Maka produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2024 diperkirakan mencapai 30,34 juta ton, atau mengalami penurunan sebesar 0,76 juta ton dibanding tahun lalu,” kata Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS Perkembangan Ekspor-Impor September 2024, Selasa (15/10/2024)..
Secara rinci, dia menjelaskan bahwa penurunan produksi beras terjadi pada periode Januari—April, yaitu sebesar 1,91 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Kendati demikian, BPS mencatat bahwa pada periode Mei—Agustus dan periode September—Desember produksi beras diperkirakan mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 0,16 juta ton dan 1 juta ton.
Adapun, Jawa merupakan penyumbang utama produksi beras nasional dengan persentase 54,21%. Disusul oleh Sumatera sebesar 21,97% dan Sulawesi sebesar 13,10%.
“Dengan kata lain sekitar 89,28% produksi beras nasional 2024 dihasilkan oleh provinsi-provinsi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi,” terangnya.
Luas Panen Padi dan GKG Merosot
Masih mengacu data BPS, luas panen padi pada 2024 sebagai angka sementara diperkirakan mencapai 10,05 juta hektar. Angkanya turun sebesar 0,17 juta hektar dibandingkan tahun lalu.
Adapun, penyumbang penurunan luas panen pada 2024 adalah karena penurunan yang terjadi sepanjang Januari—April atau Subround 1. Rinciannya, selama Subround 1 terjadi penurunan sebesar 0,64 juta hektar dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Mengapa luas panen menurun? Karena merupakan dampak dari fenomena El Nino pada semester II/2023 yang kemudian menyebabkan terjadinya mundurnya musim tanam,” jelas Amalia.
Sementara itu, luas panen padi sepanjang Mei—Agustus atau Subround 2 dan September—Desember atau Subround 3 diperkirakan mengalami peningkatan, yakni masing-masing sebesar 0,10 juta hektar dan 0,38 juta hektar.
Secara spasial, sebagian besar luas panen padi nasional pada 2024 adalah seluas 5,04 juta hektar atau sebesar 50,12% yang disumbang oleh wilayah Jawa. Disusul oleh wilayah Sumatera seluas 2,27 juta hektar atau sekitar 22,56% dari total luas panen padi.
Sejalan dengan proyeksi luas panen, sambung Amalia, produksi padi pada 2024 juga diperkirakan mencapai 52,66 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun 1,32 juta ton GKG.
BPS mencatat penurunan produksi GKG juga terjadi pada Subround 1 atau periode Januari—April sebesar 3,33 juta ton GKG dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, untuk periode Mei—Agustus dan September—Desember terjadi kenaikan yang masing-masing periode sebesar 0,27 ton GKG dan September—Desember sebesar 1,74 juta ton GKG.
Dengan demikian, sejalan dengan gambaran luas panen secara spasial, maka wilayah Jawa diperkirakan menjadi penyumbang utama produksi padi nasional sepanjang 2024, yaitu 28,55 juta ton GKG. Disusul oleh Sumatera dengan kontribusi sebesar 11,59 juta ton GKG, dan Sulawesi sebesar 6,92 juta ton GKG.
Amran Ungkap Hasil Pertemuan Usai Dipanggil ke Kediaman Prabowo
Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil calon menteri, termasuk Andi Amran Sulaiman, untuk diskusi seputar pertanian dan swasembada pangan. [218] url asal
#prabowo-subianto #andi-amran-sulaiman #calon-menteri #kalimantan-tengah #pemerintahan-prabowo #prabowo #ajudan #menteri #kertanegara #elnino #teddy #menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman #kediaman-prabowo #subiant
(detikFinance - Moneter) 14/10/24 22:28
v/16471351/
Jakarta - Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil sejumlah calon menteri di kediamannya di Kertanegara, Kebayoran Baru. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu tokoh yang dipanggil.
Usai bertemu Prabowo, Amran tak membeberkan posisi apa yang akan ia jabat di pemerintahan Prabowo. Namun ia mengatakan, pokok pembicaraannya dengan Prabowo seputar pertanian.
"Diskusi sekitar pertanian, bidang kami," katanya di kediaman Prabowo, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Saat ditanya apakah ada pembahasan tentang makan bergizi gratis, ia menjawab tidak ada bahasan itu. Adapun salah satu topik yang dibahasnya ialah menyangkut swasembada pangan.
"Diskusi masalah pertanian saja. Fokus pada swasembada, kita harus mandiri pangan, kita memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Insyaallah bisa," ujarnya.
Keduanya juga membahas terkait tantangan untuk mencapai target tersebut. Hal ini mulai dari gangguan hama hingga cuaca seperti El Nino. Namun bersamaan dengan itu, keduanya juga membahas strategi dalam menghadapinya.
"Pasti ada tantangan, ada elnino, ada hama, ada kekeringan, ada lanina. Sekitar pertanian saja. Kita swasembada, kemudian optimalisasi lahan, cetak sawah, khususnya Kalimantan Tengah dan Merauke," kata dia.
Amran sendiri mengaku baru dihubungi ajudan Prabowo pada hari ini sekitar pukul 18.00 WIB untuk berkunjung ke kediaman. Saat menerima telepon itu, ia sendiri baru tiba dari Wanam, Merauke.
"Tadi kami baru tiba dari Wanam (Merauke), kemudian ditelepon beliau, Pak Teddy, untuk menghadap Bapak Presiden terpilih," ujar Amran.
(shc/das)Zimbabwe Bakal Sembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan Imbas El Nino
Pemerintah Zimbabwe berencana menyembelih 200 ekor gajah untuk memberi makan kepada warga yang mengalami kelaparan akut di negara tersebut. [326] url asal
#gajah #zimbabwe #el-nino #ekonomi-karbon #katadata-green #update-me
(Katadata - EKONOMI HIJAU) 23/09/24 13:21
v/15436456/
Pemerintah Zimbabwe berencana menyembelih 200 ekor gajah untuk memberi makan kepada warga yang mengalami kelaparan akut di negara tersebut. Kelaparan tersebut dipengaruhi oleh El Nino yang menyebabkan kekeringan terburuk dalam empat dekade terakhir dan menghancurkan hasil pertanian masyarakat.
Juru bicara Zimbabwe Parks and Wildlife Authority (Zimparks), Tinashe Farawo, mengatakan kelaparan akut tersebut terjadi akibat El Nino yang menghancurkan pertanian masyarakat di Zimbabwe. El Nino tahun ini menyebabkan kekeringan terburuk dan mempengaruhi 68 juta orang serta menyebabkan kekurangan pangan di seluruh wilayah.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami merencanakan untuk membunuh sekitar 200 gajah di seluruh negara. Kami sedang bekerja pada langkah-langkah bagaimana kami akan melakukannya," ujar Farawo dikutip Reuters, Senin (23/9).
Farawo mengatakan, daging gajah akan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyembelihan gajah yang akan dilaksanakan di distrik Hwange, Mbire, Tsholotsho, dan Chiredzi merupakan yang pertama dilakukan sejak 1988.
Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh pemerintah Zimbabwe mengikuti Namibia yang menyembelih 83 gajah dan mendistribusikan daging kepada orang-orang yang terkena dampak kekeringan.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 200 ribu gajah hidup di area konservasi yang tersebar di lima negara yang berada di selatan Afrika yaitu Zimbabwe, Zambia, Botswana, Angola, dan Namibia. Selain mengatasi masalah kelaparan, kebijakan tersebut diambil guna mengurangi kepadatan di taman nasional yang saat ini sudah melebih kapasitas yang tersedia.
Ia menjelaskan, taman nasional yang terdapat di Zimbabwe hanya mampu menopang 55 ribu gajah, sedangkan sampai dengan saat ini gajah yang berada di taman nasional tersebut sudah berjumlah 84 ribu. Ini adalah upaya untuk mengurangi kepadatan taman di tengah kekeringan.
"Angka ini hanyalah setetes di lautan karena kita berbicara tentang 200 (gajah) sementara kami memiliki lebih dari 84.000, yang merupakan jumlah yang besar," ungkapnya.
Dia mengatakan, kekeringan yang terjadi telah membuat konflik antara manusia dan satwa liar dapat meningkat seiring dengan semakin langkanya sumber makanan. Tahun lalu, Zimbabwe kehilangan 50 orang akibat serangan gajah.
Dengan salah satu populasi gajah terbesar, Zimbabwe memiliki sekitar US$ 600 juta nilai persediaan gading yang tidak dapat dijual.
Program Pompanisasi Buat Petani Tersenyum, Mentan Amran: Solusi untuk Tingkatan Indeks Pertanaman
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pompanisasi merupakan salah satu langkah cepat untuk mengatasi dampak El Nino. Halaman all [462] url asal
#el-nino #tumpang-sari #indeks-pertanaman #pompanisasi
(Kompas.com) 19/09/24 10:24
v/15222161/
KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menugaskan seluruh jajarannya untuk terjun langsung menjaga keamanan pangan.
Ia menekankan pentingnya peningkatan produksi melalui berbagai cara, seperti pompanisasi, perluasan areal tanam, pembukaan lahan baru, dan pemanfaatan tumpang sari. Hal ini untuk mencapai kedaulatan pangan di tengah kondisi El Nino yang berkepanjangan.
"Pompanisasi merupakan salah satu langkah cepat untuk mengatasi dampak El Nino. Kita perlu memastikan bahwa dengan adanya pompanisasi, lahan petani tidak mengalami kekeringan," kata Amran.
"Ini (pompanisasi) adalah solusi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), dari satu kali tanam menjadi dua, atau bahkan dari dua kali menjadi tiga kali tanam," ujar Amran dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/9/2024).
Sejalan dengan arahan Amran, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto, yang juga bertanggung jawab atas Program Aksi Terpadu (PAT) di Provinsi Banten, aktif melakukan monitoring dan mendampingi petani mulai dari penanaman hingga panen padi.
Kegiatan penanaman kali ini dilaksanakan di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, bersama Kelompok Tani (Poktan) Cibantek, Selasa (17/9/2024).
"Penanaman ini merupakan tanam ketiga untuk 2024. Dengan adanya program pompanisasi, petani menjadi lebih bersemangat dan tidak khawatir akan kekurangan air meskipun menghadapi kondisi kekeringan," ucap Heru.
Menurut Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Mauk, Kusnadi, bantuan pompa tersebut memungkinkan petani meningkatkan indeks pertanaman (IP).
Sebelumnya, IP hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 per tahun akibat kekeringan, kini mereka dapat menanam hingga mencapai IP 2,5 per tahun.
"Secara bertahap, kami telah melakukan penanaman di lahan seluas 15 hektar (ha) yang sudah berumur satu hingga 15 hari setelah tanam (HST). Hari ini, kami akan menanam lagi di lahan seluas 5 ha, dan rencananya hingga total 45 ha," tutur Kusnadi.
Setelah kegiatan penanaman, Ketua Poktan Cibentek 1 Sukinan menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementan, dinas, dan pihak-pihak terkait untuk program pompanisasi.
Ia berharap program pompanisasi dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman petani di wilayahnya.
"Dengan dukungan ini, kami dapat terus menanam tanpa khawatir kekurangan air. Semoga program ini dapat berlanjut, sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kami," imbuh Sukinan.
El Nino Dahsyat 250 Juta Tahun Lalu Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi
250 juta tahun lalu El Nino dahsyat telah membuat kepunahan massal di bumi [570] url asal
#el-nino #el-nino-dahsyat #kepunahan-massal
(Bisnis.Com - Teknologi) 15/09/24 09:45
v/15047435/
Bisnis.com, JAKARTA - Ilmuwan mengungkapkan teori jika bumi pernah mengalami kepunahan massal pada 250 juta tahun lalu karena El Nino yang sangat dahsyat.
Hal ini berdasarkan penelitian baru yang menunjukkan bahwa kelebihan karbon dioksida di atmosfer menyebabkan perubahan iklim, yang pada gilirannya membunuh 90% spesies di Bumi sekitar 250 juta tahun yang lalu, pada akhir periode Permian.
Dilansir dari livescience, kehidupan berkembang pesat pada periode Permian (298,9 juta hingga 251,9 juta tahun lalu). Benua super Pangaea dikelilingi hutan lebat tempat reptil aneh hidup berdampingan dengan amfibi dan awan serangga yang berputar-putar.
Di lautan, terumbu karang yang menjulang tinggi menjadi rumah bagi nautilus bercangkang spiral, ikan bertulang keras, dan hiu.
Dan kemudian serangkaian retakan gunung berapi raksasa di tempat yang sekarang disebut Siberia meletus.
Perpecahan ini, yang dikenal sebagai Perangkap Siberia, memuntahkan sejumlah besar karbon dioksida ke udara.
Lebih buruk lagi, letusan tersebut terjadi di daerah yang kaya akan lapisan batu bara, yang juga menguap ke atmosfer. Dampak geologis dari letusan ini telah ditemukan pada lapisan batuan hingga ke Afrika Selatan.
Bagaimana tepatnya letusan dan pemanasan iklim menyebabkan kematian massal masih sulit untuk dijelaskan. Letusan besar lainnya tidak menyebabkan kepunahan massal, kata Farnsworth.
Ditambah lagi, waktu kematiannya sangat aneh, dimana hewan darat mulai menghilang terlebih dahulu, sebelum terjadinya pemanasan iklim terburuk, dan spesies laut pun menyusul.
Penulis utama studi Yadong Sun, seorang ilmuwan bumi di China University of Geosciences telah lama mengumpulkan database tentang gigi makhluk Permian mirip belut yang disebut conodont, karena gigi tersebut dapat mengungkapkan informasi tentang suhu laut.
Datanya mengungkapkan bahwa, di seluruh Panthalassa, lautan kuno yang merupakan pendahulu Pasifik, lautan bagian barat pada awalnya lebih hangat daripada bagian timur.
Namun, gradien ini melemah seiring dengan memanasnya iklim pada akhir Permian, sehingga menciptakan suhu yang lebih hangat di bagian timur seperti yang terjadi pada peristiwa El Niño di Pasifik saat ini.
Hasil akhirnya, kata Farnsworth, adalah serangkaian El Niño yang sangat parah dan berlangsung lama. Sun, Farnsworth, dan rekan-rekannya membuat model dampak El Niño dan menunjukkan bahwa, di daratan, peristiwa El Niño ini akan meningkatkan suhu yang sudah meningkat akibat pemanasan yang disebabkan oleh karbon dioksida.
Hutan dan spesies yang bergantung padanya akan mengalami kesulitan dan mati terlebih dahulu. Hutan menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer, sehingga hilangnya karbon tersebut memungkinkan lebih banyak lagi karbon yang memerangkap panas tetap berada di atmosfer.
“Anda mendapatkan umpan balik positif yang tak terhitung jumlahnya dalam sistem,” kata Farnsworth dilansir dari livescience.
Panas di atmosfer akhirnya memanaskan Panthalassa hingga 104 derajat Fahrenheit (40 derajat Celsius) di daerah tropis, yang berada di luar kemampuan sebagian besar organisme laut untuk bertahan hidup, para peneliti melaporkan Kamis (12 September) di jurnal Science.
“Ini adalah makalah terbaik yang pernah saya lihat yang menghubungkan apa yang terjadi pada masa Permian dengan masa kini,” kata Peter Ward, ahli paleontologi Universitas Washington yang tidak terlibat dalam penelitian ini namun meneliti kepunahan akhir Permian.
Ward menyebut implikasi dari makalah tersebut "mengerikan". Perangkap Siberia melepaskan lebih banyak karbon dioksida ke atmosfer dibandingkan dengan yang dihasilkan manusia – mungkin sekitar 2.500 bagian per juta (ppm), dibandingkan dengan 419 ppm saat ini, kata Farnsworth – namun umat manusia menyuntikkan karbon dengan kecepatan yang lebih cepat.
“Tulisan ini hanyalah gambaran akhir dari betapa buruknya hal ini, tapi bahkan sedikit saja dari apa yang dilakukan oleh Permian sangatlah buruk bagi masyarakat,” kata Ward dilansir dari Live Science.
“Peradaban kita membutuhkan stabilitas, dan kita menciptakan ketidakstabilan besar dalam sistem bumi.”
Ini Perbedaan El Nino dan La Nina serta Dampaknya pada Perekonomian Indonesia
El Nino dan La Nina adalah fenomena iklim global yang memiliki dampak signifikan terhadap cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. [481] url asal
#el-nino-adalah #apa-itu-el-nino #badai-el-nino #fenomena-el-nino #dampak-el-nino #la-nina-adalah #apa-itu-la-nina #berita-la-nina #dampak-la-nina #el-nino-dan-la-nina #el-nino #la-nina
(MedCom - Ekonomi) 15/08/24 18:15
v/14461729/
Jakarta: El Nino dan La Nina adalah fenomena iklim global yang memiliki dampak signifikan terhadap cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai kedua fenomena ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia seperti dikutip dari laman resmi BMKG.
Apa Itu El Nino?
El Nino adalah fenomena anomali iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (SPL) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.Nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "anak laki-laki" dan awalnya merujuk pada arus laut hangat tahunan yang mengalir di sepanjang pesisir Peru dan Ekuador menjelang Natal.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada wilayah Amerika Selatan, tetapi juga mempengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dengan mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayahnya.
| Baca juga: Ini Link dan Cara Cek Penerima Bansos El Nino |
Apa Itu La Nina?
La Nina, yang berarti "anak perempuan" dalam bahasa Spanyol, adalah kebalikan dari El Nino.Fenomena ini ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari biasanya di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
La Nina cenderung meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, yang sering kali menyebabkan hujan deras berkepanjangan dan memperpanjang musim hujan di beberapa wilayah.
Perbedaan El Nino dan La Nina
Perbedaan utama antara El Nino dan La Nina terletak pada suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. El Nino menyebabkan pemanasan, sementara La Nina menyebabkan pendinginan.Akibatnya, El Nino cenderung mengurangi curah hujan di Indonesia, sering kali menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan kekeringan. Sebaliknya, La Nina meningkatkan curah hujan, menyebabkan banjir, tanah longsor, dan musim hujan yang lebih panjang.
| Baca juga: Ini Cara Ampuh Mengatasi El Nino |
Dampak El Nino dan La Nina terhadap Perekonomian Indonesia
Kedua fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, dan energi:1. Pertanian
Selama El Nino, penurunan curah hujan dapat mengakibatkan kekeringan yang merugikan produksi tanaman pangan, seperti padi.Kekeringan yang berkepanjangan juga dapat mengurangi pasokan air untuk irigasi, meningkatkan risiko gagal panen. Sebaliknya, La Nina, dengan curah hujan yang tinggi, dapat menyebabkan banjir yang merusak lahan pertanian dan infrastruktur irigasi.
2. Perikanan
El Nino dapat mengurangi populasi ikan di perairan Indonesia karena suhu air laut yang lebih hangat, yang mengubah habitat dan migrasi ikan.La Nina, dengan kondisi laut yang lebih dingin, umumnya lebih mendukung sektor perikanan, tetapi banjir dan badai dapat mengganggu aktivitas penangkapan ikan.
3. Energi
Kekeringan yang disebabkan oleh El Nino dapat mengurangi produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air, yang mengandalkan air sebagai sumber energi.Di sisi lain, La Nina dapat meningkatkan produksi energi dari tenaga air, tetapi banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi juga bisa merusak infrastruktur energi.
Secara keseluruhan, El Nino dan La Nina adalah fenomena alam yang harus diantisipasi karena dampaknya yang luas terhadap berbagai sektor ekonomi di Indonesia.
Upaya mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan untuk meminimalkan kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan iklim ini. (Zein ZahiratulFauziyyah)
(ANN)
Harga Batu Bara Terus Membara Saat La Nina Berembus di Pasifik
Harga batu bara terus membara pada Jumat (9/8/2024). Hal itu karena La Nina berembus di pasifik. - Halaman all [274] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #la-nina #el-nino #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/08/24 07:26
v/14006628/
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terus membara pada Jumat (9/8/2024). Hal itu karena La Nina berembus di pasifik.
Harga batu bara Newcastle untuk Agustus 2024 naik US$ 0,5 menjadi US$ 146 per ton. Sedangkan September 2024 meningkat US$ 1,5 menjadi US$ 150,5 per ton. Sementara itu, Oktober 2024 meningkat US$ 1,75 menjadi US$ 151,95 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Agustus 2024 naik 0,7% menjadi US$ 122,1. Sedangkan, September 2024 menguat US$ 1,1 menjadi US$ 124. Sementara itu, Oktober 2024 terkerek US$ 1,6 menjadi US$ 124,9.
Dikutip dari Forbes, harga batu bara mulai naik saat La Nina berembus di Pasifik. La Nina adalah peristiwa yang dipantau secara ketat oleh peramal cuaca, analis komoditas, dan bank investasi karena memiliki catatan menyebabkan banjir yang dapat menutup pelabuhan di Australia dan menggandakan harga batu bara hampir dalam semalam.
Kebalikan dari El Nino yang lebih dikenal yang menyebabkan kekeringan di Australia, La Nina adalah peristiwa yang terjadi ketika suhu laut di Pasifik mendingin, membawa hujan lebat di Australia, sebagian Asia dan Afrika Barat, dan kekeringan di Amerika.
Bank Australia ANZ menerbitkan catatan peringatan untuk klien awal minggu ini bahwa peristiwa La Nina kemungkinan terjadi selama enam hingga sembilan bulan ke depan dan dapat berdampak besar pada pola penawaran dan permintaan jangka pendek di berbagai komoditas.
BMI, divisi Fitch Solutions, menyampaikan hal serupa, dengan mengatakan ada 70% kemungkinan La Nina berkembang antara Agustus dan Oktober dan berlanjut hingga tahun depan.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
RI Dihantui Krisis Pangan Imbas Kekeringan dan El Nino
Pemerintah menyatakan telah menyiapkan strategi untuk menghadapi ancaman krisis pangan imbas perubahan iklim El Nino dan kekeringan. [337] url asal
#krisis-pangan #produksi-pangan #el-nino #dampak-el-nino #kekeringan #perubahan-iklim #kementan #mentan #krisis-pangan-indonesia
(Bisnis.Com - Ekonomi) 05/08/24 15:28
v/13382394/
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis bahwa pemerintah dapat mengatasi dan memitgasi segala dampak yang ditimbulkan akibat iklim ekstrem, termasuk krisis pangan.
Dia menekankan bahwa pemerintah meyakini strategi yang diterapkan telah sesuai dalam menghadapi tantangan perubahan iklim El Nino, kekeringan yang dapat berimbas pada krisis pangan.
Hal ini dia sampaikan usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Rencana Kerja Pemerintah, Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 2025 di Kantor Presiden, Senin (5/8/2024).
“Perubahan iklim, El nino dan kekeringan, overlapping keduanya tahun ini InshaAllah bisa kami hadapi. Intinya sektor pangan melakukan akselerasi dan memberikan solusi cepat pompanisasi dan optimasi lahan, kemudian benih unggul, alsintan (alat mesin pertanian),” tuturnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Lebih lanjut, dia menekankan berbagai strategi tersebut merupakan solusi untuk mengatasi masalah pangan di dalam negeri. Hal ini, kata Amran, dibuktikan melalui data BPS yang menunjukkan tren positif terhadap produksi pangan.
“Alhamdulilah di BPS data kelihatan dua bulan ini produksi naik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti ancaman krisis pangan. Menurutnya, persoalan ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Rencana Kerja Pemerintah, Nota Keuangan, dan RAPBN Tahun 2025, di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8/2024).
Presiden mengatakan dalam pengantarnya, pemerintah saat ini akan mengakomodasi semua kebijakan Presiden terpilih di tahun 2025.
“Saya ingin di dalam rencana Rancangan APBN 2025 ini mengakomodasi semua program Presiden terpilih,” ujarnya.
Namun yang paling penting, menurut Presiden perlu waspada terhadap risiko ekonomi dunia.
“Waspadai risiko perlambatan ekonomi dunia, baik yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga, juga yang berkaitan dengan memanasnya geopolitik, yang kemungkinan itu akan berimbas pada krisis pangan, harga minyak yang naik,” jelasnya.
Presiden juga mengatakan untuk mengoptimalkan target penerimaan negara dan kemudahan untuk berinvestasi dan kemudahan untuk mengekspor produk-produk dalam negeri.
“Optimalkan langkah-langkah untuk peningkatan target penerimaan negara. Di sini saya ingin menggarisbawahi, mengenai kemudahan investasi, kemudahan untuk produk-produk yang berkaitan dengan ekspor,” ujarnya.

